FLUIDA
Keadaan Materi Bentuk tetap,  ukuran tetap Bentuk tak tetap,  ukuran tetap Bentuk tak tetap,  ukuran tak tetap Terdiri atas ion-ion Hidrostatika Hidrodinamika Plasma Padat Cair Gas Molekul-molekulnya tersusun secara random dan  saling berinteraksi dengan gaya kohesi yang sangat lemah   Tekanan Kerapatan Kedalaman Tekanan Kerapatan Kecepatan Dalam keadaan diam Dalam keadaan begerak Hukum Pascal Hukum Bernoulli
Zat yang tersebar di alam dibedakan dalam tiga keadaan (fase), yaitu fase padat, cair dan gas. Beberapa perbedaan di antara ketiganya adalah:  1) Fase padat, zat mempertahankan suatu bentuk dan ukuran yang  tetap, meskipun suatu gaya yang besar dikerjakan pada benda  tersebut.  2) Fase cair,zat tidak mempertahankan bentuk yang tetap melainkan mengikuti bentuk wadahnya. Tetapi seperti halnya fase padat,  pada fase cair, zat tidak mudah dimampatkan, dan volumenya  dapat diubah hanya jika dikerjakan gaya yang sangat besar.  3) Fase gas, zat tidak mempunyai bentuk tetap, tetapi akan  berkembang mengisi seluruh wadah.
Karena fase cair dan gas memiliki karakter tidak mempertahankan suatu bentuk yang tetap, maka keduanya mempunyai kemampuan untuk mengalir; dengan demikian keduanya disebut  fluida .
Fluida adalah zat alir, yaitu zat yang dalam keadaan biasa dapat mengalir. Salah satu ciri fluida adalah kenyataan bahwa jarak antar molekulnya tidak tetap, bergantung pada waktu. Ini disebabkan oleh lemahnya ikatan antara molekul (gaya kohesi).
Gaya kohesi antar molekul gas sangat kecil jika dibandingkan gaya kohesi antar molekul zat cair.  Keadaan ini menyebabkan molekul-molekul gas menjadi relatif bebas sehingga gas selalu memenuhi ruang.
Sebaliknya molekul-molekul zat cair terikat satu sama lainnya sehingga membentuk suatu kesatuan yang jelas, meskipun bentuknya sebagian ditentukan oleh wadahnya.
Akibat lainnya adalah kemampuannya untuk dimampatkan.  Gas bersifat mudah dimampatkan sedangkan zat cair sulit. Gas jika dimampatkan dengan tekanan yang cukup besar akan berubah menjadi zat cair.  Mekanika gas dan zat cair yang bergerak mempunyai perbedaan dalam beberapa hal, tetapi dalam keadaan diam keduanya mempunyai perilaku yang sama dan ini dipelajari dalam statika fluida.
FLUIDA = zat alir Zat cair GAS 1. Molekul terikat   secara longgar tapi berdekatan 2.Tekanan yang terjadi karena gaya gravitasi 3.Tekanan terjadi tegak lurus  bidang 1. Molekul bergerak bebas dan  saling bertumbukan 2. Tekanan akibat tumbukan  antar molekul 3. Tekanan terjadi tidak tegak lurus bidang SECARA GARIS BESAR PERBEDAAN SIFAT-SIFAT ZAT CAIR DAN GAS
TEKANAN Adalah Gaya Normal Persatuan Luas permukaan. F : Gaya yg bekerja, A: Luas permukaan dimana gaya bekerja. Satuan SI:
TEKANAN Tekanan pada sebuah titik : Satuan tekanan (dalam SI) : pascal (Pa) Gaya tegak lurus bidang Luas permukaan bidang
 
 
VARIASI TEKANAN  TERHADAP KEDALAMAN h mg PA P o A Luas  A
BERBAGAI SATUAN TEKANAN
STATIKA FLUIDA Kerapatan dan Berat Jenis Kerapatan (densitas) suatu benda,  ,  didefinisikan sebagai massa per satuan volume: ρ   =  m/V  ………………  (1) dengan :  m adalah massa benda dan V adalah volume benda. Dengan demikian, Satuan Internasional untuk kerapatan adalah kg/m 3 , dan dalam cgs adalah g/cm 3 Selain kerapatan, besaran lain yang sering digunakan dalam menangani persoalan fluida adalah berat jenis.  Berat jenis suatu benda didefinisikan sebagai perbandingan kerapatan benda tersebut terhadap kerapatan air pada suhu 4  o C.  Dengan demikian berat jenis merupakan besaran murni tanpa dimensi maupun satuan.
Tekanan Fluida Gaya merupakan unsur utama dalam kajian mekanika benda. Dalam mekanika fluida, unsur yang paling utama tersebut adalah tekanan. Tekanan adalah gaya yang dialami oleh suatu titk pada suatu permukaan fluida persatuan luas dalam arah tegak lurus permukaan tersebut.  Secara matematis, tekanan  P  didefinisikan melalui hubungan P =  dF/dA  ………..  (2) dimana  dF  adalah gaya yang dialami oleh elemen luas  dA  dari permukaan fluida.  Satuan tekanan adalah N/m 2  atau pascal (Pa).
Hubungan Tekanan dengan Kedalaman Dengan menggunakan hukum newton, kita dapat menurunkan persamaan yang menghubungkan tekanan dengan kedalaman fluida: p = p o  +   ρ   gh,………….  (3) p o  adalah tekanan di permukaan. h
Dengan memahami bahwa tekanan pada kedalaman  h  disebabkan oleh tekanan udara luar dan juga oleh gaya (berat) cairan yang berada di atasnya.  Persamaan (3) menyatakan hubungan antara tekanan  p  dan kedalaman  h .  Hubungan ini juga menyatakan bahwa tempat-tempat yang mempunyai posisi vertikal sama akan mempunyai tekanan yang sama.
Berdasarkan Persamaan, gaya apung yang dialami kubus sama dengan banyaknya fluida yang dipindahkan. Pernyataan ini dikenal sebagai hukum Archimedes.
Selengkapnya hukum archimedes mengatakan bahwa,  "Setiap benda yang berada dalam suatu fluida, maka benda itu akan mengalami gaya keatas, yang disebut gaya apung,sebesar berat air yang dipindahkannya".
Bila gaya Archimedes, F a  sama dengan gaya berat W, F a  = W, maka resultan gaya = 0 dan benda melayang . Bila gaya Archimedes, F a >W maka benda akan terdorong keatas hingga mengapung di permukaan. Bila gaya Archimedes, F a <W maka benda akan terdorong kebawah dan tenggelam sampai ke dasar fluida.
Hukum Archimedes “  Setiap benda yang terendam seluruhnya atau sebagian di dalam fluida mendapat gaya apung berarah ke atas , yang besarnya adalah sama dengan berat fluida yang dipindahkan oleh benda ini “ F a  = W – W’ F a  = m f  . g  <==>  F a  =  ρ f  g V f Dimana : W = berat benda di udara (kg) W’ = berat benda dalam zat cair(kg) F a   = gaya apung (N) m f  = massa fluida (kg) ρ f  = massa jenis fluida (kg/m 3 )  g = percepatan gravitasi (m/s 2 )  V f  = Volume benda yang tercelup dalam zat cair (m 3)
Gaya Apung dan Hukum Archimedes Berat benda yang tenggelam di dalam fluida terasa lebih ringan daripada saat benda tersebut berada di luar fluida. Hal ini terjadi karena ada gaya apung ke atas yang dikerjakan oleh fluida. Gaya apung terjadi karena tekanan dalam sebuah fluida naik sebanding dengan kedalaman.  Dengan demikian, tekanan ke atas pada permukaan bawah benda yang tenggelam lebih besar daripada tekanan ke bawah pada permukaan atas benda. Sehingga ada tekanan netto ke arah atas; tekanan inilah yang menjadi indikator keberadaan gaya apung.
Sebuah balok melayang pada suatu tabung yang berisi fluida tertentu, seperti ditunjukan pada Gambar  Gaya apung didefinisikan sebagai selisih antara gaya ke atas yang dilakukan oleh fluida di bagian bawah benda dengan gaya ke bawah yang dilakukan oleh fluida di bagian atas benda. Berdasarkan perumusan tersebut, bahwa besarnya gaya apung adalah  …………….  (5)
Hukum Archimedes Benda yang tercelup ke dalam fluida akan mengalami gaya ke atas sebesar berat fluida yang dipindahkan oleh benda itu F A  =  ρ f  . g. V f F A  = gaya ke atas oleh fluida ρ f   = massa jenis fluida  V f   = volume fluida yang dipindahkan (= volume benda  yang tercelup/ berada di dalam fluida) g  = percepatan gravitasi bumi
Tegangan Permukaan  a.Bentuk permukaan zat cair : Adanya gaya tarik menarik antar partikel yang sama (gaya kohesi) di permukaan zat cair akan menimbulkan tegangan permukaan ,yang menyebabkan permukaan zat cair selalu cenderung memperkecil diri “  Untuk zat cair dalam suatu wadah , luas permukaan terkecilnya adalah permukaan datar. Ini sebabnya permukaan zat cair dalam suatu wadah selalu datar, kecuali di daerah dekat dinding wadah” “ Untuk zat cair dalam bentuk tetesan ,luas permukaan terkecilnya berbentuk bola. Inilah sebabnya tetesan cairan berbentuk butiran” b. Rumus
c. Larutan Detergent larutan yang mempunyai tegangan permukaan besar mampu mengangkat partikel kotoran  d. Sudut Kontak  e.Kapilaritas f.Besarnya kenaikan atau penurunan zat cair di dalam kapiler
TEKANAN KARENA GAYA BERAT FLUIDA ATAU V = hA ATAU
HUKUM-HUKUM HIDROSTATIKA Hukum Pascal Hukum Pascal mengatakan bahwa,  &quot;tekanan pada suatu titik akan diteruskan kesemua titik lain secara sama&quot;.  Artinya, bila tekanan pada suatu titik dalam zat cair ditambah dengan suatu harga, maka tekanan semua titik di tempat lain pada zat cair yang sama akan bertambah dengan harga yang sama pula.
F  in F  out A  out A  in HUKUM PASCAL Dengan hukum ini, sebuah gaya yang kecil dapat digunakan untuk menghasilkan gaya yang besar dengan membuat luas penampang keluaran lebih besar daripada luas penampang masukan. Hal ini terjadi karena tekanan pada masukan dan keluaran akan sama pada ketinggian yang sama. Dengan demikian, akan diperoleh: p  in  = p out
Tekanan Pada Tubuh Sistem Peredaran Darah Tekanan Pada Kantung Kemih Tekanan Cerebrospinal Tekanan Pada Mata Tekanan Pada Kerangka
 
Beberapa penerapan : Dibidang Penerbangan: dipelajari perilaku udara sebagai zat alir. Dibidang Kesehatan: dipelajari sistem  peredaran   darah   dan  injeksi   cairan   ke dalam tubuh
Sistem Peredaran Darah
 
ALIRAN ZAT CAIR MELALUI PEMBULUH DARAH Hukum Poiseuille : Cairan yang mengalir melalui suatu pipa kecepatannya berbanding lurus  dengan penurunan tekanan dan pangkat empat jari-jari Untuk menjelaskan mengapa penderita usia lanjut mengalami pingsan Mengapa daerah ujung suhunya dingin. F A P 1 P 2
Hasil Rumus Poiseuille Pertukaran O 2  dan CO 2 Aorta Kapiler Vena cava Kecepatan 30 cm/s 1 mm/sec 5 cm/s 3 cm 2 Luas 600 cm 2 18 cm 2
Tahanan terhadap debit zat cair Efek panjang Pembuluh Terhadap debit Makin panjang pembuluh, diameter sama, zat cair akan mendapat tahanan semakin besar, maka debit zat cair akan lebih besar pada pembuluh yang pendek. Panjang = 3 Panjang = 2 Panjang = 1 1 ml/min 2 ml/min 3 ml/min
Efek diameter pembuluh Kecepatan aliran zat cair makin cepat pada diameter yang pembuluhnya makin besar d = 1 1 ml/min d = 2 16 ml/min d = 3 256 ml/min
Efek kekentalan Semakin kental zat cair semakin besar tahanan terhadap dinding pembuluh, sehingga dapat ditentukan konsentrasi sel darah merahnya. Pada darah normal kekentalan  3,5 kekentalan air. Kekentalan 1 ½ kali diatas  normal kekentalan 2 kali air. Kekentalan 70 kali di atas  normal kekentalan 20 kali air Note : air 1 cm plasma 1,5  cm darah 3,5  cm
Efek tekanan terhadap debit Aliran air mengalir dari tekanan tinggi ke rendah. Aliran air sebanding terhadap perbedaan tekanan 1 ml/min 2 ml/min 3 ml/min
Hk Poiseuille, Aliran Laminar dan Turbulen Debit (flow rate): volume aliran persatuan waktu Q = V / t Q = (P1 - P2)/R  Untuk fluida yang Laminer
Aliran Laminar Untuk fluida yang mengalir laminar berlaku persamaan
HUKUM BERNAULLI Jika Kecepatan Fluida tinggi, maka tekanan akan rendah dan jika kecepatan Fluida rendah maka tekanan akan tinggi.
Beberapa Aplikasi Hukum BERNAULLI
BUNYI JANTUNG Stetoskop    vibrasi jantung dan pembuluh darah besar Karena aliran laminer dan turbulensi. Hubungan EKG, bunyi jantung, ventrikel kiri dan tekanan aorta Tekanan aorta Tekanan ventrikel Suara jantung EKG Time Tekanan
Tekanan Darah Jumlah darah orang dewasa 4,5 liter Dlm 1 kali kontraksi jantung terpompa 80 ml darah permenit beredar satu siklus dalam tubuh. Dalam sirkulasi darah 80 % sirkulasi sistemik 20 % sirkulasi paru-paru 20 % di arteri 10 % di kapiler 70 % di vena 7 % di kapiler paru-paru 93 % di arteri dan vena paru-paru
TEKANAN DARAH SISTEMIK TEKANAN ARTERI PARU-PARU 30 20 10 Sistolik Diastolik Tek rata-rata t P Tekanan rata-rata Menentukan banyaknya darah yang mengalir tiap satuan waktu 120 95 80 Sistolik Diastolik Tek rata-rata t P
Alat Ukur Tekanan Zat Cair Tonometer Untuk mengukur tekanan intra okuler   penderita glaukoma Harga normal tekanan intraokuler 12 – 23 mm Hg Sistometer Untuk mengukur tekanan kandung kencing. Terdiri dari pipa kapiler yg mengandung skala cm H 2 O, terhubung ke jarum melalui pipa karet. Perbandingan : Orang dewasa 30 cm H 2 O pada penedrita prostat hipertropi mencapai 100 cm H 2 O baru terjadi pengeluaran kencing.
MEKANISME PARU-PARU Terdapat pleura viseralis yang menjadi satu dgn jaringan Paru-paru, diluarnya terdapat pleura parietalis. Ruang  pleura viseralis dan pleura parietalis adl ruang intrapleural pleura viseralis pleura parietalis ruang intrapleural
pleura viseralis pleura parietalis ruang intrapleural Jika Piston ditarik maka volume di ruang intrapleural meningkat sedang Mengalami penurunan tekanan.  Pada penyakir fibrosis paru-paru ( pembentukan jaringan pada paru-paru ) Piston ditarik pernya lemah sehingga perubahan tekanan kecil    kompliansi Orang dewasa 0,18 – 0,27 liter/cm H 2 O
Komponen udara Inspirasi ; 80 % N 2 , 19 % O 2  dan 0,04 % CO 2   Ekspirasi ; 80 % N 2 , 16 % O 2  dan 4 % CO 2   Udara yang dihirup sebanyak 10 kg, absorbsi udara lewat paru-paru 0,5 kg
Sistem Pernafasan Mekanisme Pernafasan Interaksi   Pernafasan   dengan   sirkulasi
Satuan kekentalan (viskositas) Gesekan di bagian dalam suatu fluida Hukum Poisseuile
Satuan kekentalan SI adalah Poiseuille disingkat PI 1 PI = 10 poise =  = Pa.s 1 poise (P) =  =  Viskositas air = 10 -3  Pas (20 o C) Viskositas darah = 3-4 x 10 -3  Pas tergantung sel darah merah (Hematokrit)
Laju endap dan gaya Buoyansi(apung) (1) Misal kerikil dengan massa yang sama Massa jenis air berbeda dengan minyak Gerak jatuh dipengaruhi oleh gaya gravitasi tabung kerikil kerikil air minyak
Laju endap dan gaya Buoyansi (apung) (2) Gaya jatuh = G = ρ  =  massa jenis benda  g = gravitasi r = jari-jari  Benda yang jatuh dalam zat cair mendapat gaya ke atas  (Buoyant force) sebesar  G  ke atas  = ρ 0  =  massa jenis zat cair
Laju endap dan gaya Buoyansi (apung) (3) Dari penelitian Stokes (1845) sebuah objek dengan jari-jari r akan mendapat gaya hambatan sebesar,  G  hambat  = 6  π r η v  V = kecepatan r  = jari-jari η  = viskositas dalam poise Gaya hambatan (retarding force) sama dengan selisih gaya gravitasi dan gaya ke atas 6  π r η v =  -  ………… (1)
Laju endap dan gaya Buoyansi (apung) (4) Aplikasi dalam aliran darah  Dari persamaan … (1) diturunkan menjadi r = jari-jari sel darah merah  v = kecepatan endap atau sedimentasi ρ   = massa jenis sel darah  ρ 0   = massa jenis plasma g  = gravitasi η   = viskositas (koefisien gesekan dalam)
Laju endap dan gaya Buoyansi (apung) (4) Beberapa penyakit dapat ditentukan dengan penentuan kecepatan sedimentasi : Rheumatic Rheumatic fever Rheumatic heart disease Sel darah merah cenderung bergerombol bersama-sama dan jari-jari efektif meningkat shg waktu pengetesan kecepatan sedimentasi tampak meningkat
Laju endap dan gaya Buoyansi (apung) (4) Pada penderita hemolytic jaundice dan sickle anemia, eritrosit berubah menjadi ceper (shape) dan pecah ,shg radius sel berkurang    kecepatan sedimentasi menurun dari normal Cara penentuannya di Klinik, RS (metode : Westergren) BBS = Bloed Bezinking Snellheid BSR = Basal Sedimentasi Rate  LED = Laju Endap Darah KPD = Kecepatan mengendap darah Normal : laki-laki 2-7 mm/0,5 jam wanita 3-10 mm/0,5 jam
Keadaan Materi Bentuk tetap,  ukuran tetap Bentuk tak tetap,  ukuran tetap Bentuk tak tetap,  ukuran tak tetap Terdiri atas ion-ion Hidrostatika Hidrodinamika Plasma Padat Cair Gas Molekul-molekulnya tersusun secara random dan  saling berinteraksi dengan gaya kohesi yang sangat lemah   Tekanan Kerapatan Kedalaman Tekanan Kerapatan Kecepatan Dalam keadaan diam Dalam keadaan begerak Hukum Pascal Hukum Bernoulli
Pembagian Fluida : Fluida tidak mengalir (Hidrostatika) Fluida mengalir (Hidrodinamika) Yang termasuk ke dalam fluida adalah : Zat cair dan Gas Hidrostatika : Konsep tekanan : Definisi tekanan  “ Gaya yang bekerja tegak lurus pada suatu bidang persatuan luas bidang tersebut” F  P =  _____ A P = tekanan (N.m 2 ) = Pa F = Gaya (N) A = Luas penampang (m 2 ) FLUIDA
TEKANAN Apakah gaya pada seluruh permukaan sama ? Tekanan pada sebuah titik : Satuan tekanan (dalam SI) : pascal (Pa) Gaya tegak lurus bidang Luas permukaan bidang
TEKANAN KARENA GAYA BERAT FLUIDA ATAU V = hA ATAU
HIDROSTATIKA Tekanan hidrostatika :  Definisi :  “ Tekanan zat cair yang disebabkan oleh beratnya (gravitasi  menyebabkan zat cair tertarik ke bawah)” Zat cair dianggap terdiri dari beberapa lapis yang paling bawah mempunyai tekanan paling besar, karena ditekan oleh lapisan di atasnya Lapisan atas mempunyai tekanan paling rendah karena hanya ditekan oleh udara
1.Pengertian massa jenis dan tekanan a. Pengertian massa jenis  Massa jenis ( ρ ) didefinisikan sebagai massa zat (m) dibagi dengan volume zat (v) dan dirumuskan sebagai  b. Pengertian tekanan Tekanan (p) yang diberikan oleh  sebuah gaya yang bekerja pada suatu benda , bergantung pada gaya (F) dan luas permukaan kontak (A) gaya tersebut. Secara matematik tekanan dirumuskan :
2.Tekanan oleh fluida tak bergerak (hidrostatika) “ Besarnya tekanan di suatu titik di dalam zat cair  bergerak sebanding dengan kedalaman titik itu (h) dan sebanding dengan massa jenis ( ρ ) zat cair tersebut”
3.Hukum Utama hidrostatis Tekanan pada titik yang mempunyai kedalaman yang sama adalah sama (lihat gambar) p A =p B  = p C  = p 0  +  ρ  g h p 0  = tekanan udara luar
VARIASI TEKANAN  TERHADAP KEDALAMAN h P =Po +  ρ  g h mg P A P oA Luas  A
4.Hukum Pascal Tekanan yang diberikan kepada zat cair di dalam ruang tertutup akan diteruskan sama besar ke segala arah (lihat gambar). Menurut hukum Pascal : Tekanan yang ada di piston : (1).sama dengan tekanan yang ada di piston (2) p 1 =p 2 (F1/A1) = (F2/A2) F2 = (A2/A1) * F1
Berdasarkan perumusan di atas , Jika A2>>A1, maka F2>>F1. Hal ini mengandung arti ,dengan gaya yang kecil dapat dihasilkan gaya yang besar. Inilah sebabnya dengan dongkrak hidrolik ,mobil yang berat dapat diangkat dengan memanfaatkan gaya yang relatif kecil
5.Hukum Archimedes Benda yang tercelup ke dalam fluida akan mengalami gaya ke atas sebesar berat fluida yang dipindahkan oleh benda itu. Secara matematik : F A  =  ρ f .g.V f F A  = gaya ke atas oleh fluida ρ f  = massa jenis fluida V f   = volume fluida yang dipindahkan (=volume benda yang tercelup/berada di dalam fluida) g  = percepatan gravitasi bumi
Hukum Archimedes Benda yang tercelup ke dalam fluida akan mengalami gaya ke atas sebesar berat fluida yang dipindahkan oleh benda itu F A  =  ρ f  . g. V f F A  = gaya ke atas oleh fluida ρ f   = massa jenis fluida  V f   = volume fluida yang dipindahkan (= volume benda  yang tercelup/ berada di dalam fluida) g  = percepatan gravitasi bumi
Contoh soal :  Sebuah benda terapung pada suatu zat cair dengan 2/3 bagian benda itu tercelup. Bila massa jenis benda 0,6 gram cm -3 , maka massa jenis zat cair adalah ? Solusi : Hukum Archimedes : 2/3 1/3 Berat benda = Gaya ke atas ρ b .g.V b  =  ρ f. g. V f dengan V f  = (2/3) V b  ,maka diperoleh: ρ f = ((Vb/(2/3).Vb)) x 0,6 g.cm -3 = 0,9 g.cm -3 = 900 kg.m -3
Hukum Pascal   “ Tekanan yang diberikan kepada zat cair di dalam ruang tertutup diteruskan sama besar ke segala arah” P 1  = P 2
Contoh soal :  Sebuah benda berbentuk U berisi fluida seperti gambar. Beban A=200 N dan beban B= 500 N Bila luas penampang di A= 5 cm 2 , maka luas penampang di B sebesar berapa? Solusi : m A m B A 1 A 2 F B F A (F A /A 1 ) = (F B /A 2 )  A2 = (FB/FA) x A1 = (500/200) x 5 .10 -4  = 1,25 x 10 -3  m 2
Tegangan Permukaan  a.Bentuk permukaan zat cair : Adanya gaya tarik menarik antar partikel yang sama (gaya kohesi) di permukaan zat cair akan menimbulkan tegangan permukaan ,yang menyebabkan permukaan zat cair selalu cenderung memperkecil diri b. Rumus
Mengukur Tegangan Permukaan Gaya yang diperlukan untuk menarik film (F) berbanding lurus  dengan tegangan permukaan (  )  dan panjang kawat yang digeser    = F/2L
Tegangan Permukaan Terjadi akibat permukaan cairan berkontraksi, dan mengalami tegangan (tension)
 
“  Untuk zat cair dalam suatu wadah , luas permukaan terkecilnya adalah permukaan datar. Ini sebabnya permukaan zat cair dalam suatu wadah selalu datar, kecuali di daerah dekat dinding wadah”
“ Untuk zat cair dalam bentuk tetesan ,luas permukaan terkecilnya berbentuk bola. Inilah sebabnya tetesan cairan berbentuk butiran”
c. Larutan Detergent larutan yang mempunyai tegangan permukaan besar mampu mengangkat partikel kotoran
PENGERTIAN FLUIDA Adalah zat alir (baik cairan maupun gas) BEBERAPA PENERAPAN Dibidang Penerbangan: dipelajari perilaku udara sebagai zat alir. Dibidang Kesehatan: dipelajari sistem  peredaran   darah   dan  injeksi   cairan   ke dalam tubuh
TEKANAN Adalah Gaya Normal Persatuan Luas permukaan. F : Gaya yg bekerja, A: Luas permukaan dimana gaya bekerja. Satuan SI:
BERBAGAI SATUAN TEKANAN
 
TEKANAN KARENA GAYA BERAT FLUIDA ATAU V = hA ATAU
 
Hk Poiseuille, Aliran Laminar dan Turbulen Debit (flow rate): volume aliran persatuan waktu Q = V / t Q = (P1 - P2)/R  Untuk fluida yang Laminer
Aliran Laminar Untuk fluida yang mengalir laminar berlaku persamaan
HUKUM  BERNAULLI   hypl   Jika Kecepatan Fluida tinggi, maka tekanan akan rendah dan jika kecepatan Fluida rendah maka tekanan akan tinggi.
Beberapa Aplikasi Hukum BERNAULLI
Tekanan Pada Tubuh Sistem Peredaran Darah Tekanan Pada Kantung Kemih Tekanan Cerebrospinal Tekanan Pada Mata Tekanan Pada Kerangka
Sistem Peredaran Darah
Kohesi dan Adhesi Gaya Kohesi: Gaya Tarik-menarik antara molekul sejenis Gaya Adhesi: Gaya tarik-menarik antara molekul yang tak sejenis
Sistem Pernafasan Mekanisme Pernafasan Interaksi   Pernafasan   dengan   sirkulasi
“ Hidrodinamika adalah ilmu tentang fluida (zat alir) yang bergerak” Fluida (zat alir)    zat cair dan gas.  (Zat cair misal : air , darah , asam , air laut dll) Hidrodinamika    tekanan, kecepatan aliran , lapisan-lapisan zat cair yang melakukan gesekan dan sebagainya. Hukum hukum yang berlaku pada air berlaku pula pada zat cair lainnya.  Hidrodinamika
Perbedaan Sifat-Sifat Zat Cair Dan Gas Tekanan terjadi tidak tegak lurus pada bidang Tekanan terjadi secara tegak lurus pada bidang Tekanan gas bersumber pada perubahan momentum yang disebabkan tumbukkan molekul gas pada dinding Tekanan yang terjadi oleh karena ada gaya gravitasi bumi yang bekerja terhadapnya Molekul bergerak bebas dan saling bertumbukan  Molekul-molekul terikat secara longgar namun tetap berdekatan ZAT GAS ZAT CAIR
HIDRODINAMIKA Merupakan zat cair yang mengalir Menyatakan bahwa jumlah energi tetap (Hk.Bernoulli) Keadaan 1 = Keadaan 2 P 1  +  ρ gh 1  + ½  ρ V 1 2  = P 2  +  ρ gh 2  + ½  ρ  v 2 2 Ρ 1  +  ρ gh  + ½  ρ v 2  = tetap Debit (Q) : “Kelajuan atau banyaknya zat cair persatuan detik atau hasil perkalian antara luas penampang (A) dengan laju aliran (v)”  Rumus : Q = A.v , dimana : Q= debit (m 3 /s)  A=luas (m 2 ) v= kecepatan (m/s) Persamaan kontuinitas : Debit yang masuk = debit yang keluar A 1 .v 1  = A 2 .v 2 Contoh soal penggunaan persamaan Bernoullli
Pendekatan dengan hukum Bernoulli : Zat cair tanpa adanya gesekan dalam (cairan tidak viscous) Zat cair mengalir secara stationer (tidak berubah) dalam hal kecepatan , arah maupun besarnya selalu konstan Zat cair mengalir secara stedy-state yaitu mengalir melalui lintasan tertentu Zat cair tidak termampatkan (incompressible) melalui sebuah pembuluh dan mengalir sejumlah cairan yang sama besarnya (kontuinitas)  Berdasarkan persyaratan di atas dan berdasarkan hukum kinetis diperoleh rumus sebagai berikut : Ρ 1  +  ρ gh  + ½  ρ v 2  = tetap  = konstan dimana : ρ  = massa jenis zat cair P = tekanan V = volume
Pers.kontinuitas : Contoh soal  : Air mengalir melalui pipa mendatar dengan luas penampang pada masing-masing ujungnya 200 mm 2  dan 100 mm 2 . Jika air mengalir dari penampang besar dengan kecepatan 2 ms -1 ,maka kecepatan air pada penampang kecil ? solusi  : A 1 V 2 V 1 A 2 A1. V1 = A2 . V2  V2 = (A1/A2) . V1 = (200/100) . 2 = 4 ms -1
Aliran Zat Cair Melalui Pembuluh   d F V F=  η  A (v/d) η  =koefisien  gesekan dalam (viskositas) A = luas permukaan kaca d=jarak dari permukaan ke dasar v=kecepatan mengalir
Hidrodinamika Aliran zat cair dalam pembuluh P 1 A F P 2 Makin ke tengah mengalir semakin besar, dengan adanya gaya F, yang bekerja pada penampang A (A =  ) maka kecepatan aliran berbentuk parabola. Apabila volume zat cair yang mengalir melalui penampang tiap detiknya disebut debet  Makin ke tengah mengalir semakin besar, dengan adanya gaya F, yang bekerja pada penampang A (A =  ) maka kecepatan aliran berbentuk parabola.
Makin ke tengah mengalir semakin besar, dengan adanya gaya F, yang bekerja pada penampang A  maka kecepatan aliran berbentuk parabola. Apabila volume zat cair yang mengalir melalui penampang tiap detiknya disebut debet  Hukum Poiseuille menyatakan bahwa cairan yang mengalir melalui suatu pipa akan berbanding langsung dengan penurunan tekanan sepanjang pipa dan pangkat empat jari-jari pipa
Aliran Zat Cair Melalui Pembuluh Hukum Poiseuille : “Lingkaran konsentris dari darah yang mengalir pada berbagai kecepatan , semakin jauhdari dinding pembuluh, semakin cepat alirannya”. Aliran di kapiler : - Aliran lambat - Mempermudah pertukaran O 2  dan CO 2 , Nutrisi - Rumus Poiseuille :  π r 4 Δ p 8 η l Q=
Hidrodinamika Menurut Hukum Poiseuille : “ Kecepatan aliran berbanding lurus dengan pangkat empat dari radius pembuluh”    disebut hukum kekuatan empat 8 η l P 1 -P 2  = Q --------- π r 4 Apabila hukum Poiseulle ditulis dalam hukum Ohm: E = I.R E = tegangan = P 1 -P 2 I  = aliran = Q R  = tahanan = (8 η l/ π r 4 )
Efek Tahanan Terhadap Debit Zat Cair Tahanan akan tergantung pada : Panjang pembuluh Diameter pembuluh Viskositas atau kekentalan Tekanan
Efek Panjang Pembuluh  Terhadap Debit P = 100 mm  Panjang = 3 Panjang = 2 Panjang = 1 1 mL/min 2 mL/min 3 mL/min Makin panjang pembuluh sedangkan diameter pembuluh sama, zat cair akan memperoleh tahanan semakin besar dengan konsekwensi terhadap besar tahanan tersebut. Debit jadi lebih besar pada pembuluh yang pendek
Efek Diameter Pembuluh  Terhadap Debit P = 100 mm  d = 2 d = 1 d = 3 1 mL/min 16 mL/min 256 mL/min Diameter semakin besar ,maka debit semakin besar. Aliran tengah semakin tidak dipengaruhi oleh zat cair yang berada di tepi dekat dengan dinding pembuluh
Efek Kekentalan Terhadap Debit Out put = 100  mL/min 1 cm 1,5 cm 3,5 cm air Plasma darah Semakin kental zat cair yang melewati pembuluh, semakin besar gesekan terhadap dinding, yang menyebabkan tahanan semakin besar
Efek Tekanan Terhadap Debit 1 ft 2 ft 3 ft 1 gal/min 2 gal/min 3 gal/min Zat cair akan mengalir dari tekanan yang tinggi ke tekanan yang lebih rendah, sehingga aliran zat cair (darah) berbanding langsung terhadap perbedaan tekanan
Satuan kekentalan Satuan kekentalan SI adalah Poiseuille disingkat PI 1 PI = 10 poise =  = Pa.s 1 poise (P) =  =  Viskositas air = 10 -3  Pas (20 o C) Viskositas darah = 3-4 x 10 -3  Pas tergantung sel darah merah (Hematokrit)
Laju endap dan gaya Buoyansi(apung) (1) Misal kerikil dengan massa yang sama Massa jenis air berbeda dengan minyak Gerak jatuh dipengaruhi oleh gaya gravitasi tabung kerikil kerikil air minyak
Laju endap dan gaya Buoyansi (apung) (2) Gaya jatuh = G = ρ  =  massa jenis benda  g = gravitasi r = jari-jari  Benda yang jatuh dalam zat cair mendapat gaya ke atas  (Buoyant force) sebesar  G  ke atas  = ρ 0  =  massa jenis zat cair
Laju endap dan gaya Buoyansi (apung) (3) Dari penelitian Stokes (1845) sebuah objek dengan jari-jari r akan mendapat gaya hambatan sebesar,  G  hambat  = 6  π r η v  V = kecepatan r  = jari-jari η  = viskositas dalam poise Gaya hambatan (retarding force) sama dengan selisih gaya gravitasi dan gaya ke atas 6  π r η v =  -  ………… (1)
Laju endap dan gaya Buoyansi (apung) (3) Aplikasi dalam aliran darah  Dari persamaan … (1) diturunkan menjadi r = jari-jari sel darah merah  v = kecepatan endap atau sedimentasi ρ   = massa jenis sel darah  ρ 0   = massa jenis plasma g  = gravitasi η   = viskositas (koefisien gesekan dalam)
Laju endap dan gaya Buoyansi (apung) (4) Beberapa penyakit dapat ditentukan dengan penentuan kecepatan sedimentasi : Rheumatic Rheumatic fever Rheumatic heart disease Sel darah merah cenderung bergerombol bersama-sama dan jari-jari efektif meningkat shg waktu pengetesan kecepatan sedimentasi tampak meningkat
Laju endap dan gaya Buoyansi (apung) (4) Pada penderita hemolytic jaundice dan sickle anemia, eritrosit berubah menjadi ceper (shape) dan pecah ,shg radius sel berkurang    kecepatan sedimentasi menurun dari normal Cara penentuannya di Klinik, RS (metode : Westergren) BBS = Bloed Bezinking Snellheid BSR = Basal Sedimentasi Rate  LED = Laju Endap Darah KPD = Kecepatan mengendap darah Normal : laki-laki 2-7 mm/0,5 jam wanita 3-10 mm/0,5 jam
Laju endap dan gaya Buoyansi (apung) (5) Secara artifisial untuk meningkatkan atau akselerasi gravitasi dilakukan secara sentrifugal dimana : f  = kecepatan putaran (rpm) r = jari-jari tabung yang dipergunakan untuk rotasi
Laju endap dan gaya Buoyansi (apung) (6) Dengan cara sentrifugal 30 menit , 3.000 rpm dan r = 22 cm diperoleh hematokrit 40-60 % sel darah merah  Kurang dari 40% anemia  Lebih dari 60% polycytemia vera Untuk menentukan molekul dari molekul besar (research)digunakan ultracentrifuge dengan 40.000 – 100.000 rpm shg diperoleh G efektif  = 300.000 x gravitasi
Aliran laminer dan Turbulen(1) Aliran darah biasanya laminer (stream line), tetapi pada beberapa tempat terjadi turbulensi misal pada valvula jantung (katup jantung) Apabila aliran darah hanya laminer saja kita tidak dapat mendapat informasi jantung Stetoskop pada arteri brachialis    dengan sphygnomanometer, presure cuff    aliran darah dibuat turbulen    menghasilkan fibrasi    bunyi jantung dapat didengar stetoskop
Aliran laminer dan Turbulen(2) Secara teoritis aliran laminer dapat diubah menjadi turbulen dengan cara jari-jari secara perlahan diciutkan shg kecepatan aliran secara bertahap meningkat sampai mencapai kecepatan kritis (Vc) perlahan cepat Aliran laminer Aliran turbulensi N Re  =
Aliran laminer dan Turbulen(3) Osborne Reynolds (1883) “kecepatan kritis (Vc) berbanding langsung dengan kekentalan ( η ) dan berbanding terbalik dengan massa jenis ( ρ ) dan jari-jari tabung (r)” Vc ~  η  (~ = berbanding) η   darah selalu tetap agar terpenuhi hukum Bernoulli Dimana : Vc= kecepatan kritis  K=Konstantan Reynolds  (1000 atau 2000 untuk air atau darah) η =viskous (Pas) ρ =massa jenis Jika pembuluh darah tertutup atau terikat nilai Reynolds menjadi sangat kecil
Aliran laminer dan Turbulen(4) Contoh : Diketahui jari-jari aorta orang dewasa 1 cm, diketahui darah mempunyai kekentalan sebesar 4 x 10 -3  Pas, dengan massa jenis 10 3  kg/m 3 , dengan konstantan Reynolds = 1000. Berapa kecepatan kritis aliran darah tersebut di aorta ? Jawab
Aliran laminer dan Turbulen(5) Dari hasil eksperimen diperoleh kecepatan darah di dalam aorta antara 0-0,5 m/detik dan turbulensi terjadi pada saat systolik Ditinjau dari segi debit dan tekanan diperoleh bahwa aliran laminer lebih efisien daripada turbulen, terlihat pada gambar berikut  Tekanan Turbulensi Debit (Q) Pc
Aliran laminer dan Turbulen(5) P1 P2 Debit (Q) A B Tekanan A B Pembuluh darah normal Pembuluh darah mengalami obstruksi Apabila terjadi obstruksi /penyempitan pembuluh darah , maka debit (flow rate) akan lebih kecil daripada pembuluh darah normal  Apabila pembuluh A dengan Debit QA, akan diusahakan debet sebesar QB, maka akan terjadi turbulensi pada daerah yang mengalami penyempitan
Δ L 1 Δ L 2 h 1 h 2 A 1 p 1 v 1 A 2 p 2 v 2 PERSAMAAAN BERNOULLI p 1  +  ρ gh 1  + ½  ρ V 1 2  = p 2  +  ρ gh 2  + ½  ρ  v 2 2 ρ 1  +  ρ gh  + ½  ρ v 2  = tetap = konstan ALIRAN FLUIDA DENGAN KETINGGIAN BERBEDA

Fisika Dasar : Fluida

  • 1.
  • 2.
    Keadaan Materi Bentuktetap, ukuran tetap Bentuk tak tetap, ukuran tetap Bentuk tak tetap, ukuran tak tetap Terdiri atas ion-ion Hidrostatika Hidrodinamika Plasma Padat Cair Gas Molekul-molekulnya tersusun secara random dan saling berinteraksi dengan gaya kohesi yang sangat lemah Tekanan Kerapatan Kedalaman Tekanan Kerapatan Kecepatan Dalam keadaan diam Dalam keadaan begerak Hukum Pascal Hukum Bernoulli
  • 3.
    Zat yang tersebardi alam dibedakan dalam tiga keadaan (fase), yaitu fase padat, cair dan gas. Beberapa perbedaan di antara ketiganya adalah: 1) Fase padat, zat mempertahankan suatu bentuk dan ukuran yang tetap, meskipun suatu gaya yang besar dikerjakan pada benda tersebut. 2) Fase cair,zat tidak mempertahankan bentuk yang tetap melainkan mengikuti bentuk wadahnya. Tetapi seperti halnya fase padat, pada fase cair, zat tidak mudah dimampatkan, dan volumenya dapat diubah hanya jika dikerjakan gaya yang sangat besar. 3) Fase gas, zat tidak mempunyai bentuk tetap, tetapi akan berkembang mengisi seluruh wadah.
  • 4.
    Karena fase cairdan gas memiliki karakter tidak mempertahankan suatu bentuk yang tetap, maka keduanya mempunyai kemampuan untuk mengalir; dengan demikian keduanya disebut fluida .
  • 5.
    Fluida adalah zatalir, yaitu zat yang dalam keadaan biasa dapat mengalir. Salah satu ciri fluida adalah kenyataan bahwa jarak antar molekulnya tidak tetap, bergantung pada waktu. Ini disebabkan oleh lemahnya ikatan antara molekul (gaya kohesi).
  • 6.
    Gaya kohesi antarmolekul gas sangat kecil jika dibandingkan gaya kohesi antar molekul zat cair. Keadaan ini menyebabkan molekul-molekul gas menjadi relatif bebas sehingga gas selalu memenuhi ruang.
  • 7.
    Sebaliknya molekul-molekul zatcair terikat satu sama lainnya sehingga membentuk suatu kesatuan yang jelas, meskipun bentuknya sebagian ditentukan oleh wadahnya.
  • 8.
    Akibat lainnya adalahkemampuannya untuk dimampatkan. Gas bersifat mudah dimampatkan sedangkan zat cair sulit. Gas jika dimampatkan dengan tekanan yang cukup besar akan berubah menjadi zat cair. Mekanika gas dan zat cair yang bergerak mempunyai perbedaan dalam beberapa hal, tetapi dalam keadaan diam keduanya mempunyai perilaku yang sama dan ini dipelajari dalam statika fluida.
  • 9.
    FLUIDA = zatalir Zat cair GAS 1. Molekul terikat secara longgar tapi berdekatan 2.Tekanan yang terjadi karena gaya gravitasi 3.Tekanan terjadi tegak lurus bidang 1. Molekul bergerak bebas dan saling bertumbukan 2. Tekanan akibat tumbukan antar molekul 3. Tekanan terjadi tidak tegak lurus bidang SECARA GARIS BESAR PERBEDAAN SIFAT-SIFAT ZAT CAIR DAN GAS
  • 10.
    TEKANAN Adalah GayaNormal Persatuan Luas permukaan. F : Gaya yg bekerja, A: Luas permukaan dimana gaya bekerja. Satuan SI:
  • 11.
    TEKANAN Tekanan padasebuah titik : Satuan tekanan (dalam SI) : pascal (Pa) Gaya tegak lurus bidang Luas permukaan bidang
  • 12.
  • 13.
  • 14.
    VARIASI TEKANAN TERHADAP KEDALAMAN h mg PA P o A Luas A
  • 15.
  • 16.
    STATIKA FLUIDA Kerapatandan Berat Jenis Kerapatan (densitas) suatu benda, , didefinisikan sebagai massa per satuan volume: ρ = m/V ……………… (1) dengan : m adalah massa benda dan V adalah volume benda. Dengan demikian, Satuan Internasional untuk kerapatan adalah kg/m 3 , dan dalam cgs adalah g/cm 3 Selain kerapatan, besaran lain yang sering digunakan dalam menangani persoalan fluida adalah berat jenis. Berat jenis suatu benda didefinisikan sebagai perbandingan kerapatan benda tersebut terhadap kerapatan air pada suhu 4 o C. Dengan demikian berat jenis merupakan besaran murni tanpa dimensi maupun satuan.
  • 17.
    Tekanan Fluida Gayamerupakan unsur utama dalam kajian mekanika benda. Dalam mekanika fluida, unsur yang paling utama tersebut adalah tekanan. Tekanan adalah gaya yang dialami oleh suatu titk pada suatu permukaan fluida persatuan luas dalam arah tegak lurus permukaan tersebut. Secara matematis, tekanan P didefinisikan melalui hubungan P = dF/dA ……….. (2) dimana dF adalah gaya yang dialami oleh elemen luas dA dari permukaan fluida. Satuan tekanan adalah N/m 2 atau pascal (Pa).
  • 18.
    Hubungan Tekanan denganKedalaman Dengan menggunakan hukum newton, kita dapat menurunkan persamaan yang menghubungkan tekanan dengan kedalaman fluida: p = p o + ρ gh,…………. (3) p o adalah tekanan di permukaan. h
  • 19.
    Dengan memahami bahwatekanan pada kedalaman h disebabkan oleh tekanan udara luar dan juga oleh gaya (berat) cairan yang berada di atasnya. Persamaan (3) menyatakan hubungan antara tekanan p dan kedalaman h . Hubungan ini juga menyatakan bahwa tempat-tempat yang mempunyai posisi vertikal sama akan mempunyai tekanan yang sama.
  • 20.
    Berdasarkan Persamaan, gayaapung yang dialami kubus sama dengan banyaknya fluida yang dipindahkan. Pernyataan ini dikenal sebagai hukum Archimedes.
  • 21.
    Selengkapnya hukum archimedesmengatakan bahwa, &quot;Setiap benda yang berada dalam suatu fluida, maka benda itu akan mengalami gaya keatas, yang disebut gaya apung,sebesar berat air yang dipindahkannya&quot;.
  • 22.
    Bila gaya Archimedes,F a sama dengan gaya berat W, F a = W, maka resultan gaya = 0 dan benda melayang . Bila gaya Archimedes, F a >W maka benda akan terdorong keatas hingga mengapung di permukaan. Bila gaya Archimedes, F a <W maka benda akan terdorong kebawah dan tenggelam sampai ke dasar fluida.
  • 23.
    Hukum Archimedes “ Setiap benda yang terendam seluruhnya atau sebagian di dalam fluida mendapat gaya apung berarah ke atas , yang besarnya adalah sama dengan berat fluida yang dipindahkan oleh benda ini “ F a = W – W’ F a = m f . g <==> F a = ρ f g V f Dimana : W = berat benda di udara (kg) W’ = berat benda dalam zat cair(kg) F a = gaya apung (N) m f = massa fluida (kg) ρ f = massa jenis fluida (kg/m 3 ) g = percepatan gravitasi (m/s 2 ) V f = Volume benda yang tercelup dalam zat cair (m 3)
  • 24.
    Gaya Apung danHukum Archimedes Berat benda yang tenggelam di dalam fluida terasa lebih ringan daripada saat benda tersebut berada di luar fluida. Hal ini terjadi karena ada gaya apung ke atas yang dikerjakan oleh fluida. Gaya apung terjadi karena tekanan dalam sebuah fluida naik sebanding dengan kedalaman. Dengan demikian, tekanan ke atas pada permukaan bawah benda yang tenggelam lebih besar daripada tekanan ke bawah pada permukaan atas benda. Sehingga ada tekanan netto ke arah atas; tekanan inilah yang menjadi indikator keberadaan gaya apung.
  • 25.
    Sebuah balok melayangpada suatu tabung yang berisi fluida tertentu, seperti ditunjukan pada Gambar Gaya apung didefinisikan sebagai selisih antara gaya ke atas yang dilakukan oleh fluida di bagian bawah benda dengan gaya ke bawah yang dilakukan oleh fluida di bagian atas benda. Berdasarkan perumusan tersebut, bahwa besarnya gaya apung adalah ……………. (5)
  • 26.
    Hukum Archimedes Bendayang tercelup ke dalam fluida akan mengalami gaya ke atas sebesar berat fluida yang dipindahkan oleh benda itu F A = ρ f . g. V f F A = gaya ke atas oleh fluida ρ f = massa jenis fluida V f = volume fluida yang dipindahkan (= volume benda yang tercelup/ berada di dalam fluida) g = percepatan gravitasi bumi
  • 27.
    Tegangan Permukaan a.Bentuk permukaan zat cair : Adanya gaya tarik menarik antar partikel yang sama (gaya kohesi) di permukaan zat cair akan menimbulkan tegangan permukaan ,yang menyebabkan permukaan zat cair selalu cenderung memperkecil diri “ Untuk zat cair dalam suatu wadah , luas permukaan terkecilnya adalah permukaan datar. Ini sebabnya permukaan zat cair dalam suatu wadah selalu datar, kecuali di daerah dekat dinding wadah” “ Untuk zat cair dalam bentuk tetesan ,luas permukaan terkecilnya berbentuk bola. Inilah sebabnya tetesan cairan berbentuk butiran” b. Rumus
  • 28.
    c. Larutan Detergentlarutan yang mempunyai tegangan permukaan besar mampu mengangkat partikel kotoran d. Sudut Kontak e.Kapilaritas f.Besarnya kenaikan atau penurunan zat cair di dalam kapiler
  • 29.
    TEKANAN KARENA GAYABERAT FLUIDA ATAU V = hA ATAU
  • 30.
    HUKUM-HUKUM HIDROSTATIKA HukumPascal Hukum Pascal mengatakan bahwa, &quot;tekanan pada suatu titik akan diteruskan kesemua titik lain secara sama&quot;. Artinya, bila tekanan pada suatu titik dalam zat cair ditambah dengan suatu harga, maka tekanan semua titik di tempat lain pada zat cair yang sama akan bertambah dengan harga yang sama pula.
  • 31.
    F inF out A out A in HUKUM PASCAL Dengan hukum ini, sebuah gaya yang kecil dapat digunakan untuk menghasilkan gaya yang besar dengan membuat luas penampang keluaran lebih besar daripada luas penampang masukan. Hal ini terjadi karena tekanan pada masukan dan keluaran akan sama pada ketinggian yang sama. Dengan demikian, akan diperoleh: p in = p out
  • 32.
    Tekanan Pada TubuhSistem Peredaran Darah Tekanan Pada Kantung Kemih Tekanan Cerebrospinal Tekanan Pada Mata Tekanan Pada Kerangka
  • 33.
  • 34.
    Beberapa penerapan :Dibidang Penerbangan: dipelajari perilaku udara sebagai zat alir. Dibidang Kesehatan: dipelajari sistem peredaran darah dan injeksi cairan ke dalam tubuh
  • 35.
  • 36.
  • 37.
    ALIRAN ZAT CAIRMELALUI PEMBULUH DARAH Hukum Poiseuille : Cairan yang mengalir melalui suatu pipa kecepatannya berbanding lurus dengan penurunan tekanan dan pangkat empat jari-jari Untuk menjelaskan mengapa penderita usia lanjut mengalami pingsan Mengapa daerah ujung suhunya dingin. F A P 1 P 2
  • 38.
    Hasil Rumus PoiseuillePertukaran O 2 dan CO 2 Aorta Kapiler Vena cava Kecepatan 30 cm/s 1 mm/sec 5 cm/s 3 cm 2 Luas 600 cm 2 18 cm 2
  • 39.
    Tahanan terhadap debitzat cair Efek panjang Pembuluh Terhadap debit Makin panjang pembuluh, diameter sama, zat cair akan mendapat tahanan semakin besar, maka debit zat cair akan lebih besar pada pembuluh yang pendek. Panjang = 3 Panjang = 2 Panjang = 1 1 ml/min 2 ml/min 3 ml/min
  • 40.
    Efek diameter pembuluhKecepatan aliran zat cair makin cepat pada diameter yang pembuluhnya makin besar d = 1 1 ml/min d = 2 16 ml/min d = 3 256 ml/min
  • 41.
    Efek kekentalan Semakinkental zat cair semakin besar tahanan terhadap dinding pembuluh, sehingga dapat ditentukan konsentrasi sel darah merahnya. Pada darah normal kekentalan 3,5 kekentalan air. Kekentalan 1 ½ kali diatas normal kekentalan 2 kali air. Kekentalan 70 kali di atas normal kekentalan 20 kali air Note : air 1 cm plasma 1,5 cm darah 3,5 cm
  • 42.
    Efek tekanan terhadapdebit Aliran air mengalir dari tekanan tinggi ke rendah. Aliran air sebanding terhadap perbedaan tekanan 1 ml/min 2 ml/min 3 ml/min
  • 43.
    Hk Poiseuille, AliranLaminar dan Turbulen Debit (flow rate): volume aliran persatuan waktu Q = V / t Q = (P1 - P2)/R Untuk fluida yang Laminer
  • 44.
    Aliran Laminar Untukfluida yang mengalir laminar berlaku persamaan
  • 45.
    HUKUM BERNAULLI JikaKecepatan Fluida tinggi, maka tekanan akan rendah dan jika kecepatan Fluida rendah maka tekanan akan tinggi.
  • 46.
  • 47.
    BUNYI JANTUNG Stetoskop  vibrasi jantung dan pembuluh darah besar Karena aliran laminer dan turbulensi. Hubungan EKG, bunyi jantung, ventrikel kiri dan tekanan aorta Tekanan aorta Tekanan ventrikel Suara jantung EKG Time Tekanan
  • 48.
    Tekanan Darah Jumlahdarah orang dewasa 4,5 liter Dlm 1 kali kontraksi jantung terpompa 80 ml darah permenit beredar satu siklus dalam tubuh. Dalam sirkulasi darah 80 % sirkulasi sistemik 20 % sirkulasi paru-paru 20 % di arteri 10 % di kapiler 70 % di vena 7 % di kapiler paru-paru 93 % di arteri dan vena paru-paru
  • 49.
    TEKANAN DARAH SISTEMIKTEKANAN ARTERI PARU-PARU 30 20 10 Sistolik Diastolik Tek rata-rata t P Tekanan rata-rata Menentukan banyaknya darah yang mengalir tiap satuan waktu 120 95 80 Sistolik Diastolik Tek rata-rata t P
  • 50.
    Alat Ukur TekananZat Cair Tonometer Untuk mengukur tekanan intra okuler  penderita glaukoma Harga normal tekanan intraokuler 12 – 23 mm Hg Sistometer Untuk mengukur tekanan kandung kencing. Terdiri dari pipa kapiler yg mengandung skala cm H 2 O, terhubung ke jarum melalui pipa karet. Perbandingan : Orang dewasa 30 cm H 2 O pada penedrita prostat hipertropi mencapai 100 cm H 2 O baru terjadi pengeluaran kencing.
  • 51.
    MEKANISME PARU-PARU Terdapatpleura viseralis yang menjadi satu dgn jaringan Paru-paru, diluarnya terdapat pleura parietalis. Ruang pleura viseralis dan pleura parietalis adl ruang intrapleural pleura viseralis pleura parietalis ruang intrapleural
  • 52.
    pleura viseralis pleuraparietalis ruang intrapleural Jika Piston ditarik maka volume di ruang intrapleural meningkat sedang Mengalami penurunan tekanan. Pada penyakir fibrosis paru-paru ( pembentukan jaringan pada paru-paru ) Piston ditarik pernya lemah sehingga perubahan tekanan kecil  kompliansi Orang dewasa 0,18 – 0,27 liter/cm H 2 O
  • 53.
    Komponen udara Inspirasi; 80 % N 2 , 19 % O 2 dan 0,04 % CO 2 Ekspirasi ; 80 % N 2 , 16 % O 2 dan 4 % CO 2 Udara yang dihirup sebanyak 10 kg, absorbsi udara lewat paru-paru 0,5 kg
  • 54.
    Sistem Pernafasan MekanismePernafasan Interaksi Pernafasan dengan sirkulasi
  • 55.
    Satuan kekentalan (viskositas)Gesekan di bagian dalam suatu fluida Hukum Poisseuile
  • 56.
    Satuan kekentalan SIadalah Poiseuille disingkat PI 1 PI = 10 poise = = Pa.s 1 poise (P) = = Viskositas air = 10 -3 Pas (20 o C) Viskositas darah = 3-4 x 10 -3 Pas tergantung sel darah merah (Hematokrit)
  • 57.
    Laju endap dangaya Buoyansi(apung) (1) Misal kerikil dengan massa yang sama Massa jenis air berbeda dengan minyak Gerak jatuh dipengaruhi oleh gaya gravitasi tabung kerikil kerikil air minyak
  • 58.
    Laju endap dangaya Buoyansi (apung) (2) Gaya jatuh = G = ρ = massa jenis benda g = gravitasi r = jari-jari Benda yang jatuh dalam zat cair mendapat gaya ke atas (Buoyant force) sebesar G ke atas = ρ 0 = massa jenis zat cair
  • 59.
    Laju endap dangaya Buoyansi (apung) (3) Dari penelitian Stokes (1845) sebuah objek dengan jari-jari r akan mendapat gaya hambatan sebesar, G hambat = 6 π r η v V = kecepatan r = jari-jari η = viskositas dalam poise Gaya hambatan (retarding force) sama dengan selisih gaya gravitasi dan gaya ke atas 6 π r η v = - ………… (1)
  • 60.
    Laju endap dangaya Buoyansi (apung) (4) Aplikasi dalam aliran darah Dari persamaan … (1) diturunkan menjadi r = jari-jari sel darah merah v = kecepatan endap atau sedimentasi ρ = massa jenis sel darah ρ 0 = massa jenis plasma g = gravitasi η = viskositas (koefisien gesekan dalam)
  • 61.
    Laju endap dangaya Buoyansi (apung) (4) Beberapa penyakit dapat ditentukan dengan penentuan kecepatan sedimentasi : Rheumatic Rheumatic fever Rheumatic heart disease Sel darah merah cenderung bergerombol bersama-sama dan jari-jari efektif meningkat shg waktu pengetesan kecepatan sedimentasi tampak meningkat
  • 62.
    Laju endap dangaya Buoyansi (apung) (4) Pada penderita hemolytic jaundice dan sickle anemia, eritrosit berubah menjadi ceper (shape) dan pecah ,shg radius sel berkurang  kecepatan sedimentasi menurun dari normal Cara penentuannya di Klinik, RS (metode : Westergren) BBS = Bloed Bezinking Snellheid BSR = Basal Sedimentasi Rate LED = Laju Endap Darah KPD = Kecepatan mengendap darah Normal : laki-laki 2-7 mm/0,5 jam wanita 3-10 mm/0,5 jam
  • 63.
    Keadaan Materi Bentuktetap, ukuran tetap Bentuk tak tetap, ukuran tetap Bentuk tak tetap, ukuran tak tetap Terdiri atas ion-ion Hidrostatika Hidrodinamika Plasma Padat Cair Gas Molekul-molekulnya tersusun secara random dan saling berinteraksi dengan gaya kohesi yang sangat lemah Tekanan Kerapatan Kedalaman Tekanan Kerapatan Kecepatan Dalam keadaan diam Dalam keadaan begerak Hukum Pascal Hukum Bernoulli
  • 64.
    Pembagian Fluida :Fluida tidak mengalir (Hidrostatika) Fluida mengalir (Hidrodinamika) Yang termasuk ke dalam fluida adalah : Zat cair dan Gas Hidrostatika : Konsep tekanan : Definisi tekanan “ Gaya yang bekerja tegak lurus pada suatu bidang persatuan luas bidang tersebut” F P = _____ A P = tekanan (N.m 2 ) = Pa F = Gaya (N) A = Luas penampang (m 2 ) FLUIDA
  • 65.
    TEKANAN Apakah gayapada seluruh permukaan sama ? Tekanan pada sebuah titik : Satuan tekanan (dalam SI) : pascal (Pa) Gaya tegak lurus bidang Luas permukaan bidang
  • 66.
    TEKANAN KARENA GAYABERAT FLUIDA ATAU V = hA ATAU
  • 67.
    HIDROSTATIKA Tekanan hidrostatika: Definisi : “ Tekanan zat cair yang disebabkan oleh beratnya (gravitasi menyebabkan zat cair tertarik ke bawah)” Zat cair dianggap terdiri dari beberapa lapis yang paling bawah mempunyai tekanan paling besar, karena ditekan oleh lapisan di atasnya Lapisan atas mempunyai tekanan paling rendah karena hanya ditekan oleh udara
  • 68.
    1.Pengertian massa jenisdan tekanan a. Pengertian massa jenis Massa jenis ( ρ ) didefinisikan sebagai massa zat (m) dibagi dengan volume zat (v) dan dirumuskan sebagai b. Pengertian tekanan Tekanan (p) yang diberikan oleh sebuah gaya yang bekerja pada suatu benda , bergantung pada gaya (F) dan luas permukaan kontak (A) gaya tersebut. Secara matematik tekanan dirumuskan :
  • 69.
    2.Tekanan oleh fluidatak bergerak (hidrostatika) “ Besarnya tekanan di suatu titik di dalam zat cair bergerak sebanding dengan kedalaman titik itu (h) dan sebanding dengan massa jenis ( ρ ) zat cair tersebut”
  • 70.
    3.Hukum Utama hidrostatisTekanan pada titik yang mempunyai kedalaman yang sama adalah sama (lihat gambar) p A =p B = p C = p 0 + ρ g h p 0 = tekanan udara luar
  • 71.
    VARIASI TEKANAN TERHADAP KEDALAMAN h P =Po + ρ g h mg P A P oA Luas A
  • 72.
    4.Hukum Pascal Tekananyang diberikan kepada zat cair di dalam ruang tertutup akan diteruskan sama besar ke segala arah (lihat gambar). Menurut hukum Pascal : Tekanan yang ada di piston : (1).sama dengan tekanan yang ada di piston (2) p 1 =p 2 (F1/A1) = (F2/A2) F2 = (A2/A1) * F1
  • 73.
    Berdasarkan perumusan diatas , Jika A2>>A1, maka F2>>F1. Hal ini mengandung arti ,dengan gaya yang kecil dapat dihasilkan gaya yang besar. Inilah sebabnya dengan dongkrak hidrolik ,mobil yang berat dapat diangkat dengan memanfaatkan gaya yang relatif kecil
  • 74.
    5.Hukum Archimedes Bendayang tercelup ke dalam fluida akan mengalami gaya ke atas sebesar berat fluida yang dipindahkan oleh benda itu. Secara matematik : F A = ρ f .g.V f F A = gaya ke atas oleh fluida ρ f = massa jenis fluida V f = volume fluida yang dipindahkan (=volume benda yang tercelup/berada di dalam fluida) g = percepatan gravitasi bumi
  • 75.
    Hukum Archimedes Bendayang tercelup ke dalam fluida akan mengalami gaya ke atas sebesar berat fluida yang dipindahkan oleh benda itu F A = ρ f . g. V f F A = gaya ke atas oleh fluida ρ f = massa jenis fluida V f = volume fluida yang dipindahkan (= volume benda yang tercelup/ berada di dalam fluida) g = percepatan gravitasi bumi
  • 76.
    Contoh soal : Sebuah benda terapung pada suatu zat cair dengan 2/3 bagian benda itu tercelup. Bila massa jenis benda 0,6 gram cm -3 , maka massa jenis zat cair adalah ? Solusi : Hukum Archimedes : 2/3 1/3 Berat benda = Gaya ke atas ρ b .g.V b = ρ f. g. V f dengan V f = (2/3) V b ,maka diperoleh: ρ f = ((Vb/(2/3).Vb)) x 0,6 g.cm -3 = 0,9 g.cm -3 = 900 kg.m -3
  • 77.
    Hukum Pascal “ Tekanan yang diberikan kepada zat cair di dalam ruang tertutup diteruskan sama besar ke segala arah” P 1 = P 2
  • 78.
    Contoh soal : Sebuah benda berbentuk U berisi fluida seperti gambar. Beban A=200 N dan beban B= 500 N Bila luas penampang di A= 5 cm 2 , maka luas penampang di B sebesar berapa? Solusi : m A m B A 1 A 2 F B F A (F A /A 1 ) = (F B /A 2 ) A2 = (FB/FA) x A1 = (500/200) x 5 .10 -4 = 1,25 x 10 -3 m 2
  • 79.
    Tegangan Permukaan a.Bentuk permukaan zat cair : Adanya gaya tarik menarik antar partikel yang sama (gaya kohesi) di permukaan zat cair akan menimbulkan tegangan permukaan ,yang menyebabkan permukaan zat cair selalu cenderung memperkecil diri b. Rumus
  • 80.
    Mengukur Tegangan PermukaanGaya yang diperlukan untuk menarik film (F) berbanding lurus dengan tegangan permukaan (  ) dan panjang kawat yang digeser  = F/2L
  • 81.
    Tegangan Permukaan Terjadiakibat permukaan cairan berkontraksi, dan mengalami tegangan (tension)
  • 82.
  • 83.
    “ Untukzat cair dalam suatu wadah , luas permukaan terkecilnya adalah permukaan datar. Ini sebabnya permukaan zat cair dalam suatu wadah selalu datar, kecuali di daerah dekat dinding wadah”
  • 84.
    “ Untuk zatcair dalam bentuk tetesan ,luas permukaan terkecilnya berbentuk bola. Inilah sebabnya tetesan cairan berbentuk butiran”
  • 85.
    c. Larutan Detergentlarutan yang mempunyai tegangan permukaan besar mampu mengangkat partikel kotoran
  • 86.
    PENGERTIAN FLUIDA Adalahzat alir (baik cairan maupun gas) BEBERAPA PENERAPAN Dibidang Penerbangan: dipelajari perilaku udara sebagai zat alir. Dibidang Kesehatan: dipelajari sistem peredaran darah dan injeksi cairan ke dalam tubuh
  • 87.
    TEKANAN Adalah GayaNormal Persatuan Luas permukaan. F : Gaya yg bekerja, A: Luas permukaan dimana gaya bekerja. Satuan SI:
  • 88.
  • 89.
  • 90.
    TEKANAN KARENA GAYABERAT FLUIDA ATAU V = hA ATAU
  • 91.
  • 92.
    Hk Poiseuille, AliranLaminar dan Turbulen Debit (flow rate): volume aliran persatuan waktu Q = V / t Q = (P1 - P2)/R Untuk fluida yang Laminer
  • 93.
    Aliran Laminar Untukfluida yang mengalir laminar berlaku persamaan
  • 94.
    HUKUM BERNAULLI hypl Jika Kecepatan Fluida tinggi, maka tekanan akan rendah dan jika kecepatan Fluida rendah maka tekanan akan tinggi.
  • 95.
  • 96.
    Tekanan Pada TubuhSistem Peredaran Darah Tekanan Pada Kantung Kemih Tekanan Cerebrospinal Tekanan Pada Mata Tekanan Pada Kerangka
  • 97.
  • 98.
    Kohesi dan AdhesiGaya Kohesi: Gaya Tarik-menarik antara molekul sejenis Gaya Adhesi: Gaya tarik-menarik antara molekul yang tak sejenis
  • 99.
    Sistem Pernafasan MekanismePernafasan Interaksi Pernafasan dengan sirkulasi
  • 100.
    “ Hidrodinamika adalahilmu tentang fluida (zat alir) yang bergerak” Fluida (zat alir)  zat cair dan gas. (Zat cair misal : air , darah , asam , air laut dll) Hidrodinamika  tekanan, kecepatan aliran , lapisan-lapisan zat cair yang melakukan gesekan dan sebagainya. Hukum hukum yang berlaku pada air berlaku pula pada zat cair lainnya. Hidrodinamika
  • 101.
    Perbedaan Sifat-Sifat ZatCair Dan Gas Tekanan terjadi tidak tegak lurus pada bidang Tekanan terjadi secara tegak lurus pada bidang Tekanan gas bersumber pada perubahan momentum yang disebabkan tumbukkan molekul gas pada dinding Tekanan yang terjadi oleh karena ada gaya gravitasi bumi yang bekerja terhadapnya Molekul bergerak bebas dan saling bertumbukan Molekul-molekul terikat secara longgar namun tetap berdekatan ZAT GAS ZAT CAIR
  • 102.
    HIDRODINAMIKA Merupakan zatcair yang mengalir Menyatakan bahwa jumlah energi tetap (Hk.Bernoulli) Keadaan 1 = Keadaan 2 P 1 + ρ gh 1 + ½ ρ V 1 2 = P 2 + ρ gh 2 + ½ ρ v 2 2 Ρ 1 + ρ gh + ½ ρ v 2 = tetap Debit (Q) : “Kelajuan atau banyaknya zat cair persatuan detik atau hasil perkalian antara luas penampang (A) dengan laju aliran (v)” Rumus : Q = A.v , dimana : Q= debit (m 3 /s) A=luas (m 2 ) v= kecepatan (m/s) Persamaan kontuinitas : Debit yang masuk = debit yang keluar A 1 .v 1 = A 2 .v 2 Contoh soal penggunaan persamaan Bernoullli
  • 103.
    Pendekatan dengan hukumBernoulli : Zat cair tanpa adanya gesekan dalam (cairan tidak viscous) Zat cair mengalir secara stationer (tidak berubah) dalam hal kecepatan , arah maupun besarnya selalu konstan Zat cair mengalir secara stedy-state yaitu mengalir melalui lintasan tertentu Zat cair tidak termampatkan (incompressible) melalui sebuah pembuluh dan mengalir sejumlah cairan yang sama besarnya (kontuinitas) Berdasarkan persyaratan di atas dan berdasarkan hukum kinetis diperoleh rumus sebagai berikut : Ρ 1 + ρ gh + ½ ρ v 2 = tetap = konstan dimana : ρ = massa jenis zat cair P = tekanan V = volume
  • 104.
    Pers.kontinuitas : Contohsoal : Air mengalir melalui pipa mendatar dengan luas penampang pada masing-masing ujungnya 200 mm 2 dan 100 mm 2 . Jika air mengalir dari penampang besar dengan kecepatan 2 ms -1 ,maka kecepatan air pada penampang kecil ? solusi : A 1 V 2 V 1 A 2 A1. V1 = A2 . V2 V2 = (A1/A2) . V1 = (200/100) . 2 = 4 ms -1
  • 105.
    Aliran Zat CairMelalui Pembuluh d F V F= η A (v/d) η =koefisien gesekan dalam (viskositas) A = luas permukaan kaca d=jarak dari permukaan ke dasar v=kecepatan mengalir
  • 106.
    Hidrodinamika Aliran zatcair dalam pembuluh P 1 A F P 2 Makin ke tengah mengalir semakin besar, dengan adanya gaya F, yang bekerja pada penampang A (A = ) maka kecepatan aliran berbentuk parabola. Apabila volume zat cair yang mengalir melalui penampang tiap detiknya disebut debet Makin ke tengah mengalir semakin besar, dengan adanya gaya F, yang bekerja pada penampang A (A = ) maka kecepatan aliran berbentuk parabola.
  • 107.
    Makin ke tengahmengalir semakin besar, dengan adanya gaya F, yang bekerja pada penampang A maka kecepatan aliran berbentuk parabola. Apabila volume zat cair yang mengalir melalui penampang tiap detiknya disebut debet Hukum Poiseuille menyatakan bahwa cairan yang mengalir melalui suatu pipa akan berbanding langsung dengan penurunan tekanan sepanjang pipa dan pangkat empat jari-jari pipa
  • 108.
    Aliran Zat CairMelalui Pembuluh Hukum Poiseuille : “Lingkaran konsentris dari darah yang mengalir pada berbagai kecepatan , semakin jauhdari dinding pembuluh, semakin cepat alirannya”. Aliran di kapiler : - Aliran lambat - Mempermudah pertukaran O 2 dan CO 2 , Nutrisi - Rumus Poiseuille : π r 4 Δ p 8 η l Q=
  • 109.
    Hidrodinamika Menurut HukumPoiseuille : “ Kecepatan aliran berbanding lurus dengan pangkat empat dari radius pembuluh”  disebut hukum kekuatan empat 8 η l P 1 -P 2 = Q --------- π r 4 Apabila hukum Poiseulle ditulis dalam hukum Ohm: E = I.R E = tegangan = P 1 -P 2 I = aliran = Q R = tahanan = (8 η l/ π r 4 )
  • 110.
    Efek Tahanan TerhadapDebit Zat Cair Tahanan akan tergantung pada : Panjang pembuluh Diameter pembuluh Viskositas atau kekentalan Tekanan
  • 111.
    Efek Panjang Pembuluh Terhadap Debit P = 100 mm Panjang = 3 Panjang = 2 Panjang = 1 1 mL/min 2 mL/min 3 mL/min Makin panjang pembuluh sedangkan diameter pembuluh sama, zat cair akan memperoleh tahanan semakin besar dengan konsekwensi terhadap besar tahanan tersebut. Debit jadi lebih besar pada pembuluh yang pendek
  • 112.
    Efek Diameter Pembuluh Terhadap Debit P = 100 mm d = 2 d = 1 d = 3 1 mL/min 16 mL/min 256 mL/min Diameter semakin besar ,maka debit semakin besar. Aliran tengah semakin tidak dipengaruhi oleh zat cair yang berada di tepi dekat dengan dinding pembuluh
  • 113.
    Efek Kekentalan TerhadapDebit Out put = 100 mL/min 1 cm 1,5 cm 3,5 cm air Plasma darah Semakin kental zat cair yang melewati pembuluh, semakin besar gesekan terhadap dinding, yang menyebabkan tahanan semakin besar
  • 114.
    Efek Tekanan TerhadapDebit 1 ft 2 ft 3 ft 1 gal/min 2 gal/min 3 gal/min Zat cair akan mengalir dari tekanan yang tinggi ke tekanan yang lebih rendah, sehingga aliran zat cair (darah) berbanding langsung terhadap perbedaan tekanan
  • 115.
    Satuan kekentalan Satuankekentalan SI adalah Poiseuille disingkat PI 1 PI = 10 poise = = Pa.s 1 poise (P) = = Viskositas air = 10 -3 Pas (20 o C) Viskositas darah = 3-4 x 10 -3 Pas tergantung sel darah merah (Hematokrit)
  • 116.
    Laju endap dangaya Buoyansi(apung) (1) Misal kerikil dengan massa yang sama Massa jenis air berbeda dengan minyak Gerak jatuh dipengaruhi oleh gaya gravitasi tabung kerikil kerikil air minyak
  • 117.
    Laju endap dangaya Buoyansi (apung) (2) Gaya jatuh = G = ρ = massa jenis benda g = gravitasi r = jari-jari Benda yang jatuh dalam zat cair mendapat gaya ke atas (Buoyant force) sebesar G ke atas = ρ 0 = massa jenis zat cair
  • 118.
    Laju endap dangaya Buoyansi (apung) (3) Dari penelitian Stokes (1845) sebuah objek dengan jari-jari r akan mendapat gaya hambatan sebesar, G hambat = 6 π r η v V = kecepatan r = jari-jari η = viskositas dalam poise Gaya hambatan (retarding force) sama dengan selisih gaya gravitasi dan gaya ke atas 6 π r η v = - ………… (1)
  • 119.
    Laju endap dangaya Buoyansi (apung) (3) Aplikasi dalam aliran darah Dari persamaan … (1) diturunkan menjadi r = jari-jari sel darah merah v = kecepatan endap atau sedimentasi ρ = massa jenis sel darah ρ 0 = massa jenis plasma g = gravitasi η = viskositas (koefisien gesekan dalam)
  • 120.
    Laju endap dangaya Buoyansi (apung) (4) Beberapa penyakit dapat ditentukan dengan penentuan kecepatan sedimentasi : Rheumatic Rheumatic fever Rheumatic heart disease Sel darah merah cenderung bergerombol bersama-sama dan jari-jari efektif meningkat shg waktu pengetesan kecepatan sedimentasi tampak meningkat
  • 121.
    Laju endap dangaya Buoyansi (apung) (4) Pada penderita hemolytic jaundice dan sickle anemia, eritrosit berubah menjadi ceper (shape) dan pecah ,shg radius sel berkurang  kecepatan sedimentasi menurun dari normal Cara penentuannya di Klinik, RS (metode : Westergren) BBS = Bloed Bezinking Snellheid BSR = Basal Sedimentasi Rate LED = Laju Endap Darah KPD = Kecepatan mengendap darah Normal : laki-laki 2-7 mm/0,5 jam wanita 3-10 mm/0,5 jam
  • 122.
    Laju endap dangaya Buoyansi (apung) (5) Secara artifisial untuk meningkatkan atau akselerasi gravitasi dilakukan secara sentrifugal dimana : f = kecepatan putaran (rpm) r = jari-jari tabung yang dipergunakan untuk rotasi
  • 123.
    Laju endap dangaya Buoyansi (apung) (6) Dengan cara sentrifugal 30 menit , 3.000 rpm dan r = 22 cm diperoleh hematokrit 40-60 % sel darah merah Kurang dari 40% anemia Lebih dari 60% polycytemia vera Untuk menentukan molekul dari molekul besar (research)digunakan ultracentrifuge dengan 40.000 – 100.000 rpm shg diperoleh G efektif = 300.000 x gravitasi
  • 124.
    Aliran laminer danTurbulen(1) Aliran darah biasanya laminer (stream line), tetapi pada beberapa tempat terjadi turbulensi misal pada valvula jantung (katup jantung) Apabila aliran darah hanya laminer saja kita tidak dapat mendapat informasi jantung Stetoskop pada arteri brachialis  dengan sphygnomanometer, presure cuff  aliran darah dibuat turbulen  menghasilkan fibrasi  bunyi jantung dapat didengar stetoskop
  • 125.
    Aliran laminer danTurbulen(2) Secara teoritis aliran laminer dapat diubah menjadi turbulen dengan cara jari-jari secara perlahan diciutkan shg kecepatan aliran secara bertahap meningkat sampai mencapai kecepatan kritis (Vc) perlahan cepat Aliran laminer Aliran turbulensi N Re =
  • 126.
    Aliran laminer danTurbulen(3) Osborne Reynolds (1883) “kecepatan kritis (Vc) berbanding langsung dengan kekentalan ( η ) dan berbanding terbalik dengan massa jenis ( ρ ) dan jari-jari tabung (r)” Vc ~ η (~ = berbanding) η darah selalu tetap agar terpenuhi hukum Bernoulli Dimana : Vc= kecepatan kritis K=Konstantan Reynolds (1000 atau 2000 untuk air atau darah) η =viskous (Pas) ρ =massa jenis Jika pembuluh darah tertutup atau terikat nilai Reynolds menjadi sangat kecil
  • 127.
    Aliran laminer danTurbulen(4) Contoh : Diketahui jari-jari aorta orang dewasa 1 cm, diketahui darah mempunyai kekentalan sebesar 4 x 10 -3 Pas, dengan massa jenis 10 3 kg/m 3 , dengan konstantan Reynolds = 1000. Berapa kecepatan kritis aliran darah tersebut di aorta ? Jawab
  • 128.
    Aliran laminer danTurbulen(5) Dari hasil eksperimen diperoleh kecepatan darah di dalam aorta antara 0-0,5 m/detik dan turbulensi terjadi pada saat systolik Ditinjau dari segi debit dan tekanan diperoleh bahwa aliran laminer lebih efisien daripada turbulen, terlihat pada gambar berikut Tekanan Turbulensi Debit (Q) Pc
  • 129.
    Aliran laminer danTurbulen(5) P1 P2 Debit (Q) A B Tekanan A B Pembuluh darah normal Pembuluh darah mengalami obstruksi Apabila terjadi obstruksi /penyempitan pembuluh darah , maka debit (flow rate) akan lebih kecil daripada pembuluh darah normal Apabila pembuluh A dengan Debit QA, akan diusahakan debet sebesar QB, maka akan terjadi turbulensi pada daerah yang mengalami penyempitan
  • 130.
    Δ L 1Δ L 2 h 1 h 2 A 1 p 1 v 1 A 2 p 2 v 2 PERSAMAAAN BERNOULLI p 1 + ρ gh 1 + ½ ρ V 1 2 = p 2 + ρ gh 2 + ½ ρ v 2 2 ρ 1 + ρ gh + ½ ρ v 2 = tetap = konstan ALIRAN FLUIDA DENGAN KETINGGIAN BERBEDA