MASSA JENIS ZAT CAIR
A. TUJUAN PERCOBAAN
Untuk mengetahui masa jenis suatu zat cair
B. Dasar Teori
Massa jenis suatu zat adalah kuantitas konsentrasi zat dan dinyatakan
dalam massa persatuan volume. Nilai massa jenis suatu zat dipengaruhi
oleh temperatur. Semakin tinggitemperatur, kerapatan suatu zat
semakin rendah karena molekul - molekul yangsaling berikatan
akan terlepas. kenaikan temperatur menyebabkan volume suatu
zat bertambah, sehingga massa jenis dan volume suatu zat
memiliki hubungan yang berbanding terbalik (Besari, 2005).
Salah satu sifat yang penting dari suatu bahan adalah
densitasnya didefinisikan sebagai massa persatuan volume. bahan yang
homogen seperti es atau besi, memiliki densitas yang sama pada
setiap bagiannya. kita gunakan hur uf Y una ni 𝜌 (rho ) unt uk
dens ita s. J ika seb ua h ba ha n ya ng ma ter ia lnya homogen
bermasa m memiliki volume (v) densitasnya 𝜌 adalah :
𝜌 :
𝑚
𝑣
Keterangan:
𝜌 : massa jenis air (kg/m3)
m : massa benda (kg)
v : volume benda (m3)
Densitas suatu bahan, tidak sama pada setiap bagiannya ,contohnya adalah
atmosfer bumi (yang semakin tinggi akan semakin kecil
densitasnya) dalam lautan(yang semakin dalam akan semakin
besar densitasnya).
pipa U adalah pipa lengkung berbentuk huruf U. Pipa ini termasuk
bejana berhubungan. Jika pipa U diisi dengan satu jenis zat cair, tinggi
permukaan zat cair pada pada kedua mulutnya selalu sama. tetapi,
jika pipa U diisi dengan dua zat cair yang tidak bercampur,
tinggi permukaan zat cair pada kedua mulut pipa berbeda.
Hubungan antara massa jenis dan tinggi Zat Cair dalam pipa U, Misalkan,
massa jenis zat cair pertama adalah 𝜌1 dan massa jenis zat cair kedua
adalah 𝜌 2 . Dan titik pertemuan kedua zat cair, kita buat garis
mendatar yang memotong kedua kaki pipa U. Misalkan, tinggi permukaan
zat cair pertama dari garis adalah h2. Zat cair pertama setinggi h1
melakukan tekanan sama besar dengan h2.
P1 = P2
Dengan menggunaka persamaan diperoleh 𝜌1 . g. h1 = 𝜌2 . g. h2, dari
persamman maka massa jenis bisa ditentukan . Harus
diperhatikan bahwa kedua zat yair yang dimasukkan dalam pipa U tidak
boleh zat cair yang bercampur, misalnya air dan alkohol. kedua zat cair
yang dimasukkan harus tidak bercampur agar batasnya jelas. Dengan
demikian, tinggi permukaan masing-masing Zat Cair dapat diukur.
C. Alat dan Bahan
1. Pipa U
2. Minyak goreng
3. Beaker gelas
4. Mistar dan
5. Corong
D. Langkah Percobaan
1. Siapkan alat da bahan
2. Siapkan pipa U, lalu tuangkanlah air secukupnya dan amatilah
ketinggian air masing-masing kaki pipa
3. Tuangkanlah minyak goreng secukupnya pada masing-masing kaki
pipa, bandingkanlah ketinggian masing-masing zat tersebut
4. Ukurlah ketinggian minyak goreng, dan ukurlah ketinggian air
pada pelurus minyak goreng.
5. Ulangi percobaan tersebut sebanyak 2 kali
E. Hasil Pengamatan
h1 (cm) h2 (cm) 𝜌1 𝜌2
0,066 cm 0,061 cm 1000 kg/m3 924,242 kg/m3
F. Analisis Data
 Menentukan massa jenis air
Dik:
m gelas beker sebelum diisi air = 100 gr
m gelas beker setelah diisi air = 200 gr
V air = 10−4
𝑚3
Dit: 𝜌
Jawab:
𝜌 =
𝑚
𝑣
m air sesungguhnya = m gls beker stlh diisi air− m gls beker sblm
diisi air
m air sesungguhnya = 200 gr − 100 gr
= 100 gr = 0,1 kg
Jadi, 𝜌 =
𝑚
𝑣
=
0,1
10−4
= 10−1
× 104
= 103
= 1000
𝑘𝑔
𝑚3⁄
 Menentukan massa jenis minyak goreng
Dik:
ℎ 𝑎 = 0,061 m
ℎ 𝑚 = 0,066 m
𝜌 = 1000
𝑘𝑔
𝑚3⁄
Dit: 𝜌 𝑚 ?
Jawab:
𝜌 𝑎. 𝑔. ℎ1 = 𝜌 𝑚 . 𝑔. ℎ2
1000. 0,061 = 𝜌 𝑚 . 0,066
61 = 0,066 𝜌 𝑚
𝜌 𝑚 =
61
0,066
𝜌 𝑚 = 924
𝑘𝑔
𝑚3⁄
 Menentukan P air dan P minyak goreng
Dik :
g = 9,8 𝑚
𝑠2⁄
𝜌 𝑎 =1000
𝑘𝑔
𝑚3⁄
𝜌 𝑚 = 924
𝑘𝑔
𝑚3⁄
ℎ 𝑎 = 0,061 m
ℎ 𝑚 = 0,066 m
Dit : P air, P minyak?
Jawab:
 P air = 𝜌 𝑎𝑖𝑟 × 𝑔 × ℎ 𝑎
= 1000× 9,8 × 0,061
= 597,8 atm
 P minyak = 𝜌 𝑎𝑖𝑟 × 𝑔 × ℎ 𝑎
= 924 × 9,8 × 0,066
= 597,64 atm
G. Pembahasan
Dari percobaan yang telah dilakukan penentuan massa jenis zat cair
hanya menggunakan satu sampel minyak yaitu minyak goreng. Penetuan
massa jenis minyak ini menggunakan massa jenis air 1000 kg/m3. Dimana
massa jenis tersebut diperoleh dari persamaan 𝜌=
𝑚
𝑣
dengan massa 0,1 kg
diperoleh dari baeker gelas yang sudah diisi air yang di timbang
menggunakan neraca dikurangi massa beaker gelas yang di timbang
menggunakan neraca juga dan volome air 10-4 m3 .
Kemudian mengatur kedudukan pipa U agar tidak miring, pipa U di
isi dengan air, kemudian minyak dituangkan di salah satu lubang pipa U
Dari percobaan yang telah dilakukan dengan massa jenis air
1000 kg/m3, h1 0,066 dan h2 0,061 sehingga menghasilkan massa jenis
minyak 924,242. Dengan menggunakan persamaan sebagai berikut = 𝜌1 .
g . h1 = 𝜌2 . g. h2 . setelah melakukan percobaan biasa dilihat bahwa massa
jenis air dan massa jenis minyak tidak sama, setiap zat memiliki massa
jenis yang berbeda.
H. Kesimpulan
Massa jenis air dan massa jenis minyak tidak sama.
I. SARAN
Ada baiknya sebelum melakukan praktikum alat percobaan harus
lengkap, supaya praktikum berjalan dengan lancar.
DOKUMENTASI
DAFTAR PUSTAKA
Bredthauer, Wilhem et al. 1993. Impulse Physik Jilid 1. Stuttgard: Ernst Klett
Schubuchvelag.
Hidayat, Bambang. 1979. Bumi dan Antariksa jili 1 dan 2. Jakarta: Departemen
Pendidikan dan Kebudayaan.
Kondo, 1982. The New Book Of Populer Sience. New York: Groiler Int. Inc
Searss, F.W dan M.W. Zeamansky.1985. Fisika untuk Universitas jilid 1.
Bandung: Bina Cipta

Massa jenis zat cair

  • 1.
    MASSA JENIS ZATCAIR A. TUJUAN PERCOBAAN Untuk mengetahui masa jenis suatu zat cair B. Dasar Teori Massa jenis suatu zat adalah kuantitas konsentrasi zat dan dinyatakan dalam massa persatuan volume. Nilai massa jenis suatu zat dipengaruhi oleh temperatur. Semakin tinggitemperatur, kerapatan suatu zat semakin rendah karena molekul - molekul yangsaling berikatan akan terlepas. kenaikan temperatur menyebabkan volume suatu zat bertambah, sehingga massa jenis dan volume suatu zat memiliki hubungan yang berbanding terbalik (Besari, 2005). Salah satu sifat yang penting dari suatu bahan adalah densitasnya didefinisikan sebagai massa persatuan volume. bahan yang homogen seperti es atau besi, memiliki densitas yang sama pada setiap bagiannya. kita gunakan hur uf Y una ni 𝜌 (rho ) unt uk dens ita s. J ika seb ua h ba ha n ya ng ma ter ia lnya homogen bermasa m memiliki volume (v) densitasnya 𝜌 adalah : 𝜌 : 𝑚 𝑣 Keterangan: 𝜌 : massa jenis air (kg/m3) m : massa benda (kg) v : volume benda (m3) Densitas suatu bahan, tidak sama pada setiap bagiannya ,contohnya adalah atmosfer bumi (yang semakin tinggi akan semakin kecil densitasnya) dalam lautan(yang semakin dalam akan semakin besar densitasnya). pipa U adalah pipa lengkung berbentuk huruf U. Pipa ini termasuk bejana berhubungan. Jika pipa U diisi dengan satu jenis zat cair, tinggi
  • 2.
    permukaan zat cairpada pada kedua mulutnya selalu sama. tetapi, jika pipa U diisi dengan dua zat cair yang tidak bercampur, tinggi permukaan zat cair pada kedua mulut pipa berbeda. Hubungan antara massa jenis dan tinggi Zat Cair dalam pipa U, Misalkan, massa jenis zat cair pertama adalah 𝜌1 dan massa jenis zat cair kedua adalah 𝜌 2 . Dan titik pertemuan kedua zat cair, kita buat garis mendatar yang memotong kedua kaki pipa U. Misalkan, tinggi permukaan zat cair pertama dari garis adalah h2. Zat cair pertama setinggi h1 melakukan tekanan sama besar dengan h2. P1 = P2 Dengan menggunaka persamaan diperoleh 𝜌1 . g. h1 = 𝜌2 . g. h2, dari persamman maka massa jenis bisa ditentukan . Harus diperhatikan bahwa kedua zat yair yang dimasukkan dalam pipa U tidak boleh zat cair yang bercampur, misalnya air dan alkohol. kedua zat cair yang dimasukkan harus tidak bercampur agar batasnya jelas. Dengan demikian, tinggi permukaan masing-masing Zat Cair dapat diukur. C. Alat dan Bahan 1. Pipa U 2. Minyak goreng 3. Beaker gelas 4. Mistar dan 5. Corong D. Langkah Percobaan 1. Siapkan alat da bahan 2. Siapkan pipa U, lalu tuangkanlah air secukupnya dan amatilah ketinggian air masing-masing kaki pipa 3. Tuangkanlah minyak goreng secukupnya pada masing-masing kaki pipa, bandingkanlah ketinggian masing-masing zat tersebut
  • 3.
    4. Ukurlah ketinggianminyak goreng, dan ukurlah ketinggian air pada pelurus minyak goreng. 5. Ulangi percobaan tersebut sebanyak 2 kali E. Hasil Pengamatan h1 (cm) h2 (cm) 𝜌1 𝜌2 0,066 cm 0,061 cm 1000 kg/m3 924,242 kg/m3 F. Analisis Data  Menentukan massa jenis air Dik: m gelas beker sebelum diisi air = 100 gr m gelas beker setelah diisi air = 200 gr V air = 10−4 𝑚3 Dit: 𝜌 Jawab: 𝜌 = 𝑚 𝑣 m air sesungguhnya = m gls beker stlh diisi air− m gls beker sblm diisi air m air sesungguhnya = 200 gr − 100 gr = 100 gr = 0,1 kg Jadi, 𝜌 = 𝑚 𝑣 = 0,1 10−4 = 10−1 × 104 = 103 = 1000 𝑘𝑔 𝑚3⁄
  • 4.
     Menentukan massajenis minyak goreng Dik: ℎ 𝑎 = 0,061 m ℎ 𝑚 = 0,066 m 𝜌 = 1000 𝑘𝑔 𝑚3⁄ Dit: 𝜌 𝑚 ? Jawab: 𝜌 𝑎. 𝑔. ℎ1 = 𝜌 𝑚 . 𝑔. ℎ2 1000. 0,061 = 𝜌 𝑚 . 0,066 61 = 0,066 𝜌 𝑚 𝜌 𝑚 = 61 0,066 𝜌 𝑚 = 924 𝑘𝑔 𝑚3⁄  Menentukan P air dan P minyak goreng Dik : g = 9,8 𝑚 𝑠2⁄ 𝜌 𝑎 =1000 𝑘𝑔 𝑚3⁄ 𝜌 𝑚 = 924 𝑘𝑔 𝑚3⁄ ℎ 𝑎 = 0,061 m ℎ 𝑚 = 0,066 m Dit : P air, P minyak? Jawab:  P air = 𝜌 𝑎𝑖𝑟 × 𝑔 × ℎ 𝑎 = 1000× 9,8 × 0,061 = 597,8 atm  P minyak = 𝜌 𝑎𝑖𝑟 × 𝑔 × ℎ 𝑎 = 924 × 9,8 × 0,066 = 597,64 atm
  • 5.
    G. Pembahasan Dari percobaanyang telah dilakukan penentuan massa jenis zat cair hanya menggunakan satu sampel minyak yaitu minyak goreng. Penetuan massa jenis minyak ini menggunakan massa jenis air 1000 kg/m3. Dimana massa jenis tersebut diperoleh dari persamaan 𝜌= 𝑚 𝑣 dengan massa 0,1 kg diperoleh dari baeker gelas yang sudah diisi air yang di timbang menggunakan neraca dikurangi massa beaker gelas yang di timbang menggunakan neraca juga dan volome air 10-4 m3 . Kemudian mengatur kedudukan pipa U agar tidak miring, pipa U di isi dengan air, kemudian minyak dituangkan di salah satu lubang pipa U Dari percobaan yang telah dilakukan dengan massa jenis air 1000 kg/m3, h1 0,066 dan h2 0,061 sehingga menghasilkan massa jenis minyak 924,242. Dengan menggunakan persamaan sebagai berikut = 𝜌1 . g . h1 = 𝜌2 . g. h2 . setelah melakukan percobaan biasa dilihat bahwa massa jenis air dan massa jenis minyak tidak sama, setiap zat memiliki massa jenis yang berbeda. H. Kesimpulan Massa jenis air dan massa jenis minyak tidak sama. I. SARAN Ada baiknya sebelum melakukan praktikum alat percobaan harus lengkap, supaya praktikum berjalan dengan lancar. DOKUMENTASI
  • 6.
  • 7.
    Bredthauer, Wilhem etal. 1993. Impulse Physik Jilid 1. Stuttgard: Ernst Klett Schubuchvelag. Hidayat, Bambang. 1979. Bumi dan Antariksa jili 1 dan 2. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Kondo, 1982. The New Book Of Populer Sience. New York: Groiler Int. Inc Searss, F.W dan M.W. Zeamansky.1985. Fisika untuk Universitas jilid 1. Bandung: Bina Cipta