KONSEP
       MANUSIA
     MENURUT ISLAM
                                    OLEH :
                             A. FARHAN SYADDAD
                          DOSEN PT. KESATUAN BOGOR

SUMBER :
1. Dirjen Kelembagaan Agama Islam, 2001, Buku Teks PAI Pada PTU
2. Nasrudin Razzk, 1996, Dienul Islam, Bandung, PT Al Ma’arif
3. Muslim Nurdin, 1995, Moral dan Kognisi Islam, Bandung, Al Fabeta
STANDAR KOMPETENSI
• Menjelaskan hakikat manusia dalam
  pandangan Islam
• Menjelaskan    martabat     manusia
  dalam pandangan Islam
• Menjelaskan     tanggung      jawab
  manusia baik sebagai Abdullah
  maupun sebagai Kahlifatullah.
Segala sesuatu selain Allah adalah Alam/Makhluq (yang diciptakan)



  ALAM
                                                          NABATI
                                                                               ANIMAL
                                   ORGANIK
               FISIKA/                                   HEWANI
               NYATA
                                 ANORGANIK                                     HUMAN

      META FISIKA/
        GHAIB                        Haqiqi : Sesuatu yang tidak dapat
                                     diketahui kecuali dengan perantaraan
                                     wahyu. Diketahui melalui Qolb
                                     Dihniyah, caranya dengan berdzikir
                    HAQIQI
                                     Idlafi : Ghaib Nisbi, karena terikat pd
                                     pengetahuan     manusia, diketahui
                     IDLAFI          melalui Qolb Fikriyah. Caranya
                                     dengan berfikir
THOMAS    Manusia yang satu adalah serigala buat manusia    Teori
HOBBES    yang lainnya (Homo homini Lupus)                  Sosiologi


CHARLES   Manusia adalah bentuk akhir dari evolusi hayat,   Teori
DARWIN    sedangkan binatang bersel satu sbg awal evolusi   Evolusi


IMAM      Manusia sebagai “al insan hayaawanunnatiq”        Filosuf
GHAZALI   manusia adalah hewan yang berfikir                Muslim



Sigmund   Manusia adalah makhluk yang memiliki prilaku      Aliran
Freud     hasil interakasi antara komponen biologis (id),   Psycho
          psikologis (ego) dan sosial (super ego). Bahkan   Analisa
          manusia disebut sebagai makhluk yang
          digerakkan oleh naluri biologis (libido)
DITINJAU DARI HIDUP LAKUNYA

1. Memiliki hidup laku Vegetatif    dengan ciri hidup :
   melakuakn gerak sendiri, pernafasan, pencernaan
   makakanan, kelanjutan jenis dll.
2. Melakukan penginderaan dengan alat indera, seperti melihat
   dengan mata, mendengar dengan telinga dll.
3. Mempunyai perasaan dan kemauan. Dan pada binatang kelas
   tinggi ada yang dapat dilatih untuk berfikir (???)
DITINJAU DARI SUDUT BIOLOGIS INSTINKTIF
1. Memiliki Naluri makan
2. Memiliki Naluri mempertahankan hidup
3. Memiliki    Naluri     keturunan,      yang
   mengakibatkan terjaminnya kelanjutan jenis.
VOLUME                            NAFSU
• Hewan Tetap                     Pendorong untuk berbuat dan
• Manusia berkembang              bertindak kreatif dan dinamis.
                                  Berkembang kpd dua arah, yaitu
                                  kebaikan dan kejahatan.
AKAL
                                  AKAL
Sejak Awal Penciptaan manusia,    Potensi intelegensi sbg filter
Allah telah memberikan tiga
potensi sebagai modal dasar       tentang baik dan buruk yang
pembentukan struktur kerohanian   didorong oleh nafsu
manusia, yaitu :
☻Nafsu                            RASA
☻Akal
                                  Potensi yang mengarah pada
☻Rasa                             etika, estetika dan Agama
PERBEDAAN MANUSIA DAN
MALAIKAT
No        Malaikat                  Manusia
 1 Selalu Taat kepada       Kadang taat kadang
   Allah                    tidak
 2 Diciptakan dari          Diciptakan dari tanah
   cahaya
 3 Tidak berjenis           Berjenis kelamin
   kelamin
 4 Tidak beribu - bapak     Ada ibu - bapak
 5 Diberi akal tapi tidak   Diberi akal dan nafsu
   diberi nafsu
PERBEDAAN MANUSIA DENGAN JIN
IBLIS DAN SYAITHAN

No          Manusia                     Jin dll.
 1 Diciptakan dari tanah       Diciptakan dari api
2   Diberi akal dan nafsu      Diberi Nafsu
3   Berjenis Kelamin           Berjenis Kelamin
4   Hidup sampai umur tertentu Hidup s.d. kiamat
Manusai Dalam Hindu
 Manusia lahir menurut kasta tertentu, kehidupannya
  dipengaruhi oleh peraturan yang kaku.
    Brahma, golongan pendeta sederajat dengan Tuhan
     walaupun tidak lebih.
    Ksatria, golongan yang memerintah dan pahlawan-
     pahlawan.
    Waisya, golongan petani dan saudagar
    Sudra, Golongan Budak
 Menurut pandangan hindu ortodox semua hindu
  golongan ke empat dan tidak memeluk agama hindu
  dianggap manusia yang “Untouchables” (tidak boleh
  dipegang).
Manusia Dalam Budha
• Budha tidak memandang manusia dalam
  kasta-kasta. Tapi prinsip doktrin agama ini
  meniadakan manusia kesenangan dan
  kenikmatan hidup duniawi. Tujuan hidup
  manusia adalah mencari nirwana, dalam
  hal ini roh harus mengalami reinkarnasi
  (tanasukh). Roh manusia yang mati baru
  akan sampai kepada derajat nirwana
  apabila roh itu telah cukup kesuciannya.
Manusia Dalam Syinto
• Syinto menganggap raja sebagai wakil
  tuhan di bumi, karena dewa telah
  bersemayam pada jiwa raja, durhaka
  terhadap raja berarti durhaka kepada
  Tuhan. Manusia harus taat kepada raja,
  karena barang siapa yang mati membela
  raja berarti mati di jalan Tuhan.
Manusia Dalam Nasrani
• Manusia lahir dengan dosa waris dari Adam.
  Yesus sengaja turun ke dunia untuk disalib
  sebagai penebus dosa, karena Yesus dianggap
  sebagai juru selamat. Keselamatan manusia
  tergantung kepada keimanannya atas penyaliban
  Yesus.
• Lain halnya dengan Cristian Science, aliran ini
  menolak kultus individu menganggap Yesus
  sebagai Guru bukan sebagai Tuhan, oleh
  karenanya di Indonesia Cristian Science ini tidak
  masug DGI.
1. Penyebutan Nama
Di dalam Al Qur’an manusia disebut
Dengan beberapa Istilah, diantaranya
ada yang disebut dengan Bani Adam,
Al Basyar, Al lnsan dan ada juga
Istilah An Nas.
a. Bani Adam
•   Kata Bani Adam digunakan pada aspek historis penciptaannya, dimana
    manusia berasal daris satu nenek moyang yaitu Adam. Banyak ayat Al
    Qur’an yang menunujukan bahwa penyebutan manusia dalam Al qur’an
    adalah dengan kata Bani Adam, dantaranya adalah : { (Q.S 5 : 27), (Q.S 7 :
    26,27,31, 35 dan 172) }
Dari ayat-ayat tersebut di isyaratkan bahwa :
• Manusia berasal dari satu nenek moyang (Adam), disebut Bani Adam
   karena Adam adalah manusia pertama, jika bukan Adam berarti manusia
   Bani Siapa ?
• Manusia memiliki keistimewaan dibanding makhluk lain yakni memilki sifat
   mulia yang azali yaitu fitrah (Q.S. 30 : 30).
• Manusia adalah makhluk yang memiliki kemampuan azali, sehingga wajib
   memelihara dan melestarikan fithrahnya dari rongrongan iblis baik yang
   tumbuh dari dalam dirinya maupun dari luar (Q.S. 7 : 26 dan 317 :70, dan
   Surat 27 : 35)
b. Al Basyar
• Kata Al Basyar ini digunakan dalam hal – hal yang
  berkaitan dengan aspek Fisik (lahiriah manusia) atau
  lebih menitik beratkan pada eksistensi manusia dari segi
  penampilan biologis seperti makan, minum, seks dan
  lain sebagainya. Bahkan Al Qur’an menjelaskan pula
  tentang penciptaan manusia (basyar) dari tanah.
• Ayat-ayat Al Qur’an yang berbicara tentang Al Basyar
  diantaranya terdapat dalam surat berikut ini : (Q.S. 5 :
  18 , 11 : 27 , 14 : 10 – 11, 15 : 28 dan 33, 17 : 93, 18 :
  110, 21 : 34 – 35, 23 : 24, 25 : 54 , 26 : 154, 30 : 20,
  36 : 15, 38 : 71, 41 : 6)
c. Al Insan
• Kata al insan ini dipergunakan dalam
  aspek yang sangat luas, diantaranya :
  1. Dalam konteks ilmu. Manusia di dorong
    untuk meraih pengetahuan sebanyak-
    banyaknya dan pengetahuan merupakan
    karunia khusus      bagi manusia. Allah
    mengajarkan kepada manusia segala
    sesuatu yang tidak mungkin diketahui oleh
    makhluk lainnya. Simak Firman Allah surat
    96 : 1- 4.
Lanjutan … (al insan)
2. Manusia memiliki musuh yaitu syetan, suatu
  kekuatan yang selalu berusaha menarik manusia untuk
  menyimpang dari nilai – nilai dan norma – norma Ilahi.
   Simak firman Allah surat 12 : 5.
3. Manusia sebagai pemikul amanat. Allah telah
  menunjuk manusia sebagai khalifah Allah di muka
  bumi dalam arti memberikan wewenang dan
  kekuasaan kepada manusia bahkan apapun yang bisa
  dimanfaatkan dan dikendalikan oleh manusia
  diserahkan Allah kepada manusia. Simak firman
  Allah surat 33 : 72.
Lanjutan …. (al insan)
4. Manusia dalam kontek penggunaan waktu yang
  menuntut disiplin dan kesadaran serta kreatifitas yang
  membawa manusia pada keuntungan material dan
  rohani. Simak Firman Allah suarat 103 : 1 – 3.
5. Manusia dalam hubungannya dengan peranan dan
   usahanya. Penekanan nilai kepribadian manusia
  tergantung kepada usaha yang dilakukannya yang
  justru menuntut pertanggung jawaban manusia. Simak
   Firman Allah surat 53 : 39.
6. Manusia dalam hubungannnya dengan kualitas
   moral. Simak Firman Allah surat 29 : 8.
d. An Naas
• Kata “annas” yang merupakan bentuk
  jamak dari kata “insan” dipergunakan
  dalam aspek sosial manusia yang
  menunujukan        sifatnya     yang
  berkelompok sesama jenis (Q.S. 2 :
 21, 49 : 13)
2. Proses Penciptaan Manusia
Proses penciptaan manusia dengan empat cara, yaitu :
 1. Diciptakan dari tiada menjadi ada, yaitu dari bahan baku
    tanah seperti penciptaan manusia pertama Adam AS (
    Q.S. 23 : 12, 3 : 59, dan 32 : 7)
 2. Diciptakan dari manusia pertama (Adam), yaitu dari
    bagian tubuh manusia pertama , seperti Siti Hawa (Q.S. 4
    : 1)
 3. Diciptakan tanpa melalui proses persenyawaan
    sperma Bapak seperti Nabi ISA AS (Q.S. 19 : 16 – 36)
 4. Diciptakan melalui proses persenyawaan sperma dan
    sel telur kemudian menjadi nuthfah, alaqoh, mudghah,
   lahman akhor, makhluk yang sempurna seperti          kita
   manusia sekarang ini (Q.S. 23 : 12 – 16).
3. Kedudukan Manusia
• Di dalam Al Qur’an disebutkan tentang
  kedudukan manusia, manusia itu adalah :
  a) Makhluq yang termulia (Q.S. 17 : 70)
  b) Makhluq yang paling indah bentuk dan kejadiannya (
     Q.S. 95 : 4)
  c) Makhluq yang diberi kebebasan memilih dan bisa
     membedakan antara yang baik dan yang buruk
     (Q.S. 91 : 7 – 10)
  d) Makhluq yang diberi kemampuan oleh Allah untuk
     mendapatkan ilmu pengetahuan dan dibekali
     dengan alat-alat yang mendukungnya dalam meraih
     iptek itu (Q.S. 96 : 1 – 5).
Lanjutan …
 Alat-alat untuk meraih iptek tersebut adalah :
     • Pendengaran, penglihatan, akal pikiran dan hati
       (Q.S. 16 : 78)
     • Lisan (Q.S. 90 : 8-9) , (Q.S. 55 : 1 – 3).
     • Pena (Q.S. 68 : 1-2) , (Q.S. 96 : 4)
e)Khalifah Allah di Muka Bumi (Q.S. 2 : 30)
f) Makhluk yang diberi beban untuk
   beribadah kepada Allah (Q.S. 51 : 56)
4. Sifat-sifat Manusia
• Bodoh, tidak mengetahui, aniaya (Q.S. 14 : 34 dan S.
  33 : 72).
• Lemah (Q.S. 4 : 28)
• Keluh kesah ( Q.S. 70 : 19)
• Kikir ( Q.S. 70 : 19, 17 : 100)
• Melampaui batas (Q.S. 96 : 6)
• Tergesa-gesa (Q.S. 17:11,21 : 37)
• Putus Asa (Q.S. 17 : 83,41:39)
• Banyak menentang (Q.S. 18:54)
• Enggan bersyukur (Q.S. 41:51,42 : 48 dan 100 : 6 – 7)
Lanjutan ….
   • Merasa Cukup (Q.S. 96 : 6 – 7)
   • Sombong ( Q.S. 17 : 83)
   • Hanif ( Q.S. 30 : 30)
   • Memilih (Q.S. 2 :256, 10 :99)
   • Mengabdi (Q.S. 2 :165, 51 : 56)
   • Cinta (Q.S. 2 : 165, 3 : 14)
   • Berjamaah (Q.S. 49 :13)
5. Musuh Manusia
• Syetan/iblis (Q.S. 35 : 6, 2 : 168-169, 36 :
  60 – 62)
• Hawa Nafsu (Q.S. 12 : 53, 19 : 59)
• Orang Kafir (Q.S. 4 : 101)
• Thaghut (Q.S. 28 : 8, 2 : 257)
• Orang Munafiq (Q.S. 63 : 4)
• Ahlul Kitab (Q.S. 5 : 82, 2 : 120)
6.Peranan Manusia di Bumi
a. Sebagai Hamba Allah (Abdullah)
  Sebagai “Abdullah” membawa konsekwensi menghambakan diri
  kepada Allah. Karenan esensi dari “abdu” adalah ketaatan,
  ketundukan dan kepatuahan. Kewajiban manusia untuk
  menghambakan diri kepada Allah dilatar belakangi oleh :
  – Tujuan pencipataan manusia hanyalah untuk beribadah(Q.S. 2 :
    21, 51:36, 22:72, 41 : 37,14 : 35,1 : 4, 11 : 2, 27 : 91, 5 : 76, 13
    : 26, 16 : 73 dan sebagainya)
  – Untuk mencapai tujuan penciptaan disediakan sarana hidup dan
    kehidupan.(Q.S. 2 : 22, 2 : 172, 5 : 76, 16 : 114, 10 : 59, 28 : 82,
    34 : 15, 45 : 5, 20 : 132 dan sebagainya).
Lanjutan …
b. Sebagai Khalifatullah
   – Tugas Khalifah adalah memakmurkan bumi
   (Q.S. 2 : 30, 30 : 9, 6 : 165, 19 : 19, 10 : 73, 7
   : 74, 27 : 62) dan sebagainya.
  – Kekhalifahan harus disertai dengan prestasi
    dan     kemahiran     ilmu    pengetahuan,
    keterampilan dan kepribadian yang mulia.
   (Q.S.2 : 31, 13 : 29, 103 : 1-3, 10 : 4, 22 : 50,
   18 : 110, 17 : 84, 3 : 136, 2 : 151, 58 : 11, 61
   : 2 – 3 dan sebagainya)
Lanjutan ….
 Manusia sebagai khalifah akan mampu
 memerankan fungsinya apabila :
 – Berusaha dan berupaya mengembangkan
   potensi yang telah dianugerahkan Allah ,
   yaitu akal pikiran. ( Q.S 16 : 78)
 – Komitmen terhadap pedoman yaitu Al
   Qur’an dan As Sunah sebagai sumber
   petunjuk (Q.S. 6 : 125, 2 : 2 dan 38)
Lanjutan …
• Ketika manusia mampu memadukan
  antara tugas ibadah dan perannya
  sebagai khalifah maka perwujudan
  manusia yang dicita-citakan yakni “Insan
  Kamil” akan dengan mudah tercapai.

konsep manusia menurut islam

  • 1.
    KONSEP MANUSIA MENURUT ISLAM OLEH : A. FARHAN SYADDAD DOSEN PT. KESATUAN BOGOR SUMBER : 1. Dirjen Kelembagaan Agama Islam, 2001, Buku Teks PAI Pada PTU 2. Nasrudin Razzk, 1996, Dienul Islam, Bandung, PT Al Ma’arif 3. Muslim Nurdin, 1995, Moral dan Kognisi Islam, Bandung, Al Fabeta
  • 2.
    STANDAR KOMPETENSI • Menjelaskanhakikat manusia dalam pandangan Islam • Menjelaskan martabat manusia dalam pandangan Islam • Menjelaskan tanggung jawab manusia baik sebagai Abdullah maupun sebagai Kahlifatullah.
  • 3.
    Segala sesuatu selainAllah adalah Alam/Makhluq (yang diciptakan) ALAM NABATI ANIMAL ORGANIK FISIKA/ HEWANI NYATA ANORGANIK HUMAN META FISIKA/ GHAIB Haqiqi : Sesuatu yang tidak dapat diketahui kecuali dengan perantaraan wahyu. Diketahui melalui Qolb Dihniyah, caranya dengan berdzikir HAQIQI Idlafi : Ghaib Nisbi, karena terikat pd pengetahuan manusia, diketahui IDLAFI melalui Qolb Fikriyah. Caranya dengan berfikir
  • 4.
    THOMAS Manusia yang satu adalah serigala buat manusia Teori HOBBES yang lainnya (Homo homini Lupus) Sosiologi CHARLES Manusia adalah bentuk akhir dari evolusi hayat, Teori DARWIN sedangkan binatang bersel satu sbg awal evolusi Evolusi IMAM Manusia sebagai “al insan hayaawanunnatiq” Filosuf GHAZALI manusia adalah hewan yang berfikir Muslim Sigmund Manusia adalah makhluk yang memiliki prilaku Aliran Freud hasil interakasi antara komponen biologis (id), Psycho psikologis (ego) dan sosial (super ego). Bahkan Analisa manusia disebut sebagai makhluk yang digerakkan oleh naluri biologis (libido)
  • 5.
    DITINJAU DARI HIDUPLAKUNYA 1. Memiliki hidup laku Vegetatif dengan ciri hidup : melakuakn gerak sendiri, pernafasan, pencernaan makakanan, kelanjutan jenis dll. 2. Melakukan penginderaan dengan alat indera, seperti melihat dengan mata, mendengar dengan telinga dll. 3. Mempunyai perasaan dan kemauan. Dan pada binatang kelas tinggi ada yang dapat dilatih untuk berfikir (???) DITINJAU DARI SUDUT BIOLOGIS INSTINKTIF 1. Memiliki Naluri makan 2. Memiliki Naluri mempertahankan hidup 3. Memiliki Naluri keturunan, yang mengakibatkan terjaminnya kelanjutan jenis.
  • 6.
    VOLUME NAFSU • Hewan Tetap Pendorong untuk berbuat dan • Manusia berkembang bertindak kreatif dan dinamis. Berkembang kpd dua arah, yaitu kebaikan dan kejahatan. AKAL AKAL Sejak Awal Penciptaan manusia, Potensi intelegensi sbg filter Allah telah memberikan tiga potensi sebagai modal dasar tentang baik dan buruk yang pembentukan struktur kerohanian didorong oleh nafsu manusia, yaitu : ☻Nafsu RASA ☻Akal Potensi yang mengarah pada ☻Rasa etika, estetika dan Agama
  • 7.
    PERBEDAAN MANUSIA DAN MALAIKAT No Malaikat Manusia 1 Selalu Taat kepada Kadang taat kadang Allah tidak 2 Diciptakan dari Diciptakan dari tanah cahaya 3 Tidak berjenis Berjenis kelamin kelamin 4 Tidak beribu - bapak Ada ibu - bapak 5 Diberi akal tapi tidak Diberi akal dan nafsu diberi nafsu
  • 8.
    PERBEDAAN MANUSIA DENGANJIN IBLIS DAN SYAITHAN No Manusia Jin dll. 1 Diciptakan dari tanah Diciptakan dari api 2 Diberi akal dan nafsu Diberi Nafsu 3 Berjenis Kelamin Berjenis Kelamin 4 Hidup sampai umur tertentu Hidup s.d. kiamat
  • 9.
    Manusai Dalam Hindu Manusia lahir menurut kasta tertentu, kehidupannya dipengaruhi oleh peraturan yang kaku.  Brahma, golongan pendeta sederajat dengan Tuhan walaupun tidak lebih.  Ksatria, golongan yang memerintah dan pahlawan- pahlawan.  Waisya, golongan petani dan saudagar  Sudra, Golongan Budak  Menurut pandangan hindu ortodox semua hindu golongan ke empat dan tidak memeluk agama hindu dianggap manusia yang “Untouchables” (tidak boleh dipegang).
  • 10.
    Manusia Dalam Budha •Budha tidak memandang manusia dalam kasta-kasta. Tapi prinsip doktrin agama ini meniadakan manusia kesenangan dan kenikmatan hidup duniawi. Tujuan hidup manusia adalah mencari nirwana, dalam hal ini roh harus mengalami reinkarnasi (tanasukh). Roh manusia yang mati baru akan sampai kepada derajat nirwana apabila roh itu telah cukup kesuciannya.
  • 11.
    Manusia Dalam Syinto •Syinto menganggap raja sebagai wakil tuhan di bumi, karena dewa telah bersemayam pada jiwa raja, durhaka terhadap raja berarti durhaka kepada Tuhan. Manusia harus taat kepada raja, karena barang siapa yang mati membela raja berarti mati di jalan Tuhan.
  • 12.
    Manusia Dalam Nasrani •Manusia lahir dengan dosa waris dari Adam. Yesus sengaja turun ke dunia untuk disalib sebagai penebus dosa, karena Yesus dianggap sebagai juru selamat. Keselamatan manusia tergantung kepada keimanannya atas penyaliban Yesus. • Lain halnya dengan Cristian Science, aliran ini menolak kultus individu menganggap Yesus sebagai Guru bukan sebagai Tuhan, oleh karenanya di Indonesia Cristian Science ini tidak masug DGI.
  • 14.
    1. Penyebutan Nama Didalam Al Qur’an manusia disebut Dengan beberapa Istilah, diantaranya ada yang disebut dengan Bani Adam, Al Basyar, Al lnsan dan ada juga Istilah An Nas.
  • 15.
    a. Bani Adam • Kata Bani Adam digunakan pada aspek historis penciptaannya, dimana manusia berasal daris satu nenek moyang yaitu Adam. Banyak ayat Al Qur’an yang menunujukan bahwa penyebutan manusia dalam Al qur’an adalah dengan kata Bani Adam, dantaranya adalah : { (Q.S 5 : 27), (Q.S 7 : 26,27,31, 35 dan 172) } Dari ayat-ayat tersebut di isyaratkan bahwa : • Manusia berasal dari satu nenek moyang (Adam), disebut Bani Adam karena Adam adalah manusia pertama, jika bukan Adam berarti manusia Bani Siapa ? • Manusia memiliki keistimewaan dibanding makhluk lain yakni memilki sifat mulia yang azali yaitu fitrah (Q.S. 30 : 30). • Manusia adalah makhluk yang memiliki kemampuan azali, sehingga wajib memelihara dan melestarikan fithrahnya dari rongrongan iblis baik yang tumbuh dari dalam dirinya maupun dari luar (Q.S. 7 : 26 dan 317 :70, dan Surat 27 : 35)
  • 16.
    b. Al Basyar •Kata Al Basyar ini digunakan dalam hal – hal yang berkaitan dengan aspek Fisik (lahiriah manusia) atau lebih menitik beratkan pada eksistensi manusia dari segi penampilan biologis seperti makan, minum, seks dan lain sebagainya. Bahkan Al Qur’an menjelaskan pula tentang penciptaan manusia (basyar) dari tanah. • Ayat-ayat Al Qur’an yang berbicara tentang Al Basyar diantaranya terdapat dalam surat berikut ini : (Q.S. 5 : 18 , 11 : 27 , 14 : 10 – 11, 15 : 28 dan 33, 17 : 93, 18 : 110, 21 : 34 – 35, 23 : 24, 25 : 54 , 26 : 154, 30 : 20, 36 : 15, 38 : 71, 41 : 6)
  • 17.
    c. Al Insan •Kata al insan ini dipergunakan dalam aspek yang sangat luas, diantaranya : 1. Dalam konteks ilmu. Manusia di dorong untuk meraih pengetahuan sebanyak- banyaknya dan pengetahuan merupakan karunia khusus bagi manusia. Allah mengajarkan kepada manusia segala sesuatu yang tidak mungkin diketahui oleh makhluk lainnya. Simak Firman Allah surat 96 : 1- 4.
  • 18.
    Lanjutan … (alinsan) 2. Manusia memiliki musuh yaitu syetan, suatu kekuatan yang selalu berusaha menarik manusia untuk menyimpang dari nilai – nilai dan norma – norma Ilahi. Simak firman Allah surat 12 : 5. 3. Manusia sebagai pemikul amanat. Allah telah menunjuk manusia sebagai khalifah Allah di muka bumi dalam arti memberikan wewenang dan kekuasaan kepada manusia bahkan apapun yang bisa dimanfaatkan dan dikendalikan oleh manusia diserahkan Allah kepada manusia. Simak firman Allah surat 33 : 72.
  • 19.
    Lanjutan …. (alinsan) 4. Manusia dalam kontek penggunaan waktu yang menuntut disiplin dan kesadaran serta kreatifitas yang membawa manusia pada keuntungan material dan rohani. Simak Firman Allah suarat 103 : 1 – 3. 5. Manusia dalam hubungannya dengan peranan dan usahanya. Penekanan nilai kepribadian manusia tergantung kepada usaha yang dilakukannya yang justru menuntut pertanggung jawaban manusia. Simak Firman Allah surat 53 : 39. 6. Manusia dalam hubungannnya dengan kualitas moral. Simak Firman Allah surat 29 : 8.
  • 20.
    d. An Naas •Kata “annas” yang merupakan bentuk jamak dari kata “insan” dipergunakan dalam aspek sosial manusia yang menunujukan sifatnya yang berkelompok sesama jenis (Q.S. 2 : 21, 49 : 13)
  • 21.
    2. Proses PenciptaanManusia Proses penciptaan manusia dengan empat cara, yaitu : 1. Diciptakan dari tiada menjadi ada, yaitu dari bahan baku tanah seperti penciptaan manusia pertama Adam AS ( Q.S. 23 : 12, 3 : 59, dan 32 : 7) 2. Diciptakan dari manusia pertama (Adam), yaitu dari bagian tubuh manusia pertama , seperti Siti Hawa (Q.S. 4 : 1) 3. Diciptakan tanpa melalui proses persenyawaan sperma Bapak seperti Nabi ISA AS (Q.S. 19 : 16 – 36) 4. Diciptakan melalui proses persenyawaan sperma dan sel telur kemudian menjadi nuthfah, alaqoh, mudghah, lahman akhor, makhluk yang sempurna seperti kita manusia sekarang ini (Q.S. 23 : 12 – 16).
  • 22.
    3. Kedudukan Manusia •Di dalam Al Qur’an disebutkan tentang kedudukan manusia, manusia itu adalah : a) Makhluq yang termulia (Q.S. 17 : 70) b) Makhluq yang paling indah bentuk dan kejadiannya ( Q.S. 95 : 4) c) Makhluq yang diberi kebebasan memilih dan bisa membedakan antara yang baik dan yang buruk (Q.S. 91 : 7 – 10) d) Makhluq yang diberi kemampuan oleh Allah untuk mendapatkan ilmu pengetahuan dan dibekali dengan alat-alat yang mendukungnya dalam meraih iptek itu (Q.S. 96 : 1 – 5).
  • 23.
    Lanjutan … Alat-alatuntuk meraih iptek tersebut adalah : • Pendengaran, penglihatan, akal pikiran dan hati (Q.S. 16 : 78) • Lisan (Q.S. 90 : 8-9) , (Q.S. 55 : 1 – 3). • Pena (Q.S. 68 : 1-2) , (Q.S. 96 : 4) e)Khalifah Allah di Muka Bumi (Q.S. 2 : 30) f) Makhluk yang diberi beban untuk beribadah kepada Allah (Q.S. 51 : 56)
  • 24.
    4. Sifat-sifat Manusia •Bodoh, tidak mengetahui, aniaya (Q.S. 14 : 34 dan S. 33 : 72). • Lemah (Q.S. 4 : 28) • Keluh kesah ( Q.S. 70 : 19) • Kikir ( Q.S. 70 : 19, 17 : 100) • Melampaui batas (Q.S. 96 : 6) • Tergesa-gesa (Q.S. 17:11,21 : 37) • Putus Asa (Q.S. 17 : 83,41:39) • Banyak menentang (Q.S. 18:54) • Enggan bersyukur (Q.S. 41:51,42 : 48 dan 100 : 6 – 7)
  • 25.
    Lanjutan …. • Merasa Cukup (Q.S. 96 : 6 – 7) • Sombong ( Q.S. 17 : 83) • Hanif ( Q.S. 30 : 30) • Memilih (Q.S. 2 :256, 10 :99) • Mengabdi (Q.S. 2 :165, 51 : 56) • Cinta (Q.S. 2 : 165, 3 : 14) • Berjamaah (Q.S. 49 :13)
  • 26.
    5. Musuh Manusia •Syetan/iblis (Q.S. 35 : 6, 2 : 168-169, 36 : 60 – 62) • Hawa Nafsu (Q.S. 12 : 53, 19 : 59) • Orang Kafir (Q.S. 4 : 101) • Thaghut (Q.S. 28 : 8, 2 : 257) • Orang Munafiq (Q.S. 63 : 4) • Ahlul Kitab (Q.S. 5 : 82, 2 : 120)
  • 27.
    6.Peranan Manusia diBumi a. Sebagai Hamba Allah (Abdullah) Sebagai “Abdullah” membawa konsekwensi menghambakan diri kepada Allah. Karenan esensi dari “abdu” adalah ketaatan, ketundukan dan kepatuahan. Kewajiban manusia untuk menghambakan diri kepada Allah dilatar belakangi oleh : – Tujuan pencipataan manusia hanyalah untuk beribadah(Q.S. 2 : 21, 51:36, 22:72, 41 : 37,14 : 35,1 : 4, 11 : 2, 27 : 91, 5 : 76, 13 : 26, 16 : 73 dan sebagainya) – Untuk mencapai tujuan penciptaan disediakan sarana hidup dan kehidupan.(Q.S. 2 : 22, 2 : 172, 5 : 76, 16 : 114, 10 : 59, 28 : 82, 34 : 15, 45 : 5, 20 : 132 dan sebagainya).
  • 28.
    Lanjutan … b. SebagaiKhalifatullah – Tugas Khalifah adalah memakmurkan bumi (Q.S. 2 : 30, 30 : 9, 6 : 165, 19 : 19, 10 : 73, 7 : 74, 27 : 62) dan sebagainya. – Kekhalifahan harus disertai dengan prestasi dan kemahiran ilmu pengetahuan, keterampilan dan kepribadian yang mulia. (Q.S.2 : 31, 13 : 29, 103 : 1-3, 10 : 4, 22 : 50, 18 : 110, 17 : 84, 3 : 136, 2 : 151, 58 : 11, 61 : 2 – 3 dan sebagainya)
  • 29.
    Lanjutan …. Manusiasebagai khalifah akan mampu memerankan fungsinya apabila : – Berusaha dan berupaya mengembangkan potensi yang telah dianugerahkan Allah , yaitu akal pikiran. ( Q.S 16 : 78) – Komitmen terhadap pedoman yaitu Al Qur’an dan As Sunah sebagai sumber petunjuk (Q.S. 6 : 125, 2 : 2 dan 38)
  • 30.
    Lanjutan … • Ketikamanusia mampu memadukan antara tugas ibadah dan perannya sebagai khalifah maka perwujudan manusia yang dicita-citakan yakni “Insan Kamil” akan dengan mudah tercapai.