MATERI PEMBAHASAN :
IMPLIKASI
BIIMPLIKASI
BERKUATOR
Kelompok :
Ahmad Zaenal Arifin
Fachrudin Nuar Alfarizi
Umi Robiah
Edi Firmansyah
Rosy Arianto
IMPLIKASI
Implikasi suatu pernyataan yang
dilambangkan “p q”. Dibaca
‘’jika p maka q’’
Ketentuan
implikasi p q benar, kecuali p benar dan
q salah. Dengan kata lain, suatu pernyaatn
benar tidak dapat berimplikasi suatu
pernyataan
TABEL KEBENARAN
p q p q
BENAR BENAR BENAR
BENAR SALAH SALAH
SALAH BENAR BENAR
SALAH SALAH BENAR
CONTOH IMPLIKASI
A. p : daun itu berwarna hijau (B)
q : 4 x 5 = 20 (B)
jadi p q : benar (B)
B. p : daun itu berwarna hijau (B)
q : 4 x 5 = 24 (S)
jadi p q : salah (S)
C. p : daun itu berwarna putih (S)
q : 4 x 5 = 20 (B)
jadi p q : benar (B)
D. p : daun itu berwarna putih (S)
q : 4 x 5 = 24 (S)
jadi p q : benar (B)
BIIMPLIKASI
Biimplikasi Pernyataan majemuk yang
menyatakan bahwa komponen-
komponennya berhubungan
sebagai penyebab dan juga akibat.
Biimplikasi dilambangkan ‘’ p q ‘’ dibaca ‘’jika p maka
q dan jika q maka p’’.
Ketentuan
Jika p dan q mempunyai nilai kebenaran yang sama
maka p q benar dan p dan q mempunyai
perbedaan maka p q salah
TABEL BENARAN
p q p q
BENAR BENAR BENAR
BENAR SALAH SALAH
SALAH BENAR SALAH
SALAH SALAH BENAR
CONTOH BIIMPLIKASI
A. p : gula itu manis rasanya (B)
q : 15 : 3 = 5 (B)
jadi p q : benar (B)
B. p : gula itu manis rasanya (B)
q : 20 x 5 = 120 (S)
jadi p q : salah (S)
C. p : gula itu masam rasanya (S)
q : (80 : 2 ) x 2 = 80 (B)
jadi p q : salah (S)
D. p : gula itu masan rasanya (S)
q : 25 x 5 = 20 (S)
jadi p q : benar (B)
KALIMAT BERKUANTOR (QUANTIFIER)
K.Berkuantor Mengganti variabel dari suat u
kalimat dengan suatu nilai
tertentu (konstanta).
Contoh :
– 12 = 3
X = 15
HP=15
Jadi – 12 = 3
X
15
Kalimat Berkuantor ada 2 yaitu
• Kuantor universal ( umum )
• Misalkan p(x) adalah kalimat terbuka yang
didefinisikan pada himpunan semesta S, maka
pernyataan :
“untuk setiap x di dalam S, maka p (x) benar “
• Kuantor unisersal dilambangkan “A” dibaca ‘’semua
dan untuk setiap’’
• Fungsi kuantor yaitu merubah kalimat terbuka
menjadi kalimat tertutup
misalkan p(x) adalah kalimat terbuka, maka untuk
menyatakan HP dari p(x) pada himpunan semesta S
dapat ditulis sebagai berikut :
(Ax) p(x) dibaca : untuk semua x berlaku p(x) , atau
( A x E S) p(x) dibaca : untuk semua x anggota S berlaku
p(x)
Nilai kebenaran dari pernyataan berkuantor
(A x ) p(x) bergantung pada
• ( i ) himpunan semesta yang ditinjau,
• ( ii ) kalimat terbuka p(x)
contoh :
a. Apabila p(x) : x + 4 > 3 dengan himpunan semesta
maka A x E S A ; x + 4 > 3 benar karena HP = {
1,2,3,4, . . .} = A
b. Apabila q(x) : x + 1 > 8 dengan himppunan semesta
maka A x E S A ; x + 1 > 8 salah karena untuk
x = 1, 1 + 1 < 8. HP : {8,9,10, . . . . . } = A
kesimpulan
 Apabila {x I x Є A,p(x) } = A
maka x , p(x) adalah benar
 Apabila {x I x E A,p(x) } A
maka x A, Є p(x) adalah salah
b. Kuantor eksistensial
Suatu p(x) kalimat terbuka yang didefinisikan
pada himpunan semesta S, maka ‘’ ada x di
dalam S sedemekian sehingga p(x) benar ‘’
yaitu pernyataan eksistensial (khusus) dan
kata ‘’ada’’ yang diatas disebut kuantor
eksistensial.
Kuantor eksistensial dilambangkan ‘’ ‘’ dibaca
ada, beberapa, dan paling sedikit satu.
• Misalkan : ( x E A ) p(x) dibaca ‘’untuk
beberapa x, berlaku p(x)’’. ( x ) p(x) .
• Nilai kebenaran
( i ) himpunan semesta yang ditinjau,
( ii ) kalimat terbuka p(x)
CONTOH EKSISTENSIAL
• A. ( n Є A ) ( n + 4 < 7) dengan A bilangan asli
pernyataan tadi benar karena
{ n I n + 4 < 7} = { 1,2 } Ø
• B.( n Є A ) ( n + 6 < 4) dengan A bilangan asli
pernyataan tadi salah karena
{ n I n + 6 < 4} = Ø
KESIMPULAN
• Apabila {x l p(x)} Ø maka x p(x) adalah
benar;
• Apabila {x l p(x)} = Ø maka x p(x) adalah
salah.
Ingkaran dari pernyataan berkuantor
Ingkaran mempunyai ciri-ciri:
a.Ingkaran dari pernyataan p adalah p.
b.Jika p bernilai benar, maka p bernilai salah .
c.Jika p bernilai salah, maka p bernilai benar.
Contoh
• p: Untuk setiap x bilangan real, + x + 1 > 0
• Tentukan ingkaran p dan nilai kebenarannya!
• Jawab:
x bilangan real sehingga + x + 1 ≤ 0
Kesimpulan
• ( x, p(x)) x, ~p(x)
Dibaca : ingkaran dari setiap x berlaku p(x)
ekuivalen dengan terdapat x yang bukan p(x).

Implikasi,biimplikasi & berkuantor

  • 1.
    MATERI PEMBAHASAN : IMPLIKASI BIIMPLIKASI BERKUATOR Kelompok: Ahmad Zaenal Arifin Fachrudin Nuar Alfarizi Umi Robiah Edi Firmansyah Rosy Arianto
  • 2.
    IMPLIKASI Implikasi suatu pernyataanyang dilambangkan “p q”. Dibaca ‘’jika p maka q’’ Ketentuan implikasi p q benar, kecuali p benar dan q salah. Dengan kata lain, suatu pernyaatn benar tidak dapat berimplikasi suatu pernyataan
  • 3.
    TABEL KEBENARAN p qp q BENAR BENAR BENAR BENAR SALAH SALAH SALAH BENAR BENAR SALAH SALAH BENAR
  • 4.
    CONTOH IMPLIKASI A. p: daun itu berwarna hijau (B) q : 4 x 5 = 20 (B) jadi p q : benar (B) B. p : daun itu berwarna hijau (B) q : 4 x 5 = 24 (S) jadi p q : salah (S) C. p : daun itu berwarna putih (S) q : 4 x 5 = 20 (B) jadi p q : benar (B) D. p : daun itu berwarna putih (S) q : 4 x 5 = 24 (S) jadi p q : benar (B)
  • 5.
    BIIMPLIKASI Biimplikasi Pernyataan majemukyang menyatakan bahwa komponen- komponennya berhubungan sebagai penyebab dan juga akibat. Biimplikasi dilambangkan ‘’ p q ‘’ dibaca ‘’jika p maka q dan jika q maka p’’. Ketentuan Jika p dan q mempunyai nilai kebenaran yang sama maka p q benar dan p dan q mempunyai perbedaan maka p q salah
  • 6.
    TABEL BENARAN p qp q BENAR BENAR BENAR BENAR SALAH SALAH SALAH BENAR SALAH SALAH SALAH BENAR
  • 7.
    CONTOH BIIMPLIKASI A. p: gula itu manis rasanya (B) q : 15 : 3 = 5 (B) jadi p q : benar (B) B. p : gula itu manis rasanya (B) q : 20 x 5 = 120 (S) jadi p q : salah (S) C. p : gula itu masam rasanya (S) q : (80 : 2 ) x 2 = 80 (B) jadi p q : salah (S) D. p : gula itu masan rasanya (S) q : 25 x 5 = 20 (S) jadi p q : benar (B)
  • 8.
    KALIMAT BERKUANTOR (QUANTIFIER) K.BerkuantorMengganti variabel dari suat u kalimat dengan suatu nilai tertentu (konstanta). Contoh : – 12 = 3 X = 15 HP=15 Jadi – 12 = 3 X 15
  • 9.
    Kalimat Berkuantor ada2 yaitu • Kuantor universal ( umum ) • Misalkan p(x) adalah kalimat terbuka yang didefinisikan pada himpunan semesta S, maka pernyataan : “untuk setiap x di dalam S, maka p (x) benar “ • Kuantor unisersal dilambangkan “A” dibaca ‘’semua dan untuk setiap’’
  • 10.
    • Fungsi kuantoryaitu merubah kalimat terbuka menjadi kalimat tertutup misalkan p(x) adalah kalimat terbuka, maka untuk menyatakan HP dari p(x) pada himpunan semesta S dapat ditulis sebagai berikut : (Ax) p(x) dibaca : untuk semua x berlaku p(x) , atau ( A x E S) p(x) dibaca : untuk semua x anggota S berlaku p(x)
  • 11.
    Nilai kebenaran daripernyataan berkuantor (A x ) p(x) bergantung pada • ( i ) himpunan semesta yang ditinjau, • ( ii ) kalimat terbuka p(x) contoh : a. Apabila p(x) : x + 4 > 3 dengan himpunan semesta maka A x E S A ; x + 4 > 3 benar karena HP = { 1,2,3,4, . . .} = A b. Apabila q(x) : x + 1 > 8 dengan himppunan semesta maka A x E S A ; x + 1 > 8 salah karena untuk x = 1, 1 + 1 < 8. HP : {8,9,10, . . . . . } = A
  • 12.
    kesimpulan  Apabila {xI x Є A,p(x) } = A maka x , p(x) adalah benar  Apabila {x I x E A,p(x) } A maka x A, Є p(x) adalah salah
  • 13.
    b. Kuantor eksistensial Suatup(x) kalimat terbuka yang didefinisikan pada himpunan semesta S, maka ‘’ ada x di dalam S sedemekian sehingga p(x) benar ‘’ yaitu pernyataan eksistensial (khusus) dan kata ‘’ada’’ yang diatas disebut kuantor eksistensial. Kuantor eksistensial dilambangkan ‘’ ‘’ dibaca ada, beberapa, dan paling sedikit satu.
  • 14.
    • Misalkan :( x E A ) p(x) dibaca ‘’untuk beberapa x, berlaku p(x)’’. ( x ) p(x) . • Nilai kebenaran ( i ) himpunan semesta yang ditinjau, ( ii ) kalimat terbuka p(x)
  • 15.
    CONTOH EKSISTENSIAL • A.( n Є A ) ( n + 4 < 7) dengan A bilangan asli pernyataan tadi benar karena { n I n + 4 < 7} = { 1,2 } Ø • B.( n Є A ) ( n + 6 < 4) dengan A bilangan asli pernyataan tadi salah karena { n I n + 6 < 4} = Ø
  • 16.
    KESIMPULAN • Apabila {xl p(x)} Ø maka x p(x) adalah benar; • Apabila {x l p(x)} = Ø maka x p(x) adalah salah.
  • 17.
    Ingkaran dari pernyataanberkuantor Ingkaran mempunyai ciri-ciri: a.Ingkaran dari pernyataan p adalah p. b.Jika p bernilai benar, maka p bernilai salah . c.Jika p bernilai salah, maka p bernilai benar.
  • 18.
    Contoh • p: Untuksetiap x bilangan real, + x + 1 > 0 • Tentukan ingkaran p dan nilai kebenarannya! • Jawab: x bilangan real sehingga + x + 1 ≤ 0
  • 19.
    Kesimpulan • ( x,p(x)) x, ~p(x) Dibaca : ingkaran dari setiap x berlaku p(x) ekuivalen dengan terdapat x yang bukan p(x).