“ Improving Vocabulary through Game in SMP 
Negeri 1 Ciampel “ 
Created by : 
 Anie Tulisya Ningrum 
 Kartika 
 Kiki Mutia Sharah 
 Masrida A. Girsang 
 Titin Suhartini 
 Winda Rosada Mutaqin
Latar Belakang 
Dengan pesatnya perkembangan jaman, maka bahasa inggris juga 
sangat dituntut keaktifannya didalam sebuah lingkungan khususnya 
lingkungan internasional. Banyak negara yang sudah menggunakan 
bilingual (Menggunakan dua bahasa), contoh : Malaysia dan 
Singapura. Bahkan di dua negara itu telah menjadikan bahasa inggris 
sebagai The Second Language. Bahasa inggris tidak cukup hanya 
mempelajari sebuah teori saja tapi juga dibutukan latihan dan praktek. 
Bahasa inggris merupakan kemampuan yang dimiliki oleh orang dan 
tidak dinilai dari satu skill (kemampuan) saja. Didalam bahasa inggris 
memiliki empat skill (kemampuan) yang saling berkaitan diantara satu 
dengan yang lainnya, yaitu : Listening (Mendengarkan), Speaking 
(Berbicara). Reading (Membaca), dan Writing (Menulis). Juga 
dibutuhkan pengetahuan dasar, seperti : Vocabulary (kosakata), 
Pronounciation (pengucapan), Grammar (tata bahasa), dan lain-lain.
Rumusan Masalah 
Setelah kami observasi pembelajaran bahasa inggris 
di SMP Negeri 1 Ciampel dengan materi “Verb and 
Noun”. Kami merumuskan permasalahan - 
permasalahan sebagai berikut : 
• Menerapkan pelajaran bahasa inggris yang 
menyenangkan kepada murid-murid SMP Negeri 1 
Ciampel. 
• Meningkatkan vocabulary (kosakata) mereka dan 
juga pronunciation (pengucapan). 
• Meningkatkan semangat mereka ketika belajar bahasa 
inggris.
Tujuan Observasi 
Setelah kami observasi pembelajaran bahasa 
inggris di SMP Negeri 1 Ciampel dengan materi 
“Verb and Noun”. Kami merumuskan 
permasalahan-permasalahan sebagai berikut : 
• Menerapkan pelajaran bahasa inggris yang 
menyenangkan kepada murid-murid SMP Negeri 
1 Ciampel. 
• Meningkatkan vocabulary (kosakata) mereka dan 
juga pronunciation (pengucapan). 
• Meningkatkan semangat mereka ketika belajar 
bahasa inggris.
POKOK BAHASAN 
A. Metodologi 
Pendidikan merupakan kunci untuk semua kemajuan 
dan perkembangan yang berkualitas, sebab dengan 
pendidikan manusia dapat mewujudkan semua potensi 
dirinya baik sebagai pribadi maupun sebagai warga 
masyarakat. Dalam rangka mewujudkan potensi diri 
menjadi multiple kompetensi harus melewati proses 
pendidikan yang diimplementasikan dalam proses 
pembelajaran. 
Berlangsungnya proses pembelajaran tidak terlepas 
dengan lingkungan sekitar. Sesungguhnya pembelajaran 
tidak terbatas pada empat dinding kelas. Pembelajaran 
dengan pendekatan lingkungan menghapus kejenuhan dan 
menciptakan peserta didik yang cinta lingkungan.
Metode Pembelajaran 
Kelompok kami menggunakan model “ Number Heads 
Together “. Dan inilah langkah-langkah dalam pelaksanaannya. 
Langkah-langkah : 
• Siswa dibagi dalam kelompok, setiap siswa dalam setiap 
kelompok mendapat nomor. 
• Guru memberikan tugas dan masing-masing kelompok 
mengerjakannya. 
• Kelompok mendiskusikan jawaban yang benar dan memastikan 
tiap anggota kelompok dapat mengerjakannya/mengetahui 
jawabannya. 
• Guru memanggil salah satu nomor siswa dengan nomor yang 
dipanggil melaporkan hasil kerjasama mereka. 
• Tanggapan dari teman yang lain, kemudian guru menunjuk 
nomor yang lain. 
• Kesimpulan.
Apakah dengan Game belajar akan 
lebih efektif? 
Game atau permainan yang sering dilakukan oleh guru ketika 
pembelajaran berlangsung dapat memberikan pengaruh yang 
sangat besar berupa penyegaran bagi peserta didik karena 
permainan seperti ini bisa dijadikan sebagai salah satu cara 
untuk mengetahui seberapa jauh kemampuan mereka dan juga 
dapat mengasah otak mereka ataupun menambah 
pengetahuan mereka atau hanya sebatas penghilang penat. 
Dan game juga memberikan pengaruh positif bagi peserta 
didik, seperti : menjadi semangat belajar, menjadi aktif,
Bagaimana caranya meningkatkan 
vocabulary? 
Vocabulary merupakan point yang paling utama 
didalam pembelajaran bahasa inggris. 
Meningkatkan vocabulary dengan metode Drilling 
dan model pembelajaran grouping sangat 
memudahkan peserta didik. 
Dengan game yang mengharuskan mereka 
menyebutkan kata kerja dan kata benda dapat 
membantu memperbanyak vocabulary mereka.
Pengaruh apabila memiliki vocabulary yang 
minim? 
1) Menyulitkan kita ketika akan berbicara 
bahasa inggris. 
2) Menyulitkan kita ketika membaca sebuah 
teks atau narasi. 
3) Menyulitkan kita ketika akan menulis 
sebuah cerita atau hanya sekedar 
mengirim pesan. 
4)Menyulitkan kita ketika akan memerintah 
atau menyampaikan instruksi. 
5)Membuat kita menjadi kurang percaya 
diri ketika ingin berbicara.
Konsep Pembelajaran “PAIKEM” 
 Pembelajaran 
Menunjuk pada proses belajar yang menempatkan peserta didik sebagai center stage 
performance. 
 Aktif 
Pembelajaran harus menumbuhkan suasana sedemikian rupa sehingga peserta didik 
aktif bertanya, mempertanyakan, dan mengemukakan gagasan. 
 Inovatif 
Pembelajaran merupakan proses pemaknaan atas realitas kehidupan yang dipelajari. 
 Kreatif 
Pembelajaran harus menumbuhkan pemikiran kritis, karena dengan pemikiran seperti 
itulah kreativitas bisa dikembangkan. 
 Efektif 
Efektivitas pembelajaran merujuk pada berdaya dan berhasil guna seluruh komponen 
pembelajaran yang diorganisir untuk mencapai tujuan pembelajaran. 
 Menyenangkan 
Pembelajaran menyenangkan adalah pembelajaran dengan suasana socio emotional 
climate positif.
Hasil Observasi 
Kelebihan : 1. Siswa/i di SMP Negeri 1 Ciampel sangat 
antusias mengikuti pembelajaran yang team teaching 
berikan. 
2. Siswa sangat aktif dan kreatif 
3. Berani untuk mencoba hal yang baru meskipun 
mereka 
belum mengetahuinya. 
4. Mereka cukup mengerti dan senang ketika 
pembelajaran berlangsung. 
Kelemahan : 1. Vocabulary untuk materi Verb and Noun sangat 
terbatas 
2. Meaning of word sangat minim 
3. Pronunciation masih kurang bagus 
4. Kurangnya pengetahuan dasar yang mereka miliki. 
5. Terjadi kesulitan ketika pembagian kelompok.
Clip Trailer about us
Grouping Game
Visi danMisi SMP Negeri 1 Ciampel 
• Visi Sekolah 
Mengembangkan kesadaran beragama, kemandirian, kreatifitas potensi diri dan 
lingkungan sampai tahun 2014 
• Misi Sekolah 
1. Terwujudnya pengembangan kurikulum tingkat satuan pendidikan yang sesuai dengan 
potensi, karakteristik dan sosial budaya. 
2. Terwujudnya proses pembelajaran secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, dan 
menantang 
3. Terwujudnya pengembangan prakarsa, kreativitas dan kemadirian yang sesuai dengan 
bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis siswa. 
4. Terwujudnya lulusan yang cerdas, kreatif, kompetitif serta sadar beragama. 
5. Terwujudnya sumber daya pendidikan dan tenaga pendidik yang kompetitif. 
6. Tersedianya keterbukaan manajemen sekolah yang amanah, terbuka dan akuntabilitas.
Kesimpulan 
Dengan menggunakan konsep pembelajaran PAIKEM, 
belajar itu jadi semakin menyenangkan dan terbukti akan 
lebih dimengerti oleh peserta didik. Dan pembelajaran 
menggunakan permainan-permainan juga dirasa lebih 
efektif agar peserta didik bisa menyegarkan otak mereka. 
Kalau setiap pembelajaran harus menggunakan metode 
ceramah maka peserta akan merasa jenuh dan bosan 
sehingga pelajaranpun tidak akan tersampaikan kepada 
mereka. Jadi hiburan itu sangatlah perlu ketika 
pembelajaran berlangsung tetapi tetap ada batasannya. 
Sebagai hasil penelitian, kami membuat angket yang 
harus mereka isi dengan jujur dan 90% dari mereka jarang 
mempelajari bahasa inggris di rumah. Dengan kedatangan 
team teaching ke sekolah mereka membuat mereka sangat 
senang dan ingin mempelajari bahasa inggris dengan 
sungguh-sungguh.
Thank you..

Improving vocabulary through drilling method and game

  • 1.
    “ Improving Vocabularythrough Game in SMP Negeri 1 Ciampel “ Created by :  Anie Tulisya Ningrum  Kartika  Kiki Mutia Sharah  Masrida A. Girsang  Titin Suhartini  Winda Rosada Mutaqin
  • 2.
    Latar Belakang Denganpesatnya perkembangan jaman, maka bahasa inggris juga sangat dituntut keaktifannya didalam sebuah lingkungan khususnya lingkungan internasional. Banyak negara yang sudah menggunakan bilingual (Menggunakan dua bahasa), contoh : Malaysia dan Singapura. Bahkan di dua negara itu telah menjadikan bahasa inggris sebagai The Second Language. Bahasa inggris tidak cukup hanya mempelajari sebuah teori saja tapi juga dibutukan latihan dan praktek. Bahasa inggris merupakan kemampuan yang dimiliki oleh orang dan tidak dinilai dari satu skill (kemampuan) saja. Didalam bahasa inggris memiliki empat skill (kemampuan) yang saling berkaitan diantara satu dengan yang lainnya, yaitu : Listening (Mendengarkan), Speaking (Berbicara). Reading (Membaca), dan Writing (Menulis). Juga dibutuhkan pengetahuan dasar, seperti : Vocabulary (kosakata), Pronounciation (pengucapan), Grammar (tata bahasa), dan lain-lain.
  • 3.
    Rumusan Masalah Setelahkami observasi pembelajaran bahasa inggris di SMP Negeri 1 Ciampel dengan materi “Verb and Noun”. Kami merumuskan permasalahan - permasalahan sebagai berikut : • Menerapkan pelajaran bahasa inggris yang menyenangkan kepada murid-murid SMP Negeri 1 Ciampel. • Meningkatkan vocabulary (kosakata) mereka dan juga pronunciation (pengucapan). • Meningkatkan semangat mereka ketika belajar bahasa inggris.
  • 4.
    Tujuan Observasi Setelahkami observasi pembelajaran bahasa inggris di SMP Negeri 1 Ciampel dengan materi “Verb and Noun”. Kami merumuskan permasalahan-permasalahan sebagai berikut : • Menerapkan pelajaran bahasa inggris yang menyenangkan kepada murid-murid SMP Negeri 1 Ciampel. • Meningkatkan vocabulary (kosakata) mereka dan juga pronunciation (pengucapan). • Meningkatkan semangat mereka ketika belajar bahasa inggris.
  • 5.
    POKOK BAHASAN A.Metodologi Pendidikan merupakan kunci untuk semua kemajuan dan perkembangan yang berkualitas, sebab dengan pendidikan manusia dapat mewujudkan semua potensi dirinya baik sebagai pribadi maupun sebagai warga masyarakat. Dalam rangka mewujudkan potensi diri menjadi multiple kompetensi harus melewati proses pendidikan yang diimplementasikan dalam proses pembelajaran. Berlangsungnya proses pembelajaran tidak terlepas dengan lingkungan sekitar. Sesungguhnya pembelajaran tidak terbatas pada empat dinding kelas. Pembelajaran dengan pendekatan lingkungan menghapus kejenuhan dan menciptakan peserta didik yang cinta lingkungan.
  • 6.
    Metode Pembelajaran Kelompokkami menggunakan model “ Number Heads Together “. Dan inilah langkah-langkah dalam pelaksanaannya. Langkah-langkah : • Siswa dibagi dalam kelompok, setiap siswa dalam setiap kelompok mendapat nomor. • Guru memberikan tugas dan masing-masing kelompok mengerjakannya. • Kelompok mendiskusikan jawaban yang benar dan memastikan tiap anggota kelompok dapat mengerjakannya/mengetahui jawabannya. • Guru memanggil salah satu nomor siswa dengan nomor yang dipanggil melaporkan hasil kerjasama mereka. • Tanggapan dari teman yang lain, kemudian guru menunjuk nomor yang lain. • Kesimpulan.
  • 7.
    Apakah dengan Gamebelajar akan lebih efektif? Game atau permainan yang sering dilakukan oleh guru ketika pembelajaran berlangsung dapat memberikan pengaruh yang sangat besar berupa penyegaran bagi peserta didik karena permainan seperti ini bisa dijadikan sebagai salah satu cara untuk mengetahui seberapa jauh kemampuan mereka dan juga dapat mengasah otak mereka ataupun menambah pengetahuan mereka atau hanya sebatas penghilang penat. Dan game juga memberikan pengaruh positif bagi peserta didik, seperti : menjadi semangat belajar, menjadi aktif,
  • 8.
    Bagaimana caranya meningkatkan vocabulary? Vocabulary merupakan point yang paling utama didalam pembelajaran bahasa inggris. Meningkatkan vocabulary dengan metode Drilling dan model pembelajaran grouping sangat memudahkan peserta didik. Dengan game yang mengharuskan mereka menyebutkan kata kerja dan kata benda dapat membantu memperbanyak vocabulary mereka.
  • 9.
    Pengaruh apabila memilikivocabulary yang minim? 1) Menyulitkan kita ketika akan berbicara bahasa inggris. 2) Menyulitkan kita ketika membaca sebuah teks atau narasi. 3) Menyulitkan kita ketika akan menulis sebuah cerita atau hanya sekedar mengirim pesan. 4)Menyulitkan kita ketika akan memerintah atau menyampaikan instruksi. 5)Membuat kita menjadi kurang percaya diri ketika ingin berbicara.
  • 10.
    Konsep Pembelajaran “PAIKEM”  Pembelajaran Menunjuk pada proses belajar yang menempatkan peserta didik sebagai center stage performance.  Aktif Pembelajaran harus menumbuhkan suasana sedemikian rupa sehingga peserta didik aktif bertanya, mempertanyakan, dan mengemukakan gagasan.  Inovatif Pembelajaran merupakan proses pemaknaan atas realitas kehidupan yang dipelajari.  Kreatif Pembelajaran harus menumbuhkan pemikiran kritis, karena dengan pemikiran seperti itulah kreativitas bisa dikembangkan.  Efektif Efektivitas pembelajaran merujuk pada berdaya dan berhasil guna seluruh komponen pembelajaran yang diorganisir untuk mencapai tujuan pembelajaran.  Menyenangkan Pembelajaran menyenangkan adalah pembelajaran dengan suasana socio emotional climate positif.
  • 11.
    Hasil Observasi Kelebihan: 1. Siswa/i di SMP Negeri 1 Ciampel sangat antusias mengikuti pembelajaran yang team teaching berikan. 2. Siswa sangat aktif dan kreatif 3. Berani untuk mencoba hal yang baru meskipun mereka belum mengetahuinya. 4. Mereka cukup mengerti dan senang ketika pembelajaran berlangsung. Kelemahan : 1. Vocabulary untuk materi Verb and Noun sangat terbatas 2. Meaning of word sangat minim 3. Pronunciation masih kurang bagus 4. Kurangnya pengetahuan dasar yang mereka miliki. 5. Terjadi kesulitan ketika pembagian kelompok.
  • 12.
  • 13.
  • 14.
    Visi danMisi SMPNegeri 1 Ciampel • Visi Sekolah Mengembangkan kesadaran beragama, kemandirian, kreatifitas potensi diri dan lingkungan sampai tahun 2014 • Misi Sekolah 1. Terwujudnya pengembangan kurikulum tingkat satuan pendidikan yang sesuai dengan potensi, karakteristik dan sosial budaya. 2. Terwujudnya proses pembelajaran secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, dan menantang 3. Terwujudnya pengembangan prakarsa, kreativitas dan kemadirian yang sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis siswa. 4. Terwujudnya lulusan yang cerdas, kreatif, kompetitif serta sadar beragama. 5. Terwujudnya sumber daya pendidikan dan tenaga pendidik yang kompetitif. 6. Tersedianya keterbukaan manajemen sekolah yang amanah, terbuka dan akuntabilitas.
  • 15.
    Kesimpulan Dengan menggunakankonsep pembelajaran PAIKEM, belajar itu jadi semakin menyenangkan dan terbukti akan lebih dimengerti oleh peserta didik. Dan pembelajaran menggunakan permainan-permainan juga dirasa lebih efektif agar peserta didik bisa menyegarkan otak mereka. Kalau setiap pembelajaran harus menggunakan metode ceramah maka peserta akan merasa jenuh dan bosan sehingga pelajaranpun tidak akan tersampaikan kepada mereka. Jadi hiburan itu sangatlah perlu ketika pembelajaran berlangsung tetapi tetap ada batasannya. Sebagai hasil penelitian, kami membuat angket yang harus mereka isi dengan jujur dan 90% dari mereka jarang mempelajari bahasa inggris di rumah. Dengan kedatangan team teaching ke sekolah mereka membuat mereka sangat senang dan ingin mempelajari bahasa inggris dengan sungguh-sungguh.
  • 16.