Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Model dan Metode Pembelajaran Abad 21 Untuk KURIKULUM 2013

107,800 views

Published on

Ini adalah model pembelajaran terbaru yang merupakan hasil dari penelitian Dosen saya Di Universitas Mulawarman.
Semoga dapat menjadi model pembelajaran acuan dan pedoman bagi para Guru Di Indonesia dimanapun berada.

Published in: Education, Technology
  • Dating for everyone is here: ❤❤❤ http://bit.ly/2Q98JRS ❤❤❤
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here
  • Sex in your area is here: ♥♥♥ http://bit.ly/2Q98JRS ♥♥♥
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here
  • Follow the link, new dating source: ❤❤❤ http://bit.ly/2LaDVgK ❤❤❤
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here
  • Sex in your area is here: ♥♥♥ http://bit.ly/2LaDVgK ♥♥♥
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here
  • terima kasih semoga ilmu ini dapat menambah pahala
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here

Model dan Metode Pembelajaran Abad 21 Untuk KURIKULUM 2013

  1. 1. PEMBELAJARAN ABAD 21:kurikulumnya 2013
  2. 2. FREEEEGRADES FR EE GRADES FREEEEGRADES FR EE GRADESAREETERRIBLE!! AR TERRIBLE!! AREETERRIBLE!! AR TERRIBLE!! AYONG & WASIS
  3. 3. GURUABAD 21OLEH : NANANG RIJONO
  4. 4. GURU ABAD 21 OLEH : NANANG RIJONOGURU DI MASA LALUSENANTIASA CERAMAH MELULUDARI SENIN HINGGA SABTUMENGAJAR DENGAN MEMBACA BUKUKADANG NGOMEL-MARAH 2TAK TENTUMENJUAL LKS 10.000YANG BELI DAPAT NILAI 7LUMAYAN … BISA UNTUK BELI SUSU
  5. 5. GURU ABAD 21GURU YANG BERUBAHSENANTIASA RESAH DAN GELISAHDI SUDUT SEKOLAHLIHAT MURID BOSAN DENGAR CERAMAHSAMPAI BAJUNYA BASAHYANG DIPELAJARI HANYA SAMPAHTAPI GURUNYA TAK MERASA BERSALAHKARENA MURID LULUS UN SEMUANYAH
  6. 6. GURU ABAD 21GURU YANG IDEALSELALU INOVATIF & TIDAK TAKUT GAGALPENUH IDE & TAK PERNAH GARUK2 KEPALA YANG TAK GATALMENGUASAI DUNIA MAYA - DIGITALMENGGUNAKAN ICT UNTUK BELAJALSEHINGGA MURID BELAJAR MAKSIMALWALAU TIDAK DIBAYAL
  7. 7. GURU ABAD 21GURU TERTAHAN DI AKHIRATKETIKA DIINTEROGASI MALAIKATSILABUS, RPP, PENILAIAN TAK MEMBUATDATANG DI SEKOLAH SERING TELATMOTIVASI BELAJAR TIDAK KUATNUNTUT TUNJANGAN & INSENTIF DIBAYAR CEPATTERPAKSA NUNGGU DI AKHIRAT BAGIAN BARAT
  8. 8. GURU ABAD 21GURU CALON PENGHUNI SORGAMENGUASAI TEKNOLOGI INFORMATIKAUNTUK TINGKATKAN KUALITAS KERJANYASELALU BERBAGI ILMU SUKARELAAGAR DICATAT SEBAGAI PAHALAKETIKA MASIH DI DUNIABEKAL MASUK SORGAMALAIKAT TAK BANYAK TANYAPINTU SORGA TELAH TERBUKATINGGAL MELANGKAH SAJA Samarinda, 14 September 2012
  9. 9. Applause!Untuk Kita,Guru!
  10. 10. KATA EYANGKU: KATA EYANGKU:ING NGARSO SUNG TULADHA (Di Guru yang BIASA… hanya ING NGARSO SUNG TULADHA (Di Guru yang BIASA… hanya MENGATAKAN MENGATAKAN depan guru memberi depan guru memberi Guru yang BAIK … hanya Guru yang BAIK … hanya contoh/mendemonstrasikan) contoh/mendemonstrasikan) MENJELASKAN MENJELASKANING MADYA MANGUN KARSA (di ING MADYA SANGAT BAIK … bisa MANGUN KARSA (di GURU YANG SANGAT BAIK … bisa GURU YANG tengah-tengah guru memotivasi tengah-tengah guru memotivasi MENDEMONSTRASIKAN MENDEMONSTRASIKAN & menginspirasi) & menginspirasi) GURU YANG hebat … mampu GURU YANG hebat … mampu TUT WURI HANDAYANI (di TUT WURI HANDAYANI (di MENGINSPIRASI MENGINSPIRASI belakang guru menuntun) William Arthur Wards belakang guru menuntun) William Arthur WardsR.M. SUWARDI SURYANINGRATR.M. SUWARDI SURYANINGRAT
  11. 11. PEMBELAJARAN ABAD 21
  12. 12. 21st century learning, or the “21st Century Skills” movement as it is commonly known, refers to a growing global movement to redefine the goals of education, to transform how learning is practiced each day, and to expand the range of measuresin student achievement, all in order to meet the new demands of the 21st Century.
  13. 13. GERAKAN PEMBELAJARAN ABAD 31 ATAU “GERAKAN KECAKAPAN ABAD 21” SEBAGAIMANA DIKETAHUI UMUM MERUJUK KEPADA SUATU GERAKAN GLOBAL YANG SEDANGBERKEMBANG UNTUK MENDEFINISIKANKEMBALI TUJUAN-TUJUAN PENDIDIKAN ,MENTRANSFORMASI CARA BELAJAR YANG DIPRAKTIKKAN SETIAP HARI DANMEMPERLUAS RENTANG PENGUKURAN DALAM HASIL BELAJAR SISWA, YANG SELURUHNYA BERTUJUAN UNTUK MENGHADAPI KEBUTUHAN BARU ABAD 21.
  14. 14. the core content of a field the core content of a field of knowledge while also of knowledge while also mastering a broad mastering a broad portfolio of essentials in portfolio of essentials in learning, innovation, learning, innovation, technology, and careers technology, and careersskills needed for work and skills needed for work and life” life” (Trilling & Fadel)
  15. 15. “AGAR MENJADI KONTRIBUTOR YANG PRODUKTIFKEPAFA MASYARAKAT DALAM ABAD 21, ANDA HARUS BISA BELAJAR DENGAN CEPAT INTI MATERI DARI BIDANG PENGETAHUAN , DI SAMPING JUGA MENGUASAI SUATU PORTOFOLIO ESENSIAL YANG LUAS DALAM PEMBELAJARAN , INOVASI, TEKNOLOGI,DAN KECAKAPAN KARIR YANG DIPERLUKAN UNTUK BEKERJA DAN HIDUP”
  16. 16. Teachers need to prepare Teachers need to prepare students for the jobs that students for the jobs that have not yet been created, have not yet been created, for the new products that for the new products that have not yet been have not yet been invented, and for the new invented, and for the new skills to build towards skills to build towards creativity and innovation creativity and innovation(Trilling & Fadel)
  17. 17. PARA GURU HARUSMENYIAPKAN PARA SISWAUNTUK :•PEKERJAAN YANGBELUM DICIPTAKAN,•PRODUK-PRODUK BARUYANG BELUM DITEMUKAN, (Trilling & Fadel)DAN•KECAKAPAN-KECAKAPANBARU UNTUKMEMBANGUN KE DEPAN.
  18. 18. CORE SUBJECTS English, reading or language arts World languages Arts Mathematics Economics Science Geography History Government and civics
  19. 19. MATA PELAJARAN INTI BAHASA INGGRIS, MEMBACA ATAU BAHASA SENI BAHASA-BAHASA DUNIA KESENIAN MATEMATIKA ILMU EKONOMI SAINS GEOGRAFI SEJARAH PEMERINTAHAN & KEWARGANEGARAAN
  20. 20. 21ST CENTURY THEMES Global awareness Financial, economic, business & entrepreneurial literacy Civic literacy Health literacy Environmental literacy
  21. 21. TEMA-TEMA ABAD 21 Kesadaran Global Melek Finansial, Ekonomi, Bisnis & Kewirausahaan Melek Kesehatan Melek Lingkungan
  22. 22. LEARNING AND INNOVATION SKILLS Creativity and innovation skills Critical thinking and problem solving skills Communication and collaboration skills
  23. 23. KECAKAPAN BELAJAR & INOVASIS Kreativitas & Kecakapan Inovasi Kecakapan Berfikir Kritis & Pemecahan Masalah Kecakapan Komunikasi & Kolaborasi
  24. 24. INFORMATION, MEDIA AND TECHNOLOGY SKILLS (DIGITAL LITERACY) Information Literacy Media Literacy ICT Literacy
  25. 25. KECAKAPAN INFORMASI, MEDIA AD, DAN TEKNOLOGI (MELEK DIGITAL ) Melek Informasi Melek Media Melek ICT
  26. 26. LIFE AND CAREER SKILLS Flexibility & Adaptability Initiative & Self-direction Social & Cross-cultural Skills Productivity & Accountability Leadership & Responsibility
  27. 27. LKECAKAPAN HIDUP & KARIR Flexibilitas & Kemampuan Beradaptasi Inisiatif & Pengarahan Diri Sendiri Kecakapan Sosial & Lintas Budaya Produktivitas & Akuntabilitas Kepemimpian & Tanggung Jawab
  28. 28. 21ST CENTURY LEARNING METHODS• Authentic learning - learning from real world problems and questions• Mental model building - using physical and virtual models to refine understanding• Internal motivation - identifying and employing positive emotional connections in learning
  29. 29. METODE PEMBELAJARAN ABAD 21• Pembelajaran Otentik – belajar dasri permasalahan dan pertanyaan dari dunia nyata• Pembentukan Mental model - menggunakan model fisik dan virtual untuk memurnikan pemahaman.• Motivasi Internal - mengidentifikasi dan mempergunakan hubungan emosional yang positif dalam belajar./
  30. 30. 21ST CENTURY LEARNING METHODS• Multi-modal learning - applying multiple learning methods for diverse learning styles• Social learning - using the power of social interaction to improve learning impact• International learning - using the world around you to improve teaching and learning skills.
  31. 31. 21ST CENTURY LEARNING METHODS• Pembelajaran Multi-modal – menerapkam metode pembelajaran amak/multimetode untuk gaya belajar yang berbeda.• Pembelajaran Sosial – menggunakan kekuatan interaksi sosial untuk mengambangkan dampak belajar.• Pembelajaran Internasional – menggunakan dunia sekitar kita untuk mengembangkan kecakapan mengajar dan belajar.
  32. 32. GIR & PERALATAN PERTANYAAN PERTANYAAN GIR & PERALATAN BELAJAR PENILAIAN & PENILAIAN & BELAJAR ASESMEWN ASESMEWN PROBLEM PROBLEM DUDUKAN DUDUKAN GURU KEMUD KEMUDDUDUKAN SISWADUDUKAN SISWA GURU II PENGATUR PENGATUR /WAKTU/ /WAKTU/ KECEPATAN KECEPATANRODA SISWARODA SISWA RODA GURU RODA GURU
  33. 33. PEMBELAJARANTRANSFORMASIONAL
  34. 34. Dr. Wasis D Dwiyogo, M.Pd
  35. 35. Transformasi manusia Wasis D Dwiyogo
  36. 36. TRANSFORMASIsebuah proses perubahan yang mendasar pada diri manusia.Dalam bentuk hasil belajar Wasis D. Dwiyogo
  37. 37. THE TRANSFORMATIONALLEARNING THEORY• The Transformational Learning Theory originally developed by Jack Mezirow is described as being “constructivist, an orientation which holds that the way learners interpret and reinterpret their sense experience is, central to making meaning and hence learning” (Mezirow, 1991). Wasis D. Dwiyogo
  38. 38. TEORI PEMBELAJARANTRANSFORMASIONAL• TeOri Pembelajaran Transformasional awalnya dikembangkan oleh Mezirow is dapat diuraikan sebagai “ (teori belajar) konstruktivis, suatu orientasi yang berlandasan tentang cara siswa MENAFSIRKAN, DAN MENAFSIRKAN KEMBALI PENGALAMAN YANG MEREKA RASAKAN, SEBAGAI PUSAT PEMAKNAAN YANG DIBUAT, DAN
  39. 39. TRANSFORMASI• To transform means to change in form, appearance or structure; meta-morphoses; to change condition, nature or character; to change into another substance.” Dinyatakan selanjutnya bahwa: „That is, while all transformation is change, not all change is transformation. Transformation is a change in kind; not a change in degree.” (Daszko, Macur & Sheinberg (2004) menulis bahwa dalam Webster Dictionary)• transformasi berarti (a) merubah bentuk, penampilan atau struktur; (b) mengubah kondisi, hakikat atau karakteristik; bahkan (c) mengganti substansi.• Dengan demikian semua transformasi adalah perubahan, tetapi tidak semua perubahan adalah transformasi. Perubahan lebih bersifat superfisial, sedangkan transformasiDwiyogo bersifat substansial. Wasis D. lebih
  40. 40. TRANSFORMASI TEKNOLOGI• Bumi 4,5 M tahun lalu• Kehidupan 3,5 M tahun lalu• Species Manusia 2 Juta tahun lalu• Manusia modern 35 – 50 ribu tahun lalu• Pertanian 12 ribu tahun lalu• Bajak 5 ribu tahun lalu• Roda 5 ribu tahun lalu• Tenaga uap 250 tahun lalu• Komputer 40 50 tahun lalu• Sekarang Komunikasi instan
  41. 41. KOMUNIKASI• Otak pertama 500 juta tahun lalu• Kemampuan berbicara35 – 50 tahun lalu• Kemampuan menulis 6 ribu tahun lalu• Alfabet 4 ribu tahun lalu• Percetakan 1040 Masehi• Telepon 1876• Gambar bergerak 1894• Televisi 1926• Transistor 1948
  42. 42. EVOLUSI & REVOLUSI TEKNOLOGIPEMANFAATANNYA DALAM PEMBELAJARAN teknologi 1900 1920 1940 1980 1990 2000 KOMPUTER MOBILE DAUN LONTAR AUDIO KERTAS AUDIO VISUAL INTERNET
  43. 43. PAPAN TULIS 1910AN RADIO (1920AN) TELEVISI (1940AN) KOMPUTER (1980AN)LAPTOP (2000AN) PAPAN PINTAR IPAD (2000AN) TELPON PINTAR (2000AN) (2000AN)
  44. 44. Dr. Wasis D Dwiyogo, M.Pd
  45. 45. Transformasi belajar Amerika Dr. Wasis D Dwiyogo, M.Pd
  46. 46. • BELAJAR • Behaviorisme: • didasarkan pada perubahan perilaku yang dapat diobservasi. •Kognitivisme: • didasarkan pada proses berpikir yang terjadi di kepala orang yang belajar, terjadnya perubahan perilaku karena ada pengaitan struktur kognitif yang baru dengan pernah dimilikinya • Konstruktivisme: • didasarkan pada premis bahwa belajar terjadi karena orang yang belajar membangun sendiri pengetahuannya melalui pengalaman individual dan skemata. Wasis D. Dwiyogo
  47. 47. TEORI BELAJAR BEHAVIORISME Stimulus ResponStimulus Hadiah Black boxStimulus Hukuman Wasis D. Dwiyogo
  48. 48. TEORI BELAJAR KOGNITIVISME Stimulus ResponStimulus PROSESStimulus Wasis D. Dwiyogo
  49. 49. TEORI BELAJAR KONSTRUKTIVISME an Li n ng gk un ku AKTIF ga g MEMBANGUNLin n SENDIRI Wasis D. Dwiyogo
  50. 50. Pemrosesan Informasi Pengetahuan Prosedural Pengetahuan Deklaratif META KOGNISILLII MEMORI JANGKANN HARAPAN PANJANG PERHATIAN PERSEPSIG an G ang MEMORI JANGKA gul JIKA,KK pen RESPON PANJANGU MAKA UNN MEMORI JANGKA PengulanganGG PENDEKAANN Pengkodean REGISTER SENSORI Pelacakan Jaringan Proposisi Hilang Hilang Lupa (kadang Lupa (kadang hilang (lupa) (lupa) hilang) hilang hilang)
  51. 51. TIGA a LIRN TEORI BELAJAR AKTIF MEMBANGUN SENDIRI Wasis D. Dwiyogo
  52. 52. TEORI BELAJARTRANSFORMASIONAL
  53. 53. BELAJAR TRANSFORMASIONALDalam kaitan ini belajar dipahami prosessebagai sebuahpemberian maknabaru terhadap pengalamanuntuk mengarahkan tindakanmendatang (Mezirow &Associates,1990). Wasis D. Dwiyogo
  54. 54. REPRESENTASI PENGETAHUAN• Anderson (1980) • Pengetahuan deklaratif• Norman & Rumelhart (1975) • Pengetahuan deklaratif • Pengetahuan prosedural• Newel & Simon (1972) • Pengetahuan deklaratif • Pengetahuan prosedural
  55. 55. SYARAT TRANSFORMASI Wasis D. Dwiyogo
  56. 56. HASIL BELAJAR KETERAMPILAN INTELEKTUAL & STRATEGI KOGNITIF • AKADEMIK • NON AKADEMIK• Fakta • Problem Solving• Konsep • Creative thinking• Prinsip • Decision making• Prosedur • Collaboration • Learning how to learn
  57. 57. TRANSFORMASI PENDIDIKAN & PELATIHAN Du Ny nia Ny nia at a Du at Prodi a Transfer & Reduksi Mapel Transfer & Reduksi Institusi D yat nia un a N Du ata ia Ny
  58. 58. SKEMA KETERKAITAN ANTARA PENDIDIKAN DI KELUARGA, MASYARAKAT, DAN SEKOLAH DALAM MEMBANGUN PERADABAN BANGSA AKELUARGA PE N ND KA DII IDI K AN MEMBANGUN ND PERADABANPE BANGSASEKOLAH MASY/LIMGK
  59. 59. PRINCIPLES• Adult exhibit two kinds of learning: instrumental (e.g., cause/effect) and communicative (e.g., feelings)• Learning involves change to meaning structures (perspectives and schemes).• Change to meaning structures occurs through reflection about content, process or premises.• Learning can involve: refining/elaborating meaning schemes, learning new schemes, transforming schemes, or transforming perspectives. Wasis D. Dwiyogo
  60. 60. PRINCIPLES 1• Adult exhibit two kinds of learning: instrumental (e.g., cause/effect) and communicative (e.g., feelings)• Orang dewasa (guru) menunjukkan dua jenis belajar; instrumental dan komunikatif Wasis D. Dwiyogo
  61. 61. PRINCIPLES 2• Learning involves change to meaning structures (perspectives and schemes).• Belajar melibatkan perubahan terhadap struktur makna (perspektif dan skemata) Wasis D. Dwiyogo
  62. 62. PRINCIPLES 3• Change to meaning structures occurs through reflection about content, process or premises.• Perubahan struktur makna terjadi melalui refleksi terhadap materi, proses san premis-premis Wasis D. Dwiyogo
  63. 63. PRINCIPLES 4• Learning can involve: refining/elaborating meaning schemes, learning new schemes, transforming schemes, or transforming perspectives.• Pembelajaran dapat meliputi : pemurnian / pengelaborasian skwema belajar, belajar skema baru, merombak skema atau perspektif Wasis D. Dwiyogo
  64. 64. PEMBELAJARAN TRANSFORMATIONALmampu menghasilkanperubahan yangrelatif menetap padadiri siswa. Wasis D. Dwiyogo
  65. 65. STRATEGI PEMBELAJARANTRANFORMASIONAL• 1.  An activating event that typically exposes a discrepancy  between what  a person has always assumed to be true and  what has just been experienced, heard, or read.• MENUNJUKKAN SEJUMLAH PERISTIWA YANG SAMA SEKALI BERBEDA DARI APA YANG SELAMA INI DIYAKINI, DIALAMI, DIDENGAR, ATAU DIBACA SESEORANG YANG BERSANGKUTAN.  Wasis D. Dwiyogo
  66. 66. •STRATEGI PEMBELAJARAN TRANFORMASIONAL• 2. Articulating assumptions, that is, recognizing underlying  assumptions that have been uncritically assimilated and are  largely unconscious. • MENGUNGKAP MAKNA YANG SESUNGGUHNYA DARI ANGGAPAN- ANGGAPAN YANG SELAMA INI DIIKUTI ORANG SECARA BEGITU SAJA ATAU YANG UMUMNYA TAK DISADARI ORANG.  Wasis D. Dwiyogo
  67. 67. STRATEGI PEMBELAJARAN TRANFORMASIONAL• 3. Critical self-reflection, questioning and examining  assumptions in terms of where they came from, the  consequences of holding them, and why they are important.• MELAKUKAN PERENUNGAN SECARA KRITIS DALAM ARTI MEMPERTANYAKAN ATAU MENGUJI KEBENARAN ASUMSI-ASUMSI YANG ADA BERKENAAN DENGAN DARI MANA ASAL ASUMSI ITU, APA SEBETULNYA AKIBAT YANG BAKAL TERJADI JIKA MENGIKUTINYA, DAN MENGAPA ASUMSI ITU DIPANDANG BEGITU PENTING.  Wasis D. Dwiyogo
  68. 68. STRATEGI PEMBELAJARAN TRANFORMASIONAL• 4. Being open to alternative viewpoints.• BERSIKAP TERBUKA ATAU MEMBUKA DIRI TERHADAP PANDANGAN LAIN YANG BERBEDA, Wasis D. Dwiyogo
  69. 69. STRATEGI PEMBELAJARAN TRANFORMASIONAL• 5. Engaging in discourse, where evidence is weighed,  arguments assessed, alterna-tive perspectives explored, and  knowledge constructed by consensus. • MELIBATKAN SESEORANG PADA PEMBICARAAN-PEMBICARAAN YANG BERBUKTI, ALASAN-ALASAN YANG TERUJI, PANDANGAN-PANDANGAN ALTERNATIF YANG TERTELUSURI, DAN PENGETAHUAN-PENGETAHUAN YANG DISEPAKATI. Wasis D. Dwiyogo
  70. 70. STRATEGI PEMBELAJARAN TRANFORMASIONAL• 6. Revising assumptions and perspectives to make them more  open and better justified.• MELAKUKAN PERUBAHAN DENGAN SENGAJA ASUMSI-ASUMSI ATAU PANDANGAN-PANDANGAN YANG TELAH DIMILIKI SESEORANG ATAU MASYARAKAT SEHINGGA SIKAP MEREKA MENJADI LEBIH TERBUKA DAN LEBIH BIJAK. Wasis D. Dwiyogo
  71. 71. STRATEGI PEMBELAJARAN TRANFORMASIONAL• 7. Acting on revisions, behaving, talking, and thinking in a  way that is congruent with transformed assumptions or  perspectives• BETUL-BETUL MELAKUKAN TINDAKAN PERBAIKAN, ATAU BERTINDAK, BERBICARA, DAN BERFIKIR YANG BETUL- BETUL SEJALAN DENGAN ASUMSI- ASUMSI ATAU PANDANGAN- PANDANGAN YANG TELAH DITRANSFORMASI.  Wasis D. Dwiyogo
  72. 72. KURIKULUM 2013
  73. 73. 3 ALIRAN TEORI BELAJAR• BEHAVIORISM• COGNITIVISM• CONSTRUCTIVISM
  74. 74. Behaviorism• FAMOUS BEHAVIORISTS – SKINNER, PAVLOV• OVERT BEHAVIORS THAT CAN BE MEASURED• SEQUENCE OF CUES TEACH OBJECTIVES – USE OF POSITIVE AND NEGATIVE FEEDBACK• COMMON APPLICATIONS: – BEHAVIOR MODIFICATION, REINFORCEMENT SCHEDULES• FOCUS ON REPEATING NEW BEHAVIOR PATTERNS UNTIL THEY BECOME AUTOMATIC
  75. 75. Behaviorisme• FTOKOH BEHAVIORIST TERKEMUKA: – SKINNER, PAVLOV• PERILAKU TERTUTUP (OVERT BEHAVIORS) ITU DAPAT DIUKUR• ISYARAT-ISYARAT YANG BERURUTAN MEMNGARAHKAN KEPADA TUJUAN PEMBELAJARAN – PENGGUNAAN UMPAN BALIK POSITIVF DAN NEGATIF• PENERAPANNYA SECARA UMUM TEORI INI: – PERUBAHAN PERILAKU, , PEMBERIAN PENGUATAN• BERFOKUS OPADA POLA-POLA PERILAKU BARU YANG DIULANG-ULANG SAMPAI MENJADI OTOMATIS.
  76. 76. BEHAVIORISM Strengths vs. Weaknesses• Teaching facts, • Difficult to transfer simple procedures, learning to novel concepts, and rules situations• Most successful • Unpredictable when learning cues result when are same as the stimulus is absent desired • No problem performance solving strategies
  77. 77. BEHAVIORISME SKEKUATAN vs. KELEMAHAN• Mengjarkan fakta, • Sulit untuk transfer prosedur, konsep dan belajar ke situasi hukum sederhana, baru yang berbeda.• Paling banyak berhasil • Hasil tidak dapat ketika isyarat yang diprediksikan jika diberikan sama stimulus tidak ada. sengan program yang • Bukan strategi untuk diinginkan.nc pemecahan masalah.
  78. 78. COGNITIVISM• HOW WE THINK IS IMPORTANT IS TO HOW WE LEARN.• THERE IS AN OBJECTIVE REALITY— A BEST WAY TO DO SOMETHING• WE CREATE A MENTAL MAP OF REALITY AND USE THAT MAP TO MAKE DECISIONS.• TO LEARN WE BUILD MENTAL MAPS (SCHEMAS) THAT ARE CONSISTENT WITH AND MODELED AFTER THOSE OF AN EXPERT.• FOCUS ON INTERNAL KNOWLEDGE STRUCTURE, INFORMATION PROCESSING, SHORT TERM, LONG TERM MEMORY
  79. 79. KOGNITIVISME• BAGAIMANA KITA BERFIKIR ITU SANGAT PENTING YAITU BAGAIMANA KITA BELAJAR• ADA SATU REALITAS YANG OBJEKTIF — CARA MENGERJAKAN SESUATU.• KITA MENCIPTAKAN PETA MENTAL DARI REALITAS DAN MENGGUNAKANNYA UNTUK MEMBUAT BERBAGAI KEPUTUSAN.• UNTUK BELAJAR KITA MEMBANGUN PETA MENTAL (SKEMATA) YANG KONSIUSTEN DENGAN DAN YANG DIMODELKAN SESUDAHNYA OLEH AHLI.• BERFOKUS PADA STRUKTUR PENGETAHUAN INTERNAL, PEMROSESAN INFORMASI, MEMORI JANGKA PENDEK DAN PANJANG.
  80. 80. cOGNITIVISME Strengths vs. Weaknesses• Skill transfer • Creates uniform• Effective to teach behaviors – Complex behaviors • Assumes behavior – The best way to is the only or best perform a task way – Single way to perform within a specific population (company, military) – Rules or ways to think
  81. 81. KOGNITIVISME KEKUATAN vs. KELEMAHAN• Transfer keterampilan • Menciptakan• Efectif untuk mengajar: perilaku yang – Perilaku yang kompleks seragam – Cara terbaik untuk menampilkan suatu • Mengasumsikan tugas. perilaku sebagai – Cara tunggal untuk menunjukkan dalam satu-satunya atau suatu populasi yang cara terbaik spesifik 9PERUSAHAAN, MILITER)rpikir
  82. 82. CONSTRUCTIVISM• WELL-KNOWN NAMES: – PIAGET, DEWEY, VYGOTSKY• COMMON TERMS: – INQUIRY-BASED, LEARNING BY DOING, HANDS-ON, COLLABORATIVE• ASSUMPTIONS: (BASED ON MERRILL) – KNOWLEDGE IS CONSTRUCTED FROM EXPERIENCE – LEARNING IS PERSONAL INTERPRETATION AND AN ACTIVE PROCESS – LEARNING SHOULD BE SITUATED IN REALISTIC SETTINGS – TESTING SHOULD BE INTEGRATED IN TASK, NOT SEPARATE EVENT – PROCESS IS PARAMOUNT – THERE IS NOT ONE INDIVIDUAL, UNIQUE REALITY BUT SHARED REALITY WITHOUT WHICH INTELLECTUAL ANARCHY WOULD PREVAIL
  83. 83. kONSTRUkTIVISMe• TOKOHH YANG TERKEAL – PIAGET, DEWEY, VYGOTSKY• ISTILAH-ISTILAH UMUM: – INQUIRY-BASED, LEARNING BY DOING, HANDS-ON, COLLABORATIVE• ASUMPSI/ANGGAPAN: (MENURUT MERRILL) – KPENGETAHUAN DIKONSTRUKSIKAN DARI PNGALAMAN- PENGELAMAN – BELAJAR ADALAH INTERPRETASI PERSONAL DAN PROSES YANG AKTIF. – BELAJAR HARUS DITEMPATKAN DALAM SETTING YANG REALISTIK. – PENGUJIAN (TES) HARUS DIINTEGRASIKAN DENGAN TUGAS- BUGAS, BUKAN SEBAGAI PERISTIWA YANG TERPISAH. – PROSES ADALAH SEBUAH PENDAKIAN PEGUNUNGAN (PROCESS IS PARAMOUNT ) – TIDAK ADA SATU REALITAS INDIVIDUAL DAN UNIK, MELAINKAN REALITAS YANG DIBAGIKANB, SEHINGGA TANPANYA AKAN TERJADI ANARKI INTELEKTUAL.
  84. 84. CONSTRUCTIVISM Strengths vs. Weaknesses• Effective to teach: • Inefficient to teach: – “real life” situations • Recall of facts – solve novel • Memorization problems • Situations where – problem solving skills with multiple there is a single way solutions to perform• Supports • Difficult to evaluate development of learning objectively metacognitive skills
  85. 85. KONSTRUCTIVISME KEKUATAN VS. KELEMAHAN• Effective to teach: • Inefficient to teach: – “real life” situations • Recall of facts – solve novel • Memorization problems • Situations where – problem solving skills with multiple there is a single way solutions to perform• Supports • Difficult to evaluate development of learning objectively metacognitive skills
  86. 86. he Classroom approachaviorism Vs. Constructiv Question: If a wooden block is dropped, what will happen? Answer: The block will drop down!!!! Answer: Depends where it has been dropped… 1. It will drop down on the Earth. CONSTRUCTIVE ANSWER 2. It will float on the Water. 3. If in Space then it will float in vacuum.
  87. 87. PENDEKATAN LELAS:viorisme Vs. Konstruktiv PERTANYAAN : Apabila sebuah balok kayu dijatuhkan, apa yang akan terjadi? JAWAB Balok akan jatuh ke bawah!!!! JAWAB: Tergsantung dimana balok itu dijatuhkan …… 1. Ibalaaok jatuh ke bawah jika di Bumi. JAWABAN KONSTRUCTIVE2. Balok akan mengapung jika di Air. 3.Jhika di Ruang Angkasa, balok akan melayang di ruang hampa..
  88. 88. The Classroom approach:Behaviorism Vs. Constructivism Objective Objective Constructive ConstructiveBreaks task into small Avoid oversimplification manageable chunks of instruction Predetermined real-world, case-based Contents learning Controlled Instruction learning should foster learning
  89. 89. PENDEKATAN KELAS Behaviorisme Vs. Konstruktivisme TUJUAN PEMBELAJARAN TUJUAN PEMBELAJARAN KONSTRUCTIF KONSTRUCTIF Memecah tugas menjadi Menghindari pembelajaranbagian-bagian kecil yang bisa yang disederhanakan ditangani secara berlebihan Matrei Pelajaran yang Belajar dunia-nyata, ditentukan ulang berbasis kasus Pembelajaran Pembelajaran yang yang dikendalikan akan mempercepat belajar
  90. 90. ASUMSI TRADISIONAL TENTANG BELAJAR• Siswa sebagai penerima pasif informasi• Belajar memperkuat hubungan stimulus- respon• Siswa adalah “lembaran yang kosong”• Pengetahuan bebas konteks• transfer pengetahuan dapat diprediksi• Latihan melalui kegiatan mengabstraksi• Mengerjakan ltugas atihan secara terpisakh
  91. 91. PRINSIP-PRINSIP KONSTRUKTIVISME • Belajar sebagai mencari makna. • Belajar terjadi dalam suatu konteks • Pembelajaran untuk “membentuk” mental model siswa. • Tujuan belajar adalam mengkonstruksi pengetahuan. (bukan “benar” vs. “salah”)(Source: Zolar, M. Constructivism 101. NC Quest Program, University of North Carolina atWilmington.)
  92. 92. STRATEGI PEMBELAJARAN KONSTRUKTIVISTIK • Inquiry learning • Discovery learning • Situational learning • Problem-based learning • Cognitive Apprenticeship(Source: Zolar, M. Constructivism 101. NC Quest Program, University of North Carolina at Wilmington.)
  93. 93. MODEL MENGAJAR• BEHAVIORISME • KOGNITIVISME • KONSTRUKSIONISME • POSTMODERNISME ACTIVE MODEL LEARNING GAGNE MODEL NANANG RIJONO 2010
  94. 94. GAGNÉ’S NINE EVENTS OF INSTRUCTION1. GAIN ATTENTION - CURIOSITY MOTIVATES STUDENTS TO LEARN.2. INFORM LEARNERS OF OBJECTIVES - THESE OBJECTIVES SHOULD FORM THE BASIS FOR ASSESSMENT.3. STIMULATE RECALL OF PRIOR LEARNING - ASSOCIATING NEW INFORMATION WITH PRIOR KNOWLEDGE CAN FACILITATE THE LEARNING PROCESS.
  95. 95. GAGNÉ’S NINE EVENTS OF INSTRUCTION4. PRESENT THE CONTENT - THIS EVENT OF INSTRUCTION IS WHERE THE NEW CONTENT IS ACTUALLY PRESENTED TO THE LEARNER.5. EXAMPLES, NON-EXAMPLES, CASE STUDIES, GRAPHICAL REPRESENTATIONS, MNEMONICS, AND ANALOGIES.6. ELICIT PERFORMANCE (PRACTICE) - ELICITING PERFORMANCE PROVIDES AN OPPORTUNITY FOR LEARNERS TO CONFIRM THEIR CORRECT UNDERSTANDING, AND THE REPETITION FURTHER INCREASES THE LIKELIHOOD OF RETENTION.
  96. 96. Gagné’s Nine Events of Instruction7. PROVIDE FEEDBACK - GUIDANCE AND ANSWERS PROVIDED AT THIS STAGE ARE CALLED FORMATIVE FEEDBACK.8. ASSESS PERFORMANCE - TAKE A FINAL ASSESSMENT.9. ENHANCE RETENTION AND TRANSFER TO THE JOB - EFFECTIVE EDUCATION WILL HAVE A "PERFORMANCE" FOCUS.
  97. 97. Nine Instructional Events • Gagne proposed a sequence of nine learning events that incorporate most of the learning outcomes. He promoted the idea that effective instruction should be systematic and move through a series of steps to meet certain learning purposes.Event Purpose/Example1. Gain attention of Interest/motivation/curiosity learners - show pictures of triangles2. State objectives Clarify expectations and relevance - what is an equilateral triangle?3. Stimulate memory Access existing cognitive of prior relevant structures to enhance learning meaningful learning - review definitions of triangles
  98. 98. Nine Instructional EventsEvent Purpose/Example4. Present new stimulus/ Provide/present the new material information to be learned - give definition of equilateral triangle5. Provide guidance to Discovery learning, labs, learners demonstrations, examples, reflective questioning - show example of how to create equilateral triangle6. Elicit performance Learners produce some output based on new learning…practice a skill, discussion, group activity, etc. - ask students to create 5 different examples
  99. 99. Nine instructional eventsEvent Purpose/Example Teacher has opportunity to7. Provide • continued reinforce and correct feedback performances-check all examples8. Assess Test to see if stated objectives performance have been met - provide scores Store in long-term memory, apply9. Reinforce learning to real life situations and retention and in other contexts - show pictures transfer of objects and ask students to identify equilaterals
  100. 100. 106
  101. 101. Bahan Uji Publik KURIKULUM 2013KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN 29 NOVEMBER 2012 108
  102. 102. STRATEGI PENINGKATAN EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN Pembelajaran yang Iklim mengedepankan pengalaman akademik, personal melalui Observasi budaya (menyimak, melihat, membaca, sekolah/ mendengar), Bertanya, Asosiasi, kampus, .... Menyimpulkan, Mengkomunikasikan, ....Sistem Nilai: -Universal Efektivitas Efektivitas Efektivitas Transformasi -Nasional Interaksi Pemahama Penyerapan Nilai -Lokal n Penilaian pada Manajemen kemampuan Kesinambungan dan proses, nilai dan Pembelajaran Kepemimpina pengetahuan, secara horisontal n serta dan vertikal kemampuan menilai sendiri 109
  103. 103. KURIKULUM SEBAGAI INTEGRATOR SISTEM NILAI, PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN Watak/Perilaku Kolektif Kompetensi: Watak/ Sistem -Sikap Aktualisasi Internalisasi -Keterampilan Perilaku Nilai (Action) (Reflection) -Pengetahuan Individu Keterampilan PengetahuanKurikulum -PRODUKTIF & -INOVATIF -PEDULI -...Pembelajaran PTK dan dukungan lain: SarPras,... 110
  104. 104. ELEMEN PERUBAHAN ELEMEN PERUBAHAN 111
  105. 105. ELEMEN PERUBAHAN ELEMEN DESKRIPSI SD SMP SMA SMKKOMPETENSI • ADANYA PENINGKATAN DAN KESEIMBANGAN SOFT SKILLSLULUSAN DAN HARD SKILLS YANG MELIPUTI ASPEK KOMPETENSI SIKAP, KETERAMPILAN, DAN PENGETAHUANKEDUDUKAN • KOMPETENSI YANG SEMULA DITURUNKAN DARI MATAPELAJARANMATA BERUBAH MENJADI MATAPELAJARAN DIKEMBANGKAN DARIPELAJARAN KOMPETENSI.(ISI)PENDEKATAN KOMPETENSI DIKEMBANGKAN MELALUI:(ISI) • TEMATIK • MATA • MATA • MATA INTEGRATIF PELAJARAN PELAJARAN PELAJARAN DALAM SEMUA WAJIB DAN WAJIB, MATA PILIHAN PILIHAN, PELAJARAN DAN VOKASI 112
  106. 106. ELEMEN PERUBAHAN DESKRIPSI ELEMEN SD SMP SMA SMKSTRUKTUR • HOLISTIK DAN • TIK MENJADI • PERUBAHAN • PENYESUAIANKURIKULUM INTEGRATIF SISTEM: ADA JENIS KEAHLIAN(MATAPELAJA MEDIA SEMUA MATA- BERDASARKAN BERFOKUSRAN DAN MATAPELAJARAN PELAJARAN SPEKTRUM KEPADA ALAM,ALOKASI • PENGEMBANGAN WAJIB DAN KEBUTUHAN SOSIAL DANWAKTU) DIRI ADA MATA- SAAT INI BUDAYA(ISI) TERINTEGRASI PELAJARAN • PENYERAGAMAN • PEMBELAJARAN PADA SETIAP PILIHAN MATA- DILAKSANAKAN MATAPELAJARAN • TERJADI PELAJARAN DENGAN DAN EKSTRA- PENGURANG DASAR UMUM PENDEKATAN KURIKULER AN MATA- • PRODUKTIF SAINS • JUMLAH PELAJARAN DISESUAIKAN • JUMLAH MATAPELAJARAN YANG HARUS DENGAN TREN MATAPELAJARA DARI 12 MENJADI DIIKUTI PERKEMBANGAN N DARI 10 10 SISWA INDUSTRI MENJADI 6 • JUMLAH JAM • JUMLAH JAM • PENGELOMPOK- • JUMLAH JAM BERTAMBAH 6 BERTAMBAH AN MATA- BERTAMBAH 4 JP/MINGGU 2 JP/MINGGU PELAJARN JP/MINGGU AKIBAT AKIBAT PRODUKTIF 113
  107. 107. ELEMEN PERUBAHAN DESKRIPSI ELEMEN SD SMP SMA SMK • STANDAR PROSES YANG SEMULA TERFOKUS PADA EKSPLORASI, ELABORASI, DAN KONFIRMASI DILENGKAPI DENGAN MENGAMATI, MENANYA, MENGOLAH, MENALAR, MENYAJIKAN, MENYIMPULKAN, DAN MENCIPTA. • BELAJAR TIDAK HANYA TERJADI DI RUANG KELA S, TETAPI JUGA DI LINGKUNGAN SEKOLAH DAN MASYARAKAT • GURU BUKAN SATU-SATUNYA SUMBER BELAJAR.PROSES • SIKAP TIDAK DIAJARKAN SECARA VERBAL, TETAPI MELALUI CONTOH DAN TELADANPEMBELAJARAN • TEMATIK • IPA DAN • ADANYA MATA • KOMPETENSI PELAJARAN KETERAMPILAN YANG DAN IPS WAJIB DAN SESUAI DENGAN TERPADU MASING- STANDAR MASING PILIHAN DIAJARKAN SESUAI INDUSTRI SECARA DENGAN TERPADU BAKAT DAN MINATNYA 114
  108. 108. Elemen Perubahan DESKRIPSI ELEMEN SD SMP SMA SMK • PENILAIAN BERBASIS KOMPETENSI • PERGESERAN DARI PENILAIAN MELALUI TES [MENGUKUR KOMPETENSI PENGETAHUAN BERDASARKAN HASIL SAJA], MENUJU PENILAIAN OTENTIK [MENGUKUR SEMUA KOMPETENSI SIKAP, KETERAMPILAN, DAN PENGETAHUAN BERDASARKAN PROSES DAN HASIL]PENILAIAN • MEMPERKUAT PAP (PENILAIAN ACUAN PATOKAN) YAITU PENCAPAIAN HASIL BELAJAR DIDASARKAN PADA POSISI SKOR YANG DIPEROLEHNYA TERHADAP SKOR IDEAL (MAKSIMAL) • PENILAIAN TIDAK HANYA PADA LEVEL KD, TETAPI JUGA KOMPETENSI INTI DAN SKL • MENDORONG PEMANFAATAN PORTOFOLIO YANG DIBUAT SISWA SEBAGAI INSTRUMEN UTAMA PENILAIANEKSTRAKURIKU • PRAMUKA • PRAMUKA (WAJIB)LER (WAJIB) • OSIS • UKS • UKS • PMR • PMR 115
  109. 109. RUANG LINGKUP SKL Dunia (Peradaban) Global Negara Meta- PT kognitif Sosial-Ekonomi-Budaya SMA/K Peserta Pendidikan Prosedural Didik Sat SM P Konseptual SD Faktual SD SMPPT SMA/K 116
  110. 110. STANDAR KOMPETENSI LULUSAN (SKL) - RINCIGRADASI ANTAR SATUAN PENDIDIKAN MEMPERHATIKAN;1.PERKEMBANGAN PSIKOLOGIS ANAK2.LINGKUP DAN KEDALAMAN MATERI3.KESINAMBUNGAN4.FUNGSI SATUAN PENDIDIKAN5.LINGKUNGAN 117
  111. 111. STANDAR KOMPETENSI LULUSAN (SKL) - RINGKASGRADASI ANTAR SATUAN PENDIDIKAN MEMPERHATIKAN;1.PERKEMBANGAN PSIKOLOGIS ANAK2.LINGKUP DAN KEDALAMAN MATERI3.KESINAMBUNGAN4.FUNGSI SATUAN PENDIDIKAN5.LINGKUNGAN 118
  112. 112. STANDAR KOMPETENSI LULUSAN – DOMAIN SIKAP DIKDAS:SD DIKDAS:SMP DIKMEN:SMA/KMEMILIKI PERILAKU MEMILIKI PERILAKU MEMILIKI PERILAKU YANGYANG MENCERMINKAN YANG MENCERMINKAN MENCERMINKAN SIKAPSIKAP ORANG BERIMAN, SIKAP ORANG BERIMAN, ORANG BERIMAN,BERAKHLAK MULIA, BERAKHLAK MULIA, BERAKHLAK MULIA,PERCAYA DIRI, DAN PERCAYA DIRI, DAN PERCAYA DIRI, DANBERTANGGUNG JAWAB BERTANGGUNG JAWAB BERTANGGUNG JAWABDALAM BERINTERAKSI DALAM BERINTERAKSI DALAM BERINTERAKSISECARA EFEKTIF DENGAN SECARA EFEKTIF DENGAN SECARA EFEKTIF DENGANLINGKUNGAN SOSIAL LINGKUNGAN SOSIAL LINGKUNGAN SOSIAL DANDAN ALAM DAN ALAM ALAM SERTA DALAMDI SEKITAR RUMAH, DALAM JANGKAUAN MENEMPATKAN DIRINYASEKOLAH, DAN TEMPAT PERGAULAN DAN SEBAGAI CERMINANBERMAIN KEBERADAANNYA BANGSA DALAM PERGAULAN DUNIA 119
  113. 113. STANDAR KOMPETENSI LULUSAN – DOMAIN KETERAMPILAN SD SMP SMA/KMEMILIKI MEMILIKI MEMILIKIKEMAMPUAN PIKIR KEMAMPUAN PIKIR KEMAMPUAN PIKIRDAN TINDAK YANG DAN TINDAK YANG DAN TINDAK YANG EFEKTIF DAN KREATIF EFEKTIF DAN KREATIFEFEKTIF DAN KREATIF DALAM RANAH DALAM RANAHDALAM RANAH ABSTRAK DAN ABSTRAK DANABSTRAK DAN KONKRET KONKRETKONKRET SESUAI DENGAN TERKAIT DENGANSESUAI DENGAN YANG DIPELAJARI DI PENGEMBANGANYANG DITUGASKAN SEKOLAH ATAU DARI YANGKEPADANYA. SUMBER LAIN YANG DIPELAJARINYA DI SAMA DENGAN YANG SEKOLAH SECARA DIPEROLEH DARI MANDIRI SEKOLAH 120
  114. 114. STANDAR KOMPETENSI LULUSAN – DOMAIN PENGETAHUAN SD SMP SMA/KMEMILIKI PENGETAHUAN MEMILIKI PENGETAHUAN MEMILIKI PENGETAHUANFAKTUAL DAN FAKTUAL, KONSEPTUAL PROSEDURAL DANKONSEPTUAL DALAM DAN PROSEDURAL DALAM METAKOGNITIF DALAMILMU PENGETAHUAN, ILMU PENGETAHUAN, ILMU PENGETAHUAN,TEKNOLOGI, SENI, DAN TEKNOLOGI, SENI, DAN TEKNOLOGI, SENI, DANBUDAYA DENGAN BUDAYA DENGAN BUDAYA DENGANWAWASAN WAWASAN WAWASANKEMANUSIAAN, KEMANUSIAAN, KEMANUSIAAN,KEBANGSAAN, KEBANGSAAN, KEBANGSAAN,KENEGARAAN, DAN KENEGARAAN, DAN KENEGARAAN, DANPERADABAN PERADABAN PERADABANTERKAIT FENOMENA DAN TERKAIT FENOMENA DAN TERKAIT PENYEBABKEJADIAN DI KEJADIAN YANG TAMPAK FENOMENA DANLINGKUNGAN RUMAH, MATA KEJADIANSEKOLAH, DAN TEMPAT 121
  115. 115. CONTOH SKL DAN KOMPETENSI INTI DUNTUK KELAS I SD STANDAR KOMPETENSI LULUSAN KOMPETENSI INTI KELAS IMEMILIKI [MELALUI MENERIMA, MENERIMA DANMENJALANKAN, MENGHARGAI, MENJALANKAN AJARANMENGHAYATI, MENGAMALKAN] KI #1 AGAMA DANPERILAKU YANG MENCERMINKAN KEPERCAYAAN YANGSIKAP ORANG BERIMAN, DIANUTNYA.BERAKHLAK MULIA, PERCAYA MEMILIKI PERILAKUDIRI, DAN BERTANGGUNG JAWAB JUJUR, DISIPLIN,DALAM BERINTERAKSI SECARA TANGGUNG JAWAB, KI #2EFEKTIF DENGAN LINGKUNGAN SANTUN, PEDULI, DANSOSIAL DAN ALAM , DI SEKITAR PERCAYA DIRI DALAMRUMAH, SEKOLAH, DAN TEMPAT BERINTERAKSI DENGANBERMAIN KELUARGA, TEMAN, DAN GURU. 122
  116. 116. CONTOH SKL DAN KOMPETENSI INTI DUNTUK KELAS I SD STANDAR KOMPETENSI LULUSAN KOMPETENSI INTI KELAS IMEMILIKI [MELALUI MENGAMATI, MENYAJIKANMENANYA, MENCOBA, MENGOLAH, PENGETAHUAN FAKTUALMENYAJI, MENALAR, MENCIPTA] DALAM BAHASA YANG JELAS DAN LOGIS, DALAM KARYAKEMAMPUAN PIKIR DAN TINDAK YANG YANG ESTETIS, DALAMEFEKTIF DAN KREATIF DALAM RANAH GERAKAN YANGABSTRAK DAN KONKRET SESUAI #4 KI MENCERMINKAN ANAKDENGAN YANG DITUGASKAN SEHAT, DAN DALAMKEPADANYA. TINDAKAN YANG MENCERMINKAN PERILAKU ANAK BERIMAN DAN BERAKHLAK MULIA. 123
  117. 117. CONTOH SKL DAN KOMPETENSI INTI DUNTUK KELAS I SD STANDAR KOMPETENSI LULUSAN KOMPETENSI INTI KELAS IMEMILIKI [MELALUI MENGETAHUI, MEMAHAMIMEMAHAMI, MENERAPKAN, PENGETAHUANMENGANALISIS, MENGEVALUASI] FAKTUAL DENGAN CARAPENGETAHUAN FAKTUAL DANKONSEPTUAL DALAM ILMU MENGAMATIPENGETAHUAN, TEKNOLOGI,SENI, #3 BERDASARKAN RASA KI INGIN TAHU TENTANGBUDAYA DENGAN WAWASANKEMANUSIAAN, KEBANGSAAN, DIRINYA, MAKHLUKKENEGARAAN, DAN PERADABAN CIPTAAN TUHAN DANTERKAIT FENOMENA DAN KEJADIAN DI KEGIATANNYA, DANLINGKUNGAN RUMAH, SEKOLAH, DANTEMPAT BERMAIN BENDA-BENDA YANG DIJUMPAINYA DI RUMAH DAN DI SEKOLAH 124
  118. 118. 5Penguatan Proses 125
  119. 119. Kerangka Kompetensi Abad 21Sumber: 21st Century Skills, Education, Competitiveness. Partnership for 21st Century,2008Kehidupan dan Karir Pembelajaran dan Inovasi Informasi, Media and• Fleksibel dan adaptif • Kreatif dan inovasi Teknologi• Berinisiatif dan mandiri • Berfikir kritis menyelesaikan masalah • Melek informasi• Keterampilan sosial dan budaya • Komunikasi dan kolaborasi • Melek Media• Produktif dan akuntabel • Melek TIK• Kepemimpinan&tanggung jawab Kerangka ini menunjukkan bahwa proses pembelajaran tidak cukup hanya untuk meningkatkan pengetahuan [melalui core subjects] saja, harus dilengkapi:-Berkemampuan kreatif - kritis -Berkarakter kuat [bertanggung jawab, sosial, toleran, produktif, adaptif,...]Disamping itu didukung dengan kemampuan memanfaatkan informasi dan berkomunikasi Partnership: Perusahaan, Asosiasi Pendidikan, Yayasan,.. 126
  120. 120. Kerangka Kompetensi Abad 21Sumber: 21st Century Skills, Education, Competitiveness. Partnership for 21st Century,2008 • Mendukung Keseimbangan Perlunya mempersiapkan proses penilaian yang tidak penilaian: tes standar serta hanya tes saja, tetapi dilengkapi dengan penilaian penilaian normatif dan sumatif lain termasuk portofolio siswa. Disamping itu • Menekankan pada pemanfaatan dierlukan dukungan lingkungan pendidikan yang umpan balik berdasarkan kinerja memadai peserta didik • Membolehkan pengembangan portofolio siswa • Menciptakan latihan pembelajaran, dukungan SDM dan infrastruktur • Memungkinkan pendidik untuk berkolaborasi, berbagi pengalaman dan integrasinya di kelas • Memungkinkan peserta didik untuk belajar yang relevan dengan konteks dunia • Mendukung perluasan keterlibatan komunitas dalam pembelajaran, baik langsung 127
  121. 121. Proses Pembelajaran yang Mendukung KreativitasDyers, J.H. et al [2011], Innovators DNA, Harvard Business Review:•2/3 dari kemampuan kreativitas seseorang diperoleh melaluipendidikan, 1/3 sisanya berasal dari genetik.•Kebalikannya berlaku untuk kemampuan intelijensia yaitu: 1/3 daripendidikan, 2/3 sisanya dari genetik. PEMBELAJARAN BERBASIS•Kemampuan kreativitas diperoleh melalui:INTELEJENSIA TIDAK AKAN - Observing [mengamati] MEMBERIKAN HASIL - Questioning [menanya] Personal SIGINIFIKAN (HANYA PENINGKATAN 50%) - Associating [menalar] DIBANDINGKAN YANG - Experimenting [mencoba] BERBASIS KREATIVITAS - Networking [Membentuk jejaring] (SAMPAI 200%) Inter-personal PERLUNYA MERUMUSKAN KURIKULUM BERBASIS PROSES PEMBELAJARAN YANG MENGEDEPANKAN PENGALAMAN PERSONAL MELALUI PROSES MENGAMATI, MENANYA, MENALAR, DAN MENCOBA [OBSERVATION BASED LEARNING] UNTUK MENINGKATKAN KREATIVITAS PESERTA DIDIK. DISAMPINGITU, DIBIASAKAN BAGI PESERTA DIDIK UNTUK BEKERJA DALAM JEJARINGAN MELALUI COLLABORATIVE LEARNING 128 128
  122. 122. Proses Pembelajaran yang Mendukung Kreativitas PEMBELAJARANDyers, J.H. et al [2011], Innovators DNA, Harvard BusinessReview: BERBASIS•2/3 dari kemampuan kreativitas seseorang diperoleh INTELEJENSIA TIDAKmelalui pendidikan, 1/3 sisanya berasal dari genetik. AKAN MEMBERIKAN•Kebalikannya berlaku untuk kemampuan intelijensia yaitu: HASIL SIGINIFIKAN1/3 dari pendidikan, 2/3 sisanya dari genetik. (HANYA PENINGKATAN•Kemampuan kreativitas diperoleh melalui: Personal - Observing [mengamati]50%) DIBANDINGKAN PEMBELAJARAN BERBASIS - Questioning [menanya]YANG BERBASIS INTELEJENSIA TIDAK AKAN - Associating [menalar] MEMBERIKAN HASIL SIGINIFIKAN - KREATIVITASYANG BERBASIS Experimenting [mencoba] DIBANDINGKAN (SAMPAI (HANYA PENINGKATAN 50%) - 200%) Networking [Membentuk jejaring] KREATIVITAS (SAMPAI 200%) Inter-personal PERLUNYA MERUMUSKAN KURIKULUM BERBASIS PROSES PEMBELAJARAN YANG MENGEDEPANKAN PENGALAMAN PERSONAL MELALUI PROSES MENGAMATI,MENANYA, MENALAR, DAN MENCOBA [OBSERVATION BASED LEARNING] UNTUK MENINGKATKAN KREATIVITAS PESERTA DIDIK. DISAMPING ITU, DIBIASAKAN BAGI PESERTA DIDIK UNTUK BEKERJA DALAM JEJARINGAN MELALUI COLLABORATIVE LEARNING 129 129
  123. 123. Proses Pembelajaran yang Mendukung KreativitasDyers, J.H. et al [2011], Innovators DNA, Harvard Business Review:•2/3 dari kemampuan kreativitas seseorang diperoleh melalui pendidikan, 1/3 sisanya berasal dari genetik.•Kebalikannya berlaku untuk kemampuan intelijensia yaitu: 1/3 dari pendidikan, 2/3 sisanya dari genetik.•Kemampuan kreativitas diperoleh melalui: - Observing [mengamati] PEMBELAJARAN BERBASIS - Questioning [menanya] INTELEJENSIA TIDAK AKAN MEMBERIKAN - Associating [menalar] HASIL SIGINIFIKAN (HANYA - Experimenting [mencoba] - PENINGKATAN 50%) DIBANDINGKAN Networking [Membentuk jejaring] YANG BERBASIS KREATIVITAS (SAMPAI 200%) PERLUNYA MERUMUSKAN KURIKULUM BERBASIS Personal PROSES PEMBELAJARAN YANG MENGEDEPANKAN PENGALAMAN PERSONAL MELALUI PROSES MENGAMATI, MENANYA, MENALAR, DAN MENCOBA [OBSERVATION BASED LEARNING] UNTUK MENINGKATKAN KREATIVITAS PESERTA DIDIK. DISAMPING ITU, DIBIASAKAN BAGI PESERTA DIDIK UNTUK BEKERJA DALAM JEJARINGAN MELALUI COLLABORATIVE LEARNING 130 130
  124. 124. Proses Penilaian yang Mendukung KreativitasSHARP, C. 2004. DEVELOPING YOUNG CHILDREN’S CREATIVITY: WHAT CAN WELEARN FROM RESEARCH?:GURU DAPAT MEMBUAT PESERTA DIDIK BERANI BERPERILAKU KREATIF MELALUI: • TUGAS YANG TIDAK HANYA MEMILIKI SATU JAWABAN TERTENTU YANG BENAR [BANYAK/SEMUA JAWABAN BENAR], • MENTOLERIR JAWABAN YANG NYELENEH, • MENEKANKAN PADA PROSES BUKAN HANYA HASIL SAJA, • MEMBERANIKAN PESERTA DIDIK UNTUK MENCOBA, UNTUK MENENTUKAN SENDIRI YANG KURANG JELAS/LENGKAP INFORMASINYA, UNTUK MEMILIKI INTERPRETASI SENDIRI TERKAIT DENGAN PENGETAHUAN ATAU KEJADIAN YANG DIAMATINYA • MEMBERIKAN KESEIMBANGAN ANTARA YANG TERSTRUKTUR DAN YANG SPONTAN/EKSPRESIFPERLUNYA MERUMUSKAN KURIKULUM YANG MENCAKUP PROSES PENILAIAN YANG MENEKANKAN PADA PROSES DAN HASIL SEHINGGA DIPERLUKAN PENILAIAN BERBASIS PORTOFOLIO (PERTANYAAN YANG TIDAK MEMILIKI JAWABAN TUNGGAL, MEMBERI NILAI BAGI JAWABAN NYELENEH, MENILAI PROSES PENGERJAANNYA BUKAN HANYA HASILNYA, PENILAIAN SPONTANITAS/EKSPRESIF, DLL) 131 131
  125. 125. Proses Penilaian yang Mendukung KreativitasSHARP, C. 2004. DEVELOPING YOUNG CHILDREN’SCREATIVITY: WHAT CAN WE LEARN FROM RESEARCH?:GURU DAPAT MEMBUAT PESERTA DIDIK BERANI BERPERILAKUKREATIF MELALUI: • TUGAS YANG TIDAK HANYA MEMILIKI SATU JAWABAN TERTENTU YANG BENAR [BANYAK/SEMUA JAWABAN BENAR], • MENTOLERIR JAWABAN YANG NYELENEH, • MENEKANKAN PADA PROSES BUKAN HANYA HASIL SAJA, • MEMBERANIKAN PESERTA DIDIK UNTUK MENCOBA, UNTUK MENENTUKAN SENDIRI YANG KURANG JELAS/LENGKAP INFORMASINYA, UNTUK MEMILIKI INTERPRETASI SENDIRI TERKAIT DENGAN PENGETAHUAN ATAU KEJADIAN YANG DIAMATINYA • MEMBERIKAN KESEIMBANGAN ANTARA YANG TERSTRUKTUR DAN YANG SPONTAN/EKSPRESIF 132 PERLUNYA MERUMUSKAN KURIKULUM YANG MENCAKUP PROSES PENILAIAN YANG MENEKANKAN PADA PROSES DAN HASIL SEHINGGA DIPERLUKAN PENILAIAN BERBASIS PORTOFOLIO (PERTANYAAN YANG TIDAK MEMILIKI JAWABAN TUNGGAL, MEMBERI NILAI BAGI JAWABAN NYELENEH, MENILAI PROSES PENGERJAANNYA BUKAN HANYA HASILNYA, PENILAIAN SPONTANITAS/EKSPRESIF, DLL) 132
  126. 126. Proses Penilaian yang Mendukung KreativitasSHARP, C. 2004. DEVELOPING YOUNG CHILDREN’S CREATIVITY: WHAT CAN WE LEARN FROM RESEARCH?:GURU DAPAT MEMBUAT PESERTA DIDIK BERANI BERPERILAKU KREATIF MELALUI: • TUGAS YANG TIDAK HANYA MEMILIKI SATU JAWABAN TERTENTU YANG BENAR [BANYAK/SEMUA JAWABAN BENAR], • MENTOLERIR JAWABAN YANG NYELENEH, • MENEKANKAN PADA PROSES BUKAN HANYA HASIL SAJA, • MEMBERANIKAN PESERTA DIDIK UNTUK MENCOBA, UNTUK MENENTUKAN SENDIRI YANG KURANG JELAS/LENGKAP INFORMASINYA, UNTUK MEMILIKI INTERPRETASI SENDIRI TERKAIT DENGAN PENGETAHUAN ATAU KEJADIAN YANG DIAMATINYA • MEMBERIKAN KESEIMBANGAN ANTARA YANG TERSTRUKTUR DAN YANG SPONTAN/EKSPRESIF PERLUNYA MERUMUSKAN KURIKULUM YANG MENCAKUP PROSES PENILAIAN YANG MENEKANKAN PADA PROSES DAN HASIL SEHINGGA DIPERLUKAN PENILAIANBERBASIS PORTOFOLIO (PERTANYAAN YANG TIDAK MEMILIKI JAWABAN TUNGGAL, MEMBERI NILAI BAGI JAWABAN NYELENEH, MENILAI PROSES PENGERJAANNYA BUKANHANYA HASILNYA, PENILAIAN SPONTANITAS/EKSPRESIF, 133 DLL) 133
  127. 127. Langkah Penguatan ProsesPROSES KARAKTERISTIK PENGUATAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN SAINTIFIK MELALUI MENGAMATI, MENANYA, MENCOBA, MENALAR,.... MENGGUNAKAN ILMU PENGETAHUAN SEBAGAI PENGGERAK PEMBELAJARAN UNTUK SEMUA MATA PELAJARANPEMBELAJAR MENUNTUN SISWA UNTUK MENCARI TAHU, BUKAN DIBERIAN TAHU [DISCOVERY LEARNING] MENEKANKAN KEMAMPUAN BERBAHASA SEBAGAI ALAT KOMUNIKASI, PEMBAWA PENGETAHUAN DAN BERFIKIR LOGIS, SISTEMATIS, DAN KREATIF MENGUKUR TINGKAT BERFIKIR SISWA MULAI DARI RENDAH SAMPAI TINGGI MENEKANKAN PADA PERTANYAAN YANG MEBUTUHKANPENILAIAN PEMIKIRAN MENDALAM [BUKAN SEKEDAR HAFALAN] MENGUKUR PROSES KERJA SISWA, BUKAN HANYA HASIL KERJA SISWA MENGGUNAKAN PORTOFOLIO PEMBELAJARAN SISWA 134
  128. 128. Langkah Penguatan ProsesPROSES KARAKTERISTIK PENGUATAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN SAINTIFIK MELALUI MENGAMATI, MENANYA, MENCOBA, MENALAR,.... MENGGUNAKAN ILMU PENGETAHUAN SEBAGAI PENGGERAK PEMBELAJARANPEMBELAJAR UNTUK SEMUA MATA PELAJARANAN MENUNTUN SISWA UNTUK MENCARI TAHU, BUKAN DIBERI TAHU [DISCOVERY LEARNING] MENEKANKAN KEMAMPUAN BERBAHASA SEBAGAI ALAT KOMUNIKASI, PEMBAWA PENGETAHUAN DAN BERFIKIR LOGIS, SISTEMATIS, DAN KREATIF 135
  129. 129. Langkah Penguatan ProsesPROSES KARAKTERISTIK PENGUATAN MENGUKUR TINGKAT BERFIKIR SISWA MULAI DARI RENDAH SAMPAI TINGGI MENEKANKAN PADA PERTANYAAN YANG MEBUTUHKAN PEMIKIRAN MENDALAM [BUKAN SEKEDARPENILAIAN HAFALAN] MENGUKUR PROSES KERJA SISWA, BUKAN HANYA HASIL KERJA SISWA MENGGUNAKAN PORTOFOLIO PEMBELAJARAN SISWA 136
  130. 130. INGAT KURIKULUM 2013:• KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI (KBK)• BERBASIS SAINS (INQUIRY BASED)• MENGEMBANGKAN SIKAP I& KARAKTER• MENGEMBANGKAN KETERAMPILAN BERFIKIR• MENGGUNAKAN MULTI MEDIA / TIK• PENAMBAHAN JAM BELAJAR UNTUK MENGAKTIFKAN SISWA
  131. 131. IMPLIKASI KURIKULUM 2013 GURU HARUS:• MEMAHAMI DAN MAMPU MENERJEMAHKAN SILABUS (YANG DIBUAT PUSKURBUK) SECARA TEPAT DAN KONTEKSTUAL --- SELANJUTNYA DITUANGKAN KE DALAM RPP.
  132. 132. IMPLIKASI KURIKULUM 2013 GURU HARUS:• MERANCANG TUGAS & KEGIATANN UNTUK MENGAKTIFKAN BELAJAR --- DITUANGKAN DALAM LKS• GURU MEMILIH BAHAN BELAHAR DAN MEDIA BERBASIS TIK ----MEMBUAT MODUL ATAU BAHAN BELAJAR NON CETAK
  133. 133. IMPLIKASI KURIKULUM 2013 PENGAWAS/TPK HARUS:• SEBELUMNYA GURRU MELALUI KKG/MGMP/ WORKSHOP/IHT DIAJAK MEMBANGKAN SK & KAD (KTSP) DENGAN KI & KD (KUR 2013), SEHINGGA:• TAHu isi materi yang sama/tetap (dengan redaksi berbedA)• MATERI YANG BERUBAH SEDIKIT• MATERI BARU
  134. 134. IMPLIKASI KURIKULUM 2013 PENGAWAS/TPK HARUS:• MENGAJAK GURU MEMBEDAH KI DAN KD DARI KURIKULUM 2013, SEHINGGA :• DIKETAHUI ISI/SUBSTANSI NYA• KEGIATAN BELAJAR YANG PERLU DILAKUKAN DI KELAS• MEDIA TIK YANG DIPERLUKAN
  135. 135. IMPLIKASI KURIKULUM 2013 PENGAWAS/TPK HARUS:• MEMBEDAH SILABUS NASIONAL (DARI PUSKURBUK) UNTUK MENYAMAKAN PERSEPSI TENTANG “APA YANG WAJIB DIBERIKAN KEPADA SISWA (MINIMAL):• SEHINGGA TIDAK TERJADI PENYEMPITAN MATERI ATAU PENGURANGAN KEGIATAN BELAJAR YANG SUDAH DIGARISKAN PUSAT
  136. 136. KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSI DASAR ILMU PENGETAHUAN SOSIAL ( IPS )SEKOLAH MENENGAH PERTAMA (SMP)/MADRASAH TSANAWIYAH (MTs) KELAS VII KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR 1.1. Menghargai karunia Tuhan YME yang1. Menghargai telah menciptakan waktu dengan dan segala perubahannya 1.2. Menghargai ajaran agama dalam menghayati berfikir dan berperilaku sebagai penduduk Indonesia dengan ajaran mempertimbangkan kelembagaan sosial, budaya, ekonomi dan politik agama yang dalam masyarakatMenghargai dianutnya karunia Tuhan YME yang telah menciptakan manusia dan lingkungannya
  137. 137. KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSI DASAR ILMU PENGETAHUAN SOSIAL ( IPS ) SEKOLAH MENENGAH PERTAMA (SMP)/MADRASAH TSANAWIYAH (MTs) KELAS VII KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR2. Menghargai dan 2.1. Meniru perilaku jujur,menghayati perilaku jujur, disiplin bertanggung jawab,disiplin, tanggungjawab, peduli, santun dan percayapeduli (toleransi, gotong diri sebagaimana ditunjukkanroyong), santun, percaya diri, oleh tokoh-tokoh padadalam berinteraksi secara masa hindu Buddha danefektif dengan lingkungan Islam dalam kehidupannyasosial dan alam dalam sekaranG.jangkauan pergaulan dankeberadaannya
  138. 138. KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSI DASAR ILMU PENGETAHUAN SOSIAL ( IPS ) SEKOLAH MENENGAH PERTAMA (SMP)/MADRASAH TSANAWIYAH (MTs) KELAS VII KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR3. Memahami pengetahuan 3.1. Memahami aspek(faktual, konseptual, dan keruangan danprosedural)berdasarkan konektivitas antar ruang dan waktu dalam lingkuprasa ingin tahunya tentang regional serta perubahanilmu pengetahuan, dan keberlanjutanteknologi, seni, budaya kehidupan manusiaterkait fenomena dan (ekonomi, sosial, budaya,kejadian tampak mata pendidikan dan politik)
  139. 139. KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSI DASAR ILMU PENGETAHUAN SOSIAL ( IPS ) SEKOLAH MENENGAH PERTAMA (SMP)/MADRASAH TSANAWIYAH (MTs) KELAS VII KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR4. Mencoba, mengolah, dan Menyajikan hasil .1.menyaji dalam ranah konkret(menggunakan, mengurai, pengamatan tentangmerangkai, memodifikasi, dan hasil-hasil kebudayaan danmembuat) dan ranah abstrak fikiran masyarakat(menulis, membaca, Indonesia pada masamenghitung, menggambar, dan praaksara, masa hindumengarang) sesuai dengan buddha dan masa Islamyang dipelajari di sekolah dan dalam aspek geografis,sumber lain yang sama dalam ekonomi, budaya dansudut pandang/teori politik yang masih hidup dalam masyarakat sekarang
  140. 140. KI#1 KI#2 KI#3 KI#3KD 1.1. KD 2.1. KD 3.1. KD 4.1 KD 3.2.KD 1.2. KD 4.2 KD 2.2. KD 3.3.KD 1.3. KD 4.3 KD 3.4.
  141. 141. KI#1 KI#2 KI#3 KI#3KD 1.1. KD 2.1. KD 3.1. KD 4.1 KD 3.2.KD 1.2. KD 4.2 KD 2.2. KD 3.3.KD 1.3. KD 4.3 KD 3.4.
  142. 142. KI#1 KI#2 KI#3 KI#3KD 1.1. KD 2.1. KD 3.1. KD 4.1 KD 3.2.KD 1.2. KD 4.2 KD 2.2. KD 3.3.KD 1.3. KD 4.3 KD 3.4.
  143. 143. KI#1 KI#2 KI#3 KI#3KD 1.1. KD 2.1. KD 3.1. KD 4.1 KD 3.2.KD 1.2. KD 4.2 KD 2.2. KD 3.3.KD 1.3. KD 4.3 KD 3.4.
  144. 144. PEMBELAJARANNYA KI3 •P ` KI43 •K • . KI1 KI2 •S
  145. 145. TAKSONOMI BLOOM (1999) 6. KREATIVITAS 5. MENGEVALUASI META- KOGNITIF 4. MENGANALISIS PROSEDUR AL 3. MENERAPKAN KONSEPTU 2. MEMAHAMI AL FAKTIAL1MENGINGAT
  146. 146. KETERAMPILAN KOGNITIF (BERFIKIR & ILMIAH) OBSERVING (mengamati)ASSOCIATING QUESTIONING KREATI KREATI (Menanya) (menalar) VITAS VITAS EXPERIMENTING Networking (mencoba) (JEJARING)
  147. 147. SIKAP / KARAKTER• BERAGAMA/RELIGIUS• JUJUR, DISIPLIN, TANGGUNGJAWAB, PEDULI, SANTUN, RAMAH LINGKUNGAN, GOTONG ROYONG, KERJASAMA, CINTA DAMAI, RESPONSIF DAN PRO-AKTIF, BERINTERAKSI SECARA EFEKTIF
  148. 148. LAMPIRAN• IPS - SMP• PRAKARYA & KEWIRAUSAHAAN - SMA
  149. 149. LAMPIRAN• PERBANDINGAN IPS - SMP• PPERBANDINGAN EKONOMI/ AKUNTANSI - SMA
  150. 150. 158

×