RANCANGAN ACAK LENGKAP

6,790 views

Published on

Membandingkan Pertumbuhan Kacang Hijau pada Media Taman yang Berbeda

1 Comment
1 Like
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total views
6,790
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
233
Comments
1
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

RANCANGAN ACAK LENGKAP

  1. 1. BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kacang hijau adalah kacang-kacangan yang memiliki banyak manfaat untuk kehidupan manusia. Kacang hijau mengandung vitamin, mineral alami, dan zat gizi serta kalori yang sangat rendah yang baik untuk kesehatan, misalnya kandungan fosfornya yang baik untuk pertumbuhan tulang, mengobati penyakit kelebihan gula darah (diabetes), mampu menjagai kesehatan jantung dan sebagai sumber energi untuk tubuh kita. Kacang hijau pun bisa dinikmati menjadi bubur dan kolak. Dalam praktikum ini untuk mengetahui pengaruh perlakuan yaitu media tanam terhadap pertumbuhan tinggi kacang hijau. Pengaruh perlakuan tersebut, dapat diketahui dengan melakukan analisis varians. Hasil dari analisis varians dapat menunjukkan bahwa pengaruh setiap perlakuan sama (pertumbuhan tidak dipengaruhi perlakuan) ataupun berbeda (perlakuan mempengaruhi pertumbuhan). Percobaan ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). RAL adalah rancangan yang paling sederhana diantara rancangan rancangan percobaan yang baku. RAL biasanya digunakan untuk percobaan yang dilakukan di laboratorium, ruang kultur jaringan dan rumah kaca atau dalam percobaan percobaan tertentu yang memiliki kondisi lingkungan relatif homogen. RAL dibedakan menjadi 2 model yaitu model tetap dan model acak. Kedua model RAL tersebut memiliki langkah-langkah penyelesaian yang cukup panjang mulai dari menentukan model, asumsi, pengujian hipotesis, perhitungan, membuat tabel analisis varians, dan menarik kesimpulan. Dengan rancangan acak lengkap ini nantinya akan di dapatkan sebuah hasil yang memberikan sebuah gambaran mengenai hasil dari pada perlakuan media tanam (kapas,kertas dan tisu) pada tanaman kacang hijau yang telah di beri perlakuan. 1.2 Permasalahan Dalam praktikum ini, permasalahan yang muncul sebagai acuan untuk analisis adalah sebagai berikut; 1
  2. 2. 1. Bagaimana karakteristik dari data pertumbuhan kacang hijau pada media kapas, kertas dan tissu ? 2. Bagaimana uji homogenitas dari data pertumbuhan kacang hijau pada media kapas, kertas dan tissu ? 3. Bagaimana hasil perbandingan dari data pertumbuhan kacang hijau pada media kapas, kertas dan tissu ? 4. 1.3 Bagaimana hasil pemeriksaan asumsi IIDN?. Tujuan Perumusan masalah di atas menghasilkan tujuan yang akan dicapai dalam kegiatan praktikum ini, yaitu sebagai berikut; 1. Mengetahui karakteristik dari data pertumbuhan kacang hijau pada media kapas, kertas dan tissu. 2. Mengetahui uji homogenitas dari data pertumbuhan kacang hijau pada media kapas, kertas dan tissu. 3. Mengetahui hasil perbandingan dari data pertumbuhan kacang hijau pada media kapas, kertas dan tissu. 4. 1.4 Mengetahui hasil pemeriksaan asumsi IIDN. Manfaat Dari kegiatan praktikum ini, manfaat yang dapat diambil adalah sebagai berikut, 1. Mampu memahai penggunaan dari percobaan acak lengkap. 2. Mampu menganalisa data yang di dapat dari percobaan acak lengkap. 3. Mampu memahami konsep dasar mengenai Rancangan Acak Lengkap. 1.5 Batasan Masalah Pada praktikum ini dilakukan percobaan penanaman kacang hijau sebanyak 20 butir dan di pilih 10 kacang hijau secara acak yang akan di amati pertumbuhannya pada media yang digunakan yaitu kapas, tissu, dan kertas. 2
  3. 3. BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Statistika Deskriptif Statistika deskriptif adalah metode-metode yang berkaitan dengan pengumpulan dan penyajian suatu gugus data sehingga memberikan informasi yang berguna tanpa menarik inferensia atau kesimpulan. (Walpole, 1995) 2.2 Rancangan Acak Lengkap Rancangan acak lengkap (RAL) adalah jenis rancangan percobaan yang paling sederhana dan paling mudah jika dibandingkan dengan jenis rancangan percobaan yang lain. RAL hanya bisa dilakukan pada percobaan dengan jumlah perlakuan yang terbatas dan satuan percobaan harus benar-benar homogen atau faktor luar yang dapat mempengaruhi percobaan harus dapat dikontrol (Mukmin, 2011). 2.3 Struktur Data Rancangan Acak Lengkap Struktur data pengamatan untuk RAL yang terdiri dari t perlakuan dan r ulangan disajikan sebagai berikut, Tabel 2.1 Struktur Data RAL Perlakuan 1 2 Y11 Y21 Y12 Y22 …t …Yt1 …Yt2 Total … Total Nilai Tengah (Rata-rata) (Gaspersz, 1995) 2.4 Y1r Y1. Y2r Y2. y1. y 2. Ytr …Yt. … yt. Y.. y .. Model Linier Dan Analisis Ragam Rancangan Acak Lengkap Analisis ragam untuk rancangan acak lengkap dapat dipostulatkan di bawah dua model yang berbeda yaitu model tetap (fixed model) dan model acak (random model) (Gaspersz, 1995). a. Model Tetap (Fixed Model) Dalam model ini pengaruh perlakuan bersifat tetap dan galat percobaan εij bebas, menyebar secara normal dengan nilai tengah sama dengan nol dan 3
  4. 4. ragam σ 2 . Keadaan ini menggambarkan bahwa dalam model ini, peneliti hanya dapat mengambil kesimpulan yang berhubungan dengan perlakuan yang telah ditetapkan. Model tetap dibedakan menjadi 2 yaitu model tetap ulangan sama dan model tetap ulangan tidak sama. Langkah-langkah pengujian rangkaian acak lengkap baik dengan model tetap ulangan sama maupun model tetap ulangan tidak sama adalah sebagai berikut: 1. Membuat Model Rancangan acak lengkap model tetap memiliki bentuk model sebagai berikut: Tabel 2.2 RAL dengan Model Tetap Model Tetap Ulangan Sama Bentuk Model y ij = µ + τ i + ε ij untuk i = 1,2,…,t dan j = 1,2, …,r Ulangan Tidak y ij = µ + τ i + ε ij untuk i = 1,2,…,t dan j = 1,2, Sama …,ri 2. Menetapkan Asumsi Asumsi yang dibutuhkan untuk analisis rancangan acak lengkap model tetap adalah ∈ (τ i ) =0 dan var ( ∈ )= σ 2 untuk semua ij serta ij IIDN( 0, σ 2 ). 3. Membuat Hipotesis Hipotesis yang akan diuji melalui model analisis rancangan acak lengkap dengan model tetap adalah H0 : τ 1 = τ 2 = ... = τ i = 0 (perlakuan tidak berpengauh terhadap respon yang di amati) H1 : Minimal ada satu τi 0 (i = 1,2,…,t) 4. Melakukan Perhitungan Perhitungan rancangan acak lengkap dengan model tetap. 5. Menentukan nilai F tabel Nilai F tabel dapat dilihat pada tabel distribusi f dengan db perlakuan sebagai v1 dan db galat sebagai v2 pada taraf nyata 5% . 4
  5. 5. 6. Menyusun tabel Analisis Ragam (ANOVA) Didalam langakh-langkah sebelumnya telah dilakukan perhitungan. Setelah perhitungan selesai maka langkah berikutnya adalah memasukkan hasilhasil tersebut ke dalam table ANOVA, seperti di bawah ini. Tabel 2.3 Tabel ANOVA Sumber F Tabel Keragama Db JK KT n Perlakuan Galat Total T-1 T(r-1) Tr-1 JKP JKG JKT KTP KTG - F Hitung 5% KTP/KTG - - 7. Melihat Kaidah Keputusan Kaidah keputusan pengujian rancangan acak lengkap adalah sebagai berikut a. Jika F hitung > F tabel pada taraf 5%, maka perbedaan diantara nilai tengah perlakuan dikatakan sangat nyata (Tolak H0). b. Jika F hitung < F tabel pada taraf 5%, maka perbedaan diantara nilai tengah perlakuan dikatakan tidak nyata (Gagal Tolak H0). 8. Kesimpulan (Gaspersz,1995). b. Model Acak Rancangan acak lengkap model acak digunakan apabila perlakuannya diambil secara acak dari populasi perlakuan yang ada. (Setiawan, 2011) Langkah-langkah pengujian rangkaian acak lengkap baik dengan model acak ulangan sama maupun model acak ulangan tidak sama adalah sebagai berikut. 1. Membuat Model Rancangan acak lengkap model acak memiliki bentuk model sebagai berikut Tabel 2.4 RAL dengan Model Acak Model Acak Ulangan Sama Bentuk Model i = 1,2,…,t dan y ij = µ + τ i + ε ij untuk 5
  6. 6. j = 1,2,…,r Ulangan y ij = µ + τ i + ε ij untuk Tidak Sama i = 1,2,…,t dan j = 1,2,…,ri 2. Menetapkan Asumsi Asumsi yang dibutuhkan untuk analisis rancangan acak lengkap model acak adalah dan var (τ i ) = σ r2 , var ( )= σ 2 untuk semua ij serta IIDN( 0, σ 2 ) . 3. Membuat Hipotesis Hipotesis yang akan diuji melalui model analisis rancangan acak lengkap dengan model acak adalah H0 : σ r2 = 0 H1 : σ r2 > 0 4. Melakukan Perhitungan Perhitungan rancangan acak lengkap dengan model acak. 5. Menentukan nilai F tabel Nilai F tabel dapat dilihat pada tabel distribusi f dengan db perlakuan sebagai v1 dan db galat sebagai v2 pada taraf 5% . 6. Menyusun tabel Analisis Ragam Dari perhitngan yang telah dilakukan maka hasil tersebut di buat dalam bentuk tabel ANOVA, seperti berikut: Tabel 2.5 Tabel ANOVA Sumber F Tabel Keragama dB JK KT n Perlakuan Galat Total T-1 T(r-1) Tr-1 JKP JKG JKT KTP KTG - F Hitung 5% KTP/KTG - - 7. Melihat Kaidah keputusan 6
  7. 7. Kaidah keputusan pengujian rancangan acak lengkap adalah sebagai berikut. a. Jika F hitung > F tabel pada taraf 5%, maka perbedaan diantara nilai tengah perlakuan dikatakan sangat nyata (Tolak H0). b. Jika F hitung < F tabel pada taraf 5%, maka perbedaan diantara nilai tengah perlakuan dikatakan tidak nyata (Gagal Tolak H0). 8. Menarik Kesimpulan (Gaspersz, 1995) 2.5 Uji Homogenitas Salah satu asumsi dalam uji nyata adalah E( (ε ij ) = σ . Untuk mengetahui 2 2 apakah asumsi ini terpenuhi, maka data percobaan dapat diuji apakah mempunyai ragam yang homogen. Hipotesis yang akan diuji adalah H0 : H1 : Minimal ada satu perlakuan yang ragamnya tidak sama dengan yang lain Statistik uji yang digunakan adalah {[∑ (r − 1) log s − ∑ (r − 1) log s ]} x 2 = 2.3026 2 i i 2 1 i (2.1) Statistik ini akan menyebar mengikuti sebaran khi-kuadrat dengan derajat bebas v = t-1. Dengan demikian jika x2 lebih besar daripada 2 xα (t − ) 1 maka H0 ditolak (Gaspersz, 1995). 2.6 Uji Asumsi IIDN (Identik, Independen, Distribusi Normal) Uji asumsi IIDN (Identik, Independen, Distribusi Normal) merupakan uji yang harus dilakukan apakan data yang digunakan memenuhi ketiga asumsi tersebut dalam melakukan pengujian. a. Uji Residual Identik Uji residual memenuhi asumsi identik identik. dilakukan Suatu data untuk melihat dikatakan apakah identik residual apabila plot 7
  8. 8. residualnya menyebar secara acak dan tidak membentuk suatu pola tertentu. Nilai variansnya rata-rata sama antara varians satu dengan yang lainnya. b. Uji Residual Independen Uji residual independen dilakukan untuk melihat apakah residual memenuhi asumsi independen. Suatu data dikatakan independen apabila plot residualnya menyebar secara acak dan tidak membentuk suatu pola tertentu. c. Uji Residual Berdistribusi Normal Uji residual distribusi normal dilakukan untuk melihat apakah residual memenuhi asumsi berdistribusi normal, apabila plot residualnya cenderung mendekati garis lurus (garis linier) dengan melihat nilai P-Value. Jadi suatu data dapat dikatakan baik apabila data tersebut memenuhi semua asumsi IIDN (Identik, Independen, Distribusi Normal). (Gaspersz, 1995). 2.7 Kacang Hijau Kacang hijau merupakan sumber protein alami yang sangat baik untuk tubuh. Kacang hijau memiliki kandungan kalori yang sangat rendah, yaitu (31kkal/100mg) dan tidak mengandung lemak jenuh yang tidak baik untuk kesehatan kita. Kacang hijau juga kaya akan vitamin, mineral alami, dan zat gizi yang baik untuk tubuh kita. Berikut adalah beberapa manfaat kacang hijau yang sangat baik untuk kesehatan tubuh kita : 1. Kaya akan fosfor yang baik untuk pertumbuhan tulang. 2. Dapat meningkatkan kecerdasan seorang bayi. 3. Mencegah penyakit mematikan seperti kanker payudara. 4. Mengobati penyakit kelebihan gula darah (diabetes). 5. Kaya akan protein alami yang baik untuk kesehatan. 6. Mampu menjagai kesehatan jantung. 7. Meningkatkan nafsu makan. 8. Memaksimalkan kerja syaraf. 9. Sebagai sumber energi untuk tubuh kita. 10. Membantu memperlambat penuaan secara dini. 8
  9. 9. 11. Mencegah penyakit beri – beri. Kacang hijau bisa dinikmati sebagai dasar bahan makanan seperti bubur kacang hijau, kolak dan es kacang hijau. (Irswara, 2011). BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Sumber Data Data yang digunakan dalam penelitian ini berasal dari data primer. Data primer adalah data yang diambil melalui pengamatan langsung saat pengamatan. Sumber untuk melakukan penelitian ini diambil sejak hari Jumat/22 Februari hingga Rabu/27 Februari 2013 di Jl. Gebang Lor No. 74 Sukolilo Surabaya. 9
  10. 10. 3.2 Alat dan Bahan Alat dan bahan yang harus dipersiapkan sebelum melakukan percobaan rancangan acak lengkap untuk mengetahui pertumbuhan tinggi kecambah pada tiga media berbeda yaitu tisu,kertas, dan kapas adalah sebagai berikut, Tabel 3.1 Alat Dan Bahan No. 1. 2. 3. 4. 3.3 Alat Aqua plastik 3 buah Mistar Bolpoin Alat tulis Bahan Kacang hijau 60 butir Kapas Tisu Kertas Variabel Penelitian Pengamatan dalam praktikum ini dilakukan terhadap 3 media pengamatan pertumbuhan kecambah yakni kertas, kapas, tissue dan setiap media pengamatan diacak 10 dari 20 sampel biji kacang hijau. Variabel bebas dalam praktikum ini yakni: 1. Tumbuhan kacang hijau pada media tanam tissu. 2. Tumbuhan kacang hijau pada media tanam kertas. 3. Tumbuhan kacang hijau pada media tanam kapas. 3.4 Langkah Kerja Langkah kerja pada praktikum ini adalah sebagai berikut 1. Melakukan percobaan rancangan acak lengkap penanaman kecambah pada 3 media yang berbeda yaitu kapas, kertas, dan tisu dengan jumlah masingmasing kecambah pada tiap media sebanyak 20 biji lalu merandom 10 biji untuk diteliti. 2. Melakukan penyiraman tanaman kecambah di semua media setiap hari pada pukul 23.00 WIB selama 6 hari dengan intensitas penyiraman yang sama. 3. Mengukur pertumbuhan tinggi tanaman kecambah di semua media setiap hari pada pukul 23.00 WIB selama 6 hari dengan mistar, kemudian mencatat pertumbuhan tinggi tersebut pada checksheet. 4. Menghitung rata-rata pertumbuhan 10 biji kacang hijau. 5. Menerapkan konsep rancangan acak lengkap dengan melakukan pengujian hipotesis untuk mengetahui pengaruh media tanam terhadap pertumbuhan tinggi tanaman kecambah. 10
  11. 11. 6. Menyimpulkan hasil pengujian hipotesis yang telah dilakukan. 7. Membuat laporan praktikum dalam bentuk modul. 3.5 Langkah Analisis Pada pembuatan modul ini, langkah-langkah yang digunakan dalam menganalisis data adalah Pada pembuatan modul ini, langkah-langkah yang digunakan dalam menganalisis data adalah. 1. Mendeskripsikan dengan statistika deskriptif. 2. Menganalisis uji homogenitas. 3. Menganalisis dengan menguji ANOVA. 4. Jika hasil uji ANOVA tolak H0 maka harus menganalisis dengan pengujian Mulai berganda. 5. Menganalisis dengan pemeriksaan asumsi residual IIDN. 6. Menarik kesimpulan. Statistika Deskriptif Data Terima 3.6 Diagram Alir Tolak H0 Berdasarkan langkah analisis yang dilakukan, maka langkah analisis tersebut dapat digambarkan dalam diagram alir di bawah ini Tidak Diasumsikan Kesimpulan Selesai 11
  12. 12. Uji Homogenit as Anova Gambar 3.1 Uji Flowchart Langkah Perbandingan Rata-Rata Gambar 1 Diagram Alir Pemeriksaan Asumsi IIDN Gambar 3.1 Langkah Analisis BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN 4.1 Statistika Deskriptif Statistika deskriptif dari dalam pengamatan ini adalah mengenai rata-rata tinggi dan tingkat keragaman dari kacang hijau. Berikut ini adalah hasil pengamatan 10 biji kacang hijau pada setiap media pengamatan tissu, kertas, dan kapas. Tabel 4.1 Data Pengamatan Media Pengulangan Rata-Rata Standart Deviasi 12
  13. 13. Tissu Kertas Kapas (Hari) 6 6 6 (Cm) 2.875 2.625 3.563 2.713 2.206 3.596 Beradasarkan data pengamatan 10 biji kacang hijau pada setiap media pengamatan selama 6 hari diperoleh bahwa media tissu menghasilkan tingkat keragaman sebesar 2.713 dan rata-rata tinggi adalah 2.713 cm. Pada media kertas menghasilkan tingkat keragaman sebesar 2.206 dan rata-rata tinggi adalah 2.625 cm. Pada media kertas menghasilkan tingkat keragaman sebesar 3.596 dan ratarata tinggi adalah 3.563 cm. Jadi, rata-rata tertinggi dan tingkat keragaman tertinggi kacang hijau terdapat pada media kapas, sedangkan rata-rata terendah dan tingkat keragaman terendah kacang hijau terdapat pada media kertas. 4.2 Uji Homogenitas Untuk menguji asumsi homogenitas dari rancangan acak lengkap dari pertubuhan kecambah sebagai : Hipotesis: H 0 : σ 12 = σ 22 = σ 32 = 0 (homogen) H 0 : σ i2 ≠ 0 (minimal ada satu yang berbeda) Taraf signifikan α = 0,05; df = 15; Pvalue = 0,574 2 χ(2df ,α ) = χ(2 , 0, 05) = 24,99 ; χ0 = 1,11 15 2 2 Titik kritis tolak H0 jika χ 0 > χ ( df ,α ) atau Pvalue < α Statistik uji: 13
  14. 14. per lakuan 1 2 3 0 2 4 6 8 10 95% Bonf er r oni Conf idence Int er v als f or St Dev s 12 Gambar 4.1 Uji Bartlett 2 2 Dari data di atas dapat disimpulkan bahwa χ0 (1,11) < χ( df ,α ) ( 24,99) dan Pvalue (0,574) > α(0,05) sehingga keputusan dari data tersebut adalah terima H0 artinya varians data hasil pengamatan mengenai pertumbuhan kacang hijau yang dihasilkan dari perlakuan kapas, kertas, tissu adalah homogen dengan α = 0,05. 4.3 Uji Analisis Varians Berikut ini adalah uji analisis varians dari rancangan acak lengkap: Hipotesis: 2 H 0 : τ 12 = τ 2 = τ 32 = 0 (efek perlakuan 1,2,3,…,10 adalah sama) H 0 : τ i2 ≠ 0 (minimal ada satu perlakuan yang berbeda) Dimana i=1,2,3 dan j=1,2,3,…,10 Taraf signifikan α = 0,05; Titik kritis tolak H0 jika FHitung > FTabel atau Pvalue < α Statistik uji: Tabel 4.2 Analisi Varians 14
  15. 15. Sumber Derajat Jumlah Rata-rata Varians Bebas Kuadrat Jumlah Perlakuan Galat Total 2 15 17 2,83 125,79 128,63 FHitung Kuadrat 1,42 8,39 FTabel 0,17 P value 3,68 0,846 Dari data di atas dapat disimpulkan bahwa FHitung (0,17) < FTabel (3,68) dan Pvalue (0,846) > α(0,05) sehingga keputusan dari data tersebut adalah terima H0 artinya pertumbuhan tinggi kacang hijau dari ketiga perlakuan terhadap tissu, kertas, dan kapas menghasilkan tinggi tumbuhan yang tidak jauh berbeda, karenaitu tidak perlu dilakukan uji perbandingan ganda, namun diasumsikan telah melalui uji Tukey. 4.4 Uji Asumsi IIDN a. Identik Berikut ini adalah gambar untuk menentukan uji identik: 6 Residual 4 2 0 -2 -4 2.50 2.75 3.00 Fit t ed Value 3.25 3.50 Gambar 4.2 Uji Identik Pada gambar versus fits didapatkan bahwa data tersebut tidak memiliki pola sehingga data tersebut memiliki residual identik. b. Idependen Berikut ini adalah gambar untuk menentukan uji idependen: 15
  16. 16. 6 Residual 4 2 0 -2 -4 2 4 6 8 10 12 Obser v at ion Or der 14 16 18 Gambar 4.3 Uji Idependen Pada gambar versus order dapat dilihat bahwa dari data tersebut grafiknya tidak berpola atau tidak memiliki pola tertentu,hal ini dapat dilihat bahwa titiktitik tertinggi atau terndah pada grafik tersebut hampir sama dari titik yang satu dengan yang lain,sehingga grafik tersebut dapat dikatakan bersifat dependent. c. Distribusi Normal Berikut ini adalah gambar untuk menentukan distribusi normal: 99 95 90 80 Per cent 70 60 50 40 30 20 10 5 1 -7.5 -5.0 -2.5 0.0 Residual 2.5 5.0 Gambar 4.4 Distribusi Normal 16
  17. 17. Untuk mengetahui residual menunjukkan normal atau tidak dapat dilihat dari titik yang menyebar mengikuti garis linier sehingga dapat dikatakan bahwa memenuhi asumsi normal. 17
  18. 18. BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan Dari serangkaian pengujian rancangan acak lengkap terhadap pertumbuhan kacang hijau pada media tanam tissu, kertas, dan kapas dapat disimpulkan bahwa rata-rata tertinggi dan tingkat keragaman tertinggi kacang hijau terdapat pada media kapas, sedangkan rata-rata terendah dan tingkat keragaman terendah kacang hijau terdapat pada media kertas. Pada pengujian tentang keadaan lingkungan, pada percobaan ini terletak dalam kondisi homogen artinya pertumbuhan tinggi kacang hijau menghasilkan tinggi yang tidak jauh berbeda pada setiap media tanam, hal tersebut dikuatkan juga dengan pengujian IIDN yang menyimpulkan bahwa pengujian tersebut telah memenuhi asumsi normal pada syarat pengujian RAL. 5.2 Saran Untuk melakukan pengujian RAL terhadap apa pun, diharapkan melakukannya dengan teliti saat pengamatan, entri data, pengujian dengan menggunakan program komputer, sehingga menghasilkan interpretasi yang benar yang nantinya memberikan kesimpulan yang akurat dan dapat bermanfaat untuk orang banyak. 18
  19. 19. DAFTAR PUSTAKA Gaspersz, Vincert. 1995. Teknik Analisis Dalam Penelitian Percobaan. Bandung : Tarsito. Ishwara, Rasyid Panji. 2011. Sejuta Manfaat Kacang Hijau untuk Kesehatan. Diambil dari http://makanansehat123.blogspot.com. Pada tanggal 5 Maret 2013. Mukmin, Amiril. 2011. Menyelesaikan Rancangan Acak Lengkap Menggunakan GenStat 12th Edition Viewed 07 Mei 2011. From http://amc87.blogspot.com/2011/05/menyelesaikan-rancangan-acaklengkap.html. Walpole. 1995. Pengantar Metode Statistika. Gramedia : Jakarta 19
  20. 20. LAMPIRAN Data hasil pengamatan terhadap 3 media yaitu tissu, kertas, kapas dengan 6 pengulangan. Media Tissu Kertas Kapas Perlakuan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Hari 1 0.2 0 0.2 0.4 0.2 0.5 0 0.1 0.3 0.2 0.3 0.1 0 0.2 0.3 0.1 0 0.6 0.2 0 0.3 0.1 0.3 0.4 0.3 0 0.1 0.2 0.2 0 Hari 2 0.8 0.5 1.3 1.6 1.5 0 1.3 0.8 1.2 1.2 1.5 0.8 0.5 1.2 1.2 1.1 0.7 1.3 1 0.7 1.2 0.6 1 1.2 1 0.4 0.8 1.5 0.9 0.5 Pengulangan Hari 3 Hari 4 1.3 0.5 2.5 1.8 2.5 0.1 2.4 1 1.5 1.8 2.5 1.5 1 1.5 2 1.5 2 2.3 2 0.8 2 1.3 1.3 2.5 1.7 0.6 1.1 2 1.3 1 3.5 0.5 3.4 2.1 3.5 1.3 4 1.3 2.5 1.5 2.8 1.6 2.5 2.5 2.5 1.8 3 2.8 3 1 3 3 3.5 4.5 7.5 0.7 4.5 2.2 1.4 1.1 Hari 5 5 0.6 11.5 2.5 5 1.5 13 2 3.5 2 3.5 2 4 4 3 3 6 4.5 4.5 1.1 4 7.5 5 8.5 16 3 13 2.5 1.4 1.1 Hari 6 8 0.6 19 3 11 2 22 2 5 2 5 2.3 6 5 4 10 11 5 10 1.2 7 15 6 18 20 5 18 3 1.5 1.1 20
  21. 21. Gambar 1 Pertumbuhan 3 Media 1. Media Kapas Gambar 2 Pertumbuhan Media Kapas 21
  22. 22. 2. Media Tissu Gambar 3 Pertumbuhan Media Tissu 3. Media Kertas Gambar 4 Pertumbuhan Media Kertas 22

×