Penggunaan
Arsip
WAWAN GUSNIAWAN,
AMD. KOM
A. Pengertian Penggunaan Arsip
Penggunaan Arsip adalah keluarnya
arsip dari tempat penyimpanan karena
diperlukan oleh seseorang untuk
kepentingan tertentu, sesuai maksud
dan tujuan penciptaanya.
Untuk mengetahui penggunaan atau
pemakaian arsip, perlu dilakukan
penilaian arsip sesuai jenis arsip agar
dapat ditentukan berapa lama suatu
Menurut Pendapat Para Ahli
NEXT ----------
>>>>>>>>>>>>
Betty R. Rick
• Menurut Betty R. Rick (1992),
penilaian arsip adalah suatu
pengujian terhadap sekelompok
data melalui daftar arsip untuk
menentukan nilai guna setiap seri
arsip organisasi.
F. Gerald Ham
• Menurut F. Gerald Ham (1993), penilaian
arsip adalah suatu proses yang dilakukan
oleh arsiparis untuk mengevaluasi
seberapa jauh arsip tersebut dapat
memberikan sumbangan untuk kebijakan
perusahaan.
A N R I
• Menurut Keputusan Kepala ANRI
(Arsip Nasional Republik
Indonesia) No. 07 tahun 2001
tentang penilaian Arsip bagi
instansi Pemerintah Badan
Usaha dan Swasta, penilaian
arsip adalah proses menentukan
jangka simpan yang terakhir
dilihat dari aspek, fungsi, dan
Kriteria Penilaian A L F R E D
• a) Administrative Value (Nilai Administrasi)
• b) Legal Value (Nilai Hukum)
• c) Financial Value (Nilai Uang)
• d) Research Value (Nilai Penelitian)
• e) Education Value (Nilai Pendidikan)
• f) Documentary Value (Nilai Dokumentasi)
Nilai ALFRED berkisar antara 0-100%
a) Arsip vital (90-100%).
Arsip ini sangat penting bagi kehidupan organisasi bisnis dan
tidak dapat digantikan kembali jika dimusnahkan. Arsip ini tidak
boleh dipindahkan atau dimusnahkan sehingga perlu disimpan
abadi selamanya.
b) Arsip penting (50-89%).
Arsip ini melengkapi bisnis rutin dan dapat diganti dengan biaya
yang tinggi dan lama. Arsip ini disimpan dalam file aktif selama
Lanjutan . . .
c) Arsip berguna (10-49%).
Arsip ini berguna sementara dan dapat diganti dengan biaya
rendah. Arsip ini disimpan dalam file aktif selama dua tahun dan
file inaktif selama 10 tahun. Contoh arsip berguna adalah surat
pemesanan.
d) Arsip tidak berguna (0-10%).
Arsip ini dapat dimusnahkan sesudah dipakai sementara. Arsip
ini paling lama disimpan selama tiga bulan di file aktif. Contoh
Penemuan Arsip (Finding, Retrieval)
Penyimpanan arsip yang efektif
artinya arsip dapat ditemukan
dengan cepat dan tepat sewaktu-
waktu pada saat diperlukan. Dengan
adanya penyimpanan yang baik,
pemanfaatan arsip semakin besar.
Pemanfaatan arsip ini juga dapat
mengukur seberapa tinggi
penggunaan suatu arsip. Arsip yang
tingkat penggunaan/pemanfaatannya
Kecepatan dan ketepatan penemuan arsip sangat
berkaitan dengan beberpa hal, diantaranya:
• 1. Kejelasan materi yang
diminta,
• 2. Ketepan klasifikasi yang
dipakai,
• 3. Ketepatan dan kemantapan
sistem indeks, serta
• 4. Tersedianya tenaga yang
memiliki pengetahuan dan
keterampilan yang memadai.
Faktor Penyebab Ketidakefektifan Teknik
Penyimpanan Arsip
• 1. Pemberian kata tangkap, indeks, dan klasifikasi yang kurang
tepat.
• 2. Prosedur penyimpanan tidak efektif dan tifak sesuai dengan
sistem penyimpanan arsip.
• 3. Proses peminjaman kurang diimplementasikan.
• 4. Adanya penumpukan arsip dalam satu map.
B. Kegiatan-kegiatan Penggunaan Arsip
1. Peminjam arsip diharuskan mengisi lembar/formulir
peminjaman arsip yang berisi beberapa informasi,seperti:
nama peminjam
nomor dan jenis arsip yang dipinjam, serta
pengesahan dari petugas yang bertanggung jawab terhadap
penyimpanan arsip.
2. Petugas arsil memeriksa berkas peringatan pada unit
kearsipan setiap saat agar arsip dikembalikan tepat waktu
3. Petugas arsip harus memeriksa dokumen yang dikembalikan,
apakah masih baik atau rusak, lewat jatuh tempo atau tidak. Jika
Lanjutan . . .
4. Menempatkan kembali arsip pada tempat penyimpanan
semula dan mencabut outslip dari folder.
5. Adanya pengawasan terhadap surat yang dipinjam dan
dikembalikan.
Lembar peminjaman arsip (outslip)
Lembar peminjaman arsip
(outslip) adalah
lembaran/formulir yang
digunakan untuk mencatat
setiap peminjam arsip.
Kegunaan Lembar Pinjam Arsip
• 1. Sebagai bahan bukti adanya peminjaman arsip
• 2. Sebagai pengingat mengenai identitas peminjam dan batas
waktu pengembalian arsip yang dipinjam.
• 3. Sebagai penanda arsip yang sedang dipinjam.
• 4. Mencegah terjadinya kehilangan arsip karena arsip yang
tidak dikembalikan.
• 5. Sebagai dasar untuk melakukan penilaian suatu arsip.
Lembar pinjam arsip dibuat
sebanyak tiga rangkap. Tiap lembar
arsip memiliki warna yang berbeda,
yaitu putih, hijau, dan biru.
1. Lembar pinjam arsip satu memiliki warna putih.
Lembar ini ditempatkan pada tempat penyimpan
arsip yang dipinjam. Lembar ini berfungsi untuk
menandai bahwa salah satu arsip sedang
dipinjam.
2. Lembar pinjam arsip dua memiliki warna hijau.
Lembar ini berfungsi sebagai bukti peminjaman.
3. Lembar pinjam arsip tiga memiliki warna biru.
C. Prosedur Penggunaan Arsip
Prosedur peminjaman arsip memiliki beberapa tahapan, yaitu . . . .
1. Mengisi buku tamu/pengunjung
2. Menitipkan barang bawaan di tempat penyimpanan barang yang sudah
disediakan.
3. Setiap peminjam arsip mengajukan permohonan, baik secara tertulis maupun
lisan, kepada unit peminjaman arsip dan menyerahkan identitas diri.
4. Setelah mendapat persetujuan dari unit yang terkait, pihak peminjam
menghubungi arsiparis yang berwenang mengelola arsip.
5. Tentukan waktu perencaan untuk menyimpan dan mengembalikan arsip yang
dipinjam.
6. Arsiparis mencari arsip yang dibutuhkan dan menyerahkan arsip kepada
peminjam di bawah pengawasan petugas.
3.8. penggunaan arsip

3.8. penggunaan arsip

  • 1.
  • 2.
    A. Pengertian PenggunaanArsip Penggunaan Arsip adalah keluarnya arsip dari tempat penyimpanan karena diperlukan oleh seseorang untuk kepentingan tertentu, sesuai maksud dan tujuan penciptaanya. Untuk mengetahui penggunaan atau pemakaian arsip, perlu dilakukan penilaian arsip sesuai jenis arsip agar dapat ditentukan berapa lama suatu
  • 3.
    Menurut Pendapat ParaAhli NEXT ---------- >>>>>>>>>>>>
  • 4.
    Betty R. Rick •Menurut Betty R. Rick (1992), penilaian arsip adalah suatu pengujian terhadap sekelompok data melalui daftar arsip untuk menentukan nilai guna setiap seri arsip organisasi.
  • 5.
    F. Gerald Ham •Menurut F. Gerald Ham (1993), penilaian arsip adalah suatu proses yang dilakukan oleh arsiparis untuk mengevaluasi seberapa jauh arsip tersebut dapat memberikan sumbangan untuk kebijakan perusahaan.
  • 6.
    A N RI • Menurut Keputusan Kepala ANRI (Arsip Nasional Republik Indonesia) No. 07 tahun 2001 tentang penilaian Arsip bagi instansi Pemerintah Badan Usaha dan Swasta, penilaian arsip adalah proses menentukan jangka simpan yang terakhir dilihat dari aspek, fungsi, dan
  • 7.
    Kriteria Penilaian AL F R E D • a) Administrative Value (Nilai Administrasi) • b) Legal Value (Nilai Hukum) • c) Financial Value (Nilai Uang) • d) Research Value (Nilai Penelitian) • e) Education Value (Nilai Pendidikan) • f) Documentary Value (Nilai Dokumentasi)
  • 8.
    Nilai ALFRED berkisarantara 0-100% a) Arsip vital (90-100%). Arsip ini sangat penting bagi kehidupan organisasi bisnis dan tidak dapat digantikan kembali jika dimusnahkan. Arsip ini tidak boleh dipindahkan atau dimusnahkan sehingga perlu disimpan abadi selamanya. b) Arsip penting (50-89%). Arsip ini melengkapi bisnis rutin dan dapat diganti dengan biaya yang tinggi dan lama. Arsip ini disimpan dalam file aktif selama
  • 9.
    Lanjutan . .. c) Arsip berguna (10-49%). Arsip ini berguna sementara dan dapat diganti dengan biaya rendah. Arsip ini disimpan dalam file aktif selama dua tahun dan file inaktif selama 10 tahun. Contoh arsip berguna adalah surat pemesanan. d) Arsip tidak berguna (0-10%). Arsip ini dapat dimusnahkan sesudah dipakai sementara. Arsip ini paling lama disimpan selama tiga bulan di file aktif. Contoh
  • 10.
    Penemuan Arsip (Finding,Retrieval) Penyimpanan arsip yang efektif artinya arsip dapat ditemukan dengan cepat dan tepat sewaktu- waktu pada saat diperlukan. Dengan adanya penyimpanan yang baik, pemanfaatan arsip semakin besar. Pemanfaatan arsip ini juga dapat mengukur seberapa tinggi penggunaan suatu arsip. Arsip yang tingkat penggunaan/pemanfaatannya
  • 11.
    Kecepatan dan ketepatanpenemuan arsip sangat berkaitan dengan beberpa hal, diantaranya: • 1. Kejelasan materi yang diminta, • 2. Ketepan klasifikasi yang dipakai, • 3. Ketepatan dan kemantapan sistem indeks, serta • 4. Tersedianya tenaga yang memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai.
  • 12.
    Faktor Penyebab KetidakefektifanTeknik Penyimpanan Arsip • 1. Pemberian kata tangkap, indeks, dan klasifikasi yang kurang tepat. • 2. Prosedur penyimpanan tidak efektif dan tifak sesuai dengan sistem penyimpanan arsip. • 3. Proses peminjaman kurang diimplementasikan. • 4. Adanya penumpukan arsip dalam satu map.
  • 13.
    B. Kegiatan-kegiatan PenggunaanArsip 1. Peminjam arsip diharuskan mengisi lembar/formulir peminjaman arsip yang berisi beberapa informasi,seperti: nama peminjam nomor dan jenis arsip yang dipinjam, serta pengesahan dari petugas yang bertanggung jawab terhadap penyimpanan arsip. 2. Petugas arsil memeriksa berkas peringatan pada unit kearsipan setiap saat agar arsip dikembalikan tepat waktu 3. Petugas arsip harus memeriksa dokumen yang dikembalikan, apakah masih baik atau rusak, lewat jatuh tempo atau tidak. Jika
  • 14.
    Lanjutan . .. 4. Menempatkan kembali arsip pada tempat penyimpanan semula dan mencabut outslip dari folder. 5. Adanya pengawasan terhadap surat yang dipinjam dan dikembalikan.
  • 15.
    Lembar peminjaman arsip(outslip) Lembar peminjaman arsip (outslip) adalah lembaran/formulir yang digunakan untuk mencatat setiap peminjam arsip.
  • 16.
    Kegunaan Lembar PinjamArsip • 1. Sebagai bahan bukti adanya peminjaman arsip • 2. Sebagai pengingat mengenai identitas peminjam dan batas waktu pengembalian arsip yang dipinjam. • 3. Sebagai penanda arsip yang sedang dipinjam. • 4. Mencegah terjadinya kehilangan arsip karena arsip yang tidak dikembalikan. • 5. Sebagai dasar untuk melakukan penilaian suatu arsip.
  • 17.
    Lembar pinjam arsipdibuat sebanyak tiga rangkap. Tiap lembar arsip memiliki warna yang berbeda, yaitu putih, hijau, dan biru. 1. Lembar pinjam arsip satu memiliki warna putih. Lembar ini ditempatkan pada tempat penyimpan arsip yang dipinjam. Lembar ini berfungsi untuk menandai bahwa salah satu arsip sedang dipinjam. 2. Lembar pinjam arsip dua memiliki warna hijau. Lembar ini berfungsi sebagai bukti peminjaman. 3. Lembar pinjam arsip tiga memiliki warna biru.
  • 18.
    C. Prosedur PenggunaanArsip Prosedur peminjaman arsip memiliki beberapa tahapan, yaitu . . . . 1. Mengisi buku tamu/pengunjung 2. Menitipkan barang bawaan di tempat penyimpanan barang yang sudah disediakan. 3. Setiap peminjam arsip mengajukan permohonan, baik secara tertulis maupun lisan, kepada unit peminjaman arsip dan menyerahkan identitas diri. 4. Setelah mendapat persetujuan dari unit yang terkait, pihak peminjam menghubungi arsiparis yang berwenang mengelola arsip. 5. Tentukan waktu perencaan untuk menyimpan dan mengembalikan arsip yang dipinjam. 6. Arsiparis mencari arsip yang dibutuhkan dan menyerahkan arsip kepada peminjam di bawah pengawasan petugas.