Organisasi & Manajemen Pemerintahan

Loading...

Flash Player 9 (or above) is needed to view presentations.
We have detected that you do not have it on your computer. To install it, go here.

2 comments

Comments 1 - 2 of 2 previous next Post a comment

Post a comment
Embed Video
Edit your comment Cancel

11 Favorites

Organisasi & Manajemen Pemerintahan - Presentation Transcript

  1. ORGANISASI & MANAJEMEN PEMERINTAHAN Bahan Kuliah untuk Mahasiswa S1-PIN Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Universitas Mulawarman Oleh : Tri Widodo W. Utomo, SH.,MA
  2. Adm, Manajemen & Org 1. ADMINISTRASI 2. MANAJEMEN 3. KEPEMIMPINAN 4. PENGAMBILAN KEPUTUSAN 5. MANUSIA 5 4 3 2 1 5 Dimana Org?
  3. A O M O A M Adm > Org ? Org > Adm ?
  4. Administrasi v.s. Manajemen
    • Administrasi:
    • Lebih banyak digunakan untuk sektor publik.
    • Lebih banyak digunakan di negara Eropa Kontinental.
    • Lebih menekankan pada penyelenggaraan fungsi-fungsi manajemen.
    • Manajemen:
    • Lebih banyak digunakan untuk sektor privat.
    • Lebih banyak digunakan di negara Anglo Saxon.
    • Lebih menekankan pada penggunaan sumber-sumber daya secara optimal.
  5. TEORI DASAR ORGANISASI
  6. Pengertian Organisasi (1)
    • Pola kerja sama antara orang-orang yang terlibat dalam kegiatan-kegiatan yang saling berhubungan untuk mencapai tujuan tertentu ( Wexlwy and Yulk ).
    • Sekelompok orang yang terbiasa mematuhi perintah para pemimpinnya dan yang tertarik pada kelanjutan partisipasi mereka dan keuntungan yang dihasilkan, yang membagi diantara mereka praktek-praktek dari fungsi tersebut yang siap melayani untuk praktek mereka ( Max Weber ).
    • Struktur hubungan kekuasaan dan kebiasaan orang-orang dalam suatu sistem administrasi ( Dwight Waldo ).
    • Sistem dari aktivita-aktivita orang yang terkoordinasikan secara sadar, atau kekuatan-kekuatan yang terdiri dari dua orang atau lebih ( Chester Barnard ).
    • Kesatuan ( entity ) sosial yang dikoordinasikan secara sadar, dengan sebuah batasan yang relatif dapat diidentifikasikan, yang bekerja atas dasar yang relatif terus menerus untuk mencapai suatu tujuan bersama atau sekelompok tujuan ( Stephen P. Robbins ).
  7. Pengertian Organisasi (2)
    • Lembaga sosial dengan ciri-ciri khusus: secara sadar dibentuk pada suatu waktu tertentu, para pendirinya mencanangkan tujuan yang biasanya digunakan sebagai simbol legitimasi, hubungan antara anggotanya dan sumber kekuasaan formal ditentukan secara relatif jelas walaupun seringkali pokok pembicaraan dan perencanaan diubah oleh para anggota-anggotanya yang membutuhkan koordinasi atau pengawasan ( Silverman ).
    • Kesatuan sosial dari kelompok manusia, yang saling berinteraksi menurut suatu pola tertentu sehingga setiap anggota organisasi memiliki fungsi dan tugasnya masing-masing, yang sebagai suatu kesatuan mempunyai tujuan tertentu dan mempunyai batas-batas yang jelas, sehingga bisa dipisahkan secara tegas dari lingkungannya ( Hary Lubis dan Martani Huseini ).
    • Alat untuk pencapaian tujuan dari orang-orang yang berada diluar organisasi tersebut, sebagai suatu alat untuk pencapaian tujuan. Untuk itu organisasi harus dibuat rasional dalam arti kata harus disusun dan beroperasi berdasarkan ketentuan-ketentuan formal dan perhitungan-perhitungan efisiensi ( Azhar Kasim ).
  8. Persamaan Organisasi
    • Kumpulan manusia
    • Wadah kerjasama
    • Mencapai tujuan-tujuan
    Jalinan Kontrak ( a nexus of contracts ) Kunci : ”kemampuan mengadakan KONTRAK dg pihak lain”
  9. Kontrak Organisasi
    • Spot Contract.
    • Terjadi karena transaksi dadakan ( spot transaction ). Kontrak ini bersifat inflexible , shg pihak yang mengadakan kontrak tidak memiliki kebebasan untuk saling mengajukan penawaran. Contoh: belanja di supermarket, ketaatan thd peraturan lalu lintas, menonton sepakbola di stadion, dsb.
    • Relational Contract.
    • Kontrak jenis ini lebih fleksibel sifatnya karena memberikan kesempatan kepada pihak-pihak yang bersangkutan untuk mencapai kesepakatan yang menguntungkan kedua belah pihak ( clausul escape ). Contoh: pengangkatan pekerja dalam sebuah kantor / perusahaan.
    • Implicit Contract.
    • Kontrak ini paling fleksibel, dimana tanpa adanya ikatan kontrak secara formal, seseorang dapat menjadi anggota suatu organisasi. Seorang warga negara, tanpa melakukan sesuatu tindakan telah melekat dalam dirinya perasaan bangga sebagai anggota masyarakat serta memiliki sense of belonging yang tinggi thd negaranya.
  10. Perbedaan Organisasi
    • Structure  line, staff, committee, matrix.
    • Strategy  long-term/short-term; SWOT.
    • Style (leadership)  otokratik, partisipatif, free-rein .
    • Skill  keahlian, keterampilan.
    • Staff  jenjang, latar blk, karakteristik, dll.
    • Share value  superordinate goals .
    • System  POAC.
    7-S Mc. Kinsey:
  11.  
  12. STRUCTURE CEO Jabfung Staff Jabfung Staff Jabfung Staff Jabfung Staff Jabfung Staff Jabfung Staff Jabfung Staff Jabfung Staff Jabfung Staff Line Matriks Umum & Peg Kabatu / Secretary Keuangan Renlap Bidang Bidang Bidang Staff
  13. STRATEGY I (SO) Growth Strategy Oriented II (ST) Diversification Oriented III (WO) Minimizing Internal Problem IV (WT) Defensive Oriented S W T O
  14. STYLE (leadership) Autocratic style Participative style Free Rein style
  15. Pendekatan thd Organisasi
    • Perlu diadakan pembatasan secara tegas antara kegiatan pelaksanaan / operasional dengan tugas manajerial .
    • Pekerja seperti tukang-tukang / operator mesin .
    • Pola kerja mekanis, tanpa kebebasan untuk berkreasi / berinovasi.
    1. Pendekatan Klasik (Taylor – 1919)
    • Disebut juga Pendekatan Human Relation .
    • Menganut prinsip-prinsip sbb:
    2. Pendekatan Neo-Klasik (Elton Mayo – 1927)
    • Organisasi adalah suatu sistem sosial.
    • Interaksi sosial menyebabkan munculnya kelompok dalam organisasi yang memiliki norma sendiri dan menjadi pegangan bagi seluruh anggota kelompok .
    • Perlu saluran komunikasi yang efektif untuk mengarahkan interaksi sosial dalam organisasi.
    • Manajemen perlu memiliki keterampilan sosial disamping keterampilan teknis, agar mampu membina munculnya ikatan sosial yang baik dalam organisasi .
  16. 3. Pendekatan Modern
    • Yang diperlukan bukan teori mengenai organisasi, tetapi cara berpikir ( way of thinking ) mengenai organisasi
    • Terdapat 2 cara adaptasi yang dapat dilakukan oleh organisasi. Pertama , melalui perubahan internal , yaitu menyesuaikan struktur internal organisasi, pola kerja, perencanaan dan aspek internal lainnya terhadap karakteristik lingkungan. Kedua , dengan berusaha untuk menguasai dan mengubah kondisi lingkungan sehingga menguntungkan bagi organisasi.
  17. Karakteristik Organisasi: Mekanik
    • Organisasi sebagai suatu mesin yang bekerja dengan suatu keteraturan dan keajegan.
    • Tujuan organisasi dapat dicapai secara efektif dan efisien melalui mekanisme pembagian kerja, spesialisasi dan hubungan kerja yang hierarkhis .
    • Efisiensi dalam organisasi dapat ditingkatkan hanya apabila terdapat pengerangkaan ( structuring ) dan pengendalian ( controlling ) terhadap partisipasi anggota organisasi.
    • Organisasi berstruktur piramida, menerapkan kesatuan komando ( chain of command ) dan jenjang pengawasan yang seringkali berlapis .
    • Organisasi lebih menganut sistem tertutup ( close system ) .
  18. Karakteristik Organisasi: Organik
    • Organisasi sebagai suatu sistem yang menekankan pada unsur manusia sebagai pelaku utama.
    • Efisiensi dan efektivitas bukan merupakan aspek utama dalam pencapaian tujuan organisasi, sebab produk ( output ) tidak dipandang sebagai hal yang utama. Aspek yang dianggap lebih penting dalam organisasi model organik ini adalah adanya keseimbangan antara faktor manusia dengan faktor lingkungannya.
    • Organisasi lebih menganut sistem terbuka ( open system ) .
    Termasuk kategori manakah Organisasi Pemerintah?
  19. Azas Pengorganisasian Kelembagaan
    • Asas Pembagian Tugas  structure follows function .
    • Asas Fungsionalisasi  unit kerja tertentu yang bertanggungjawab secara fungsional.
    • Asas Koordinasi  kebersamaan, kerjasama, sharing informasi.
    • Asas Kesinambungan  institusionalisasi; tidak tergantung pada figur.
    • Asas Keluwesan  mengikuti & menyesuaikan diri dengan perkembangan.
  20. Azas Pengorganisasian Kelembagaan
    • Asas Akordion  berkembang atau mengecil sesuai dengan tuntutan tugas & beban kerja .
    • Asas Pendelegasian Wewenang  untuk efektivitas dan pemberdayaan.
    • Asas Rentang Kendali  jumlah satuan organisasi yang dibawahi oleh seorang pimpinan, diperhitungkan secara rasional.
    • Asas Jalur dan Staf  saling support antara unsur pelaksana dengan unsur pendukung.
    • Asas Kejelasan Pembaganan  dapat dipahami kedudukan dan hubungan dari setiap satuan organisasi yang ada .
  21. PERUBAHAN ORGANISASI Organizational Development
  22. ORG MEKANIK ORG ORGANIK TRADISIONAL
    • Individual
    • Tunggu perintah
    • Hubungan vertikal
    • Sentralistik
    • Orientasi sistem / prosedur
    • Perlu banyak input (s.d.)
    • Mengatasi masalah
    • Reaktif
    • Lamban
    • Pasif terhadap tuntutan
    • Ketinggalan zaman
    • Ketinggalan iptek
    • Mandek
    • Kelompok / partisipasi
    • Prakarasa / kreativitas
    • Hubungan horizontal
    • Desentralisasi
    • Orientasi sasaran / prestasi
    • Hemat sumber daya
    • Mencegah masalah
    • Proaktif
    • Cepat
    • Responsif terhadap lingkungan
    • Tanggap perkembangan zaman
    • Mengikuti iptek
    • Berkembang
    BUDAYA KERJA Perubahan Paradigma Organisasi
  23. Perubahan Paradigma Organisasi RASIONALISTIS DEMOKRATIS DESENTRALISTIS TERBUKA LUWES DEBIROKRATIS GOVERNANCE GOOD GOVERNANCE Reformasi STRUKTUR : Aturan, kelembagaan & departementasi, HAL, mekanisme kerja & SOP, ALI & ALE, dll. KULTUR : Nilai-nilai, pola pikir / mindset , motivasi / kepribadian, sikap & perilaku, dll. PATERNALISTIS OTORITER SENTRALISTIS TERTUTUP KAKU BIROKRATIS GOVERNMENT BAD GOVERNANCE
  24. MANAGER LEADER
    • Mengatur
    • Merupakan Tiruan
    • Mempertahankan
    • Mengandalkan Pengawasan
    • Memiliki Pandangan Jangka Pendek
    • Bertanya Bagaimana dan Kapan
    • Memandang ke Bawah
    • Menerima Status Quo
    • Prajurit Klasik yang Baik
    • Melakukan Hal Dengan Benar
    • Berinovasi
    • Asli
    • Mengambangkan
    • Menginsiprasikan Kepercayaan
    • Memiliki Pandangan Jangka Panjang
    • Bertanya Apa dan Bagaimana
    • Memandang Cakrawala
    • Menantang
    • Dirinya Sendiri
    • Melakukan Hal yang Benar
    Sumber : Warren Bennis, dalam Chasiati, 2005 Deputi II Bidang KMKP LAN - RI Perubahan Pola Kepemimpinan
  25. PERUBAHAN
    • Peter Senge  if you don’t change, you die.
    • Morgan  organisasi menghadapi metamorfosa seperti ulat menjadi kupu-kupu. Hanya ada 2 pilihan: berubah atau mati .
      • Hindari 2 Tipe:
      • Organisasi Dinosaurus  Punah
      • Organisasi Katak Rebus  Mati
    • Perlu Perubahan (Penyeimbangan) Otak Kiri  Otak Kanan:
    • Otak Kiri : bahasa, matematika, sistematika / keteraturan, logika.
    • Otak Kanan : visual, merekam, ruang, gerak, sumber kreativitas, obyektif dan intuitif.
  26. PERUBAHAN ORGANISASI
    • Peter Senge: learning organizations are organizations where:
    • people continually expand their capacity to create the results they truly desire;  s t a t e o f i m p r o v e m e n t
    • new and expansive patterns of thinking are nurtured ;
    • collective aspiration is set free , and
    • people are continually learning to see the whole together .
    I O proses perubahan I O
  27. ORGANISASI PEMERINTAH Organisasi Berbasis Kinerja
  28. Filosofi & Arah Penataan Organisasi Sektor Publik
    • MENPAN  Paradigma ke-6 Adm. Negara
    • ” Administrasi Negara Sebagai Seni Pelayanan & Pemberdayaan Masyarakat ”
    Francis Fukuyama  State-Building: Governance and World Order in the 21 st Century. ” Untuk menghindari kegagalan negara, peran negara (Pemerintah) perlu ditingkatkan melalui penguatan kapasitas ” Denhardt  The Future of Public Administration: Challenges to Democracy, Citizenship and Ethic ” Changing institutional patterns  Post-Modern Org ”
    • Besaran organisasi pemerintah belum proporsional.
    • Implementasi sistem ketatalaksanaan pelayanan pemerintah masih berorientasi pada kepentingan birokrasi.
    • Ketidaksesuaian antara kemampuan pegawai dengan tuntutan pekerjaan.
    • Kurangnya budaya kerja sama antar pegawai dan pimpinan organisasi.
    • Kurang optimalnya kemampuan organisasi mengakomodasi perubahan.
    • Ketersediaan infrastruktur belum mengikuti perkembangan iptek.
    PENYEBAB KURANG OPTIMALNYA KINERJA ORGANISASI PEMERINTAH Harus dibenahi LATAR BELAKANG Perlu kemauan dari seluruh jajaran organisasi untuk melakukan perubahan PEDOMAN DESAIN ORGANISASI BERBASIS KINERJA
  29. POTRET BIROKRASI INDONESIA Sentimen Priordial/ Etnosentrisme: Kelompok, Klan, Daerah STATE CENTRIC : Alokasi Sumber Daya Publik yg. tdk merata KULTUR FEODALISTIK: KKN, SARA, Patron – Client, Afiliasi Politik TABIAT RENT SEEKING: Mark Up, Korupsi BAD GOVERNANCE Konflik Antar Aktor di Birokrasi
  30. KONSEPSI DASAR ORGANISASI BERBASIS KINERJA
    • PRASYARAT OBK:
    • Kepemimpinan yang konsisten dan mempunyai komitmen
    • SDM yang kompeten
    • Kemauan untuk melakukan pembaharuan
    • Pembelajaran organisasi
    • KARAKTERISTIK OBK:
    • Visi, Misi & Stategi yang jelas
    • Berorientasi pada hasil & manfaat
    • Inovatif
    • Adaptif
    • Transparan
    • Akuntabel
    OBK adalah organisasi yang berorientasi hasil dan secara terus menerus/berkelanjutan meningkatkan kualitas dan produktivitas kerjanya dengan mengoptimalkan penggunaan sumberdaya yang tersedia dalam rangka pencapaian visi dan misi organisasi sehingga bermanfaat bagi masyarakat.
  31. Kelembagaan Tingkat Pusat
  32. Kelembagaan Tingkat Pusat
    • 1. Lembaga KEPRESIDENAN dibantu oleh WAKIL PRESIDEN
    • 2. Unsur Pembantu Presiden:
      • Menteri Negara KOORDINATOR.
      • Menteri Negara yang TIDAK MEMIMPIN Departemen.
      • Menteri Negara yang memimpin DEPARTEMEN.
    • 3. KESEKRETARIATAN Lembaga Tertinggi dan Tinggi Negara:
      • Sekretariat Jenderal MPR.
      • Sekretariat Jenderal DPR.
      • Sekretariat Jenderal BPK.
      • Sekretariat Jenderal MA.
    • 4. Lembaga Pemerintah Non Departemen (LPND)
    • 5. Organisasi EKSTRA STRUKTURAL yang dibentuk Pemerintah: Dewan, Badan, Panitia, Komisi, Kelompok Kerja.
    • 6. PERWAKILAN RI di Luar Negeri :
      • Perwakilan Diplomatik.
      • Perwakilan Konsuler
  33. MENTERI KOORDINATOR
    • Perumusan Kebijakan
    • Koordinasi Pelaksa-
    • naan kebijakan
    • Pengelolaan Asset
    • Pengawasan
    • Koordinasi Perencanaan
    • Dan Penyusunan Kebijakan
    • Sinkronisasi Pelaksanaan
    • Kebijakan
    • Pengendalian Kebijakan
    • Pengelolaan Asset
    • Pengawasan
    KEPPRES 187/M TAHUN 2004 MENTERI NEGARA MENTERI
    • Perumusan Kebijakan
    • Nasional, Pelaksanaan,
    • & Teknis
    • Pelaksanaan Urusan Pem.
    • Pengelolaan Aset
    • Pengawasan
    KEMENTERIAN NEGARA (10) PEMBENTUKAN KABINET INDONESIA BERSATU DAN PENGANGKATAN MENTERI-MENTERI NEGARA DEPARTEMEN (20) KEMENTERIAN KOORDINATOR (3) PERPRES 9 TAHUN 2005 MENGATUR KEDUDUKAN, TUGAS, FUNGSI, SUSUNAN/STRUKTUR ORGANISASI, TATA KERJA, ESELON, PENGANGKATAN, PEMBERHENTIAN, ADMINISTRASI DAN PEMBIAYAAN KEMENTERIAN NEGARA RI
  34. DASAR HUKUM : KEPPRES 103 TAHUN 2001 JUMLAH : 22 (DUAPULUH DUA) KEDUDUKAN : BERADA DI BAWAH DAN BERTANGGUNGJAWAB KEPADA PRESIDEN DAN DIKOORDINASIKAN OLEH MENTERI YANG TERKAIT TUGAS : MELAKSANAKAN TUGAS PEMERINTAHAN TERTENTU DARI PRESIDEN LEMBAGA PEMERINTAH NON DEPARTEMEN
    • A. DARI ASPEK TUGAS DAN KEWENANGAN
    • 1. LPND YANG MEMPUNYAI TUGAS MELAKSANAKAN URUSAN
    • PEMERINTAHAN (FUNGSI REGULASI) SEPERTI BPOM, BPN DAN BAPETEN
    • 2. LPND YANG MENDUKUNG PELAKSANAAN TUGAS PEME-
    • RINTAHAN SEPERTI : LIPI, BPPT, DLL.
    • B. DARI KEDUDUKAN
    • 1. LPND YANG BERTANGGUNG JAWAB LANGSUNG KEPADA PRESIDEN DAN
    • TIDAK DIKOORDINASIKAN OLEH MENTERI TERTENTU SEPERTI : BIN, DAN
    • LEMHANAS
    • 2. LPND YANG BERTANGGUNG JAWAB LANGSUNG KEPADA PRESIDEN DAN
    • DALAM PELAKSANAAN SEHARI-HARI DI-
    • KOORDINASIKAN OLEH MENTERI
    PENGELOMPOKAN LPND
  35. REFORMASI KELEMBAGAAN PUSAT
    • Penguatan sistem Presidensial melalui Pilpres Langsung.
    • Pemakzulan (impeachment) Presiden semakin sulit.
    • Sayangnya, terdapat gejala instabilitas pemerintahan krn Sistem Presidensial digabung dengan Sistem Multi Partai, shg melahirkan “Presiden Sial” ( minority president ) & “Pemerintahan Terbelah” ( divided government )  Prl sistem 2 Kamar?
    1. LEMBAGA EKSEKUTIF
  36. REFORMASI KELEMBAGAAN PUSAT
    • Lahirnya Sistem Bikameral dg terbentuknya DPD (Majelis Tinggi, House of Lords, Senate ), meskipun dg kewenangan minimal.
    • Sayangnya, yg terjadi adalah weak / soft bicameralism , krn msh adanya dominasi dr salah satu kamar.
    • Eksistensi MPR  Sistem Trikameral?
    2. LEMBAGA LEGISLATIF
  37. REFORMASI KELEMBAGAAN PUSAT
    • Lahirnya Komisi Yudisial & MK.
    • Sayangnya, muncul Putusan MK ttg UU KY  1) KY tdk berwenang mengawasi Hakim MK; 2) menolah relasi KY-MA-MK sbg hubungan yg saling kontrol saling imbang. KY hanya dipandang sbg “lembaga penunjang” dibawah MA & MK sbg “lembaga utama” kekuasaan kehakiman.
    • Prinsip checks & balances menjadi tidak berjalan.
    3. LEMBAGA YUDIKATIF
  38. REFORMASI KELEMBAGAAN PUSAT
    • Komisi Yudisial  UU No. 22/2004
    • Komisi Pemilihan Umum  UU No. 12/2003
    • Komnas HAM  UU No. 39/1999
    • Komisi Pengawas Persaingan Usaha  UU No. 5/1999
    • Komisi Penyiaran Indonesia  UU No. 32/2002
    • Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi / KPK  UU No 30/2002
    • Komisi Perlindungan Anak  UU No. 23/2002
    • Komisi Kebenaran & Rekonsiliasi  UU No. 27/2004
    • Komnas Anti Kekerasan Thd Perempuan  Keppres No. 181/1998
    • Komisi Ombudsman Nasional  Keppres No. 44/2000
    • Komisi Kepolisian  UU No. 2/2002
    • Komisi Kejaksaan  UU No. 16/2004
    • Komisi Hukum Nasional  Keppres No. 15/2000
    4. KOMISI NEGARA INDEPENDEN Inflasi Komisi / Dewan Negara:
    • Dewan Pers  UU No. 40/1999
    • Dewan Pendidikan  UU No. 20/2003
    • Dewan Pembina Industri Strategis  Keppres No. 40/1999
    • Dewan Riset Nasional  Keppres No. 94/1999
    • Dewan Buku Nasional  Keppres No. 110/1999
    • Dewan Maritim Indonesia  Keppres No. 161/1999
    • Dewan Ekonomi Nasional  Keppres No. 144/1999
    • Dewan Pengembangan Usaha Nasional  Keppres No. 165/1999
    • Dewan Gula Nasional Keppres No. 23/2003
    • Dewan Ketahanan Pangan  Keppres No. 132/2001
    • Dewan Pengembangan Kws Tmr Indonesia  Keppres No. 44/2002
    • Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah  Keppres No. 151/2000
    • Dewan Pertahanan Nasional  Keppres No. 3/2003
    • Dewan Penerbangan dan Antariksa Nasional  Keppres No. 132/1998
    • Komite Nasional Keselamatan Transportasi  UU No. 41/1999
    • Komite Antar Dept. Bidang Kehutanan  Keppres No. 80/2000
    • Komite Akreditasi Nasional  Keppres No. 78/2001
    • Komite Penilaian Independen  Keppres No. 99/1999
    • Komite Olahraga Nasional Indonesia  Keppres No. 72/2001
    • Komite Kebijakan Sektor Keuangan  Keppres No. 89/1999
    • Komite Standar Nasional Untuk Satuan Ukuran  PP No. 102/2000
    Inflasi Komisi / Dewan Negara (lanjutan) :
  39. PRESIDENSIAL v.s PARLEMENTER
    • Kekuasaan Kepala Negara merupakan kekuasaan nominal (hanya merupakan figur kepemimpinan formal & seremonial; hanya sbg lambang), shg kekuasaan politiknya dalam pemerintahan relatif kecil.
    • Pelaksana dan penanggungjawab penyelenggaraan pemerintahan adalah PM bersama para menteri (Kabinet),
    • Kedudukan Kabinet tergantung pada dukungan Parlemen, dan Kabinet akan jatuh apabila Parlemen menarik dukungannya.
    • Parlemen dapat dibubarkan oleh Kepala Negara atas usul PM; sebaliknya Kabinet dapat dijatuhkan oleh Parlemen melalui mosi tidak percaya ( vote of non-confidence ).
    Parlementer: sistem pemerintahan dmn pemerintah (eksekutif) bertanggungjawab kpd parlemen (legislatif). Cirinya:
  40. PRESIDENSIAL v.s PARLEMENTER
    • Presiden disamping sebagai Kepala Negara, juga sebagai Kepala Pemerintahan yang mempunyai kekuasaan politik secara riil.
    • Kedudukan Presiden tidak tergantung pada Parlemen, dan tidak dapat dijatuhkan, kecuali atas tuduhan melakukan kejahatan yang luar biasa.
    • Presiden tidak dapat membubarkan Parlemen.
    • Presiden dan Parlemen dipih untuk waktu dan jangka waktu tertentu, sehingga tidak dapat bubar sewaktu-waktu
    Presidensial: sistem pemerintahan dmn Kepala Pemerintahan dipegang oleh Presiden, dan pemerintah tidak bertanggungawab kepada Parlemen. Cirinya:
  41. Kelembagaan Tingkat Daerah
  42. KEBIJAKAN BIDANG KELEMBAGAAN KEBIJAKAN PENATAAN KELEMBAGAAN DAERAH RIGHTSIZING PENGEMBANGAN ORGANISASI YANG PROPORSIONAL, DATAR,TRANSPARAN HIERARKI YANG PENDEK, TERDESENTRALI SASI Perangkat Daerah
    • VISI, MISI, STRATEGI
    • KEWENANGAN
    • KARAKTERISTIK, POTENSI
    • KEBUTUHAN NYATA
    • KEMAMPUAN KEUANGAN
    • KETERSEDIAAN SDM
    • PENGEMBANGAN POLA
    • KERJA SAMA
    PP 8/2003
  43. OTONOMI DAERAH REFORMASI BIROKRASI DAERAH GOOD LOCAL GOVERNANCE
    • PENATAAN KELEMBAGAAN
    • PENATAAN SDM
    • PENATAAN TATA LAKSANA
    • PENINGKATAN AKUNTA-
    • BILITAS
    PERUBAHAN SENTRALISASI KE DESENTRALISASI
    • PEMBERDAYAAN DAERAH
    • DEMOKRATISASI
    • PENDEKATAN PELAYANAN
    TERCIPTANYA KEPEMERINTA- HAN DI DAERAH YG BAIK, DI PRAKARSAI BIROKRASI YANG HANDAL SERTA DIDUKUNG OLEH PARTISIPASI MASYARA- KAT DAN SWASTA C:yulian3 eformaasi kelembagaan.ppt
  44. I. PROVINSI 1. Sekretariat Daerah  Unsur Staf 2. Dinas Daerah  Unsur Pelaksana 3. LTD (Badan, Kantor, RSUD)  Unsur Pendukung 4. Sekretariat DPRD  Unsur Staf II. KAB / KOTA 1. Sekretariat Daerah 2. Dinas Daerah 3. LTD (Badan, Kantor, RSUD) 4. Sekretariat DPRD. 5. Kecamatan dan Kelurahan. PERANGKAT DAERAH
  45. ORGANISASI PERANGKAT DAERAH (Dari UU 22/1999 ke UU 32/2004) Sedang disusun Revisi PP 8/2003
    • Psl. 120 s.d Psl. 128:
    • PERANGKAT DAERAH PROVINSI:
    • Sekretariat Daerah;
    • Sekretariat DPRD;
    • Dinas Daerah;
    • Lembaga Teknis Daerah;
    • PERANGKAT DAERAH KAB/KOTA:
    • Sekretariat Daerah;
    • Sekretariat DPRD;
    • Dinas Daerah;
    • Lembaga Teknis Daerah;
    • Kecamatan;
    • Kelurahan.
    UU 22/1999
    • Psl. 60 s.d Psl. 68, Psl. 66 serta Psl 120:
    • Sekretariat Daerah;
    • Dinas Daerah;
    • Lembaga Teknis Daerah;
    • Camat;
    • Satuan Polisi Pamong Praja
    PP NO. 8/2003 UU 32/2004
  46. PENATAAN KELEMBAGAAN DAERAH BERDASARKAN URUSAN WAJIB & PILIHAN DASAR PENYUSUNAN PERANGKAT DAERAH URUSAN WAJIB: 16 URUSAN (VIDE PSL 13 DAN PSL 14 UU32/2004) URUSAN PILIHAN a.l: PERTAMBANGAN, PERIKANAN, PERTANIAN, PERKEBUNAN, KEHUTANAN, PARIWISATA DIWADAHI DALAM DINAS/BADAN/ KANTOR DIWADAHI DALAM LEMBAGA DINAS TIDAK SETIAP URUSAN DIBENTUK DALAM ORGANISASI TERSENDIRI PERUBAHAN PP 8/2003
  47. POKOK-POKOK RENCANA PENYEMPURNAAN PP NO 8 TH 2003
    • Ketentuan bahwa setiap urusan wajib bisa diwadahi dalam Dinas maupun LTD dan Urusan Pilihan harus diwadahi dalam dinas.
    • Dijelaskan mengenai bagaimana melakukan pengelompokan (regrouping) terhadap urusan-urusan pemerintahan untuk memberikan acuan bagi daerah dalam menerapkan prinsip pengelompokan fungsi yang sejenis ke dalam unit organisasi perangkat daerah.
    • Penyederhanaan kriteria dalam penetapan besaran organisasi perangkat daerah, yakni hanya difokuskan pada 3 indikator meliputi jumlah penduduk, jumlah APBD, dan luas wilayah.
    • Pengaturan mengenai kelembagaan Rumah Sakit Daerah, (dalam UU No 32/2004 secara tegas ditetapkan bahwa Rumah Sakit merupakan LTD).
  48. POKOK-POKOK RENCANA PENYEMPURNAAN PP NO 8 TH 2003
    • Pengaturan materi mengenai kemungkinan penerapan pola pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum bagi organisasi perangkat daerah.
    • Perubahan nomenklatur Bagian TU pada Dinas / Badan mjd Sekretaris untuk lebih meningkatkan peran sbg koordinator penyusunan program dan penyelenggaraan tugas dan fungsi di lingkungan Dinas dan Badan.
    • Penyebutan nomenklatur Bawasda dengan Inspektorat Daerah dengan struktur yg lebih menekankan pada pengembangan jabfung Auditor (tidak ada Bidang).
    • Pengaturan mekanisme hubungan pengendalian antara Kab/Kota dengan Propinsi, Propinsi dengan Pemerintah, maupun antara Kab/Kota dengan Pemerintah.
  49. TUPOKSI (1) 1. Sekretariat Daerah: Tugas Membantu Kdh menyusun kebijakan dan koordinasi Dinas dan LTD. Fungsi Penyusunan Kebijakan; Koordinasi Pelaksana Tugas Dinas/LTD; Monev pelaksana kebijakan pemda; Bina Administrasi dan Aparatur; 2. Dinas Daerah: Tugas Melaksanakan Urusan Pemda (otonomi / pembantuan) Fungsi Mus Jaknis; Penyelenggaraan urusan dan yanum.
  50. TUPOKSI (2) 1. Lembaga Teknis Daerah: Tugas Penyusunan & Pelaksanaan Jakda spesifik. Fungsi Musjaknis; Penyelenggaraan Urusan Yanum. 2. Sekretariat Dewan: Tugas Penyelenggaraan Adm. Kesekretariatan, Keuangan Mendukung Pelaksanaan Tugas DPRD; Fungsi Penyelenggaraan Adm. Keuangan; Penyelenggaraan Adm. Kesekretariatan Fasilitasi Anggota DPRD; Penyediaan/Koordinasi Tenaga Ahli.
  51. Sukarela – Voluntary Swadaya – NGO / NPO Kelembagaan Kemasyarakatan
  52. Organisasi Masy. ( Voluntary)
    • Munculnya banyak kendala dalam proses komunikasi ( barriers to communication ) antar anggota, seperti: anak tidak boleh “melawan” kehendak orang tua, anak harus mendapat ijin untuk berbuat atau tidak berbuat sesuatu, dan lain-lain.
    • Nilai-nilai paternalisme lebih menonjol dari pada rasionalisme, dan mufakat bulat jauh lebih disukai dibanding diskusi berbasis argumen logis.
    • Individualisme dianggap bertentangan dengan semangat kolektivisme, sehingga gotong royong menjadi pilihan utama.
    Dari sisi manajerial makro  manajemen rumah tangga ( household management ) dg ciri sbb:
    • Status anggota sebagian besar part time workers .
    • Pengurus jarang mendapat imbalan finansial ( zero paid staffs ).
    • Pekerjaan sebagai pengurus lebih merupakan pengabdian dan komitmen pribadi untuk membesarkan organisasi.
    Dari sisi keanggotaan  pasif , karena keanggotaan didasarkan pada kesukarelaan, kesadaran dan kebutuhan dari individu ybs untuk bergabung atau tidak bergabung. Dari sisi pelaksanaan tugas harian ( day to day operation ) , ada beberapa ciri sbb:
    • Penyediaan layanan ttt ( service delivery & provision ),
    • Advokasi,
    • Organisator atau koordinator kegiatan atau event tertentu ( intermediary bodies ),
    • Pemenuhan kepentingan sendiri ( self-help or mutual aid ).
    Dari sisi cakupan program , dapat mengarahkan kegiatannya untuk memenuhi kebutuhan sendiri ( inward-looking ) maupun mendedikasikannya kpd komponen diluar dirinya sendiri ( outward-looking ). 4 wilayah kerja organisasi meliputi: Dari sisi penggalangan sumber daya keuangan , biasanya tidak memiliki sumber pembiayaan yg jelas & teratur, dlm bbrp hal bahkan tergantung dari anggotanya sendiri.
    • COME N GO ( come & go NGO : LSM jadi-jadian).
    • MUNGO  mutant NGO (LSM dibentuk utk kepentingan pragmatis).
    • BINGO  big Indonesian NGO (LSM besar & mapan).
    • LINGO  little Indonesian NGO .
    • CONGO  commercial-organized NGO (LSM dibentuk oleh lembaga bisnis / perush).
    • FUNDANGO  funding agency NGO (LSM dibentuk oleh negara donor).
    • GONGO  government oriented NGO (LSM dibentuk oleh & berkiblat kpd pemerintah).
    • GRINGO  government run & initiated NGO .
    • QUANGO  quasi NGO .
    • DJANGO  development, justice & advocacy NGO (LSM pembangunan di Filipina).
    • TANGO  traditional NGO .
    BENTUK LSM – NGO
    • Ketidakpedulian (1970-an)
    • Ambivalensi (1980-an)
    • Konfrontasi (1990-an)
    HUB. NGO – PEMERINTAH Bangladesh
    • Kerjasama (1947 s/d akhir 1950-an)
    • Antagonistik (1960 s/d 1970-an)
    • Kontrol kuat Negara (1980 s/d 1990-an)
    India
    • Kontrol
    • Kooptasi
    • Kerjasama
    • Konfrontasi
    HUB. NGO – PEMERINTAH RI Masa Orde Baru
    • Benign Neglect
    • Kerjasama & Konfrontasi
    Pasca Orde Baru
  53. Dinamika Interaksi NGO - Govt Kerjasama Konflik
  54. TEORI MANAJEMEN
  55. Perbandingan Manajemen (Perusahaan) di Beberapa Negara
  56. Rusia
    • Negara yang terbentuk dari sejarah Uni Soviet, yang kini tinggal nama, rupanya masih mengusung pentingnya otoritas dalam suatu manajemen. Hingga kini, hierarki dalam perusahaan masih merupakan faktor penting, terutama dalam pengambilan keputusan. Meskipun dipandang tidak relevan lagi dengan iklim demokrasi saat ini, gaya manajemen ini relatif masih diperlukan, terutama pada perusahaan atau organisasi yang memiliki sistem yang baku dan ketat, seperti departemen atau organisasi pemerintah.
  57. Spanyol
    • Meskipun gaya manajemen di negara ini hampir sama dengan Rusia, namun sudah ada peningkatan menuju ke manajemen demokratik. Pergeseran ini diakibatkan oleh gelombang protes yang gencar dilakukan oleh para pekerja blue-collar. Ada baiknya memang perusahaan yang memiliki pekerja dengan tipe seperti ini menggunakan manajemen demokratik, dengan memberikan akses lebih cepat ke top management, bisa melalui perwakilan pekerja secara individual maupun serikat.
  58. Polandia
    • Sejarah Polandia sangat mirip dengan Indonesia. Adanya kenaikan harga yang menyebabkan ketidakpuasan di kalangan pekerja, yang berujung pada kerusuhan, menyebabkan pemerintahan goyah. Hal ini melatarbelakangi timbulnya perubahan yang signifikan pada gaya manajemen perusahaan di negara ini, yang mulanya otoritatif menjadi manajemen partisipatif. Manajemen ini lebih menekankan partisipasi pekerja untuk ikut memberikan saran bagi kebijakan perusahaan, utamanya, tentu saja, masalah kesejahteraan.
  59. Amerika Serikat
    • Dikenal sebagai negara paling demokratis di dunia, sebagian besar perusahaan memberikan jalan bagi manajemen dan pekerja untuk bernegosiasi sebelum dilakukan perjanjian. Kebijakan untuk langsung berhubungan dengan top management tersedia dan terbuka, namun terbatas. Kendati demikian, dapat dikatakan bahwa Amerika sudah menerapkan manajemen partisipatif.
  60. Australia
    • Secara keseluruhan, ada kemiripan gaya manajemen Australia dengan Amerika Serikat. Akan tetapi, gaya manajemen yang lebih kuat muncul di negara ini ternyata adalah gaya autoritarian, karena memang ada hak pekerja untuk berbicara, namun proses arbitrasi tetap diwajibkan sebelum hal tersebut dilakukan
  61. Yugoslavia
    • Berbeda dengan banyak negara lain, Yugoslavia menerapkan self-management di perusahaan. Oleh karenanya, seluruh kebijakan dikontrol dan ditetapkan oleh manajemen di perusahaan yang bersangkutan. Positifnya, perusahaan bisa memberikan kesejahteraan yang lebih bagi pekerja ataupun memperluas usahanya tanpa campur tangan berlebihan dari pemerintah.
  62. China
    • Pekerja China memiliki kepribadian yang sangat unik. Seperti yang ditulis Davidmann dalam Style of Management and Leadership: The Chinese worker has apparently to live where he is told to live, has to work where he is told to work, has to do what he is told to do. One has to ask for permission to leave one's work and for permission to travel. Inilah yang terjadi di China pada masa lalu, sehingga manajemen lebih berlandaskan otoritas. Namun demikian, China-lah negara yang paling dinamis dalam menerapkan sistem manajemen, dari otoritas, self management, hingga saat ini, partisipatif.
  63. Jepang
    • Pekerja Jepang adalah penduduk yang memiliki kinerja team work yang baik, karena mereka memiliki karakteristik konformitas yang tinggi. Seseorang mengerjakan satu pekerjaan apabila yang lain mengerjakannya. Karenanya, kerjasama antara perusahaan-pemerint ah-pekerja berjalan sangat baik dalam menjadikan negara ini menjadi salah satu kekuatan industri terbesar di dunia. Profit hanyalah prioritas kedua setelahnya. Kerjasama tersebut disebut "ringi". Proses ringi ini memakan waktu dan sangat formal, namun keterlibatan pekerja junior dalam pengambilan keputusan sangat dihargai. Dengan demikian, keputusan tidak terletak di tangan top management sehingga manajemen di bawahnya juga ikut berkembang.
  64. Jerman
    • Jerman adalah negara yang memiliki tingkat kompensasi yang tinggi dan pemberian jaminan sosial yang relatif baik. Pengambilan keputusan ada di tangan top management atau para kepala perusahaan, namun, pekerja tidak merasa terlalu dianaktirikan karena pengangkatan manajer atau kepala perusahaan haruslah disetujui oleh dua pertiga shareholder dan sepertiga sisanya ditentukan oleh pekerja.
  65. Pengertian Manajemen
    • Ilmu dan seni yang mengatur proses pemanfaatan SDM dan sumber daya lainnya secara efektif dan efisien untuk mencapai suatu tujuan (Malayu Hasibuan).
    • Proses khas yang terdiri dari perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan pengendalian yang dilakukan untuk mencapai sasaran yang telah ditentukan melalui pemanfaatan SDM & sumber daya lainnya (George R. Terry).
    • Usaha mencapai tujuan tertentu melalui kegiatan orang lain yang meliputi perencanaan, pengorganisasian, penempatan, penggerakan, dan pengendalian (Harold Koontz & Cyril O’Donel).
    • Kemampuan dan keterampilan untuk memperoleh sesuatu hasil dalam rangka pencapaian tujuan melalui kegiatan orang lain (Sondang P. Siagian).
    • Fungsi dari pimpinan eksekutif, dimanapun posisinya (Ralph Davis).
  66. MANAJEMEN PELAYANAN
  67. Menyediakan pelayanan dasar ( Basic Services ) & mengembangkan sektor unggulan ( Core Competencies ) Outputs/end products Pemda adalah :
    • Public Goods ; barang-barang kebutuhan masyarakat, seperti jalan, pasar, sekolah, RS, dsb.
    • Public Regulation ; pengaturan masyarakat seperti KTP, KK, IMB, HO, Akte Kelahiran, dsb.
    Kesimpulan : Pemda harus mempunyai kewenangan yg memungkinkan untuk menghasilkan public goods dan public regulation yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat (kebutuhan dasar dan pengembangan sektor unggulan) Misi Utama Pemda:
  68. URUSAN PEMERINTAHAN ABSOLUT (Mutlak urusan Pusat) CONCURRENT (Urusan bersama Pusat, Provinsi, dan Kab/Kota)
    • Hankam
    • Moneter
    • Yustisi
    • Politik Luar Negeri
    • Agama
    ANATOMI URUSAN PEMERINTAHAN SPM (Standar Pelayanan Minimal) PILIHAN/OPTIONAL (Sektor Unggulan) WAJIB/OBLIGATORY (Pelayanan Dasar) Contoh: kesehatan, pendidikan, lingkungan hidup, pekerjaan umum, dan perhubungan Contoh: pertanian, industri, perdagangan, pariwisata, kelautan dsb
  69. Latar Blk Perlunya SPM Masalah-masalah pelayanan :
    • K etidakpuasan masyarakat thd waktu, biaya dan cara pelayanan .
    • D iskriminasi pelayanan .
    • H al-hal spt rantai birokrasi, suap dan pungli, diterima dan dianggap wajar .
    • Tidak berorientasi kepada masyarakat sebagai pengguna jasa .
    • Belum mengembangkan budaya pelayanan
    • prinsip sistem pelayanan: distrust.
  70. KONDISI JUMLAH SDM APARATUR THD RATIO JML PENDUDUK
    • Jumlah penduduk Indonesia 238 juta jiwa (BPS, 2005).
    • Ratio jumlah PNS hanya 1,9 % (4,5 juta orang) dari jumlah penduduk.
    • Per 1000 penduduk:
      • NEGARA MAJU terdapat 77 PNS
      • INDONESIA hanya 21 PNS
  71. Keputusan MENPAN Nomor: 63/KEP/M.PAN/7/2003 Tentang Pedoman Umum Penyelenggaraan Pelayanan Publik Dan Inpres No. 5 Tahun 2004 Tentang Percepatan Pemberantasan Korupsi Dalam Diktum ke 4 MENINGKATKAN KUALITAS PELAYANAN PUBLIK Standar Pelayanan
  72. Suatu tol o k ukur yang dipergunakan untuk acuan penilaian kualitas pelayanan sebagai komitmen atau janji dari pihak penyedia pelayanan kepada pelanggan untu k memberikan pelayanan yang berkualitas . Standar Pelayanan
    • Mengetahui hubungan kerja antar unit-u n it dalam organisasi .
    • Menghilangkan keraguan pegawai dalam pengambilan keputusan .
    • Menjelaskan sarana dan prasaran a yang dipergunakan dalam pelayanan .
    • Menjelaskan kompet e nsi yang harus dimiliki petugas .
    • Alat untuk mengukur kinerja pelayanan.
    • Alat monitoring dan evaluasi kinerja pelayanan.
    • Menjadi alat k omunikasi yang efektif antara masyarakat pelanggan dengan p enyedia layanan .
    • Memberikan fokus yang jelas .
    • Memberikan informasi mengenai akuntablitas pelayanan yang harus dipertangungjawabkan oleh unit penyedia layanan .
    • Menjadi alat bagi pengambilan keputusan .
    • Memberikan jaminan kepada masyarakat akan pelayanan yang berkualitas dan dapat dipertanggungjawabkan.
    Manfaat Standar Pelayanan
    • Barang-barang yang dikonsumsi secara individual dan penggunaannya TIDAK dapat dibagi-bagi , dan untuk memperolehnya TIDAK diperlukan biaya ( common pool goods ), misal: kekayaan laut, udara.
    • Barang-barang yang dikonsumsi secara bersama-sama dan penggunaannya TIDAK dapat dibagi-bagi , dan untuk memperolehnya TIDAK diperlukan biaya ( collective goods ). Contoh : urusan pertahanan, patroli polisi, pemadam kebakaran, pemasyarakatan residivis.
    • Barang-barang yang dikonsumsi secara individual , penggunaannya dapat dibagi-bagi , dan untuk memperolehnya diperlukan biaya ( private goods ). Contoh makanan, pakaian, rumah, ikan, air minum botolan.
    • Barang-barang yang dikonsumsi secara bersama-sama , penggunaannya dapat dibagi-bagi , dan untuk memperolehnya diperlukan biaya ( toll goods ). Contoh : pesawat telepon, pipa air minum, kabel dan satelit TV.
    PUBLIC GOODS PRIVATE GOODS
  73. Muatan Standar Pelayanan
    • Nama Jenis Pelayanan
    • Visi dan Misi Pelayanan
    • Waktu Pelayanan
    • Tarif Pelayanan
    • Penyampaian Keluhan Pelayanan
  74. Langkah Perbaikan Kualitas Pelayanan Dalam Rangka Menciptakan Kepemerintahan yang Baik Penataan Awal Analisis Masalah Penyebab & Rencana Tindak Nyata Perbaikan Survei
  75. Penataan Awal Persiapan yang Baik akan Membawa Keberhasilan Identifikasi Kebutuhan Perbaikan Pertemuan untuk Menyampaikan Informasi & Meminta Dukungan Pengambil Keputusan Rapat dengan Tim Penghubung Persiapan Lokakarya Mekanisme Pengaduan Pelaksanaan Lokakarya Mekanisme Pengaduan
  76. Persiapan Survei Pengaduan Pelaksanaan Survei Rekapitulasi dan Publikasi Hasil Survei Indeks Pengaduan Masyarakat Survei
  77. Rekapitulasi dan Publikasi Hasil Survei Indeks Pengaduan Masyarakat
  78. Lokakarya Analisis Masalah Penyebab Pengaduan Janji Perbaikan Pelayanan & Rekomendasi Perbaikan Pelayanan Lakukan dengan benar, terbuka terhadap kritikan dan Anda akan menemukan jalan keluar yang baik. Buang jauh-jauh kecenderungan lebih dahulu menyalahkan orang lain dan kurangnya anggaran. Janji – Beritahukan – Lakukan Analisis Masalah Penyebab & Rencana Tindak Nyata Perbaikan
  79. 5 Poster
  80. MANAJEMEN KEBIJAKAN (Lihat Modul)
  81. MANAJEMEN KERJASAMA (Lihat Modul)
  82. MANAJEMEN KINERJA (Lihat Modul)
SlideShare Zeitgeist 2009

+ Tri Widodo UTOMOTri Widodo UTOMO Nominate

custom

3725 views, 11 favs, 1 embeds more stats

Bahan ajar pada Program S1 Pemerintahan Integratif, more

More info about this document

© All Rights Reserved

Go to text version

  • Total Views 3725
    • 3724 on SlideShare
    • 1 from embeds
  • Comments 2
  • Favorites 11
  • Downloads 0
Most viewed embeds
  • 1 views on http://wildfire.gigya.com

more

All embeds
  • 1 views on http://wildfire.gigya.com

less

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate. If needed, use the feedback form to let us know more details.

Cancel
File a copyright complaint
Having problems? Go to our helpdesk?

Categories