HUKUM HOOK DAN PENGUKURAN GAYA
A. DASAR TEORI
Hukum Hook menyatakan bahwa besar gaya berbanding lurus
dengan pertambahan panjang pegas. Semakin besar gaya bekerja pada
pegas, semakin besar pertambahan panjang pegas. Perbandingan anatara
besar gaya terhadap pertambahan panjang pegas bernilai konsntan. Hukum
Hook berlaku ketika gaya tidak melampaui batas elastisitas pegas.Hukum
Hook dikemukakan oleh Rober Hook (1635-1703).
Secara matematis, hubungan antara besar gaya yang bekerja dengan
pertamabahan panjang pegas dapat dituliskan sebagai berikut:
F = k.x
Keterangan:
F = gaya yang bekerja (N)
k = konstanta pegas (N/m)
x = perubahan panjang pegas m.
Konstanta Pegas
Pegas merupakan salah satu contoh benda elastis. Elasatis atau
elastisitas adalah kemampuan sebuah benda untuk kembali kebentuk
awalnya ketika gaya luar yang diberikan kepada benda tersebut
dihilangkan. Modulus kelentingan adalah besaran yang melukiskan sifat-
sifat kelentingan suatu bahan tertentu, tetapi tidak menunjukan secara
langsung pengaruh gaya terhadap perubahan bentuk yang dialami oleh
suatu batang, kabel, atau pegas yang dibuat dari bahan tertentu.
Dengan persamaan:
𝐹 =
𝑌𝐴
𝐿𝑜
∆𝐿
(YA)/Lo dinyatakan sebagai konstanta tunggal K dan renggangan ΔL
dinyatakan dengan x, maka
F = k x
Persamaan ini menyatakan bahwa bertambah panjangnya sebuah benda
yang terenggang berbanding lurus dengan besar gaya yang menariknya.
Pernyataan ini merupakan Hukum Hooke.
Apabila pegas yang berbentuk sulur direnggang, perubahan bentuk
kawat pegas tersebut merupakan gabungan antara tarikan, lenturan dan
puntiran,tetapi pertambahan panjang pegas secara keseluruhan berbanding
lurus dengan gaya yang menariknya. Artinya persamaan diatas tetap
berlaku dengan konstanta perbandingan k bukan merupakan fungsi dari
modulus kelentingan.
Konstanta k disebut dengan konstanta gaya pegas atau koefisien kekakuan
pegas. Satuannya adalah newton/m.
Hukum Hooke menyatakan besarnya gaya yang mengakibatkan
perubahan bentuk (panjang) pegas sebanding dengan perubahan panjang
yang terjadi, asalkan batas kelentingannya tidak terlampaui.
Gaya pemulihan merupakan gaya yang mengembalikan pegas (benda) ke
bentuk semual ditentukan oleh:
F = - k x
Aplikasi Hukum Hooke
Dalam pengaplikasian hukum Hooke sangat berkaitan erat dengan
benda-benda yang prinsip kerjanya menggunakan pegas dan yang bersifat
elastis. Prinsip hukum Hooke telah diterapkan pada beberapa benda-benda
berikut:
1) Mikroskop yang berfungsi untuk melihat jasad-jasad renik yang sangat
kecil yang tidak dapat dilihat oleh mata telanjang
2) Teleskop yang berfungsi untuk melihat benda-benda yang letaknya jauh
agar tampak dekat, seperti benda di luar angkas
3) Alat pengukuran gravitasi bumi
4) Jam yang menggunakan peer sebagai pengatur waktu
5) Jam kasa atau Kronometer yang dimanfaatkan untuk menentukan garis
atau kedudukan kapal yang ada di laut.
B. ALAT PERCOBAAN
NO Nama Alat Jumlah
1. Papan percobaan 1
2. Pegas Helik 1
3. Beban bercelah 3
4. Pengantung beban 1
5. Mistar 1
C. LANGKAH PERCOBAAN
1. Tetapkan titik acuan untuk dijadikan titik awal pengukuran pertambahan
panjang pegas.Setelah itu menggunakan ujung bawah pegas yang
digantung pada pegas atau ujung bawah beban yang digantung pada pegas,
atau titik lain yang memudahkan dalam pengukuran.
2. Baca posisi titik acuan yang pilih dan mengukur pemuluran pegas dari titik
ini!. Posisi ini ditetapkan sebagai posisi.
3. tambahkan satu beban 100 g beban yang kita inginkan ke penggantung
beban dan baca posisi baru titik acuan. Posisi ini ditetapkan sebagai x.
4. Ulangi langkah ke-3 diatas sampai 3 kali percobaan, setiap kali percobaan
tambahan beban 50 g pada penggantung beban.
5. Gunakan persamaan F = m.g (W = m.g) untuk menghitung gaya gravitasi
yang diberikan setiap beban yang digunakan, gunakan nilai g = 9,8
m/detik2.
6. Gunakan data yang didapat untuk menghitung pertambahan panjang pegas
(simpangan) Ax untuk masing-masing beban
D.DATA PENGAMATAN
E.ANALISIS DATA
1.Percobaan I
Dik;
𝑚1 =100 g→0,1 kg
G =9,8 m/ 𝑠2
𝑥 𝑜 =19,8 cm→0,019 m
K =25
Dit: F, ∆x,k.....?
Jawab!
F =m.g
=0,1 x 9,8
=0,98 N
k =(x-𝑥0)
=0,05-0,019
=0,031
No Massa (kg) Gaya F (N) X (m) Simpangan
Δx = (x-xo)(m)
k(N/m)
1. 0,1 0,98 0,05 0,031 31,61
2 . 0,15 1,47 0,08 0,061 24,09
3. 0.2 1,96 0,107 0,088 22,27
Pertanyaan
1. Dari grafik diatas, tentukan perpanjangan pegas jika diberikan gaya
sebesar 5 N. Bagaiman pula perpanjangan pegas jika gaya yang bekerja
adalah 10 N? Tandai posisi posisi pada grafik yang didapatkan diatas
Jawaban:
F =k.x
5 N = 1 . k
X = 5 m
F = k . X
10 N = 1 . x
x = 10 m
2. Bagaimana cara Anda untuk mengkalibrasikan untuk pengukuran gaya?
Jawab: Gaya adalah istilah fisika yang didefinisikan sebagai suatu pengaruh yang
menyebabkan benda mengubah kelajuan atau arah gerakan atau rotasinya. Gaya
dapat mempercepat benda dengan menarik atau mendorong. Hubungan antara
gaya, massa, dan percepatan didefinisikan oleh Issac Newton dalam hukum
Newton 2, yang menyatakan bahwa gaya sebuah benda adalah hasil perkalian
massa dan percepatannya.Cara mengukur gaya (1) Pahami hubungan antara gaya,
massa, dan percepatan. Gaya sebuah benda hanyalah hasil perkalian massa dan
percepatannya. Hubungan ini dapat didefinisikan dengan rumus berikut:
Gaya = Massa x Percepatan. Berikut adalah beberapa hal lain yang perlu
diperhatikan saat mengukur gaya:Satuan standar untuk massa adalah kilogram
(kg), Satuan standar untuk percepatan adalah m/s2, danSatuan standar untuk gaya
adalah newton (N). Newton merupakan satuan turunan. 1N = 1 kg x 1m/s2. (2)
Ukurlah massa benda yang diberikan. Massa sebuah benda adalah banyaknya zat
yang terkandung di dalamnya. Massa sebuah benda tidak pernah berubah, tidak
peduli berada di planet manapun; sedangkan berat berubah-ubah bergantung pada
gaya tarik gravitasi. (3) Ukurlah percepatan benda. Dalam fisika, percepatan
didefinisikan sebagai perubahan kecepatan, yang didefinisikan sebagai kelajuan
dalam arah tertentu, setiap satuan waktu. Selain dipercepat, percepatan juga dapat
didefinisikan sebagai perlambatan atau berubah arah.
D. HASIL PENGAMATAN
No Massa (kg) Gaya F (N) x (m) Simpangan
Δx =(x-xo)(m)
1 0,15 kg 1,47 N 0,095 × 10-2
m
0,03m
2 0,2 kg 0,13 N 0,065 m 0,065 m
3 0,25 kg 2,5 N 0,16 m 0,095 m
No Konstanta
percobaan
Konstanta
Teori
Kesalahan relatif
1 49 1 48,98 %
2 30,15 1 30,12 %
3 26,32 1 25,32 %
F.ANALISIS DATA
a. Percobaan 1
Diket :
m : 150 gram = 0,15 kg
x : 9,5 cm = 0,095 m
𝑥0 : 6,5 cm = 0,065 m
Dit : K.....?
Jawab :
 f : - k. ∆ 𝑥
 f : m.g
: 0,15 kg . 9,8 m/𝑠2
: 1,47 kg m/𝑠2
 ∆ 𝑥 : x-𝑥0
: 0,095- 0,065
: 0,03 m
 K :
𝐹
∆𝑋
:
1,47 𝑘𝑔 𝑚/𝑠2
0,03 𝑚
: 49 N
 kesalahan relatif =
ℎ𝑎𝑠𝑖𝑙 𝑝𝑒𝑟𝑐𝑜𝑏𝑎𝑎𝑛−ℎ𝑎𝑠𝑖𝑙 𝑡𝑒𝑜𝑟𝑖
ℎ𝑎𝑠𝑖𝑙 𝑝𝑒𝑟𝑐𝑜𝑏𝑎𝑎𝑛
× 100 %
=
49−1
49
× 100%
= 48,98 %
b. PERCOBAN 11
Diket :
m : 250 gram = 0,15 kg
x : 13 cm = 0,13 m
𝑥0 : 6,5 cm = 0,065 m
Dit : K.....?
Jawab :
K :
𝐹
∆𝑋
 f : m.g
: 0,2 kg . 9,8 m/𝑠2
:1,96 kg m/𝑠2
 ∆ 𝑥 : x-𝑥0
: 0,13- 0,065
: 0,065 m
K :
𝐹
∆𝑋
:
1,96
0,065
:30,15 N
 kesalahan relatif =
ℎ𝑎𝑠𝑖𝑙 𝑝𝑒𝑟𝑐𝑜𝑏𝑎𝑎𝑛−ℎ𝑎𝑠𝑖𝑙 𝑡𝑒𝑜𝑟𝑖
ℎ𝑎𝑠𝑖𝑙 𝑝𝑒𝑟𝑐𝑜𝑏𝑎𝑎𝑛
× 100 %
=
30,15−1
30,15
× 100%
= 30,12 %
c. Percoban 111
Diket :
m : 250 gram = 0,25 kg
x : 16 cm = 0,16 m
𝑥0 : 6,5cm = 0,065 m
Dit : K.....?
Jawab :
K :
𝐹
∆𝑋
 f : m.g
: 0,25 kg . 9,8 m/𝑠2
:2,5 kg m/𝑠2
 ∆ 𝑥 : x-𝑥0
: 0,16- 0,065
: 0,095m
 K :
𝐹
∆𝑋
:
2,5
0,095
:26,32 N
 kesalahan relatif =
ℎ𝑎𝑠𝑖𝑙 𝑝𝑒𝑟𝑐𝑜𝑏𝑎𝑎𝑛−ℎ𝑎𝑠𝑖𝑙 𝑡𝑒𝑜𝑟𝑖
ℎ𝑎𝑠𝑖𝑙 𝑝𝑒𝑟𝑐𝑜𝑏𝑎𝑎𝑛
× 100 %
=
26,32−1
26,32
× 100%
= 25,32 %
G. PEMBAHASAN
Dari percobaan satu sampai tiga bahwa semakin besar gaya yang kita
berikan maka nilai konstanta pegas berkurang. Dimana gaya di pengaruh
oleh massa benda, yang didukung oleh rumus hukum 11 newton f:m.g.
dengan massa berturut 150g,200g,250g dan panjangnya 9,5 m,13 m dan 16
m. Didukung oleh teori Rober Hooke dengan persamaan F = k.x dan gaya
pemulihan merupakan gaya yang mengembalikan pegas (benda) ke bentuk
semual ditentukan oleh:
F = - k x
Sehinga memperoleh rumus seperti di bawah ini :
K :
𝐹
∆𝑋
Dari percobaan yang dilakukan denga menggunakan rumus di atas sehingga
memperoleh nilai konstanta pegas berturut 49 N, 30,15 N, 26,32 N
KESIMPULAN
Dari percobaan yang telah dilakuan bahwa, semakin besar gaya yang diberikan
nilai konstanta pegas berkurang, dimana gaya dipengaruhi oleh massa benda, dan
semakin berat massa benda maka panjang pegas semakin bertambah.
SARAN
Ada baiknya ketika melakukan praktikum alat percobaan harus lengkap, supaya
praktikum berjalan dengan lancar.
DAFTAR PUSTAKA
Giancoli, D.2007.Fisika. Jakarta; Erlangga
Hallyday.2005,fisika dasar. Jakarta : Erlangga
.

Hukum hock

  • 1.
    HUKUM HOOK DANPENGUKURAN GAYA A. DASAR TEORI Hukum Hook menyatakan bahwa besar gaya berbanding lurus dengan pertambahan panjang pegas. Semakin besar gaya bekerja pada pegas, semakin besar pertambahan panjang pegas. Perbandingan anatara besar gaya terhadap pertambahan panjang pegas bernilai konsntan. Hukum Hook berlaku ketika gaya tidak melampaui batas elastisitas pegas.Hukum Hook dikemukakan oleh Rober Hook (1635-1703). Secara matematis, hubungan antara besar gaya yang bekerja dengan pertamabahan panjang pegas dapat dituliskan sebagai berikut: F = k.x Keterangan: F = gaya yang bekerja (N) k = konstanta pegas (N/m) x = perubahan panjang pegas m. Konstanta Pegas Pegas merupakan salah satu contoh benda elastis. Elasatis atau elastisitas adalah kemampuan sebuah benda untuk kembali kebentuk awalnya ketika gaya luar yang diberikan kepada benda tersebut dihilangkan. Modulus kelentingan adalah besaran yang melukiskan sifat- sifat kelentingan suatu bahan tertentu, tetapi tidak menunjukan secara langsung pengaruh gaya terhadap perubahan bentuk yang dialami oleh suatu batang, kabel, atau pegas yang dibuat dari bahan tertentu. Dengan persamaan: 𝐹 = 𝑌𝐴 𝐿𝑜 ∆𝐿 (YA)/Lo dinyatakan sebagai konstanta tunggal K dan renggangan ΔL dinyatakan dengan x, maka F = k x
  • 2.
    Persamaan ini menyatakanbahwa bertambah panjangnya sebuah benda yang terenggang berbanding lurus dengan besar gaya yang menariknya. Pernyataan ini merupakan Hukum Hooke. Apabila pegas yang berbentuk sulur direnggang, perubahan bentuk kawat pegas tersebut merupakan gabungan antara tarikan, lenturan dan puntiran,tetapi pertambahan panjang pegas secara keseluruhan berbanding lurus dengan gaya yang menariknya. Artinya persamaan diatas tetap berlaku dengan konstanta perbandingan k bukan merupakan fungsi dari modulus kelentingan. Konstanta k disebut dengan konstanta gaya pegas atau koefisien kekakuan pegas. Satuannya adalah newton/m. Hukum Hooke menyatakan besarnya gaya yang mengakibatkan perubahan bentuk (panjang) pegas sebanding dengan perubahan panjang yang terjadi, asalkan batas kelentingannya tidak terlampaui. Gaya pemulihan merupakan gaya yang mengembalikan pegas (benda) ke bentuk semual ditentukan oleh: F = - k x Aplikasi Hukum Hooke Dalam pengaplikasian hukum Hooke sangat berkaitan erat dengan benda-benda yang prinsip kerjanya menggunakan pegas dan yang bersifat elastis. Prinsip hukum Hooke telah diterapkan pada beberapa benda-benda berikut: 1) Mikroskop yang berfungsi untuk melihat jasad-jasad renik yang sangat kecil yang tidak dapat dilihat oleh mata telanjang 2) Teleskop yang berfungsi untuk melihat benda-benda yang letaknya jauh agar tampak dekat, seperti benda di luar angkas 3) Alat pengukuran gravitasi bumi 4) Jam yang menggunakan peer sebagai pengatur waktu 5) Jam kasa atau Kronometer yang dimanfaatkan untuk menentukan garis atau kedudukan kapal yang ada di laut.
  • 3.
    B. ALAT PERCOBAAN NONama Alat Jumlah 1. Papan percobaan 1 2. Pegas Helik 1 3. Beban bercelah 3 4. Pengantung beban 1 5. Mistar 1 C. LANGKAH PERCOBAAN 1. Tetapkan titik acuan untuk dijadikan titik awal pengukuran pertambahan panjang pegas.Setelah itu menggunakan ujung bawah pegas yang digantung pada pegas atau ujung bawah beban yang digantung pada pegas, atau titik lain yang memudahkan dalam pengukuran. 2. Baca posisi titik acuan yang pilih dan mengukur pemuluran pegas dari titik ini!. Posisi ini ditetapkan sebagai posisi. 3. tambahkan satu beban 100 g beban yang kita inginkan ke penggantung beban dan baca posisi baru titik acuan. Posisi ini ditetapkan sebagai x. 4. Ulangi langkah ke-3 diatas sampai 3 kali percobaan, setiap kali percobaan tambahan beban 50 g pada penggantung beban. 5. Gunakan persamaan F = m.g (W = m.g) untuk menghitung gaya gravitasi yang diberikan setiap beban yang digunakan, gunakan nilai g = 9,8 m/detik2. 6. Gunakan data yang didapat untuk menghitung pertambahan panjang pegas (simpangan) Ax untuk masing-masing beban
  • 4.
    D.DATA PENGAMATAN E.ANALISIS DATA 1.PercobaanI Dik; 𝑚1 =100 g→0,1 kg G =9,8 m/ 𝑠2 𝑥 𝑜 =19,8 cm→0,019 m K =25 Dit: F, ∆x,k.....? Jawab! F =m.g =0,1 x 9,8 =0,98 N k =(x-𝑥0) =0,05-0,019 =0,031 No Massa (kg) Gaya F (N) X (m) Simpangan Δx = (x-xo)(m) k(N/m) 1. 0,1 0,98 0,05 0,031 31,61 2 . 0,15 1,47 0,08 0,061 24,09 3. 0.2 1,96 0,107 0,088 22,27
  • 5.
    Pertanyaan 1. Dari grafikdiatas, tentukan perpanjangan pegas jika diberikan gaya sebesar 5 N. Bagaiman pula perpanjangan pegas jika gaya yang bekerja adalah 10 N? Tandai posisi posisi pada grafik yang didapatkan diatas Jawaban: F =k.x 5 N = 1 . k X = 5 m F = k . X 10 N = 1 . x x = 10 m 2. Bagaimana cara Anda untuk mengkalibrasikan untuk pengukuran gaya? Jawab: Gaya adalah istilah fisika yang didefinisikan sebagai suatu pengaruh yang menyebabkan benda mengubah kelajuan atau arah gerakan atau rotasinya. Gaya dapat mempercepat benda dengan menarik atau mendorong. Hubungan antara gaya, massa, dan percepatan didefinisikan oleh Issac Newton dalam hukum Newton 2, yang menyatakan bahwa gaya sebuah benda adalah hasil perkalian massa dan percepatannya.Cara mengukur gaya (1) Pahami hubungan antara gaya, massa, dan percepatan. Gaya sebuah benda hanyalah hasil perkalian massa dan percepatannya. Hubungan ini dapat didefinisikan dengan rumus berikut: Gaya = Massa x Percepatan. Berikut adalah beberapa hal lain yang perlu diperhatikan saat mengukur gaya:Satuan standar untuk massa adalah kilogram (kg), Satuan standar untuk percepatan adalah m/s2, danSatuan standar untuk gaya adalah newton (N). Newton merupakan satuan turunan. 1N = 1 kg x 1m/s2. (2) Ukurlah massa benda yang diberikan. Massa sebuah benda adalah banyaknya zat yang terkandung di dalamnya. Massa sebuah benda tidak pernah berubah, tidak peduli berada di planet manapun; sedangkan berat berubah-ubah bergantung pada gaya tarik gravitasi. (3) Ukurlah percepatan benda. Dalam fisika, percepatan
  • 6.
    didefinisikan sebagai perubahankecepatan, yang didefinisikan sebagai kelajuan dalam arah tertentu, setiap satuan waktu. Selain dipercepat, percepatan juga dapat didefinisikan sebagai perlambatan atau berubah arah. D. HASIL PENGAMATAN No Massa (kg) Gaya F (N) x (m) Simpangan Δx =(x-xo)(m) 1 0,15 kg 1,47 N 0,095 × 10-2 m 0,03m 2 0,2 kg 0,13 N 0,065 m 0,065 m 3 0,25 kg 2,5 N 0,16 m 0,095 m No Konstanta percobaan Konstanta Teori Kesalahan relatif 1 49 1 48,98 % 2 30,15 1 30,12 % 3 26,32 1 25,32 %
  • 7.
    F.ANALISIS DATA a. Percobaan1 Diket : m : 150 gram = 0,15 kg x : 9,5 cm = 0,095 m 𝑥0 : 6,5 cm = 0,065 m Dit : K.....? Jawab :  f : - k. ∆ 𝑥  f : m.g : 0,15 kg . 9,8 m/𝑠2 : 1,47 kg m/𝑠2  ∆ 𝑥 : x-𝑥0 : 0,095- 0,065 : 0,03 m  K : 𝐹 ∆𝑋 : 1,47 𝑘𝑔 𝑚/𝑠2 0,03 𝑚 : 49 N  kesalahan relatif = ℎ𝑎𝑠𝑖𝑙 𝑝𝑒𝑟𝑐𝑜𝑏𝑎𝑎𝑛−ℎ𝑎𝑠𝑖𝑙 𝑡𝑒𝑜𝑟𝑖 ℎ𝑎𝑠𝑖𝑙 𝑝𝑒𝑟𝑐𝑜𝑏𝑎𝑎𝑛 × 100 % = 49−1 49 × 100% = 48,98 % b. PERCOBAN 11 Diket :
  • 8.
    m : 250gram = 0,15 kg x : 13 cm = 0,13 m 𝑥0 : 6,5 cm = 0,065 m Dit : K.....? Jawab : K : 𝐹 ∆𝑋  f : m.g : 0,2 kg . 9,8 m/𝑠2 :1,96 kg m/𝑠2  ∆ 𝑥 : x-𝑥0 : 0,13- 0,065 : 0,065 m K : 𝐹 ∆𝑋 : 1,96 0,065 :30,15 N  kesalahan relatif = ℎ𝑎𝑠𝑖𝑙 𝑝𝑒𝑟𝑐𝑜𝑏𝑎𝑎𝑛−ℎ𝑎𝑠𝑖𝑙 𝑡𝑒𝑜𝑟𝑖 ℎ𝑎𝑠𝑖𝑙 𝑝𝑒𝑟𝑐𝑜𝑏𝑎𝑎𝑛 × 100 % = 30,15−1 30,15 × 100% = 30,12 % c. Percoban 111 Diket : m : 250 gram = 0,25 kg
  • 9.
    x : 16cm = 0,16 m 𝑥0 : 6,5cm = 0,065 m Dit : K.....? Jawab : K : 𝐹 ∆𝑋  f : m.g : 0,25 kg . 9,8 m/𝑠2 :2,5 kg m/𝑠2  ∆ 𝑥 : x-𝑥0 : 0,16- 0,065 : 0,095m  K : 𝐹 ∆𝑋 : 2,5 0,095 :26,32 N  kesalahan relatif = ℎ𝑎𝑠𝑖𝑙 𝑝𝑒𝑟𝑐𝑜𝑏𝑎𝑎𝑛−ℎ𝑎𝑠𝑖𝑙 𝑡𝑒𝑜𝑟𝑖 ℎ𝑎𝑠𝑖𝑙 𝑝𝑒𝑟𝑐𝑜𝑏𝑎𝑎𝑛 × 100 % = 26,32−1 26,32 × 100% = 25,32 % G. PEMBAHASAN
  • 10.
    Dari percobaan satusampai tiga bahwa semakin besar gaya yang kita berikan maka nilai konstanta pegas berkurang. Dimana gaya di pengaruh oleh massa benda, yang didukung oleh rumus hukum 11 newton f:m.g. dengan massa berturut 150g,200g,250g dan panjangnya 9,5 m,13 m dan 16 m. Didukung oleh teori Rober Hooke dengan persamaan F = k.x dan gaya pemulihan merupakan gaya yang mengembalikan pegas (benda) ke bentuk semual ditentukan oleh: F = - k x Sehinga memperoleh rumus seperti di bawah ini : K : 𝐹 ∆𝑋 Dari percobaan yang dilakukan denga menggunakan rumus di atas sehingga memperoleh nilai konstanta pegas berturut 49 N, 30,15 N, 26,32 N KESIMPULAN Dari percobaan yang telah dilakuan bahwa, semakin besar gaya yang diberikan nilai konstanta pegas berkurang, dimana gaya dipengaruhi oleh massa benda, dan semakin berat massa benda maka panjang pegas semakin bertambah. SARAN Ada baiknya ketika melakukan praktikum alat percobaan harus lengkap, supaya praktikum berjalan dengan lancar.
  • 11.
    DAFTAR PUSTAKA Giancoli, D.2007.Fisika.Jakarta; Erlangga Hallyday.2005,fisika dasar. Jakarta : Erlangga
  • 12.