Pelaporan Keuangan dan
Perubahan Harga
Ari Rahmatulloh
Siti Soleha
Mata Kuliah Akuntansi Internasional 05-Mei-2015
Hal-Hal
Terkait
Inflasi
Definisi
Perubahan Harga
Mengapa Laporan
Keuangan
Memiliki Potensi
Untuk Menyestkan
Selama Periode
Perubahan Harga?
Jenis-Jenis
Penyesuaian Inflasi
Pendekatan
Terhadap
Akuntansi Inflasi
di Beberapa
Negara
Perubahan Harga
Merupakan Perubahan jumlah rupiah yang
dapat digunakan untuk memperoleh barang
yang sama pada waktu berbeda.
Pada umumnya, harga barang-barang
cenderung naik sehingga diperlukan lebih
banyak jumlah rupiah untuk membeli
barang yang sama diwaktu kemudian.
Definisi Perubahan Harga
Untuk memahami istilah perubahan harga
(changing prices), berikut istilah yg
digunakan:
Suatu perubahan harga umum
Terjadi apabila secara rata-rata harga seluruh
barang dan jasa dalam suatu perekonomian
mengalami perubahan. Kenaikan harga secara
keseluruhan disebut sebagai inflasi (inflation),
sedangkan penurunan harga disebut sebagai deflasi
(deflation).
Makna Perubahan Harga Umum
Barang
A B C D E
*Harga Dulu
Nominal
Persen
*Harga Sekarang
Nominal
Persen
*Perubahan
Nominal
Persen
Rp 2.200
100%
Rp 2.750
125%
Rp 550
25%
Rp 4.000
100%
Rp 4.000
100%
Rp 0
0%
Rp 6.000
100%
Rp 8.400
140%
Rp 2.400
40%
Rp 12.000
100%
Rp 12.000
100%
Rp 0
0%
Rp 8.500
100%
Rp 8.500
100%
Rp 0
0%
DefinisiPerubahanHarga
Perubahan harga Khusus
Timbul ketika harga barang atau jasa tertentu berubah seiring
naik turunnya permintaan dan penawaran. Tingkat harga
yang stabil menjadi prioritas nasional bagi banyak negara di
dunia. Meskipun perubahan harga terjadi diseluruh dunia,
pengaruh terhadap pelaporan bisnis dan keuangan berbeda-
beda dari satu negara ke negara lain.
Makna Perubahan Harga Khusus
Barang A B C D E
*Harga Dulu
Nominal
Persen
*Harga Sekarang
Nominal
Persen
*Perubahan
Nominal
Persen
Rp 2.200
100%
Rp 2.750
125%
Rp 550
25%

Rp 4.000
100%
Rp 4.000
100%
Rp 0
0%
Rp 6.000
100%
Rp 8.400
140%
Rp 2.400
40%

Rp 12.000
100%
Rp 12.000
100%
Rp 0
0%
Rp 8.500
100%
Rp 8.500
100%
Rp 0
0%
LAPORAN KEUANGAN DAPAT MEMILIKI POTENSI UNTUK
MENYESATKAN SELAMA PERIODE PERUBAHAN HARGA
Selama masa inflasi, nilai aset yang dicatat sebesar biaya
perolehan jarang mencerminkan nilai terkininya (yang lebih
tinggi). Nilai aset yang dikecilkan mengakibatkan dikecilkannya
pengeluaran dan dibesarkannya laba. Dari sudut pandang
manajemen, pengukuran yang tidak akurat ini menimbulkan
penyimpangan pada :
1. proyeksi keuangan yang didasarkan pada data rangkaian waktu
historis
2. anggaran yang menjadi dasar pengukuran kinerja
3. data kinerja yang gagal menahan pengaruh inflasi yang tidak
terkendali
Sebaliknya pendapatan yang
dibesarkan dapat menimbulkan :
a. Kenaikan pajak yang sebanding
b. Permintaan dividen lebih banyak dari pemegang saham
c. Permintaan gaji dan upah yang lebih tinggi dari para
pekerja
d. Kebijakan yang merugikan dari pemerintah tuan rumah
(seperti pengenaan pajak keuntungan yang sangat besar).
Mengakui pengaruh inflasi secara
eksplisit berguna dilakukan karena :
• Pengaruh perubahan harga bergantung pada transaksi
dan keadaan yang dihadapi suatu perusahaan.
• Penanganan masalah yang ditimbulkan oleh perubahan
harga bergantung pada pemahaman yang akurat atas
masalah tersebut.
• Pernyataan dari para manajer mengenai permasalahan
yang disebabkan oleh perubahan harga lebih mudah
dipercaya apabila kalangan usaha menerbitkan informasi
keuangan yang membahas masalah-masalah tersebut
JENIS-JENIS PENYESUAIAN INFLASI
1) Penyesuaian tingkat harga umum (daya
beli konstan biaya historis).
 Jumlah mata uang yang disesuaikan dengan perubahan
tingkat-harga umum (daya beli) disebut mata uang tetap
biaya historis.
 Jumlah mata uang yang belum disesuaikan disebut mata
uang nominal.
Indeks Harga
• Perubahantingkathargaumumbiasanyadiukurdengantingkatharga,menurutrumus
Dengan P = harga komoditas
q = Jumlah yang di konsumsi
Ex : Jika suatukeluarga beranggotakan4 orang mengeluarkan$20.000
untukmembeli sejumlah barang dan jasa di akhir tahun1(tahun
pokok=awal tahun 2)
dan $22.000 untukmembeli jumlah yang sama setahun kemudian
(awal tahun3), maka indeks harga akhir tahun 2 adalah
$22.000/$20.000, atau
tingkat inflasi sebesar 10% selamatahun2.
Dengan cara yang sama, jika 2 tahun kemudian(akhir tahun 3)
keluarga beranggotakan ituharus mengeluarkan $23.500 untuk
jumlah barang dan jasa tersebut, maka indeks tingkat harga umumnya
adalah $23.500/$20.000 atau1,175 atausama dengan inflasi sebesar
17,5%sejak tahun pokok. Indeks harga ditahun pokok adalah
$20.000/$20.000 atau1,000
1,100
Penggunaan Indeks Harga
• Angka indeks harga digunakan untuk mentranslasikan jumlah
uang yang dibayarkan di periode sebelumnya menjadi ekuivalen
daya beli pada akhir periode (daya beli tetap/hist0ris) . Rumus
yangdipakai adalah:
Dimana: GPL = indeks hargaumum
c = tahun berjalan
td = tanggal transaksi
PPE = setaradayabeli umum
Ex :Anggap kita menghabiskan $500 diakhir tahun pokok dan$
700 setahun kemudian. Untuk menyajikan ulang pengeluaran
ini dalamsetara daya belinya di tahun 3,dengan
menggunakan angka indeks harga dari contohdiatas, maka
perhitungannya sebagai berikut :
Tahun 3
Akhir : Pengeluaran
Nominal
Faktor
Penyesuaian
Setara Daya
Beli
Tahun 1
Tahun 2
$500
$700
$1,175/1,000
$1,175/1,100
$587,50
$747,43
Objek Penyesuaian Tingkat Harga Umum
• Secara tradisonal, laba merupakan bagian dari kekayaan
perusahaan yang dapat ditarik oleh perusahaan selama suatu
periode akuntansi tanpa mengurangi kekayaannya hingga
berada dibawah posisi awal.
• Akuntansi konvesional mengukur laba sebagai jumlah
maksimum yang dapat ditarik dari perusahaan tanpa
mengurangi jumlahuangyang menjadi modal awalnya.
• Selama inflasi, perusahaan akan mengalami perubahan
kekayaan yang tidak berkaitan dengan kegiatan operasinya yg
biasanya perubahan ini muncul dari aktiva atau kewajiban
moneter.
2. Penyesuaian Biaya Kini (Current
Cost Accounting
• Aset tetap dinilai berdasarkan biaya kini dan bukan biaya historis.
• Laba adalah jumlah sumber daya yang dapat didistribusikan oleh
perusahaan di suatu periode namun tetap dapat
mempertahankan kapasitas produksi atau modal fisik perusahaan.
Satu cara untuk mempertahankan modal adalah dengan
menyesuaikan posisi awal aset bersih perusahaan (yang
menggunakan indeks harga khusus atau penentuan harga
langsung) untuk mencerminkan perubahan dalam setara biaya
kini dari aset selama periode berjalan.
• Metode ini memandang laba sebagai jumlah
sumberdaya yang dapat didistribusi selama periode
tertentu, dengan mengabaikan pertimbangan pajak,
dan pada saat yang sama mempertahankan kapasitas
produksi atau modal fisik perusahaan.
PENDEKATAN TERHADAP AKUNTANSi
INFLASI DI BEBERAPA NEGARA
Amerika Serikat
• Pada tahun 1979, FASB menerbitkan Pernyataan
Standar Akuntansi Keuangan (Statement of Financial
Accounting Standards-SFAS) No. 33 tentang
”Pelaporan Keuangan dan Perubahan Harga”,
pernyataan ini mengharuskan perusahaan-perusahaan
di AS yang memiliki persediaan dan aset tetap yang
bernilai lebih dari $125 juta atau memiliki total aset
lebih dari $1 miliar, untuk mencoba mengungkapkan
baik daya beli tetap-biaya historis maupun daya beli
tetap-biaya kini selama lima tahun.
• FASB menerbitkan panduan (SFAS 89) bertujuan untuk
membantu perusahaan yang melaporkan pengaruh
pernyataan atas harga yang berubah .
• Perusahaan pelapor disarankan untuk mengungkapkan
informasi berikut untuk 5 tahun terakhir :
– Penjualan bersih dan pendapatan operasional lain
– Laba dari operasi yang berjalan berdasarkan biaya-kini
– Daya beli laba atau rugi (moneter) atas pos-pos moneter
bersih
– Peningkatan atau penurunan dalam biaya kini atau jumlah
yang dapat dipulihkan (jumlah kas bersih yang diperkirakan
akan dapat dipulihkan melalui penggunaan atau penjualan)
yang lebih rendah dari persediaan atau aktiva tetap, bersih
dari inflasi (perubahan tingkat harga umum).
– Semua penyesuaian translasi gabungan mata uang asing,
berdasarkan biya kini, yang timbul dari proses konsolidasi.
Lanjutan...
– Aset bersih pada akhir tahun berdasarkan biaya kini
– Laba per saham (dari operasional berjalan) berdasarkan
biaya-kini.
– Dividen per saham dari saham biasa
– Harga pasar per saham dari saham biasa di akhir tahun
– Tingkat Indeks Harga Konsumen (Consumer Price Index-CPI)
yang digunakan untuk mengukur laba dari operasi berjalan.
Untuk meningkatkan daya banding
data tersebut,informasi dapat disajikan
dalam :
• Rata-rata setara daya beli (atau di akhir tahun), maupun
• Dollar pada periode pokok (1967) yang digunakan untuk
menghitung CPI.
Inggris
• Komite Standar Akuntansi Inggris (Accounting Standard Commitee-
ASC) menerbitkan Pernyataan Praktik Akuntansi No.16 (Statement of
Standards Accounting Practice-SSAP 16), ”Akuntansi Biaya Kini” untuk
masa percobaan 3 tahun pada bulan maret 1980.
SSAP No.16 berbeda dengan SFAS No.33 dalam 2 aspek utama, antara
lain :
1. SSAP No.16 mengadopsi hanya metode biaya kini untuk
pelaporan eksternal, sedangkan SFAS No.33 mewajibkan
akuntansi dolar konstan maupun biaya-kini.
2. laporan biaya kini pada SSAP No.16 di Inggris mewajibkan baik
laporan laba rugi maupun neraca biaya kini, beserta catatan
penjelasan, sedangkan penyesuaian inflasi SFAS No.33 hanya
berfokus pada laporan laba rugi.
Standar di Inggris memberikan tiga
pilihan pelaporan :
1. Menyajikan akun-akun biaya kini sebagai
laporan keuangan dasar dengan dilengkapi
akun-akun biaya historis
2. Menyajikan akun-akun biaya historis
sebagai laporan keuangan dasar dengan
akun-akun pelengkap biaya kini
3. Menyajikan akun-akun biaya kini sebagai
satu-satunya akun yang dilengkapi dengan
informasi biaya historis yang memadai.
Dalam perlakuan laba dan rugi terkait dengan pos-pos
moneter SSAP 16 mewajibkan dua jenis angka, yang
keduanya mencerminkan pengaruh perubahan harga
khusus :
 Penyesuaian modal kerja moneter (Monetary Working
Capital Adjustment-MWCA), mengakui pengaruh
perubahan harga khusus terhadap total jumlah modal
kerja yang digunakan oleh perusahaan dalam operasi
bisnis.
 Penyesuaian Utang Modal, memungkinkan pengaruh
perubahan harga khusus terhadap aset non moneter
perusahaan (seperti depresiasi, harga pokok penjualan,
dan modal kerja moneter). Penyesuaian Utang Modal
menyatakan bahwa laporan laba rugi tidak memerlukan
biaya penggantian tambahan aset operasi sejauh aktiva
tersebut didanai melalui utang.
Brasil
Akuntansi inflasi yang dianjurkan di Brasil
mencerminkan dua kelompok pilihan
pelaporan, yaitu :
• Undang-Undang Perusahaan Brasil
menyajikan ulang aset permanen dan akun-akun ekuitas
pemegang saham dengan menggunakan indeks harga yang diakui
oleh pemerintah federal untuk mengukur devaluasi mata uang
lokal .
• Komisi Bursa Efek Brasil
mewajibkan metode akuntansi inflasi lain untuk perusahaan-
perusahaan yang sahamnya diperdagangkan di depan publik
harus mengukur ulang seluruh transaksi yang terjadi dalam
suatu periode dengan menggunakan mata uang fungsionalnya.
Pada akhir periode, indeks tingkat harga umum yang berlaku
mengonversikan unit daya beli umum ke dalam unit mata uang
nominal. Juga :
• Persediaan dimasukkan sebagai aset non moneter dan
diukur ulang dengan menggunakan mata uang fungsional
• Pos-pos moneter yang tidak dikenakan bunga dengan
masa jatuh tempo yang melebihi 90 hari didiskontokan
menjadi nilai kini guna mengalokasikan laba dan rugi
inflasi yang terjadi ke dalam periode akuntansi yang
memadai
• Penyesuaian neraca direklasifikasikan juga ke dalam pos-
pos terkait dalam laporan laba rugi.
BADAN STANDAR AKUNTANSI INTERNASIONAL /IASB
• Secara khusus, laporan keuangan suatu perusahaan
yang menggunakan mata uang perekonomian
hiperinflasi, baik didasarkan pada model penilaian
biaya historis atau biaya kini, harus disajikan ulang
sesuai dengan daya beli tetap per tanggal neraca.
• Laba atau rugi daya beli yang terkait dengan
posisi kewajiban atau aset moneter bersih dimasukan
ke dalam laba bersih.
Perusahaan yang melakukan pelaporan juga
harus mengungkapkan:
1. Fakta bahwa penyajian ulang untuk perubahan dalam
daya beli unit pengukur telah dilakukan.
2. Model penilaian aset yang digunakan dalam laporan
keuangan utama (yaitu penilaian biaya historis atau
biaya kini).
3. Identitas dan tingkat indeks harga per tanggal neraca,
beserta dengan pergerakannya selama periode
pelaporan.
4. Laba atau rugi moneter bersih selama periode tersebut.
Laba dan rugi Inflasi
• Di Amerika Serikat Laba dan rugi pos-pos moneter ditentukan dengan
cara menyajikan ulang dalam dolar tetap, saldo awal dan akhir, serta
transakasi dalam,seluruh aset dan kewajiban moneter (termasuk utang
jangka panjang). Saldo yang diperoleh kemudian diungkapkan sebagai
pos terpisah.
• Di Inggris , Laba dan rugi pos-pos moneter dikelompokkan
menjadi modal kerja moneter dan penyesuaian utang modal. Kedua
pos tersebut ditentukan melalui perubahan harga khusus. Penyesuaian
Utang Modal menunjukkan penerimaan (atau beban) yang diperoleh
para pemegang saham yang berasal dari utang pembiayaan selama
suatu periode perubahan harga. Saldo ini ditambahkan (atau dikurangi
dari) laba operasional biaya kini untuk memperoleh saldo kekayaan
bersih setelah pajak yang disebut “laba biaya-Kini terkait Pemegang
Saham”.
• Tujuan akuntansi inflasi adalah untuk mengukur kinerja suatu
perusahaan dan memungkinkan setiap orang yang tertarik untuk
mengukur jumlah,waktu,dan kemungkinan arus kas masa depan. Suatu
perusahaan dapat mengukur penguasaannya terhadap barang dan jasa
tertentu dengan menggunakan indeks untuk mengukur keruntungan
Laba dan Rugi Modal
Akuntansi untuk biaya kini membagi laba bersih menjadi
dua kategori :
(1) Laba operasional (selisih antara pendapatan lancar
dengan biaya kini dan biaya kini sumber daya yang
dikonsumsi) dan
(2) Laba yang belum direalisasikan yang timbul dari
kepemilikan aset nonmoneter dengan nilai pengganti
yang meningkat bersamaan dengan inflasi.
• Kenaikan dalam biaya pengganti aset operasional (contohnya
proyeksi arus kas keluar yang lebih tinggi untuk mengganti
peralatan) bukanlah merupakan laba,baik terealisasi atau tidak.
Apabila laba berbasis biaya kini mengukur perkiraan kekayaan
perusahaan yang dapat digunakan,maka perubahan biaya kini
persediaan,aktiva tetap dan aktiva operasi lainnya merupakan
revaluasi terhadap ekuitas pemilik,yang menjadi bagian dari laba
yang harus disimpan oleh perusahaan untuk mempertahankan
modal fisiknya (kapasitas produktifnya).
• Aset yang dimiliki untuk tujuan spekulasi, seperti lahan kosong
atau surat berharga yang dapat dipasarkan,tidak perlu diganti
untuk mempertahankan kapasitas produktif. Dengan demikian,
jika penyesuaian biaya kini mencakup pos-pos ini,kenaikan atau
penurunan setara (nilai) biaya kininya (hingga mencapai sebesar
nilai yang dapat direalisasikan) harus dinyatakan langsung dalam
laba.
Akuntansi untuk Inflasi Asing
FAS 89, yang mendorong (dan bukan lagi mengharuskan)
perusahaan untuk memperhitungkan perubahan harga,
masih meninggalkan permasalahan yang masih belum
terselesaikan dalam dua tingkatan
1. perusahaan mungkin terus mempertahankan nilai aktiva
nonmoneter berdasarkan biaya historisnya (disajikan
ulang untuk perubahan tingkat harga umum) atau
menyajikan ulang berdasarkan ekuivalen biaya kini.
2. perusahan yang memilih untuk menyediakan data biaya
kini tambahan atas operasi luar negeri memiliki dua
metode pilihan dalam mentranslasikan dan menyajikan
ulang akun-akun luar negeri dalam dolar AS.
• Investor memerlukan laporan keuangan yang disesuaikan dengan
tingkat harga khusus dan bukan tingkat harga umum. Karena
penyesuaian tingkat harga khusus (yakni model biaya kini)
menentukan jumlah maksimum yang bisa dibayarkan oleh
perusahaan sebagai dividen (kekayaan yang dapat dibagikan)
tanpamengurangi dayaproduksinya.
• Menyajikan ulang baik akun-akun perusahaan asing dan
domestik menjadi setara harga kini akan menghasilkan informasi
yang relevan dengan keputusan. Informasi ini memberikan
kesempatan kepada investor untuk memperoleh informasi
sebanyak mungkin yang menyangkut dividen masadepan.
Menghindari Kejatuhan Ganda
(Double-Dip)
• Pada saat menyajikan ulang akun-akun luar negeri kedalam inflasi
asing, seseorang harus berhati-hati untuk menghindari apa yang
disebut sebagai kejatuhan ganda. Masalah ini muncul karena inflasi
lokal berpengaruh terhadap kurs yang digunakan dalam translasi
secara langsung.
• Penyesuaian inflasi terhadap harga pokok penjualan atau beban
depresiasi dimaksudkan untuk mengurangi besarnya laba
“sebagaimana yang dilaporkan” untuk menghindari penilaian lebih
laba bersih. Namun demikian,karena pengaruh hubungan terbalik
antara inflasi lokal dan nilai mata uang,perubahan kurs valuta asing
di antara laporan keuangan yang berurutan,yang umumnya
disebabkan oleh inflasi, menyebabkan timbulnya sebagian pengaruh
inflasi terhadap hasil operasi perusahaan “sebagaimana yang
dilaporkan”. Untuk menghindari proses penyesuaian terhadap
pengaruh inflasi sebanyak dua kali, penyesuaian inflasi harus
memperhitungkan kerugian translasi yang sudah tercermin dalam
hasil “sebagaimana yang dilaporkan” dari suatu perusahaan.
Kel. 7

Kel. 7

  • 1.
    Pelaporan Keuangan dan PerubahanHarga Ari Rahmatulloh Siti Soleha Mata Kuliah Akuntansi Internasional 05-Mei-2015
  • 2.
    Hal-Hal Terkait Inflasi Definisi Perubahan Harga Mengapa Laporan Keuangan MemilikiPotensi Untuk Menyestkan Selama Periode Perubahan Harga? Jenis-Jenis Penyesuaian Inflasi Pendekatan Terhadap Akuntansi Inflasi di Beberapa Negara
  • 3.
    Perubahan Harga Merupakan Perubahanjumlah rupiah yang dapat digunakan untuk memperoleh barang yang sama pada waktu berbeda. Pada umumnya, harga barang-barang cenderung naik sehingga diperlukan lebih banyak jumlah rupiah untuk membeli barang yang sama diwaktu kemudian.
  • 4.
    Definisi Perubahan Harga Untukmemahami istilah perubahan harga (changing prices), berikut istilah yg digunakan: Suatu perubahan harga umum Terjadi apabila secara rata-rata harga seluruh barang dan jasa dalam suatu perekonomian mengalami perubahan. Kenaikan harga secara keseluruhan disebut sebagai inflasi (inflation), sedangkan penurunan harga disebut sebagai deflasi (deflation).
  • 5.
    Makna Perubahan HargaUmum Barang A B C D E *Harga Dulu Nominal Persen *Harga Sekarang Nominal Persen *Perubahan Nominal Persen Rp 2.200 100% Rp 2.750 125% Rp 550 25% Rp 4.000 100% Rp 4.000 100% Rp 0 0% Rp 6.000 100% Rp 8.400 140% Rp 2.400 40% Rp 12.000 100% Rp 12.000 100% Rp 0 0% Rp 8.500 100% Rp 8.500 100% Rp 0 0%
  • 6.
    DefinisiPerubahanHarga Perubahan harga Khusus Timbulketika harga barang atau jasa tertentu berubah seiring naik turunnya permintaan dan penawaran. Tingkat harga yang stabil menjadi prioritas nasional bagi banyak negara di dunia. Meskipun perubahan harga terjadi diseluruh dunia, pengaruh terhadap pelaporan bisnis dan keuangan berbeda- beda dari satu negara ke negara lain.
  • 7.
    Makna Perubahan HargaKhusus Barang A B C D E *Harga Dulu Nominal Persen *Harga Sekarang Nominal Persen *Perubahan Nominal Persen Rp 2.200 100% Rp 2.750 125% Rp 550 25%  Rp 4.000 100% Rp 4.000 100% Rp 0 0% Rp 6.000 100% Rp 8.400 140% Rp 2.400 40%  Rp 12.000 100% Rp 12.000 100% Rp 0 0% Rp 8.500 100% Rp 8.500 100% Rp 0 0%
  • 8.
    LAPORAN KEUANGAN DAPATMEMILIKI POTENSI UNTUK MENYESATKAN SELAMA PERIODE PERUBAHAN HARGA Selama masa inflasi, nilai aset yang dicatat sebesar biaya perolehan jarang mencerminkan nilai terkininya (yang lebih tinggi). Nilai aset yang dikecilkan mengakibatkan dikecilkannya pengeluaran dan dibesarkannya laba. Dari sudut pandang manajemen, pengukuran yang tidak akurat ini menimbulkan penyimpangan pada : 1. proyeksi keuangan yang didasarkan pada data rangkaian waktu historis 2. anggaran yang menjadi dasar pengukuran kinerja 3. data kinerja yang gagal menahan pengaruh inflasi yang tidak terkendali
  • 9.
    Sebaliknya pendapatan yang dibesarkandapat menimbulkan : a. Kenaikan pajak yang sebanding b. Permintaan dividen lebih banyak dari pemegang saham c. Permintaan gaji dan upah yang lebih tinggi dari para pekerja d. Kebijakan yang merugikan dari pemerintah tuan rumah (seperti pengenaan pajak keuntungan yang sangat besar).
  • 10.
    Mengakui pengaruh inflasisecara eksplisit berguna dilakukan karena : • Pengaruh perubahan harga bergantung pada transaksi dan keadaan yang dihadapi suatu perusahaan. • Penanganan masalah yang ditimbulkan oleh perubahan harga bergantung pada pemahaman yang akurat atas masalah tersebut. • Pernyataan dari para manajer mengenai permasalahan yang disebabkan oleh perubahan harga lebih mudah dipercaya apabila kalangan usaha menerbitkan informasi keuangan yang membahas masalah-masalah tersebut
  • 11.
    JENIS-JENIS PENYESUAIAN INFLASI 1)Penyesuaian tingkat harga umum (daya beli konstan biaya historis).  Jumlah mata uang yang disesuaikan dengan perubahan tingkat-harga umum (daya beli) disebut mata uang tetap biaya historis.  Jumlah mata uang yang belum disesuaikan disebut mata uang nominal.
  • 12.
    Indeks Harga • Perubahantingkathargaumumbiasanyadiukurdengantingkatharga,menurutrumus DenganP = harga komoditas q = Jumlah yang di konsumsi Ex : Jika suatukeluarga beranggotakan4 orang mengeluarkan$20.000 untukmembeli sejumlah barang dan jasa di akhir tahun1(tahun pokok=awal tahun 2) dan $22.000 untukmembeli jumlah yang sama setahun kemudian (awal tahun3), maka indeks harga akhir tahun 2 adalah $22.000/$20.000, atau tingkat inflasi sebesar 10% selamatahun2. Dengan cara yang sama, jika 2 tahun kemudian(akhir tahun 3) keluarga beranggotakan ituharus mengeluarkan $23.500 untuk jumlah barang dan jasa tersebut, maka indeks tingkat harga umumnya adalah $23.500/$20.000 atau1,175 atausama dengan inflasi sebesar 17,5%sejak tahun pokok. Indeks harga ditahun pokok adalah $20.000/$20.000 atau1,000 1,100
  • 13.
    Penggunaan Indeks Harga •Angka indeks harga digunakan untuk mentranslasikan jumlah uang yang dibayarkan di periode sebelumnya menjadi ekuivalen daya beli pada akhir periode (daya beli tetap/hist0ris) . Rumus yangdipakai adalah: Dimana: GPL = indeks hargaumum c = tahun berjalan td = tanggal transaksi PPE = setaradayabeli umum
  • 14.
    Ex :Anggap kitamenghabiskan $500 diakhir tahun pokok dan$ 700 setahun kemudian. Untuk menyajikan ulang pengeluaran ini dalamsetara daya belinya di tahun 3,dengan menggunakan angka indeks harga dari contohdiatas, maka perhitungannya sebagai berikut : Tahun 3 Akhir : Pengeluaran Nominal Faktor Penyesuaian Setara Daya Beli Tahun 1 Tahun 2 $500 $700 $1,175/1,000 $1,175/1,100 $587,50 $747,43
  • 15.
    Objek Penyesuaian TingkatHarga Umum • Secara tradisonal, laba merupakan bagian dari kekayaan perusahaan yang dapat ditarik oleh perusahaan selama suatu periode akuntansi tanpa mengurangi kekayaannya hingga berada dibawah posisi awal. • Akuntansi konvesional mengukur laba sebagai jumlah maksimum yang dapat ditarik dari perusahaan tanpa mengurangi jumlahuangyang menjadi modal awalnya. • Selama inflasi, perusahaan akan mengalami perubahan kekayaan yang tidak berkaitan dengan kegiatan operasinya yg biasanya perubahan ini muncul dari aktiva atau kewajiban moneter.
  • 16.
    2. Penyesuaian BiayaKini (Current Cost Accounting • Aset tetap dinilai berdasarkan biaya kini dan bukan biaya historis. • Laba adalah jumlah sumber daya yang dapat didistribusikan oleh perusahaan di suatu periode namun tetap dapat mempertahankan kapasitas produksi atau modal fisik perusahaan. Satu cara untuk mempertahankan modal adalah dengan menyesuaikan posisi awal aset bersih perusahaan (yang menggunakan indeks harga khusus atau penentuan harga langsung) untuk mencerminkan perubahan dalam setara biaya kini dari aset selama periode berjalan.
  • 17.
    • Metode inimemandang laba sebagai jumlah sumberdaya yang dapat didistribusi selama periode tertentu, dengan mengabaikan pertimbangan pajak, dan pada saat yang sama mempertahankan kapasitas produksi atau modal fisik perusahaan.
  • 18.
    PENDEKATAN TERHADAP AKUNTANSi INFLASIDI BEBERAPA NEGARA Amerika Serikat • Pada tahun 1979, FASB menerbitkan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (Statement of Financial Accounting Standards-SFAS) No. 33 tentang ”Pelaporan Keuangan dan Perubahan Harga”, pernyataan ini mengharuskan perusahaan-perusahaan di AS yang memiliki persediaan dan aset tetap yang bernilai lebih dari $125 juta atau memiliki total aset lebih dari $1 miliar, untuk mencoba mengungkapkan baik daya beli tetap-biaya historis maupun daya beli tetap-biaya kini selama lima tahun.
  • 19.
    • FASB menerbitkanpanduan (SFAS 89) bertujuan untuk membantu perusahaan yang melaporkan pengaruh pernyataan atas harga yang berubah . • Perusahaan pelapor disarankan untuk mengungkapkan informasi berikut untuk 5 tahun terakhir : – Penjualan bersih dan pendapatan operasional lain – Laba dari operasi yang berjalan berdasarkan biaya-kini – Daya beli laba atau rugi (moneter) atas pos-pos moneter bersih – Peningkatan atau penurunan dalam biaya kini atau jumlah yang dapat dipulihkan (jumlah kas bersih yang diperkirakan akan dapat dipulihkan melalui penggunaan atau penjualan) yang lebih rendah dari persediaan atau aktiva tetap, bersih dari inflasi (perubahan tingkat harga umum). – Semua penyesuaian translasi gabungan mata uang asing, berdasarkan biya kini, yang timbul dari proses konsolidasi. Lanjutan...
  • 20.
    – Aset bersihpada akhir tahun berdasarkan biaya kini – Laba per saham (dari operasional berjalan) berdasarkan biaya-kini. – Dividen per saham dari saham biasa – Harga pasar per saham dari saham biasa di akhir tahun – Tingkat Indeks Harga Konsumen (Consumer Price Index-CPI) yang digunakan untuk mengukur laba dari operasi berjalan. Untuk meningkatkan daya banding data tersebut,informasi dapat disajikan dalam : • Rata-rata setara daya beli (atau di akhir tahun), maupun • Dollar pada periode pokok (1967) yang digunakan untuk menghitung CPI.
  • 21.
    Inggris • Komite StandarAkuntansi Inggris (Accounting Standard Commitee- ASC) menerbitkan Pernyataan Praktik Akuntansi No.16 (Statement of Standards Accounting Practice-SSAP 16), ”Akuntansi Biaya Kini” untuk masa percobaan 3 tahun pada bulan maret 1980. SSAP No.16 berbeda dengan SFAS No.33 dalam 2 aspek utama, antara lain : 1. SSAP No.16 mengadopsi hanya metode biaya kini untuk pelaporan eksternal, sedangkan SFAS No.33 mewajibkan akuntansi dolar konstan maupun biaya-kini. 2. laporan biaya kini pada SSAP No.16 di Inggris mewajibkan baik laporan laba rugi maupun neraca biaya kini, beserta catatan penjelasan, sedangkan penyesuaian inflasi SFAS No.33 hanya berfokus pada laporan laba rugi.
  • 22.
    Standar di Inggrismemberikan tiga pilihan pelaporan : 1. Menyajikan akun-akun biaya kini sebagai laporan keuangan dasar dengan dilengkapi akun-akun biaya historis 2. Menyajikan akun-akun biaya historis sebagai laporan keuangan dasar dengan akun-akun pelengkap biaya kini 3. Menyajikan akun-akun biaya kini sebagai satu-satunya akun yang dilengkapi dengan informasi biaya historis yang memadai.
  • 23.
    Dalam perlakuan labadan rugi terkait dengan pos-pos moneter SSAP 16 mewajibkan dua jenis angka, yang keduanya mencerminkan pengaruh perubahan harga khusus :  Penyesuaian modal kerja moneter (Monetary Working Capital Adjustment-MWCA), mengakui pengaruh perubahan harga khusus terhadap total jumlah modal kerja yang digunakan oleh perusahaan dalam operasi bisnis.  Penyesuaian Utang Modal, memungkinkan pengaruh perubahan harga khusus terhadap aset non moneter perusahaan (seperti depresiasi, harga pokok penjualan, dan modal kerja moneter). Penyesuaian Utang Modal menyatakan bahwa laporan laba rugi tidak memerlukan biaya penggantian tambahan aset operasi sejauh aktiva tersebut didanai melalui utang.
  • 24.
    Brasil Akuntansi inflasi yangdianjurkan di Brasil mencerminkan dua kelompok pilihan pelaporan, yaitu : • Undang-Undang Perusahaan Brasil menyajikan ulang aset permanen dan akun-akun ekuitas pemegang saham dengan menggunakan indeks harga yang diakui oleh pemerintah federal untuk mengukur devaluasi mata uang lokal . • Komisi Bursa Efek Brasil mewajibkan metode akuntansi inflasi lain untuk perusahaan- perusahaan yang sahamnya diperdagangkan di depan publik harus mengukur ulang seluruh transaksi yang terjadi dalam suatu periode dengan menggunakan mata uang fungsionalnya.
  • 25.
    Pada akhir periode,indeks tingkat harga umum yang berlaku mengonversikan unit daya beli umum ke dalam unit mata uang nominal. Juga : • Persediaan dimasukkan sebagai aset non moneter dan diukur ulang dengan menggunakan mata uang fungsional • Pos-pos moneter yang tidak dikenakan bunga dengan masa jatuh tempo yang melebihi 90 hari didiskontokan menjadi nilai kini guna mengalokasikan laba dan rugi inflasi yang terjadi ke dalam periode akuntansi yang memadai • Penyesuaian neraca direklasifikasikan juga ke dalam pos- pos terkait dalam laporan laba rugi.
  • 26.
    BADAN STANDAR AKUNTANSIINTERNASIONAL /IASB • Secara khusus, laporan keuangan suatu perusahaan yang menggunakan mata uang perekonomian hiperinflasi, baik didasarkan pada model penilaian biaya historis atau biaya kini, harus disajikan ulang sesuai dengan daya beli tetap per tanggal neraca. • Laba atau rugi daya beli yang terkait dengan posisi kewajiban atau aset moneter bersih dimasukan ke dalam laba bersih.
  • 27.
    Perusahaan yang melakukanpelaporan juga harus mengungkapkan: 1. Fakta bahwa penyajian ulang untuk perubahan dalam daya beli unit pengukur telah dilakukan. 2. Model penilaian aset yang digunakan dalam laporan keuangan utama (yaitu penilaian biaya historis atau biaya kini). 3. Identitas dan tingkat indeks harga per tanggal neraca, beserta dengan pergerakannya selama periode pelaporan. 4. Laba atau rugi moneter bersih selama periode tersebut.
  • 28.
    Laba dan rugiInflasi • Di Amerika Serikat Laba dan rugi pos-pos moneter ditentukan dengan cara menyajikan ulang dalam dolar tetap, saldo awal dan akhir, serta transakasi dalam,seluruh aset dan kewajiban moneter (termasuk utang jangka panjang). Saldo yang diperoleh kemudian diungkapkan sebagai pos terpisah. • Di Inggris , Laba dan rugi pos-pos moneter dikelompokkan menjadi modal kerja moneter dan penyesuaian utang modal. Kedua pos tersebut ditentukan melalui perubahan harga khusus. Penyesuaian Utang Modal menunjukkan penerimaan (atau beban) yang diperoleh para pemegang saham yang berasal dari utang pembiayaan selama suatu periode perubahan harga. Saldo ini ditambahkan (atau dikurangi dari) laba operasional biaya kini untuk memperoleh saldo kekayaan bersih setelah pajak yang disebut “laba biaya-Kini terkait Pemegang Saham”. • Tujuan akuntansi inflasi adalah untuk mengukur kinerja suatu perusahaan dan memungkinkan setiap orang yang tertarik untuk mengukur jumlah,waktu,dan kemungkinan arus kas masa depan. Suatu perusahaan dapat mengukur penguasaannya terhadap barang dan jasa tertentu dengan menggunakan indeks untuk mengukur keruntungan
  • 29.
    Laba dan RugiModal Akuntansi untuk biaya kini membagi laba bersih menjadi dua kategori : (1) Laba operasional (selisih antara pendapatan lancar dengan biaya kini dan biaya kini sumber daya yang dikonsumsi) dan (2) Laba yang belum direalisasikan yang timbul dari kepemilikan aset nonmoneter dengan nilai pengganti yang meningkat bersamaan dengan inflasi.
  • 30.
    • Kenaikan dalambiaya pengganti aset operasional (contohnya proyeksi arus kas keluar yang lebih tinggi untuk mengganti peralatan) bukanlah merupakan laba,baik terealisasi atau tidak. Apabila laba berbasis biaya kini mengukur perkiraan kekayaan perusahaan yang dapat digunakan,maka perubahan biaya kini persediaan,aktiva tetap dan aktiva operasi lainnya merupakan revaluasi terhadap ekuitas pemilik,yang menjadi bagian dari laba yang harus disimpan oleh perusahaan untuk mempertahankan modal fisiknya (kapasitas produktifnya). • Aset yang dimiliki untuk tujuan spekulasi, seperti lahan kosong atau surat berharga yang dapat dipasarkan,tidak perlu diganti untuk mempertahankan kapasitas produktif. Dengan demikian, jika penyesuaian biaya kini mencakup pos-pos ini,kenaikan atau penurunan setara (nilai) biaya kininya (hingga mencapai sebesar nilai yang dapat direalisasikan) harus dinyatakan langsung dalam laba.
  • 31.
    Akuntansi untuk InflasiAsing FAS 89, yang mendorong (dan bukan lagi mengharuskan) perusahaan untuk memperhitungkan perubahan harga, masih meninggalkan permasalahan yang masih belum terselesaikan dalam dua tingkatan 1. perusahaan mungkin terus mempertahankan nilai aktiva nonmoneter berdasarkan biaya historisnya (disajikan ulang untuk perubahan tingkat harga umum) atau menyajikan ulang berdasarkan ekuivalen biaya kini. 2. perusahan yang memilih untuk menyediakan data biaya kini tambahan atas operasi luar negeri memiliki dua metode pilihan dalam mentranslasikan dan menyajikan ulang akun-akun luar negeri dalam dolar AS.
  • 32.
    • Investor memerlukanlaporan keuangan yang disesuaikan dengan tingkat harga khusus dan bukan tingkat harga umum. Karena penyesuaian tingkat harga khusus (yakni model biaya kini) menentukan jumlah maksimum yang bisa dibayarkan oleh perusahaan sebagai dividen (kekayaan yang dapat dibagikan) tanpamengurangi dayaproduksinya. • Menyajikan ulang baik akun-akun perusahaan asing dan domestik menjadi setara harga kini akan menghasilkan informasi yang relevan dengan keputusan. Informasi ini memberikan kesempatan kepada investor untuk memperoleh informasi sebanyak mungkin yang menyangkut dividen masadepan.
  • 33.
    Menghindari Kejatuhan Ganda (Double-Dip) •Pada saat menyajikan ulang akun-akun luar negeri kedalam inflasi asing, seseorang harus berhati-hati untuk menghindari apa yang disebut sebagai kejatuhan ganda. Masalah ini muncul karena inflasi lokal berpengaruh terhadap kurs yang digunakan dalam translasi secara langsung. • Penyesuaian inflasi terhadap harga pokok penjualan atau beban depresiasi dimaksudkan untuk mengurangi besarnya laba “sebagaimana yang dilaporkan” untuk menghindari penilaian lebih laba bersih. Namun demikian,karena pengaruh hubungan terbalik antara inflasi lokal dan nilai mata uang,perubahan kurs valuta asing di antara laporan keuangan yang berurutan,yang umumnya disebabkan oleh inflasi, menyebabkan timbulnya sebagian pengaruh inflasi terhadap hasil operasi perusahaan “sebagaimana yang dilaporkan”. Untuk menghindari proses penyesuaian terhadap pengaruh inflasi sebanyak dua kali, penyesuaian inflasi harus memperhitungkan kerugian translasi yang sudah tercermin dalam hasil “sebagaimana yang dilaporkan” dari suatu perusahaan.