• Save
Berpikir Sistem=Paparan Dinamika Sistem V0
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

Berpikir Sistem=Paparan Dinamika Sistem V0

on

  • 15,082 views

System Thinking is an approach for understanding the phenomenon of human being.

System Thinking is an approach for understanding the phenomenon of human being.

Statistics

Views

Total Views
15,082
Views on SlideShare
15,029
Embed Views
53

Actions

Likes
9
Downloads
0
Comments
4

1 Embed 53

http://www.slideshare.net 53

Accessibility

Upload Details

Uploaded via as Microsoft PowerPoint

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
  • saya sedang belajar tentang berpikir sistem, kalau berkenan bolehkah saya mendapat materi dari bapak? Terima kasih.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
  • sangat bangus materi berpikir sistemnya dan sangat bermanfaat. trims atas pengetahuannya
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
  • Hallo Pak Randy, saya tertarik untuk mempelajari SysDyn, Sys Thinking, Berpikir Sistem, dan materi bapak sangat bagus, tp sayang sekali gak bisa download. Kalo berkenan mohon file kirim ke : merjames.p@gmail.com.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
  • Ijin download Pak
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

Berpikir Sistem=Paparan Dinamika Sistem V0 Berpikir Sistem=Paparan Dinamika Sistem V0 Presentation Transcript

  • BERPIKIR SISTEM PENDEKATAN DYNAMIKA SISTEM   Randy R. Wrihatnolo Jakarta, 24 September 2008
  • Daftar Isi   Pengantar 1. Pendahuluan 2. Deskripsi Dinamika Sistem 2.1. Sejarah Perkembangan Dinamika Sistem 2.2. Filsafat dan Teori 2.3. Metodologi 2.4. Metode 2.5. Perkembangan Terakhir 3. Dinamika Sistem dalam Aksi 4. Tinjauan Kritis Dinamika Sistem 5. Nilai Dinamika Sistem Bagi Para Manajer 6. Kesimpulan Referensi balik
  • Apakah “Berpikir Kesisteman” itu?   Berpikir kesisteman adalah suatu disiplin ilmu untuk melihat struktur yang mendasari situasi kompleks, dan untuk membedakan perubahan tingkat tinggi terhadap perubahan tingkat rendah. Tentu saja, berpikir kesisteman mempermudah hidup dengan membantu kita untuk melihat pola yang lebih dalam yang mendasari beberapa peristiwa dan detailnya (Senge, 1990). “ “ balik
  • 1. Pendahuluan   Pengembangan dinamika sistem bertujuan memperluas cakupan berpikir kesisteman terapan pada masalah strategis. Penelitian operasional (OR) kehilangan sentuhan terhadap masalah-masalah riel yang dihadapi manajer karena OR lebih berkonsentrasi pada isu-isu taktis spesifik  model matematikanya hanya melibatkan sedikit variabel secara linier. Dinamika sistem memanfaatkan ilmu umpan-balik, yang menggunakan kekuatan komputer digital modern, untuk membuka rahasia sistem non-linear yang kompleks dan bersiklus ganda. Tokoh Kunci: Jay W. Forrester dan timnya di MIT  riset ilmu dasar untuk membangun teori dinamika sistem dan mengembangkan pendekatan sistem terapannya. Petrus Senge, “The Fifth Discipline (1990)”  buku yang mempromosikan dinamika system (diberi judul “Disiplin Ke-5”) sebagai kunci untuk menciptakan organisasi yang senantiasa belajar. balik
  • 2.1. Sejarah Perkembangan Dinamika Sistem  
    • Industrial Dinamics: A Major Breakthrough for Decision Makers (=Dinamika Industri: Suatu Terobosan Untuk Para Pembuat Keputusan)  diperluas ruang-lingkupnya menjadi “dinamika system” ( system dynamics ).
    • Forrester: Industrial Dinamycs (1961)  Principles of Systems (1968)  Urban Dynamics (1969)  World Dynamics (1971).
    • World Dynamics (1971) dan The Limits to Growth (D. Meadows et al, 1972) berusaha memahami dunia sebagai sebuah sistem  diwakili 5 parameter dasar:
    • Populasi
    • Sumberdaya alam
    • Produksi industri
    • Produksi pertanian
    • Polusi
    • Pertumbuhan (ekonomi) pada tingkat tertentu tidak dapat berkelanjutan  doomsday-mongers  perlu kesetimbangan global
    • Ciri utama pendekatan dinamika sistem  pengembangan model simulasi berbasis computer yang dapat dicoba untuk memvalidasi perilaku sistem dunia nyata.
    balik
  • 2.2. Filsafat dan Teori  
    • Teori dinamika sistem menyatakan:
    • Sekumpulan variabel yang pada sistem yang kompleks menyebabkan terjadinya hubungan sebab-akibat dalam putaran umpan-balik, dimana semua variabel saling berinteraksi.
    • Antar-keterhubungan sistemik dalam putaran umpan-balik menentukan struktur sistem, dan struktur inilah yang menjadi penentu utama dalam perilaku sistem.
    • Tujuan dinamika sistem:
    • Manajer dapat memahami struktur sistem yang kompleks, sehingga mereka dapat memperkirakan kapan harus melakukan intervensi dan dapat memastikan perilaku struktur sistem agar cocok dengan tujuan akhir mereka.
    • Pemahaman struktur sistem meliputi:
    • (1) menentukan batas-batas system
    • (2) membangun jaringan putaran umpan-balik
    • (3) menentukan variabel tingkat atau aliran dan derajat atau simpanan
    • (4) menentukan titik-titik keuntungan (berdaya angkat).
    • Senge kemudian menambahkan “contra-intuitive” sebagai Disiplin ke-5.
    • “ Contra-intuitive” adalah struktur kompleks antar-berbagai sistem yang mengandung interaksi sejumlah variabel yang tak terkira banyaknya sehingga sangat sulit ditangkap oleh pikiran manusia  sifat dinamik sistem tersebut ini dapat dilacak oleh komputer.
    balik
  • 2.3. Metodologi  
    • Metodologi untuk penerapan dinamika sistem dalam praktek (Forrester, 1961 & 1971) :
    • Langkah pertama:
    • Menjelaskan permasalahan yang dikhawatirkan para pengambil-keputusan.
    • Mengidentifikasi variabel-variabel yang berdampak pada suatu masalah.
    • Langkah kedua:
    •  Mengkonstruksikan hubungan-hubungan antar-variabel dalam sebuah model putaran umpan-balik.
    • Langkah ketiga:
    •  Mengubah hubungan-hubungan antar-variabel menjadi model matematika yang (atas dasar tingkat dan derajat)  sehingga dapat menangkap interaksi-interaksi dasar dalam sebuah system  menggunakan perangkat lunak yang dibuat khusus yang dapat diubah ke dalam simulasi komputer.
    • Langkah keempat:
    •  Model divalidasi dengan cara memperbandingkan antara perilakunya dengan aktivitas dunia nyata  dan jika korespondensi yang layak telah tercapai maka dilakukan uji coba pada model untuk melihat bagaimana beberapa keputusan alternatif dapat memperbaiki kinerja.
    • Langka kelima:
    •  Menyusun rekomendasi yang dibuat berdasarkan bagaimana pembuat keputusan mampu mengubah situasi yang memungkinkan terjadinya perbaikan.
    balik
  • 2.3. Metodologi (2) Usulan Lain  
    • Maani dan Cavana (2000) menawarkan metodologi berikut:
    • Menyusun penstrukturan masalah.
    • Menyusun model putaran sebab-akibat.
    • Penyusunan model dinamik.
    • Penyusunan model dan perencanaan skenario.
    • Melakukan pembelajaran organisasi dan implementasi.
    • Menekankan pentingnya organizational learning sebagai learning laboratorium
    •  Proses pembelajaran terstruktur dilakukan sekelompok manajer agar melibatkan dirinya dalam microworld , dan ini dipakai untuk memudahkan proses pembelajaran organisasi.
    balik
  • 2.4. Metode  
    • Metode untuk mendukung tahapan metodologi dinamika sistem (ada 4):
    • huruf rangkap bertanda atau diagram putaran sebab-akibat
    • pola dasar sistem
    • paket piranti-lunak simulasi komputer
    • dunia mikro ( microworld )
    balik
  • Gambar 1. Diagram Peluncuran Produk Baru balik Penjualan Iklan Masal Pendapatan Kualitas Produksi Reputasi atas Kualitas + + + + + + + Perhatian Media Menyenangkan Model Terbaru + + + + - -
  • Gambar 2. Meningkatnya Ketergantungan Pada Bantuan: Sebuah Contoh Pola Dasar “Pergeseran Beban” balik Ketergantungan pada Bantuan Mencari Bantuan Peningkatan Standard Kehidupan + + + Perbaikan Ekonomi Penundaan + + + + -
  • Gambar 3. Diagram Simpanan dan Aliran (Stock-and-Flow) balik Tingkat Kehidupan Tingkat Rekruitmen Jumlah Karyawan Simpanan
  • 2.5. Perkembangan Terakhir  
    • Dinamika sistem terbaru  memfokuskan pengembangan kemampuan pembelajaran dalam organisasi.
    • Senge (1990) mengingatkan dinamika sistem sebagai “disiplin ke-5”
    • Empat disiplin untuk pembelajaran organisasi:
    • Penguasaan pribadi (personal mastery)  memaksa individu secara menjelaskan dan memahami lebih dalam tujuan mereka.
    • Mengelola model mental (managing mental models)  organisasi harus secara kontinu mempertanyakan asumsi bawaan yang menjadi pilar pandangan dunia yang menggiring perilaku mereka.
    • Membangun visi bersama (building shared vision)  mereka harus mencabar visi masa depan yang mengilhami konsensus dan komitmen.
    • Pembelajaran kelompok (team learning)  jika didorong dan ditingkatkan dengan tepat maka organisasi dapat mengambil manfaat sinergi pengetahuan semua individu dalam organisasi.
    • Vennix (1996) menciptakan pusat pengembangan model kelompok (group model building) untuk mengintegrasikan model mental secara individual.
    • Sterman (2000) menciptakan teknologi komputer (berbasis ilmu kompleks dan kecerdasan buatan) untuk interaksi dinamika sistem, bermanfaat untuk model mental, pengambilan keputusan strategis dan pembelajaran.
    balik
  • 3. Dinamika Sistem dalam Aksi Salah satu intervensi yang paling sering digunakan untuk menggambarkan kekuatan pendekatan dinamika sistem dilaksanakan oleh Kelompok Dinamika Sistem MIT bersama-sama dengan Hanover Insurance (lihat Senge dan Sterman dalam Morecroft dan Sterman, 1994; Maani dan Cavana, 2000; Cavaler dan Obloj, 1993). Kasus ini menunjukkan bahwa tindakan rasional yang diambil oleh manajemen untuk mereduksi biaya penyelesaian klaim dan mempertahankan kepuasan pelanggan sesungguhnya berakibat pada penurunan kualitas pelayanan dan peningkatan biaya penyelesaian ( settlement cost ). Studi dinamika sistem ini menunjukkan, melalui analisis putaran umpan-balik yang saling berinteraksi, secara tepat mengapa hal ini terjadi. Studi menyarankan langkah-langkah yang lebih tersembunyi namun lebih manjur untuk mengatasi berbagai masalah yang dihadapi. Solusi tersebut mengarah pada pengembangan dunia-mikro dan laboratorium pembelajaran untuk menyebarluaskan hasil pembelajaran yang diperoleh dari perusahaan. balik
  • Gambar 4. Dinamika Sistem pada Proses Klaim di Industri Asuransi balik Tekanan Waktu Tingkat Penyelesaian Yang Dibutuhkan Kualitas Investigasi, Negosiasi, Dokumentasi Biaya Penyelesaian Tekanan Keuangan Penyewaan Putaran Biaya Penyelesaian (+) Putaran Biaya Penyelesaian (-) Klaim Datang Klaim Tunda Klaim Selesai Lama Penyelesaian Per Klaim Produktivitas Kepadatan Pekerjaan Ketersediaan Waktu Penyesuai Pemadaman Pembalikan Putaran Kerja Mingguan (-) Putaran Pemadaman (+) Putaran Pembalikan (+) Putaran Kapasitas (-) + + + + + + + + + + + + + + + _ _ _ _ _ _ _ _
  • Penjelasan Gambar 4. Dinamika Sistem pada Proses Klaim di Industri Asuransi Keterangan untuk Gambar 4. Dinamika Sistem pada Proses Klaim di Industri Asuransi.   Putaran umpan-balik mengontrol penyelesaian klaim, dengan proses yang menyebabkan erosi penguatan sendiri akan kualitas dan menambah biaya penyelesaian. Anak panah menunjukkan arah penyebabnya. Tanda ( + atau  ) pada kepala panah menunjukkan hubungan yang berlawanan: tanda + berarti adanya peningkatan variabel bebas menyebabkan peningkatan variabel terikat, sedemikian hingga (suatu penurunan menyebabkan penurunan yang lain). Mirip di atas, tanda  menunjukkan bahwa peningkatan variabel bebas menyebabkan penurunan variabel terikat. Putaran positif yang berlawanan (ditandai oleh + pada pengenal putaran) menunjukkan proses penguatan sendiri (umpan-balik positif). Putaran negatif yang berlawanan (ditandai oleh  pada pengenal putaran) menunjukkan proses pengaturan sendiri (umpan-balik negatif). Sumber: Senge dan Sterman (1994), direproduksi dengan ijin dari Productivity Press. balik
  • 4. Tinjauan Kritis Dinamika Sistem
    • Kekuatan dinamika sistem:
    • Kekuatan klaimnya bahwa struktur adalah penentu (determinan) utama sistem perilaku dan bahwa stuktur dapat diuraikan dalam syarat-syarat hubungan antara positif dan negatif umpan-balik beberapa kesimpulan.
    • Sistem dinamik menjadi sebuah kerangka pemersatu multidisipliner, mampu melihat melampaui detil permukaan yang diperlihatkan oleh disiplin-disiplin individual pada pola yang lebih dalam yang sungguh bertanggung jawab pada munculnya perilaku.
    • Sistem dinamik dapat membantu para manajer menembus kompleksitas dan mendapatkan perangkat dongkrak perubahan dan peningkatan dalam sistem sosial.
    balik
  • 5. Nilai Dinamika Sistem Bagi Para Manajer 5 pelajaran yang mudah dipelajari manajer agar bermanfaat bagi pekerjaan mereka: Pertama: mempelajari sesuatu di luar yang nampak di permukaan  untuk melihat pola putaran umpan-balik yang tersembunyi namun ternyata menentukan perilaku sistem. Kedua: memahami bagaimana putaran umpan-balik berinteraksi sehingga menyebabkan perilaku sistem  dapat menginformasikan cara kerja apara manajer. Misalnya, mereka mejadi lebih sadar akan bahaya konsekuensi yang tidak diharapkan, gejala-gejala yang mengancam ketimbang penyebabnya, pentingnya penundaan, etc. Ketiga: manajer perlu menghargai bahwa sistem kompleks sering berperilaku cerdik dan tak terduga. Penting meluangkan waktu untuk mencari intervensi lebih kecil. Jika tidak, manajer harus memindahkan perubahan mendasar. Keempat: dinamika sistem mendukung kesimpulan “tiada seorang manusia pun berada di pulau”. Menyalahkan lingkungan atau orang lain akibat terjadinya suatu permasalahan adalah tidak baik. Keputusan kita adalah bagian dari seperangkat hubungan yang diberikan untuk menghadapi kesulitan yang kita hadapi. Kelima: model dinamika sistem, simulator penerbangan manajemen, dll dapat membantu manajer menghargai hubungan sistemik dimana mereka terlibat dan dimana keputusan mereka dikontribusikan. Mereka mengajari manajer bahwa mereka sering mengubah pemikirannya secara radikal sebelum perbaikan dapat mungkin terjadi. Pembelajaran berulang melibatkan model perubahan mental penting untuk menyukseskan praktek manajemen. balik
  • 6. Kesimpulan Keuntungan buat Manajer  Pendekatan dinamika sistem memberikan pengertian yang mendalam bagi para manajer dalam berbagai keadaan. Jalur keilmuan jelas  Dinamika sistem merupakan kelanjutan tingkatan vertical, dimensi sistem-sistem SOSM ( System of Sistems Methodologies ). Pendekatan ini manawarkan kemungkinan keberhasilan ketika berhadapan dengan kompleksitas sistem ketimbang berpikir kesisteman yang kaku. Dinamika sistem dapat digabungkan dengan pendekatan sistem yang lain  Senge memberikan label berpikir kesisteman ( systems thinking ) untuk dinamika sistem yang secara halus berada dalam domain pendekatan sistem ( systems approach )  Hal ini sebenarnya terlalu dipaksakan. Dinamika sistem sebagian mempunyai kemampuan terbatas namun akan sangat bermanfaat apabila digabungkan dengan pendekatan sistem yang lain. Dinamika sistem masuk ke dalam ranah pendekatan lain  Penggagas dinamika sistem telah melangkah jauh melampaui kelompok fungsionalisme beresiko kehilangan hubungan dengan kompetensi inti-nya dan masuk dalam medan berkompetisi dengan para ahli berpikir kesisteman yang telah dalam waktu lama mengeksplorasi paradigma lain dan telah mengembangkan metodologi dan metode yang sesuai dengan paradigma tersebut. Kombinasi antara dinamika sistem dengan pendekatan sistem yang lain  Daripada percaya bahwa dinamika sistem dapat melakukan segalanya, maka lebih baik para ahli berpikir kesisteman cenderung mengkobinasikan kekuatan dinamika sistem dengan pendekatan sistem yang lain yang telah dipelajari agar lebih baik . balik
  • Terima Kasih balik
  • Referensi balik Cavaleri, S. and Obloj, K. (1993). Management Systems: A Global Perspective. Wadsworth, Belmont, CA. Flood, R.L. and Jackson, M.C. (1991). Creative Problem Solving: Total Systems Intervention. John Wiley & Sons, Chichester, UK.