INTEGRITAS
OLEH :
Ir Yulius Ramba, M.Si
Helen Dalip, S.Pd, M.Pd
PEMERINTAH PROVINSI SULAWESI UTARA
BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN DAERAH
2018
BIMBINGAN TEKNIS
PENGUATAN INTEGRITAS KEPALA SEKOLAH
BAGI KEPALA SMP DI KABUPATEN MINAHASA SELATAN
1
TUJUAN PEMBELAJARAN
Hasil Belajar:
Setelah mengikuti pembelajaran ini peserta diharapkan
mampu mengaktualisasikan integritas pribadinya dalam
mengelola program instansi
Indikator Hasil Belajar: Peserta diharapkan mampu
1) Menginternalisasi integritas;
2) Menginternalisasi akuntabilitas;
3) Menginternalisasi etika;
4) Mengaktualisasikan akuntabilitas dan etika dalam
mengelola program instansi.
2
1) Integritas
2) Akuntabilitas
3) Etika
4) Aktualisasi akuntabilitas dan etika untuk penguatan
integritas dalam mengelola program instansinya.
3
MATA DIKLAT DISAJIKAN SECARA
INTERAKTIF DENGAN METODE:
1. CERAMAH  Peserta diminta
mendengar ceramah dari tenaga pengajar
2. FILM PENDEK  Peserta diminta
menonton film pendek, kemudian diminta
mengomentasi dan kemudian
mendiskusikannya
3. DISKUSI  Peserta mendiskusikan
pentingnya integratis yang harus dimiliki
Pemimpin Pembaharuan baik dengan
tenaga pengajar maupun dengan sesama
peserta.
4. AKTUALISASI  Terakhir pembelajaran
Peserta diminta untuk menghasilkan suatu
produk pembelajaran yang menunjukkan
kompetensi integritas
4
BIDANG CAKUPAN
MATA DIKLAT INTEGRITAS
• INTERNALISASI
AKUNTABILITA
S
1
• INTERNALISASI
ETIKA
2 • AKTUALISASI
ETIKA DAN
AKUNTABILITAS
3
5
TEKNIKAL ADAPTIVE
MANAGEMENT LEADERSHIP
“BAGAIMANA” MEREFORM
FORMAL
AUTHORITY
INFORMAL
AUTHORITY
FINITE DINAMIS
(Sumber: World Bank Institute)
6
UCAPAN
TINDAKAN
KEYAKINAN
7
8
INTEGRITAS:
Kesesuaian antara
hati, ucapan dan
tindakan yang di
landasi nilai-nilai
moral
9
KOMPONEN
INTEGRITAS1. Komitmen
2. Konsistensi
3. Kejujuran
4. Ketegasan
5. Disiplin
10
KARAKTERISTIK INTEGRITAS
1. Ketulusan
2. Konsistensi
3. Keteguhan Hati
4. Bertahan sampai akhir
11
FUNGSI INTEGRITAS
12
1. AS A SKILL
13
2. As a Guideline
14
3. AS A GREAT
TOWER
15
4. As a Plant
16
DIPERCAYA
Kualitas
Interaksi
TALI PERSAUDARAAN
Menolong Baiksangka
Rendah
Hati
Kualitas Diri
MEMAHAMI MAKNA HIDUP
Syukur Sabar
SUKSES &
Interpersonal
Intrapersonal
• Kepekaan
• Keterampilan
Sosial
• Kesadaran diri
• Pengendalian Diri
• Motivasi Diri
BAHAGIA
IPTEK & IMAN
IKLAS & BERSERAH
17
CIRI-CIRI PEMIMPIN YANG
BERINTEGRITAS
CHARACTER
Memiliki karakter/akhlak yang baik
CONCEPT
Memiliki wawasan kebangsaan
COMPETENCE
Memiliki kemampuan untuk mengembangkan
organisasi
CONNECTION
Memiliki kemampuan dalam menciptakan jejaring
kerja internal dan eksternal
COMMITMENT
Memiliki kemauan yang kuat untuk
mengembangkan organisasi 18
BERANI MENGAMBIL KEPUTUSAN DENGAN
SEGALA RESIKO.
19
Peduli terhadap situasi dan
kondisi lingkungan organisasi
yang terus berubah.
ommitment
ttention
esponsibility
nthusiasm
20
Konsep diri adalah :
semua persepsi kita terhadap aspek yang
meliputi aspek fisik , sosial dan psikologi yang
didasarkan pada pengalaman dan interaksi kita
dengan orang lain.
21
DIRI IDEAL (SELF IDEAL)
Semua :
IMPIAN
HARAPAN
IDAMAN
22
CITRA DIRI (SELF IMAGE)
 Cermin diri,
 Bagaimana melihat diri sendiri
 Gambaran mengenai diri kita
23
 Semakin Anda Menyukai Dan Menghargai
Diri Anda Sendiri, Maka Anda Akan
Semakin Baik Mengerjakan Sesuatu.
 Harga Diri Anda Ditentukan Oleh Hubungan
Antara Diri Ideal Dan Citra IRI.
Harga Diri (Self esteem)
Penilaian Individu Terhadap Hasil
Yang Dicapai
24
BANGUN SISTEM INTEGRITAS
Re – Framing
Culture
Seeding of
Integrity
Merubah
orientasi yg
salah tanpa
merubah bentuk
Memasukkan
Integritas ke
alam bawa
sadar
25
BERUBAH dimulaidengan Keyakinan
Proses pembelajaranadalahPROSES
untuk BERUBAH
26
.
Pola Pikir yang menghambat :
egois, Bermalas-malasan,
senioritas, negative thinking,
Konflik interest, like and dislike,
kurang PD, tertutup, menunda
pekerjaan, Membuang waktu ,dll
-
27
HAMBATAN POLA PIKIR
FAKTOR INTERNAL
1. CIRI-CIRI BLOK PERSEPSI :
- ADANYA HUMAN MEMORY SYSTEM
MENGARTIKAN SESUATU SESUAI DENGAN
APA YANG ADA DALAM MEMORINYA
- TIDAK DAPAT MELIHAT MASALAH DARI
BERBAGAI ASPEK,
HANYA MAU MELIHAT DARI KACAMATANYA
SENDIRI, SEHINGGA MENIMBULKAN
PRASANGKA.
28
2. CIRI BLOK EGO
- Selalu menyalahkan orang lain, tidak
dapat melihat kelemahan sendiri
- Merendahkan orang lain
- Memaksa orang lain mengikuti
kemauannya
- Orientasi pada perolehan bukan
memberi
29
3. CIRI-CIRI BLOK
INTELEKTUAL
-Berfikir negatif
-Mengandalkan perasaan
-Mengandalkan logika yang
salah
30
4. CIRI-CIRI BLOK EMOSI
- Takut membuat kesalahan
- Tak dapat membedakan realita dengan
fantasi
- Megumbar amarah, sedih, kuatir
- Tak mau belajar dari pengalaman
- Kurang kebesaran hati dan tak
menyadari bahwa ada pilihan dalam
menentukan reaksi
31
FAKTOR EXTERNAL
1. FAKTOR LINGKUNGAN
- Kurang kerja sama
- Pimpinan yang otokrat
- Sulit menerima perbedaan
- Kurang menerima dan memberikan
penghargaan
- Selalu menyalahkan lingkungan
- Kurang terbangunannya kepercayaan
32
2. FAKTOR TEMAN SEJAWAT
- Perlu memilih dalam berteman,
karena akan berpengaruh signifikan
terhadap perilaku
- Kalau merasa burung nuri pasti
bergabung dgn Nuri rerpotlah kalau
bergabung dgn Rajawali.
33
ETIKAAPARATUR
34
35
ethos (Yunani) = Watak, Kebiasaan.
Etiket = Cara bergaul
Berperilaku yang baik
Sopan santun
ETIKA = kebiasaan, cara bergaul, berperilaku yg
baik dan dpt diterima oleh lingkungan pergaulan
seseorang atau suatu organisasi tertentu.
ETIKA
36
 Etika disebut juga filsafat moral, adalah
cabang filsafat yang berbicara tentang
praxis (tindakan)manusia.
 Etika tidak mempersoalkan keadaan
manusia, melainkan mempersoalkan
bagaimana manusia harus bertindak.
 Tindakan manusia ini ditentukan oleh
bermacam-macam Norma.
37
mos, mores (Latin) = cara hidup,
kebiasaan
MORAL
Moral
Dorongan dalam diri seseorang untuk
melakukan atau tidak melakukan sesuatu
yang berkaitan dengan etika.
Moralitas
cara hidup atau kebiasaan yg diyakini oleh
seseorang atau organisasi tertentu sebagai sesuatu
yang baik, sehingga bisa membedakan mana yg
patut dilakukan dan mana tidak patut di lakukan.
38
PRINSIP-PRINSIP
ETIKA
Keindahan
Persamaan
Kebaikan
Keadilan
Kebenaran
Kebebasan
39
6
(1) Adalah pedoman sikap, tingkah laku dan
perbuatan yang harus dilaksanakan oleh
setiap ASN
(2) Etika bernegara, berorganisasi, ber
masyarakat, diri sendiri, sesama ASN
KODE ETIK APARATUR SIPIL NEGARA:
(3) Sanksi Moral dan tindakan administratif
40
LANDASAN ETIKA PEMERINTAHAN INDONESIA
 Falsafah Pancasila dan UUD 1945 Negara RI;
 UU No. 28 Tahun 1999 Tentang Penyelenggaraan
Negara yang bersih dan Bebas dari Korupsi, Kolusi
dan Nepotisme;
 UU 5 Tahun 2004 tentang Aparatur Sipil Negara
 UU No. 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah
 PP 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri
Sipil
41
AKUNTABILITAS
42
AKUNTABILITAS
Istilah akuntabilitas berasal dari istilah dalam
bahasa Inggris accountability yang berarti
keadaan untuk diminta pertanggungjawaban.
Akuntabilitas dapat diartikan sebagai
kewajiban-kewajiban dari individu-individu
atau pemerintah yang dipercayakan untuk
mengelola sumber-sumber daya publik dan
yang bersangkutan dengannya untuk dapat
menjawab hal-hal yang menyangkut
pertanggung jawabannya.
43
TNI/POLRI
dewan
pertimbangan
kementerian
negara
badan-badan lain
yang fungsinya
berkaitan dengan
kekuasaan
kehakiman
KY
UUD 1945
kpu bank
sentral
DPR DPDMPR
LEMBAGA-LEMBAGA DALAM SISTEM KETATANEGARAAN
menurut UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945
BPK MA MKPresiden
PUSAT
DAERAH
Lingkungan
Peradilan
TUN
Lingkungan
Peradilan
Militer
Lingkungan
Peradilan
Agama
Lingkungan
Peradilan
Umum
Perwakilan
BPK
Provinsi
Pemerintahan Daerah
Provinsi
DPRDGubernur
Pemerintahan Daerah
Kabupaten/Kota
DPRD
Bupati/
Walikota
6
44
1. Manusia : a. Pejabat kenegaraan/pemerintahan
b. Masyarakat yang dilibatkan
2. Tujuan : Wujudkan Kebijakan Negara
a. Pecahkan permasalahan
b. Penuhi kebutuhan masyarakat
c. Layani masyarakat
3. Tugas: Kegiatan mencakup semua sektor/bidang
4. Kerjasama: Berbagai mekanisme dan cara
(rencana, program, prosedur, brefing)
5. Sarana dan prasarana: Dana, gedung kantor, perabotan, peralatan,
kendaraan .
45
46
AKIP
Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah adalah perwujudan
kewajiban suatu instansi pemerintah untuk
mempertanggungjawabkan keberhasilan/kegagalan pelaksanaan misi
organisasi dalam mencapai tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan
melalui alat pertanggungjawaban secara periodik.
47
TUJUAN SISTEM AKIP
Untuk mendorong terciptanya
AKIP sebagai salah satu
prasyarat untuk terciptanya
pemerintahan yang baik dan
terpercaya
48
KEGIATAN YANG MENJADI PERHATIAN
UTAMA DALAM SISTEM AKIP MENCAKUP :
1. Tugas pokok dan fungsi instansi pemerintah
2. Program kerja yang menjadi isu nasional
3. Aktivitas yang dominan dan vital bagi
pencapaian visi dan misi instansi pemerintah
49
1. Harus ada komitmen dari pimpinan dan seluruh staf instansi untuk melakukan
pengelolaanpelaksanaanmisi agar akuntabel;
2. Harus merupakan suatu sistem yang dapat menjamin penggunaan sumber-sumber daya
secarakonsistendenganperaturanperundang-undanganyangberlaku;
3. Harus dapat menunjukkan tingkat pencapaian tujuan dan sasaran yang telah
ditetapkan;
4. Harusberorientasi pada pencapaianvisi dan misi serta hasil dan manfaat yangdiperoleh;
5. Harus jujur, objektif, transparan, dan inovatif sebagai katalisator perubahan manajemen
instansi pemerintah dalam bentuk pemutakhiran metode dan teknik pengukuran kinerja
dan penyusunanlaporanakuntabilitas.
PRINSIP AKUNTABILITAS
50
PERTANGGUNGJAWABAN PELAYANAN PUBLIK
MELIPUTI :
1. Akuntabilitas Kinerja Pelayanan
Publik;
2. Akuntabilitas Biaya Pelayanan
Publik;
3. Akuntabilitas Produk Pelayanan
Publik.
51
TUNTUTAN ETIKA PUBLIK DAN KOMPETENSI
ETIKA
PUBLIK
KOMPETENSI TEKNIS
KOMPETENSI ETIKA
Manajemen Nilai
Kemampuan penalaran moral
Moralitas peribadi
Etika Organisasional
KOMPETENSI LEADERSHIP
Penilaian dan Penetapan Tujuan
Ketrampilan Manajemen
Gaya Manajemen
Kepemimpinan Politik & Nrgosiasi
Pengetahuan ttg hukum
Manajemen program
Manajemen Strategis
Manajemen Sumber Daya
Page 52
53
54
PESERTA MEMBUAT
KOMITMEN TERHADAP
INTEGRITAS
AKTUALISASI
55
REFERENSI TENTANG ETIKA DASAR
 Frans magnis Suseno, Etika Dasar
Masalah-Masalah Pokok Filsafat
Moral (Yogyakarta, Kanisius 1987)
 Frans Magnis Suseno, Etika
Umum (Yogyakarta, Kanisius
1979)
 K. Bertens, Etika (Jakarta,
Gramedia 1997)
 K. Bertens, Perspektif Etika
(Yogyakarta, Kanisius 2001)
 Eka Darmaputera, Etika
Sederhana Untuk Semua (Jakarta,
BPK Gunung Mulia 1989)
56

Integritas (materi bimbingan teknis)

  • 1.
    INTEGRITAS OLEH : Ir YuliusRamba, M.Si Helen Dalip, S.Pd, M.Pd PEMERINTAH PROVINSI SULAWESI UTARA BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN DAERAH 2018 BIMBINGAN TEKNIS PENGUATAN INTEGRITAS KEPALA SEKOLAH BAGI KEPALA SMP DI KABUPATEN MINAHASA SELATAN 1
  • 2.
    TUJUAN PEMBELAJARAN Hasil Belajar: Setelahmengikuti pembelajaran ini peserta diharapkan mampu mengaktualisasikan integritas pribadinya dalam mengelola program instansi Indikator Hasil Belajar: Peserta diharapkan mampu 1) Menginternalisasi integritas; 2) Menginternalisasi akuntabilitas; 3) Menginternalisasi etika; 4) Mengaktualisasikan akuntabilitas dan etika dalam mengelola program instansi. 2
  • 3.
    1) Integritas 2) Akuntabilitas 3)Etika 4) Aktualisasi akuntabilitas dan etika untuk penguatan integritas dalam mengelola program instansinya. 3
  • 4.
    MATA DIKLAT DISAJIKANSECARA INTERAKTIF DENGAN METODE: 1. CERAMAH  Peserta diminta mendengar ceramah dari tenaga pengajar 2. FILM PENDEK  Peserta diminta menonton film pendek, kemudian diminta mengomentasi dan kemudian mendiskusikannya 3. DISKUSI  Peserta mendiskusikan pentingnya integratis yang harus dimiliki Pemimpin Pembaharuan baik dengan tenaga pengajar maupun dengan sesama peserta. 4. AKTUALISASI  Terakhir pembelajaran Peserta diminta untuk menghasilkan suatu produk pembelajaran yang menunjukkan kompetensi integritas 4
  • 5.
    BIDANG CAKUPAN MATA DIKLATINTEGRITAS • INTERNALISASI AKUNTABILITA S 1 • INTERNALISASI ETIKA 2 • AKTUALISASI ETIKA DAN AKUNTABILITAS 3 5
  • 6.
    TEKNIKAL ADAPTIVE MANAGEMENT LEADERSHIP “BAGAIMANA”MEREFORM FORMAL AUTHORITY INFORMAL AUTHORITY FINITE DINAMIS (Sumber: World Bank Institute) 6
  • 7.
  • 8.
  • 9.
    INTEGRITAS: Kesesuaian antara hati, ucapandan tindakan yang di landasi nilai-nilai moral 9
  • 10.
    KOMPONEN INTEGRITAS1. Komitmen 2. Konsistensi 3.Kejujuran 4. Ketegasan 5. Disiplin 10
  • 11.
    KARAKTERISTIK INTEGRITAS 1. Ketulusan 2.Konsistensi 3. Keteguhan Hati 4. Bertahan sampai akhir 11
  • 12.
  • 13.
    1. AS ASKILL 13
  • 14.
    2. As aGuideline 14
  • 15.
    3. AS AGREAT TOWER 15
  • 16.
    4. As aPlant 16
  • 17.
    DIPERCAYA Kualitas Interaksi TALI PERSAUDARAAN Menolong Baiksangka Rendah Hati KualitasDiri MEMAHAMI MAKNA HIDUP Syukur Sabar SUKSES & Interpersonal Intrapersonal • Kepekaan • Keterampilan Sosial • Kesadaran diri • Pengendalian Diri • Motivasi Diri BAHAGIA IPTEK & IMAN IKLAS & BERSERAH 17
  • 18.
    CIRI-CIRI PEMIMPIN YANG BERINTEGRITAS CHARACTER Memilikikarakter/akhlak yang baik CONCEPT Memiliki wawasan kebangsaan COMPETENCE Memiliki kemampuan untuk mengembangkan organisasi CONNECTION Memiliki kemampuan dalam menciptakan jejaring kerja internal dan eksternal COMMITMENT Memiliki kemauan yang kuat untuk mengembangkan organisasi 18
  • 19.
    BERANI MENGAMBIL KEPUTUSANDENGAN SEGALA RESIKO. 19
  • 20.
    Peduli terhadap situasidan kondisi lingkungan organisasi yang terus berubah. ommitment ttention esponsibility nthusiasm 20
  • 21.
    Konsep diri adalah: semua persepsi kita terhadap aspek yang meliputi aspek fisik , sosial dan psikologi yang didasarkan pada pengalaman dan interaksi kita dengan orang lain. 21
  • 22.
    DIRI IDEAL (SELFIDEAL) Semua : IMPIAN HARAPAN IDAMAN 22
  • 23.
    CITRA DIRI (SELFIMAGE)  Cermin diri,  Bagaimana melihat diri sendiri  Gambaran mengenai diri kita 23
  • 24.
     Semakin AndaMenyukai Dan Menghargai Diri Anda Sendiri, Maka Anda Akan Semakin Baik Mengerjakan Sesuatu.  Harga Diri Anda Ditentukan Oleh Hubungan Antara Diri Ideal Dan Citra IRI. Harga Diri (Self esteem) Penilaian Individu Terhadap Hasil Yang Dicapai 24
  • 25.
    BANGUN SISTEM INTEGRITAS Re– Framing Culture Seeding of Integrity Merubah orientasi yg salah tanpa merubah bentuk Memasukkan Integritas ke alam bawa sadar 25
  • 26.
    BERUBAH dimulaidengan Keyakinan ProsespembelajaranadalahPROSES untuk BERUBAH 26
  • 27.
    . Pola Pikir yangmenghambat : egois, Bermalas-malasan, senioritas, negative thinking, Konflik interest, like and dislike, kurang PD, tertutup, menunda pekerjaan, Membuang waktu ,dll - 27
  • 28.
    HAMBATAN POLA PIKIR FAKTORINTERNAL 1. CIRI-CIRI BLOK PERSEPSI : - ADANYA HUMAN MEMORY SYSTEM MENGARTIKAN SESUATU SESUAI DENGAN APA YANG ADA DALAM MEMORINYA - TIDAK DAPAT MELIHAT MASALAH DARI BERBAGAI ASPEK, HANYA MAU MELIHAT DARI KACAMATANYA SENDIRI, SEHINGGA MENIMBULKAN PRASANGKA. 28
  • 29.
    2. CIRI BLOKEGO - Selalu menyalahkan orang lain, tidak dapat melihat kelemahan sendiri - Merendahkan orang lain - Memaksa orang lain mengikuti kemauannya - Orientasi pada perolehan bukan memberi 29
  • 30.
    3. CIRI-CIRI BLOK INTELEKTUAL -Berfikirnegatif -Mengandalkan perasaan -Mengandalkan logika yang salah 30
  • 31.
    4. CIRI-CIRI BLOKEMOSI - Takut membuat kesalahan - Tak dapat membedakan realita dengan fantasi - Megumbar amarah, sedih, kuatir - Tak mau belajar dari pengalaman - Kurang kebesaran hati dan tak menyadari bahwa ada pilihan dalam menentukan reaksi 31
  • 32.
    FAKTOR EXTERNAL 1. FAKTORLINGKUNGAN - Kurang kerja sama - Pimpinan yang otokrat - Sulit menerima perbedaan - Kurang menerima dan memberikan penghargaan - Selalu menyalahkan lingkungan - Kurang terbangunannya kepercayaan 32
  • 33.
    2. FAKTOR TEMANSEJAWAT - Perlu memilih dalam berteman, karena akan berpengaruh signifikan terhadap perilaku - Kalau merasa burung nuri pasti bergabung dgn Nuri rerpotlah kalau bergabung dgn Rajawali. 33
  • 34.
  • 35.
  • 36.
    ethos (Yunani) =Watak, Kebiasaan. Etiket = Cara bergaul Berperilaku yang baik Sopan santun ETIKA = kebiasaan, cara bergaul, berperilaku yg baik dan dpt diterima oleh lingkungan pergaulan seseorang atau suatu organisasi tertentu. ETIKA 36
  • 37.
     Etika disebutjuga filsafat moral, adalah cabang filsafat yang berbicara tentang praxis (tindakan)manusia.  Etika tidak mempersoalkan keadaan manusia, melainkan mempersoalkan bagaimana manusia harus bertindak.  Tindakan manusia ini ditentukan oleh bermacam-macam Norma. 37
  • 38.
    mos, mores (Latin)= cara hidup, kebiasaan MORAL Moral Dorongan dalam diri seseorang untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu yang berkaitan dengan etika. Moralitas cara hidup atau kebiasaan yg diyakini oleh seseorang atau organisasi tertentu sebagai sesuatu yang baik, sehingga bisa membedakan mana yg patut dilakukan dan mana tidak patut di lakukan. 38
  • 39.
  • 40.
    6 (1) Adalah pedomansikap, tingkah laku dan perbuatan yang harus dilaksanakan oleh setiap ASN (2) Etika bernegara, berorganisasi, ber masyarakat, diri sendiri, sesama ASN KODE ETIK APARATUR SIPIL NEGARA: (3) Sanksi Moral dan tindakan administratif 40
  • 41.
    LANDASAN ETIKA PEMERINTAHANINDONESIA  Falsafah Pancasila dan UUD 1945 Negara RI;  UU No. 28 Tahun 1999 Tentang Penyelenggaraan Negara yang bersih dan Bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme;  UU 5 Tahun 2004 tentang Aparatur Sipil Negara  UU No. 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah  PP 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil 41
  • 42.
  • 43.
    AKUNTABILITAS Istilah akuntabilitas berasaldari istilah dalam bahasa Inggris accountability yang berarti keadaan untuk diminta pertanggungjawaban. Akuntabilitas dapat diartikan sebagai kewajiban-kewajiban dari individu-individu atau pemerintah yang dipercayakan untuk mengelola sumber-sumber daya publik dan yang bersangkutan dengannya untuk dapat menjawab hal-hal yang menyangkut pertanggung jawabannya. 43
  • 44.
    TNI/POLRI dewan pertimbangan kementerian negara badan-badan lain yang fungsinya berkaitandengan kekuasaan kehakiman KY UUD 1945 kpu bank sentral DPR DPDMPR LEMBAGA-LEMBAGA DALAM SISTEM KETATANEGARAAN menurut UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 BPK MA MKPresiden PUSAT DAERAH Lingkungan Peradilan TUN Lingkungan Peradilan Militer Lingkungan Peradilan Agama Lingkungan Peradilan Umum Perwakilan BPK Provinsi Pemerintahan Daerah Provinsi DPRDGubernur Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota DPRD Bupati/ Walikota 6 44
  • 45.
    1. Manusia :a. Pejabat kenegaraan/pemerintahan b. Masyarakat yang dilibatkan 2. Tujuan : Wujudkan Kebijakan Negara a. Pecahkan permasalahan b. Penuhi kebutuhan masyarakat c. Layani masyarakat 3. Tugas: Kegiatan mencakup semua sektor/bidang 4. Kerjasama: Berbagai mekanisme dan cara (rencana, program, prosedur, brefing) 5. Sarana dan prasarana: Dana, gedung kantor, perabotan, peralatan, kendaraan . 45
  • 46.
  • 47.
    AKIP Akuntabilitas Kinerja InstansiPemerintah adalah perwujudan kewajiban suatu instansi pemerintah untuk mempertanggungjawabkan keberhasilan/kegagalan pelaksanaan misi organisasi dalam mencapai tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan melalui alat pertanggungjawaban secara periodik. 47
  • 48.
    TUJUAN SISTEM AKIP Untukmendorong terciptanya AKIP sebagai salah satu prasyarat untuk terciptanya pemerintahan yang baik dan terpercaya 48
  • 49.
    KEGIATAN YANG MENJADIPERHATIAN UTAMA DALAM SISTEM AKIP MENCAKUP : 1. Tugas pokok dan fungsi instansi pemerintah 2. Program kerja yang menjadi isu nasional 3. Aktivitas yang dominan dan vital bagi pencapaian visi dan misi instansi pemerintah 49
  • 50.
    1. Harus adakomitmen dari pimpinan dan seluruh staf instansi untuk melakukan pengelolaanpelaksanaanmisi agar akuntabel; 2. Harus merupakan suatu sistem yang dapat menjamin penggunaan sumber-sumber daya secarakonsistendenganperaturanperundang-undanganyangberlaku; 3. Harus dapat menunjukkan tingkat pencapaian tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan; 4. Harusberorientasi pada pencapaianvisi dan misi serta hasil dan manfaat yangdiperoleh; 5. Harus jujur, objektif, transparan, dan inovatif sebagai katalisator perubahan manajemen instansi pemerintah dalam bentuk pemutakhiran metode dan teknik pengukuran kinerja dan penyusunanlaporanakuntabilitas. PRINSIP AKUNTABILITAS 50
  • 51.
    PERTANGGUNGJAWABAN PELAYANAN PUBLIK MELIPUTI: 1. Akuntabilitas Kinerja Pelayanan Publik; 2. Akuntabilitas Biaya Pelayanan Publik; 3. Akuntabilitas Produk Pelayanan Publik. 51
  • 52.
    TUNTUTAN ETIKA PUBLIKDAN KOMPETENSI ETIKA PUBLIK KOMPETENSI TEKNIS KOMPETENSI ETIKA Manajemen Nilai Kemampuan penalaran moral Moralitas peribadi Etika Organisasional KOMPETENSI LEADERSHIP Penilaian dan Penetapan Tujuan Ketrampilan Manajemen Gaya Manajemen Kepemimpinan Politik & Nrgosiasi Pengetahuan ttg hukum Manajemen program Manajemen Strategis Manajemen Sumber Daya Page 52
  • 53.
  • 54.
  • 55.
  • 56.
    REFERENSI TENTANG ETIKADASAR  Frans magnis Suseno, Etika Dasar Masalah-Masalah Pokok Filsafat Moral (Yogyakarta, Kanisius 1987)  Frans Magnis Suseno, Etika Umum (Yogyakarta, Kanisius 1979)  K. Bertens, Etika (Jakarta, Gramedia 1997)  K. Bertens, Perspektif Etika (Yogyakarta, Kanisius 2001)  Eka Darmaputera, Etika Sederhana Untuk Semua (Jakarta, BPK Gunung Mulia 1989) 56

Editor's Notes

  • #16 Bangunan Tertinggi di Dunia. Burj Khalifa, Dubai, Uni Emirat Arab. 828 m. opening 4 Januari 2010. Cost USD $ 1,5 Billion= Rp 15 Triliun