1 
Analisis kation 01/1KB 
ANALISIS KATION 
1. TUJUAN PERCOBAAN 
Setelah melakukan percobaan ini mahasiswa mampu : 
 Mengenalkan sifat-sifat unsur dan ion-ionnya dalam larutan melalui pengamatan 
 Melakukan analisis kation dalam suatu cuplikan melalui penentuan golongan dan 
tes khusus (Spesific test ) 
2. DASAR TEORI 
Analisis kualitatif merupakan analisis yang dilakukan untuk mengetahui unsur apa 
yang terdapat pada suatu sampel. Analisis kualitatif untuk zat anorganik terdiri dari : 
1. Analisis Anion 
2. Analisis Kation 
Kation merupakan ion yang bermuatan negatif yang terdapat dalam suatu zat. Pada 
analisis kation, kation yang di pelajari adalah sebagai berikut : NH4 
+, Na+, Ca2+, Ba2+, Mg2+, 
Hg2+, Pb2+, Cu2+, Sn2+, Fe2+, Fe3+, Co2+, Mn2+, Ni2+, Al3+, K+, Ag2+, dan sebagainya. 
Banyak pendekatan yang dapat dilakukan untuk melakukan anallisis kualitatif. Ion-ion 
dapat di identiikasi berdasarkan sifat fisika dan kimianya. Sifat fisika yang dapat diamati 
secara langsung seperti warna,bau,terbentuknya endapan maupun gelembung gas merupakan 
informasi awal yang berguna untuk analisis selanjutnya. Analisis kualitatif berdasarkan sifat 
kimia melibatkan beberapa reaksi kima seprti reaksi asam-basa, reaksi redoks, reaksi 
kompleks, dan reaksi pengendapan. Hukum kesetimbagan massa sangat berguna untuk 
menentukan le arah mana reaksi berjalan. 
Adapun tahapan analisis kualitatif yang dilakukan adalah sebagai berikut : 
A. Analisis Pendahuluan 
Pada cuplikan dilakukan “pemeriksaan pendahuluan” yaitu, pengamatan sifat fisik yaitu 
warna, bau, bentuk kristal, dan test kelarutan dalam air. 
B. Test Nyala 
Untuk menganalisis suatu kation dalam cuplikan, dapat dilakukan test nyala. Beberapa 
logam mempunyai warna nyala tertentu bila di panaskan dalam nyala bunsen dengan menggunakan 
kawat Ni-Cr.
2 
Analisis kation 01/1KB 
Tabel 3. Warna Nyala pada Unsur Logam 
Color Metal 
Red 
Carmine : lithium compounds. Maksed by barium or sodium 
Scarlet or crimson : strontium compounds. Masked by barium. 
Yellow red : Calcium compounds. Masked by barium 
Yellow Sodium compounds, even in trace a mounts. A yellow frame is not indicative 
of sodium unless it persist and is not intensified by addition of 1% NaCl to 
the dry compound. 
White White-green : Zinc 
Green Emerald : Copper compounds, other than halides. Thaillium. 
Blue-Green : Phospates, when moistened with H2SO4 or B2O3 
Faint Green : Astimony and NH4 compounds 
Yellow-Green : Barium, molybdenum 
Blue Azure : lead, selenium, bismuth, CuCl2, and other copper compounds. 
Moistened by hydrochloric acid 
Light Blue : Arsenic and come of it compounds 
Greenish Blue : CuBr2, Antimony 
Violet Potassium compounds other than borates, phospates, and silicates. 
Masked by sodium or lithium 
Purple-Red : Potassium, rubidium, and/or cesium in the presence of sodium 
when viewed through a blue glass. 
Logam - logam Warna Nyala 
Na 
K 
Li 
Ca 
Sr 
Cu + logam boraks 
Pb, As, Sb, Bi 
Kuning 
Lembayung ( kaca kobalt ) 
Merah padam 
Merah Kuning 
Kuning Hijau 
Hijau 
Biru Muda
Untuk mengidentifikasi kation secara sistematis, harus dilakukan pemisahan 
golongan. Pemisahan golongan dilakukan dengan cara kation dalam tiap kelompok 
diendapkan sebagai senyawa dengan menggunakan pereaksi pengendapan tertentu. Endapan 
yang dihasilkan mengandung kation-kation dalam suatu golongan. Kemudian dilanjutkan 
dengan mengidentifikasi kation-kation dari tiap golongan. Serangkaian reaksi dilakukan untuk 
dpaat memisahkan satu kation dengan satu golongan (kelompok) dari kation lainnya. Reaksi 
yang dipilih harus dilakukaan secara hati-hati untuk mendapatkan keuntungan tentang 
kemiripan dan perbedaan sifat-sifat kimia suatu golongan. 
Setelah itu, baru dilakukan uji spesifik setiap kation yang ada dalam golongan 
tersebut untuk mengidentifikasi keberadaan di dalam cuplikan. Dalam analisa kation ini 
terdapat 5 golongan, yakni : 
3 
C. Penentuan Golongan Kation 
 Golongan 1 : Ag +, Pb2+ akan mengendap sebagai garam klor dalam kondisi 
Analisis kation 01/1KB 
asam yang kuat. 
 Golongan 2 : Pb2+, Hg2+, CU2+, Sn2+ akan mengendap sebagai garam sulfida atau 
hidroksida dalam suasana sedikit asam. 
 Golongan 3 : Fe2+, Fe3+, Co2+, Mn2+, Ni2+, Al3+ akan mengendap sebagai garam 
sulfida atau hidroksida dalam suasana sedikit basa. 
 Golongan 4 : Ca2+, Ba2+ tetap berada dalam larutan setelah pemeriksaan kation 
golongan 1, 2, 3. 
 Golongan 5 : NH4 
+, Mg2+, K+, Na+. 
Golongan 5 dapat dipisahkan langsung dari golongan 1 - 4, karena gas H2S 
mempunyai bau yang tidak enak serat berbahaya, maka digunakan tiosetamida sebagai 
pengganti. Reaksi tiosetamida dengan air bila dipanaskan akan menghasilkan H2S juga, tetapi 
berupa larutan jenuh.
4 
D. Sistematika Pemisahan Golongan untuk Kation 
Golongan 5 Terdapat kation dari Golongan 1-4 
Gambar 1. Sistematika Pemisahan Golongan untuk Kation 
Analisis kation 01/1KB 
Larutan yang tidak diketahui 
+ ( NH4)2CO3 
Larutan Endapan 
+ HCl 
Endapan Larutan 
+ Tioasetamida 
+ HCl 
Golongan 1 
Endapan Larutan 
Golongan 2 Golongan3 & 4 
+ NH3/Nh4Cl 
+ Tioasetamida 
Endapan Larutan 
Golongan 3 Golongan 4
5 
E. Analisis Kation dengan Reaksi Spesifik 
Tes spesifik untuk mengetahui adanya kation tertentu dalam suatu larutan. 
a. Ag+ 
Ag+ + Cl- → AgCl(s) ↓ putih 
Ag+ + OH- → AgOH(s) ↓ hitam cokelat 
AgOH + 2 NH3 → (Ag(NH3)2)+ ( larutan) larut dalam amoniak berlebih 
b. Pb2+ 
Pb2+ + CrO4 
2- → PbCr4(s) ↓ putih 
Pb2+ + SO2- → PbSO4(s) ↓ putih 
Pb2+ + OH- → Pb(OH)2(s) ↓ putih tidak larut dalam amoniak berlebih 
c. Hg2+ 
Hg2+ + OH- → Hg2O ↓ kuning + H2O 
Hg2+ + 2 I- → HgI2 ↓ merah 
d. Cu2+ 
2 Cu2+ + SO4 
Analisis kation 01/1KB 
2- + 2 NH3 + 2 H2O → Cu(OH)2.CuSO4↓ + 2 NH4+ 
Cu2+ + 2 OH- → Cu(OH)2 ↓ biru 
Cu(OH)2↓ → CuO↓ hitam + H2O 
e. Sn2+ 
Sn2+ + Hg2Cl2 → Hg2Cl2↓ putih + Sn4+ + 2 Cl- 
Jika ditambah Sn2+ berlebih : 
Sn2+ + Hg2Cl2 → 2 Hg↓ abu-abu + Sn4+ + 2 Cl-f. 
Fe2+ 
Fe2+ + 2OH- → Fe(OH)2 ↓ putih 
4 Fe(OH)2 + H2O + O2 → 4 Fe(OH)3 ↓ coklat merah 
Fe2+ + [Fe(Cn)6]3- → Fe3+ + [Fe(Cn)6]4- 
4 Fe3+ + 3[Fe(Cn)6]4- → Fe4[Fe(Cn)6]3 ↓ biru tumbull
Fe3+ + 3SCN → Fe(SCN)3 merah tua 
Fe3+ + [Fe(Cn)6]3- → Fe[Fe(Cn)6] coklat 
Dengan menambahkan H2O2 atau sedikit larutan timah II klorida menghasilkan 
endapan biru prusia. 
6 
g. Fe3+ 
h. Co2+ 
Co2+ + 4SCN- → [Co(SCN)4]2- biru 
i. Mn2+ 
Mn2+ + 5 NaBiO3 + 14H+ → 2 MnO4+ + 5 Bi3+ + 5 Na+ + 7 H2O 
Menghasilkan warna ungu dari permanganat 
j. Ni2+ 
k. Al3+ 
Al3+ + 3 CH3COO- + H2O → Al(OH)2CH3COO↓ + 2CH3COOH 
Al3+ + 3OH- → Al(OH)3↓ putih 
l. Ba2+ 
Ba2+ + SO4 
2- → BaSO4↓ putih 
Ba2+ + CrO4 
2- → BaCrO4↓ kuning 
m. Ca2+ 
Ca2+ + SO4 
2- → CaSO4↓ putih 
Ca2+ + CrO4 
2- → tidak terbentuk endapan 
n. NH4+ 
NH4+ + OH- → NH3↑ + H2O 
Timbul bau, kertas lakmus merah berubah menjadi biru 
Analisis kation 01/1KB
7 
o. Mg2+ 
Mg2+ + NH3 
+ + HPO4 
Analisis kation 01/1KB 
2- → Mg(NH4)PO4↓ kristalin putih 
p. K+ 
3 K+ + [Co(NO2)6]3- → K3[Co(NO2)6] ↓ kuning 
q. Na+ 
Na+ + Mg2+ 3UO2+ + 9 CH3COO- → NaMg(UO2)3(CH3COO)9↓ Kristalin kuning 
Test nyala
8 
3. ALAT YANG DIGUNAKAN 
 tabung reaksi dan rak 20/1 
 pipet tetes 8 
 kawat Ni-Cr 1 
 bunsen, kaki tiga, kasa 1 
 gelas kimia 500ml 1 
 kaca arloji 8 
 labu ukur 100ml 1 
 pengaduk 1 
 spatula 1 
 botol aquadest 4 
 pipet ukur 5ml, 10ml 4/4 
 bola karet 4 
 masker 8 
 sarung tangan 8 
 kaca kobalt 1 
Analisis kation 01/1KB
Gunakan peralatan keselamatan kerja seperti sarung tangan dan masker untuk zat-zat 
9 
4. BAHAN YANG DIGUNAKAN 
4.1 Reagen 
- Tioasetamida 1 M - Ba(NO3)2 0,1 M 
- (NH4)2CO3 1 M dalam NH3 1 M - K3(CN)6 0,5 M 
- NH4Cl 2 M - NaBiO3 padat 
- HCl 6 M - dimetilglioksim 1% dalam etanol 
- HNO3 1 M - KCSN padat 
- NaOH 2 M - NaSO3 1 M dan padat 
- NaOH 6 M - KHSO4 padat 
- H2SO4 6 M - Na3(Co(NO2)6 padat 
- CH3COOH 2 M - K4Fe(CN)6 0,5 M 
- Larutan morin 
4.2 Cuplikan 
- AgNO3 0,1 M (Ag+) - Na2S 0,1 M (S-) 
- BaCl2 0,1 M (Ba2+) - KSCN 0,1 M (K+/SCN-) 
- CuSO4 (Cu2+) - MnSO4 0,1 M (Mn2+/SO4 
2-) 
- CaCl2 0,1 M (Co2+) - SnCl2 0,1 M (Sn+2) 
- Al2(SO4)3 0,1 M ( Al3+) - FeCl3 0,1 M (Fe3+) 
- Hg(NO3) 0,1 M (Hg2+) - KnO2 0,1 M (NO2 
-) 
- CH3COOHNa 0,1 M (Na+/CH3COO-) - KI 0,1 M (K+/I-) 
- Ch3COOPb 0,1 M (Pb2+/ CH3COO-) - CrCl3 0,1 M (Cr3+) 
- KBr 0,1 M (K+/Br-) - NaSO3 0,1 M (Cr3+) 
- Mg(CH3COO)2 0,1 M (Mg2+/CH3COO-) 
5. KESELAMATAN KERJA 
korosif dan toksik. 
Analisis kation 01/1KB
Mengambil 0,2 gr cuplikan dan menambahkan 2 ml air demineral. Mengamati 
kelarutannya di dalam air dingin. Bila tidak larut, tabung reaksi diletakkan ke dalam gelas 
kimia yang berisi air mendidih. Kemudian mengamati dan mencatat hasil pengamatan, yaitu 
warna dan pH larutan. 
Bila cuplikan tidak larut dalam air dingin maupun air panas, maka dilakukan test 
Larutan Air dingin Air mendidih H2SO4 6 M HCl 6 M HNO3 6 M 
10 
6. LANGKAH KERJA 
6.1 Analisis Pendahuluan 
- Pengamatan fisik 
Melakukan pengamatan fisik seperti warna, bau, dan bentuk krista dan mecatat 
hasilnya. 
Kation Warna Bau Bentuk Kristal 
1 Biru Tidak ada Serbuk kristal 
2 Putih Tidak ada Serbuk 
3 Hijau Tidak ada Butiran Kristal 
4 Putih Tidak ada Butiran Kristal 
- Test kelarutan 
kelarutan dengan asam-asam berikut : 
1 ml H2SO4 6 M 
1 ml HCl 6 M 
1 ml HNO3 6 M 
1      
2 - -    
3      
4      
- Tes Nyala 
Analisis kation 01/1KB
Meletakkan kira-kira 0,1 gr cuplikan yang tidak diketahui pada kaca arloji dan 
menambahkan 3 tetes HCl 6M. Terlebih dahulu membersihkan kawan Ni-Cr dengan 
memijarkan pada nyala bunsen, kemudian mecelupkan kawat tersebut dalam HCl yang 
mengandung cuplikan, lalu memijarkannya sampai warna konstan. Kemudian warna nyala 
dari cuplikan diamati dan dibandingkan hasilnya dengan tabel warna nyala pada teori. Bila 
teramati warna nyala yang karakteristik, dituliskan perkiraan unsur yang pernah ada. 
1 ml larutan cuplikan + 1 ml (NH4)CO3. Bila mengendap berarti kation dari 
1 ml larutan cuplikan + 3 tetes HCl 6 M. Bila ada endapan kemungkinan adanya 
1 ml larutan cuplikan + 3 tetes HCl 6 M dan tioasetamida 1 M (pH 1). Tabung 
reaksi diletakkan ke dalam gelas kimia 250 ml yang berisi air mendidih. Sulfida yang 
mengendap dalam asam akan sempurna. Bila endapan berwarna hitam, kemungkinan adanya 
kation Pb2+, Mg2+, Cu2+, bila endapan coklat, berarti kation Sn2+. Bila tidak mengendap 
dianjutkan ke langkah 4. Bila terdapat zat peengoksidasi (Fe2+, CrO4 
2-), maka zat-zat tersebut 
bereaksi dengan H2S membentuk koloid sulfur (kuning keruh). 
11 
6.2 Identifikasi Golongan Kation 
Langkah 1 : (golongan 1-4, 5) 
golongan 1-4. Bila tidak mengendap berarti golongan 5. Maka langkah 6 yang dikerjakan. 
Langkah 2 : (golongan 1, 2-4) 
Ag+, Hg+, atau Pb2+. Bila tidak mengendap dilanjutkan ke langkah 3. 
Langkah 3 : (golongan 2, 3-4) 
Langkah 4 : (golongan 3, 4) 
1 ml cuplikan + 3 tetes NH4Cl 1 M dan 1 
Analisis kation 01/1KB 
1 
2 
ml NH3 6 M. Ditambahkan 1 ml 
tioasetamida 1 M, kemudian dikocok dan dididihkan +5 menit. Bila ada endapan hitam berarti 
kemungkinan adanya kation Fe2+, Fe3+, Co2+, Ni2+. Bila ada endapan hijau berarti adanya 
Cr3+. Bila ada endapan merah berarti adanya Mn2+. Bila ada endapan putih berarti adanya 
Al3+. Bila tidak ada endapan dilanjutkan ke langkah 5. 
Langkah 5 : (golongan 4) 
Melakukan reaksi spesifik kation golongan 4. 
Langkah 6 : (test nyala) 
Memeriksa kation golongan 5 melalui test nyala. 
6.3 Reaksi Spesifik untuk Analisa Kation
12 
Golongan 1 : 
1. Ag+ 
a. 1 ml larutan cuplikan + 5 tetes HCl 2 M → endapan putih 
Endapan larut bila ditambahkan 3/2 NH3 6 M dan larutan menjadi bening 
b. 1 ml cuplikan + 2 tetes NH3 1 M → endapan coklat 
Menambahkan 
Analisis kation 01/1KB 
1 
2 
ml NH3 1 M, endapan larut dan larutan menjadi bening. 
2. Pb2+ 
a. 1 ml cuplikan + 4 tetes K2CrO4 0,1 M → ↓ kuning 
b. 1 ml cuplikan + 2 tetes NH3 1 M → ↓ putih. Tidak larut dalam NH3 berlebih 
Golongan 2 : 
1. Hg2+ 
a. 1 ml cuplikan + 
1 
2 
tetes NH3 1 M → ↓ kuning keruh 
b. 1 ml cuplikan + 1 ml KI 0,1 M → ↓ merah keruh 
2. Cu2+ 
1 ml cuplikan + 2 tetes NH3 1 M → ↓ biru muda 
Ditambahkan amoniak berlebih ( NH4OH 1 M ) terjadi larutan biru tua 
3. Sn2+ 
1 ml cuplikan + 1 ml Hg(NO3)2 0,1 M → ↓ putih 
Golongan 3 : 
1. Fe2+ 
1 ml cuplikan + 5 tetes NaOH 2 M → endapan seperti gelatin warna coklat 
1 ml cuplikan + 5 tetes K3Fe(CN) → ↓ biru tua 
2. Fe3+ 
a. 1 ml cuplikan + 3 tetes KSCN 0,1 M → merah tua 
b. 1 ml cuplikan + 3 tetes K4Fe(CN)6 0,5 M → ↓ biru berlin 
3. Co2+ 
2 ml cuplikan + 1 spatula KSCN → biru keunguan 
Ditambahkan eter amil alkohol berubah menjadi biru 
4. Mn2+ 
5 tetes cuplikan + seujung spatula natrium bismutat + 5 tetes HNO3 6 M → ↓merah 
violet 
5. Ni2+ 
1 ml cuplikan + 2 tetes NH3 1 M + 1 ml dimetilglioksim → merah
a. 1 ml cuplikan + 3 tetes CH3COOH + seujung spatula natrium asetat + 1 ml larutan 
Jika reaksi-reaksi untuk katon lain di dalam golongan 5 negatif dan warna nyala positif 
( dalam waktu 1 menit ), berarti ada atom Na. 
13 
6. Al3+ 
morin 
b. 1 ml cuplikan + 2 tetes NaOH 2 M → ↓ putih 
Seperti gelatin yang dapat larut dalam kelebihan NaOH 
Golongan 4 : 
1. Ba2 
a. 1 ml cuplikan + 5 tetes H2SO4 2 M →↓ putih. Tidak larut dalam asam kuat 
b. 1 ml cuplikan + 5 tetes K2CrO4 → ↓ kuning muda 
2. Ca2+ 
a. 1 ml cuplikan + 4 tetes (Oksalat) → ↓ putih 
b. 1 ml cuplikan + 5 tetes H2SO4 2 M → tidak ada endapan 
Golongan 5 : 
1. Na+ 
2. K+/Na+ 
Seujung spatula Na2(Co(NO2)6 + 
Analisis kation 01/1KB 
1 
2 
ml air + 2 tetes CH3COOH 2 M maka terbentuk 
endapan kuning. 
3. Mg2+ 
1 ml cuplikan + 4 tetes NH4Cl 1 M, NH4OH/NH3 2 M dan 1 ml Na2HPO4 0,1 M maka 
timbul endapan putih 
4. NH4+ 
1 sendok spatula cuplikan + 1 ml NaOH 6 M ketika dipanaskan gas amonia akan 
dilepaskan dan dapat diidentifikasi dengan baunya..
14 
7. DATA PERCOBAAN 
Dari percobaan yang telah dilakukan didapatkan data percobaan sebagai berikut. 
a. Analisis Pendahuluan 
Kation Warna Bau Bentuk Kristal Larut dalam 
1 Biru Tidak ada Serbuk kristal Air dingin 
2 Putih Tidak ada Serbuk H2SO4 
3 Hijau Tidak ada Butiran Kristal Air dingin 
4 Putih Tidak ada Butiran Kristal Air dingin 
b. Analisis golongan 
PEREAKSI 
Analisis kation 01/1KB 
PENGAMATAN 
Cuplikan 1 Cuplikan 2 Cuplikan 3 Cuplikan 4 
(NH4)CO3 
Berwarna biru 
tua, tidak 
berbau, tidak 
ada endapan 
Berwarna putih 
susu, tidak 
berbau, terbentuk 
endapan 
Berwarna biru 
muda, tidak 
berbau, terbentuk 
endapan putih 
Berwarna putih 
susu, tidak berbau, 
terbentuk endapan 
putih. 
HCl 6 M 
Berwarna 
kuning hijau, 
pada tes nyala 
api berwarna 
hijau 
Berwarna putih 
susu, tidak 
berbau, terbentuk 
endapan putih 
Berwarna hijau, 
tidak berbau, 
tidak ada endapan 
Berwarna putih, 
tidak berbau, 
terbentuk endapan 
putih 
HCl 6 M + 
tioasetamida 
__ __ 
Berwarna hijau, 
tidak berbau dan 
tidak ada endapan 
Berwarna putih 
susu, tidak berbau, 
tidak ada endpan 
NH4Cl + NH3 __ __ 
Berwarna biru 
muda, berbau, 
tidak ada endapan 
Berwarna putih 
susu, berbau, tidak 
ada endapan 
Kation yang Golongan 2 Golongan 2 Golongan 4 Golongan 4
Dari data pengamatan dapat dianalisis bahwa kation yang ada dalam cuplikan yakni 
Cu2+, Pb2+, Ca2+, dan Ba2+. Dalam percobaan ini dilakukan tes kation pada pengamatan fisik, 
tes kelarutan, tes nyala, tes golongan kation, dan tes reaksi spesifik. 
Pada cuplikan 1, dilakukan tes kelarutan dengan melarutkan seujung spatula 
cuplikan kedalam aquadest. Sehingga dapat diamati bahwa cuplikan larut dalam air dingin. 
Lalu dilakukan tes identifikasi golongan dengan cara menambahkan 1 ml (NH4)CO3 dan 
hasilnya tidak ada endapan dan terjadi perubahan warna menjadi biru tua. Kemudian 
dilakukan tes nyala dengan kawat Ni-Cr dan dihasilkan warna nyala hijau. Untuk lebih 
mengetahui kation yang tekandung didalamnya maka dilakukan tes spesifik dengan 
mencampurkan 1 ml cuplikan dengan NH4OH. Maka terbentuk larutan berwarna biru tua 
sehingga dapat diketahui bahwa kation yang ada pada cuplikan 1 adalah Cu2+. 
Pada cuplikan 2, dilakukan tes kelarutan dengan melarutkan seujung spatula 
cuplikan kedalam aquadest. Sehingga dapat diamati bahwa cuplikan tidak larut dan tebentuk 
endapan berwarna putih. Kemudian larutan dari cuplikan di masukkan ke dalam gelas kimia 
yang berisi air mendidih. Hasilnya masih terbentuk endapan berwarna putih. Lalu larutan di 
tambahkan 1 ml H2SO4 6 M. Hasilnya tidak ada endapan dan larut dengan sempurna. 
Selanjutnya dilakukan tes identifikasi golongan dengan menambahkan 1 ml cuplikan dengan 
(NH4)CO3, dihasikan endapan berwarna putih susu. Dan juga dengan menambahkan 1 ml 
cuplikan + 3 tetes HCl 6 M, terbentuk endapan putih. Untuk lebih mengetahui kation yang 
tekandung didalamnya maka dilakukan tes spesifik dengan mencampurkan 1 ml cuplikan 
dengan NH4OH sehingga terbentuk endapan berwarna putih susu. Jika cuplikan dicampur 
dengan K2CrO4 terbentuk endapan berwarna kuning. Oleh karena itu, dapat diketahui bahwa 
kation yang ada pada cuplikan 2 adalah Pb2+. 
Pada cuplikan 3, dilakukan tes kelarutan dengan melarutkan seujung spatula 
cuplikan kedalam aquadest. Sehingga dapat diamati bahwa cuplikan larut dalam air dingin. 
Lalu dilakukan tes identifikasi golongan dengan beberapa langkah. Langkah pertama, 
dilakukan dengan menambahkan 1 ml (NH4)CO3 dan hasilnya terbentuk endapan berwarna 
15 
mungkin Cu2+ Pb2+ Ca2+ Ba2+ 
8. ANALISA PERCOBAAN 
Analisis kation 01/1KB
putih. Langkah kedua dilakukan dengan menambahkan 1 ml cuplikan + 3 tetes HCl 6 M, 
terbentuk endapan putih. Langkah ketiga, dilakukan dengan menambahkan 1 ml cuplikan + 3 
tetes HCl 6 M dan 1 ml tioasetamida, hasilnya terbentuk larutan berwarna biru muda dan 
tidak terbentuk endapan. Langkah keempat, dilakukan dengan mencampurkan 1 ml cuplikan 
+ NH4Cl dan NH3 menghasilkan larutan berwarna biru, berbau, dan tidak ada endapan. Untuk 
lebih mengetahui kation yang tekandung didalamnya maka dilakukan tes spesifik dengan 
mencampurkan 1 ml cuplikan dengan 5 tetes H2SO4 2 M. Maka tidak terbentuk endapan 
sehingga dapat diketahui bahwa kation yang ada pada cuplikan 3 adalah Ca2+. 
Pada cuplikan 4, dilakukan tes kelarutan dengan melarutkan seujung spatula 
cuplikan kedalam aquadest. Sehingga dapat diamati bahwa cuplikan larut dalam air dingin. 
Lalu dilakukan tes identifikasi golongan dengan beberapa langkah. Langkah pertama, 
dilakukan dengan menambahkan 1 ml (NH4)CO3 dan hasilnya terbentuk laeutan berwaarna 
putih susu dan endapan berwarna putih. Langkah kedua dilakukan dengan menambahkan 1 ml 
cuplikan + 3 tetes HCl 6 M, terbentuk endapan putih. Langkah ketiga, dilakukan dengan 
menambahkan 1 ml cuplikan + 3 tetes HCl 6 M dan 1 ml tioasetamida, hasilnya terbentuk 
larutan berwarna putih susu dan tidak terbentuk endapan. Langkah keempat, dilakukan 
dengan mencampurkan 1 ml cuplikan + NH4Cl dan NH3 menghasilkan larutan berwarna putih 
susu, berbau, dan tidak ada endapan. Untuk lebih mengetahui kation yang tekandung 
didalamnya maka dilakukan tes spesifik dengan mencampurkan 1 ml cuplikan dengan 5 tetes 
H2SO4 2 M, maka terbentuk endapan berwarna putih. Jika 1 ml cuplikan ditambahkan dengan 
5 tetes K2CrO4 maka terbentuk endapan berwarna kuning muda. Oleh karena itu, dapat 
diketahui bahwa kation yang ada pada cuplikan 4 adalah Ba2+. 
16 
Analisis kation 01/1KB
Berdasarkan dari hasil percobaan dan data pengamatan diatas maka dapat 
disimpulkan bahwa ada beberapa tahap yang dilakukan untuk menganalisis kation 
diantaranya: 
 Analisis pendahuluan yaitu terdiri dari pengamatan fisik, tes kelarutan, dan tes 
1. Cupllikan 1 mengandung kation Cu2+, yang dengan NH4OH menghasilkan larutan 
2. Cuplikan 2 mengandung kation Pb2+, yang dengan K2CrO4 menghasilkan endapan 
3. Cupllikan 3 mengandung kation Ca2+, yang dengan H2SO4 tidak terbentuk endapan. 
4. Cupllikan 3 mengandung kation Ba2+, yang dengan H2SO4 terbentuk endapan 
17 
9. KESIMPULAN 
nyala. 
 Identifikasi golongan kation 
 Reaksi sspesifik untuk analisa kation 
Hasil dari pengamatan yang dilakukan, yaitu : 
biru tua 
berwarna kuning dan dengan NH3 menghasilkan endapan berwarna putih. 
berwarna putih, dengan K2CrO4 menghasilkan endapan kuning muda. 
Analisis kation 01/1KB
- Analisis kuantitatif adalah analisis yang dilakukan untuk mengetahui kadar unsur atau 
- Cuplikan 1 ( Cu2+) : berwarna biru muda, tidak berbau, berbentuk serbuk/kristal, larut 
dalam air dingin maupun air mendidih serta larut dalam HCl 6 M, H2SO4 6 M, HNO3 
6 M, terjadi perubahan warna menjadi biru tua ketika ditambahkan (NH4)CO3 
- Cuplikan 3 (Ca2+) : berwarna hijau, tidak berbau, berbentuk butiran kristal, terbentuk 
18 
10. PERTANYAAN 
1. Apakah perbedaan antara analisis kualitaif dan analisis kuantitatif? 
Jawab : 
- Analisis kualitatif adalah analisis yang dilakukan untuk mengetahui unsur apa yang 
terdapat pada suatu sampel. 
senyawa dalam suatu bahan. 
2. Tuliskan sifat- sifat fisik dan kimia dari cuplikan yang anda analisis! 
Jawab : 
- Cuplikan 2 (Pb2+) : berwarna putih, tidak berbau, berbentuk serbuk/kristal, larut 
dalam H2SO4 6 M, HCl 6 M, HNO3 6 M, +, dengan K2CrO4 menghasilkan endapan 
berwarna kuning dan dengan NH3 menghasilkan endapan berwarna putih. 
endapan putih setelah ditambahkan (NH4)CO3 dan warna berubah menjadi biru. 
- Cuplikan 4 (Ba2+) : berwarna putih, tidak berbau, berbentuk butiran kristal, larut 
dalam air dingin maupun air mendidih serta serta larut dalam HCl 6 M, H2SO4 6 M, 
HNO3 6 M, terbentuk endapan putih setelah ditambahkan (NH4)2CO3 dan berwarna 
berubah menjadi biru. 
3. Tuliskan reaksi Al3+, Cr3+, Mn2+ dengan larutan natrium hidroksida, Apakah warna 
endapan yang dihasilkan? 
Jawab : 
- Al3+ + 3 NaOH → Al(OH)3 + 3 Na 
- Cr3+ + 3 NaOH → Cr(OH)3 + 3 Na ↓ putih 
- Mn2+ + 2 NaOH → Mn(OH)2 + 2 Na (merah violet) 
Analisis kation 01/1KB
19 
DAFTAR PUSTAKA 
http://vsitompul.blospot.com 
http://tadriskimis.wordpress.com 
jobsheet. 2014. Penuntun Praktikum kimia Analisis Dasar. Palembang : Politeknik Negeri 
Sriwijaya 
Analisis kation 01/1KB
20 
GAMBAR ALAT 
Botol aquades 
Bola karet 
Pipet ukur 
Gelas kimia 
Analisis kation 01/1KB
21 
Kaca arloji 
pengaduk 
Labu ukur 
Tabung reaksi 
Rak Tabung reaksi 
Analisis kation 01/1KB 
Spatula
22 
Pipet tetes 
Bunsen 
Kawat Ni-Cr 
Kaki tiga 
Kaca kobalt 
Masker 
Analisis kation 01/1KB
23 
Sarung tanga n 
Analisis kation 01/1KB 
Kasa

Analisis kation

  • 1.
    1 Analisis kation01/1KB ANALISIS KATION 1. TUJUAN PERCOBAAN Setelah melakukan percobaan ini mahasiswa mampu :  Mengenalkan sifat-sifat unsur dan ion-ionnya dalam larutan melalui pengamatan  Melakukan analisis kation dalam suatu cuplikan melalui penentuan golongan dan tes khusus (Spesific test ) 2. DASAR TEORI Analisis kualitatif merupakan analisis yang dilakukan untuk mengetahui unsur apa yang terdapat pada suatu sampel. Analisis kualitatif untuk zat anorganik terdiri dari : 1. Analisis Anion 2. Analisis Kation Kation merupakan ion yang bermuatan negatif yang terdapat dalam suatu zat. Pada analisis kation, kation yang di pelajari adalah sebagai berikut : NH4 +, Na+, Ca2+, Ba2+, Mg2+, Hg2+, Pb2+, Cu2+, Sn2+, Fe2+, Fe3+, Co2+, Mn2+, Ni2+, Al3+, K+, Ag2+, dan sebagainya. Banyak pendekatan yang dapat dilakukan untuk melakukan anallisis kualitatif. Ion-ion dapat di identiikasi berdasarkan sifat fisika dan kimianya. Sifat fisika yang dapat diamati secara langsung seperti warna,bau,terbentuknya endapan maupun gelembung gas merupakan informasi awal yang berguna untuk analisis selanjutnya. Analisis kualitatif berdasarkan sifat kimia melibatkan beberapa reaksi kima seprti reaksi asam-basa, reaksi redoks, reaksi kompleks, dan reaksi pengendapan. Hukum kesetimbagan massa sangat berguna untuk menentukan le arah mana reaksi berjalan. Adapun tahapan analisis kualitatif yang dilakukan adalah sebagai berikut : A. Analisis Pendahuluan Pada cuplikan dilakukan “pemeriksaan pendahuluan” yaitu, pengamatan sifat fisik yaitu warna, bau, bentuk kristal, dan test kelarutan dalam air. B. Test Nyala Untuk menganalisis suatu kation dalam cuplikan, dapat dilakukan test nyala. Beberapa logam mempunyai warna nyala tertentu bila di panaskan dalam nyala bunsen dengan menggunakan kawat Ni-Cr.
  • 2.
    2 Analisis kation01/1KB Tabel 3. Warna Nyala pada Unsur Logam Color Metal Red Carmine : lithium compounds. Maksed by barium or sodium Scarlet or crimson : strontium compounds. Masked by barium. Yellow red : Calcium compounds. Masked by barium Yellow Sodium compounds, even in trace a mounts. A yellow frame is not indicative of sodium unless it persist and is not intensified by addition of 1% NaCl to the dry compound. White White-green : Zinc Green Emerald : Copper compounds, other than halides. Thaillium. Blue-Green : Phospates, when moistened with H2SO4 or B2O3 Faint Green : Astimony and NH4 compounds Yellow-Green : Barium, molybdenum Blue Azure : lead, selenium, bismuth, CuCl2, and other copper compounds. Moistened by hydrochloric acid Light Blue : Arsenic and come of it compounds Greenish Blue : CuBr2, Antimony Violet Potassium compounds other than borates, phospates, and silicates. Masked by sodium or lithium Purple-Red : Potassium, rubidium, and/or cesium in the presence of sodium when viewed through a blue glass. Logam - logam Warna Nyala Na K Li Ca Sr Cu + logam boraks Pb, As, Sb, Bi Kuning Lembayung ( kaca kobalt ) Merah padam Merah Kuning Kuning Hijau Hijau Biru Muda
  • 3.
    Untuk mengidentifikasi kationsecara sistematis, harus dilakukan pemisahan golongan. Pemisahan golongan dilakukan dengan cara kation dalam tiap kelompok diendapkan sebagai senyawa dengan menggunakan pereaksi pengendapan tertentu. Endapan yang dihasilkan mengandung kation-kation dalam suatu golongan. Kemudian dilanjutkan dengan mengidentifikasi kation-kation dari tiap golongan. Serangkaian reaksi dilakukan untuk dpaat memisahkan satu kation dengan satu golongan (kelompok) dari kation lainnya. Reaksi yang dipilih harus dilakukaan secara hati-hati untuk mendapatkan keuntungan tentang kemiripan dan perbedaan sifat-sifat kimia suatu golongan. Setelah itu, baru dilakukan uji spesifik setiap kation yang ada dalam golongan tersebut untuk mengidentifikasi keberadaan di dalam cuplikan. Dalam analisa kation ini terdapat 5 golongan, yakni : 3 C. Penentuan Golongan Kation  Golongan 1 : Ag +, Pb2+ akan mengendap sebagai garam klor dalam kondisi Analisis kation 01/1KB asam yang kuat.  Golongan 2 : Pb2+, Hg2+, CU2+, Sn2+ akan mengendap sebagai garam sulfida atau hidroksida dalam suasana sedikit asam.  Golongan 3 : Fe2+, Fe3+, Co2+, Mn2+, Ni2+, Al3+ akan mengendap sebagai garam sulfida atau hidroksida dalam suasana sedikit basa.  Golongan 4 : Ca2+, Ba2+ tetap berada dalam larutan setelah pemeriksaan kation golongan 1, 2, 3.  Golongan 5 : NH4 +, Mg2+, K+, Na+. Golongan 5 dapat dipisahkan langsung dari golongan 1 - 4, karena gas H2S mempunyai bau yang tidak enak serat berbahaya, maka digunakan tiosetamida sebagai pengganti. Reaksi tiosetamida dengan air bila dipanaskan akan menghasilkan H2S juga, tetapi berupa larutan jenuh.
  • 4.
    4 D. SistematikaPemisahan Golongan untuk Kation Golongan 5 Terdapat kation dari Golongan 1-4 Gambar 1. Sistematika Pemisahan Golongan untuk Kation Analisis kation 01/1KB Larutan yang tidak diketahui + ( NH4)2CO3 Larutan Endapan + HCl Endapan Larutan + Tioasetamida + HCl Golongan 1 Endapan Larutan Golongan 2 Golongan3 & 4 + NH3/Nh4Cl + Tioasetamida Endapan Larutan Golongan 3 Golongan 4
  • 5.
    5 E. AnalisisKation dengan Reaksi Spesifik Tes spesifik untuk mengetahui adanya kation tertentu dalam suatu larutan. a. Ag+ Ag+ + Cl- → AgCl(s) ↓ putih Ag+ + OH- → AgOH(s) ↓ hitam cokelat AgOH + 2 NH3 → (Ag(NH3)2)+ ( larutan) larut dalam amoniak berlebih b. Pb2+ Pb2+ + CrO4 2- → PbCr4(s) ↓ putih Pb2+ + SO2- → PbSO4(s) ↓ putih Pb2+ + OH- → Pb(OH)2(s) ↓ putih tidak larut dalam amoniak berlebih c. Hg2+ Hg2+ + OH- → Hg2O ↓ kuning + H2O Hg2+ + 2 I- → HgI2 ↓ merah d. Cu2+ 2 Cu2+ + SO4 Analisis kation 01/1KB 2- + 2 NH3 + 2 H2O → Cu(OH)2.CuSO4↓ + 2 NH4+ Cu2+ + 2 OH- → Cu(OH)2 ↓ biru Cu(OH)2↓ → CuO↓ hitam + H2O e. Sn2+ Sn2+ + Hg2Cl2 → Hg2Cl2↓ putih + Sn4+ + 2 Cl- Jika ditambah Sn2+ berlebih : Sn2+ + Hg2Cl2 → 2 Hg↓ abu-abu + Sn4+ + 2 Cl-f. Fe2+ Fe2+ + 2OH- → Fe(OH)2 ↓ putih 4 Fe(OH)2 + H2O + O2 → 4 Fe(OH)3 ↓ coklat merah Fe2+ + [Fe(Cn)6]3- → Fe3+ + [Fe(Cn)6]4- 4 Fe3+ + 3[Fe(Cn)6]4- → Fe4[Fe(Cn)6]3 ↓ biru tumbull
  • 6.
    Fe3+ + 3SCN→ Fe(SCN)3 merah tua Fe3+ + [Fe(Cn)6]3- → Fe[Fe(Cn)6] coklat Dengan menambahkan H2O2 atau sedikit larutan timah II klorida menghasilkan endapan biru prusia. 6 g. Fe3+ h. Co2+ Co2+ + 4SCN- → [Co(SCN)4]2- biru i. Mn2+ Mn2+ + 5 NaBiO3 + 14H+ → 2 MnO4+ + 5 Bi3+ + 5 Na+ + 7 H2O Menghasilkan warna ungu dari permanganat j. Ni2+ k. Al3+ Al3+ + 3 CH3COO- + H2O → Al(OH)2CH3COO↓ + 2CH3COOH Al3+ + 3OH- → Al(OH)3↓ putih l. Ba2+ Ba2+ + SO4 2- → BaSO4↓ putih Ba2+ + CrO4 2- → BaCrO4↓ kuning m. Ca2+ Ca2+ + SO4 2- → CaSO4↓ putih Ca2+ + CrO4 2- → tidak terbentuk endapan n. NH4+ NH4+ + OH- → NH3↑ + H2O Timbul bau, kertas lakmus merah berubah menjadi biru Analisis kation 01/1KB
  • 7.
    7 o. Mg2+ Mg2+ + NH3 + + HPO4 Analisis kation 01/1KB 2- → Mg(NH4)PO4↓ kristalin putih p. K+ 3 K+ + [Co(NO2)6]3- → K3[Co(NO2)6] ↓ kuning q. Na+ Na+ + Mg2+ 3UO2+ + 9 CH3COO- → NaMg(UO2)3(CH3COO)9↓ Kristalin kuning Test nyala
  • 8.
    8 3. ALATYANG DIGUNAKAN  tabung reaksi dan rak 20/1  pipet tetes 8  kawat Ni-Cr 1  bunsen, kaki tiga, kasa 1  gelas kimia 500ml 1  kaca arloji 8  labu ukur 100ml 1  pengaduk 1  spatula 1  botol aquadest 4  pipet ukur 5ml, 10ml 4/4  bola karet 4  masker 8  sarung tangan 8  kaca kobalt 1 Analisis kation 01/1KB
  • 9.
    Gunakan peralatan keselamatankerja seperti sarung tangan dan masker untuk zat-zat 9 4. BAHAN YANG DIGUNAKAN 4.1 Reagen - Tioasetamida 1 M - Ba(NO3)2 0,1 M - (NH4)2CO3 1 M dalam NH3 1 M - K3(CN)6 0,5 M - NH4Cl 2 M - NaBiO3 padat - HCl 6 M - dimetilglioksim 1% dalam etanol - HNO3 1 M - KCSN padat - NaOH 2 M - NaSO3 1 M dan padat - NaOH 6 M - KHSO4 padat - H2SO4 6 M - Na3(Co(NO2)6 padat - CH3COOH 2 M - K4Fe(CN)6 0,5 M - Larutan morin 4.2 Cuplikan - AgNO3 0,1 M (Ag+) - Na2S 0,1 M (S-) - BaCl2 0,1 M (Ba2+) - KSCN 0,1 M (K+/SCN-) - CuSO4 (Cu2+) - MnSO4 0,1 M (Mn2+/SO4 2-) - CaCl2 0,1 M (Co2+) - SnCl2 0,1 M (Sn+2) - Al2(SO4)3 0,1 M ( Al3+) - FeCl3 0,1 M (Fe3+) - Hg(NO3) 0,1 M (Hg2+) - KnO2 0,1 M (NO2 -) - CH3COOHNa 0,1 M (Na+/CH3COO-) - KI 0,1 M (K+/I-) - Ch3COOPb 0,1 M (Pb2+/ CH3COO-) - CrCl3 0,1 M (Cr3+) - KBr 0,1 M (K+/Br-) - NaSO3 0,1 M (Cr3+) - Mg(CH3COO)2 0,1 M (Mg2+/CH3COO-) 5. KESELAMATAN KERJA korosif dan toksik. Analisis kation 01/1KB
  • 10.
    Mengambil 0,2 grcuplikan dan menambahkan 2 ml air demineral. Mengamati kelarutannya di dalam air dingin. Bila tidak larut, tabung reaksi diletakkan ke dalam gelas kimia yang berisi air mendidih. Kemudian mengamati dan mencatat hasil pengamatan, yaitu warna dan pH larutan. Bila cuplikan tidak larut dalam air dingin maupun air panas, maka dilakukan test Larutan Air dingin Air mendidih H2SO4 6 M HCl 6 M HNO3 6 M 10 6. LANGKAH KERJA 6.1 Analisis Pendahuluan - Pengamatan fisik Melakukan pengamatan fisik seperti warna, bau, dan bentuk krista dan mecatat hasilnya. Kation Warna Bau Bentuk Kristal 1 Biru Tidak ada Serbuk kristal 2 Putih Tidak ada Serbuk 3 Hijau Tidak ada Butiran Kristal 4 Putih Tidak ada Butiran Kristal - Test kelarutan kelarutan dengan asam-asam berikut : 1 ml H2SO4 6 M 1 ml HCl 6 M 1 ml HNO3 6 M 1      2 - -    3      4      - Tes Nyala Analisis kation 01/1KB
  • 11.
    Meletakkan kira-kira 0,1gr cuplikan yang tidak diketahui pada kaca arloji dan menambahkan 3 tetes HCl 6M. Terlebih dahulu membersihkan kawan Ni-Cr dengan memijarkan pada nyala bunsen, kemudian mecelupkan kawat tersebut dalam HCl yang mengandung cuplikan, lalu memijarkannya sampai warna konstan. Kemudian warna nyala dari cuplikan diamati dan dibandingkan hasilnya dengan tabel warna nyala pada teori. Bila teramati warna nyala yang karakteristik, dituliskan perkiraan unsur yang pernah ada. 1 ml larutan cuplikan + 1 ml (NH4)CO3. Bila mengendap berarti kation dari 1 ml larutan cuplikan + 3 tetes HCl 6 M. Bila ada endapan kemungkinan adanya 1 ml larutan cuplikan + 3 tetes HCl 6 M dan tioasetamida 1 M (pH 1). Tabung reaksi diletakkan ke dalam gelas kimia 250 ml yang berisi air mendidih. Sulfida yang mengendap dalam asam akan sempurna. Bila endapan berwarna hitam, kemungkinan adanya kation Pb2+, Mg2+, Cu2+, bila endapan coklat, berarti kation Sn2+. Bila tidak mengendap dianjutkan ke langkah 4. Bila terdapat zat peengoksidasi (Fe2+, CrO4 2-), maka zat-zat tersebut bereaksi dengan H2S membentuk koloid sulfur (kuning keruh). 11 6.2 Identifikasi Golongan Kation Langkah 1 : (golongan 1-4, 5) golongan 1-4. Bila tidak mengendap berarti golongan 5. Maka langkah 6 yang dikerjakan. Langkah 2 : (golongan 1, 2-4) Ag+, Hg+, atau Pb2+. Bila tidak mengendap dilanjutkan ke langkah 3. Langkah 3 : (golongan 2, 3-4) Langkah 4 : (golongan 3, 4) 1 ml cuplikan + 3 tetes NH4Cl 1 M dan 1 Analisis kation 01/1KB 1 2 ml NH3 6 M. Ditambahkan 1 ml tioasetamida 1 M, kemudian dikocok dan dididihkan +5 menit. Bila ada endapan hitam berarti kemungkinan adanya kation Fe2+, Fe3+, Co2+, Ni2+. Bila ada endapan hijau berarti adanya Cr3+. Bila ada endapan merah berarti adanya Mn2+. Bila ada endapan putih berarti adanya Al3+. Bila tidak ada endapan dilanjutkan ke langkah 5. Langkah 5 : (golongan 4) Melakukan reaksi spesifik kation golongan 4. Langkah 6 : (test nyala) Memeriksa kation golongan 5 melalui test nyala. 6.3 Reaksi Spesifik untuk Analisa Kation
  • 12.
    12 Golongan 1: 1. Ag+ a. 1 ml larutan cuplikan + 5 tetes HCl 2 M → endapan putih Endapan larut bila ditambahkan 3/2 NH3 6 M dan larutan menjadi bening b. 1 ml cuplikan + 2 tetes NH3 1 M → endapan coklat Menambahkan Analisis kation 01/1KB 1 2 ml NH3 1 M, endapan larut dan larutan menjadi bening. 2. Pb2+ a. 1 ml cuplikan + 4 tetes K2CrO4 0,1 M → ↓ kuning b. 1 ml cuplikan + 2 tetes NH3 1 M → ↓ putih. Tidak larut dalam NH3 berlebih Golongan 2 : 1. Hg2+ a. 1 ml cuplikan + 1 2 tetes NH3 1 M → ↓ kuning keruh b. 1 ml cuplikan + 1 ml KI 0,1 M → ↓ merah keruh 2. Cu2+ 1 ml cuplikan + 2 tetes NH3 1 M → ↓ biru muda Ditambahkan amoniak berlebih ( NH4OH 1 M ) terjadi larutan biru tua 3. Sn2+ 1 ml cuplikan + 1 ml Hg(NO3)2 0,1 M → ↓ putih Golongan 3 : 1. Fe2+ 1 ml cuplikan + 5 tetes NaOH 2 M → endapan seperti gelatin warna coklat 1 ml cuplikan + 5 tetes K3Fe(CN) → ↓ biru tua 2. Fe3+ a. 1 ml cuplikan + 3 tetes KSCN 0,1 M → merah tua b. 1 ml cuplikan + 3 tetes K4Fe(CN)6 0,5 M → ↓ biru berlin 3. Co2+ 2 ml cuplikan + 1 spatula KSCN → biru keunguan Ditambahkan eter amil alkohol berubah menjadi biru 4. Mn2+ 5 tetes cuplikan + seujung spatula natrium bismutat + 5 tetes HNO3 6 M → ↓merah violet 5. Ni2+ 1 ml cuplikan + 2 tetes NH3 1 M + 1 ml dimetilglioksim → merah
  • 13.
    a. 1 mlcuplikan + 3 tetes CH3COOH + seujung spatula natrium asetat + 1 ml larutan Jika reaksi-reaksi untuk katon lain di dalam golongan 5 negatif dan warna nyala positif ( dalam waktu 1 menit ), berarti ada atom Na. 13 6. Al3+ morin b. 1 ml cuplikan + 2 tetes NaOH 2 M → ↓ putih Seperti gelatin yang dapat larut dalam kelebihan NaOH Golongan 4 : 1. Ba2 a. 1 ml cuplikan + 5 tetes H2SO4 2 M →↓ putih. Tidak larut dalam asam kuat b. 1 ml cuplikan + 5 tetes K2CrO4 → ↓ kuning muda 2. Ca2+ a. 1 ml cuplikan + 4 tetes (Oksalat) → ↓ putih b. 1 ml cuplikan + 5 tetes H2SO4 2 M → tidak ada endapan Golongan 5 : 1. Na+ 2. K+/Na+ Seujung spatula Na2(Co(NO2)6 + Analisis kation 01/1KB 1 2 ml air + 2 tetes CH3COOH 2 M maka terbentuk endapan kuning. 3. Mg2+ 1 ml cuplikan + 4 tetes NH4Cl 1 M, NH4OH/NH3 2 M dan 1 ml Na2HPO4 0,1 M maka timbul endapan putih 4. NH4+ 1 sendok spatula cuplikan + 1 ml NaOH 6 M ketika dipanaskan gas amonia akan dilepaskan dan dapat diidentifikasi dengan baunya..
  • 14.
    14 7. DATAPERCOBAAN Dari percobaan yang telah dilakukan didapatkan data percobaan sebagai berikut. a. Analisis Pendahuluan Kation Warna Bau Bentuk Kristal Larut dalam 1 Biru Tidak ada Serbuk kristal Air dingin 2 Putih Tidak ada Serbuk H2SO4 3 Hijau Tidak ada Butiran Kristal Air dingin 4 Putih Tidak ada Butiran Kristal Air dingin b. Analisis golongan PEREAKSI Analisis kation 01/1KB PENGAMATAN Cuplikan 1 Cuplikan 2 Cuplikan 3 Cuplikan 4 (NH4)CO3 Berwarna biru tua, tidak berbau, tidak ada endapan Berwarna putih susu, tidak berbau, terbentuk endapan Berwarna biru muda, tidak berbau, terbentuk endapan putih Berwarna putih susu, tidak berbau, terbentuk endapan putih. HCl 6 M Berwarna kuning hijau, pada tes nyala api berwarna hijau Berwarna putih susu, tidak berbau, terbentuk endapan putih Berwarna hijau, tidak berbau, tidak ada endapan Berwarna putih, tidak berbau, terbentuk endapan putih HCl 6 M + tioasetamida __ __ Berwarna hijau, tidak berbau dan tidak ada endapan Berwarna putih susu, tidak berbau, tidak ada endpan NH4Cl + NH3 __ __ Berwarna biru muda, berbau, tidak ada endapan Berwarna putih susu, berbau, tidak ada endapan Kation yang Golongan 2 Golongan 2 Golongan 4 Golongan 4
  • 15.
    Dari data pengamatandapat dianalisis bahwa kation yang ada dalam cuplikan yakni Cu2+, Pb2+, Ca2+, dan Ba2+. Dalam percobaan ini dilakukan tes kation pada pengamatan fisik, tes kelarutan, tes nyala, tes golongan kation, dan tes reaksi spesifik. Pada cuplikan 1, dilakukan tes kelarutan dengan melarutkan seujung spatula cuplikan kedalam aquadest. Sehingga dapat diamati bahwa cuplikan larut dalam air dingin. Lalu dilakukan tes identifikasi golongan dengan cara menambahkan 1 ml (NH4)CO3 dan hasilnya tidak ada endapan dan terjadi perubahan warna menjadi biru tua. Kemudian dilakukan tes nyala dengan kawat Ni-Cr dan dihasilkan warna nyala hijau. Untuk lebih mengetahui kation yang tekandung didalamnya maka dilakukan tes spesifik dengan mencampurkan 1 ml cuplikan dengan NH4OH. Maka terbentuk larutan berwarna biru tua sehingga dapat diketahui bahwa kation yang ada pada cuplikan 1 adalah Cu2+. Pada cuplikan 2, dilakukan tes kelarutan dengan melarutkan seujung spatula cuplikan kedalam aquadest. Sehingga dapat diamati bahwa cuplikan tidak larut dan tebentuk endapan berwarna putih. Kemudian larutan dari cuplikan di masukkan ke dalam gelas kimia yang berisi air mendidih. Hasilnya masih terbentuk endapan berwarna putih. Lalu larutan di tambahkan 1 ml H2SO4 6 M. Hasilnya tidak ada endapan dan larut dengan sempurna. Selanjutnya dilakukan tes identifikasi golongan dengan menambahkan 1 ml cuplikan dengan (NH4)CO3, dihasikan endapan berwarna putih susu. Dan juga dengan menambahkan 1 ml cuplikan + 3 tetes HCl 6 M, terbentuk endapan putih. Untuk lebih mengetahui kation yang tekandung didalamnya maka dilakukan tes spesifik dengan mencampurkan 1 ml cuplikan dengan NH4OH sehingga terbentuk endapan berwarna putih susu. Jika cuplikan dicampur dengan K2CrO4 terbentuk endapan berwarna kuning. Oleh karena itu, dapat diketahui bahwa kation yang ada pada cuplikan 2 adalah Pb2+. Pada cuplikan 3, dilakukan tes kelarutan dengan melarutkan seujung spatula cuplikan kedalam aquadest. Sehingga dapat diamati bahwa cuplikan larut dalam air dingin. Lalu dilakukan tes identifikasi golongan dengan beberapa langkah. Langkah pertama, dilakukan dengan menambahkan 1 ml (NH4)CO3 dan hasilnya terbentuk endapan berwarna 15 mungkin Cu2+ Pb2+ Ca2+ Ba2+ 8. ANALISA PERCOBAAN Analisis kation 01/1KB
  • 16.
    putih. Langkah keduadilakukan dengan menambahkan 1 ml cuplikan + 3 tetes HCl 6 M, terbentuk endapan putih. Langkah ketiga, dilakukan dengan menambahkan 1 ml cuplikan + 3 tetes HCl 6 M dan 1 ml tioasetamida, hasilnya terbentuk larutan berwarna biru muda dan tidak terbentuk endapan. Langkah keempat, dilakukan dengan mencampurkan 1 ml cuplikan + NH4Cl dan NH3 menghasilkan larutan berwarna biru, berbau, dan tidak ada endapan. Untuk lebih mengetahui kation yang tekandung didalamnya maka dilakukan tes spesifik dengan mencampurkan 1 ml cuplikan dengan 5 tetes H2SO4 2 M. Maka tidak terbentuk endapan sehingga dapat diketahui bahwa kation yang ada pada cuplikan 3 adalah Ca2+. Pada cuplikan 4, dilakukan tes kelarutan dengan melarutkan seujung spatula cuplikan kedalam aquadest. Sehingga dapat diamati bahwa cuplikan larut dalam air dingin. Lalu dilakukan tes identifikasi golongan dengan beberapa langkah. Langkah pertama, dilakukan dengan menambahkan 1 ml (NH4)CO3 dan hasilnya terbentuk laeutan berwaarna putih susu dan endapan berwarna putih. Langkah kedua dilakukan dengan menambahkan 1 ml cuplikan + 3 tetes HCl 6 M, terbentuk endapan putih. Langkah ketiga, dilakukan dengan menambahkan 1 ml cuplikan + 3 tetes HCl 6 M dan 1 ml tioasetamida, hasilnya terbentuk larutan berwarna putih susu dan tidak terbentuk endapan. Langkah keempat, dilakukan dengan mencampurkan 1 ml cuplikan + NH4Cl dan NH3 menghasilkan larutan berwarna putih susu, berbau, dan tidak ada endapan. Untuk lebih mengetahui kation yang tekandung didalamnya maka dilakukan tes spesifik dengan mencampurkan 1 ml cuplikan dengan 5 tetes H2SO4 2 M, maka terbentuk endapan berwarna putih. Jika 1 ml cuplikan ditambahkan dengan 5 tetes K2CrO4 maka terbentuk endapan berwarna kuning muda. Oleh karena itu, dapat diketahui bahwa kation yang ada pada cuplikan 4 adalah Ba2+. 16 Analisis kation 01/1KB
  • 17.
    Berdasarkan dari hasilpercobaan dan data pengamatan diatas maka dapat disimpulkan bahwa ada beberapa tahap yang dilakukan untuk menganalisis kation diantaranya:  Analisis pendahuluan yaitu terdiri dari pengamatan fisik, tes kelarutan, dan tes 1. Cupllikan 1 mengandung kation Cu2+, yang dengan NH4OH menghasilkan larutan 2. Cuplikan 2 mengandung kation Pb2+, yang dengan K2CrO4 menghasilkan endapan 3. Cupllikan 3 mengandung kation Ca2+, yang dengan H2SO4 tidak terbentuk endapan. 4. Cupllikan 3 mengandung kation Ba2+, yang dengan H2SO4 terbentuk endapan 17 9. KESIMPULAN nyala.  Identifikasi golongan kation  Reaksi sspesifik untuk analisa kation Hasil dari pengamatan yang dilakukan, yaitu : biru tua berwarna kuning dan dengan NH3 menghasilkan endapan berwarna putih. berwarna putih, dengan K2CrO4 menghasilkan endapan kuning muda. Analisis kation 01/1KB
  • 18.
    - Analisis kuantitatifadalah analisis yang dilakukan untuk mengetahui kadar unsur atau - Cuplikan 1 ( Cu2+) : berwarna biru muda, tidak berbau, berbentuk serbuk/kristal, larut dalam air dingin maupun air mendidih serta larut dalam HCl 6 M, H2SO4 6 M, HNO3 6 M, terjadi perubahan warna menjadi biru tua ketika ditambahkan (NH4)CO3 - Cuplikan 3 (Ca2+) : berwarna hijau, tidak berbau, berbentuk butiran kristal, terbentuk 18 10. PERTANYAAN 1. Apakah perbedaan antara analisis kualitaif dan analisis kuantitatif? Jawab : - Analisis kualitatif adalah analisis yang dilakukan untuk mengetahui unsur apa yang terdapat pada suatu sampel. senyawa dalam suatu bahan. 2. Tuliskan sifat- sifat fisik dan kimia dari cuplikan yang anda analisis! Jawab : - Cuplikan 2 (Pb2+) : berwarna putih, tidak berbau, berbentuk serbuk/kristal, larut dalam H2SO4 6 M, HCl 6 M, HNO3 6 M, +, dengan K2CrO4 menghasilkan endapan berwarna kuning dan dengan NH3 menghasilkan endapan berwarna putih. endapan putih setelah ditambahkan (NH4)CO3 dan warna berubah menjadi biru. - Cuplikan 4 (Ba2+) : berwarna putih, tidak berbau, berbentuk butiran kristal, larut dalam air dingin maupun air mendidih serta serta larut dalam HCl 6 M, H2SO4 6 M, HNO3 6 M, terbentuk endapan putih setelah ditambahkan (NH4)2CO3 dan berwarna berubah menjadi biru. 3. Tuliskan reaksi Al3+, Cr3+, Mn2+ dengan larutan natrium hidroksida, Apakah warna endapan yang dihasilkan? Jawab : - Al3+ + 3 NaOH → Al(OH)3 + 3 Na - Cr3+ + 3 NaOH → Cr(OH)3 + 3 Na ↓ putih - Mn2+ + 2 NaOH → Mn(OH)2 + 2 Na (merah violet) Analisis kation 01/1KB
  • 19.
    19 DAFTAR PUSTAKA http://vsitompul.blospot.com http://tadriskimis.wordpress.com jobsheet. 2014. Penuntun Praktikum kimia Analisis Dasar. Palembang : Politeknik Negeri Sriwijaya Analisis kation 01/1KB
  • 20.
    20 GAMBAR ALAT Botol aquades Bola karet Pipet ukur Gelas kimia Analisis kation 01/1KB
  • 21.
    21 Kaca arloji pengaduk Labu ukur Tabung reaksi Rak Tabung reaksi Analisis kation 01/1KB Spatula
  • 22.
    22 Pipet tetes Bunsen Kawat Ni-Cr Kaki tiga Kaca kobalt Masker Analisis kation 01/1KB
  • 23.
    23 Sarung tangan Analisis kation 01/1KB Kasa