Assalamu’alaikum wr wb
KELOMPOK 2
- ADE ROHMAT (1132080003)
- CUNENGSIH ARDILA (1132080012)
- DEDE KURNIAWAN (1132080014)
- DEWI SANUSI NOOR (1132080018)
- EPA KURNIASIH (1132080026)
INDUSTRI
PUPUK NPK
SKALA BESAR
DAN SKALA
KECIL
SKALA BESAR
SKALA KECIL
• N – nitrogen: membantu
pertumbuhan vegetatif,
terutama daun
• P – fosfor: membantu
pertumbuhan akar dan
tunas
• K – kalium: membantu
pembungaan dan
pembuahan
Kegunaan
Menyuburkan tanah dan sebagai media pertumbuhan serta
peningkatan produktivitas tanaman yang mempunyai 3 nutrisi
utama
BAHAN-BAHAN
• Amonium Sufat (ZA)
• Urea
• KCl
• H2SO4
• H3PO4
• Amoniak
PUPUK NPK MUTIARA
- Bentuk : butiran (granul)
- Warna : abu-abu
- Senyawa : anorganik
- Kelarutan : lambat
- Grade pupuk :16-16-16
- Sifat kimia
- Rumus kimia : -
- Kadar hara : 16% N, 16%P 205, 16% K2o
SIFAT FISIK DAN SIFAT KIMIA
ALAT DAN FUNGSINYA
Chusser : menghancurkan bongkahan/ bahan yang berbentuk batuan
Mixer : pencampur bahan-bahan yang sudah ditentukan dengan formulasi tertentu
Granulator : membentuk campuran bahan yang homogen menjadi bentuk granule
Rotary dryer : mengurangi kadar air dari produk yang dihasilkan oleh granulator
Screen : penentu produk yang on size yang lazim ukuran butiran granule
Rotary cooler : pendingin dari produk yanng keluar dari dryer
Water srcubber : menampung debu/ materian under size dari proses produksi
Pregranulating Reacting granulating
DryingScreening
Polishing
Sccreening
Cooling Coating Bagging
PROSES PENGOLAHAN
Proses Pregranulating
• Proses pencampuran awal bahan baku berbentuk
padatan yang terdiri daro Amonium Sulfat, Urea, dan KCL
• Langkah kerja
Bahan baku pugmill
+ bahan baku
cair/ gas
produk
Drum
granulator
Proses Reacting
• Proses reaksi awal bahan baku berbentuk cairan antara
asam fosfat dengan amoniak
• Langkah kerja :
Proses
nertralisasi di
reaktor pipa
granulatordituangkan
Proses granulating
• Proses untuk memperbesar ukuran suatu massa dari
partikel-partikel yang ukurannya lebih kecil
• Langkah kerja :
Bahan baku dan
sisa bahan baku granulator
Proses Drying
• Proses pengeringan butiran pupuk setelah mengalami proses
granulating
Proses
granulating drying
Exit dryer
conveyer
penyaringan
Exit dryer
elevator
Proses Screening
• Proses penyaringan awal butiran pupuk
• Langkah kerja:
Screen
feeder
Butiran pupuk
(on size)
Small recycle
regulator
Butiran pupuk
(over size)
Pulverizer
(crusher)
Recyle regulator
bin
Polishing Sccreening
• Penyaringan akhir butiran
pupuk dari ukuran produk
undersize
Proses Cooling
• Pendinginan butiran pupuk yang
telah melalui proses pendinginan
Proses Coating
• Terjadi pelapisan pada butiran pupuk,
karena higroskopis bahan baku pupuk
dapat mempercepat
Proses Coating
• Terjadi pelapisan pada butiran pupuk, karena
higroskopis bahan baku pupuk dapat
mempercepat proses penggumpalan
Proses Bagging
• Proses akhir dari prosuksi dimana prosuk pupuk
akan mengalami pengantongan yang dibantu
operator
Pembuatan Pupuk NPK pada
skala kecil
1. Kita tentukan terlebih dahulu pupuk NPK yang akan dibuat. Dimisalkan
akan membuat pupuk NPK sendiri dengan kandungan 20:15:10
2. Hitung kebutuhan pupuk NPK yang akan dibuat. Misalnya : akan membuat
200 kg pupuk NPK dengan kandungan 20:15:10
3. Hitung jumlah masing-masing unsur hara yang dibutuhkan.
Unsur N: 20% x 200= 40 kg
Unsur P: 15% x 200= 30 kg
Unsur K: 10% x 200= 20 kg
Langkah kerja :
3. Dikonfersikan masing-masing unsur hara dengan pupuk tunggal
yang telah dipersiapkan ( Urea, SP36, dan KCL).
◦ Kandungan N dalam urea adalah 54% maka untuk mendapatkan N 40
kg maka di butuhkan urea (100:54) x 40=74 kg Urea
◦ Untuk mendapatkan unsur P 30 kg dibutuhkan SP36 (100:36) x 30=
83,3 kg SP36
◦ sedangkan kebutuhan unsur K sebsar 40 kg di peroleh dari KCL
(100:45)x 20=44,4 kg
4. Oleh karena itu NPK dengan komposisi 20:15:10 sebayak 200 kg setara
dengan Urea 74 kg + SP36 83,3 kg + KCL 44,4 kg
PRODUK
PUPUK NPK
LIMBAH
Limbah yang dihasilkan hanya limbah gas.
Mengapa?
Karena bahan-bahan padat yang tidak terpakai atau yang
di bawah standar produksi di daur ulang kembali untuk
diolah menjadi butiran-butiran pupuk.
DAFTAR PUSTAKA
Wikipedia.co.id
saribumisidayu.com

INDUSTRI PUPUK NPK

  • 1.
    Assalamu’alaikum wr wb KELOMPOK2 - ADE ROHMAT (1132080003) - CUNENGSIH ARDILA (1132080012) - DEDE KURNIAWAN (1132080014) - DEWI SANUSI NOOR (1132080018) - EPA KURNIASIH (1132080026)
  • 2.
    INDUSTRI PUPUK NPK SKALA BESAR DANSKALA KECIL SKALA BESAR SKALA KECIL
  • 4.
    • N –nitrogen: membantu pertumbuhan vegetatif, terutama daun • P – fosfor: membantu pertumbuhan akar dan tunas • K – kalium: membantu pembungaan dan pembuahan Kegunaan Menyuburkan tanah dan sebagai media pertumbuhan serta peningkatan produktivitas tanaman yang mempunyai 3 nutrisi utama
  • 5.
    BAHAN-BAHAN • Amonium Sufat(ZA) • Urea • KCl • H2SO4 • H3PO4 • Amoniak
  • 6.
    PUPUK NPK MUTIARA -Bentuk : butiran (granul) - Warna : abu-abu - Senyawa : anorganik - Kelarutan : lambat - Grade pupuk :16-16-16 - Sifat kimia - Rumus kimia : - - Kadar hara : 16% N, 16%P 205, 16% K2o SIFAT FISIK DAN SIFAT KIMIA
  • 7.
    ALAT DAN FUNGSINYA Chusser: menghancurkan bongkahan/ bahan yang berbentuk batuan Mixer : pencampur bahan-bahan yang sudah ditentukan dengan formulasi tertentu Granulator : membentuk campuran bahan yang homogen menjadi bentuk granule Rotary dryer : mengurangi kadar air dari produk yang dihasilkan oleh granulator Screen : penentu produk yang on size yang lazim ukuran butiran granule Rotary cooler : pendingin dari produk yanng keluar dari dryer Water srcubber : menampung debu/ materian under size dari proses produksi
  • 8.
  • 9.
    Proses Pregranulating • Prosespencampuran awal bahan baku berbentuk padatan yang terdiri daro Amonium Sulfat, Urea, dan KCL • Langkah kerja Bahan baku pugmill + bahan baku cair/ gas produk Drum granulator
  • 10.
    Proses Reacting • Prosesreaksi awal bahan baku berbentuk cairan antara asam fosfat dengan amoniak • Langkah kerja : Proses nertralisasi di reaktor pipa granulatordituangkan
  • 11.
    Proses granulating • Prosesuntuk memperbesar ukuran suatu massa dari partikel-partikel yang ukurannya lebih kecil • Langkah kerja : Bahan baku dan sisa bahan baku granulator
  • 12.
    Proses Drying • Prosespengeringan butiran pupuk setelah mengalami proses granulating Proses granulating drying Exit dryer conveyer penyaringan Exit dryer elevator
  • 13.
    Proses Screening • Prosespenyaringan awal butiran pupuk • Langkah kerja: Screen feeder Butiran pupuk (on size) Small recycle regulator Butiran pupuk (over size) Pulverizer (crusher) Recyle regulator bin
  • 14.
    Polishing Sccreening • Penyaringanakhir butiran pupuk dari ukuran produk undersize
  • 15.
    Proses Cooling • Pendinginanbutiran pupuk yang telah melalui proses pendinginan
  • 16.
    Proses Coating • Terjadipelapisan pada butiran pupuk, karena higroskopis bahan baku pupuk dapat mempercepat
  • 17.
    Proses Coating • Terjadipelapisan pada butiran pupuk, karena higroskopis bahan baku pupuk dapat mempercepat proses penggumpalan
  • 18.
    Proses Bagging • Prosesakhir dari prosuksi dimana prosuk pupuk akan mengalami pengantongan yang dibantu operator
  • 19.
    Pembuatan Pupuk NPKpada skala kecil
  • 20.
    1. Kita tentukanterlebih dahulu pupuk NPK yang akan dibuat. Dimisalkan akan membuat pupuk NPK sendiri dengan kandungan 20:15:10 2. Hitung kebutuhan pupuk NPK yang akan dibuat. Misalnya : akan membuat 200 kg pupuk NPK dengan kandungan 20:15:10 3. Hitung jumlah masing-masing unsur hara yang dibutuhkan. Unsur N: 20% x 200= 40 kg Unsur P: 15% x 200= 30 kg Unsur K: 10% x 200= 20 kg Langkah kerja :
  • 21.
    3. Dikonfersikan masing-masingunsur hara dengan pupuk tunggal yang telah dipersiapkan ( Urea, SP36, dan KCL). ◦ Kandungan N dalam urea adalah 54% maka untuk mendapatkan N 40 kg maka di butuhkan urea (100:54) x 40=74 kg Urea ◦ Untuk mendapatkan unsur P 30 kg dibutuhkan SP36 (100:36) x 30= 83,3 kg SP36 ◦ sedangkan kebutuhan unsur K sebsar 40 kg di peroleh dari KCL (100:45)x 20=44,4 kg 4. Oleh karena itu NPK dengan komposisi 20:15:10 sebayak 200 kg setara dengan Urea 74 kg + SP36 83,3 kg + KCL 44,4 kg
  • 22.
  • 23.
    LIMBAH Limbah yang dihasilkanhanya limbah gas. Mengapa? Karena bahan-bahan padat yang tidak terpakai atau yang di bawah standar produksi di daur ulang kembali untuk diolah menjadi butiran-butiran pupuk.
  • 24.