Cerpen ini mengisahkan perjalanan 'saya', seorang anak muda yang ingin berhijrah ke kota, tetapi dihalang oleh ibunya yang khawatir akan kehilangan jati diri dan budaya akibat pengaruh negatif bandar. Setelah menunjukkan kesiapan, 'saya' diizinkan pergi dengan pesan untuk menjaga agama dan bangsa, namun menemui kenyataan pahit ketika perkampungan temannya, Munsyi, dirobohkan. Tema utama adalah semangat cinta akan bahasa, agama, dan budaya, serta tantangan anak muda dalam mengejar kehidupan di kota.