BANK
KOMERSIAL
Bank Komersil Sebagai Lembaga
Keuangan Perantara Keuangan
Dalam transanksi keuangan, perbedaan informasi
antara pemilik dana dan peminjam dana (adanya
informasi asimetris) sangat intensif serta perbedaaan
informasi yang dimiliki keduanya sangat jauh.
Untuk mengatasi asimetri informasi tersebut bank
komersial muncul sebagai lembaga perantara yang
memberikan layanan jasa dengan biaya transaksi
yang jauh lebih efisien
Aktivitas Bank Komersil
 Bank komersil sebagai lembaga
perantara keuangan berfungsi
mengumpulkan dana dari deposan
(supplier dana) dengan menerbitkan
kewajiban, dan mengalokasikannya ke
pihak debitor (demander dana), sehingga
menjadi aset bank.
Checkable Deposits atau Cek Giro
Merupakan simpanan nasabah yang dicairkan
dengan menulis cek, sehingga memiliki likuiditas
yang tinggi.
Cek giro adalah instrumen untuk memperoleh
dana dengan memberikan bunga rendah, tetapi
dengan kompensasi likuiditas yang tinggi.
Nontransanctions Deposits
Merupakan sumber dana bank, dimana bank membatasi likuiditas
nasabahnya.
Ada dua macam nontransanctions deposits, yaitu saving deposits
(tabungan) dan time deposits (deposito berjangka).
Dalam rekening tabungan, transanksi dan pembayaran bunga dicatat
dalam passbook (buku tabungan), sedangkan deposito berjangka
adalah simpanan yang memiliki waktu jatuh tempo (maturity date).
Jangka waktu deposito berjangka dapat dipilih sesuai kebutuhan, yaitu
satu bulan, tiga bulan, enam bulan, 12 bulan dan 24 bulan.
Dengan likuiditas yang lebih rendah dibandingka tabungan deposito
berjangka memberikan bunga yang lebih tinggi, dan merupaan
sumber dana yang mahal bagi bank.
Borrowings
Dalam kondisi bank kekurangan dana, misalnya karena
nasabah menarik dananya berlebihan, bank dapat mencari
pinjaman dana di pasar antar bank (fed-fund market).
Di pasar tersebut bank saling meminjam dana yang tersimpan
di bank sentral untuk memenuhi cadangan yang ditetapkan oleh
bank sentral.
Selain itu, bank dapat meminjam dari bank holding company
(perusahaan/ bank induknya), bank lain atau perusahaan
dengan menerbitkan instrumen repos (repurchase agreement).
Repos adalah pinjaman dengan jaminan surat berharga dengan
perjanjian akan dibeli kembali.
Bank Capital
Merupakan selisih antara total aset dan total kewajiban.
Komponen penting dari kapital/ modal bank adalah
cadangan kerugian pinjaman (loan-loss reserves) yaitu
dana yang dipersiapkan sebagai peredam terhadap
penurunan nilai aset bila terjadi kredit macet (loan loss).
Modal bank dapat ditingkatkan dengan menerbitkan
saham baru atau meningkatkan laba ditahan (retained
earnings), yang dapat menurunkan penerimaan
pemegang saham.
Cadangan (Reserves)
Cadangan minimum yaitu kewajiban bank
umum/ komersial untuk menyimpan bagian
tertentu dari dananya di bank sentral.
Keduanya lebih (Excess reserves), yaitu dana
tunai yang dimiliki bvank untuk mememnuhi
trasnanksi hariannya, yang disimpan di bank
sentral (brankas) dan merupakan aset bank yang
paling likuid.
Cash items in process of collection adalah aliran dana
yang belum diterima oleh bank, misalnya bank menerima
simpanan dalam bentuk cek (Check) yang dikeluarkan
oelh bank lain. Bank baru akan menerima danana
beberapa hari kemudian.
Deposits at otherbanks. Bank-bank kecil menyimpan
bagina tertentu dananya di bank-bank besar untuk
memperoleh jasa correpondent banking, seperti check
collection, transanksi valuta asing, dan transanksi
pembelian sekuritas.
Securities (Surat Berharga / Sekuritas) merupakan aset bank yang
penting karena memberikan pendapatan yang cukup besar. Bank
komersial mengalokasikan sebagian dananya untuk membeli sekuritas
pemerintah (goverment securities), yang memiliki risiko default rendah
dan likuiditas yang tinggi, dan merupakan cadangan sekunbder bagi
bank.
Loans (kredit) merupakan aset utama bank komersial. Pinjaman
/kredit memiliki likuiditas yang rendah dibandingkan aset bank lainnya,
karena dana kredit hanya dapat dicairkan pada waktu jatuh tempo.
Kredit juga memilik risiko default yang tinggi. oleh karena itu, kredit
memberikan pengembalian yang tinggi dibandingkan aset bank
lainnya.
Phsical assets berupa harta tetap dan inventasris seperti
kantr, peralatan, dan perlengkapan lainnya yang
diperlukan untuk menjalankan usaha perbankan secara
meyakinkan. Aset ini disebut non-performing assets.
Instrumen-instrument aset memiliki waktu jatuh tempo
relatif lebih panjang dibandingan instrumen-instrumen
kewajiban.
Tujuan Pemerintah Regulasi Bank
Meningkatkan ketersediaan informasi bagi
investor/ krditor bank, sehingga investor / kreditor
dapat mengambil keputusan investasi yang tepat
Menjaga kesehatan (soundness) sistem
perbankan, menghindari kemungkinan terjadinya
kegagalan /kebangkrutan bank, dan
Meningkatkan kemampuan kebijakan moneter
untuk menajga stabilitas perekonomian.
Sekilas Tentang Bank Syariah
Bank syariah adalah bank yang beroperasi
dengan prinsip syariah yaitu aturan
perjanjian berdasarkan hukum Islam anatar
bank dan pihak lain dalam penyimpanan
dana dan/ atau pembiayaan kegiatan usaha
Prinsip Bagi Hasil
Bagi hasil adalah suatu pengkongsian antara dua
pihak atau lebih dalam suatu kegiatan
usaha/proyek di mana masing - masing pihak
berhak atas segala keuntungan dan bertanggung
jawab atas segala kerugian yang terjadi.
Prinsip Sewa
Penyewa dan pihak menyewakan sepakat untuk
menentukan harga sewa dan jangka waktu sewa.
Dalam menerapkan prinsip sewa, bank syariah
memberikan kredit kepemilikan aset, misalnya kredit
kepemilikan rumah dengan menetapkan harga sewa
setiap periode (misalnya tiap bulan) dan besarnya cicilan
untuk mengangsur harga rumah tersebut.
Nasabah membayar setiap bulan harga sewa ditambahan
cicilan harga rumah sehingga dalam jangka waktu tertentu
rumah tersebut menjadi milik nasabah.
Prinsip simpanan
Di dalam termininologi syariah, simpanan dikenal dengan al
wadihah yang diartikan sebagai titipan murni dari suatu pihak
kepada pihak lain, baik individu maupun badan hukum yang
harus dijaga dan dikembalikan kapan saja atas kehendak
penyimpan (nasabah).
Di dalam praktik perbankan syariah, bank penerima titipan dana
memberikan insentif berupa bonus kepada penyimpan dana,
akan tetapi besarnya tidak ditetapkan sebelumnya, penetapan
ditentukan pihak bank. Bonus tidak sama dengan bunga
(interest).
Perbedaan Bonus dengan bunga
Deskripsi Bonus Bunga
Pembayaran Hanya diberikan sesudah
dana selesai
dipergunakan
Dapat diberikan sebelum
dana dipergunakan dan
dapat juga sesudahnya
Besarnya Ditentukan setelah
selesai penggunaan dana
Ditentukan di muka
sebelum dana
dipergunakan dengan
persentase tertentu
Pihak yang menentukan Pada dasarnya ketentuan
besarnya bonus
ditetapkan pihak
pengguna dana
Pada dasarnya
penentuan besarnya
bunga ditentukan pihak
pemilik dana

Bank komersial

  • 1.
  • 2.
    Bank Komersil SebagaiLembaga Keuangan Perantara Keuangan Dalam transanksi keuangan, perbedaan informasi antara pemilik dana dan peminjam dana (adanya informasi asimetris) sangat intensif serta perbedaaan informasi yang dimiliki keduanya sangat jauh. Untuk mengatasi asimetri informasi tersebut bank komersial muncul sebagai lembaga perantara yang memberikan layanan jasa dengan biaya transaksi yang jauh lebih efisien
  • 3.
    Aktivitas Bank Komersil Bank komersil sebagai lembaga perantara keuangan berfungsi mengumpulkan dana dari deposan (supplier dana) dengan menerbitkan kewajiban, dan mengalokasikannya ke pihak debitor (demander dana), sehingga menjadi aset bank.
  • 4.
    Checkable Deposits atauCek Giro Merupakan simpanan nasabah yang dicairkan dengan menulis cek, sehingga memiliki likuiditas yang tinggi. Cek giro adalah instrumen untuk memperoleh dana dengan memberikan bunga rendah, tetapi dengan kompensasi likuiditas yang tinggi.
  • 5.
    Nontransanctions Deposits Merupakan sumberdana bank, dimana bank membatasi likuiditas nasabahnya. Ada dua macam nontransanctions deposits, yaitu saving deposits (tabungan) dan time deposits (deposito berjangka). Dalam rekening tabungan, transanksi dan pembayaran bunga dicatat dalam passbook (buku tabungan), sedangkan deposito berjangka adalah simpanan yang memiliki waktu jatuh tempo (maturity date). Jangka waktu deposito berjangka dapat dipilih sesuai kebutuhan, yaitu satu bulan, tiga bulan, enam bulan, 12 bulan dan 24 bulan. Dengan likuiditas yang lebih rendah dibandingka tabungan deposito berjangka memberikan bunga yang lebih tinggi, dan merupaan sumber dana yang mahal bagi bank.
  • 6.
    Borrowings Dalam kondisi bankkekurangan dana, misalnya karena nasabah menarik dananya berlebihan, bank dapat mencari pinjaman dana di pasar antar bank (fed-fund market). Di pasar tersebut bank saling meminjam dana yang tersimpan di bank sentral untuk memenuhi cadangan yang ditetapkan oleh bank sentral. Selain itu, bank dapat meminjam dari bank holding company (perusahaan/ bank induknya), bank lain atau perusahaan dengan menerbitkan instrumen repos (repurchase agreement). Repos adalah pinjaman dengan jaminan surat berharga dengan perjanjian akan dibeli kembali.
  • 7.
    Bank Capital Merupakan selisihantara total aset dan total kewajiban. Komponen penting dari kapital/ modal bank adalah cadangan kerugian pinjaman (loan-loss reserves) yaitu dana yang dipersiapkan sebagai peredam terhadap penurunan nilai aset bila terjadi kredit macet (loan loss). Modal bank dapat ditingkatkan dengan menerbitkan saham baru atau meningkatkan laba ditahan (retained earnings), yang dapat menurunkan penerimaan pemegang saham.
  • 8.
    Cadangan (Reserves) Cadangan minimumyaitu kewajiban bank umum/ komersial untuk menyimpan bagian tertentu dari dananya di bank sentral. Keduanya lebih (Excess reserves), yaitu dana tunai yang dimiliki bvank untuk mememnuhi trasnanksi hariannya, yang disimpan di bank sentral (brankas) dan merupakan aset bank yang paling likuid.
  • 9.
    Cash items inprocess of collection adalah aliran dana yang belum diterima oleh bank, misalnya bank menerima simpanan dalam bentuk cek (Check) yang dikeluarkan oelh bank lain. Bank baru akan menerima danana beberapa hari kemudian. Deposits at otherbanks. Bank-bank kecil menyimpan bagina tertentu dananya di bank-bank besar untuk memperoleh jasa correpondent banking, seperti check collection, transanksi valuta asing, dan transanksi pembelian sekuritas.
  • 10.
    Securities (Surat Berharga/ Sekuritas) merupakan aset bank yang penting karena memberikan pendapatan yang cukup besar. Bank komersial mengalokasikan sebagian dananya untuk membeli sekuritas pemerintah (goverment securities), yang memiliki risiko default rendah dan likuiditas yang tinggi, dan merupakan cadangan sekunbder bagi bank. Loans (kredit) merupakan aset utama bank komersial. Pinjaman /kredit memiliki likuiditas yang rendah dibandingkan aset bank lainnya, karena dana kredit hanya dapat dicairkan pada waktu jatuh tempo. Kredit juga memilik risiko default yang tinggi. oleh karena itu, kredit memberikan pengembalian yang tinggi dibandingkan aset bank lainnya.
  • 11.
    Phsical assets berupaharta tetap dan inventasris seperti kantr, peralatan, dan perlengkapan lainnya yang diperlukan untuk menjalankan usaha perbankan secara meyakinkan. Aset ini disebut non-performing assets. Instrumen-instrument aset memiliki waktu jatuh tempo relatif lebih panjang dibandingan instrumen-instrumen kewajiban.
  • 12.
    Tujuan Pemerintah RegulasiBank Meningkatkan ketersediaan informasi bagi investor/ krditor bank, sehingga investor / kreditor dapat mengambil keputusan investasi yang tepat Menjaga kesehatan (soundness) sistem perbankan, menghindari kemungkinan terjadinya kegagalan /kebangkrutan bank, dan Meningkatkan kemampuan kebijakan moneter untuk menajga stabilitas perekonomian.
  • 13.
    Sekilas Tentang BankSyariah Bank syariah adalah bank yang beroperasi dengan prinsip syariah yaitu aturan perjanjian berdasarkan hukum Islam anatar bank dan pihak lain dalam penyimpanan dana dan/ atau pembiayaan kegiatan usaha
  • 14.
    Prinsip Bagi Hasil Bagihasil adalah suatu pengkongsian antara dua pihak atau lebih dalam suatu kegiatan usaha/proyek di mana masing - masing pihak berhak atas segala keuntungan dan bertanggung jawab atas segala kerugian yang terjadi.
  • 15.
    Prinsip Sewa Penyewa danpihak menyewakan sepakat untuk menentukan harga sewa dan jangka waktu sewa. Dalam menerapkan prinsip sewa, bank syariah memberikan kredit kepemilikan aset, misalnya kredit kepemilikan rumah dengan menetapkan harga sewa setiap periode (misalnya tiap bulan) dan besarnya cicilan untuk mengangsur harga rumah tersebut. Nasabah membayar setiap bulan harga sewa ditambahan cicilan harga rumah sehingga dalam jangka waktu tertentu rumah tersebut menjadi milik nasabah.
  • 16.
    Prinsip simpanan Di dalamtermininologi syariah, simpanan dikenal dengan al wadihah yang diartikan sebagai titipan murni dari suatu pihak kepada pihak lain, baik individu maupun badan hukum yang harus dijaga dan dikembalikan kapan saja atas kehendak penyimpan (nasabah). Di dalam praktik perbankan syariah, bank penerima titipan dana memberikan insentif berupa bonus kepada penyimpan dana, akan tetapi besarnya tidak ditetapkan sebelumnya, penetapan ditentukan pihak bank. Bonus tidak sama dengan bunga (interest).
  • 17.
    Perbedaan Bonus denganbunga Deskripsi Bonus Bunga Pembayaran Hanya diberikan sesudah dana selesai dipergunakan Dapat diberikan sebelum dana dipergunakan dan dapat juga sesudahnya Besarnya Ditentukan setelah selesai penggunaan dana Ditentukan di muka sebelum dana dipergunakan dengan persentase tertentu Pihak yang menentukan Pada dasarnya ketentuan besarnya bonus ditetapkan pihak pengguna dana Pada dasarnya penentuan besarnya bunga ditentukan pihak pemilik dana