BAB 2
PERKEMBANGAN KLASIFIKASI AKUNTANSI
INTERNASIONAL
Kelompok 2
Dewi Yuliani ( 411130002 )
Fathul Munir ( 411130019 )
Akuntansi Internasional adalah akuntansi untuk
transaksi internasional, perbandingan prinsip akuntansi
antar negara yang berbeda dan harmonisasi berbagai
standar akuntansi dalam bidang kewenangan pajak,
auditing dan bidang akuntansi lainnya. Akuntansi harus
berkembang agar mampu memberikan informasi yang
diperlukan dalam pengambilan keputusan di perusahaan
pada setiap perubahan lingkungan bisnis.
Perkembangan Akuntansi Internasional sudah
seharusnya diiringi oleh kemampuan individu yang bergerak
dalam bidang akuntansi untuk ikut andil memajukan
akuntansi. Akuntansi Internasional merupakan penghubung
antarnegara.
I. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI
PERKEMBANGAN DUNIA AKUNTANSI
Berikut ini adalah delapan factor yang memiliki pengaruh signifikan
dalam perkembangan dunia akuntansi :
1. Sumber
pendanaan
2. Sistem
Hukum
3.Perpajakan
4. Ikatan
politik dan
Ekonomi
5. Inflasi
6. Tingkat
perkembangan
ekonomi
7. Tingakat
pendidikan
8. Budaya
1. Sumber Pendanaan
Amerika Serikat dan Inggris yang memiliki pasar
ekuitas yang kuat, akuntansi memilik focus atas
seberapa baik manajemen menjalamkan perusahaan
(profitabilitas), dan dirancang untuk membantu
investor menganalisis arus kas masa depan dan resiko
terkait, sedangkan system berbasis kredit, memiliki
focus atas perlindungan kreditor melalui pengukuran
akuntansi yang konservatif. Jepang dan Swiss
merupakan contoh Negara yang menganggap
pengungkapan public secara luas dianggap tidak perlu,
karena lembaga keuangan memiliki akses langsung
terhadap informasi pada apa saja yang diinginkan.
2. Sistem Hukum
Dunia barat memiliki dua orientasi dasar yaitu :
hukum kode (sipil) dan hukum umum (kasus). Hukum
kode utamanya diambil dari hukum romawi dan kode
napoleon. Di Negara – Negara hukum kode, aturan
akuntansi digabungkan dalam hukum nasional dan
cenderung sangat lengkap dan mencakup banyak
prosedur. Sedangkan hukum umum berkembang atas
dasar kasus per kasus tanpa adanya usaha untuk
mencakup seluruh kasus dalam kode yang lengkap dan
aturan akuntansi menjadi lebih adaptif dan inovatif
karena ditetapkan oleh organisasi professional sector
swasta.
3. Perpajakan
Di Jerman dan Swedia, peraturan pajak
secara efektif menentukan standar akuntansi
karena perusahaan harus mencatat pendapatan
dan beban dalam akun diklaim untuk keperluan
pajak. Sedangkan di Belanda berbeda, laba kena
pajak pada dasarnya adalah laba akuntansi
keuangan yang disesuaikan terhadap perbedaan –
perbedaan dengan hukum pajak. Contoh di
Amerika yang menetapkan penilaian persediaan
menurut “masuk terakhir keluar pertama” (last
in, first-out-LIFO).
4.Ikatan Politik dan Ekonomi
System pencatatan berpasangan (double-entry)
yang berawal di italia pada tahun 1400-an dan
menyebar di Eropa bersamaan dengan gagasan –
gagasan pembaruan (renaissance) lainnya. Inggris
mengekspor akuntan akuntan dan konsep akuntansi di
seluruh wilayah kekuasaannya. Pendudukan Jerman
saat PD II memaksa rezim pengatur akuntansi bergaya
AS di Jepang setelah PD II. Banyak Negara
berkembang menggunakan system akuntansi yang
dikembangkan ditempat lain, entag karena dipaksa
(seperti India) atau karena pilihan sendiri (seperti
Negara –negara Eropa Timur).
5.Inflasi
Inflasi menyebabkan distorsi terhadap akuntansi biaya
historiss dan mempengaruhi kecendrungan (tendensi) suatu
Negara untuk meerapkan perubahan harga terhadap akun –
akun perusahaan. Israel, Melsiko, dan beberapa Negara
Amerika Selatan menggunakan akuntansi tingkat harga umum
karena berpengalaman dengan hiperinflasi.
6.Tingkat Perkembangan Ekonomi
Factor ini mmempengaruhi jenis transaksi usaha yang
dilaksanakan dalam suatu perekonomia dan menetukan
manakah yang paling utama. Masalah akuntansi seperti
penilaian aktiva tetap dan pencatatan depresiasi yang sanga
relevan dalam sector manufaktur menjadi semakin kurang
penting.
7. Tingakat Pendidikan
Standar dan praktik akuntansi yang sangat rumit
(sophisticated) akan menjadi tidak berguna jika
disalahkan dan disalahgunakan. Pengungkapan mengenai
resiko efek derivative tidak akan informative kecuali
jika dibaca oleh yang berkompeten.
8. Budaya
Budaya berarti nilai – nilai dan perilaku yang
dibagi oleh suatu masyarakat. Variabel budaya
mendasari pengaaturan kelemagaan di suatu Negara.
Empat dimensi budaya nasional menurut Hofstede, yaitu:
a. Individualisme vs kolektivisme
merupakan kecenderungan terhadap suatu tatanan social yang
tersusun longgar dibandingkan terhadap tatanan yang tersusun ketat dan
saling tergantung.
b. Large vs Small Powr Distance (Jarak kekuasaan)
adalah sejauh mana hierarki dan pembagian kekuasaan dalam suatu
lembaga dan pembagian kekuasaan dalam suatu lembaga dan organisasi
secara tidak adil dapat diterima.
c. Strong vs Weak Uncertainty Avoidance (Penghindaran ketidakpasian)
adalah sejauh mana masyarakat merasa tidak nyaman dengan
ambiguitas dan suatu masa depan yang tidak pasti.
d. Maskulinitas vs feminimitas
adalah sejauh mana peranan gender dibedakan dan kinerja serta
pencapaian yang dapat dilihat lebih ditekankan daripada hubungan dan
perhatian.
Berdasarkan hasil analisis Hofstede, Gray mengusulkan empat
dimensi nilai akuntansi yang memengaruhi praktik pelaporan keuangan
suatu negara, yaitu:
1. Profesionalisme Vs Ketetapan wajib pengendalian: preferensi terhadap
pertimbangan profesional individu dan regulasi sendiri kalangan ntprofesional
dibandingkan terhadap kepatuhan dengan ketentuan hukum yang telah
ditentukan
2. Keseragaman Vs Fleksibilitas: preferensi terhadap keseragaman dan
konsistensi dibandingkan fleksibilitas dalam bereaksi terhadap suatu keadaan
tertentu.
3. Konservatisme Vs Optimisme: Suatu preferensi dalam memilih
pendekatan yang lebih bijak untuk mengukur dan mengatasi segala
ketidakpastian di masa depan, daripada memilih pendekatan yang sekedar
optimis namun berisiko.
4. Kerahasiaan Vs Transparansi: preferensi atas kerahasiaan dan
pembatasan informasi usaha menurut dasar kebutuhan untuk tahu dibandingkan
dengan kesediaan untuk mengungkapkan informasi kepada publik.
II. PERKEMBANGAN AKUNTANSI DALAM EKONOMI YANG
BERORIENTASI PASAR
Klasifikasi awal yang dilakukan adalah yang diusulkan oleh
Mueller pertengahan tahun 1960-an. 1a mengidentifikasikan empat
pendekatan terhadap perkembangan akuntansi di negara-negara
Barat dengaii sistem ekonomi berorientasi pasar.
1.Berdasarkan pendekatan makroekonomi,
2. Berdasarkan pendekatan mikroekonomi,
3. Berdasarkan pendekatan independen,
4. Berdasarkan pendekatan yang seragam.
1.Berdasarkan pendekatan makroekonomi,
Praktik akuntansi didapatkan dan dirancang untuk
meningkatkan tujuan makroekonomi nasional. Tujuan
perusahaan umumnya mengikuti dan bukan memimpin kebijn
nasional, karena perusahaan bisnis mengoordinasikan kegiatan
mereka dengan kebijakan nasional. Akuntansi di Swedia
berkembang dan pendekatan makroekonomi.
2. Berdasarkan pendekatan mikroekonomi.
Akuntansi berkembang dari prinsip-prinsip
mikroekonomi. Fokusnya terletak pada perusahaan secara
individu yang memiliki tujuan untuk bertahan hidup. Untuk
mencapai tujuan ini, perusahaan harus memperlahankan
modal fisik yang dimiliki. Juga sama pentingnya bahwa
perusahaan memisahkan secara jelas modal dari laba untuk
mengevaluasi dan mengendalikan aktivitas usaha.
Pengukuran akuntansi yang didasarkan pada biaya
penggañtian sangat didukung karena paling sesuai dengan
pendekatan ini. Akuntansi di Belanda berkembang dari
mikroekonorni.
3. Berdasarkan pendekatan independen,
Akuntansi berasal dan praktik bisnis dan berkembang secara ad
hoc, dengan dasar perlahan-lahan dan pertimbangan, coba-coba, dan
kesalahan. Akuntansi dipandang sebagai Fungsi jasa yang konsep dan
prinsipnya di ambi1 dan proses bisnis yang dijalankan, diambilkan
dari cabang keilmuan seperti ekonomi. Bisnis menghadapi kerumitan
dunia nyata dan ketidakpastian yang senantiasa terjadi melalui
pengalaman, praktik, dan intuisi. Akuntansi berkembang dengan cara
yang sama. Sebagai contoh, laba secara sederhana merupakan hal
yang paling bermanfaat dalam praktik dan pengungkapan secara
pragmatis menjawab kebutuhan para pengguna. Akuntansi
berkembang secara independen di lnggris dan Amerika Serikat.
4. Berdasarkan pendekatan yang seragam,
Akuntansi distandardisasi dan digunakan sebagai alat untuk
kendali administrasi oleh pemerintah pusat. Keragaman dalam
pengukuran, pengungkapan, dan penyajian akan memudahkan
perancang pemerintah, otoritas pajak dan bahkan manajer untuk
menggunakan informasi akuntansi dalam mengendalikan seluruh
jenis bisnis. Secara umum, pendekatan seragam digunakan di negara-
negara dengan keterlibatan pemerintah yang besar dalam
perencanaan ekonomi di mana akuntansi digunakan antara lain untuk
mengukur kinerja, mengalokasikan sumber daya, mengumpulkan
pajak dan mengendalikan harga. Prancis, dengan bagan akuntansi
nasional yang seragam, merupakan pendukung utama pendeka tan
seragam.
Sistem Hukum: Akuntansi Hukum Umum Vs Kodifikasi Hukum.
1. Aktuntansi dalam negara-negara hukum umum memiliki
karakter berorienlasi terhadap “penyajian wajar,” transparansi dan
pengungkapan penuh dan pemisahan antara akuntansi keuangan dan
pajak. Pasar saham mendominasi sumber-sumber keuangan dan
pelaporan keuangan ditujukan untuk kebutuhan informasi investor
luar. Penentuan standar akuntansi cenderung merupakan aktivitas
sektor swasta dengan peranan penting yang dimainkan oleh profesi
akuntansi. Akuntansi hukum umum sering disebut sebagai “Anglo
Saxon,” “lnggris-Arnerika,” atau “berdasarkan mikro.” Akuntansi
hukum umum berawal di Inggris dan kemudian diekspor ke negara-
negara seperti Australia, Kanada, Hong Kong, India, Malaysia, Pakistan
dan Amerika Serikat.
2. Akuntansi dalam negara-negara hukm kode memiliki
karaterislik berorientasi legalistik, tidak membiarkan pengungkapan
dalam jumlah kurang, dan kesesuaian antara akuntansi keuangan dan
pajak. Bank atau pemerintah (“orang dalam”) mendominasi sumber
keuangan dan pelaporan keuangan ditujukan untuk perlindungan
kreditor. Penentuan standar akuntansi cenderung merupakan aktivitas
sektor publik dengan relatif sedikit pengaruh dari profesi akuntansi.
Akuntansi hukum kode sering disehut “kontinental,” “legalistik,” atau
“seragam secara makro.” Ini ditemukan di kebanyakan negara-negara
Eropa Kontinental dan bekas koloni mereka di Afrika, Asia, dan
Amerika.
III. Klasifikasi Akuntansi Dan Bisa Membandingkannya
Klasifikasi yang dimaksud adalah bagaimana membedakan
klasifikasi atau perbandingan sistem akuntansi keuangan nasional dan
regional. Klasifikasi merupakan dasar untuk memahami dan
menganalisis mengapa dan bagaimana sistem akuntansi nasional
berbeda-beda. Kita juga dapat menganalisis apakah sistem-sistem
tersebut cenderung menyatu atau berbeda.
Tujuan dari klasifikasi adalah mengelompkkan sistem akuntansi
keuangan menurut karakteristik khususnya. Klasifikasi mengungkapkan
struktur dasar dimana anggota-anggota kelompok memiliki kesamaan
dan yang membedakan kelompok-kelompok yang beraneka ragam satu
sama lain. Dengan mengenali kesamaan dan perbedaan, pemahaman
kita mengenai sistem akuntansi akan lebih baik. Klasifikasi merupakan
cara untuk melihat dunia.
Dasar Klasifikasi Akuntansi Internasional Klasifikasi akuntansi
internasional dapat dilakukan dalam dua cara, yaitu :
1. Pendekatan Deductive
Mengidentifikasikan faktor lingkungan yang relevan dan
mengkaitkan itu dengan praktek akuntansi nasional, pengelompokan
internasional atau pola perkembangan yang diajukan.
2. Pendekatan Inductive
Praktek akuntansi individual dianalisa, pola perkembangan atau
pengelompokan diidentifikasikan dan di akhir penjelasan dibuat dari
sudut pandang ekonomi, sosial, politik dan faktor-faktor lainnya.
IV. Perbedaan Antara Penyajian Wajar Dan Kepatuhan Terhadap
Hukum Dan Negara Mana Yang Dominan Penerapannnya
Perbedaan penyajian wajar dan kepatuhan terhadap hukum
mengalami banyak permasahan. Ini menyangkut penyesuaian yang
dilakukan terhadap pemberlakuan IFRS sebagai dasar penyajian.
Beberapa masalah diantaranya :
1. Depresiasi, di mana beban ditentukan berdasarkan
penurunan kegunaan suatu aktiva selama masa manfaat ekonomi.
2. Sewa guna usaha yang memiliki substansi pembelian aktiva
tetap (properti) diperlakukan seperti itu (penyajian wajar) atau
diperlakukan seperti sewa guna usaha operasi yang biasa (kepatuhan
hukum).
3. Pensiun dengan biaya yang diakrual pada saat dihasilkan oleh
karyawan (penyajian wajar) atau dibebankan menurut dasar dibayar
pada saat Anda berhenti bekerja (kepatuhan hukum).
V. Isu Penting Perbedaan Penyajian Wajar dan Ketaatan Terhadap
Hukum
Isu penting yang terjadi saat ini adalah tentang pemberlakuan IFRS
sebagau dasar penyajian. Sehingga negara-negara yang belum melakukan
penyajian wajar melalukan penyesuaian terhadap laporannya.
Ada beberapa alasan mengapa banyak perbedaan akuntansi pada
tingkat nsional menjadi semakin hilang, yaitu:
1. Pentingnya pasar saham sebagai sumber keuangan terasa semakin
berkembang di seluruh dunia. Modal sifatnya semakin menjadi global,
sehingga menuntut adanya standar laporan keuangan perusahaan yang
diakui secara mendunia.
2. Pelaporan keuangan ganda kini menjadi hal yang umum. Satu set
laporan sesuai dengan ketentuan pelaporan keuangan domestic local,
sedangkan yang satu lagi menggunakan prinsip akuntansi dan berisi
pengungkapan yang ditujukan kepada investor internasional.
3. Beberapa Negara yang menganut kodifikasi hukum, secara khusus
Jerman dan Jepang, mengalihkan tanggung jawab pembentukan standar
akuntansi dari pemerintah kepada kelompok sektor swasta yang profesional
dan independen. Hal ini membuat proses penetapan standar menjadi mirip
dengan proses di negara-negara hukum umum. Dan hal tersebut dilihat
sebagai suatu cara untuk secara lebih aktif mempengaruhi agenda-agenda
IASB.
Perbedaan antara penyajian wajar dan kesesuaian hukum menimbulkan
pengaruh yang besar terhadap banyak permasalahan akuntansi. Akuntansi
hukum umum berorientasi pada kebutuhan pengambilan keputusan oleh
investor luar. Akuntansi kepatuhan hukum dirancang untuk memenuhi
ketentuan yang dikenakan pemerintah seperti perhitungan laba kena pajak
atau mematuhi rencana ekonomi pemerintah nasional. Setelah tahun 2005,
seluruh perusahaan Eropa yang mencatatkan sahamnya akan menggunakan
akuntansi penyajian wajar dalam laporan konsolidasinya karena mereka akan
menggunakan IFRS. Akuntansi kepatuhan hukum dirancang untuk memenuhi
ketentuan yang dikenakan pemerintah seperti perhitungan laba kena pajak
atau mematuhi rencana ekonomi pemerintah nasional.
Kel. 2

Kel. 2

  • 2.
    BAB 2 PERKEMBANGAN KLASIFIKASIAKUNTANSI INTERNASIONAL Kelompok 2 Dewi Yuliani ( 411130002 ) Fathul Munir ( 411130019 )
  • 3.
    Akuntansi Internasional adalahakuntansi untuk transaksi internasional, perbandingan prinsip akuntansi antar negara yang berbeda dan harmonisasi berbagai standar akuntansi dalam bidang kewenangan pajak, auditing dan bidang akuntansi lainnya. Akuntansi harus berkembang agar mampu memberikan informasi yang diperlukan dalam pengambilan keputusan di perusahaan pada setiap perubahan lingkungan bisnis. Perkembangan Akuntansi Internasional sudah seharusnya diiringi oleh kemampuan individu yang bergerak dalam bidang akuntansi untuk ikut andil memajukan akuntansi. Akuntansi Internasional merupakan penghubung antarnegara.
  • 4.
    I. FAKTOR-FAKTOR YANGMEMPENGARUHI PERKEMBANGAN DUNIA AKUNTANSI Berikut ini adalah delapan factor yang memiliki pengaruh signifikan dalam perkembangan dunia akuntansi : 1. Sumber pendanaan 2. Sistem Hukum 3.Perpajakan 4. Ikatan politik dan Ekonomi 5. Inflasi 6. Tingkat perkembangan ekonomi 7. Tingakat pendidikan 8. Budaya
  • 5.
    1. Sumber Pendanaan AmerikaSerikat dan Inggris yang memiliki pasar ekuitas yang kuat, akuntansi memilik focus atas seberapa baik manajemen menjalamkan perusahaan (profitabilitas), dan dirancang untuk membantu investor menganalisis arus kas masa depan dan resiko terkait, sedangkan system berbasis kredit, memiliki focus atas perlindungan kreditor melalui pengukuran akuntansi yang konservatif. Jepang dan Swiss merupakan contoh Negara yang menganggap pengungkapan public secara luas dianggap tidak perlu, karena lembaga keuangan memiliki akses langsung terhadap informasi pada apa saja yang diinginkan.
  • 6.
    2. Sistem Hukum Duniabarat memiliki dua orientasi dasar yaitu : hukum kode (sipil) dan hukum umum (kasus). Hukum kode utamanya diambil dari hukum romawi dan kode napoleon. Di Negara – Negara hukum kode, aturan akuntansi digabungkan dalam hukum nasional dan cenderung sangat lengkap dan mencakup banyak prosedur. Sedangkan hukum umum berkembang atas dasar kasus per kasus tanpa adanya usaha untuk mencakup seluruh kasus dalam kode yang lengkap dan aturan akuntansi menjadi lebih adaptif dan inovatif karena ditetapkan oleh organisasi professional sector swasta.
  • 7.
    3. Perpajakan Di Jermandan Swedia, peraturan pajak secara efektif menentukan standar akuntansi karena perusahaan harus mencatat pendapatan dan beban dalam akun diklaim untuk keperluan pajak. Sedangkan di Belanda berbeda, laba kena pajak pada dasarnya adalah laba akuntansi keuangan yang disesuaikan terhadap perbedaan – perbedaan dengan hukum pajak. Contoh di Amerika yang menetapkan penilaian persediaan menurut “masuk terakhir keluar pertama” (last in, first-out-LIFO).
  • 8.
    4.Ikatan Politik danEkonomi System pencatatan berpasangan (double-entry) yang berawal di italia pada tahun 1400-an dan menyebar di Eropa bersamaan dengan gagasan – gagasan pembaruan (renaissance) lainnya. Inggris mengekspor akuntan akuntan dan konsep akuntansi di seluruh wilayah kekuasaannya. Pendudukan Jerman saat PD II memaksa rezim pengatur akuntansi bergaya AS di Jepang setelah PD II. Banyak Negara berkembang menggunakan system akuntansi yang dikembangkan ditempat lain, entag karena dipaksa (seperti India) atau karena pilihan sendiri (seperti Negara –negara Eropa Timur).
  • 9.
    5.Inflasi Inflasi menyebabkan distorsiterhadap akuntansi biaya historiss dan mempengaruhi kecendrungan (tendensi) suatu Negara untuk meerapkan perubahan harga terhadap akun – akun perusahaan. Israel, Melsiko, dan beberapa Negara Amerika Selatan menggunakan akuntansi tingkat harga umum karena berpengalaman dengan hiperinflasi. 6.Tingkat Perkembangan Ekonomi Factor ini mmempengaruhi jenis transaksi usaha yang dilaksanakan dalam suatu perekonomia dan menetukan manakah yang paling utama. Masalah akuntansi seperti penilaian aktiva tetap dan pencatatan depresiasi yang sanga relevan dalam sector manufaktur menjadi semakin kurang penting.
  • 10.
    7. Tingakat Pendidikan Standardan praktik akuntansi yang sangat rumit (sophisticated) akan menjadi tidak berguna jika disalahkan dan disalahgunakan. Pengungkapan mengenai resiko efek derivative tidak akan informative kecuali jika dibaca oleh yang berkompeten. 8. Budaya Budaya berarti nilai – nilai dan perilaku yang dibagi oleh suatu masyarakat. Variabel budaya mendasari pengaaturan kelemagaan di suatu Negara.
  • 11.
    Empat dimensi budayanasional menurut Hofstede, yaitu: a. Individualisme vs kolektivisme merupakan kecenderungan terhadap suatu tatanan social yang tersusun longgar dibandingkan terhadap tatanan yang tersusun ketat dan saling tergantung. b. Large vs Small Powr Distance (Jarak kekuasaan) adalah sejauh mana hierarki dan pembagian kekuasaan dalam suatu lembaga dan pembagian kekuasaan dalam suatu lembaga dan organisasi secara tidak adil dapat diterima. c. Strong vs Weak Uncertainty Avoidance (Penghindaran ketidakpasian) adalah sejauh mana masyarakat merasa tidak nyaman dengan ambiguitas dan suatu masa depan yang tidak pasti. d. Maskulinitas vs feminimitas adalah sejauh mana peranan gender dibedakan dan kinerja serta pencapaian yang dapat dilihat lebih ditekankan daripada hubungan dan perhatian.
  • 12.
    Berdasarkan hasil analisisHofstede, Gray mengusulkan empat dimensi nilai akuntansi yang memengaruhi praktik pelaporan keuangan suatu negara, yaitu: 1. Profesionalisme Vs Ketetapan wajib pengendalian: preferensi terhadap pertimbangan profesional individu dan regulasi sendiri kalangan ntprofesional dibandingkan terhadap kepatuhan dengan ketentuan hukum yang telah ditentukan 2. Keseragaman Vs Fleksibilitas: preferensi terhadap keseragaman dan konsistensi dibandingkan fleksibilitas dalam bereaksi terhadap suatu keadaan tertentu. 3. Konservatisme Vs Optimisme: Suatu preferensi dalam memilih pendekatan yang lebih bijak untuk mengukur dan mengatasi segala ketidakpastian di masa depan, daripada memilih pendekatan yang sekedar optimis namun berisiko. 4. Kerahasiaan Vs Transparansi: preferensi atas kerahasiaan dan pembatasan informasi usaha menurut dasar kebutuhan untuk tahu dibandingkan dengan kesediaan untuk mengungkapkan informasi kepada publik.
  • 13.
    II. PERKEMBANGAN AKUNTANSIDALAM EKONOMI YANG BERORIENTASI PASAR Klasifikasi awal yang dilakukan adalah yang diusulkan oleh Mueller pertengahan tahun 1960-an. 1a mengidentifikasikan empat pendekatan terhadap perkembangan akuntansi di negara-negara Barat dengaii sistem ekonomi berorientasi pasar. 1.Berdasarkan pendekatan makroekonomi, 2. Berdasarkan pendekatan mikroekonomi, 3. Berdasarkan pendekatan independen, 4. Berdasarkan pendekatan yang seragam.
  • 14.
    1.Berdasarkan pendekatan makroekonomi, Praktikakuntansi didapatkan dan dirancang untuk meningkatkan tujuan makroekonomi nasional. Tujuan perusahaan umumnya mengikuti dan bukan memimpin kebijn nasional, karena perusahaan bisnis mengoordinasikan kegiatan mereka dengan kebijakan nasional. Akuntansi di Swedia berkembang dan pendekatan makroekonomi.
  • 15.
    2. Berdasarkan pendekatanmikroekonomi. Akuntansi berkembang dari prinsip-prinsip mikroekonomi. Fokusnya terletak pada perusahaan secara individu yang memiliki tujuan untuk bertahan hidup. Untuk mencapai tujuan ini, perusahaan harus memperlahankan modal fisik yang dimiliki. Juga sama pentingnya bahwa perusahaan memisahkan secara jelas modal dari laba untuk mengevaluasi dan mengendalikan aktivitas usaha. Pengukuran akuntansi yang didasarkan pada biaya penggañtian sangat didukung karena paling sesuai dengan pendekatan ini. Akuntansi di Belanda berkembang dari mikroekonorni.
  • 16.
    3. Berdasarkan pendekatanindependen, Akuntansi berasal dan praktik bisnis dan berkembang secara ad hoc, dengan dasar perlahan-lahan dan pertimbangan, coba-coba, dan kesalahan. Akuntansi dipandang sebagai Fungsi jasa yang konsep dan prinsipnya di ambi1 dan proses bisnis yang dijalankan, diambilkan dari cabang keilmuan seperti ekonomi. Bisnis menghadapi kerumitan dunia nyata dan ketidakpastian yang senantiasa terjadi melalui pengalaman, praktik, dan intuisi. Akuntansi berkembang dengan cara yang sama. Sebagai contoh, laba secara sederhana merupakan hal yang paling bermanfaat dalam praktik dan pengungkapan secara pragmatis menjawab kebutuhan para pengguna. Akuntansi berkembang secara independen di lnggris dan Amerika Serikat.
  • 17.
    4. Berdasarkan pendekatanyang seragam, Akuntansi distandardisasi dan digunakan sebagai alat untuk kendali administrasi oleh pemerintah pusat. Keragaman dalam pengukuran, pengungkapan, dan penyajian akan memudahkan perancang pemerintah, otoritas pajak dan bahkan manajer untuk menggunakan informasi akuntansi dalam mengendalikan seluruh jenis bisnis. Secara umum, pendekatan seragam digunakan di negara- negara dengan keterlibatan pemerintah yang besar dalam perencanaan ekonomi di mana akuntansi digunakan antara lain untuk mengukur kinerja, mengalokasikan sumber daya, mengumpulkan pajak dan mengendalikan harga. Prancis, dengan bagan akuntansi nasional yang seragam, merupakan pendukung utama pendeka tan seragam.
  • 18.
    Sistem Hukum: AkuntansiHukum Umum Vs Kodifikasi Hukum. 1. Aktuntansi dalam negara-negara hukum umum memiliki karakter berorienlasi terhadap “penyajian wajar,” transparansi dan pengungkapan penuh dan pemisahan antara akuntansi keuangan dan pajak. Pasar saham mendominasi sumber-sumber keuangan dan pelaporan keuangan ditujukan untuk kebutuhan informasi investor luar. Penentuan standar akuntansi cenderung merupakan aktivitas sektor swasta dengan peranan penting yang dimainkan oleh profesi akuntansi. Akuntansi hukum umum sering disebut sebagai “Anglo Saxon,” “lnggris-Arnerika,” atau “berdasarkan mikro.” Akuntansi hukum umum berawal di Inggris dan kemudian diekspor ke negara- negara seperti Australia, Kanada, Hong Kong, India, Malaysia, Pakistan dan Amerika Serikat.
  • 19.
    2. Akuntansi dalamnegara-negara hukm kode memiliki karaterislik berorientasi legalistik, tidak membiarkan pengungkapan dalam jumlah kurang, dan kesesuaian antara akuntansi keuangan dan pajak. Bank atau pemerintah (“orang dalam”) mendominasi sumber keuangan dan pelaporan keuangan ditujukan untuk perlindungan kreditor. Penentuan standar akuntansi cenderung merupakan aktivitas sektor publik dengan relatif sedikit pengaruh dari profesi akuntansi. Akuntansi hukum kode sering disehut “kontinental,” “legalistik,” atau “seragam secara makro.” Ini ditemukan di kebanyakan negara-negara Eropa Kontinental dan bekas koloni mereka di Afrika, Asia, dan Amerika.
  • 20.
    III. Klasifikasi AkuntansiDan Bisa Membandingkannya Klasifikasi yang dimaksud adalah bagaimana membedakan klasifikasi atau perbandingan sistem akuntansi keuangan nasional dan regional. Klasifikasi merupakan dasar untuk memahami dan menganalisis mengapa dan bagaimana sistem akuntansi nasional berbeda-beda. Kita juga dapat menganalisis apakah sistem-sistem tersebut cenderung menyatu atau berbeda. Tujuan dari klasifikasi adalah mengelompkkan sistem akuntansi keuangan menurut karakteristik khususnya. Klasifikasi mengungkapkan struktur dasar dimana anggota-anggota kelompok memiliki kesamaan dan yang membedakan kelompok-kelompok yang beraneka ragam satu sama lain. Dengan mengenali kesamaan dan perbedaan, pemahaman kita mengenai sistem akuntansi akan lebih baik. Klasifikasi merupakan cara untuk melihat dunia.
  • 21.
    Dasar Klasifikasi AkuntansiInternasional Klasifikasi akuntansi internasional dapat dilakukan dalam dua cara, yaitu : 1. Pendekatan Deductive Mengidentifikasikan faktor lingkungan yang relevan dan mengkaitkan itu dengan praktek akuntansi nasional, pengelompokan internasional atau pola perkembangan yang diajukan. 2. Pendekatan Inductive Praktek akuntansi individual dianalisa, pola perkembangan atau pengelompokan diidentifikasikan dan di akhir penjelasan dibuat dari sudut pandang ekonomi, sosial, politik dan faktor-faktor lainnya.
  • 22.
    IV. Perbedaan AntaraPenyajian Wajar Dan Kepatuhan Terhadap Hukum Dan Negara Mana Yang Dominan Penerapannnya Perbedaan penyajian wajar dan kepatuhan terhadap hukum mengalami banyak permasahan. Ini menyangkut penyesuaian yang dilakukan terhadap pemberlakuan IFRS sebagai dasar penyajian. Beberapa masalah diantaranya : 1. Depresiasi, di mana beban ditentukan berdasarkan penurunan kegunaan suatu aktiva selama masa manfaat ekonomi. 2. Sewa guna usaha yang memiliki substansi pembelian aktiva tetap (properti) diperlakukan seperti itu (penyajian wajar) atau diperlakukan seperti sewa guna usaha operasi yang biasa (kepatuhan hukum). 3. Pensiun dengan biaya yang diakrual pada saat dihasilkan oleh karyawan (penyajian wajar) atau dibebankan menurut dasar dibayar pada saat Anda berhenti bekerja (kepatuhan hukum).
  • 23.
    V. Isu PentingPerbedaan Penyajian Wajar dan Ketaatan Terhadap Hukum Isu penting yang terjadi saat ini adalah tentang pemberlakuan IFRS sebagau dasar penyajian. Sehingga negara-negara yang belum melakukan penyajian wajar melalukan penyesuaian terhadap laporannya. Ada beberapa alasan mengapa banyak perbedaan akuntansi pada tingkat nsional menjadi semakin hilang, yaitu: 1. Pentingnya pasar saham sebagai sumber keuangan terasa semakin berkembang di seluruh dunia. Modal sifatnya semakin menjadi global, sehingga menuntut adanya standar laporan keuangan perusahaan yang diakui secara mendunia. 2. Pelaporan keuangan ganda kini menjadi hal yang umum. Satu set laporan sesuai dengan ketentuan pelaporan keuangan domestic local, sedangkan yang satu lagi menggunakan prinsip akuntansi dan berisi pengungkapan yang ditujukan kepada investor internasional.
  • 24.
    3. Beberapa Negarayang menganut kodifikasi hukum, secara khusus Jerman dan Jepang, mengalihkan tanggung jawab pembentukan standar akuntansi dari pemerintah kepada kelompok sektor swasta yang profesional dan independen. Hal ini membuat proses penetapan standar menjadi mirip dengan proses di negara-negara hukum umum. Dan hal tersebut dilihat sebagai suatu cara untuk secara lebih aktif mempengaruhi agenda-agenda IASB. Perbedaan antara penyajian wajar dan kesesuaian hukum menimbulkan pengaruh yang besar terhadap banyak permasalahan akuntansi. Akuntansi hukum umum berorientasi pada kebutuhan pengambilan keputusan oleh investor luar. Akuntansi kepatuhan hukum dirancang untuk memenuhi ketentuan yang dikenakan pemerintah seperti perhitungan laba kena pajak atau mematuhi rencana ekonomi pemerintah nasional. Setelah tahun 2005, seluruh perusahaan Eropa yang mencatatkan sahamnya akan menggunakan akuntansi penyajian wajar dalam laporan konsolidasinya karena mereka akan menggunakan IFRS. Akuntansi kepatuhan hukum dirancang untuk memenuhi ketentuan yang dikenakan pemerintah seperti perhitungan laba kena pajak atau mematuhi rencana ekonomi pemerintah nasional.