By : AMRUL RIZAL
PERSEDIAAN 
: MASALAH 
PENILAIAN 
TAMBAHAN 
• NILAI TERENDAH ANTARA BIAYA DAN HARGA PASAR 
Batas Atas Dan Batas Bawah 
Bagaimana LCM Bekerja 
Aplikasi LCM 
“Pasar” 
Evaluasi aturan 
• DASAR PENILAIAN 
Nilai Relasi Bersih 
Nilai Penjualan Relatif 
Komitmen Pembelian 
• METODE LABA KOTOR 
Presentase Laba Kotor 
Evaluasi Metode 
• MOTEDE PERSEDIAN ECERAN 
Konsep 
Metode Konvesional 
Pos – Pos Khusus 
Evaluasi Metode 
• PENYAJIAN DAN ANALISIS 
Penyajian 
Analisis
NILAI TERENDAH ANTARA 
BIAYA DAN HARGA PASAR
Nilai Terendah Antara Biaya Dan 
Harga Pasar Batas Atas Dan Bawah 
 Nilai realisasi bersih (net realization value-NRV) didefinisikan sebagai estimasi 
harga jual dalam keadaan bisnis normal dikurangi dengan estimasi biaya 
penyelesaian dan penjualan yang dapat di prediksi secara layak. Jumlah tersebut 
dikurangkan dengan margin laba normal untuk medapatkan nilai realisasi bersih 
dikurangi margin laba normal (net realization value less a normal profit margin) 
 Sebagai ilustrasi, dengan mengasumsikan bahwa jerry mander corp. memiliki 
persediaan barang yang belum jadi dengan nilai jual $1.000, estimasi biaya 
penyelesaian $300, dan marjin laba normal 10% dari penjualan, jerry mander 
menetukan nilai realisasi bersih berikut : 
Persediaan – Nilai Jual $1.000 
Dikurangi : Estimasi Biaya Penyelesaian Dan Penjualan 300 
Nilai Realisasi Bersih 700 
Dikurangi : Penyisihan Untuk Marjin Laba Normal (10% Dari Penj) 100 
Nilai Realisasi Bersih DikurangiMarjin Laba Normal $ 600
Lanjutan… 
 Aturan umum dari “ nilai terendah antara biaya dan 
harga pasar” adalah ; persediaan di nilai pada nilai 
terendah antara biaya dan harga pasar, dengan harga 
pasar di batasi hingga jumlah yang tidak melebihi nilai 
realisasi bersih atau lebih rendah dari nilai realisasi 
bersih dikuragi margin laba normal. 
 Batas atas (ceiling) adalah nilai realisasi bersih Batas 
bawah( floor) adalah nilai relisasi bersih dikurangi 
margin margin laba normal.
Pedoman-pedoman Tersebut Di Ilustrasikan 
Secara Grafis Dalam Ilustrasi Berikut: 
Batas Atas 
Tidak 
lebih dari 
NRV 
Biaya Pengganti 
Tidak 
Kurang Dari 
Biaya Harga Pasar 
GAAP 
Nilai Terendah Antara 
Biaya Dan Harga 
Pasar 
NRV Di Kursngi 
Marjin Normal 
Batas Bawah
Metode Pangaplikasian LCM 
 Praktek yang paling umum adalah penilain persdiaan atas 
dasar barang per barang. Karena suatu hal, aturan 
perpajakan mewajibkan dasar perbarang digunakan 
kecuali kalau tidak praktis. Selain itu, Pendekatan 
perbarang menyediaakan penilain yang paling konservatif 
bagi tujuan penyajian neraca. Persediaan sering di nilai 
atas dasar total persediaan jika hanya ada satu produk 
akhir.(yang terbuat dari bahan baku yang berbeda). Jika 
perusahaan membuat beberapa produk akhir, maka 
pendekatan kategori bisa di pakai. Metode yang dipilih 
harus merupakan metode yang paling jelas mencerminkan 
laba. Apapun metode yang dipilih, metode tersebut harus 
di aplikasikan secara konsisten dari satu periode ke periode 
lain.
Asumsi Bahwa Regner Foods Memisahkan Produk – Produk Makanannya Dalam 
Dua Kategori Utama, Yaitu Makanan Kaleng Dan Makanan Beku 
LCM Menurut : 
biaya Nilai pasar 
Yang 
ditetapkan 
Setiap 
barang 
Kategori 
utama 
Total 
Persediaan 
Beku 
Bayam $ 80.000 $ 104.000 $ 80.000 
Wortel 100.000 90.000 90.000 
buncis 50.000 40.000 40.000 
Total makanan beku 230.000 234.000 $230.000 
Kaleng 
Kacang polong 90.000 48.000 48.000 
Sayur campuran 95.000 92.000 92.000 
Total makanan 
kaleng 
185.000 140.000 140.000 
total $415.000 $374.000 $350.000 $370.000 $374.000
Pencatatan Harga “Pasar” An Bukan 
Biaya 
 metode pertama, yang di sebut sebagai metode 
langsung (direct method). Biaya digunakan dengan 
harga pasar (yang lebih rendah) ketika menilai 
persediaan. Akibatnya tidak ada kerugian yang di 
laporkan dalam laporan laba-rugi. Karena kerugian ini 
sudah di masukan dalam harga pokok penjualan. 
 Metode kedua, Yang di sebut sebagai metode tidak 
langsung (indirect method) atau metode penyisihan 
(allowance method), tidak mengubah angka biaya, 
tetapi membentuk akun kontra-aktiva yang terpisah 
dan akun kerugian untuk mencatat penghapusan.
Ilustrasi 
 Ayat jurnal menurut kedua metode di dasarkan atas data persediaan berikut : 
harga pokok penjualan $108.000 
(sebelum penyesuaian ke harga pasar) 
Pesediaan akhir (biaya) 82.000 
Persediaan akhir (pada harga pasar) 70.000 
metode langsung 
Pendapatan dari penjualan $200.000 
Harga pokok penjualan (setelah penyesuaian ke harga pasar) 120.000 
Laba kotor atas penjualan $ 80.000 
Metode tidak langsung atau penyisihan 
Pendapatan dari penjualan $200.000 
Harga pokok penjualan 108.000 
Laba kotor atas penjualan 92.000 
Kerugian akibat penurunan harga pasar persediaan 12.000 
$ 80.000
Evaluasi Atas Aturan LCM 
 Aturan LCM memiliki beberapa definisi atau kelemahan konseptual: 
1) Penurunan nilai aktiva dan pencatatannya sebagai beban diakui pada 
periode ketika kerugian utilitas ini terjadi-bukan pada periode 
penjualan.Pada sisi lain, kenaikan nilai aktiva hanya di akui pada saat 
penjualan terjadi. Perlakuan ini tidak konsisten dan dapat menyebabkan 
data laba terdistorsi. 
2) Aplikasi antara LCM menghasilkan inkonsistensi karena persediaan 
perusahaan mungkin di nilai menurut biaya dalam satu tahun dan harga 
psar dalam tahun berikutnya. 
3) LCM menilai persdiaan dalam neraca secara konservatif tetapi dampaknya 
terhadap laporan laporan laba rugi mungkin atau tidak mungkin bersifat 
konservatif. Laba bersih tahun berjalan ketika kerugian di akui jelas lebih 
rendah; laba bersih untuk periode berikutnya mungkin lebih tinggi dari 
normal jika penurunan yang diterapkan atas harga jual tidak material. 
4) Aplikasi aturan LCM menggunakan “laba normal” dalam menentukan nilai 
persediaan. Karena laba normal merupakan angka estimasi yang di dasarkan 
pada pengalaman masa lalu (dan mungkin tidak berlaku lagi dimasa depan) 
maka” laba normal’ bersifat tidak objective dan memberikan peluang untuk 
memanipulasi laba.
DASAR PENILAIAN
Penilain Menurut Nilai Realisasi 
Bersih 
Secara umum, persediaan di catat pada biayanya atau 
menurut aturan LCM. Akan tetapi, banyak pihak yang 
percaya bahwa harga pasar harus selalu di definisikan 
sebagai NILAI REALISASI BERSIH (harga jual di 
kurangi estimasi biaya penyelesaian dan penjualan), 
bukan biaya pengganti, untuk tujuan pengaplikasian 
aturan LCM. Argumen ini di dasarkan pada fakta bahwa 
nilai realiasi bersih adalah jumlah yang di peroleh dari 
persediaan ini di masa depan.
Penilaian Dengan Menggunakan 
Nilai Penjualan Relatif 
Suatu masalah khusus muncul ketika sekelompok unit 
yang berbeda di beli dengan satu harga lump sum (lump 
sum price) yang juga di sebut BASKET PURCHASE. 
Dalam Accouting Research and Terminology bulletin, 
final edition, profesi akuntansi mengemukakan bahwa 
“biaya standar dibolehkan jika disesuaikan pada 
interval yang layak untuk mencerminkan kondisi 
terbaru”
contoh 
asumsikan bahwa wooland developers membeli tanah 
seharga $1 juta yang dapat di bagi menjadi 400 petak.petk-petak 
ini memiliki ukuran dan betuk yang berbeda,tetapi 
secara kasar dapat di kelompokan ke dalam tiga 
kelas,A,B,dan C. Ketika petak-petak ini di jual,arga beli 
sebesar $1 juta akan di bagi di antara petak-petak yang telah 
terjual dan petak-petak yang masih ada di tangan. 
Namun tidak tepat untuk membagi total biaya sebesar $ 1 
juta ke dalam 400 petak secara merata, atau $ 2.500 per 
petak, karena ukuran, bentuk, dan daya tariknya berbeda. 
Ketika meghadapi situasi semacam itu yang tidak jarang di 
temui.praktek yag paling umum dan 
paling logis adalah mengalokasikan total biaya di antara 
berbagai unit dasar nilai penjualan relatifnya.
Petak 
Jumlah 
Petak 
Harga 
Jual 
Per Petak 
Harga Jual 
Total 
Harga 
Jual 
Relatif 
Total 
Biaya 
Biaya Yang 
Dialokasi 
Ke Petak 
Biaya Per 
Petak 
A 100 $10.000 $1.000.000 100/250 $1.000.000 $ 400.000 $4.000 
B 100 6.000 
600.000 
60/250 1.000.000 240.000 2.400 
C 200 4.500 
900.000 
90/250 1.000.000 360.000 1.800 
$2.500.000 $1.000.000 
Petak Jumlah Petak 
Yang Terjual 
Biaya 
Per Petak 
Biaya Petak 
Yang Terjual Penjualan Laba Kotor 
A 77 $4.000 $308.000 $770.000 $462.000 
B 80 2.400 192.000 480.000 288.000 
C 100 1.800 180.000 450.000 270.000 
$680.000 $1.700.000 $1.020.000
Komitmen Pembelian-Satu 
Masalah Khusus 
Dalam banyak lini bisnis, kelangsungan hidup dan 
probabilitas perusahaan tergantung pada tersedianya 
persedian barang dagang yang mencukupi untuk memenuhi 
semua permintaan pelanggan. Akibatnya, sangat wajar bagi 
sebuah perusahaan untuk membuat komitmen pembelian 
(purchase commitment) yang setuju untuk membeli persedian 
beberapa minggu, bulan, atau bahkan beberapa tahun di 
muka.Umumnya hak atas barang dagang atau bahan baku 
yang terkait degan komitmen pembelian ini belum berpindah 
ke pembelian. Sebenarnya, barang itu masih berupa sumber 
daya alam atau dalam kasus komoditi, bibit yang belum di 
tanam, atau dalam kasus produk, masih berupa barang dalam 
proses.
METODE LABA KOTOR UNTUK 
MENGESTIMASI PERSEDIAAN
Metode Laba Kotor 
(Gross Profit Method) 
 Di Dasarkan Pada Tiga Asumsi: 
1. Persediaan awal di tambah pembelian sama dengan 
total barang yang di perhitungkan. 
2. Barang yang belum terjual harus berada di tangan. 
3. Jika penjualan, dikurangi biaya, dikurangi dari 
jumlah persediaan awal di tambah pembelian, maka 
hasilnya adalah persediaan akhir.
Perhitungan Persentase Laba Kotor 
 Laba kotor atas harga jual merupakan etode yang 
umumuntuk enghitung laba karena beberapa alasan: 
1. Sebagian besar barang di nyatakan atas dasar eceran, 
bukan biaya. 
2. Laba yang di hitung atas harga jual lebih rendah dari 
pada laba yang didasarkan atas biaya,dan persentase 
yang lebih rendah ini disukai pelanggan. 
3. Laba kotor yang di dasarkan atas harga jual tidak 
pernah melebihi 100%.
Contoh… 
Asumsi bahwa suatu barang berbiaya $15,00 dijual 
seharga $20,00, atau dengan laba kotor $5,00. Markup 
ini berjumlah ¼ atau 25% dari harga eeran dan 1/3 
atau 33 1/3% dari biaya, seperti diperlihatkan. 
padabiaya 
Markup 
    
Eceran 
padaeceran 
Markup 
Eceran 
1 
% 
3 
33 
$5,00 
$15,00 
25% 
$5,00 
$20,00
Asumsi anda diberitahu bahwa Markup atas biaya untuk 
barang tertentu adalah 25%. Lalu, laba laba kotor atas 
harga jual? Untuk mendapatkan jawabannya, 
asumsikan bahwa harga jual barang tersebut adalah 
$1,00. dalam kasus ini, rumus berikut dapat 
diaplikasikan: 
Biaya (C) + Laba kotor = Harga jual (SP) 
C + 0,25C = SP 
(1 + 0,25)C = SP 
1,25C = $1,00 
C = $0,80
Evaluasi Atas Metode Laba Kotor 
Salah satu kelemahan utama adalah bahwa metode ini 
meghasilkan suatu estimasi. Akibatnya, perhitungan 
fisik persediaan harus di lakukan sekali setahun untuk 
memeriksa 
jumlah persediaan yang sebenarnya ada di tangan. 
Kedua, metode laba kotor menggunakan persentase 
masa lalu dalam menentukan mark up.
METODE PERSEDIAAN ECERAN
Konsep Metode Eceran 
 Konsep eceran ini merupakan harga eceran awal, 
dengan mengasumsikan bahwa harga tidak berubah. 
Dalam prktek,harga jual sering kali di markup atau di 
markdown. bagi peritel, istilah markup berarti 
markup tambahan atas harga eceran awal. 
Pembatalan markup (markup cancellations) adalah 
penurununan harga barang dagang yang sebelumnya 
telah di-markup diatas harga eceran awal.
Metode Persediaan Eceran Dengan Markup Dan 
Markdown-metode Konvensional 
 Perusahaan eceran atau retail meggunakan konsep markup 
dan markdown dalam melakukan penilaian persediaan 
yang layak pada akhir periode akuntansi. Untuk 
mendapatan angka persediaan yang tepat, markup, 
pembatalan markup, markdown, dan pembatalan 
markdown, harus diperlakukan secara tepat. 
 Metode persediaan secara konvensional dirancang utuk 
memperkirakan nilai terendah antara biaya rata-rata dan 
harga pasar. Kita akan menyebut pendekatan ini sebagai 
pendekatan LCM atau metode persediaan eceran 
konvensional (convensional retail inventory method).
Pos-pos Khusus Yang Berhubungan 
Dengan Metode Eceran. 
 Metode persediaan eceran menjadi lebih rumit apabila pos-pos 
seperti transportasi-masuk, return pembelian dan 
pengurangan harga, dan diskon pembelian terlibat. Dalam 
metode eceran, kita memperlakukan pos-pos semacam itu 
sebagai berikut: 
a. Biaya pengangkutan ( freight cost) diperlakukan sebagai 
bagian dari biaya pembelian. 
b. Return Pembelian (purchase return) biasanya di pandang 
sebagai pengurangan baik pada biaya maupun harga 
eceran. 
c. Diskon pembelian dan pengurangan harga (purchase 
discount and allowances) biasanya di pandang sebagai 
pengurang biaya pembelian
Transfer masuk (transfer-in) dari deprtemen lain, misalnya 
harus di laporkan dengan cara yang sama seperti pada pembelian 
dari perusahaan lain. 
Kekurangan Normal (normal Shortages) ( pecah,rusak,hilang 
dan aus) harus mengurangi kolom “harga eceran” karena barang-barang 
ini tidak lagi tersedia untuk di jual 
Kekurangan Abnormal (abnormal shortages) harus di 
kurangkan dari kolom “Biaya” dan kolom “Harga eceran” serta 
dilaporkan sebagai jumlah persediaan khusus atau sebagai 
kerugian. 
Diskon untuk karyawan (employee discount). Perusahaan 
sering kali memberikan diskon khusus kepada para karyawannya 
untuk meningkatkan kesetiaan, kinerja yang lebih baik, dan 
sebagainya harus dikurangkan dari kolom harga eceran dengan 
cara yang sama seperti dalam penjualan. Diskon ini tidak boleh 
di masuk kan dalam perhitungan rasio biaya terhadap harga 
eceran karena tidak mencerminkan perubahan harga jual secara 
keseluruhan.
Evaluasi Atas Metode Persediaan 
Eceran 
Beberapa alasan menggunakan metode persediaan 
eceran diantaranya: 
Agar laba bersih dapat dihitung tanpa harus 
melakukan perhitungan fisik persediaan 
Sebagai ukuran pengendalian dalam menentukan 
kekurangan persediaan 
Dalam pengaturan kuantitas barang dagang di tangan 
Untuk informasi asuransi
PENYAJIAN DAN ANALISIS
Penyajian Persediaan 
 Standar akuntasi mewajibkan laporan keuanagn 
mengugkapkan kompsisi dari persediaan, pengaturan 
pembiayaan persediaan, dan metode kalkulasi biaya 
persediaan yang di gunakan. Standar akuntansi ini 
juga mewajibkan metode kalkulasi biaya di 
aplikasikan secara konsisten dari satu periode ke 
periode berikutnya. 
 Dasar penilian persediaan dan metode yang di pakai 
dalam menghitung biaya (LIFO,FIFO,biaya rata-rata 
dsb)
Analisis Persediaan 
 Rasio--rasio keuangan dapat di gunakan untuk 
mencari jalan tengah diantara kedua extream ini. 
Rasio yang umum di gunakan dalam pengelolaan 
evaluasi tingkat persediaan adalah rasio perputaran 
persediaan dan ukuran yang berhubungan, jumlah 
hari rata-rata untuk menjual persediaan.
Rasio Perputaran Persediaan 
 Rasio perputaran persediaan (inventory turnover ratio) 
mengukur berapa kali, secara rata-rata persediaan 
terjual selama suatu periode. Tujuannya adalah untuk 
mengukur likuiditas persediaan. Rasio perputaran 
persediaan dihitung dengan membagi harga pokok 
penjualan dengan persediaan rata-rata yang ada di 
tangan selama suatu periode.
Jumlah Hari Rata-Rata utuk menjual 
Persediaan 
 Salah satu varian dari rasio perputaran persediaan adalah jumlah 
hari rata-rata untuk menjual persediaan (average days to sell 
inventory). Yang merupakan jumlah hari rata-rata penjualan 
persediaan yang ada di tangan. Sebagai contoh, jika perputaran 
persediaan Gunawan Company, 8 kali dibagi dengan 365 hari, 
maka hasilnya adalah 45,6 hari. 
 Tingkat persediaan umumnya berbeda-beda dalam setiap 
industry. Akan tetapi, perusahaan yang mamapu 
mempertahankan tingkat persediaan yang rendah dan memiliki 
rasio perputaran persediaan yang lebih tinggi dari pada 
pesaingnya, serta mampu memenuhi kebutuhan pelanggannya 
adalah contoh perusahaan yang paling sukses.
Terima Kasih

Akuntansi keuangan I "Persediaan : Masalah Penilaian Tambahan"

  • 1.
  • 2.
    PERSEDIAAN : MASALAH PENILAIAN TAMBAHAN • NILAI TERENDAH ANTARA BIAYA DAN HARGA PASAR Batas Atas Dan Batas Bawah Bagaimana LCM Bekerja Aplikasi LCM “Pasar” Evaluasi aturan • DASAR PENILAIAN Nilai Relasi Bersih Nilai Penjualan Relatif Komitmen Pembelian • METODE LABA KOTOR Presentase Laba Kotor Evaluasi Metode • MOTEDE PERSEDIAN ECERAN Konsep Metode Konvesional Pos – Pos Khusus Evaluasi Metode • PENYAJIAN DAN ANALISIS Penyajian Analisis
  • 3.
    NILAI TERENDAH ANTARA BIAYA DAN HARGA PASAR
  • 4.
    Nilai Terendah AntaraBiaya Dan Harga Pasar Batas Atas Dan Bawah  Nilai realisasi bersih (net realization value-NRV) didefinisikan sebagai estimasi harga jual dalam keadaan bisnis normal dikurangi dengan estimasi biaya penyelesaian dan penjualan yang dapat di prediksi secara layak. Jumlah tersebut dikurangkan dengan margin laba normal untuk medapatkan nilai realisasi bersih dikurangi margin laba normal (net realization value less a normal profit margin)  Sebagai ilustrasi, dengan mengasumsikan bahwa jerry mander corp. memiliki persediaan barang yang belum jadi dengan nilai jual $1.000, estimasi biaya penyelesaian $300, dan marjin laba normal 10% dari penjualan, jerry mander menetukan nilai realisasi bersih berikut : Persediaan – Nilai Jual $1.000 Dikurangi : Estimasi Biaya Penyelesaian Dan Penjualan 300 Nilai Realisasi Bersih 700 Dikurangi : Penyisihan Untuk Marjin Laba Normal (10% Dari Penj) 100 Nilai Realisasi Bersih DikurangiMarjin Laba Normal $ 600
  • 5.
    Lanjutan…  Aturanumum dari “ nilai terendah antara biaya dan harga pasar” adalah ; persediaan di nilai pada nilai terendah antara biaya dan harga pasar, dengan harga pasar di batasi hingga jumlah yang tidak melebihi nilai realisasi bersih atau lebih rendah dari nilai realisasi bersih dikuragi margin laba normal.  Batas atas (ceiling) adalah nilai realisasi bersih Batas bawah( floor) adalah nilai relisasi bersih dikurangi margin margin laba normal.
  • 6.
    Pedoman-pedoman Tersebut DiIlustrasikan Secara Grafis Dalam Ilustrasi Berikut: Batas Atas Tidak lebih dari NRV Biaya Pengganti Tidak Kurang Dari Biaya Harga Pasar GAAP Nilai Terendah Antara Biaya Dan Harga Pasar NRV Di Kursngi Marjin Normal Batas Bawah
  • 7.
    Metode Pangaplikasian LCM  Praktek yang paling umum adalah penilain persdiaan atas dasar barang per barang. Karena suatu hal, aturan perpajakan mewajibkan dasar perbarang digunakan kecuali kalau tidak praktis. Selain itu, Pendekatan perbarang menyediaakan penilain yang paling konservatif bagi tujuan penyajian neraca. Persediaan sering di nilai atas dasar total persediaan jika hanya ada satu produk akhir.(yang terbuat dari bahan baku yang berbeda). Jika perusahaan membuat beberapa produk akhir, maka pendekatan kategori bisa di pakai. Metode yang dipilih harus merupakan metode yang paling jelas mencerminkan laba. Apapun metode yang dipilih, metode tersebut harus di aplikasikan secara konsisten dari satu periode ke periode lain.
  • 8.
    Asumsi Bahwa RegnerFoods Memisahkan Produk – Produk Makanannya Dalam Dua Kategori Utama, Yaitu Makanan Kaleng Dan Makanan Beku LCM Menurut : biaya Nilai pasar Yang ditetapkan Setiap barang Kategori utama Total Persediaan Beku Bayam $ 80.000 $ 104.000 $ 80.000 Wortel 100.000 90.000 90.000 buncis 50.000 40.000 40.000 Total makanan beku 230.000 234.000 $230.000 Kaleng Kacang polong 90.000 48.000 48.000 Sayur campuran 95.000 92.000 92.000 Total makanan kaleng 185.000 140.000 140.000 total $415.000 $374.000 $350.000 $370.000 $374.000
  • 9.
    Pencatatan Harga “Pasar”An Bukan Biaya  metode pertama, yang di sebut sebagai metode langsung (direct method). Biaya digunakan dengan harga pasar (yang lebih rendah) ketika menilai persediaan. Akibatnya tidak ada kerugian yang di laporkan dalam laporan laba-rugi. Karena kerugian ini sudah di masukan dalam harga pokok penjualan.  Metode kedua, Yang di sebut sebagai metode tidak langsung (indirect method) atau metode penyisihan (allowance method), tidak mengubah angka biaya, tetapi membentuk akun kontra-aktiva yang terpisah dan akun kerugian untuk mencatat penghapusan.
  • 10.
    Ilustrasi  Ayatjurnal menurut kedua metode di dasarkan atas data persediaan berikut : harga pokok penjualan $108.000 (sebelum penyesuaian ke harga pasar) Pesediaan akhir (biaya) 82.000 Persediaan akhir (pada harga pasar) 70.000 metode langsung Pendapatan dari penjualan $200.000 Harga pokok penjualan (setelah penyesuaian ke harga pasar) 120.000 Laba kotor atas penjualan $ 80.000 Metode tidak langsung atau penyisihan Pendapatan dari penjualan $200.000 Harga pokok penjualan 108.000 Laba kotor atas penjualan 92.000 Kerugian akibat penurunan harga pasar persediaan 12.000 $ 80.000
  • 11.
    Evaluasi Atas AturanLCM  Aturan LCM memiliki beberapa definisi atau kelemahan konseptual: 1) Penurunan nilai aktiva dan pencatatannya sebagai beban diakui pada periode ketika kerugian utilitas ini terjadi-bukan pada periode penjualan.Pada sisi lain, kenaikan nilai aktiva hanya di akui pada saat penjualan terjadi. Perlakuan ini tidak konsisten dan dapat menyebabkan data laba terdistorsi. 2) Aplikasi antara LCM menghasilkan inkonsistensi karena persediaan perusahaan mungkin di nilai menurut biaya dalam satu tahun dan harga psar dalam tahun berikutnya. 3) LCM menilai persdiaan dalam neraca secara konservatif tetapi dampaknya terhadap laporan laporan laba rugi mungkin atau tidak mungkin bersifat konservatif. Laba bersih tahun berjalan ketika kerugian di akui jelas lebih rendah; laba bersih untuk periode berikutnya mungkin lebih tinggi dari normal jika penurunan yang diterapkan atas harga jual tidak material. 4) Aplikasi aturan LCM menggunakan “laba normal” dalam menentukan nilai persediaan. Karena laba normal merupakan angka estimasi yang di dasarkan pada pengalaman masa lalu (dan mungkin tidak berlaku lagi dimasa depan) maka” laba normal’ bersifat tidak objective dan memberikan peluang untuk memanipulasi laba.
  • 12.
  • 13.
    Penilain Menurut NilaiRealisasi Bersih Secara umum, persediaan di catat pada biayanya atau menurut aturan LCM. Akan tetapi, banyak pihak yang percaya bahwa harga pasar harus selalu di definisikan sebagai NILAI REALISASI BERSIH (harga jual di kurangi estimasi biaya penyelesaian dan penjualan), bukan biaya pengganti, untuk tujuan pengaplikasian aturan LCM. Argumen ini di dasarkan pada fakta bahwa nilai realiasi bersih adalah jumlah yang di peroleh dari persediaan ini di masa depan.
  • 14.
    Penilaian Dengan Menggunakan Nilai Penjualan Relatif Suatu masalah khusus muncul ketika sekelompok unit yang berbeda di beli dengan satu harga lump sum (lump sum price) yang juga di sebut BASKET PURCHASE. Dalam Accouting Research and Terminology bulletin, final edition, profesi akuntansi mengemukakan bahwa “biaya standar dibolehkan jika disesuaikan pada interval yang layak untuk mencerminkan kondisi terbaru”
  • 15.
    contoh asumsikan bahwawooland developers membeli tanah seharga $1 juta yang dapat di bagi menjadi 400 petak.petk-petak ini memiliki ukuran dan betuk yang berbeda,tetapi secara kasar dapat di kelompokan ke dalam tiga kelas,A,B,dan C. Ketika petak-petak ini di jual,arga beli sebesar $1 juta akan di bagi di antara petak-petak yang telah terjual dan petak-petak yang masih ada di tangan. Namun tidak tepat untuk membagi total biaya sebesar $ 1 juta ke dalam 400 petak secara merata, atau $ 2.500 per petak, karena ukuran, bentuk, dan daya tariknya berbeda. Ketika meghadapi situasi semacam itu yang tidak jarang di temui.praktek yag paling umum dan paling logis adalah mengalokasikan total biaya di antara berbagai unit dasar nilai penjualan relatifnya.
  • 16.
    Petak Jumlah Petak Harga Jual Per Petak Harga Jual Total Harga Jual Relatif Total Biaya Biaya Yang Dialokasi Ke Petak Biaya Per Petak A 100 $10.000 $1.000.000 100/250 $1.000.000 $ 400.000 $4.000 B 100 6.000 600.000 60/250 1.000.000 240.000 2.400 C 200 4.500 900.000 90/250 1.000.000 360.000 1.800 $2.500.000 $1.000.000 Petak Jumlah Petak Yang Terjual Biaya Per Petak Biaya Petak Yang Terjual Penjualan Laba Kotor A 77 $4.000 $308.000 $770.000 $462.000 B 80 2.400 192.000 480.000 288.000 C 100 1.800 180.000 450.000 270.000 $680.000 $1.700.000 $1.020.000
  • 17.
    Komitmen Pembelian-Satu MasalahKhusus Dalam banyak lini bisnis, kelangsungan hidup dan probabilitas perusahaan tergantung pada tersedianya persedian barang dagang yang mencukupi untuk memenuhi semua permintaan pelanggan. Akibatnya, sangat wajar bagi sebuah perusahaan untuk membuat komitmen pembelian (purchase commitment) yang setuju untuk membeli persedian beberapa minggu, bulan, atau bahkan beberapa tahun di muka.Umumnya hak atas barang dagang atau bahan baku yang terkait degan komitmen pembelian ini belum berpindah ke pembelian. Sebenarnya, barang itu masih berupa sumber daya alam atau dalam kasus komoditi, bibit yang belum di tanam, atau dalam kasus produk, masih berupa barang dalam proses.
  • 18.
    METODE LABA KOTORUNTUK MENGESTIMASI PERSEDIAAN
  • 19.
    Metode Laba Kotor (Gross Profit Method)  Di Dasarkan Pada Tiga Asumsi: 1. Persediaan awal di tambah pembelian sama dengan total barang yang di perhitungkan. 2. Barang yang belum terjual harus berada di tangan. 3. Jika penjualan, dikurangi biaya, dikurangi dari jumlah persediaan awal di tambah pembelian, maka hasilnya adalah persediaan akhir.
  • 20.
    Perhitungan Persentase LabaKotor  Laba kotor atas harga jual merupakan etode yang umumuntuk enghitung laba karena beberapa alasan: 1. Sebagian besar barang di nyatakan atas dasar eceran, bukan biaya. 2. Laba yang di hitung atas harga jual lebih rendah dari pada laba yang didasarkan atas biaya,dan persentase yang lebih rendah ini disukai pelanggan. 3. Laba kotor yang di dasarkan atas harga jual tidak pernah melebihi 100%.
  • 21.
    Contoh… Asumsi bahwasuatu barang berbiaya $15,00 dijual seharga $20,00, atau dengan laba kotor $5,00. Markup ini berjumlah ¼ atau 25% dari harga eeran dan 1/3 atau 33 1/3% dari biaya, seperti diperlihatkan. padabiaya Markup     Eceran padaeceran Markup Eceran 1 % 3 33 $5,00 $15,00 25% $5,00 $20,00
  • 22.
    Asumsi anda diberitahubahwa Markup atas biaya untuk barang tertentu adalah 25%. Lalu, laba laba kotor atas harga jual? Untuk mendapatkan jawabannya, asumsikan bahwa harga jual barang tersebut adalah $1,00. dalam kasus ini, rumus berikut dapat diaplikasikan: Biaya (C) + Laba kotor = Harga jual (SP) C + 0,25C = SP (1 + 0,25)C = SP 1,25C = $1,00 C = $0,80
  • 23.
    Evaluasi Atas MetodeLaba Kotor Salah satu kelemahan utama adalah bahwa metode ini meghasilkan suatu estimasi. Akibatnya, perhitungan fisik persediaan harus di lakukan sekali setahun untuk memeriksa jumlah persediaan yang sebenarnya ada di tangan. Kedua, metode laba kotor menggunakan persentase masa lalu dalam menentukan mark up.
  • 24.
  • 25.
    Konsep Metode Eceran  Konsep eceran ini merupakan harga eceran awal, dengan mengasumsikan bahwa harga tidak berubah. Dalam prktek,harga jual sering kali di markup atau di markdown. bagi peritel, istilah markup berarti markup tambahan atas harga eceran awal. Pembatalan markup (markup cancellations) adalah penurununan harga barang dagang yang sebelumnya telah di-markup diatas harga eceran awal.
  • 26.
    Metode Persediaan EceranDengan Markup Dan Markdown-metode Konvensional  Perusahaan eceran atau retail meggunakan konsep markup dan markdown dalam melakukan penilaian persediaan yang layak pada akhir periode akuntansi. Untuk mendapatan angka persediaan yang tepat, markup, pembatalan markup, markdown, dan pembatalan markdown, harus diperlakukan secara tepat.  Metode persediaan secara konvensional dirancang utuk memperkirakan nilai terendah antara biaya rata-rata dan harga pasar. Kita akan menyebut pendekatan ini sebagai pendekatan LCM atau metode persediaan eceran konvensional (convensional retail inventory method).
  • 27.
    Pos-pos Khusus YangBerhubungan Dengan Metode Eceran.  Metode persediaan eceran menjadi lebih rumit apabila pos-pos seperti transportasi-masuk, return pembelian dan pengurangan harga, dan diskon pembelian terlibat. Dalam metode eceran, kita memperlakukan pos-pos semacam itu sebagai berikut: a. Biaya pengangkutan ( freight cost) diperlakukan sebagai bagian dari biaya pembelian. b. Return Pembelian (purchase return) biasanya di pandang sebagai pengurangan baik pada biaya maupun harga eceran. c. Diskon pembelian dan pengurangan harga (purchase discount and allowances) biasanya di pandang sebagai pengurang biaya pembelian
  • 28.
    Transfer masuk (transfer-in)dari deprtemen lain, misalnya harus di laporkan dengan cara yang sama seperti pada pembelian dari perusahaan lain. Kekurangan Normal (normal Shortages) ( pecah,rusak,hilang dan aus) harus mengurangi kolom “harga eceran” karena barang-barang ini tidak lagi tersedia untuk di jual Kekurangan Abnormal (abnormal shortages) harus di kurangkan dari kolom “Biaya” dan kolom “Harga eceran” serta dilaporkan sebagai jumlah persediaan khusus atau sebagai kerugian. Diskon untuk karyawan (employee discount). Perusahaan sering kali memberikan diskon khusus kepada para karyawannya untuk meningkatkan kesetiaan, kinerja yang lebih baik, dan sebagainya harus dikurangkan dari kolom harga eceran dengan cara yang sama seperti dalam penjualan. Diskon ini tidak boleh di masuk kan dalam perhitungan rasio biaya terhadap harga eceran karena tidak mencerminkan perubahan harga jual secara keseluruhan.
  • 29.
    Evaluasi Atas MetodePersediaan Eceran Beberapa alasan menggunakan metode persediaan eceran diantaranya: Agar laba bersih dapat dihitung tanpa harus melakukan perhitungan fisik persediaan Sebagai ukuran pengendalian dalam menentukan kekurangan persediaan Dalam pengaturan kuantitas barang dagang di tangan Untuk informasi asuransi
  • 30.
  • 31.
    Penyajian Persediaan Standar akuntasi mewajibkan laporan keuanagn mengugkapkan kompsisi dari persediaan, pengaturan pembiayaan persediaan, dan metode kalkulasi biaya persediaan yang di gunakan. Standar akuntansi ini juga mewajibkan metode kalkulasi biaya di aplikasikan secara konsisten dari satu periode ke periode berikutnya.  Dasar penilian persediaan dan metode yang di pakai dalam menghitung biaya (LIFO,FIFO,biaya rata-rata dsb)
  • 32.
    Analisis Persediaan Rasio--rasio keuangan dapat di gunakan untuk mencari jalan tengah diantara kedua extream ini. Rasio yang umum di gunakan dalam pengelolaan evaluasi tingkat persediaan adalah rasio perputaran persediaan dan ukuran yang berhubungan, jumlah hari rata-rata untuk menjual persediaan.
  • 33.
    Rasio Perputaran Persediaan  Rasio perputaran persediaan (inventory turnover ratio) mengukur berapa kali, secara rata-rata persediaan terjual selama suatu periode. Tujuannya adalah untuk mengukur likuiditas persediaan. Rasio perputaran persediaan dihitung dengan membagi harga pokok penjualan dengan persediaan rata-rata yang ada di tangan selama suatu periode.
  • 34.
    Jumlah Hari Rata-Ratautuk menjual Persediaan  Salah satu varian dari rasio perputaran persediaan adalah jumlah hari rata-rata untuk menjual persediaan (average days to sell inventory). Yang merupakan jumlah hari rata-rata penjualan persediaan yang ada di tangan. Sebagai contoh, jika perputaran persediaan Gunawan Company, 8 kali dibagi dengan 365 hari, maka hasilnya adalah 45,6 hari.  Tingkat persediaan umumnya berbeda-beda dalam setiap industry. Akan tetapi, perusahaan yang mamapu mempertahankan tingkat persediaan yang rendah dan memiliki rasio perputaran persediaan yang lebih tinggi dari pada pesaingnya, serta mampu memenuhi kebutuhan pelanggannya adalah contoh perusahaan yang paling sukses.
  • 35.