FLUIDA STATIS
Drs. Agus Purnomo
aguspurnomosite.blogspot.com
Dalam statistika fluida
kita mempelajari bab
fluida yang ada dalam
keadaan diam. Fluida
dalam keadaan diam
disebut Fluida Statis.
Massa jenis zat adalah perbandingan antara
massa dengan volume zat itu sendiri.
Secara matematis di rumuskan:
ρ = m / V
Dengan :
• m = massa (kg)
• V = volume zat (m3)
• ρ = kerapatan = massajenis (kg/m3)
Massa Jenis Zat
 Apabila kerapatan suatu benda lebih
kecil dari kerapatan air, maka benda
akan terapung.
Sebaliknya jika kerapatan suatu benda
lebih besar dari kerapatan air, benda
tersebut akan tenggelam.
Berat jenis suatu zat merupakan
perbandingan berat zat tersebut terhadap
volumenya. Satuan sistem internasional
untuk berat jenis adalah N/m3.
Zat
Kerapatan (kg/m3)
Zat Cair
Air (4o C) 1,00 x 103
Air Laut 1,03 x 103
Darah 1,06 x 103
Bensin 0,68 x 103
Air raksa 13,6 x 103
Zat Padat
Es 0,92 x 103
Aluminium 2,70 x 103
Besi & Baja 7,8 x 103
Emas 19,3 x 103
Gelas 2,4 – 2,8 x 103
Kayu 0,3 – 0,9 x 103
Tembaga 8,9 x 103
Timah 11,3 x 103
Tulang 1,7 – 2.0 x 103
Zat Gas
Udara 1,293
Helium 0,1786
Hidrogen 0,08994
Uap air 0,6
Berikut ini data massa jenis dari beberapa zat :
Tekanan ( p )
Tekanan adalah gaya yang bekerja tegak lurus pada suatu
bidang tiap satuan luas bidang yang dikenai gaya
Di rumuskan :
P = F / A
dengan :
F = gaya yang bekerja pada benda (Newton)
A = luas penampang benda(m2)
1 pascal ( 1 Pa) = 1 N/m2
Satuan lain yang digunakan = atm (atmosfer), cm
Hg, mb(milibar)
1 bar = 105 Pa 1 atm = 76 cm Hg=1,01 .105 Pa
1 mb = 10-3 bar
Fluida ( zat alir) : zat yang bisa
mengalir.
Contohnya zat cair dan gas. Zat cair
termasuk fluida yang inkompressibel,
artinya pada tekanan yang tidak terlalu
besar, volumenya tidak berubah meskipun
ditekan. Gas termasuk fluida
kompressibel, artinya volumenya bisa
berkurang jika ditekan
Air dalam keadaan diam disebut
hidrostatis
Sifat-sifat Fluida:
1.Gaya-gaya yang dikerjakan suatu fluida
pada dinding wadahnya selalu berarah
tegak lurus terhadap dinding wadahnya.
2. Tekanan dalam suatu fluida pada
kedalaman yang sama adalah sama
dalam segala arah
Tekanan Hidrostatis (Ph)
Di rumuskan :
Ph = F / A
= mg / A
= Vg / A
=  A h g / A
= . g. h = S . h
= massa jenis zat cair
h= kedalaman
g= percepatan gravitasi
Tekanan yang disebabkan oleh fluida tak
bergerak disebut tekanan hidrostatik
Tekanan Gauge
Yaitu selisih antara tekanan yang tidak
diketahui dengan tekanan atmosfer
(tekanan udara luar)
Nilai tekanan yang diukur oleh alat pengukur
tekanan menyatakan tekanan gauge,
sedangkan tekanan sesungguhnya disebut
tekanan mutlak
Pmutlak = P gauge + P atmosfer
Contoh Soal :
Sebuah ban berisi udara bertekanan
gauge 2 bar memiliki tekanan mutlak
kira-kira 3 bar, sebab tekanan atmosfer
pada permukaan laut kira-kira 1 bar
Sebuah logam paduan ( alloy ) dibuat dari 0,04
kg logam A dengan massa jenis 8000 kg/m3
dan 0,10 kg logam B dengan massa jenis
10000 kg/m3 . Hitung massa jenis rata – rata
logam paduan itu.
Diket :
Logam A :m A = 0,04 kg dan  A= 8000 kg/
m3
Logam B :m B = 0,10 kg dan  B= 10000 kg
/m3
Ditanya : massa jenis rata – rata logam
paduan
Contoh Soal :
Jawab:
Massa total logam = mA + mB
= 0,04 + 0,10
= 0,14 kg
Volume total = VA + VB
=( mA / A) + (mB / B)
= (0,04/8000) + (0,10/10000)
= 0,6/40000
Maka
Massa jenis logam paduan = massa total :
volume total
= 0,14 : (0,6/40000)
= 9333 kg /m3
Hukum Pascal
“Tekanan yang di berikan kepada
fluida diam yang memenuhi
sebuah ruangan di teruskan oleh
fluida itu ke segala arah sama
besarnya”.
Penerapan Hukum Pascal
 Dongkrak Hidrolik
 Kempa Hidrolik
 Alat Pengangkat
Mobil
 Rem Cakram
Prinsip Hukum Pascal
F1
A1
F2
A2
Di rumuskan :
P1 = P2
(F1/A1) = (F2/A2)
Dengan :
F1 : gaya yang bekerja pd
piston 1
F2 : gaya yang bekerja pd
piston 2
A1 : luas penampang 1
A2 : luas penampang 2
Dongkrak Hidrolik
Pengangkat Mobil Hidrolik
Hukum Utama Hidrostatika
Semua titik yang terletak pada bidang
datar yang sama di dalam zat cair
yang sejenis memiliki tekanan
(mutlak) yang sama. Pernyataan
inilah yang disebut sebagai hukum
pokok hidrostatika.
Penerapan dari Hukum Utama
Hidrostatika adalah dalam bejana
berhubungan
PenerapanHukum Utama
Hidrostatika
Hukum Utama Hidrostatik
Di rumuskan
: P1 = P2
Po + 1gh1 = Po +
2gh2
1h1 = 2h2
Po
Po
1 2
h1
h2
Semua titik yang terletak pada suatu bidang datar
di dalam zat cair yang sejenis memiliki tekanan
yang sama.
Contoh:
Sebuah bejana berhubungan diisi dengan
empat zat cair. Massa jenis zat cair itu
masing – masing :
1 = 1,2 gr/cm3, 2 = 8 gr/cm3
3 = 0,8 gr/cm3,
ho=10 cm , h1=20 cm, h2=24 cm, h3 = 12 cm
h4 = 18 cm
4 = …….?
Perhatikan gambar berikut:
Tentukan 4……….!
 1
 2
 4
 3
h2
h1
ho
h3
h4
Hukum Archimedes
Memahami hkm Archimedes dengan
kajian eksperimen sederhana:
1. Siapkan sebuah beban, neraca pegas, gelas
ukur dan air secukupnya.
2. Masukan air dalam gelas ukur dan catat
volumenya (Vo)
3. Timbang beban dengan neraca pegas dan
catat beratnya (w1).
4. Masukkan beban yang masih tergantung pd
neraca pegas ke dalam gelas ukur yang
berisi air, catat volume air setelah dimasuki
beban (V1) dan berat beban dalam air (w2).
5. Hitung perbedaan volume air dan berat
beban.
6. Bagaimana kesimpulannya
• Dikemukakan oleh Archimedes
(Yunani ), bunyinya :
• “ Setiap benda yang
dicelupkan dalam zat cair
(fluida), baik sebagian atau
seluruhnya akan mendapat gaya
ke atas sebesar berat zat cair
yang didesak/dipindahkan.”
Hukum Archimedes
Penerapan Hukum
Archimedes
Penerapan Hukum
Archimedes
Gaya ke Atas :
Maka di rumuskan :
Wbf = w – Fa
Fa = w – wbf
atau
Fa = F2 – F1
= P2 A – P1 A
= (P2 – P1)A
= f ghA
= (f g) (hbf A)
= (f g) Vbf
maka gaya ke atas di rumuskan :
Fa = (f g) Vbf
Fa
W = mg
F2
F1
Dengan:
f = massa jenis fluida (kg/m3)
Vbf = volume benda dalam
fluida (m3)
Fa = gaya ke atas (N)
Gaya ke Atas :
Jadi dapat di simpulkan :
• Suatu benda yang dicelupkan
seluruhnya atau sebagian ke
dalam fluida mengalami gaya
ke atas yang sama dengan
berat fluida yang dipindahkan
Contoh soal :
• Sebatang almunium digantung pada
seutas kawat. Kemudian seluruh
almunium di celupkan ke dalam
sebuah bejana berisi air. Massa
almunium 1 kg dan massa jenisnya
2,7 x 103 kg/m3. Hitung tegangan
kawat sebelum dan sesudah
almunium di celupkan ke air.
Penyelesaian:
Sebelum di celupkan air:
Fy = 0
T1 – mg = 0
T1 = mg
T1 = 1 x10
T1 = 10 N
T1
mg
Sesudah dicelupkan :
Fy = 0
T2 + Fa – mg = 0
T2 = mg – Fa
T2 = 1 x 10 – Fa
T2 = 10 - Fa
mg
T2
Fa
Volume Al :
VAl = m / 
= 1 / (2,7 x 103)
Maka Fa = Val f g
= 3,7 N
Sehingga :
T2 = 10 – 3,7
= 6,3 N
Mengapung
Karena bendanya
seimbang, maka :
Fy = 0
Fa – w = 0
Fa = w
Fa = mb g
Fa = (b Vb) g
(f Vbf) g = (b Vb) g
b = (Vbf/Vb) f
w
Fa
hb
hbf
b f

Atau
b = (Vbf/Vb) f
= (A hbf / A hb) f
b = ( hbf / hb ) f
Dengan :
b = massa jenis benda (kg / m3)
f = masa jenis fluida (kg / m3)
hb = tinggi benda (m)
hbf = tinggi benda dalam fluida (m)
Kesimpulan :
Benda yang dicelupkan ke dalam
fluida akan mengapung, bila massa
jenis rata – rata benda lebih kecil
daripada massa jenis fluida.
Syarat benda mengapung :
b < f
Contoh :
Sebuah benda di celupkan
ke dalam alkohol ( massa
jenis = 0,9 gr/cm3). Hanya
1/3 bagian benda yang
muncul di permukaan
alkohol. Tentukan massa
jenis benda!
Diket :
f = 0,9 gr/cm3
Bagian yang muncul =( 1/3
)hb, sehingga :
hbf = hb –
(1/3)hb = (2/3)hb
Ditanya : Massa jenis benda
(b)
Jawab :
3
6
,
0
9
,
0
3
2
cm
g
b
b
b
b
f
b
bf
b
h
h
h
h







Melayang
Syarat benda melayang :
Fa = w
(f Vbf) g = (b Vb) g
(f Vb) g = (b Vb) g
f = b
Fa
w
b f
=
Kesimpulan :
Benda yang dicelupkan ke
dalam fluida akan melayang,
bila massa jenis rata – rata
benda sama dengan massa
jenis fluida.
Syarat benda melayang:
b = f
Contoh :
Sebuah balok kayu yang massa jenisnya 800 kg/m3 terapung
di air. Selembar aluminium yang massanya 54 gram dan
massa jenisnya 2700 kg/m3 diikatkan di atas kayu itu
sehingga sistem ini melayang. Tentukan volume kayu itu !
Diket :
kayu
aluminium
wk wAl
Fak
FaAl
Di tanya : volume kayu (Vk)
Jawab :
F = 0
Fak + FaAl – wk – wAl = 0
Fak + FaAl = wk + wAl
f g Vk + f g VAl = mkg + mAlg
f Vk + f VAl = mk + mAl
f Vk + f (mAl/ Al) = k Vk+ mAl
1 Vk + 1 (54/2,7) = 0,8 Vk + 54
Vk + 20 = 0,8 Vk + 54
Vk = 170 cm3
Tenggelam
Dengan cara yang sama
di peroleh :
b > f
Kesimpulan :
Benda yang
dicelupkan ke dalam
fluida akan tenggelam,
bila massa jenis rata –
rata benda lebih besar
daripada massa jenis
fluida.
w
Fa
Tantangan :
Sebuah balok mempunyai luas
penampang A, tinggi l, dan massa
jenis . Balok ada pd keseimbangan
di antara dua jenis fluida dengan
massa jenis 1 dan 2 dengan 1 <  <
2 .Fluida – fluida itu tidak bercampur.
Buktikan : Fa = [1gy + 2 g(l – y)]A
Buktikan :  = [1y + 2 (l – y)]/l
Ini gambarnya!
2
1

y
l
TEGANGAN PERMUKAAN
• CONTOH:
Contoh :
 Silet dapat mengapung di air
 Nyamuk dapat hinggap di atas air
Secara matematis tegangan permukaan di
rumuskan :
l
F


Dengan:
F : gaya (N)
l : panjang (m)
 ; tegangan permukaan (N/m)
Atau
Di rumuskan :
A
W


Dengan :
W = usaha (J)
A = luas penampang (m2)
 = tegangan permukaan (J/m2)
Tegangan permukaan pd sebuah bola




cos
cos
l
F
l
F
y
y


Dari gambar di
peroleh :
Karena
maka :
r
l 
2

Fy = 2  r  cos 
Contoh :
Seekor serangga berada di atas
permukaan air. Telapak kaki
serangga tersebut dapat di anggap
sebagai bola kecil dengan jari – jari 3
x 10-5 m. Berat serangga adalah 4,5 x
10-5 N dan tubuhnya di sangga oleh
empat buah kaki. Tentukan sudut
yang dibentuk kaki serangga dengan
bidang vertikal.
Diket :
r = 3 x 10-5 m
w = 4,5 x 10-5 N
n = 4
 = 0,072 Nm-1
Ditanya : 
Penyelesaian
0
5
5
33
83
,
0
cos
4
.
072
,
0
.
10
.
3
.
14
,
3
.
2
10
.
5
,
4
cos
2
cos
cos
2
cos
2




















n
r
w
r
n
w
r
Fy
Diskusi dan interaksi
Mengapa deterjen sering digunakan
untuk mencuci pakaian agar pakaian
menjadi bersih ?
Meniskus
Adalah bentuk cembung atau cekung
permukaan zat cair akibat tegangan
permukaan.
air Raksa


Proses pembentukan meniskus
cekung dan cembung
Adhesi adalah gaya tarik-
menarik antara partikel tak
sejenis.
Kohesi adalah gaya tarik-
menarik antara partikel sejenis.
Perhatiakan gambar berikut:
Air Raksa

Fa
Fk
FR
Fa
Fk
FR

Kapilaritas :
Adalah peristiwa naik turunnya
permukaan zat cair di dalam pipa
kapiler.
Contoh :
peristiwa naiknya minyak tanah pd
sumbu kompor.
Air pd tanaman sampai ke daun
Dan lain-lain.
Perhatikan gambar berikut :
Air Raksa
y


water
y


mercury
SEKIAN
DAN TERIMA KASIH
aguspurnomosite.blogspot.com

Hidrostatika

  • 1.
    FLUIDA STATIS Drs. AgusPurnomo aguspurnomosite.blogspot.com
  • 2.
    Dalam statistika fluida kitamempelajari bab fluida yang ada dalam keadaan diam. Fluida dalam keadaan diam disebut Fluida Statis.
  • 3.
    Massa jenis zatadalah perbandingan antara massa dengan volume zat itu sendiri. Secara matematis di rumuskan: ρ = m / V Dengan : • m = massa (kg) • V = volume zat (m3) • ρ = kerapatan = massajenis (kg/m3) Massa Jenis Zat
  • 4.
     Apabila kerapatansuatu benda lebih kecil dari kerapatan air, maka benda akan terapung. Sebaliknya jika kerapatan suatu benda lebih besar dari kerapatan air, benda tersebut akan tenggelam. Berat jenis suatu zat merupakan perbandingan berat zat tersebut terhadap volumenya. Satuan sistem internasional untuk berat jenis adalah N/m3.
  • 5.
    Zat Kerapatan (kg/m3) Zat Cair Air(4o C) 1,00 x 103 Air Laut 1,03 x 103 Darah 1,06 x 103 Bensin 0,68 x 103 Air raksa 13,6 x 103 Zat Padat Es 0,92 x 103 Aluminium 2,70 x 103 Besi & Baja 7,8 x 103 Emas 19,3 x 103 Gelas 2,4 – 2,8 x 103 Kayu 0,3 – 0,9 x 103 Tembaga 8,9 x 103 Timah 11,3 x 103 Tulang 1,7 – 2.0 x 103 Zat Gas Udara 1,293 Helium 0,1786 Hidrogen 0,08994 Uap air 0,6 Berikut ini data massa jenis dari beberapa zat :
  • 6.
    Tekanan ( p) Tekanan adalah gaya yang bekerja tegak lurus pada suatu bidang tiap satuan luas bidang yang dikenai gaya Di rumuskan : P = F / A dengan : F = gaya yang bekerja pada benda (Newton) A = luas penampang benda(m2) 1 pascal ( 1 Pa) = 1 N/m2 Satuan lain yang digunakan = atm (atmosfer), cm Hg, mb(milibar) 1 bar = 105 Pa 1 atm = 76 cm Hg=1,01 .105 Pa 1 mb = 10-3 bar
  • 7.
    Fluida ( zatalir) : zat yang bisa mengalir. Contohnya zat cair dan gas. Zat cair termasuk fluida yang inkompressibel, artinya pada tekanan yang tidak terlalu besar, volumenya tidak berubah meskipun ditekan. Gas termasuk fluida kompressibel, artinya volumenya bisa berkurang jika ditekan Air dalam keadaan diam disebut hidrostatis
  • 8.
    Sifat-sifat Fluida: 1.Gaya-gaya yangdikerjakan suatu fluida pada dinding wadahnya selalu berarah tegak lurus terhadap dinding wadahnya. 2. Tekanan dalam suatu fluida pada kedalaman yang sama adalah sama dalam segala arah
  • 9.
    Tekanan Hidrostatis (Ph) Dirumuskan : Ph = F / A = mg / A = Vg / A =  A h g / A = . g. h = S . h = massa jenis zat cair h= kedalaman g= percepatan gravitasi Tekanan yang disebabkan oleh fluida tak bergerak disebut tekanan hidrostatik
  • 10.
    Tekanan Gauge Yaitu selisihantara tekanan yang tidak diketahui dengan tekanan atmosfer (tekanan udara luar) Nilai tekanan yang diukur oleh alat pengukur tekanan menyatakan tekanan gauge, sedangkan tekanan sesungguhnya disebut tekanan mutlak Pmutlak = P gauge + P atmosfer
  • 11.
    Contoh Soal : Sebuahban berisi udara bertekanan gauge 2 bar memiliki tekanan mutlak kira-kira 3 bar, sebab tekanan atmosfer pada permukaan laut kira-kira 1 bar
  • 12.
    Sebuah logam paduan( alloy ) dibuat dari 0,04 kg logam A dengan massa jenis 8000 kg/m3 dan 0,10 kg logam B dengan massa jenis 10000 kg/m3 . Hitung massa jenis rata – rata logam paduan itu. Diket : Logam A :m A = 0,04 kg dan  A= 8000 kg/ m3 Logam B :m B = 0,10 kg dan  B= 10000 kg /m3 Ditanya : massa jenis rata – rata logam paduan Contoh Soal :
  • 13.
    Jawab: Massa total logam= mA + mB = 0,04 + 0,10 = 0,14 kg Volume total = VA + VB =( mA / A) + (mB / B) = (0,04/8000) + (0,10/10000) = 0,6/40000 Maka Massa jenis logam paduan = massa total : volume total = 0,14 : (0,6/40000) = 9333 kg /m3
  • 14.
    Hukum Pascal “Tekanan yangdi berikan kepada fluida diam yang memenuhi sebuah ruangan di teruskan oleh fluida itu ke segala arah sama besarnya”.
  • 15.
    Penerapan Hukum Pascal Dongkrak Hidrolik  Kempa Hidrolik  Alat Pengangkat Mobil  Rem Cakram
  • 16.
    Prinsip Hukum Pascal F1 A1 F2 A2 Dirumuskan : P1 = P2 (F1/A1) = (F2/A2) Dengan : F1 : gaya yang bekerja pd piston 1 F2 : gaya yang bekerja pd piston 2 A1 : luas penampang 1 A2 : luas penampang 2
  • 17.
  • 18.
    Hukum Utama Hidrostatika Semuatitik yang terletak pada bidang datar yang sama di dalam zat cair yang sejenis memiliki tekanan (mutlak) yang sama. Pernyataan inilah yang disebut sebagai hukum pokok hidrostatika. Penerapan dari Hukum Utama Hidrostatika adalah dalam bejana berhubungan
  • 19.
  • 20.
    Hukum Utama Hidrostatik Dirumuskan : P1 = P2 Po + 1gh1 = Po + 2gh2 1h1 = 2h2 Po Po 1 2 h1 h2 Semua titik yang terletak pada suatu bidang datar di dalam zat cair yang sejenis memiliki tekanan yang sama.
  • 21.
    Contoh: Sebuah bejana berhubungandiisi dengan empat zat cair. Massa jenis zat cair itu masing – masing : 1 = 1,2 gr/cm3, 2 = 8 gr/cm3 3 = 0,8 gr/cm3, ho=10 cm , h1=20 cm, h2=24 cm, h3 = 12 cm h4 = 18 cm 4 = …….?
  • 22.
    Perhatikan gambar berikut: Tentukan4……….!  1  2  4  3 h2 h1 ho h3 h4
  • 23.
    Hukum Archimedes Memahami hkmArchimedes dengan kajian eksperimen sederhana: 1. Siapkan sebuah beban, neraca pegas, gelas ukur dan air secukupnya. 2. Masukan air dalam gelas ukur dan catat volumenya (Vo) 3. Timbang beban dengan neraca pegas dan catat beratnya (w1). 4. Masukkan beban yang masih tergantung pd neraca pegas ke dalam gelas ukur yang berisi air, catat volume air setelah dimasuki beban (V1) dan berat beban dalam air (w2). 5. Hitung perbedaan volume air dan berat beban. 6. Bagaimana kesimpulannya
  • 24.
    • Dikemukakan olehArchimedes (Yunani ), bunyinya : • “ Setiap benda yang dicelupkan dalam zat cair (fluida), baik sebagian atau seluruhnya akan mendapat gaya ke atas sebesar berat zat cair yang didesak/dipindahkan.” Hukum Archimedes
  • 25.
  • 26.
  • 27.
    Gaya ke Atas: Maka di rumuskan : Wbf = w – Fa Fa = w – wbf atau Fa = F2 – F1 = P2 A – P1 A = (P2 – P1)A = f ghA = (f g) (hbf A) = (f g) Vbf maka gaya ke atas di rumuskan : Fa = (f g) Vbf Fa W = mg F2 F1
  • 28.
    Dengan: f = massajenis fluida (kg/m3) Vbf = volume benda dalam fluida (m3) Fa = gaya ke atas (N) Gaya ke Atas :
  • 29.
    Jadi dapat disimpulkan : • Suatu benda yang dicelupkan seluruhnya atau sebagian ke dalam fluida mengalami gaya ke atas yang sama dengan berat fluida yang dipindahkan
  • 30.
    Contoh soal : •Sebatang almunium digantung pada seutas kawat. Kemudian seluruh almunium di celupkan ke dalam sebuah bejana berisi air. Massa almunium 1 kg dan massa jenisnya 2,7 x 103 kg/m3. Hitung tegangan kawat sebelum dan sesudah almunium di celupkan ke air.
  • 31.
    Penyelesaian: Sebelum di celupkanair: Fy = 0 T1 – mg = 0 T1 = mg T1 = 1 x10 T1 = 10 N T1 mg
  • 32.
    Sesudah dicelupkan : Fy= 0 T2 + Fa – mg = 0 T2 = mg – Fa T2 = 1 x 10 – Fa T2 = 10 - Fa mg T2 Fa
  • 33.
    Volume Al : VAl= m /  = 1 / (2,7 x 103) Maka Fa = Val f g = 3,7 N Sehingga : T2 = 10 – 3,7 = 6,3 N
  • 34.
    Mengapung Karena bendanya seimbang, maka: Fy = 0 Fa – w = 0 Fa = w Fa = mb g Fa = (b Vb) g (f Vbf) g = (b Vb) g b = (Vbf/Vb) f w Fa hb hbf b f 
  • 35.
    Atau b = (Vbf/Vb)f = (A hbf / A hb) f b = ( hbf / hb ) f Dengan : b = massa jenis benda (kg / m3) f = masa jenis fluida (kg / m3) hb = tinggi benda (m) hbf = tinggi benda dalam fluida (m)
  • 36.
    Kesimpulan : Benda yangdicelupkan ke dalam fluida akan mengapung, bila massa jenis rata – rata benda lebih kecil daripada massa jenis fluida. Syarat benda mengapung : b < f
  • 37.
    Contoh : Sebuah bendadi celupkan ke dalam alkohol ( massa jenis = 0,9 gr/cm3). Hanya 1/3 bagian benda yang muncul di permukaan alkohol. Tentukan massa jenis benda! Diket : f = 0,9 gr/cm3 Bagian yang muncul =( 1/3 )hb, sehingga : hbf = hb – (1/3)hb = (2/3)hb Ditanya : Massa jenis benda (b) Jawab : 3 6 , 0 9 , 0 3 2 cm g b b b b f b bf b h h h h       
  • 38.
    Melayang Syarat benda melayang: Fa = w (f Vbf) g = (b Vb) g (f Vb) g = (b Vb) g f = b Fa w b f =
  • 39.
    Kesimpulan : Benda yangdicelupkan ke dalam fluida akan melayang, bila massa jenis rata – rata benda sama dengan massa jenis fluida. Syarat benda melayang: b = f
  • 40.
    Contoh : Sebuah balokkayu yang massa jenisnya 800 kg/m3 terapung di air. Selembar aluminium yang massanya 54 gram dan massa jenisnya 2700 kg/m3 diikatkan di atas kayu itu sehingga sistem ini melayang. Tentukan volume kayu itu ! Diket : kayu aluminium wk wAl Fak FaAl
  • 41.
    Di tanya :volume kayu (Vk) Jawab : F = 0 Fak + FaAl – wk – wAl = 0 Fak + FaAl = wk + wAl f g Vk + f g VAl = mkg + mAlg f Vk + f VAl = mk + mAl f Vk + f (mAl/ Al) = k Vk+ mAl 1 Vk + 1 (54/2,7) = 0,8 Vk + 54 Vk + 20 = 0,8 Vk + 54 Vk = 170 cm3
  • 42.
    Tenggelam Dengan cara yangsama di peroleh : b > f Kesimpulan : Benda yang dicelupkan ke dalam fluida akan tenggelam, bila massa jenis rata – rata benda lebih besar daripada massa jenis fluida. w Fa
  • 43.
    Tantangan : Sebuah balokmempunyai luas penampang A, tinggi l, dan massa jenis . Balok ada pd keseimbangan di antara dua jenis fluida dengan massa jenis 1 dan 2 dengan 1 <  < 2 .Fluida – fluida itu tidak bercampur. Buktikan : Fa = [1gy + 2 g(l – y)]A Buktikan :  = [1y + 2 (l – y)]/l
  • 44.
  • 45.
  • 46.
    Contoh :  Siletdapat mengapung di air  Nyamuk dapat hinggap di atas air Secara matematis tegangan permukaan di rumuskan : l F   Dengan: F : gaya (N) l : panjang (m)  ; tegangan permukaan (N/m)
  • 47.
    Atau Di rumuskan : A W   Dengan: W = usaha (J) A = luas penampang (m2)  = tegangan permukaan (J/m2)
  • 48.
    Tegangan permukaan pdsebuah bola     cos cos l F l F y y   Dari gambar di peroleh : Karena maka : r l  2  Fy = 2  r  cos 
  • 49.
    Contoh : Seekor seranggaberada di atas permukaan air. Telapak kaki serangga tersebut dapat di anggap sebagai bola kecil dengan jari – jari 3 x 10-5 m. Berat serangga adalah 4,5 x 10-5 N dan tubuhnya di sangga oleh empat buah kaki. Tentukan sudut yang dibentuk kaki serangga dengan bidang vertikal.
  • 50.
    Diket : r =3 x 10-5 m w = 4,5 x 10-5 N n = 4  = 0,072 Nm-1 Ditanya : 
  • 51.
  • 52.
    Diskusi dan interaksi Mengapadeterjen sering digunakan untuk mencuci pakaian agar pakaian menjadi bersih ?
  • 53.
    Meniskus Adalah bentuk cembungatau cekung permukaan zat cair akibat tegangan permukaan. air Raksa  
  • 54.
    Proses pembentukan meniskus cekungdan cembung Adhesi adalah gaya tarik- menarik antara partikel tak sejenis. Kohesi adalah gaya tarik- menarik antara partikel sejenis.
  • 55.
    Perhatiakan gambar berikut: AirRaksa  Fa Fk FR Fa Fk FR 
  • 56.
    Kapilaritas : Adalah peristiwanaik turunnya permukaan zat cair di dalam pipa kapiler. Contoh : peristiwa naiknya minyak tanah pd sumbu kompor. Air pd tanaman sampai ke daun Dan lain-lain.
  • 57.
    Perhatikan gambar berikut: Air Raksa y   water y   mercury
  • 58.