BAB I 
PENDAHULUAN 
Manusia adalah makhluk yang paling sempurna, satu-satunya makhluk yang dibekali 
akal fikiran oleh Allah SWT yang kemudian diberi hasrat ingin tahu tentang benda dan 
peristiwa yang terjadi di sekitarnya termasuk juga ingin tahu tentang dirinya sendiri. Rasa 
ingin tahu ini mendorong manusia untuk menjelaskan gejala-gejala alam serta berusaha 
memecahkan masalah yang dihadapi dan akhirnya manusia dapat mengumpulkan 
pengetahuan. Pengetahuan yang terkumpul semakin banyak disebabkan rasa ingin tahu 
manusia yang terus berkembang juga daya pikirnya. Rasa ingin tahu yang terus berkembang 
dan seolah-olah tanpa batas itu menimbulkan pembendaharaan pengetahuan pada manusia itu 
sendiri. Hal ini tidak hanya meliputi tentang kebutuhan praktis hidupnya sehari-hari tetepi 
juga berkembang sampai pada hal-hal yang menyangkut keindahan dan seni. 
Pengetahuan yang diperoleh mula-mula terbatas pada hasil pengamatan terhadap 
gejala alam yang ada, lalu semakin bertambah dengan pengetahuan yang diperoleh dari hasil 
pemikirannya. Kemudian pengetahuan yang didapatnya, terus dikembangkan sehingga 
manusia sampai saat ini terus berkembang dan akhirnya manusia dapat menciptakan beberapa 
benda untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Berlangsungnya perkembangan pengetahuan 
tersebut lebih dipermudah dengan adanya tukar menukar informasi mengenai pengetahuan 
dan pengalaman yang mereka miliki masing-masing. 
Perkembangan pengetahuan pada manusia ini juga didukung oleh adanya sifat 
manusia yang ingin maju, sifat manusia yang selalu tidak puas, dan sifat yang ingin lebih 
baik. Mereka selalu berusaha mengerti dan memperoleh pengetahuan yang lebih banyak. 
Sejalan dengan perkembangan pengetahuan tersebut rasa keindahan manusia juga ikut 
berkembang. Maka dalam kehidupannya pengetahuan yang telah dimiliki tersebut bukan 
hanya diterapkan dan digunakan untuk kebutuhan hidupnya tetapi juga menyangkut hal-hal 
yang bertalian dengan keindahan. Dengan selalu berlangsungnya perkembangan pengetahuan 
tampak lebih nyata bahwa manusia berbeda dari pada makhluk lain seperti hewan dan 
tumbuhan. 
1
2 
1. LATAR BELAKANG 
Makhluk yang bernama manusia memiliki ciri-ciri yang khusus yang tidak dimiliki 
oleh makhluk lain (hewan dan tumbuhan). Ciri-ciri tersebut adalah manusia memiliki akal, 
budi, rasa ingin tahu, kemauan yang lebih baik dan lain-lain. 
Bila dibandingkan dengan makhluk lain, tubuh manusia lebih lemah, tetapi rohani nya 
(akal, budi dan kemauan) jauh lebih kuat. Hal ini terbukti, saat ini manusia telah mampu 
menguasai dunia dan hewan. Itu semua dapat terjadi karena hanya manusia yang memiliki 
akal budi dan kemauan keras. 
Manusia sebagai makhluk berpikir dibekali hasrat ingin tahu terhadap benda dan 
semua peristiwa yang terjadi disekitarnya, bahkan juga ingin tahu terhadap dirinya sendiri. 
Pada hakikatnya, perkembangan pikiran manusia didasari dari dorongan rasa ingin tahu dan 
ingin memahami serta memecahkan masalah yang dihadapi. Rasa ingin tahu pada manusia 
tidak sama, selalu berkembang seakan tiada batas yang menyebabkan berkembangnya ilmu 
pengetahuan. 
2. RUMUSAN MASALAH 
1. Bagaimana perkembangan pola pikir manusia? 
2. Aspek-aspek apa saja yang mempengaruhi perkembangan pola pikir pada 
manusia?
BAB II 
PEMBAHASAN 
Perkembangan Pola Pikir Manusia 
Sejak lahirnya di muka bumi ini, manusia bersentuhan dengan alam. Persentuhan 
dengan alam menimbulkan pengalaman. Alam memberikan rangsangan kepada manusia 
melalui pancaindera. Jadi, pancaindera merupakan alat komunikasi antara alam dengan 
manusia yang membuahkan pengalaman. Pengalaman itu waktu demi waktu bertambah, 
karena manusia ingin mendapatkan jawaban atas pertanyaan yang hakiki; apa, bagaimana, dan 
mengapa, baik atas kehadirannya di dunia ini, maupun atas segala benda yang telah 
mengadakan kontak dengan dirinya. Perkembangan pola pikir manusia ini dari zaman ke 
zaman terus berubah bahkan bertambah, karena dipengaruhi oleh beberapa faktor, di 
antaranya : 
3 
A. Kuriositas (Rasa Ingin Tahu) 
Ilmu Pengetahuan bermula dari rasa ingin tahu (curiousity). Perasaan ini 
merupakan salah satu ciri khas manusia. Rasa ingin tahu berkembang, baik tentang 
dirinya sendiri maupun benda-benda di sekelilingnya dan rasa yang seperti itu tidak 
dimiliki oleh makhluk hidup lainnya. 
Dan manusia sebagai mahluk ciptaan Allah SWT, mempunyai ciri-ciri : 
1. Organ tubuhnya kompleks dan sangat khusus, terutama otaknya 
2. Mengadakan metabolism atau penyusunan zat 
3. Memberikan tanggapan terhadap rangsangan dari dalam dan luar 
4. Memiliki potensi untuk berkembang (bereproduksi) 
5. Tumbuh dan berkembang 
6. Berinteraksi dengan lingkungan 
7. Bergerak 
8. Tidak hidup lagi 
Sudah kita ketahui, bahwa pada poin satu tadi telah menunjukkan bahwa manusia 
mempunyai otak, sama halnya dengan bintang, namun inilah yang menjadi perbedaan 
manusia dengan binatang. Memang benar binatang juga mempunyai kehendak (bersifat 
idle coriousity = tetap) misalnya burung-burung mempunyai kehendak untuk berpindah 
dari satu tempat ke tempat lain yang didorong oleh suatu keinginan, rasa ingin tahu. Ingin
tahu apakah sutau tempat cukup aman untuk membuat sarang? Setelah mengadakan 
eksplorasi, tentu mereka jadi tahu. Itulah pengetahuan dari burung tadi. Burung juga 
memiliki pengetahuan untuk membuat sarang di atas pohon. 
Bagaimana halnya dengan manusia? Manusia juga memiliki insting seperti yang 
dimiliki oleh hewan. Namun manusia memiliki kelebihan yaitu adanya kemampuan 
berfikir. Dengan kata lain, curiosity-nya tidak idle. Tidak tetap sepanjang zaman. 
Manusia memiliki rasa ingin tahu yang berkembang, atau kemampuan berfikir. Setelah 
tahu tentang apanya, mereka ingin tahu bagaimana dan mengapa begitu. 
Manusia mampu menggunakan pengetahuannya yang terdahulu untuk 
dikombinasikan dengan pengetahuannya yang baru, sehingga menjadi suatu akumulasi 
pengetahuan. Rasa ingin tahu manusia ini menyebabkan pengetahuan mereka menjadi 
berkembang. Hal ini tidak saja meliputi kebutuhan-kebutuhan praktis untuk hidupnya 
sehari-hari, seperti bercocok tanam, tetapi juga berkembang sampai pada hal-hal yang 
menyangkut keindahan. 
Dengan selalu berlangsungnya perkembangan pengetahuan itu tampak lebih nyata 
bahwa manusia berbeda dengan hewan. Manusia merupakan mahluk hidup yang berakal 
serta mempunyai derajat yang tertinggi bila dibandingkan dengan hewan atau mahluk 
lainnya. 
4 
B. MITOS 
Mitos adalah suatu pengetahuan berdasarkan penghayatan digabungkan dengan 
pengalaman dan didasarkan dengan kepercayaan. Dalam istilah lain disebutkan bahwa 
mitos adalah pengetahuan baru yang merupakan kombinasi antara pengalaman-pengalaman 
dan kepercayaan. 
Mitos merupakan tahap kedua dari perkembangan pola pikir manusia. Karena 
manusia juga berusaha memenuhi kebeutuhan non fisik atau kebutuhan alam pikirannya. 
Rasa ingin tahu manusia ternyata tidak dapat terpuaskan hanya atas dasar pengamatan 
maupun pengalamannya. Untuk itulah, manusia mereka-reka sendiri jawaban atas 
keingintahuannya itu. Sebagai contoh, “mengapa gunung meletus?”, karena tak tahu 
jawabannya, manusia mereka-reka sendiri dengan jawaban “si penunggu gunung itu 
sedang marah”. Di sinilah muncul pengetahuan baru yang disebut “si penunggu”.
5 
Mitos dapat dibedakan atas 3 macam : 
1) Mitos sebenarnya 
Manusia berusaha dengan sungguh-sungguh dan dengan imajinasinya menerangkan 
gejala alam yang ada, namun belum tepat, karena kurang pengetahuannya sehingga untuk 
bagian tersebut orang mengaitkannya dengan seorang tokoh atau dewa/dewi. Contoh : 
bunyi guntur disangka roda kereta yang dikendarai dewa melintasi langit. 
2) Cerita rakyat 
Adalah usaha manusia mengisahkan peristiwa penting yang menyangkut kehidupan 
masyarakat. Karena cerita rakyat hanya disampaikan dari mulut ke mulut, maka sulit 
diperiksa kebenarannya. Contoh : Di Kudus orang tidak akan makan sate sapi. 
3) Legenda 
Cerita yang berdasarkan mitos disebut legenda. Dalam legenda dikemukakan 
seorang tokoh yang dikaitkan dengan terjadinya suatu daerah. Apakah tokoh tersebut 
pernah ada atau tidak, namun yang bersangkutan dihubungkan dengan apa yang terdapat 
di suatu lingkungan, sebagai bukti kebenaran suatu legenda. Contoh : Sangkuriang yang 
dikaitkan dengan Gunung Tangkuban Perahu. 
Mitos dapat diterima oleh masyarakat pada saat itu karena : 
 Hasrat ingin tahu terpenuhi 
 Keterbatasan penalaran 
 Keterbatasan pengetahuan 
 Keterbatasan penginderaan 
Salah satu alasan diterimanya mitos adalah keterbatasan penginderaan manusia pada 
masa itu, seperti : 
a. Indera Penglihat 
Banyak benda yang bergerak begitu cepat sehingga tidak tampak jelas oleh 
mata. Mata tidak dapat membedakan 10 gambar dalam satu detik jika ukuran partikel 
terlalu kecil. Demikian juga mata tidak dapat melihat benda yang sangat jauh 
selain menggunakan alat. 
b. Indera Pendengar 
Pendengaran manusia terbatas pada getarn frekuensi 30-30.000/detik. 
c. Indera Pencium dan Pengecap 
Bau dan rasa tidak dapat memastikan benda yang dikecap maupun diciumnya.
6 
d. Indera Perasa 
Manusia dapat membedakan panas atau dingin namun relatif terbatas sehingga 
dapat diketahui secara tepat dengan alat tertentu 
Akibat keterbatasan penginderaan kita, seringkali timbul salah informasi, salah 
tafsir, atau salah pemikiran. Untuk meningkatkan ketepatan alat indera tersebut manusia 
dapat juga dilatih atau dengan menciptakan alat-alat yang dapat membantu meskipun alat 
tersebut masih memerlukan adanya perbaikan. Puncak hasil pemikiran mitos terjadi pada 
zaman Babylonia (700-600 SM) yaitu horoskop (ramalan bintang), ekliptika (bidang edar 
Matahari) dan bentuk alam semesta yang menyerupai ruangan setengah bola dengan bumi 
datar sebagai lantainya sedangkan langit-langit dan bintangnya merupakan atap. 
C. PENALARAN 
Berdasarkan kemampuan berpikir manusia yang semakin maju dan perlengkapan 
pengamatan makin sempurna misalya teropong bintang yang semakin sempurna, maka 
mitos dengan berbagai legenda makin ditinggalkan orang dan mereka cenderung berpikir 
secara logis dengan menggunakan akal sehat (rasio). 
Tokoh-tokoh Yunani yang dianggap sebagai pelopor perubahan pola berpikir 
masa itu antara lain adalah : 
a) Anaximander ( 610 – 546 SM) 
Seorang pemikir yang sezaman dengan Thales, berpendapat bahwa alam 
semesta yang kita lihat itu berbentuk seperti bola dengan bumi sebagai pusatnya. Ia juga 
mengajarkan membuat jam matahari atau petunjuk waktu dengan tongkat yang 
ditegakkan di atas bumi dan juga untuk menentukan titik balik matahari. 
b) Anaximenes (560 – 520 SM) 
Dia melahirkan teori pertama tentang transmutasi unsur-unsur, yang menyatakan 
bahwa unsur dasar pembentukan semua benda adalah air. Bila merenggang akan menjadi 
api atau gas, sedangkan bila memadat akan menjadi tanah. 
c) Herakleitos (560 – 470 SM) 
Tokoh Yunani ini memberi koreksi terhadap pendapat Anaximenes. Ia 
berpendapat bahwa justru apilah yang menjadi penyebab adanya transmutasi itu, tanpa 
api benda-benda akan tetap seperti apa adanya.
d) Pythagoras (± 500 SM) 
 Unsur dasar semua benda sebenarnya ada 4: tanah, api, udara, dan air. 
 Bumi bulat dan berputar, karena itu seolah-olah benda-benda alam 
lainnya termasuk matahari mengelilingi bumi. 
 Melahirkan dalil Pythagoras dalam ilmu matematika: kuadrat sisi miring suatu 
segitiga siku-siku sama dengan jumlah kuadrat kedua siku-sikunya 
( c2 = a2 + b2 ) 
 Pernyataan bahwa jumlah sudut suatu segitiga adalah 180º 
7 
e) Demokritos (460 – 370 SM) 
Bagian terkecil dari suatu benda yang tidak bisa dibagi-bagi lagi disebut 
atomos atau atom. 
f) Empedokles (480 – 430 SM) 
Menyempurnakan ajaran Pythagoras tentang empat unsur dan memperkenalkan 
tenaga penyekat/daya tarik-menarik dan daya tolak-menolak yang dapat mempersatukan 
atau memishkan unsur-unsur itu. 
g) Plato (427-345 SM) 
Mempunyai titik tolak berpikir yang berbeda dengan orang-orang sebelumnya 
yang materialistik. Menurut Plato, keanekaragaman yang nampak ini sebenarnya hanya 
suatu duplikat saja dari semua yang kekal dan immaterial. 
h) Aristoteles ( 348 – 322 SM) 
 Berhasil membukukan intisari dari ajaran para ahli sebelumnya dan membuang 
hal-hal yang tidak masuk akal. 
 Adanya zat tunggal yang disebutnya ‘hule’ bentuknya tergantung dari 
kondisinya, bisa berbentuk tanah, air, udara atau api. Transmutasi disebabkan oleh 
keadaan dingin, lembab, panas dan kering. 
 Tidak ada ruang yang hampa, bila suatu ruang tidak terisi oleh benda akan diisi 
oleh sesuatu yang immaterial yaitu ether. 
 Ajaran yang terpenting adalah suatu pola berpikir dalam memperoleh kebenaran 
berdasarkan logika.
8 
i) Ptolomeus (127 – 151 M) 
Teori ‘geosentris’ menyatakan bahwa bumi sebagai pusat dari tata surya, 
berbentuk bulat, diam seimbang tanpa tiang penyangga. 
j) Ilmuwan dalam dunia Islam : 
 Avicenna (Ibnu Shina abad 11) adalah seorang ahli ilmu pengetahuan, 
terutama dalam bidang ilmu kedokteran dan filosofi. 
 Al-Biruni, seorang ahli ilmu pengetahuan yang asli natural dan kontemporer 
(abad 11). 
 Al-Khawarizzini, Al-Farghani, Al Batani (abad 9) 
 Abdul Weva (abad 10) 
 Omar Khayam dan Zarqali (abad 11) 
 Al-Kindi, Al-Farabi (filosof abad 10) 
 Al-Gazali (filosof abad 11) dan Averoes (Ibn-Rushd). 
Pada abad 9-11, semua ilmu pengetahuan dan filsafat Yunani diterjemahkan 
dan dikembangkan dalam bahasa Arab. Setelah itu secara bertahap diterjemahkan ke 
dalam bahasa Latin dan sedikit dalam bahasa Ibrani. Pada waktu itulah ilmu pengetahuan 
dan kebudayaan Arab merupakan kebudayaan internasional, tersebar jauh ke barat, yakni 
ke Moroko dan Spanyol, yang terkenal dengan Pusat Perpustakaan dan Mesjid Al- 
Hambra, Cordoba (Spanyol). 
k) Nicolas Copernicus (1473 – 1543 M) 
Melahirkan teori ‘heliosentris’ yang menyatakan bahwa: 
 Matahari sebagai pusat dari tata surya dan bumi adalah salah satu dari planet. 
 Bulan beredar mengelilingi bumi dan bersama bumi mengelilingi matahari. 
 Bumi berputar pada porosnya dari barat ke timur yang mengakibatkan adanya 
siang dan malam. 
i) Johannes Kepler (571-1630 M) 
 Orbit dari semua planet berbentuk elips. 
 Bila ditarik garis imaginasi dari planet ke matahari, dan sementara itu ia 
bergerak menurut garis edarnya, maka luas bidang yang ditempuh pada jangka 
waktu yang sama adalah sama.
 Pangkat dua dari waktu yang dibutuhkan sebuah planet mengelilingi matahari 
secara penuh adalah sebanding dengan pangkat tiga dari jarak rata-rata planet 
itu terhadap matahari. 
j) Galileo (1564 – 1642 M) 
 Membenarkan teori heliosentris walaupun bertentangan dengan pandangan 
9 
penguasa. 
 Menemukan ada empat buah bulan mengelilingi Jupiter dan cincin Saturnus. 
 Terdapat gunung-gunung di bulan dan suatu bintik hitam di matahari yang 
sangat penting untuk menghitung kecepatan rotasi matahari. 
 Menemukan kelompok taburan bintang yang disebut ‘Milky Way’ atau Bima 
Sakti. 
Masa dari Nicolas Copernicus sampai Galileo dapat kita anggap sebagai 
permulaan abad ilmu pengetahuan modern yang menetapkan kebenaran berdasarkan 
eksperimen.
BAB III 
PENUTUP 
10 
KESIMPULAN 
Berdasarkan penjabaran yang telah dijelaskan di atas, dapat disimpulkan bahwa ada 
beberapa tahapan yang mempengaruhi perkembangan pola pikir manusia dari waktu ke 
waktu. 
Yang pertama rasa ingin tahu dimana manusia sebagai makhluk berfikir memiliki rasa 
ingin tahu yang merupakan salah satu ciri khas manusia dan rasa ingin tahu itu 
selalu berkembang, baik tentang dirinya sendiri maupun benda-benda di sekelilingnya. 
Kedua mitos dimana manusia juga ingin berusaha memenuhi kebeutuhan non fisik 
atau kebutuhan alam pikirannya. Rasa ingin tahu manusia ternyata tidak dapat terpuaskan 
hanya atas dasar pengamatan maupun pengalamannya. Untuk itulah, manusia mereka-reka 
sendiri jawaban atas keingintahuannya itu. 
Dan ketiga penalaran, setelah kemampuan berpikir manusia yang semakin maju dan 
perlengkapan pengamatan makin sempurna misalya teropong bintang yang semakin 
sempurna, maka mitos dengan berbagai legenda makin ditinggalkan orang dan mereka 
cenderung berpikir secara logis dengan menggunakan akal sehat (rasio). 
Oleh karena itu manusia berbeda dengan makhluk Tuhan lainnya, karena manusia 
satu-satunya makhluk yang diberikan akal pikiran oleh Allah SWT, dengan kata lain pola 
pikir manusia akan terus berkembang setiap zaman.
DAFTAR PUSTAKA 
 Rizal, Fahrul, dkk. 2006, Antroposentris, Geosentris, Heliosentris, Galaktosentris, 
11 
Asentris, Jakarta: Hijri Pustaka Utama. 
 Mawardi, Drs. dkk., 2007, IAD, ISD, IBD, Bandung : PustakaSeti,. 
 Paryono, Joko, Drs. dkk., 1998, Ilmu Alamiah Dasar, Bandung, Pustaka Setia. 
 Mawardi, Drs., Hidayati, Ir. Nur. 2000. IAD-ISD-IBD, Bandung: CV. Pustaka Setia. 
 Mawardi, 2007 : 15 – 20 ; Hendro Darmojo, 1999 : 11-15 ; Maskoeri Jasin, 1999 : 5-9 
 Dictionary, 1975, Jakarta : PT. Gramedia. 
 http://stai-kuliahku.blogspot.com/2012/06/perkembangan-pola-pikir-manusia.html 
 Juhji PROSES PERKEMBANGAN POLA PIKIR MANUSIA.htm

Perkembangan Pola Pikir Manusia (IAD dan ISBD)

  • 1.
    BAB I PENDAHULUAN Manusia adalah makhluk yang paling sempurna, satu-satunya makhluk yang dibekali akal fikiran oleh Allah SWT yang kemudian diberi hasrat ingin tahu tentang benda dan peristiwa yang terjadi di sekitarnya termasuk juga ingin tahu tentang dirinya sendiri. Rasa ingin tahu ini mendorong manusia untuk menjelaskan gejala-gejala alam serta berusaha memecahkan masalah yang dihadapi dan akhirnya manusia dapat mengumpulkan pengetahuan. Pengetahuan yang terkumpul semakin banyak disebabkan rasa ingin tahu manusia yang terus berkembang juga daya pikirnya. Rasa ingin tahu yang terus berkembang dan seolah-olah tanpa batas itu menimbulkan pembendaharaan pengetahuan pada manusia itu sendiri. Hal ini tidak hanya meliputi tentang kebutuhan praktis hidupnya sehari-hari tetepi juga berkembang sampai pada hal-hal yang menyangkut keindahan dan seni. Pengetahuan yang diperoleh mula-mula terbatas pada hasil pengamatan terhadap gejala alam yang ada, lalu semakin bertambah dengan pengetahuan yang diperoleh dari hasil pemikirannya. Kemudian pengetahuan yang didapatnya, terus dikembangkan sehingga manusia sampai saat ini terus berkembang dan akhirnya manusia dapat menciptakan beberapa benda untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Berlangsungnya perkembangan pengetahuan tersebut lebih dipermudah dengan adanya tukar menukar informasi mengenai pengetahuan dan pengalaman yang mereka miliki masing-masing. Perkembangan pengetahuan pada manusia ini juga didukung oleh adanya sifat manusia yang ingin maju, sifat manusia yang selalu tidak puas, dan sifat yang ingin lebih baik. Mereka selalu berusaha mengerti dan memperoleh pengetahuan yang lebih banyak. Sejalan dengan perkembangan pengetahuan tersebut rasa keindahan manusia juga ikut berkembang. Maka dalam kehidupannya pengetahuan yang telah dimiliki tersebut bukan hanya diterapkan dan digunakan untuk kebutuhan hidupnya tetapi juga menyangkut hal-hal yang bertalian dengan keindahan. Dengan selalu berlangsungnya perkembangan pengetahuan tampak lebih nyata bahwa manusia berbeda dari pada makhluk lain seperti hewan dan tumbuhan. 1
  • 2.
    2 1. LATARBELAKANG Makhluk yang bernama manusia memiliki ciri-ciri yang khusus yang tidak dimiliki oleh makhluk lain (hewan dan tumbuhan). Ciri-ciri tersebut adalah manusia memiliki akal, budi, rasa ingin tahu, kemauan yang lebih baik dan lain-lain. Bila dibandingkan dengan makhluk lain, tubuh manusia lebih lemah, tetapi rohani nya (akal, budi dan kemauan) jauh lebih kuat. Hal ini terbukti, saat ini manusia telah mampu menguasai dunia dan hewan. Itu semua dapat terjadi karena hanya manusia yang memiliki akal budi dan kemauan keras. Manusia sebagai makhluk berpikir dibekali hasrat ingin tahu terhadap benda dan semua peristiwa yang terjadi disekitarnya, bahkan juga ingin tahu terhadap dirinya sendiri. Pada hakikatnya, perkembangan pikiran manusia didasari dari dorongan rasa ingin tahu dan ingin memahami serta memecahkan masalah yang dihadapi. Rasa ingin tahu pada manusia tidak sama, selalu berkembang seakan tiada batas yang menyebabkan berkembangnya ilmu pengetahuan. 2. RUMUSAN MASALAH 1. Bagaimana perkembangan pola pikir manusia? 2. Aspek-aspek apa saja yang mempengaruhi perkembangan pola pikir pada manusia?
  • 3.
    BAB II PEMBAHASAN Perkembangan Pola Pikir Manusia Sejak lahirnya di muka bumi ini, manusia bersentuhan dengan alam. Persentuhan dengan alam menimbulkan pengalaman. Alam memberikan rangsangan kepada manusia melalui pancaindera. Jadi, pancaindera merupakan alat komunikasi antara alam dengan manusia yang membuahkan pengalaman. Pengalaman itu waktu demi waktu bertambah, karena manusia ingin mendapatkan jawaban atas pertanyaan yang hakiki; apa, bagaimana, dan mengapa, baik atas kehadirannya di dunia ini, maupun atas segala benda yang telah mengadakan kontak dengan dirinya. Perkembangan pola pikir manusia ini dari zaman ke zaman terus berubah bahkan bertambah, karena dipengaruhi oleh beberapa faktor, di antaranya : 3 A. Kuriositas (Rasa Ingin Tahu) Ilmu Pengetahuan bermula dari rasa ingin tahu (curiousity). Perasaan ini merupakan salah satu ciri khas manusia. Rasa ingin tahu berkembang, baik tentang dirinya sendiri maupun benda-benda di sekelilingnya dan rasa yang seperti itu tidak dimiliki oleh makhluk hidup lainnya. Dan manusia sebagai mahluk ciptaan Allah SWT, mempunyai ciri-ciri : 1. Organ tubuhnya kompleks dan sangat khusus, terutama otaknya 2. Mengadakan metabolism atau penyusunan zat 3. Memberikan tanggapan terhadap rangsangan dari dalam dan luar 4. Memiliki potensi untuk berkembang (bereproduksi) 5. Tumbuh dan berkembang 6. Berinteraksi dengan lingkungan 7. Bergerak 8. Tidak hidup lagi Sudah kita ketahui, bahwa pada poin satu tadi telah menunjukkan bahwa manusia mempunyai otak, sama halnya dengan bintang, namun inilah yang menjadi perbedaan manusia dengan binatang. Memang benar binatang juga mempunyai kehendak (bersifat idle coriousity = tetap) misalnya burung-burung mempunyai kehendak untuk berpindah dari satu tempat ke tempat lain yang didorong oleh suatu keinginan, rasa ingin tahu. Ingin
  • 4.
    tahu apakah sutautempat cukup aman untuk membuat sarang? Setelah mengadakan eksplorasi, tentu mereka jadi tahu. Itulah pengetahuan dari burung tadi. Burung juga memiliki pengetahuan untuk membuat sarang di atas pohon. Bagaimana halnya dengan manusia? Manusia juga memiliki insting seperti yang dimiliki oleh hewan. Namun manusia memiliki kelebihan yaitu adanya kemampuan berfikir. Dengan kata lain, curiosity-nya tidak idle. Tidak tetap sepanjang zaman. Manusia memiliki rasa ingin tahu yang berkembang, atau kemampuan berfikir. Setelah tahu tentang apanya, mereka ingin tahu bagaimana dan mengapa begitu. Manusia mampu menggunakan pengetahuannya yang terdahulu untuk dikombinasikan dengan pengetahuannya yang baru, sehingga menjadi suatu akumulasi pengetahuan. Rasa ingin tahu manusia ini menyebabkan pengetahuan mereka menjadi berkembang. Hal ini tidak saja meliputi kebutuhan-kebutuhan praktis untuk hidupnya sehari-hari, seperti bercocok tanam, tetapi juga berkembang sampai pada hal-hal yang menyangkut keindahan. Dengan selalu berlangsungnya perkembangan pengetahuan itu tampak lebih nyata bahwa manusia berbeda dengan hewan. Manusia merupakan mahluk hidup yang berakal serta mempunyai derajat yang tertinggi bila dibandingkan dengan hewan atau mahluk lainnya. 4 B. MITOS Mitos adalah suatu pengetahuan berdasarkan penghayatan digabungkan dengan pengalaman dan didasarkan dengan kepercayaan. Dalam istilah lain disebutkan bahwa mitos adalah pengetahuan baru yang merupakan kombinasi antara pengalaman-pengalaman dan kepercayaan. Mitos merupakan tahap kedua dari perkembangan pola pikir manusia. Karena manusia juga berusaha memenuhi kebeutuhan non fisik atau kebutuhan alam pikirannya. Rasa ingin tahu manusia ternyata tidak dapat terpuaskan hanya atas dasar pengamatan maupun pengalamannya. Untuk itulah, manusia mereka-reka sendiri jawaban atas keingintahuannya itu. Sebagai contoh, “mengapa gunung meletus?”, karena tak tahu jawabannya, manusia mereka-reka sendiri dengan jawaban “si penunggu gunung itu sedang marah”. Di sinilah muncul pengetahuan baru yang disebut “si penunggu”.
  • 5.
    5 Mitos dapatdibedakan atas 3 macam : 1) Mitos sebenarnya Manusia berusaha dengan sungguh-sungguh dan dengan imajinasinya menerangkan gejala alam yang ada, namun belum tepat, karena kurang pengetahuannya sehingga untuk bagian tersebut orang mengaitkannya dengan seorang tokoh atau dewa/dewi. Contoh : bunyi guntur disangka roda kereta yang dikendarai dewa melintasi langit. 2) Cerita rakyat Adalah usaha manusia mengisahkan peristiwa penting yang menyangkut kehidupan masyarakat. Karena cerita rakyat hanya disampaikan dari mulut ke mulut, maka sulit diperiksa kebenarannya. Contoh : Di Kudus orang tidak akan makan sate sapi. 3) Legenda Cerita yang berdasarkan mitos disebut legenda. Dalam legenda dikemukakan seorang tokoh yang dikaitkan dengan terjadinya suatu daerah. Apakah tokoh tersebut pernah ada atau tidak, namun yang bersangkutan dihubungkan dengan apa yang terdapat di suatu lingkungan, sebagai bukti kebenaran suatu legenda. Contoh : Sangkuriang yang dikaitkan dengan Gunung Tangkuban Perahu. Mitos dapat diterima oleh masyarakat pada saat itu karena :  Hasrat ingin tahu terpenuhi  Keterbatasan penalaran  Keterbatasan pengetahuan  Keterbatasan penginderaan Salah satu alasan diterimanya mitos adalah keterbatasan penginderaan manusia pada masa itu, seperti : a. Indera Penglihat Banyak benda yang bergerak begitu cepat sehingga tidak tampak jelas oleh mata. Mata tidak dapat membedakan 10 gambar dalam satu detik jika ukuran partikel terlalu kecil. Demikian juga mata tidak dapat melihat benda yang sangat jauh selain menggunakan alat. b. Indera Pendengar Pendengaran manusia terbatas pada getarn frekuensi 30-30.000/detik. c. Indera Pencium dan Pengecap Bau dan rasa tidak dapat memastikan benda yang dikecap maupun diciumnya.
  • 6.
    6 d. InderaPerasa Manusia dapat membedakan panas atau dingin namun relatif terbatas sehingga dapat diketahui secara tepat dengan alat tertentu Akibat keterbatasan penginderaan kita, seringkali timbul salah informasi, salah tafsir, atau salah pemikiran. Untuk meningkatkan ketepatan alat indera tersebut manusia dapat juga dilatih atau dengan menciptakan alat-alat yang dapat membantu meskipun alat tersebut masih memerlukan adanya perbaikan. Puncak hasil pemikiran mitos terjadi pada zaman Babylonia (700-600 SM) yaitu horoskop (ramalan bintang), ekliptika (bidang edar Matahari) dan bentuk alam semesta yang menyerupai ruangan setengah bola dengan bumi datar sebagai lantainya sedangkan langit-langit dan bintangnya merupakan atap. C. PENALARAN Berdasarkan kemampuan berpikir manusia yang semakin maju dan perlengkapan pengamatan makin sempurna misalya teropong bintang yang semakin sempurna, maka mitos dengan berbagai legenda makin ditinggalkan orang dan mereka cenderung berpikir secara logis dengan menggunakan akal sehat (rasio). Tokoh-tokoh Yunani yang dianggap sebagai pelopor perubahan pola berpikir masa itu antara lain adalah : a) Anaximander ( 610 – 546 SM) Seorang pemikir yang sezaman dengan Thales, berpendapat bahwa alam semesta yang kita lihat itu berbentuk seperti bola dengan bumi sebagai pusatnya. Ia juga mengajarkan membuat jam matahari atau petunjuk waktu dengan tongkat yang ditegakkan di atas bumi dan juga untuk menentukan titik balik matahari. b) Anaximenes (560 – 520 SM) Dia melahirkan teori pertama tentang transmutasi unsur-unsur, yang menyatakan bahwa unsur dasar pembentukan semua benda adalah air. Bila merenggang akan menjadi api atau gas, sedangkan bila memadat akan menjadi tanah. c) Herakleitos (560 – 470 SM) Tokoh Yunani ini memberi koreksi terhadap pendapat Anaximenes. Ia berpendapat bahwa justru apilah yang menjadi penyebab adanya transmutasi itu, tanpa api benda-benda akan tetap seperti apa adanya.
  • 7.
    d) Pythagoras (±500 SM)  Unsur dasar semua benda sebenarnya ada 4: tanah, api, udara, dan air.  Bumi bulat dan berputar, karena itu seolah-olah benda-benda alam lainnya termasuk matahari mengelilingi bumi.  Melahirkan dalil Pythagoras dalam ilmu matematika: kuadrat sisi miring suatu segitiga siku-siku sama dengan jumlah kuadrat kedua siku-sikunya ( c2 = a2 + b2 )  Pernyataan bahwa jumlah sudut suatu segitiga adalah 180º 7 e) Demokritos (460 – 370 SM) Bagian terkecil dari suatu benda yang tidak bisa dibagi-bagi lagi disebut atomos atau atom. f) Empedokles (480 – 430 SM) Menyempurnakan ajaran Pythagoras tentang empat unsur dan memperkenalkan tenaga penyekat/daya tarik-menarik dan daya tolak-menolak yang dapat mempersatukan atau memishkan unsur-unsur itu. g) Plato (427-345 SM) Mempunyai titik tolak berpikir yang berbeda dengan orang-orang sebelumnya yang materialistik. Menurut Plato, keanekaragaman yang nampak ini sebenarnya hanya suatu duplikat saja dari semua yang kekal dan immaterial. h) Aristoteles ( 348 – 322 SM)  Berhasil membukukan intisari dari ajaran para ahli sebelumnya dan membuang hal-hal yang tidak masuk akal.  Adanya zat tunggal yang disebutnya ‘hule’ bentuknya tergantung dari kondisinya, bisa berbentuk tanah, air, udara atau api. Transmutasi disebabkan oleh keadaan dingin, lembab, panas dan kering.  Tidak ada ruang yang hampa, bila suatu ruang tidak terisi oleh benda akan diisi oleh sesuatu yang immaterial yaitu ether.  Ajaran yang terpenting adalah suatu pola berpikir dalam memperoleh kebenaran berdasarkan logika.
  • 8.
    8 i) Ptolomeus(127 – 151 M) Teori ‘geosentris’ menyatakan bahwa bumi sebagai pusat dari tata surya, berbentuk bulat, diam seimbang tanpa tiang penyangga. j) Ilmuwan dalam dunia Islam :  Avicenna (Ibnu Shina abad 11) adalah seorang ahli ilmu pengetahuan, terutama dalam bidang ilmu kedokteran dan filosofi.  Al-Biruni, seorang ahli ilmu pengetahuan yang asli natural dan kontemporer (abad 11).  Al-Khawarizzini, Al-Farghani, Al Batani (abad 9)  Abdul Weva (abad 10)  Omar Khayam dan Zarqali (abad 11)  Al-Kindi, Al-Farabi (filosof abad 10)  Al-Gazali (filosof abad 11) dan Averoes (Ibn-Rushd). Pada abad 9-11, semua ilmu pengetahuan dan filsafat Yunani diterjemahkan dan dikembangkan dalam bahasa Arab. Setelah itu secara bertahap diterjemahkan ke dalam bahasa Latin dan sedikit dalam bahasa Ibrani. Pada waktu itulah ilmu pengetahuan dan kebudayaan Arab merupakan kebudayaan internasional, tersebar jauh ke barat, yakni ke Moroko dan Spanyol, yang terkenal dengan Pusat Perpustakaan dan Mesjid Al- Hambra, Cordoba (Spanyol). k) Nicolas Copernicus (1473 – 1543 M) Melahirkan teori ‘heliosentris’ yang menyatakan bahwa:  Matahari sebagai pusat dari tata surya dan bumi adalah salah satu dari planet.  Bulan beredar mengelilingi bumi dan bersama bumi mengelilingi matahari.  Bumi berputar pada porosnya dari barat ke timur yang mengakibatkan adanya siang dan malam. i) Johannes Kepler (571-1630 M)  Orbit dari semua planet berbentuk elips.  Bila ditarik garis imaginasi dari planet ke matahari, dan sementara itu ia bergerak menurut garis edarnya, maka luas bidang yang ditempuh pada jangka waktu yang sama adalah sama.
  • 9.
     Pangkat duadari waktu yang dibutuhkan sebuah planet mengelilingi matahari secara penuh adalah sebanding dengan pangkat tiga dari jarak rata-rata planet itu terhadap matahari. j) Galileo (1564 – 1642 M)  Membenarkan teori heliosentris walaupun bertentangan dengan pandangan 9 penguasa.  Menemukan ada empat buah bulan mengelilingi Jupiter dan cincin Saturnus.  Terdapat gunung-gunung di bulan dan suatu bintik hitam di matahari yang sangat penting untuk menghitung kecepatan rotasi matahari.  Menemukan kelompok taburan bintang yang disebut ‘Milky Way’ atau Bima Sakti. Masa dari Nicolas Copernicus sampai Galileo dapat kita anggap sebagai permulaan abad ilmu pengetahuan modern yang menetapkan kebenaran berdasarkan eksperimen.
  • 10.
    BAB III PENUTUP 10 KESIMPULAN Berdasarkan penjabaran yang telah dijelaskan di atas, dapat disimpulkan bahwa ada beberapa tahapan yang mempengaruhi perkembangan pola pikir manusia dari waktu ke waktu. Yang pertama rasa ingin tahu dimana manusia sebagai makhluk berfikir memiliki rasa ingin tahu yang merupakan salah satu ciri khas manusia dan rasa ingin tahu itu selalu berkembang, baik tentang dirinya sendiri maupun benda-benda di sekelilingnya. Kedua mitos dimana manusia juga ingin berusaha memenuhi kebeutuhan non fisik atau kebutuhan alam pikirannya. Rasa ingin tahu manusia ternyata tidak dapat terpuaskan hanya atas dasar pengamatan maupun pengalamannya. Untuk itulah, manusia mereka-reka sendiri jawaban atas keingintahuannya itu. Dan ketiga penalaran, setelah kemampuan berpikir manusia yang semakin maju dan perlengkapan pengamatan makin sempurna misalya teropong bintang yang semakin sempurna, maka mitos dengan berbagai legenda makin ditinggalkan orang dan mereka cenderung berpikir secara logis dengan menggunakan akal sehat (rasio). Oleh karena itu manusia berbeda dengan makhluk Tuhan lainnya, karena manusia satu-satunya makhluk yang diberikan akal pikiran oleh Allah SWT, dengan kata lain pola pikir manusia akan terus berkembang setiap zaman.
  • 11.
    DAFTAR PUSTAKA Rizal, Fahrul, dkk. 2006, Antroposentris, Geosentris, Heliosentris, Galaktosentris, 11 Asentris, Jakarta: Hijri Pustaka Utama.  Mawardi, Drs. dkk., 2007, IAD, ISD, IBD, Bandung : PustakaSeti,.  Paryono, Joko, Drs. dkk., 1998, Ilmu Alamiah Dasar, Bandung, Pustaka Setia.  Mawardi, Drs., Hidayati, Ir. Nur. 2000. IAD-ISD-IBD, Bandung: CV. Pustaka Setia.  Mawardi, 2007 : 15 – 20 ; Hendro Darmojo, 1999 : 11-15 ; Maskoeri Jasin, 1999 : 5-9  Dictionary, 1975, Jakarta : PT. Gramedia.  http://stai-kuliahku.blogspot.com/2012/06/perkembangan-pola-pikir-manusia.html  Juhji PROSES PERKEMBANGAN POLA PIKIR MANUSIA.htm