PENINGKATAN MOTIVASI DAN PEMAHAMAN SISWA MELALUI
METODE COURSE REVIEW HORAY PADA MATERI LINGKARAN
KELAS VIII-A SMPN KABUPATEN MALANG
TAHUN PELAJARAN 2012/2013
Dian Wulandari1
Abdul Qohar2
, Susiswo2
1
Mahasiswa Jurusan Matematika
2
Dosen Matematika
Universitas Negeri Malang
E-mail: woelandhari@gmail.com
ABSTRAK : Hasil observasi yang dilakukan mendapatkan bahwa sebagian
besar siswa tidak dapat memecahkan permasalahan matematika khususnya
materi lingkaran. Selain itu, keinginan belajar atau motivasi belajar matematika
yang rendah serta sikap pasif siswa dalam proses pembelajaran dan sistem
pembelajaran yang monoton berdampak pada hasil belajar siswa Berkaitan
dengan alasan di atas, pembelajaran yang tepat dilakukan dengan menggunakan
metode Course Review Horay. Dari hasil penelitian terdapat peningkatan
pemahaman dengan metode Course Review Horay oleh peneliti dari ketuntasan
klasikal 73% pada siklus I menjadi 87,5% pada siklus II sehingga mengalami
peningkatan 14,5%. Hasil observasi motivasi juga mengalami peningkatan dari
siklus I ke siklus II. Tujuan peneliti telah tercapai dengan langkah-langkah
pembelajaran Course Review Horay sebagai berikut: (1) Tahap awal, apersepsi
sebagai materi prasyarat (2) Tahap inti terbagi menjadi dua kegiatan yaitu
belajar kelompok dan diskusi kelas. Untuk belajar kelompok, siswa
mengerjakan Lembar Kegiatan Kelompok. Diskusi kelas yaitu menerapkan
permaian kotak horay (3) Tahap akhir, menyimpulkan materi yang telah
dipelajari dan memberi kesempatan siswa untuk merespon pembelajaran yang
telah dilakukan.
Kata kunci: motivasi, pemahaman,Course Review Horay
Pelajaran matematika secara garis besar dibagi ke dalam 4 cabang yaitu
aritmetika, aljabar, geometri, dan analisis (Bell, 1978: 27). Salah satu diajarkannya
geometri di sekolah adalah agar siswa memperoleh rasa percaya diri mengenai
kemampuan matematikanya, menjadi pemecah masalah yang baik, dapat
berkomunikasi secara matematik dan dapat bernalar secara matematik. Dari hasil
observasi dan wawancara peneliti dengan salah satu guru matematika kelas VIII-A
di salah satu SMPN Kabupaten Malang pada tanggal 14 Januari 2013, diperoleh
informasi bahwa siswa menganggap mata pelajaran matematika sebagai sebuah
mata pelajaran yang sulit. Sikap pasif siswa dalam proses pembelajaran dan sistem
pembelajaran yang monoton berdampak pada hasil belajar siswa. Selain itu,
didapatkan bahwa rendahnya motivasi belajar siswa terhadap pelajaran
matematika. Untuk mengaktifkan siswa dalam belajar, guru dapat menerapkan
metode belajar yang sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai.
Salah satu masalah yang sering dihadapi adalah pada materi lingkaran kelas VIII-
A semester II, dimana siswa kurang memahami sejumlah fakta matematika untuk
menyelesaikan soal-soal. Hal ini ditandai dengan banyaknya kesalahan yang
dilakukan siswa untuk menyelesaikan soal-soal pada materi lingkaran. Hasil dari
observasi awal didapatkan bahwa, sebagian besar siswa terkadang salah
menentukan panjang suatu garis singgung persekutuan dua lingkaran. Suatu
metode pembelajaran yang dapat meningkatkan motivasi dan pemahaman siswa
terhadap konsep-konsep matematika. Salah satunya dengan menerapkan metode
pembelajaran Course Review Horay.
Menurut (Faolina, 2011) “Course Review Horay merupakan suatu metode
pembelajaran yang dapat digunakan guru agar dapat tercipta suasana pembelajaran
di dalam kelas yang lebih menyenangkan”. Pembelajaran Course Review Horay
yang dilaksanakan merupakan suatu pembelajaran dalam rangka pengujian
terhadap pemahaman konsep siswa menggunakan kotak yang dinamakan kotak
horay. Setiap kotak akan berisi soal yang dapat menguji pemahaman siswa. Siswa
yang paling terdahulu mendapatkan 3 simbol yang segaris akan berteriak horay.
Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan, maka disusun rumusan masalah
sebagai berikut, bagaimana pelaksanaan dan langkah-langkah pembelajaran Materi
Lingkaran dengan metode “Course Review Horay” untuk meningkatkan motivasi
dan pemahaman siswa kelas VIII-A di salah satu SMPN Kabupaten Malang.
METODE
Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII-A yang berjumlah 24
siswa di salah satu SMPN Kabupaten Malang. Penelitian ini menggunakan
pendekatan kualitatif. Untuk jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian
tindakan kelas (PTK) karena peneliti bertujuan untuk memperbaiki keadaan kelas
dengan meningkatkan motivasi dan pemahaman siswa. Sumber data dalam
penelitian ini adalah guru bidang studi matematika kelas VIII-A dan siswa kelas
VIII-A SMPN Kabupaten Malang. Data yang digunakan dalam penelitian ini
berupa kata-kata dan tindakan siswa. Kata-kata dapat berupa wawancara dengan
guru bidang studi juga hasil wawancara atau komentar dari siswa. Sedangkan
tindakan berupa hasil pembelajaran yang telah dilakukan. Dalam penelitian ini
terdapat dua jenis data, yaitu data kualitatif dan data kuantitatif.
Prosedur pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah
(1) tes, (2) observasi, (3) wawancara, (4) angket, dan catatan lapangan. Prosedur
yang dilaksanakan dalam penelitian ini mencakup (1) pendahuluan, (2)
pelaksanaan, dan (3) pembuatan laporan. Siklus ini dikatakan berhasil jika, tes
siswa sekurang-kurangnya 80% dari keseluruhan siswa di kelas mencapai taraf
nilai ≥70 sesuai dengan KKM yang telah ditetapkan sekolah. Aktivitas belajar
siswa dan aktivitas belajar guru dalam katagori baik/sangat baik (berdasarkan
pengamatan). Apabila pada pembelajaran ini belum memenuhi kriteria
keberhasilan, maka penelitian dilanjutkan pada siklus berikutnya dengan
memperbaiki kekurangan pada pembelajaran sebelumnya. Pada penelitian ini
peningkatan motivasi dan pemahaman siswa diperoleh dari hasil tes siswa yang
dilaksanakan pada waktu penelitiaan tindakan kelas. Dalam penelitian ini data
yang diperoleh ada 2 macam yaitu motivasi dan pemahaman siswa.
Data diperoleh dari observasi proses pembelajaran dengan penerapan
pembelajaran Course Review Horay yang diambil menggunakan lembar observasi
keterlaksanaan kegiatan belajar mengajar dengan Course Review Horay. Data
proses pembelajaran yang meliputi aktivitas guru dan aktivitas siswa dianalisis
secara deskriptif. Sedangkan, suatu data tentang motivasi dan pemahaman dikatakan
meningkat apabila data tersebut terjadi peningkatan pada saat sesudah diberi tindakan
dengan ketentuan lebih dari 50% dari jumlah siswa yang mengalami peningkatan bila
dibandingkan dengan sebelum diberi tindakan. Untuk pemahaman Siswa, analisis
untuk mengetahui peningkatan pemahaman siswa ditentukan dengan ketuntasan
belajar siswa secara individual dan klasikal. Siswa dianggap telah tuntas
pemahamannya apabila daya serap mencapai 70% atau hasil tes siswa mendapat
nilai 70 dari nilai total 100, yang sesuai dengan Standar Ketuntasan Belajar
Mininal (SKBM) yang telah ditetapkan sekolah. Secara klasikal kelas dianggap
telah tuntas pemahamannya apabila mencapai 80% dari jumlah siswa yang
mencapai daya serap minimal 70%. Sehingga dapat disimpulkan pemahaman
siswa dikatakan tuntas, jika 80% dari seluruh siswa memperoleh nilai  70 dari
nilai total 100.
HASIL
Hasil observasi pada siklus I ini meliputi aktivitas guru dan aktivitas siswa
selama pembelajaran .Berdasarkan hasil pengamatan guru mata pelajaran
matematika (observer I) dan teman sejawat (observer II) terhadap aktivitas guru
dan aktivitas siswa selama kegiatan pembelajaran berlangsung. Berdasarkan hasil
observasi terhadap kegiatan guru dalam pembelajaran di peroleh bahwa persentase
nilai rata-rata aktivitas guru pada pertemuan I adalah 66,67% dengan kriteria
cukup baik, dan pada pertemuan II adalah75%dengan kriteria baik. Sehingga pada
tahap siklus I, aktivitas guru memiliki nilai rata-rata 70,84% dengan kriteria baik.
Sedangkan, hasil observasi terhadap aktivitas siswa dalam pembelajaran diperoleh
bahwa persentase nilai rata-rata aktivitas siswa pada pertemuan I adalah
68,75%dengan kriteria kurang, dan pada pertemuan II adalah 78,13%dengan
kriteria cukup baik. Sehingga pada tahap siklus I, aktivitas siswa memiliki nilai
rata-rata 73,44% dengan kriteria cukup baik.
Hasil observasi terhadap motivasi siswa dalam pembelajaran Course
Review Horay yaitu sebanyak 19 siswa memiliki motivasi baik, 5 siswa memiliki
motivasi kurang. Setelah pembelajaran siklus I berakhir sebagian besar siswa
masih menduduki kriteria baik sejumlah 20 siswa dan 4 siswa memiliki kriteria
sangat baik. Dapat dikatakan bahwa sebagian besar siswa menaruh minat dalam
mengikuti pelajaran matematika selama menggunakan pembelajaran. Dengan
demikian disimpulkan bahwa motivasi siswa kelas VIII-A SMPN Kabupaten
Malangmengalami peningkatan dari 69% menjadi 75% dengan kriteria baik. Pada
evaluasi akhir ketuntasan klasikal telah mencapai 72,71% sehingga belum
mencapai kriteria ketuntasan klasikal pada SMPN Kabupaten Malangyaitu 80%.
Berdasarkan hasil penelitian di atas, dapat dianalisa bahwa kegiatan pembelajaran
pada siklus 1 belum berhasil memenuhi tujuan peneliti yang ditetapkan pada awal
kegiatan dan belum mencapai ketuntasan klasikal SMPN Kabupaten Malangyaitu
80% siswa dalam kelas tersebut mencapai nilai sama dengan atau lebih dari
Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yaitu 70.
Hasil observasi pada siklus II untuk kegiatan guru diperoleh bahwa
persentase nilai rata-rataaktivitas guru pada pertemuan IV adalah 87,5	%	dengan
kriteria baik, dan pada pertemuan V adalah 93,75	%	dengan kriteria sangat baik.
Sehingga pada tahap siklus II, aktivitas guru memiliki nilai rata-rata 90,63%
dengan criteria sangat baik. Sedangkan, hasil observasi terhadap aktivitas siswa
dalam pembelajaran diperoleh bahwa persentase nilai rata-rata aktivitas siswa pada
pertemuan IV adalah 82,81%dengan kriteria baik, dan pada pertemuan V adalah
95,31%dengan kriteria sangat baik. Sehingga pada tahap siklus II, aktivitas siswa
memiliki nilai rata-rata 90,63% dengan kriteria sangat baik. Selain itu, hasil
observasi terhadap motivasi siswa dalam pembelajaran sebanyak 13 siswa
memiliki motivasi sangat baik, 11 siswa memiliki motivasi baik. Setelah
pembelajaran siklus II berakhir sebagian besar siswa masih menduduki kriteria
sangat baik sejumlah 21 siswa dan 3 siswa memiliki kriteria baik. Dapat dikatakan
bahwa sebagian besar siswa menaruh minat dalam mengikuti pelajaran matematika
selama menggunakan pembelajaran. Dengan demikian disimpulkan bahwa
motivasi siswa kelas VIII-A SMPN Kabupaten Malangmengalami peningkatan
dari 77% menjadi 84% dengan kriteria sangat baik.
Hasil evaluasi siklus II diperoleh bahwa dari 24 siswa kelas VIII-A SMPN
Kabupaten MalangMalang, ada 21 siswa yang nilainya memenuhi target Kriteria
Ketuntasan Minimal (KKM) yaitu ≥70 dan dinyatakan tuntas. Sedangkan sisanya
2 anak nilainya tidak tuntas. Pada evaluasi tersebut ketuntasan klasikal telah
mencapai 82,29% sehingga telah mencapai kriteria ketuntasan klasikal pada
SMPN Kabupaten Malangyaitu 80%. Berdasarkan hasil penelitian di atas, dapat
dianalisa bahwa kegiatan pembelajaran pada siklus 2 berhasil memenuhi tujuan
peneliti yang ditetapkan pada awal kegiatan dan telah mencapai ketuntasan
klasikal SMPN Kabupaten Malangyaitu 70% siswa dalam kelas tersebut mencapai
nilai sama dengan atau lebih dari Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yaitu 70.
Sehingga penelitian ini tidak perlu dilanjutkan pada siklus berikutnya.
PEMBAHASAN
Pembelajaran dengan menggunakan Course Review Horay adalah salah
satu alternatif pembelajaran yang dapat meningkatkan motivasi dan pemahaman
siswa. Dalam penelitian ini, penerapan pembelajaran dengan Course Review
Horay terdiri dari 3 langkah/tahapan utama yaitu : tahap awal, tahap inti dan tahap
akhir. Pengelompokan tahapan itu disesuaikan dengan tindakan yang
dilaksanakan. Sebagaian besar langkah-langkah yang diberikan oleh peneliti
berbeda dengan langkah model pembelajaran Course Review Horay (dalam
Suprijono, 2009 : 129).
Beberapa langkah tersebut tidak sesuai menurut Lovitt and Clarke (1988,
dikutip dalam Mathematics Education 2, 1996) ada suatu perbedaan yang sangat
berarti pembelajaran matematika dengan paradigma konstruktivis. Sehingga
peneliti melakukan modifikasi agar menghasilkan metode Course Review Horay
yang memiliki beberapa langkah konstruktivis. Tahap awal, dalam pembelajaran
Course Review Horay diawali dengan pembukaan yang dilakukan oleh guru yaitu
salam, doa, dan mengecek kehadiran siswa. Selanjutnya guru menyampaikan
tujuan pembelajaran yang akan dicapai. Akhir dari kegiatan awal ini adalah
apersepsi. Apersepsi dilakukan dengan tanya jawab antara guru dengan siswa,
apersepsi yang diberikan ada dua macam yaitu pertanyaan sederhana dan
permasalahan yang menantang.
Pada tahap inti, untuk membantu siswa dalam menanamkan pemahaman
tentang garis singgung lingkaran, digunakan Lembar Kegiatan Kelompok yang
berisikan perintah dan pertanyaan dengan langkah-langkah yang telah diberikan.
Selain itu, diakhir Lembar Kegiatan Kelompok terdapat beberapa soal yang
diberikan guna melatih apa yang telah diterima siswa sebelumnya. Lembar
Kegiatan Kelompok yang diberikan ke siswa ini bermanfaat untuk melatih siswa
belajar dan mengkonstruk pengetahuan sendiri. Selanjutnya dilanjutkan dengan
pemberian permainan kotak horay pada metode Course Review Horay. Tujuan dari
permainan disini adalah membantu siswa untuk lebih memperdalam pemahaman
siswa dengan memecahkan soal yang ada dalam kotak horay dan meningkatkan
motivasi belajar matematika siswa.
Tahap permainan kotak horay, setiap kelompok mempunyai identitas
masing-masing berupa tongkat simbol, simbol antar kelompok berbeda dengan
kelompok lain. Guru membacakan aturan dan petunjuk permainan Course Review
Horay. Selanjutnya, guru membaca soal mengenai materi yang dipelajari di mulai
dari pusat kotak yaitu nomor 13 untuk mempermudah langkah awal dalam
membentuk 3 bentuk yang segaris, siswa secara berkelompok dengan cepat
berusaha memecahkan permasalahan tersebut dan langsung didiskusikan bersama
guru, jika benar perwakilan kelompok menggambarkan simbol kelompok di dalam
kotak yang nomornya disebutkan, jika hasil salah akan di lempar pada kelompok
lain. Kelompok yang sudah memecahkan 3 soal dalam satu garis harus berteriak
horay.
Tahap akhir, refleksi. Dengan kegiatan ini diharapkan kelompok yang
belum berhasil membuat bentuk akan termotivasi untuk memecahkan soal pada
kotak horay yang akan dilakukan pada pertemuan berikutnya. Memberi
kesempatan siswa untuk mengungkapkan kesan dan respon terhadap pembelajaran
yang baru dilaksanakan. Dan di akhiri dengan penutup yaitu salam dan doa. Hal ini
sesuai dengan pendapat Sardiman (2001), menyatakan bahwa “ciri-ciri suatu
interaksi yaitu adanya suatu prosedur (jalan interaksi) yang direncana untuk
mencapai tujuan yang direncanakan”. Hasil penelitian terhadap pemahaman dan
motivasi ini membuktikan bahwa penerapan Course Review Horay dapat
meningkatkan motivasi dan pemahaman. Hal ini sesuai dengan pendapat Suprijono
(2009 : 131) mengenai kelebihan pembelajaran Course Review Horay,
salahsatunya adalah siswa memiliki usaha yang lebih besar untuk berprestasi
dalam kelompoknya, siswa mengembangkan keterampilan berpikir kritis.
Sehingga motivasi dan pemahaman siswa meningkat dengan penerapan metode
pembelajaran Course Review Horay.
KESIMPULAN
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah diulas pada bab
sebelumnya dapat dirumuskan langkah-langkah pembelajaran Course Review
Horay yang dapat meningkatkan motivasi dan pemahaman sebagai berikut: pada
awal kegiatan pembelajaran guru tidak lagi menyampaikan dengan jelas materi
yang akan dipelajari namun siswa akan aktif berdiskusi secara kelompok dengan
lembar kegiatan kelompok yang diberikan oleh guru. Sehingga siswa akan
mengerti materi dengan sendirinya, jika ada siswa yang belum mengerti materi,
siswa dapat menanyakan pada guru. Hal ini dilakukan untuk memperkuat model
agar sesuai dengan karakteristik siswa dan kondisi belajar siswa.
Langkah selanjutnya pada kotak horay, kotak horay di modifikasi menjadi
seperti pada gambar di bawah ini:
1 2 3 4 5
10 9 8 7 6
11 12 13 14 15
20 19 18 17 16
21 22 23 24 25
Masing-masing kotak horay tersebut berisikan soal yang akan di mulai dari
pusat kotak yaitu no. 13. Guru membacakan soal no. 13, beberapa waktu kemudian
perwakilan kelompok berebut dengan mengangkat tongkat simbol yang telah
dipersiapkan oleh guru. Kelompok yang di tunjuk oleh guru langsung
menyampaikan hasilnya dan langsung didiskusikan, jika benar maka perwakilan
kelompok menuliskan simbol kelompok pada kotak horay. Kelompok yang dapat
membentuk 3 bentuk simbol yang sama serta segaris maka akan berteriak horay.
Peningkatan pemahaman pada penelitian ini dapat dilihat dari dua
instrument yaitu hasil observasi guru memiliki skor 90,63% dengan kategori
sangat baik dan hasil observasi siswa memiliki skor 90,63% dengan kategori
sangat baik. Pada tes akhir ketuntasan klasikal telah mencapai 82,29%, dengan
kategori baik sedangkan ketuntasan klasikal sebelumnya berdasarkan data dari
sekolah adalah 72,71% jadi persentase ketuntasan klasikal meningkat 14,79%.
Sehingga secara keseluruhan meningkat dari siklus I ke siklus II. Hal ini telah
terbukti bahwa penerapan Course Review Horay dapat meningkatkan motivasi dan
pemahaman siswa di kelas VIII-A SMPN Kabupaten Malang tahun pelajaran
2012/2013 dengan cukup signifikan.
SARAN
Pembelajaran dengan menggunakan metode Course Review Horay dapat
dijadikan sebagai metode alternative dalam pembelajaran matematika yang dapat
meningkatkan motivasi dan pemahaman siswa. Untuk guru dan peneliti yang akan
menerapkan pembelajaran kooperatif tipe Course Review Horay, agar lebih efisien
dan efektif dari segi waktu, hendaknya mempersiapkan rencana pembelajaran
secara baik dan memahami dengan baik setiap rangkaian tahap pembelajaran
khususnya pada aturan dan petunjuk permainan kotak horay yang berbeda pada
Course Review Horay.
DAFTAR RUJUKAN
Bell, F.H.. 1978. Teching Learning Mathematics: In Secondary Shooles. Iowa:
Wn. C. Brown Company Publishers.
Budiningsih, Asri. 2005. Belajar dan pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta.
Depdikbud. 1999. Penelitian Tindakan (Action Research). Jakarta: Depdikbud.
Faolina. 2011. Metode Course Review Horay, Online,
(http://gitafaolina.blogspot.com. Diakses pada tanggal 15 September
2012)
Febrinita, Filda. 2008. Penerapan Pembelajaran Sistem Persamaan Linear dan
Kuadrat dengan Pendekatan Open-Ended untuk Meningkatkan
Motivasi Belajar Siswa Kelas X SMAN 1 Blitar. Skripsi tidak
diterbitkan. Malang:UM.
Mathematics Education 2. 1996. A collection of notes, reading and worksheets to
be used in Mathematics Education 2. School Of Scientific And
Developmental Studies, Deakin University: Burwood Campus
Rohim. M. G. 2008. Meningkatkan Kemampuan Pemahaman dan Komunikasi
Matematis melalui Pembelajaran Multimedia berbasis Teknologi
Komputer Tipe Simulasi. Skripsi pada FMIPA UPI Bandung: Tidak
diterbitkan.
Suprijono, Agus. 2009. Cooperatif Learning Teori dan Aplikasi Paikem.
Yogyakarta; Pustaka Pelajar
Widodo. 2011. Metode Course Review Horay. Online,
(http://wyw1d.wordpress.com. Diakses pada tanggal 24 Oktober 2012)
Artikel oleh Dian Wulandari ini
telah diperiksa dan disetujui untuk dipublikasikan
pada tanggal 17 Mei 2013
Pembimbing I,
Dr. Abd. Qohar, M.T
NIP. 19680321 200312 1 001
Pembimbing II,
Drs. Susiswo, M.Si
NIP. 19650328 199001 1 001
Mahasiswa,
Dian Wulandari
NIM. 209311423316

Artikel76 cbc7a6937794c070f7b643701e4fc1

  • 1.
    PENINGKATAN MOTIVASI DANPEMAHAMAN SISWA MELALUI METODE COURSE REVIEW HORAY PADA MATERI LINGKARAN KELAS VIII-A SMPN KABUPATEN MALANG TAHUN PELAJARAN 2012/2013 Dian Wulandari1 Abdul Qohar2 , Susiswo2 1 Mahasiswa Jurusan Matematika 2 Dosen Matematika Universitas Negeri Malang E-mail: woelandhari@gmail.com ABSTRAK : Hasil observasi yang dilakukan mendapatkan bahwa sebagian besar siswa tidak dapat memecahkan permasalahan matematika khususnya materi lingkaran. Selain itu, keinginan belajar atau motivasi belajar matematika yang rendah serta sikap pasif siswa dalam proses pembelajaran dan sistem pembelajaran yang monoton berdampak pada hasil belajar siswa Berkaitan dengan alasan di atas, pembelajaran yang tepat dilakukan dengan menggunakan metode Course Review Horay. Dari hasil penelitian terdapat peningkatan pemahaman dengan metode Course Review Horay oleh peneliti dari ketuntasan klasikal 73% pada siklus I menjadi 87,5% pada siklus II sehingga mengalami peningkatan 14,5%. Hasil observasi motivasi juga mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus II. Tujuan peneliti telah tercapai dengan langkah-langkah pembelajaran Course Review Horay sebagai berikut: (1) Tahap awal, apersepsi sebagai materi prasyarat (2) Tahap inti terbagi menjadi dua kegiatan yaitu belajar kelompok dan diskusi kelas. Untuk belajar kelompok, siswa mengerjakan Lembar Kegiatan Kelompok. Diskusi kelas yaitu menerapkan permaian kotak horay (3) Tahap akhir, menyimpulkan materi yang telah dipelajari dan memberi kesempatan siswa untuk merespon pembelajaran yang telah dilakukan. Kata kunci: motivasi, pemahaman,Course Review Horay Pelajaran matematika secara garis besar dibagi ke dalam 4 cabang yaitu aritmetika, aljabar, geometri, dan analisis (Bell, 1978: 27). Salah satu diajarkannya geometri di sekolah adalah agar siswa memperoleh rasa percaya diri mengenai kemampuan matematikanya, menjadi pemecah masalah yang baik, dapat berkomunikasi secara matematik dan dapat bernalar secara matematik. Dari hasil observasi dan wawancara peneliti dengan salah satu guru matematika kelas VIII-A di salah satu SMPN Kabupaten Malang pada tanggal 14 Januari 2013, diperoleh informasi bahwa siswa menganggap mata pelajaran matematika sebagai sebuah mata pelajaran yang sulit. Sikap pasif siswa dalam proses pembelajaran dan sistem pembelajaran yang monoton berdampak pada hasil belajar siswa. Selain itu, didapatkan bahwa rendahnya motivasi belajar siswa terhadap pelajaran matematika. Untuk mengaktifkan siswa dalam belajar, guru dapat menerapkan metode belajar yang sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Salah satu masalah yang sering dihadapi adalah pada materi lingkaran kelas VIII- A semester II, dimana siswa kurang memahami sejumlah fakta matematika untuk menyelesaikan soal-soal. Hal ini ditandai dengan banyaknya kesalahan yang
  • 2.
    dilakukan siswa untukmenyelesaikan soal-soal pada materi lingkaran. Hasil dari observasi awal didapatkan bahwa, sebagian besar siswa terkadang salah menentukan panjang suatu garis singgung persekutuan dua lingkaran. Suatu metode pembelajaran yang dapat meningkatkan motivasi dan pemahaman siswa terhadap konsep-konsep matematika. Salah satunya dengan menerapkan metode pembelajaran Course Review Horay. Menurut (Faolina, 2011) “Course Review Horay merupakan suatu metode pembelajaran yang dapat digunakan guru agar dapat tercipta suasana pembelajaran di dalam kelas yang lebih menyenangkan”. Pembelajaran Course Review Horay yang dilaksanakan merupakan suatu pembelajaran dalam rangka pengujian terhadap pemahaman konsep siswa menggunakan kotak yang dinamakan kotak horay. Setiap kotak akan berisi soal yang dapat menguji pemahaman siswa. Siswa yang paling terdahulu mendapatkan 3 simbol yang segaris akan berteriak horay. Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan, maka disusun rumusan masalah sebagai berikut, bagaimana pelaksanaan dan langkah-langkah pembelajaran Materi Lingkaran dengan metode “Course Review Horay” untuk meningkatkan motivasi dan pemahaman siswa kelas VIII-A di salah satu SMPN Kabupaten Malang. METODE Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII-A yang berjumlah 24 siswa di salah satu SMPN Kabupaten Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Untuk jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) karena peneliti bertujuan untuk memperbaiki keadaan kelas dengan meningkatkan motivasi dan pemahaman siswa. Sumber data dalam penelitian ini adalah guru bidang studi matematika kelas VIII-A dan siswa kelas VIII-A SMPN Kabupaten Malang. Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa kata-kata dan tindakan siswa. Kata-kata dapat berupa wawancara dengan guru bidang studi juga hasil wawancara atau komentar dari siswa. Sedangkan tindakan berupa hasil pembelajaran yang telah dilakukan. Dalam penelitian ini terdapat dua jenis data, yaitu data kualitatif dan data kuantitatif. Prosedur pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah (1) tes, (2) observasi, (3) wawancara, (4) angket, dan catatan lapangan. Prosedur yang dilaksanakan dalam penelitian ini mencakup (1) pendahuluan, (2) pelaksanaan, dan (3) pembuatan laporan. Siklus ini dikatakan berhasil jika, tes siswa sekurang-kurangnya 80% dari keseluruhan siswa di kelas mencapai taraf nilai ≥70 sesuai dengan KKM yang telah ditetapkan sekolah. Aktivitas belajar siswa dan aktivitas belajar guru dalam katagori baik/sangat baik (berdasarkan pengamatan). Apabila pada pembelajaran ini belum memenuhi kriteria keberhasilan, maka penelitian dilanjutkan pada siklus berikutnya dengan memperbaiki kekurangan pada pembelajaran sebelumnya. Pada penelitian ini peningkatan motivasi dan pemahaman siswa diperoleh dari hasil tes siswa yang dilaksanakan pada waktu penelitiaan tindakan kelas. Dalam penelitian ini data yang diperoleh ada 2 macam yaitu motivasi dan pemahaman siswa. Data diperoleh dari observasi proses pembelajaran dengan penerapan pembelajaran Course Review Horay yang diambil menggunakan lembar observasi keterlaksanaan kegiatan belajar mengajar dengan Course Review Horay. Data proses pembelajaran yang meliputi aktivitas guru dan aktivitas siswa dianalisis secara deskriptif. Sedangkan, suatu data tentang motivasi dan pemahaman dikatakan
  • 3.
    meningkat apabila datatersebut terjadi peningkatan pada saat sesudah diberi tindakan dengan ketentuan lebih dari 50% dari jumlah siswa yang mengalami peningkatan bila dibandingkan dengan sebelum diberi tindakan. Untuk pemahaman Siswa, analisis untuk mengetahui peningkatan pemahaman siswa ditentukan dengan ketuntasan belajar siswa secara individual dan klasikal. Siswa dianggap telah tuntas pemahamannya apabila daya serap mencapai 70% atau hasil tes siswa mendapat nilai 70 dari nilai total 100, yang sesuai dengan Standar Ketuntasan Belajar Mininal (SKBM) yang telah ditetapkan sekolah. Secara klasikal kelas dianggap telah tuntas pemahamannya apabila mencapai 80% dari jumlah siswa yang mencapai daya serap minimal 70%. Sehingga dapat disimpulkan pemahaman siswa dikatakan tuntas, jika 80% dari seluruh siswa memperoleh nilai  70 dari nilai total 100. HASIL Hasil observasi pada siklus I ini meliputi aktivitas guru dan aktivitas siswa selama pembelajaran .Berdasarkan hasil pengamatan guru mata pelajaran matematika (observer I) dan teman sejawat (observer II) terhadap aktivitas guru dan aktivitas siswa selama kegiatan pembelajaran berlangsung. Berdasarkan hasil observasi terhadap kegiatan guru dalam pembelajaran di peroleh bahwa persentase nilai rata-rata aktivitas guru pada pertemuan I adalah 66,67% dengan kriteria cukup baik, dan pada pertemuan II adalah75%dengan kriteria baik. Sehingga pada tahap siklus I, aktivitas guru memiliki nilai rata-rata 70,84% dengan kriteria baik. Sedangkan, hasil observasi terhadap aktivitas siswa dalam pembelajaran diperoleh bahwa persentase nilai rata-rata aktivitas siswa pada pertemuan I adalah 68,75%dengan kriteria kurang, dan pada pertemuan II adalah 78,13%dengan kriteria cukup baik. Sehingga pada tahap siklus I, aktivitas siswa memiliki nilai rata-rata 73,44% dengan kriteria cukup baik. Hasil observasi terhadap motivasi siswa dalam pembelajaran Course Review Horay yaitu sebanyak 19 siswa memiliki motivasi baik, 5 siswa memiliki motivasi kurang. Setelah pembelajaran siklus I berakhir sebagian besar siswa masih menduduki kriteria baik sejumlah 20 siswa dan 4 siswa memiliki kriteria sangat baik. Dapat dikatakan bahwa sebagian besar siswa menaruh minat dalam mengikuti pelajaran matematika selama menggunakan pembelajaran. Dengan demikian disimpulkan bahwa motivasi siswa kelas VIII-A SMPN Kabupaten Malangmengalami peningkatan dari 69% menjadi 75% dengan kriteria baik. Pada evaluasi akhir ketuntasan klasikal telah mencapai 72,71% sehingga belum mencapai kriteria ketuntasan klasikal pada SMPN Kabupaten Malangyaitu 80%. Berdasarkan hasil penelitian di atas, dapat dianalisa bahwa kegiatan pembelajaran pada siklus 1 belum berhasil memenuhi tujuan peneliti yang ditetapkan pada awal kegiatan dan belum mencapai ketuntasan klasikal SMPN Kabupaten Malangyaitu 80% siswa dalam kelas tersebut mencapai nilai sama dengan atau lebih dari Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yaitu 70. Hasil observasi pada siklus II untuk kegiatan guru diperoleh bahwa persentase nilai rata-rataaktivitas guru pada pertemuan IV adalah 87,5 % dengan kriteria baik, dan pada pertemuan V adalah 93,75 % dengan kriteria sangat baik. Sehingga pada tahap siklus II, aktivitas guru memiliki nilai rata-rata 90,63% dengan criteria sangat baik. Sedangkan, hasil observasi terhadap aktivitas siswa dalam pembelajaran diperoleh bahwa persentase nilai rata-rata aktivitas siswa pada
  • 4.
    pertemuan IV adalah82,81%dengan kriteria baik, dan pada pertemuan V adalah 95,31%dengan kriteria sangat baik. Sehingga pada tahap siklus II, aktivitas siswa memiliki nilai rata-rata 90,63% dengan kriteria sangat baik. Selain itu, hasil observasi terhadap motivasi siswa dalam pembelajaran sebanyak 13 siswa memiliki motivasi sangat baik, 11 siswa memiliki motivasi baik. Setelah pembelajaran siklus II berakhir sebagian besar siswa masih menduduki kriteria sangat baik sejumlah 21 siswa dan 3 siswa memiliki kriteria baik. Dapat dikatakan bahwa sebagian besar siswa menaruh minat dalam mengikuti pelajaran matematika selama menggunakan pembelajaran. Dengan demikian disimpulkan bahwa motivasi siswa kelas VIII-A SMPN Kabupaten Malangmengalami peningkatan dari 77% menjadi 84% dengan kriteria sangat baik. Hasil evaluasi siklus II diperoleh bahwa dari 24 siswa kelas VIII-A SMPN Kabupaten MalangMalang, ada 21 siswa yang nilainya memenuhi target Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yaitu ≥70 dan dinyatakan tuntas. Sedangkan sisanya 2 anak nilainya tidak tuntas. Pada evaluasi tersebut ketuntasan klasikal telah mencapai 82,29% sehingga telah mencapai kriteria ketuntasan klasikal pada SMPN Kabupaten Malangyaitu 80%. Berdasarkan hasil penelitian di atas, dapat dianalisa bahwa kegiatan pembelajaran pada siklus 2 berhasil memenuhi tujuan peneliti yang ditetapkan pada awal kegiatan dan telah mencapai ketuntasan klasikal SMPN Kabupaten Malangyaitu 70% siswa dalam kelas tersebut mencapai nilai sama dengan atau lebih dari Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yaitu 70. Sehingga penelitian ini tidak perlu dilanjutkan pada siklus berikutnya. PEMBAHASAN Pembelajaran dengan menggunakan Course Review Horay adalah salah satu alternatif pembelajaran yang dapat meningkatkan motivasi dan pemahaman siswa. Dalam penelitian ini, penerapan pembelajaran dengan Course Review Horay terdiri dari 3 langkah/tahapan utama yaitu : tahap awal, tahap inti dan tahap akhir. Pengelompokan tahapan itu disesuaikan dengan tindakan yang dilaksanakan. Sebagaian besar langkah-langkah yang diberikan oleh peneliti berbeda dengan langkah model pembelajaran Course Review Horay (dalam Suprijono, 2009 : 129). Beberapa langkah tersebut tidak sesuai menurut Lovitt and Clarke (1988, dikutip dalam Mathematics Education 2, 1996) ada suatu perbedaan yang sangat berarti pembelajaran matematika dengan paradigma konstruktivis. Sehingga peneliti melakukan modifikasi agar menghasilkan metode Course Review Horay yang memiliki beberapa langkah konstruktivis. Tahap awal, dalam pembelajaran Course Review Horay diawali dengan pembukaan yang dilakukan oleh guru yaitu salam, doa, dan mengecek kehadiran siswa. Selanjutnya guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. Akhir dari kegiatan awal ini adalah apersepsi. Apersepsi dilakukan dengan tanya jawab antara guru dengan siswa, apersepsi yang diberikan ada dua macam yaitu pertanyaan sederhana dan permasalahan yang menantang. Pada tahap inti, untuk membantu siswa dalam menanamkan pemahaman tentang garis singgung lingkaran, digunakan Lembar Kegiatan Kelompok yang berisikan perintah dan pertanyaan dengan langkah-langkah yang telah diberikan. Selain itu, diakhir Lembar Kegiatan Kelompok terdapat beberapa soal yang diberikan guna melatih apa yang telah diterima siswa sebelumnya. Lembar
  • 5.
    Kegiatan Kelompok yangdiberikan ke siswa ini bermanfaat untuk melatih siswa belajar dan mengkonstruk pengetahuan sendiri. Selanjutnya dilanjutkan dengan pemberian permainan kotak horay pada metode Course Review Horay. Tujuan dari permainan disini adalah membantu siswa untuk lebih memperdalam pemahaman siswa dengan memecahkan soal yang ada dalam kotak horay dan meningkatkan motivasi belajar matematika siswa. Tahap permainan kotak horay, setiap kelompok mempunyai identitas masing-masing berupa tongkat simbol, simbol antar kelompok berbeda dengan kelompok lain. Guru membacakan aturan dan petunjuk permainan Course Review Horay. Selanjutnya, guru membaca soal mengenai materi yang dipelajari di mulai dari pusat kotak yaitu nomor 13 untuk mempermudah langkah awal dalam membentuk 3 bentuk yang segaris, siswa secara berkelompok dengan cepat berusaha memecahkan permasalahan tersebut dan langsung didiskusikan bersama guru, jika benar perwakilan kelompok menggambarkan simbol kelompok di dalam kotak yang nomornya disebutkan, jika hasil salah akan di lempar pada kelompok lain. Kelompok yang sudah memecahkan 3 soal dalam satu garis harus berteriak horay. Tahap akhir, refleksi. Dengan kegiatan ini diharapkan kelompok yang belum berhasil membuat bentuk akan termotivasi untuk memecahkan soal pada kotak horay yang akan dilakukan pada pertemuan berikutnya. Memberi kesempatan siswa untuk mengungkapkan kesan dan respon terhadap pembelajaran yang baru dilaksanakan. Dan di akhiri dengan penutup yaitu salam dan doa. Hal ini sesuai dengan pendapat Sardiman (2001), menyatakan bahwa “ciri-ciri suatu interaksi yaitu adanya suatu prosedur (jalan interaksi) yang direncana untuk mencapai tujuan yang direncanakan”. Hasil penelitian terhadap pemahaman dan motivasi ini membuktikan bahwa penerapan Course Review Horay dapat meningkatkan motivasi dan pemahaman. Hal ini sesuai dengan pendapat Suprijono (2009 : 131) mengenai kelebihan pembelajaran Course Review Horay, salahsatunya adalah siswa memiliki usaha yang lebih besar untuk berprestasi dalam kelompoknya, siswa mengembangkan keterampilan berpikir kritis. Sehingga motivasi dan pemahaman siswa meningkat dengan penerapan metode pembelajaran Course Review Horay. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah diulas pada bab sebelumnya dapat dirumuskan langkah-langkah pembelajaran Course Review Horay yang dapat meningkatkan motivasi dan pemahaman sebagai berikut: pada awal kegiatan pembelajaran guru tidak lagi menyampaikan dengan jelas materi yang akan dipelajari namun siswa akan aktif berdiskusi secara kelompok dengan lembar kegiatan kelompok yang diberikan oleh guru. Sehingga siswa akan mengerti materi dengan sendirinya, jika ada siswa yang belum mengerti materi, siswa dapat menanyakan pada guru. Hal ini dilakukan untuk memperkuat model agar sesuai dengan karakteristik siswa dan kondisi belajar siswa. Langkah selanjutnya pada kotak horay, kotak horay di modifikasi menjadi seperti pada gambar di bawah ini:
  • 6.
    1 2 34 5 10 9 8 7 6 11 12 13 14 15 20 19 18 17 16 21 22 23 24 25 Masing-masing kotak horay tersebut berisikan soal yang akan di mulai dari pusat kotak yaitu no. 13. Guru membacakan soal no. 13, beberapa waktu kemudian perwakilan kelompok berebut dengan mengangkat tongkat simbol yang telah dipersiapkan oleh guru. Kelompok yang di tunjuk oleh guru langsung menyampaikan hasilnya dan langsung didiskusikan, jika benar maka perwakilan kelompok menuliskan simbol kelompok pada kotak horay. Kelompok yang dapat membentuk 3 bentuk simbol yang sama serta segaris maka akan berteriak horay. Peningkatan pemahaman pada penelitian ini dapat dilihat dari dua instrument yaitu hasil observasi guru memiliki skor 90,63% dengan kategori sangat baik dan hasil observasi siswa memiliki skor 90,63% dengan kategori sangat baik. Pada tes akhir ketuntasan klasikal telah mencapai 82,29%, dengan kategori baik sedangkan ketuntasan klasikal sebelumnya berdasarkan data dari sekolah adalah 72,71% jadi persentase ketuntasan klasikal meningkat 14,79%. Sehingga secara keseluruhan meningkat dari siklus I ke siklus II. Hal ini telah terbukti bahwa penerapan Course Review Horay dapat meningkatkan motivasi dan pemahaman siswa di kelas VIII-A SMPN Kabupaten Malang tahun pelajaran 2012/2013 dengan cukup signifikan. SARAN Pembelajaran dengan menggunakan metode Course Review Horay dapat dijadikan sebagai metode alternative dalam pembelajaran matematika yang dapat meningkatkan motivasi dan pemahaman siswa. Untuk guru dan peneliti yang akan menerapkan pembelajaran kooperatif tipe Course Review Horay, agar lebih efisien dan efektif dari segi waktu, hendaknya mempersiapkan rencana pembelajaran secara baik dan memahami dengan baik setiap rangkaian tahap pembelajaran khususnya pada aturan dan petunjuk permainan kotak horay yang berbeda pada Course Review Horay. DAFTAR RUJUKAN Bell, F.H.. 1978. Teching Learning Mathematics: In Secondary Shooles. Iowa: Wn. C. Brown Company Publishers. Budiningsih, Asri. 2005. Belajar dan pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta. Depdikbud. 1999. Penelitian Tindakan (Action Research). Jakarta: Depdikbud. Faolina. 2011. Metode Course Review Horay, Online, (http://gitafaolina.blogspot.com. Diakses pada tanggal 15 September 2012)
  • 7.
    Febrinita, Filda. 2008.Penerapan Pembelajaran Sistem Persamaan Linear dan Kuadrat dengan Pendekatan Open-Ended untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Kelas X SMAN 1 Blitar. Skripsi tidak diterbitkan. Malang:UM. Mathematics Education 2. 1996. A collection of notes, reading and worksheets to be used in Mathematics Education 2. School Of Scientific And Developmental Studies, Deakin University: Burwood Campus Rohim. M. G. 2008. Meningkatkan Kemampuan Pemahaman dan Komunikasi Matematis melalui Pembelajaran Multimedia berbasis Teknologi Komputer Tipe Simulasi. Skripsi pada FMIPA UPI Bandung: Tidak diterbitkan. Suprijono, Agus. 2009. Cooperatif Learning Teori dan Aplikasi Paikem. Yogyakarta; Pustaka Pelajar Widodo. 2011. Metode Course Review Horay. Online, (http://wyw1d.wordpress.com. Diakses pada tanggal 24 Oktober 2012)
  • 8.
    Artikel oleh DianWulandari ini telah diperiksa dan disetujui untuk dipublikasikan pada tanggal 17 Mei 2013 Pembimbing I, Dr. Abd. Qohar, M.T NIP. 19680321 200312 1 001 Pembimbing II, Drs. Susiswo, M.Si NIP. 19650328 199001 1 001 Mahasiswa, Dian Wulandari NIM. 209311423316