Salah satu dari Tiga sebab Kematian Maternal :
    Perdarahan
    Infeksi
    HDK

Defenisi
        HDK adalah komplikasi kehamilan setelah
        kehamilan > 20 mg. dengan timbulnya hipertensi,
       dan Protenurin atau hipertensi yang terjadi tanpa
       ada hubungan dengan kehamilan (hipertensi
       kronis).
KRITERIA :
1)   HIPERTENSI
       Sistolis > 140mm Hg dan atau Diastolis >
      90mm Hg.
2)   PROTENURIA bila :
       a. Melebihi 0,3gr/L dalam 24 jam
       b. Melebihi 1gr / L dalam dua kali pengambilan
          urine selama 6 jam secara acak atau
       c. Pemeriksaan kuantitatip – positif dua atau
          lebih.
KLASIFIKASI
    Oleh The Committee On Terminologi of the
    American college of obstetri & ginekologi
    (1973)
Dibagi atas :
A) HDK sebagai penyakit yang berhubungan langsung
    dengan kehamilan :
              1) Preklamsia : - ringan
                               - berat
              2) Eklamsia
B) HDK sebagai penyakit yang tidak langsung
    berhubungan dengan kehamilan.
       Hipertensi Kronik
C) Pre Eklamsia / Eklamsia pada hipertensi kronis
    ( SUPER IMPOSED)
D) Transient Hipertension (Hipertensi
   Gestasionalis)
E) HDK yang tidak dapat diklasifikasikan



      PRE EKLAMPSIA

   Timbulnya gejala hipertensi dan protenuria setelah
    kehamilan > 20mg.
( kecuali pada penyakit TROPOBLAST)

      EKLAMPSIA
    Timbulnya kejang pada pre-eklampsia yang disusul
    dengan koma.
HIPERTENSI KHRONIK
Hipertensi menetap oleh sebab apapun yang ditemukan pada
umur kehamilan < 20mg atau hipertensi menetap setelah 6 mg
pasca persalinan.

SUPER IMPOSED PREKLAMPSIA
Timbulnya pre-eklampsia dan eklampsia pada hipertensia
khronis.

TRANSIENT HIPERTENSION (HIPERTENSI GESTASIONAL)

Hipertensi dalam kehamilan pada wanita dimana
tekanan darahnya normal sebelum hamil dan tidak mempunyai
gejala : - Hipertensi Kronis
        - Pre – eklampsia dan Eklampsia
dan gejala ini hilang 10 hr pasca persalinan.
ETIOLOGI :
  Tidak diketahui dengan pasti.
  PE,The Disease of Theories.

Teori-teori yang sampai sekarang dianut adalah :
 Kelainan Vasculasi plasenta
 Iskemik plasenta, radical bebas dan disfungsi endotel.
 Intolerensi immunologik antara ibu dan janin.
 Adaptasi kardiovaskuler genetik.
 Defisiensi gizi.
 Inflamasi.
FAKTOR PREDISPOSISI :
1) Primigravida,primipaternitas.
2) Hiperplasentosis, misalnya: mola hidatidosa,
   kehamilan multipel, diabetes mellitus, hidrops
   fetalis, bayi besar
3) Umur yang ekstrim
4) Riwayat keluarga pernah preeklampsia/eklampsia
5) Penyakit-penyakit ginjal dan hipertensi yang sudah
   ada sebelum hamil
6) Obesitas.
PATOFISIOLOGIS :
 Belum diketahui dengan pasti
 Proses iskemik uteroplasenter yang menyebabkan
  “vaso spasmus” arteriole / kappiler secara umum
  sehingga menimbulkan kelainan patologis pada
  organ-organ vital.
 Juga disertai :
      - Retensio Na + Air
      - Hemokonsentrasi (pergeseran air intra
        vaskulair ke interstitial).
FREKUENSI :
      3% - 10%
Frekuensi berbeda untuk setiap negara oleh faktor :
    Jumlah primigravida
    Sosial ekonomi dan
    Kriteria diagnosa.

GAMBARAN KLINIK:
Timbul tanda-tanda dalam urutan :
      - Hipertensi dan
      - Protenuria
D.D : 1) Pre eklampsia
      2) Hipertensi khronis
PENCEGAHAN
   Walaupun hasilnya masih di pertanyaan, dapat
Dilakukan :
       Istrahat Cukup dengan

            Diet : - Suplemet minyak ikan yang kaya
                     akan asam lemak tidak jenuh
                  - Anti oksidan, mis: Vitamin C, Vitamin
                     E, B karoten dll.
                  - Elemen logam berat Z,Mg, K
       Hati- hati dengan faktor resiko.
       Belum ada obat-obatan yan terbukti mencegah
        PE.
PENANGANAN
Tujuan utama penanganan PE ialah :
 Mencegah PE ringan          PE berat
            PE berat          Eklampsia
 Melahirkan janin hidup
 Melahirkan janin dengan trauma sekecil-kecilnya.


PE RINGAN
Diagnose : - Tensi > 140/90 mmHg atau < 160/110
           - Protenuria
           - Pada kehamilan > 20mg
Pencegahan
   • Antenatal teratur
   • Istirahat yang cukup
   • Diet yang sesuai
PENGOBATAN
   Bila mungkin semua PE rawat inap.

A) RAWAT JALAN
        Istirahat banyak : - baring / tidur miring
        Obat penenang : - Luminal         3 x 30mg
                          - Diazepam 3 x 2mg
        Diet : yang sempurna
        Roborantia
        Anti Hypertensi / Diureticum
           tidak boleh diberikan
        Periksa : Lab, darah, urine, fungsi hati dan ginjal.
        Periksa ulang 1 x / mg
B) RAWAT INAP Bila :
   Dua Minggu pengobatan tak ada perbaikan

   BB bertambah > 1kg/Mg selama dua minggu
    berturut.
   Dalam satu minggu rawat inap tak ada perubahan
    bahkan makin berat          dianggap menjadi
    PE berat
    Normotensi         aterm          partus
    spontan
PE BERAT
Bila di jumpai satu atau lebih tanda-tanda berikut :
a) Tensi > 160/110 mmHg
b) Protenuria 5gr / 24 jam atau kuantitatip 3 + / 4 +
c) Oligouria < 500cc /24jam.
d) Nyeri kepala frontal atau ada gangguan visus.
e) Nyeri epigastrium / muntah
f) Edema paru / cianose
g) Pertumbuhan janin intra uterima terlambat
h) Hellp sindrome : H       = Hemolisis
                     EL = Elevated Liver Enzymes
                     LP = Low Platelet counts.
PENANGANAN
 Kehamilan > 37Mg
Pengobatan Medisinalis :
1) Rawat Inap        Istirahat total (isolasi)
2) M9SO4 diberikan :
    a) Loading dose SM 4gr (10cc)           I.V. pelan-pelan (15’)
                           8gr SM           I.M. Ki & Ka.
        maintenen 4gr/4jam
    b) Loading dose SM 4gr (10cc)         I.V. pelan-pelan (15’) dan
                    SM 6gr (15cc)/500cc RL --- 24 tetes / menit.
    c) Loading dose SM 4gr (10cc)         I.V. pelan-pelan (1.5’)
          Bila dikombinasi dengan oksitosin drip ditangan yang satu,
          maka ditangan yang lain : SM 40% 12gr (30cc) / 500cc RL
          12 tetes/menit (12jam).
3)   Infuse Dextrose / RL : 2 : 1
4)   Kateter menetap
5)   4 jam setelah pengobatan Tensi > 180/120
     diberikan anti hipertensi.
     - Di Indonesia sebagai pegangan > 180mg Hg sistole
     - Nifedipine 10-20mg Po
     - Sodium nitroprusside 0,25mg/kg I.V. permenit
6)   Diuretikum bila ada indikasi :
             Edem paru
             Gagal jantung kongestip
             Edema anasarka
SYARAT PEMBERIAN MgSO4
1) Anti dotum – calcicus gluconas 10% I.V. pelan-
   pelan bila dibutuhkan.
2) Reflex patella +
3) Pernafasan > 16/menit
4) Produksi urine > 100cc / 1 jam.


Pengobatan Obstetri
Kehamilan diterminasi 4jam setelah stabilisasi :
a) Oxitocin drip + Amniotomi (pervic score > 5).
   Kala II dipercepat dengan forcep / vacum
   ekstraksi.
b) Langsung SC.
   MgSO4 dapat diberikan 24 jam post partum bila
   tak ada kontra indikasi.
II. PE BERAT
     Kehamilan < 37 mg
  a)   Pengobatan medisinalis (sama dengan terdahulu)
  b)   Betametason           maturasi paru-paru
  c)   Pengobatan obst.
            - 24 jam tak ada perubahaan         terminasi.


  IMPENDING EKLAMPSIA
  PE Berat disertai :
      Nyeri kepala hebat
      Gangguan visus
      Nyeri Epigastric
      Mual / muntah
      Kenaikan progresif tekanan darah ( sistolis > 200mmHg)
                       SC
Berarti “HALILINTAR” (Yunani)
Timbul tiba-tiba seperti halilintar tanpa di ketahui tanda-tanda
lain.
“PE Berat + Kejang-kejang diikuti koma”.

Menurut Kejadiannya :
    Eklampsia Ante Partum
    Eklampsia Intra Partum
    Eklampsia Post Partum

FREKUENSI
 Negara baru berkembang 0,3% - 0,7%
 Negara maju 0,05 -0,1%
GEJALA :
1.   Dimulai dengan tanda impending eklampsia.
2.   Terjadi kejang dalam 4(empat) tingkatan.
            Tingkat aura
            Tingkat kejang Tonik
            Tingkat kejang klonik
            Tingkat coma

Penderita pelan-pelan berangsur sadar,tapi dapat timbul
serangan baru.

Selama Serangan :
     Tekanan darah naik
       Nadi cepat
       Suhu meningkat           40c
       Komplikasi : - lidah tergigit          - Sol Plasenta
                     - gangguan pernafasan     - perdarahan otak
DIAGNOSE
    PE + kejang / koma
DD : - Epilepsi
   - Kejang karena obat anestesia
   - Kejang / coma oleh sebab lain.
               * DM
               * Meninggitis
               * Encefalitis
KOMPLIKASI :
1) Solutio plasenta                   6) Edema paru
2) Hypofibrinogenemia                 7) Nekrose hati
3) Hemolysis                          8) Hellp syndome
4) Perdarahan otak                    9) Kelainan ginjal
5) Kelainan mata (ablatio retina)     10) Komplikasi lain :
                                             - lidah tergigit
                                             - fractura
                                            - aspirasi pneumonia
                                            - D.I.C
Prognosis :
  Kematian maternal 9,8% - 25,5%
  kematian janin 42,2% - 48,9%
Dinegara maju menurun.

Sebab Utama Kematian :
 Perdarahan otak
 Decompensasi cordis (edema paru)
 Payah ginjal
 Aspirasi broncho peneumonia.

Sebab Kematian Janin :
  - hipoxia intrauterina
  - prematuritas
  - dismaturitas.
PENCEGAHAN
    Mencegah PE.Ringan            PE. Berat
            PE.Berat             PE. Eklampsia
          k/p mengakhiri kehamilan pada PE Berat.
Penanganan :
Tujuan utama : 1) menghentikan kejang
                2) mengurangi vasospasmlis
                3) meningkatkan diurese.


1)   Obat-Obatan Anti Kejang
       sama dengan PE berat
2)   Infuse Dextrose / Ringer Lactat
       ( 2 : 1 ) 2000cc / 24 jam
3)   Pertolongan yang diperlukan :
          Jalan pernapasan bebas (resursitasi)
          Menghindari lidah tergigit (ganjal)
          Pemberian O2
          Menghindari trauma
4)   Memasang kateter menetap (diurese)
5)   Antibiotika secukupnya
6)   Diuretika

     Anthipertensi             bila ada indikasi
7)   Pengobatan obstetri
       termiasi kehamilan bila sudah terjadi stabilisasi (4-8jam)
       sesudah pengobatan :
              Drip + Amniotomi
               SC.
Pada PE berat dan Eklampsia dapat timbulnya :
Hemolisis, peningkatan enzim hepar, disfungsi hepar
dan trombositopenia.


      H  : Hemolysis
      EL : Elevated Liver Enzyme
      LP : Low Platelets Count
Diagnose :
 Adanya tanda PE berat
 Lemah, nyeri kepala, mual dan muntah
 Tanda-tanda hemalisis intravaskular yaitu
  kenaikan LDH, AST dan bilirubin indirek.
 Kerusakan / disfungsi sel hepar, kelainan LDH,
  AST dan LDH.
 Trombositopenia < 150.000/ml
Klasifikasi Sindroma HELLP menurut klasifikasi
Mississippi:
 Kelas I        kadar trombosit < 50.000/ml.
                 LDH > 600 IU/ml AST atau ALT > 40 IU/ml.

 Kelas II     kadar trombosit > 50.000 -- < 100.000/ml
               LDH > 600 IU/ml, AST atau ALT > 40 IU/ml.

 Kelas III    kadar trombosit > 100.000/ml - < 150.000/ml
               LDH > 600 IU/ml, AST dan / ALT > 40 IU/ml
DD :
       1) Trombotik Angiopati
       2) Kelainan konsumtip fibrinogen
             - acute fatty liver of pregnancy
             - perdarahan berat
             - sepsis.
       3) SLE
       4) Penyakit ginjal
PENANGANAN
1. Obstetrik pada HELLP Sindrom segera terminasi
   kehamilan tanpa mempertimbangkan umur
   kehamilan.
2. Konsultasi dengan patologi klinik untuk proses
   trombositopeni.
       Biasanya segera diberikan Dexamethasone
         bila perlu double dose.
       Dapat dipertimbangkan tranfusi trombosit
         bila kadar trombosit < 50.000/ml dan
         tranfusi darah.
PROGNOSE
  Angka kematian ibu tinggi (24%) disebabkan :
 Decompensasi kronis
 Gangguan pembekuan darah
 Perdarahan otak
 Ruptur Hepar
 Kegagalan organ multiple.
7 hipertensi dalam kehamilan

7 hipertensi dalam kehamilan

  • 1.
    Salah satu dariTiga sebab Kematian Maternal :  Perdarahan  Infeksi  HDK Defenisi HDK adalah komplikasi kehamilan setelah kehamilan > 20 mg. dengan timbulnya hipertensi, dan Protenurin atau hipertensi yang terjadi tanpa ada hubungan dengan kehamilan (hipertensi kronis).
  • 2.
    KRITERIA : 1) HIPERTENSI Sistolis > 140mm Hg dan atau Diastolis > 90mm Hg. 2) PROTENURIA bila : a. Melebihi 0,3gr/L dalam 24 jam b. Melebihi 1gr / L dalam dua kali pengambilan urine selama 6 jam secara acak atau c. Pemeriksaan kuantitatip – positif dua atau lebih.
  • 3.
    KLASIFIKASI Oleh The Committee On Terminologi of the American college of obstetri & ginekologi (1973) Dibagi atas : A) HDK sebagai penyakit yang berhubungan langsung dengan kehamilan : 1) Preklamsia : - ringan - berat 2) Eklamsia B) HDK sebagai penyakit yang tidak langsung berhubungan dengan kehamilan. Hipertensi Kronik C) Pre Eklamsia / Eklamsia pada hipertensi kronis ( SUPER IMPOSED)
  • 4.
    D) Transient Hipertension(Hipertensi Gestasionalis) E) HDK yang tidak dapat diklasifikasikan PRE EKLAMPSIA Timbulnya gejala hipertensi dan protenuria setelah kehamilan > 20mg. ( kecuali pada penyakit TROPOBLAST) EKLAMPSIA Timbulnya kejang pada pre-eklampsia yang disusul dengan koma.
  • 5.
    HIPERTENSI KHRONIK Hipertensi menetapoleh sebab apapun yang ditemukan pada umur kehamilan < 20mg atau hipertensi menetap setelah 6 mg pasca persalinan. SUPER IMPOSED PREKLAMPSIA Timbulnya pre-eklampsia dan eklampsia pada hipertensia khronis. TRANSIENT HIPERTENSION (HIPERTENSI GESTASIONAL) Hipertensi dalam kehamilan pada wanita dimana tekanan darahnya normal sebelum hamil dan tidak mempunyai gejala : - Hipertensi Kronis - Pre – eklampsia dan Eklampsia dan gejala ini hilang 10 hr pasca persalinan.
  • 6.
    ETIOLOGI : Tidak diketahui dengan pasti. PE,The Disease of Theories. Teori-teori yang sampai sekarang dianut adalah :  Kelainan Vasculasi plasenta  Iskemik plasenta, radical bebas dan disfungsi endotel.  Intolerensi immunologik antara ibu dan janin.  Adaptasi kardiovaskuler genetik.  Defisiensi gizi.  Inflamasi.
  • 7.
    FAKTOR PREDISPOSISI : 1)Primigravida,primipaternitas. 2) Hiperplasentosis, misalnya: mola hidatidosa, kehamilan multipel, diabetes mellitus, hidrops fetalis, bayi besar 3) Umur yang ekstrim 4) Riwayat keluarga pernah preeklampsia/eklampsia 5) Penyakit-penyakit ginjal dan hipertensi yang sudah ada sebelum hamil 6) Obesitas.
  • 8.
    PATOFISIOLOGIS :  Belumdiketahui dengan pasti  Proses iskemik uteroplasenter yang menyebabkan “vaso spasmus” arteriole / kappiler secara umum sehingga menimbulkan kelainan patologis pada organ-organ vital.  Juga disertai : - Retensio Na + Air - Hemokonsentrasi (pergeseran air intra vaskulair ke interstitial).
  • 9.
    FREKUENSI : 3% - 10% Frekuensi berbeda untuk setiap negara oleh faktor :  Jumlah primigravida  Sosial ekonomi dan  Kriteria diagnosa. GAMBARAN KLINIK: Timbul tanda-tanda dalam urutan : - Hipertensi dan - Protenuria D.D : 1) Pre eklampsia 2) Hipertensi khronis
  • 10.
    PENCEGAHAN Walaupun hasilnya masih di pertanyaan, dapat Dilakukan :  Istrahat Cukup dengan Diet : - Suplemet minyak ikan yang kaya akan asam lemak tidak jenuh - Anti oksidan, mis: Vitamin C, Vitamin E, B karoten dll. - Elemen logam berat Z,Mg, K  Hati- hati dengan faktor resiko.  Belum ada obat-obatan yan terbukti mencegah PE.
  • 11.
    PENANGANAN Tujuan utama penangananPE ialah :  Mencegah PE ringan PE berat PE berat Eklampsia  Melahirkan janin hidup  Melahirkan janin dengan trauma sekecil-kecilnya. PE RINGAN Diagnose : - Tensi > 140/90 mmHg atau < 160/110 - Protenuria - Pada kehamilan > 20mg Pencegahan • Antenatal teratur • Istirahat yang cukup • Diet yang sesuai
  • 12.
    PENGOBATAN Bila mungkin semua PE rawat inap. A) RAWAT JALAN  Istirahat banyak : - baring / tidur miring  Obat penenang : - Luminal 3 x 30mg - Diazepam 3 x 2mg  Diet : yang sempurna  Roborantia  Anti Hypertensi / Diureticum tidak boleh diberikan  Periksa : Lab, darah, urine, fungsi hati dan ginjal.  Periksa ulang 1 x / mg
  • 13.
    B) RAWAT INAPBila :  Dua Minggu pengobatan tak ada perbaikan  BB bertambah > 1kg/Mg selama dua minggu berturut.  Dalam satu minggu rawat inap tak ada perubahan bahkan makin berat dianggap menjadi PE berat Normotensi aterm partus spontan
  • 14.
    PE BERAT Bila dijumpai satu atau lebih tanda-tanda berikut : a) Tensi > 160/110 mmHg b) Protenuria 5gr / 24 jam atau kuantitatip 3 + / 4 + c) Oligouria < 500cc /24jam. d) Nyeri kepala frontal atau ada gangguan visus. e) Nyeri epigastrium / muntah f) Edema paru / cianose g) Pertumbuhan janin intra uterima terlambat h) Hellp sindrome : H = Hemolisis EL = Elevated Liver Enzymes LP = Low Platelet counts.
  • 15.
    PENANGANAN Kehamilan >37Mg Pengobatan Medisinalis : 1) Rawat Inap Istirahat total (isolasi) 2) M9SO4 diberikan : a) Loading dose SM 4gr (10cc) I.V. pelan-pelan (15’) 8gr SM I.M. Ki & Ka. maintenen 4gr/4jam b) Loading dose SM 4gr (10cc) I.V. pelan-pelan (15’) dan SM 6gr (15cc)/500cc RL --- 24 tetes / menit. c) Loading dose SM 4gr (10cc) I.V. pelan-pelan (1.5’) Bila dikombinasi dengan oksitosin drip ditangan yang satu, maka ditangan yang lain : SM 40% 12gr (30cc) / 500cc RL 12 tetes/menit (12jam).
  • 16.
    3) Infuse Dextrose / RL : 2 : 1 4) Kateter menetap 5) 4 jam setelah pengobatan Tensi > 180/120 diberikan anti hipertensi. - Di Indonesia sebagai pegangan > 180mg Hg sistole - Nifedipine 10-20mg Po - Sodium nitroprusside 0,25mg/kg I.V. permenit 6) Diuretikum bila ada indikasi :  Edem paru  Gagal jantung kongestip  Edema anasarka
  • 17.
    SYARAT PEMBERIAN MgSO4 1)Anti dotum – calcicus gluconas 10% I.V. pelan- pelan bila dibutuhkan. 2) Reflex patella + 3) Pernafasan > 16/menit 4) Produksi urine > 100cc / 1 jam. Pengobatan Obstetri Kehamilan diterminasi 4jam setelah stabilisasi : a) Oxitocin drip + Amniotomi (pervic score > 5). Kala II dipercepat dengan forcep / vacum ekstraksi. b) Langsung SC. MgSO4 dapat diberikan 24 jam post partum bila tak ada kontra indikasi.
  • 18.
    II. PE BERAT Kehamilan < 37 mg a) Pengobatan medisinalis (sama dengan terdahulu) b) Betametason maturasi paru-paru c) Pengobatan obst. - 24 jam tak ada perubahaan terminasi. IMPENDING EKLAMPSIA PE Berat disertai :  Nyeri kepala hebat  Gangguan visus  Nyeri Epigastric  Mual / muntah  Kenaikan progresif tekanan darah ( sistolis > 200mmHg) SC
  • 19.
    Berarti “HALILINTAR” (Yunani) Timbultiba-tiba seperti halilintar tanpa di ketahui tanda-tanda lain. “PE Berat + Kejang-kejang diikuti koma”. Menurut Kejadiannya :  Eklampsia Ante Partum  Eklampsia Intra Partum  Eklampsia Post Partum FREKUENSI  Negara baru berkembang 0,3% - 0,7%  Negara maju 0,05 -0,1%
  • 20.
    GEJALA : 1. Dimulai dengan tanda impending eklampsia. 2. Terjadi kejang dalam 4(empat) tingkatan.  Tingkat aura  Tingkat kejang Tonik  Tingkat kejang klonik  Tingkat coma Penderita pelan-pelan berangsur sadar,tapi dapat timbul serangan baru. Selama Serangan :  Tekanan darah naik  Nadi cepat  Suhu meningkat 40c  Komplikasi : - lidah tergigit - Sol Plasenta - gangguan pernafasan - perdarahan otak
  • 21.
    DIAGNOSE PE + kejang / koma DD : - Epilepsi - Kejang karena obat anestesia - Kejang / coma oleh sebab lain. * DM * Meninggitis * Encefalitis KOMPLIKASI : 1) Solutio plasenta 6) Edema paru 2) Hypofibrinogenemia 7) Nekrose hati 3) Hemolysis 8) Hellp syndome 4) Perdarahan otak 9) Kelainan ginjal 5) Kelainan mata (ablatio retina) 10) Komplikasi lain : - lidah tergigit - fractura - aspirasi pneumonia - D.I.C
  • 22.
    Prognosis : Kematian maternal 9,8% - 25,5% kematian janin 42,2% - 48,9% Dinegara maju menurun. Sebab Utama Kematian :  Perdarahan otak  Decompensasi cordis (edema paru)  Payah ginjal  Aspirasi broncho peneumonia. Sebab Kematian Janin : - hipoxia intrauterina - prematuritas - dismaturitas.
  • 23.
    PENCEGAHAN Mencegah PE.Ringan PE. Berat PE.Berat PE. Eklampsia k/p mengakhiri kehamilan pada PE Berat. Penanganan : Tujuan utama : 1) menghentikan kejang 2) mengurangi vasospasmlis 3) meningkatkan diurese. 1) Obat-Obatan Anti Kejang sama dengan PE berat 2) Infuse Dextrose / Ringer Lactat ( 2 : 1 ) 2000cc / 24 jam
  • 24.
    3) Pertolongan yang diperlukan :  Jalan pernapasan bebas (resursitasi)  Menghindari lidah tergigit (ganjal)  Pemberian O2  Menghindari trauma 4) Memasang kateter menetap (diurese) 5) Antibiotika secukupnya 6) Diuretika Anthipertensi bila ada indikasi 7) Pengobatan obstetri termiasi kehamilan bila sudah terjadi stabilisasi (4-8jam) sesudah pengobatan : Drip + Amniotomi SC.
  • 25.
    Pada PE beratdan Eklampsia dapat timbulnya : Hemolisis, peningkatan enzim hepar, disfungsi hepar dan trombositopenia. H : Hemolysis EL : Elevated Liver Enzyme LP : Low Platelets Count
  • 26.
    Diagnose :  Adanyatanda PE berat  Lemah, nyeri kepala, mual dan muntah  Tanda-tanda hemalisis intravaskular yaitu kenaikan LDH, AST dan bilirubin indirek.  Kerusakan / disfungsi sel hepar, kelainan LDH, AST dan LDH.  Trombositopenia < 150.000/ml
  • 27.
    Klasifikasi Sindroma HELLPmenurut klasifikasi Mississippi:  Kelas I kadar trombosit < 50.000/ml. LDH > 600 IU/ml AST atau ALT > 40 IU/ml.  Kelas II kadar trombosit > 50.000 -- < 100.000/ml LDH > 600 IU/ml, AST atau ALT > 40 IU/ml.  Kelas III kadar trombosit > 100.000/ml - < 150.000/ml LDH > 600 IU/ml, AST dan / ALT > 40 IU/ml
  • 28.
    DD : 1) Trombotik Angiopati 2) Kelainan konsumtip fibrinogen - acute fatty liver of pregnancy - perdarahan berat - sepsis. 3) SLE 4) Penyakit ginjal
  • 29.
    PENANGANAN 1. Obstetrik padaHELLP Sindrom segera terminasi kehamilan tanpa mempertimbangkan umur kehamilan. 2. Konsultasi dengan patologi klinik untuk proses trombositopeni.  Biasanya segera diberikan Dexamethasone bila perlu double dose.  Dapat dipertimbangkan tranfusi trombosit bila kadar trombosit < 50.000/ml dan tranfusi darah.
  • 30.
    PROGNOSE Angkakematian ibu tinggi (24%) disebabkan :  Decompensasi kronis  Gangguan pembekuan darah  Perdarahan otak  Ruptur Hepar  Kegagalan organ multiple.