SlideShare a Scribd company logo
PEMBERIAN DOSIS OBAT PADA BAYI
(PEDIATRIC)
Perbedaan Bayi dan Dewasa
• Sumber perbedaan :
– komposisi tubuh
– Kesempurnaan pertumbuhan hati dan fungsi
ginjal
• Bayi : 0-2 tahun
• Kelompok bayi khusus : dibawah 4 minggu
(memerlukan penanganan lebih khusus)
Kondisi Bayi
• Fungsi hepatik belum tercapai sampai minggu
ketiga
• Proses oksidasi pada bayi berkembang cukup
baik, tetapi ada kekurangan enzim konjugasi
• Beberapa obat menunjukkan penurunan
ikatan dengan albumin plasma.
• Bayi baru lahir (newborn) : aktivitas ginjal
hanya 30-50% dari dewasa
Comparison of Newborn and Adult Renal Clearancesa
Drug Half-Life in
Neonatesa (hr)
Half-Life in Adults
(hr)
Penicillin G 3.2 0.5
Ampicillin 4 1–1.5
Methicillin 3.3/1.3 0.5
Carbenicillin 5–6 1–1.5
Kanamycin 5–5.7 3–5
Gentamicin 5 2–3
Elimination Half-Lives of Drugs in Infants and Adults
Contoh kasus
• Waktu paruh eliminasi penisilin G adalah 0,5 jam
pada dewasa dan 3,2 jam pada bayi (usia 0-7 hari).
Dosis Penisilin G untuk dewasa normal adalah 4
mg/kg setiap 4 jam. Hitunglah dosis Penisilin G pada
bayi seberat 11 pon.
Perhitungan dg pendekatan PK :
Alternatively, 10 mg every 12 hours would achieve the same C ∞
av.
Per hari
Perhitungan lain :
• Rumus Clark :
DewasaDosisx
150
BB(pon)
anakDosis 
Contoh Penisilin G sebelumnya, dosis untuk orang dewasanya untuk
BB 75 kg
mg22300x
150
11
anakDosis 
• Rumus Young : (anak 2 tahun ke atas)
DewasaDosisx
12(tahun)umur
(tahun)umur
anakDosis


PEMBERIAN DOSIS PADA USIA
LANJUT (GERIATRIC)
Kondisi geriatric :
• Perubahan fisiologik karena umur
• Komposisi tubuh berubah
• Jaringan lemak naik
Contoh :
– Obat-obat yang larut lemak dapat mengalami
kenaikan Vd karena bertambahnya jaringan lemak
• Proses metabolisme lambat
• Perfusi darah ke daerah usus berkurang,
absorpsi makin lambat
• Laju filtrasi glomerulus berkurang secara
bermakna
• t1/2 naik
• Akumulasi obat dapat terjadi
• Akhirnya kepekaan/respon reseptor juga akan
berubah
Sehingga :
– Beberpa obat dapat menimbukan efek samping
Contoh kasus :
• Suatu aminoglikosida memiliki waktu paruh 107
menit pada dewasa muda. Pada pasien berusia
antara 70-90, waktu paruh obat ini menjadi 282
menit. Dosis normal aminoglikosida adalah 15 mg/kg
per hari yang dibagi ke dalam dua kali pemberian
dosis. Berapakah dosis obat tersebut untuk pasien
berusia 75 tahun (Vd diasumsikan tidak berubah)?
Dengan menjada dosis tetap
DN = Dosis baru
D0 = Dosis awal
Jadi dosis yang sama dapat diberikan setiap 32 jam
Atau : 7,5 mg/kg per 16 jam
Contoh kasus 2 :
• The clearance of lithium was determined to be 41.5
mL/min in a group of patients with an average age of 25
years. In a group of elderly patients with an average age
of 63 years, the clearance of lithium was 7.7 mL/min.
What percentage of the normal dose of lithium should be
given to a 65-year-old patient?
Jadi dosis litium dapat dikurangi menjadi sekitar 20% dari dosis normal
Contoh Klinis :
• Hipertensi merupakan penyakit yang umum terjadi pada
pasien usia lanjut. Dikaji penggunaan felodipine
(Plendil), suatu antagonis channel Ca pada subyek
orang muda dan usia lanjut. Setelah pemberian dosis
oral felodipine 5 mg, AUC and C max pada pasien usia
lanjut (67–79 years of age, mean weight 71 kg ) adalah
tiga kali subyek org muda (20–34 years of age, mean
weight 75 kg)
Dosis Pediatrik & Geriatrik
• Effect samping dari felodipine pada pasien
usia lanjut berupa flushing (9 dari 11
subjects), and palpitation (3 dari 11 subjects),
sedangkan pada pasien muda hanya 1 orang .
• Systemic clearance pd LANSIA 248 ± 108 L/hr
dan 619 ± 214 L/hr pada subyek muda.
• F pada lansia = 15.5% dan pada subyek muda
= 15.3% (Concomitant medications included a
diuretic and a -blocker)
a. Apakah penyebab dari perbedaan AUC antara
subyek usia lanjut dan anak muda?
b. Berapakah kadar felodipin pada keadaan
tunak (ss) pada pasien usia lanjut apabila
dosis dan interval dosis tidak berubah?
c. Dapatkah felodipine diberikan dengan aman
pada pasien usia lanjut?
Jawaban
a. AUC pada usial lanjut menjadi lebih tinggi
karena adanya penurunan Cl pada usia lanjut
tsb.
b.
c. Pasien usia lanjut mempunyai efek samping
yang lebih banyak dibandingkan pada orang
dewasa muda. Faktor-faktor yang
menyebabkan peningkatan efek samping
adalah :
(1) penurunan aliran darah ke hati
(2) penurunan kalium pada tubuh
(3) peningkatan bioavailabilitas atau
(4) penurunan klirens

More Related Content

What's hot

Farmakokinetika Aminoglikosida
Farmakokinetika AminoglikosidaFarmakokinetika Aminoglikosida
Farmakokinetika Aminoglikosida
Muhammad Didit Prasodjo
 
Bioavailabilitas dan Bioekivalensi
Bioavailabilitas dan BioekivalensiBioavailabilitas dan Bioekivalensi
Bioavailabilitas dan Bioekivalensi
Surya Amal
 
Interaksi obat & reseptor
Interaksi obat & reseptorInteraksi obat & reseptor
Interaksi obat & reseptor
fatmanurhaliza24
 
Pengembangan obat herbal
Pengembangan obat herbalPengembangan obat herbal
Pengantar farmakokinetika klinik-TDM
Pengantar farmakokinetika klinik-TDMPengantar farmakokinetika klinik-TDM
Pengantar farmakokinetika klinik-TDM
Taofik Rusdiana
 
Konversi dosis
Konversi dosisKonversi dosis
Konversi dosis
Taofik Rusdiana
 
Farmakokinetik Klinik Fenitoin
Farmakokinetik Klinik FenitoinFarmakokinetik Klinik Fenitoin
Farmakokinetik Klinik Fenitoin
Taofik Rusdiana
 
Faktor-Faktor yang Berpengaruh Terhadap Proses Pelepasan, Pelarutan dan Abso...
Faktor-Faktor yang Berpengaruh Terhadap  Proses Pelepasan, Pelarutan dan Abso...Faktor-Faktor yang Berpengaruh Terhadap  Proses Pelepasan, Pelarutan dan Abso...
Faktor-Faktor yang Berpengaruh Terhadap Proses Pelepasan, Pelarutan dan Abso...
Surya Amal
 
BIOFARMASI SEDIAAN YANG DIBERIKAN MELALUI KULIT
BIOFARMASI SEDIAAN YANG  DIBERIKAN MELALUI KULITBIOFARMASI SEDIAAN YANG  DIBERIKAN MELALUI KULIT
BIOFARMASI SEDIAAN YANG DIBERIKAN MELALUI KULIT
Surya Amal
 
Obat saluran pencernaan
Obat saluran pencernaanObat saluran pencernaan
Obat saluran pencernaan
Rizkythia_Andhara
 
Kelompok 12(1)
Kelompok 12(1)Kelompok 12(1)
Kelompok 12(1)
husnul khotimah
 
PENGANTAR FARMAKOKINETIK
PENGANTAR FARMAKOKINETIKPENGANTAR FARMAKOKINETIK
PENGANTAR FARMAKOKINETIK
Surya Amal
 
Metode pembuatan emulsi
Metode pembuatan emulsi Metode pembuatan emulsi
Metode pembuatan emulsi
Trie Marcory
 
Penggunaan obat pada pediatrik
Penggunaan obat pada pediatrikPenggunaan obat pada pediatrik
Penggunaan obat pada pediatrik
Fadhol Romdhoni
 
Prinsip kerja Obat
Prinsip kerja ObatPrinsip kerja Obat
Prinsip kerja Obat
Dokter Tekno
 
Farmakokinetika pengaturan dosis
Farmakokinetika   pengaturan dosisFarmakokinetika   pengaturan dosis
Farmakokinetika pengaturan dosis
Dwi Ramdhini
 
FARMAKOKINETIK NON LINIER
FARMAKOKINETIK NON LINIERFARMAKOKINETIK NON LINIER
FARMAKOKINETIK NON LINIER
Taofik Rusdiana
 
Sediaan obat Kapsul
Sediaan obat KapsulSediaan obat Kapsul
Sediaan obat Kapsul
Sapan Nada
 

What's hot (20)

Farmakokinetika Aminoglikosida
Farmakokinetika AminoglikosidaFarmakokinetika Aminoglikosida
Farmakokinetika Aminoglikosida
 
Bioavailabilitas dan Bioekivalensi
Bioavailabilitas dan BioekivalensiBioavailabilitas dan Bioekivalensi
Bioavailabilitas dan Bioekivalensi
 
Interaksi obat & reseptor
Interaksi obat & reseptorInteraksi obat & reseptor
Interaksi obat & reseptor
 
Pengembangan obat herbal
Pengembangan obat herbalPengembangan obat herbal
Pengembangan obat herbal
 
Pengantar farmakokinetika klinik-TDM
Pengantar farmakokinetika klinik-TDMPengantar farmakokinetika klinik-TDM
Pengantar farmakokinetika klinik-TDM
 
Konversi dosis
Konversi dosisKonversi dosis
Konversi dosis
 
Farmakokinetik Klinik Fenitoin
Farmakokinetik Klinik FenitoinFarmakokinetik Klinik Fenitoin
Farmakokinetik Klinik Fenitoin
 
Faktor-Faktor yang Berpengaruh Terhadap Proses Pelepasan, Pelarutan dan Abso...
Faktor-Faktor yang Berpengaruh Terhadap  Proses Pelepasan, Pelarutan dan Abso...Faktor-Faktor yang Berpengaruh Terhadap  Proses Pelepasan, Pelarutan dan Abso...
Faktor-Faktor yang Berpengaruh Terhadap Proses Pelepasan, Pelarutan dan Abso...
 
BIOFARMASI SEDIAAN YANG DIBERIKAN MELALUI KULIT
BIOFARMASI SEDIAAN YANG  DIBERIKAN MELALUI KULITBIOFARMASI SEDIAAN YANG  DIBERIKAN MELALUI KULIT
BIOFARMASI SEDIAAN YANG DIBERIKAN MELALUI KULIT
 
Obat saluran pencernaan
Obat saluran pencernaanObat saluran pencernaan
Obat saluran pencernaan
 
Kelompok 12(1)
Kelompok 12(1)Kelompok 12(1)
Kelompok 12(1)
 
Metode soap
Metode soapMetode soap
Metode soap
 
PENGANTAR FARMAKOKINETIK
PENGANTAR FARMAKOKINETIKPENGANTAR FARMAKOKINETIK
PENGANTAR FARMAKOKINETIK
 
Metode pembuatan emulsi
Metode pembuatan emulsi Metode pembuatan emulsi
Metode pembuatan emulsi
 
Penggunaan obat pada pediatrik
Penggunaan obat pada pediatrikPenggunaan obat pada pediatrik
Penggunaan obat pada pediatrik
 
Prinsip kerja Obat
Prinsip kerja ObatPrinsip kerja Obat
Prinsip kerja Obat
 
Farmakokinetika pengaturan dosis
Farmakokinetika   pengaturan dosisFarmakokinetika   pengaturan dosis
Farmakokinetika pengaturan dosis
 
FARMAKOKINETIK NON LINIER
FARMAKOKINETIK NON LINIERFARMAKOKINETIK NON LINIER
FARMAKOKINETIK NON LINIER
 
SWAMEDIKASI
SWAMEDIKASISWAMEDIKASI
SWAMEDIKASI
 
Sediaan obat Kapsul
Sediaan obat KapsulSediaan obat Kapsul
Sediaan obat Kapsul
 

Similar to Dosis Pediatrik & Geriatrik

Dosis farmasetika
Dosis farmasetikaDosis farmasetika
Dosis farmasetika
khoirilliana12
 
Farmakologi_Pengelolaan Obat pada Anak.pptx
Farmakologi_Pengelolaan Obat pada Anak.pptxFarmakologi_Pengelolaan Obat pada Anak.pptx
Farmakologi_Pengelolaan Obat pada Anak.pptx
IrfanNersMaulana
 
Farmakoterapi anak
Farmakoterapi anakFarmakoterapi anak
Farmakoterapi anak
Gilang Rizki
 
Hipoalbumin PPT(1).pptx
Hipoalbumin PPT(1).pptxHipoalbumin PPT(1).pptx
Hipoalbumin PPT(1).pptx
IMadeWirtaWiyasa1
 
Pengendalian Proses.pptx Mata kuliah manajemen mutu laboratorium
Pengendalian Proses.pptx Mata kuliah manajemen mutu laboratoriumPengendalian Proses.pptx Mata kuliah manajemen mutu laboratorium
Pengendalian Proses.pptx Mata kuliah manajemen mutu laboratorium
SyailaNandaSofiaWell
 
PENGELOLAAN OBAT PADA ANAK DAN LANSIA (1).pptx
PENGELOLAAN OBAT PADA ANAK DAN LANSIA (1).pptxPENGELOLAAN OBAT PADA ANAK DAN LANSIA (1).pptx
PENGELOLAAN OBAT PADA ANAK DAN LANSIA (1).pptx
sandiharyanto
 
Obesitas .pptx
Obesitas .pptxObesitas .pptx
Obesitas .pptx
WawaBisnis
 
suplementasi PUFA
suplementasi PUFA suplementasi PUFA
suplementasi PUFA
eliesfitriani
 
Pio pioglitazone achmad fauzi al' amrie
Pio pioglitazone achmad fauzi al' amriePio pioglitazone achmad fauzi al' amrie
Pio pioglitazone achmad fauzi al' amrie
Achmad Fauzi Al' Amrie
 
Kasus ggk dan hipertensi grade ii
Kasus ggk dan hipertensi grade iiKasus ggk dan hipertensi grade ii
Kasus ggk dan hipertensi grade ii
Dessycis
 
NCP_DM_ULKUS.docx
NCP_DM_ULKUS.docxNCP_DM_ULKUS.docx
NCP_DM_ULKUS.docx
ssuser337279
 
Asuhan gizi sirosis hati
Asuhan gizi sirosis hati Asuhan gizi sirosis hati
Asuhan gizi sirosis hati
universitas negeri semarang
 
Ginjal dan hipertensi
Ginjal dan hipertensiGinjal dan hipertensi
Ginjal dan hipertensi
Helmon Chan
 
sindroma nefrotik
 sindroma nefrotik sindroma nefrotik
sindroma nefrotik
Jawanis1949
 
3 k3 spesimen
3 k3 spesimen3 k3 spesimen
3 k3 spesimen
Farida Sihotang
 
Nutrisi parenteral
Nutrisi parenteralNutrisi parenteral
Nutrisi parenteral
Reny Wijayanti
 
35152967 nutrisi-anak-sakit-berat
35152967 nutrisi-anak-sakit-berat35152967 nutrisi-anak-sakit-berat
35152967 nutrisi-anak-sakit-berat
iqbal_r2hmi
 
PPT SK1 ENDOKRIN bersama dokter koas joalhem
PPT SK1 ENDOKRIN bersama dokter koas joalhemPPT SK1 ENDOKRIN bersama dokter koas joalhem
PPT SK1 ENDOKRIN bersama dokter koas joalhem
andreyulistyo
 
Perbedaan Metabolisme Antara Bayi Prematur dan Cukup Bulan
Perbedaan Metabolisme Antara Bayi Prematur dan Cukup BulanPerbedaan Metabolisme Antara Bayi Prematur dan Cukup Bulan
Perbedaan Metabolisme Antara Bayi Prematur dan Cukup Bulan
Dita Mayangsari
 
ppt fartok 3 TB 2.pptx
ppt fartok 3 TB 2.pptxppt fartok 3 TB 2.pptx
ppt fartok 3 TB 2.pptx
nurainpuyo
 

Similar to Dosis Pediatrik & Geriatrik (20)

Dosis farmasetika
Dosis farmasetikaDosis farmasetika
Dosis farmasetika
 
Farmakologi_Pengelolaan Obat pada Anak.pptx
Farmakologi_Pengelolaan Obat pada Anak.pptxFarmakologi_Pengelolaan Obat pada Anak.pptx
Farmakologi_Pengelolaan Obat pada Anak.pptx
 
Farmakoterapi anak
Farmakoterapi anakFarmakoterapi anak
Farmakoterapi anak
 
Hipoalbumin PPT(1).pptx
Hipoalbumin PPT(1).pptxHipoalbumin PPT(1).pptx
Hipoalbumin PPT(1).pptx
 
Pengendalian Proses.pptx Mata kuliah manajemen mutu laboratorium
Pengendalian Proses.pptx Mata kuliah manajemen mutu laboratoriumPengendalian Proses.pptx Mata kuliah manajemen mutu laboratorium
Pengendalian Proses.pptx Mata kuliah manajemen mutu laboratorium
 
PENGELOLAAN OBAT PADA ANAK DAN LANSIA (1).pptx
PENGELOLAAN OBAT PADA ANAK DAN LANSIA (1).pptxPENGELOLAAN OBAT PADA ANAK DAN LANSIA (1).pptx
PENGELOLAAN OBAT PADA ANAK DAN LANSIA (1).pptx
 
Obesitas .pptx
Obesitas .pptxObesitas .pptx
Obesitas .pptx
 
suplementasi PUFA
suplementasi PUFA suplementasi PUFA
suplementasi PUFA
 
Pio pioglitazone achmad fauzi al' amrie
Pio pioglitazone achmad fauzi al' amriePio pioglitazone achmad fauzi al' amrie
Pio pioglitazone achmad fauzi al' amrie
 
Kasus ggk dan hipertensi grade ii
Kasus ggk dan hipertensi grade iiKasus ggk dan hipertensi grade ii
Kasus ggk dan hipertensi grade ii
 
NCP_DM_ULKUS.docx
NCP_DM_ULKUS.docxNCP_DM_ULKUS.docx
NCP_DM_ULKUS.docx
 
Asuhan gizi sirosis hati
Asuhan gizi sirosis hati Asuhan gizi sirosis hati
Asuhan gizi sirosis hati
 
Ginjal dan hipertensi
Ginjal dan hipertensiGinjal dan hipertensi
Ginjal dan hipertensi
 
sindroma nefrotik
 sindroma nefrotik sindroma nefrotik
sindroma nefrotik
 
3 k3 spesimen
3 k3 spesimen3 k3 spesimen
3 k3 spesimen
 
Nutrisi parenteral
Nutrisi parenteralNutrisi parenteral
Nutrisi parenteral
 
35152967 nutrisi-anak-sakit-berat
35152967 nutrisi-anak-sakit-berat35152967 nutrisi-anak-sakit-berat
35152967 nutrisi-anak-sakit-berat
 
PPT SK1 ENDOKRIN bersama dokter koas joalhem
PPT SK1 ENDOKRIN bersama dokter koas joalhemPPT SK1 ENDOKRIN bersama dokter koas joalhem
PPT SK1 ENDOKRIN bersama dokter koas joalhem
 
Perbedaan Metabolisme Antara Bayi Prematur dan Cukup Bulan
Perbedaan Metabolisme Antara Bayi Prematur dan Cukup BulanPerbedaan Metabolisme Antara Bayi Prematur dan Cukup Bulan
Perbedaan Metabolisme Antara Bayi Prematur dan Cukup Bulan
 
ppt fartok 3 TB 2.pptx
ppt fartok 3 TB 2.pptxppt fartok 3 TB 2.pptx
ppt fartok 3 TB 2.pptx
 

Recently uploaded

Transisi PAUD SD_ YANG MENYENANGKAN.pptx
Transisi PAUD SD_ YANG MENYENANGKAN.pptxTransisi PAUD SD_ YANG MENYENANGKAN.pptx
Transisi PAUD SD_ YANG MENYENANGKAN.pptx
IrsadunIrsadun
 
Peranan fungsi dan etika bermedia sosial
Peranan fungsi dan etika bermedia sosialPeranan fungsi dan etika bermedia sosial
Peranan fungsi dan etika bermedia sosial
bamboekuning
 
MATERI MPLS LITERASI DIGITALirwanrid.pptx
MATERI MPLS LITERASI DIGITALirwanrid.pptxMATERI MPLS LITERASI DIGITALirwanrid.pptx
MATERI MPLS LITERASI DIGITALirwanrid.pptx
irwanridwansah82
 
Modul Ajar Seni Musik Kelas 4 Fase B Kurikulum Merdeka
Modul Ajar Seni Musik Kelas 4 Fase B Kurikulum MerdekaModul Ajar Seni Musik Kelas 4 Fase B Kurikulum Merdeka
Modul Ajar Seni Musik Kelas 4 Fase B Kurikulum Merdeka
Fathan Emran
 
PPT IPA KELAS 8 BAB 1 SEMESTER 1 KURIKULUM 2023
PPT IPA KELAS 8 BAB 1 SEMESTER 1 KURIKULUM 2023PPT IPA KELAS 8 BAB 1 SEMESTER 1 KURIKULUM 2023
PPT IPA KELAS 8 BAB 1 SEMESTER 1 KURIKULUM 2023
hermintatumangger
 
MPLS KELAS 5 SD NEGERI 012 SINGKEPSARI NOVITA .pdf
MPLS  KELAS 5 SD NEGERI 012 SINGKEPSARI NOVITA .pdfMPLS  KELAS 5 SD NEGERI 012 SINGKEPSARI NOVITA .pdf
MPLS KELAS 5 SD NEGERI 012 SINGKEPSARI NOVITA .pdf
fitriyanti581
 
MATERI BULLYING DAN NARKOBA UNTUK LINGKUNGAN SEKOLAH.pdf
MATERI BULLYING DAN NARKOBA UNTUK LINGKUNGAN SEKOLAH.pdfMATERI BULLYING DAN NARKOBA UNTUK LINGKUNGAN SEKOLAH.pdf
MATERI BULLYING DAN NARKOBA UNTUK LINGKUNGAN SEKOLAH.pdf
AgusRustiono
 
Modul Ajar Seni Rupa Kelas 10 Fase E Kurikulum Merdeka
Modul Ajar Seni Rupa Kelas 10 Fase E Kurikulum MerdekaModul Ajar Seni Rupa Kelas 10 Fase E Kurikulum Merdeka
Modul Ajar Seni Rupa Kelas 10 Fase E Kurikulum Merdeka
Fathan Emran
 
1.3.f.7. Eksplorasi Konsep - Modul 1.3 (1).pdf
1.3.f.7. Eksplorasi Konsep - Modul 1.3 (1).pdf1.3.f.7. Eksplorasi Konsep - Modul 1.3 (1).pdf
1.3.f.7. Eksplorasi Konsep - Modul 1.3 (1).pdf
septyayuningtyas1
 
PPT MPLS PENDIDIKAN KARAKTER [www.defantri.com].pptx.pdf
PPT MPLS PENDIDIKAN KARAKTER  [www.defantri.com].pptx.pdfPPT MPLS PENDIDIKAN KARAKTER  [www.defantri.com].pptx.pdf
PPT MPLS PENDIDIKAN KARAKTER [www.defantri.com].pptx.pdf
adrianadiyansyah36
 
JURNAL REFLEKSI DWI MINGGUAN MODUL 1.2.pdf
JURNAL REFLEKSI DWI MINGGUAN MODUL 1.2.pdfJURNAL REFLEKSI DWI MINGGUAN MODUL 1.2.pdf
JURNAL REFLEKSI DWI MINGGUAN MODUL 1.2.pdf
masyithah15
 
CARA BELAJAR EFEKTIF MPLS 2024 MENGGUNAKAN PENDEKATAN MITACOGNITION JOSEP.ppt
CARA BELAJAR EFEKTIF MPLS 2024 MENGGUNAKAN PENDEKATAN MITACOGNITION JOSEP.pptCARA BELAJAR EFEKTIF MPLS 2024 MENGGUNAKAN PENDEKATAN MITACOGNITION JOSEP.ppt
CARA BELAJAR EFEKTIF MPLS 2024 MENGGUNAKAN PENDEKATAN MITACOGNITION JOSEP.ppt
DONIKRETNOPUTRIANDAY
 
Modul Tentang Rekayasa dan Teknologi kelas 9 Fase D
Modul Tentang Rekayasa dan Teknologi kelas 9 Fase DModul Tentang Rekayasa dan Teknologi kelas 9 Fase D
Modul Tentang Rekayasa dan Teknologi kelas 9 Fase D
sanirabastian1234
 
PEMBINAAN MENTAL AGAMA DI SEKOLAH SMPS TUNAS HARAPAN.pptx
PEMBINAAN MENTAL AGAMA DI SEKOLAH SMPS TUNAS HARAPAN.pptxPEMBINAAN MENTAL AGAMA DI SEKOLAH SMPS TUNAS HARAPAN.pptx
PEMBINAAN MENTAL AGAMA DI SEKOLAH SMPS TUNAS HARAPAN.pptx
waryo252
 
PAPARAN KANIT RESKRIM (JUDI ONLINE).pptx
PAPARAN KANIT RESKRIM (JUDI ONLINE).pptxPAPARAN KANIT RESKRIM (JUDI ONLINE).pptx
PAPARAN KANIT RESKRIM (JUDI ONLINE).pptx
MaybeNext
 
QR code e-Panduan Solat. Carian bacaan dalam solat fardhu dalam Islam
QR code e-Panduan Solat. Carian bacaan dalam solat fardhu dalam IslamQR code e-Panduan Solat. Carian bacaan dalam solat fardhu dalam Islam
QR code e-Panduan Solat. Carian bacaan dalam solat fardhu dalam Islam
Aryada Mahmad
 
Materi PPT Akidah Akhlak Kelas 8 Semeter
Materi PPT Akidah Akhlak Kelas 8 SemeterMateri PPT Akidah Akhlak Kelas 8 Semeter
Materi PPT Akidah Akhlak Kelas 8 Semeter
miftahulkhoiri10
 
Materi-MPLS-Wawasan-Wiyata-Mandala-SMK.pptx
Materi-MPLS-Wawasan-Wiyata-Mandala-SMK.pptxMateri-MPLS-Wawasan-Wiyata-Mandala-SMK.pptx
Materi-MPLS-Wawasan-Wiyata-Mandala-SMK.pptx
muchamatsolikin58
 
592712163-Lampiran-4-Lembar-Kerja-Rencana-Pengembangan-Kompetensi-DIri.docx
592712163-Lampiran-4-Lembar-Kerja-Rencana-Pengembangan-Kompetensi-DIri.docx592712163-Lampiran-4-Lembar-Kerja-Rencana-Pengembangan-Kompetensi-DIri.docx
592712163-Lampiran-4-Lembar-Kerja-Rencana-Pengembangan-Kompetensi-DIri.docx
faturrahman780856
 
628382191-Modul-Ajar-Mengenal-Anuitas-PPL-1.docx
628382191-Modul-Ajar-Mengenal-Anuitas-PPL-1.docx628382191-Modul-Ajar-Mengenal-Anuitas-PPL-1.docx
628382191-Modul-Ajar-Mengenal-Anuitas-PPL-1.docx
Dino246773
 

Recently uploaded (20)

Transisi PAUD SD_ YANG MENYENANGKAN.pptx
Transisi PAUD SD_ YANG MENYENANGKAN.pptxTransisi PAUD SD_ YANG MENYENANGKAN.pptx
Transisi PAUD SD_ YANG MENYENANGKAN.pptx
 
Peranan fungsi dan etika bermedia sosial
Peranan fungsi dan etika bermedia sosialPeranan fungsi dan etika bermedia sosial
Peranan fungsi dan etika bermedia sosial
 
MATERI MPLS LITERASI DIGITALirwanrid.pptx
MATERI MPLS LITERASI DIGITALirwanrid.pptxMATERI MPLS LITERASI DIGITALirwanrid.pptx
MATERI MPLS LITERASI DIGITALirwanrid.pptx
 
Modul Ajar Seni Musik Kelas 4 Fase B Kurikulum Merdeka
Modul Ajar Seni Musik Kelas 4 Fase B Kurikulum MerdekaModul Ajar Seni Musik Kelas 4 Fase B Kurikulum Merdeka
Modul Ajar Seni Musik Kelas 4 Fase B Kurikulum Merdeka
 
PPT IPA KELAS 8 BAB 1 SEMESTER 1 KURIKULUM 2023
PPT IPA KELAS 8 BAB 1 SEMESTER 1 KURIKULUM 2023PPT IPA KELAS 8 BAB 1 SEMESTER 1 KURIKULUM 2023
PPT IPA KELAS 8 BAB 1 SEMESTER 1 KURIKULUM 2023
 
MPLS KELAS 5 SD NEGERI 012 SINGKEPSARI NOVITA .pdf
MPLS  KELAS 5 SD NEGERI 012 SINGKEPSARI NOVITA .pdfMPLS  KELAS 5 SD NEGERI 012 SINGKEPSARI NOVITA .pdf
MPLS KELAS 5 SD NEGERI 012 SINGKEPSARI NOVITA .pdf
 
MATERI BULLYING DAN NARKOBA UNTUK LINGKUNGAN SEKOLAH.pdf
MATERI BULLYING DAN NARKOBA UNTUK LINGKUNGAN SEKOLAH.pdfMATERI BULLYING DAN NARKOBA UNTUK LINGKUNGAN SEKOLAH.pdf
MATERI BULLYING DAN NARKOBA UNTUK LINGKUNGAN SEKOLAH.pdf
 
Modul Ajar Seni Rupa Kelas 10 Fase E Kurikulum Merdeka
Modul Ajar Seni Rupa Kelas 10 Fase E Kurikulum MerdekaModul Ajar Seni Rupa Kelas 10 Fase E Kurikulum Merdeka
Modul Ajar Seni Rupa Kelas 10 Fase E Kurikulum Merdeka
 
1.3.f.7. Eksplorasi Konsep - Modul 1.3 (1).pdf
1.3.f.7. Eksplorasi Konsep - Modul 1.3 (1).pdf1.3.f.7. Eksplorasi Konsep - Modul 1.3 (1).pdf
1.3.f.7. Eksplorasi Konsep - Modul 1.3 (1).pdf
 
PPT MPLS PENDIDIKAN KARAKTER [www.defantri.com].pptx.pdf
PPT MPLS PENDIDIKAN KARAKTER  [www.defantri.com].pptx.pdfPPT MPLS PENDIDIKAN KARAKTER  [www.defantri.com].pptx.pdf
PPT MPLS PENDIDIKAN KARAKTER [www.defantri.com].pptx.pdf
 
JURNAL REFLEKSI DWI MINGGUAN MODUL 1.2.pdf
JURNAL REFLEKSI DWI MINGGUAN MODUL 1.2.pdfJURNAL REFLEKSI DWI MINGGUAN MODUL 1.2.pdf
JURNAL REFLEKSI DWI MINGGUAN MODUL 1.2.pdf
 
CARA BELAJAR EFEKTIF MPLS 2024 MENGGUNAKAN PENDEKATAN MITACOGNITION JOSEP.ppt
CARA BELAJAR EFEKTIF MPLS 2024 MENGGUNAKAN PENDEKATAN MITACOGNITION JOSEP.pptCARA BELAJAR EFEKTIF MPLS 2024 MENGGUNAKAN PENDEKATAN MITACOGNITION JOSEP.ppt
CARA BELAJAR EFEKTIF MPLS 2024 MENGGUNAKAN PENDEKATAN MITACOGNITION JOSEP.ppt
 
Modul Tentang Rekayasa dan Teknologi kelas 9 Fase D
Modul Tentang Rekayasa dan Teknologi kelas 9 Fase DModul Tentang Rekayasa dan Teknologi kelas 9 Fase D
Modul Tentang Rekayasa dan Teknologi kelas 9 Fase D
 
PEMBINAAN MENTAL AGAMA DI SEKOLAH SMPS TUNAS HARAPAN.pptx
PEMBINAAN MENTAL AGAMA DI SEKOLAH SMPS TUNAS HARAPAN.pptxPEMBINAAN MENTAL AGAMA DI SEKOLAH SMPS TUNAS HARAPAN.pptx
PEMBINAAN MENTAL AGAMA DI SEKOLAH SMPS TUNAS HARAPAN.pptx
 
PAPARAN KANIT RESKRIM (JUDI ONLINE).pptx
PAPARAN KANIT RESKRIM (JUDI ONLINE).pptxPAPARAN KANIT RESKRIM (JUDI ONLINE).pptx
PAPARAN KANIT RESKRIM (JUDI ONLINE).pptx
 
QR code e-Panduan Solat. Carian bacaan dalam solat fardhu dalam Islam
QR code e-Panduan Solat. Carian bacaan dalam solat fardhu dalam IslamQR code e-Panduan Solat. Carian bacaan dalam solat fardhu dalam Islam
QR code e-Panduan Solat. Carian bacaan dalam solat fardhu dalam Islam
 
Materi PPT Akidah Akhlak Kelas 8 Semeter
Materi PPT Akidah Akhlak Kelas 8 SemeterMateri PPT Akidah Akhlak Kelas 8 Semeter
Materi PPT Akidah Akhlak Kelas 8 Semeter
 
Materi-MPLS-Wawasan-Wiyata-Mandala-SMK.pptx
Materi-MPLS-Wawasan-Wiyata-Mandala-SMK.pptxMateri-MPLS-Wawasan-Wiyata-Mandala-SMK.pptx
Materi-MPLS-Wawasan-Wiyata-Mandala-SMK.pptx
 
592712163-Lampiran-4-Lembar-Kerja-Rencana-Pengembangan-Kompetensi-DIri.docx
592712163-Lampiran-4-Lembar-Kerja-Rencana-Pengembangan-Kompetensi-DIri.docx592712163-Lampiran-4-Lembar-Kerja-Rencana-Pengembangan-Kompetensi-DIri.docx
592712163-Lampiran-4-Lembar-Kerja-Rencana-Pengembangan-Kompetensi-DIri.docx
 
628382191-Modul-Ajar-Mengenal-Anuitas-PPL-1.docx
628382191-Modul-Ajar-Mengenal-Anuitas-PPL-1.docx628382191-Modul-Ajar-Mengenal-Anuitas-PPL-1.docx
628382191-Modul-Ajar-Mengenal-Anuitas-PPL-1.docx
 

Dosis Pediatrik & Geriatrik

  • 1. PEMBERIAN DOSIS OBAT PADA BAYI (PEDIATRIC)
  • 2. Perbedaan Bayi dan Dewasa • Sumber perbedaan : – komposisi tubuh – Kesempurnaan pertumbuhan hati dan fungsi ginjal • Bayi : 0-2 tahun • Kelompok bayi khusus : dibawah 4 minggu (memerlukan penanganan lebih khusus)
  • 3. Kondisi Bayi • Fungsi hepatik belum tercapai sampai minggu ketiga • Proses oksidasi pada bayi berkembang cukup baik, tetapi ada kekurangan enzim konjugasi • Beberapa obat menunjukkan penurunan ikatan dengan albumin plasma. • Bayi baru lahir (newborn) : aktivitas ginjal hanya 30-50% dari dewasa
  • 4. Comparison of Newborn and Adult Renal Clearancesa
  • 5. Drug Half-Life in Neonatesa (hr) Half-Life in Adults (hr) Penicillin G 3.2 0.5 Ampicillin 4 1–1.5 Methicillin 3.3/1.3 0.5 Carbenicillin 5–6 1–1.5 Kanamycin 5–5.7 3–5 Gentamicin 5 2–3 Elimination Half-Lives of Drugs in Infants and Adults
  • 6. Contoh kasus • Waktu paruh eliminasi penisilin G adalah 0,5 jam pada dewasa dan 3,2 jam pada bayi (usia 0-7 hari). Dosis Penisilin G untuk dewasa normal adalah 4 mg/kg setiap 4 jam. Hitunglah dosis Penisilin G pada bayi seberat 11 pon.
  • 7. Perhitungan dg pendekatan PK : Alternatively, 10 mg every 12 hours would achieve the same C ∞ av. Per hari
  • 8. Perhitungan lain : • Rumus Clark : DewasaDosisx 150 BB(pon) anakDosis  Contoh Penisilin G sebelumnya, dosis untuk orang dewasanya untuk BB 75 kg mg22300x 150 11 anakDosis 
  • 9. • Rumus Young : (anak 2 tahun ke atas) DewasaDosisx 12(tahun)umur (tahun)umur anakDosis  
  • 10. PEMBERIAN DOSIS PADA USIA LANJUT (GERIATRIC)
  • 11. Kondisi geriatric : • Perubahan fisiologik karena umur • Komposisi tubuh berubah • Jaringan lemak naik Contoh : – Obat-obat yang larut lemak dapat mengalami kenaikan Vd karena bertambahnya jaringan lemak • Proses metabolisme lambat • Perfusi darah ke daerah usus berkurang, absorpsi makin lambat
  • 12. • Laju filtrasi glomerulus berkurang secara bermakna • t1/2 naik • Akumulasi obat dapat terjadi • Akhirnya kepekaan/respon reseptor juga akan berubah Sehingga : – Beberpa obat dapat menimbukan efek samping
  • 13. Contoh kasus : • Suatu aminoglikosida memiliki waktu paruh 107 menit pada dewasa muda. Pada pasien berusia antara 70-90, waktu paruh obat ini menjadi 282 menit. Dosis normal aminoglikosida adalah 15 mg/kg per hari yang dibagi ke dalam dua kali pemberian dosis. Berapakah dosis obat tersebut untuk pasien berusia 75 tahun (Vd diasumsikan tidak berubah)?
  • 14. Dengan menjada dosis tetap DN = Dosis baru D0 = Dosis awal Jadi dosis yang sama dapat diberikan setiap 32 jam Atau : 7,5 mg/kg per 16 jam
  • 15. Contoh kasus 2 : • The clearance of lithium was determined to be 41.5 mL/min in a group of patients with an average age of 25 years. In a group of elderly patients with an average age of 63 years, the clearance of lithium was 7.7 mL/min. What percentage of the normal dose of lithium should be given to a 65-year-old patient? Jadi dosis litium dapat dikurangi menjadi sekitar 20% dari dosis normal
  • 16. Contoh Klinis : • Hipertensi merupakan penyakit yang umum terjadi pada pasien usia lanjut. Dikaji penggunaan felodipine (Plendil), suatu antagonis channel Ca pada subyek orang muda dan usia lanjut. Setelah pemberian dosis oral felodipine 5 mg, AUC and C max pada pasien usia lanjut (67–79 years of age, mean weight 71 kg ) adalah tiga kali subyek org muda (20–34 years of age, mean weight 75 kg)
  • 18. • Effect samping dari felodipine pada pasien usia lanjut berupa flushing (9 dari 11 subjects), and palpitation (3 dari 11 subjects), sedangkan pada pasien muda hanya 1 orang . • Systemic clearance pd LANSIA 248 ± 108 L/hr dan 619 ± 214 L/hr pada subyek muda. • F pada lansia = 15.5% dan pada subyek muda = 15.3% (Concomitant medications included a diuretic and a -blocker)
  • 19. a. Apakah penyebab dari perbedaan AUC antara subyek usia lanjut dan anak muda? b. Berapakah kadar felodipin pada keadaan tunak (ss) pada pasien usia lanjut apabila dosis dan interval dosis tidak berubah? c. Dapatkah felodipine diberikan dengan aman pada pasien usia lanjut?
  • 20. Jawaban a. AUC pada usial lanjut menjadi lebih tinggi karena adanya penurunan Cl pada usia lanjut tsb. b.
  • 21. c. Pasien usia lanjut mempunyai efek samping yang lebih banyak dibandingkan pada orang dewasa muda. Faktor-faktor yang menyebabkan peningkatan efek samping adalah : (1) penurunan aliran darah ke hati (2) penurunan kalium pada tubuh (3) peningkatan bioavailabilitas atau (4) penurunan klirens