CREATED BY 12ND GROUP 
SEKOLAH TINGGI SUAKA INSAN 
BANJARMASIN 
2012
Definisi.. 
• Hemofilia merupakan kelainan 
perdarahan keturunan dan 
diturunkan terkait kromosom X 
sehingga hampir semua penderita 
hemophilia adalah laki-laki. 
• Sedangkan perempuan hanya 
membawa karier dan tidak 
menunjukan gejala.
Etiologi.. 
• Penyebab Hemofilia adalah karena 
penderita kekurangan faktor 
pembekuan VIII (Hemofilia A) atau 
faktor IX (Hemofilia B).
Patofisiologi.. 
Ketika mengalami perdarahan  terjadi luka pada 
pembuluh darah (yaitu saluran tempat darah 
mengalir keseluruh tubuh)  lalu darah keluar dari 
pembuluh Pembuluh darah mengerut/ mengecil 
 Keping darah (trombosit) akan menutup luka 
pada pembuluh  Kekurangan jumlah factor 
pembeku darah tertentu (hemophilia)  
mengakibatkan anyaman penutup luka (benang 
fibrin) tidak terbentuk sempurna  darah tidak 
berhenti mengalir keluar dari pembuluh darah  
terjadilah perdarahan
NORMAL HEMOFILIA
Manifestasi klinis.. 
• Perdarahan hebat setelah suatu trauma 
ringan 
• Perdarahan spontan yang berulang-ulang 
pada sendi-sendi. 
• Perdarahan yang luar biasa setelah 
Ekstraksi Gigi. 
• Hematom pada jaringan lunak 
• Hemartrosis dan kontraktur sendi 
• Hematuria 
• Perdarahan serebral
Medical 
management.. 

Pemeriksaan diagnosis 
 Pemeriksaan lab darah 
Hemophilia A 
• Defisiensi factor VIII 
• PTT (Partial Thromboplastin Time) amat 
memanjang 
• PT (Prothrombin Time/ waktu protombin) 
memanjang 
• TGT (Thromboplastin Generation Test) 
• Jumlah trombosit dan waktu perdarahan 
normal
• Hemofilia B : 
• Defisiensi factor IX 
• PTT (Partial Thromboplastin Time) amat 
memanjang 
• PT (Prothrombin Time)/ waktu protombin dan 
waktu perdarahan normal 
• TGT (Thromboplastin Generation Test)
• Hemofilia C 
• Defisiensi factor XI 
• PTT (Partial Thromboplastin Time) amat 
memanjang 
• PT (Prothrombin Time)/ waktu protombin dan 
waktu perdarahan normal 
• TGT (Thromboplastin Generation Test
Terapi 
• Asam aminokaproat 
• Konsentrat faktor VIII dan IX 
• Kompres dingin dapat diberikan pada tempat 
perdarahan bila diperlukan. 
• Bidai dan alat orthopedic lainnya sangat berguna bagi 
pasien yang mengalami perdarahan otot atau sendi. 
• Pemberian obat parenteral diusahakan untuk 
menggunakan jarum ukuran kecil untuk mengurangi 
trauma dan resiko perdarahan. 
• Menghindari penggunaan Aspirin,
Komplikasi.. 
• Komplikasi hemophilia meliputi perdarahan 
dengan menurunnya perfusi, kekakuan sendi 
akibat perdarahan, hematuria spontan dan dan 
perdarahan gastrointestinal.
Pengkajian 
DATA OBJEKTIF 
Kulit : (warna pucat, petekie, memar, perdarahan membran mukosa atau dari luka suntikan 
atau pungsi vena) 
Abdomen (pembesaran hati, limpa) 
tanda-tanda vital (T,P,R,BP). 
Perdarahan internal (abdominal, dada, atau nyeri pinggang, darah dalam urin, 
usus/muntahan). Hematom otot, dan perdarahan dalam rongga sendi. 
Tanda vital dan hasil pengukuran tekanan hemodinamika harus dipantau untuk melihat 
adanya tanda hipovolemia. 
Semua ekstremitas dan tubuh diperiksa dengan teliti kalau ada tanda hematom.
SAMBUNGAN... 
Sendi dikaji akan adanya pembengkakan, keterbatasan gerak dan nyeri. 
Pengukuran kebebasan gerak sendi dilakukan dengan perlahan dan teliti 
untuk menghindari kerusakan lebih lanjut. Apabila terjadi nyeri harus 
segera dihentikan. 
Apabila pasien baru saja menjalani pembedahan, tempat luka operasi 
harus sering diperiksa dengan teliti akan adanya perdarahan. 
Perlu dilakukan pemantauan tanda vital sampai dapat dipastikan bahwa 
tidak ada perdarahan pascaoperatif yang berlebihan.
DATA SUBJEKTIF 
Riwayat kesehatan sekarangkeluhan apa yang sekarang 
dirasakan oleh pasien. 
Riwayat kesehatan dahuluapakah sebelumnya pasien pernah 
menderita penyakit yang sekarang dideritanya atau tidak, atau 
mungkin sebelumnya pernah menderita penyakit yang lain. 
Riwayat kesehatan keluargaapakah ada keluarga pasien yang 
menderita penyakit yang sama seperti yang dialami oleh pasien. 
Pola istirahat dan tidurbagaimana pola istirahat dan tidur 
pasien sebelum dan saat masuk rumah sakit.
Pola nutrisi bagaimana pola asupan nutrisi pasien baik kebutuhan 
makan dan kebutuhan cairan sebelum dan saat masuk rumah sakit. 
Pola eliminasibagaimana pola eliminasi alvi dan eliminasi urine pasien 
yang meliputi bagaimana volumenya, konsistensinya, dan kontinuitas 
eliminasi, baik sebelum dan saat masuk rumah sakit. 
Pola hubungan dan peranbagaimana peran pasien dalam hubungannya 
dengan keluarga dan orang lain baik sebelum dan saat masuk rumah 
sakit.
DIAGNOSA KEPERAWATAN 
1. Nyeri berhubungan dengan perdarahan dalam jaringan dan sendi 
2. . Hambatan mobilitas fisik yang berhubungan dengan penurunan ROM 
akibat perdarahan dan pembengkakan. 
3 Risiko (cedera) haemoraghy berhubungan perdarahan yang sulit 
berhenti 
4. Risiko hipovolemia berhubungan dengan perdarahan
Diagnosa I 
P.O pasien tidak menunjukkan tanda-tanda nyeri yang 
ditandai oleh ekspresi wajah relaks, ekspresi rasa nyaman, 
mampu tertidur, dan tidak ada kebutuhan obat anlgesik. 
Intervensi Rasional 
Tanyakan pada klien tentang nyeri yang 
diderita 
untuk menentukan tindakan yang akan 
dilakukan 
Kaji skala nyeri Untuk mengetahui skala nyeri yang 
dialami pasien 
berikan tindakan penanganan nyeri dengan 
mengalihkan rasa nyeri pasien seperti 
mendengarkan musik atau membacakan 
cerita 
Rasa nyeri pasien akan teralihkan dengan 
mengalihkan konsentrasi pasien terhadap 
hal-hal lain yang lebih menyenangkan
Lakukan masase pada 
daerah sekitar nyeri 
memberikan 
penenangan dengan 
elusan yang tulus 
Rencanakan dan awasi 
penggunaan analgetik 
sebagai tindakan 
kolaborativ 
analgetik untuk 
menurunkan nyeri jika 
tindakan keperawatan 
yang dilakukan tidak 
berhasil
Diagnosa III 
pasien mampu mencapai ROM maksimum pada sendi yang terkena 
ditandai oleh kemampuan melakukan latihan yang diprogramkan. 
INTERVENSI RASIONAL 
• Elevasi dan immobilisasikan 
sendi selama episode perdarahan 
mobilisasi sendi akan 
memperparah perdarahan 
•Latihan pasif sendi dan otot 
setelah episode perdarahan 
berakhir 
untuk mencegah imobilitas
•Konsultasikan dengan 
ahli terapi fisik untuk 
program latihan 
untuk 
memprogramkan 
latihan secara terarah 
•Konsultasikan dengan 
perawat kesehatan 
masyarakat dan terapi 
fisik untuk supervisi ke 
rumah 
merencanakan 
program latihan fisik di 
rumah saat pasien 
pulang ke rumah
Diagnosa IV 
P.O Perdarahan berhenti yang ditandai dengan tidak terlihat perdarahan, 
lingkar area perdarahan tidak bertambah, tanda-tanda vital sesuai usia, kadar 
faktor VII, IX, XI, XII meningkat, dan penurunan waktu tromboplastin parsial 
INTERVENSI RASIONAL 
•Beri tekanan langsung pada tempat 
perdarahan (mis. abrasi atau laserasi 
sekurang-kurangnya 15 menit 
•Tekanan langsung pada tempat 
perdarahan dapat meningkatkan 
pembentukan bekuan 
•Pertahankan agar area terjadinya 
perdarahan tidak bergerak (imobilisasi) 
•Imobilisasi mengurangi aliran darah 
ke area perdarahan dan mencegah 
bekuan keluar 
•Tingikan area perdarahan diatas tinggi 
jantung, selama 12-24 jam 
•Meninggikan area perdarahan 
mengurangi aliran darah ke tempat 
perdarahan dan meningkatkan 
pembentukan bekuan
•Kompres area yang terkena dengan es •Es mempercepat vasokontrisi 
•Pantau tanda vital pasien, perhatikan 
setiap tanda bradikardi, takikardi, 
penurunan tekanan darah, peningkatan 
suhu. Laporkan setiap tanda ini dengan 
segera ke dokter 
•Tanda ini mengindikasikan komplikasi 
yang potensial, termasuk hipovolemia 
sekunder akibat perdarahan dan beban 
sirkulasi yang berlebihan 
•Ukur lingkar area perdarahan, beri 
tanda pada kulit untuk memastikan 
pengukuran yang konsisten. Ukur 
kembali area tersebut setiap 8 jam, 
menggunakan alat ukur yang sama 
•Setiap penambahan panjang keliling 
lingkaranmengindikasikan perdarahan 
berlanjut sehingga tempat perdarahan 
harus diimmobilisasi dan kompres es 
perlu dilakukan. Menandai kulit dan 
alat pengukur yang sama setiap kali 
pengukuran memastikan konsistensi
Sambungan… 
Pantau faktor VII, IX, XI, XII anak 
dan kadar PTT sekurang-kurangnya 
satu kali sehari. 
Laporkan setiap kelainan pada 
dokter 
Pemantauan nilai-nilai laboratorium ini, 
membantu menentukan status 
pembekuan darah pasien dan kebutuhan 
intervensi lebih lanjut 
Beri asam aminokaproat sesuai 
program jika anak direncanakan 
untuk pembedahan 
Obat ini (tidak digunakan secara rutin) 
menghambat destruksi bekuan 
Beri obat lain, misalnya, 
kortikosteroid dan asetat 
desmopresin (DDAVP), sesuai 
program sebagai tindakan 
Kortikosteroid mengurangi peradangan; 
asetat desmopresin menstimulasi 
aktivitas faktor VIII pada kasus 
hemofilia A ringan
Diagnosa V 
P.O episode hypovolemia teratasi/diminimalisasi dan tidak ada tanda-tanda 
hypovolemia. 
INTERVENSI RASIONAL 
Pantau area bedah untuk melihat 
adanya perdarahan,dehisensi dan 
efiserasi. 
Langkah pemantauan yang cermat 
memungkinkan upaya deteksi dini 
terhadap komplikasi 
Ajarakan klien untuk menahan luka 
bedah dengan bantal ketika 
batuk,bersin,atau muntah 
upaya ini mengurangi tekanan pada 
garis jahitan dengan menyamakan 
tekanan disepanjang luka
•Pantau gejala dan syok : 
-Nadi meningkat,tekanan darah normal 
atau sedikit menurun,penyempitan 
tekanan nadi, pernafasan menurun, curah 
jantung turun,tekanan vena central 
turun,tekanan atrium kanan menurun 
•Respon kompensasi terhadap penurunan 
volume sirkulasi bertujuan unuk 
meningkatkan pemberian oksigen melalui 
peningkatan frekuensi jantung dan pernapasan 
serta penurunan sirkulasi perifer (yang 
dimanifestasikan dengan penurunan nadi 
perifer dan kulit yang dingin, pucat, 
lembab/sianosis). 
-Haluaran urin <20 ml/jam •penurunan sirkulasi darah ke ginjal 
-Gelisah,agitasi,aktivitas mental menurun •penurunan oksigen menuju otak 
-Penurunan saturasi oksigenasi(SaO2 dan 
SvO2) hemoglobin/hematokrit turun 
•terjadi apabila perdarahan hebat
Jika terjadi 
syok,tempatkan pasien 
pada posisi syok 
Rasional 
: meningkatkan aliran 
darah balik (preload) ke 
jantung 
Batasi gerak dan 
aktivitas klien 
Beri 
penenangan,penjelasan 
sederhana dan 
dukungan emosional 
untuk membantu 
mengurangi ansietas. 
ansietas yang tinggi 
akan meningkatkan 
kebutuhan oksigen 
untuk metabolisme.
DESSY RATNA SARI 
EKO AGUS SETYONO 
MARIA KARTINI D R 
ENDD,,,,, 
INDA KOTI

Hemofilia slide

  • 1.
    CREATED BY 12NDGROUP SEKOLAH TINGGI SUAKA INSAN BANJARMASIN 2012
  • 3.
    Definisi.. • Hemofiliamerupakan kelainan perdarahan keturunan dan diturunkan terkait kromosom X sehingga hampir semua penderita hemophilia adalah laki-laki. • Sedangkan perempuan hanya membawa karier dan tidak menunjukan gejala.
  • 5.
    Etiologi.. • PenyebabHemofilia adalah karena penderita kekurangan faktor pembekuan VIII (Hemofilia A) atau faktor IX (Hemofilia B).
  • 6.
    Patofisiologi.. Ketika mengalamiperdarahan  terjadi luka pada pembuluh darah (yaitu saluran tempat darah mengalir keseluruh tubuh)  lalu darah keluar dari pembuluh Pembuluh darah mengerut/ mengecil  Keping darah (trombosit) akan menutup luka pada pembuluh  Kekurangan jumlah factor pembeku darah tertentu (hemophilia)  mengakibatkan anyaman penutup luka (benang fibrin) tidak terbentuk sempurna  darah tidak berhenti mengalir keluar dari pembuluh darah  terjadilah perdarahan
  • 7.
  • 8.
    Manifestasi klinis.. •Perdarahan hebat setelah suatu trauma ringan • Perdarahan spontan yang berulang-ulang pada sendi-sendi. • Perdarahan yang luar biasa setelah Ekstraksi Gigi. • Hematom pada jaringan lunak • Hemartrosis dan kontraktur sendi • Hematuria • Perdarahan serebral
  • 9.
  • 10.
    Pemeriksaan diagnosis Pemeriksaan lab darah Hemophilia A • Defisiensi factor VIII • PTT (Partial Thromboplastin Time) amat memanjang • PT (Prothrombin Time/ waktu protombin) memanjang • TGT (Thromboplastin Generation Test) • Jumlah trombosit dan waktu perdarahan normal
  • 11.
    • Hemofilia B: • Defisiensi factor IX • PTT (Partial Thromboplastin Time) amat memanjang • PT (Prothrombin Time)/ waktu protombin dan waktu perdarahan normal • TGT (Thromboplastin Generation Test)
  • 12.
    • Hemofilia C • Defisiensi factor XI • PTT (Partial Thromboplastin Time) amat memanjang • PT (Prothrombin Time)/ waktu protombin dan waktu perdarahan normal • TGT (Thromboplastin Generation Test
  • 13.
    Terapi • Asamaminokaproat • Konsentrat faktor VIII dan IX • Kompres dingin dapat diberikan pada tempat perdarahan bila diperlukan. • Bidai dan alat orthopedic lainnya sangat berguna bagi pasien yang mengalami perdarahan otot atau sendi. • Pemberian obat parenteral diusahakan untuk menggunakan jarum ukuran kecil untuk mengurangi trauma dan resiko perdarahan. • Menghindari penggunaan Aspirin,
  • 14.
    Komplikasi.. • Komplikasihemophilia meliputi perdarahan dengan menurunnya perfusi, kekakuan sendi akibat perdarahan, hematuria spontan dan dan perdarahan gastrointestinal.
  • 15.
    Pengkajian DATA OBJEKTIF Kulit : (warna pucat, petekie, memar, perdarahan membran mukosa atau dari luka suntikan atau pungsi vena) Abdomen (pembesaran hati, limpa) tanda-tanda vital (T,P,R,BP). Perdarahan internal (abdominal, dada, atau nyeri pinggang, darah dalam urin, usus/muntahan). Hematom otot, dan perdarahan dalam rongga sendi. Tanda vital dan hasil pengukuran tekanan hemodinamika harus dipantau untuk melihat adanya tanda hipovolemia. Semua ekstremitas dan tubuh diperiksa dengan teliti kalau ada tanda hematom.
  • 16.
    SAMBUNGAN... Sendi dikajiakan adanya pembengkakan, keterbatasan gerak dan nyeri. Pengukuran kebebasan gerak sendi dilakukan dengan perlahan dan teliti untuk menghindari kerusakan lebih lanjut. Apabila terjadi nyeri harus segera dihentikan. Apabila pasien baru saja menjalani pembedahan, tempat luka operasi harus sering diperiksa dengan teliti akan adanya perdarahan. Perlu dilakukan pemantauan tanda vital sampai dapat dipastikan bahwa tidak ada perdarahan pascaoperatif yang berlebihan.
  • 17.
    DATA SUBJEKTIF Riwayatkesehatan sekarangkeluhan apa yang sekarang dirasakan oleh pasien. Riwayat kesehatan dahuluapakah sebelumnya pasien pernah menderita penyakit yang sekarang dideritanya atau tidak, atau mungkin sebelumnya pernah menderita penyakit yang lain. Riwayat kesehatan keluargaapakah ada keluarga pasien yang menderita penyakit yang sama seperti yang dialami oleh pasien. Pola istirahat dan tidurbagaimana pola istirahat dan tidur pasien sebelum dan saat masuk rumah sakit.
  • 18.
    Pola nutrisi bagaimanapola asupan nutrisi pasien baik kebutuhan makan dan kebutuhan cairan sebelum dan saat masuk rumah sakit. Pola eliminasibagaimana pola eliminasi alvi dan eliminasi urine pasien yang meliputi bagaimana volumenya, konsistensinya, dan kontinuitas eliminasi, baik sebelum dan saat masuk rumah sakit. Pola hubungan dan peranbagaimana peran pasien dalam hubungannya dengan keluarga dan orang lain baik sebelum dan saat masuk rumah sakit.
  • 19.
    DIAGNOSA KEPERAWATAN 1.Nyeri berhubungan dengan perdarahan dalam jaringan dan sendi 2. . Hambatan mobilitas fisik yang berhubungan dengan penurunan ROM akibat perdarahan dan pembengkakan. 3 Risiko (cedera) haemoraghy berhubungan perdarahan yang sulit berhenti 4. Risiko hipovolemia berhubungan dengan perdarahan
  • 20.
    Diagnosa I P.Opasien tidak menunjukkan tanda-tanda nyeri yang ditandai oleh ekspresi wajah relaks, ekspresi rasa nyaman, mampu tertidur, dan tidak ada kebutuhan obat anlgesik. Intervensi Rasional Tanyakan pada klien tentang nyeri yang diderita untuk menentukan tindakan yang akan dilakukan Kaji skala nyeri Untuk mengetahui skala nyeri yang dialami pasien berikan tindakan penanganan nyeri dengan mengalihkan rasa nyeri pasien seperti mendengarkan musik atau membacakan cerita Rasa nyeri pasien akan teralihkan dengan mengalihkan konsentrasi pasien terhadap hal-hal lain yang lebih menyenangkan
  • 21.
    Lakukan masase pada daerah sekitar nyeri memberikan penenangan dengan elusan yang tulus Rencanakan dan awasi penggunaan analgetik sebagai tindakan kolaborativ analgetik untuk menurunkan nyeri jika tindakan keperawatan yang dilakukan tidak berhasil
  • 22.
    Diagnosa III pasienmampu mencapai ROM maksimum pada sendi yang terkena ditandai oleh kemampuan melakukan latihan yang diprogramkan. INTERVENSI RASIONAL • Elevasi dan immobilisasikan sendi selama episode perdarahan mobilisasi sendi akan memperparah perdarahan •Latihan pasif sendi dan otot setelah episode perdarahan berakhir untuk mencegah imobilitas
  • 23.
    •Konsultasikan dengan ahliterapi fisik untuk program latihan untuk memprogramkan latihan secara terarah •Konsultasikan dengan perawat kesehatan masyarakat dan terapi fisik untuk supervisi ke rumah merencanakan program latihan fisik di rumah saat pasien pulang ke rumah
  • 24.
    Diagnosa IV P.OPerdarahan berhenti yang ditandai dengan tidak terlihat perdarahan, lingkar area perdarahan tidak bertambah, tanda-tanda vital sesuai usia, kadar faktor VII, IX, XI, XII meningkat, dan penurunan waktu tromboplastin parsial INTERVENSI RASIONAL •Beri tekanan langsung pada tempat perdarahan (mis. abrasi atau laserasi sekurang-kurangnya 15 menit •Tekanan langsung pada tempat perdarahan dapat meningkatkan pembentukan bekuan •Pertahankan agar area terjadinya perdarahan tidak bergerak (imobilisasi) •Imobilisasi mengurangi aliran darah ke area perdarahan dan mencegah bekuan keluar •Tingikan area perdarahan diatas tinggi jantung, selama 12-24 jam •Meninggikan area perdarahan mengurangi aliran darah ke tempat perdarahan dan meningkatkan pembentukan bekuan
  • 25.
    •Kompres area yangterkena dengan es •Es mempercepat vasokontrisi •Pantau tanda vital pasien, perhatikan setiap tanda bradikardi, takikardi, penurunan tekanan darah, peningkatan suhu. Laporkan setiap tanda ini dengan segera ke dokter •Tanda ini mengindikasikan komplikasi yang potensial, termasuk hipovolemia sekunder akibat perdarahan dan beban sirkulasi yang berlebihan •Ukur lingkar area perdarahan, beri tanda pada kulit untuk memastikan pengukuran yang konsisten. Ukur kembali area tersebut setiap 8 jam, menggunakan alat ukur yang sama •Setiap penambahan panjang keliling lingkaranmengindikasikan perdarahan berlanjut sehingga tempat perdarahan harus diimmobilisasi dan kompres es perlu dilakukan. Menandai kulit dan alat pengukur yang sama setiap kali pengukuran memastikan konsistensi
  • 26.
    Sambungan… Pantau faktorVII, IX, XI, XII anak dan kadar PTT sekurang-kurangnya satu kali sehari. Laporkan setiap kelainan pada dokter Pemantauan nilai-nilai laboratorium ini, membantu menentukan status pembekuan darah pasien dan kebutuhan intervensi lebih lanjut Beri asam aminokaproat sesuai program jika anak direncanakan untuk pembedahan Obat ini (tidak digunakan secara rutin) menghambat destruksi bekuan Beri obat lain, misalnya, kortikosteroid dan asetat desmopresin (DDAVP), sesuai program sebagai tindakan Kortikosteroid mengurangi peradangan; asetat desmopresin menstimulasi aktivitas faktor VIII pada kasus hemofilia A ringan
  • 27.
    Diagnosa V P.Oepisode hypovolemia teratasi/diminimalisasi dan tidak ada tanda-tanda hypovolemia. INTERVENSI RASIONAL Pantau area bedah untuk melihat adanya perdarahan,dehisensi dan efiserasi. Langkah pemantauan yang cermat memungkinkan upaya deteksi dini terhadap komplikasi Ajarakan klien untuk menahan luka bedah dengan bantal ketika batuk,bersin,atau muntah upaya ini mengurangi tekanan pada garis jahitan dengan menyamakan tekanan disepanjang luka
  • 28.
    •Pantau gejala dansyok : -Nadi meningkat,tekanan darah normal atau sedikit menurun,penyempitan tekanan nadi, pernafasan menurun, curah jantung turun,tekanan vena central turun,tekanan atrium kanan menurun •Respon kompensasi terhadap penurunan volume sirkulasi bertujuan unuk meningkatkan pemberian oksigen melalui peningkatan frekuensi jantung dan pernapasan serta penurunan sirkulasi perifer (yang dimanifestasikan dengan penurunan nadi perifer dan kulit yang dingin, pucat, lembab/sianosis). -Haluaran urin <20 ml/jam •penurunan sirkulasi darah ke ginjal -Gelisah,agitasi,aktivitas mental menurun •penurunan oksigen menuju otak -Penurunan saturasi oksigenasi(SaO2 dan SvO2) hemoglobin/hematokrit turun •terjadi apabila perdarahan hebat
  • 29.
    Jika terjadi syok,tempatkanpasien pada posisi syok Rasional : meningkatkan aliran darah balik (preload) ke jantung Batasi gerak dan aktivitas klien Beri penenangan,penjelasan sederhana dan dukungan emosional untuk membantu mengurangi ansietas. ansietas yang tinggi akan meningkatkan kebutuhan oksigen untuk metabolisme.
  • 30.
    DESSY RATNA SARI EKO AGUS SETYONO MARIA KARTINI D R ENDD,,,,, INDA KOTI