Pengantar studi islam Komprehensif

7,418 views
7,219 views

Published on

Pengantar studi Islam komprehensif harus dilihat secara sistematik dan mendasar

Published in: Education
1 Comment
2 Likes
Statistics
Notes
  • pak, tolong bikin tentang perbedaan antara pengantar studi islam dan metodologi studi islam dong...
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here
No Downloads
Views
Total views
7,418
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
6
Actions
Shares
0
Downloads
386
Comments
1
Likes
2
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Pengantar studi islam Komprehensif

  1. 1. PENGANTARMETODOLOGI STUDI ISLAMSumadi, M.Ag. (sumadi007@gmail.com) DOSEN INSTITUT AGAMA ISLAM DARUSSALAM CIAMIS
  2. 2. STUDI ISLAMStudi Islam berkaitan dengan beberapa hal: Islam : bentuk masdar dari kata salam, berarti kepatuhan, ketundukan dan berserah Syari’ah : berasal dari kata syara’a, berarti sumber air yang dituju atau membuat peraturan Wahyu : berasal dari kata wahaa, berarti memberi isyarat atau petunjuk
  3. 3. ISLAM NORMATIF DANISLAM HISTORISIslam dapat digolongkan pada 2 level: Islam Normatif adalah Islam sebagai wahyu Islam Historis adalah Islam yang dipahami dan Islam yang dipraktekan kaum muslimin di penjuru dunia, dari mulai masa Nabi Muhammad saw sampai sekarangBeberapa ulama membagi islam pada 3 level: Islam level original teks (al-Qur’an dan Hadis) Islam level pemahaman dan penafsiran terhadap teks asli (hasil ijtihad) Islam level praktek dalam kehidupan nyata
  4. 4. OBJEK & PEMBIDANGANKAJIAN ISLAM Para ulama berbeda pendapat mengenai pembidangankajian Islam, diantaranya: Ulama Salaf: 1) Aqidah; 2) Syari’ah; dan 3) Akhlak Tasawuf. Nasr Hamid Abu Zaid: 1) Hukum; 2) Teologi; 3) Filsafat; dan 4) Tasawuf/Mistik. Charles Adams: 1) Nama/istilah dan pengertian islam; 2) Masyarakat Arab pra-Islam; 3) Kehidupan Nabi; 4) al- Qur’an; 5) Hadis; 6) Kalam; 7) Falsafah; 8) Institusi Islam; 9) Syi’ah; 10) Sufi; dan 11) Periode Modern. Harun Nasution: 1) Ibadah; 2) Politik; 3) Hukum; 4) Teologi; 5) Falsafah; 6) Mistisisme; dan 7) Pembaharuan dalam Islam.
  5. 5. MODEL BERPIKIR Model berfikir (epistemologi) umum : a. Rasional (abstrak-logis) b. Empirik (empirik-positivistik) c. Intuitif (abstrak-mistik) Model berfikir (epistemologi) Islam : a. Bayani (lingusitik/tekstual) b. Burhani (demonstratif) c. ‘Irfani (gnostik/intuitif/kasyf) Letak perbedaaan antara epistemlogi umum dan Islam adalah pada ada atau tidak adanya nash.
  6. 6. PRODUK PEMIKIRAN HUKUMISLAM Fikih : al-fahmu / kumpulan hukum yang bersifat praktis dan rinci yang bersumber pada dalil yang rinci. Fatwa : pendapat ulama tentang suatu masalah tertentu, yang prosedurnya diwali dengan pertanyaan. Jurisprudensi : kumpulan putusan hakim di pengadilan yang dapat digunakan oleh para hakim sebagai dasar putusan, khusus terhadap kasus yang dasar hukumnya belum tertulis dalam kitab hukum. Kompilasi : mengumpulkan bahan-bahan yang tersedia ke dalam yang bentuk yang teratur dan baik, seperti dalam sebuah buku dapat pula berarti mengumpulkan berbagai macam data. Undang-undang : kesepakatan antara para ilmuan dalam berbagai bidang dan pemimpin umat (ru’asa).
  7. 7. PERKEMBANGAN STUDIISLAM Perkembangan studi Islam berkembang dari sorogan dan halaqah di rumah-rumah para ‘alim ke sistem kuttab, kemudian ke masjid-masjid- khan, dan kemudian berlanjut ke sistem madrasah (perguruan tinggi). Beberapa ilmuan muslim menyebutkan bahwa awal studi islam berasal dari al-Jami’ah, dari lembaga Masjid Jami’. Prestasi perkembangan manusia di bidang ilmu pengetahuan menurut George Stanton adalah: 1) Zaman Palton (450-700 SM); 2) Zaman Cina (600- 700 M); dan 3) Zaman Kejayaan Muslim (750- 1258 M).
  8. 8. PERKEMBANGAN STUDIISLAM DI DUNIA MUSLIM Pada zaman Nabi – 4 H; pendidikan Islam dilaksanakan di Masjid dan rumah-rumah. Sejak kekuasaan Abbasiyah (5 H) pendidikan Islam bergeser ke sekolah-sekolah dengan gedung besar, dan mata kuliah yang diajarkan bukan hanya bersifat spiritual, tetapi juga intelektual. Beberapa pusat kajian Islam: a. Universitas Nizhamiyah di Nisyapur b. Universitas Nizhamiyah di Baghdad c. Universitas al-Azhar di Kairo d. Universitas Cordova di Cordova e. Universitas Kairwan di Fez (Maroko)
  9. 9. PERKEMBANGAN STUDIISLAM DI DUNIA BARATPerkembangan studi Islam di Barat dibagi dalam dua fase: Fase Kejayaan Islam: saat Islam mengalami masa kejayaan, banyak masyarakat Barat menimba ilmu di berbagai Universitas Islam, kemudian karya-karya ulama Islam mulai diterjemahan ke dalam bahasa Latin. Fase Runtuhnya Islam: sejak Rainansanse di Barat perkembangan studi Islam dimulai dari sumber–sumber bacaan para orientalis, namun seiring banyaknya sarjana muslim yang sekolah di Barat dan menerbitkan buku dalam bahasa Inggris, Perancis, Jerman, dll studi Studi Islam mulai berkembang menjadi studi mayor dan minor dengan nama Islamic Studies, Middle East Studie, Religious Studies, dll.
  10. 10. PERKEMBANGAN STUDIISLAM DI INDONESIAPerkembangan studi Islam di Indonesia: Langgar, Surau, Masjid atau rumah guru. Pesantren: Kiyai mengajar santri dengan sarana masjid sebagai tempat pengajaran/pendidikan, dan didukung oleh pondok sebagai tempat tinggal santri. Pendidikan Kerajaan: lembaga pendidikan yang dibiayai oleh kerajaan, diantaranya di Kerajaan Samudra Pasai, Kerajaan Aceh Darussalam, Kerajaan Demak, dll Sekolah/Madrasah: sejak abad ke-20 muncul madrasah/sekolah model belanda oleh organisasi Islam, seperti Muhammadiyah, NU, Jama’at al-Khair, dll. Universitas: dimulai dari didirikannya Sekolah Tinggi Islam (STI) di Jakarta, kemudian berubah menjadi Universitas Islam Indonesia (UII) di Yogjakarta, didirikannya IAIN al-Jami’ah al- Islamiyah al-Hukumiyah pada 1960 yang diikuti dengan berdirinya 14 IAIN dan 36 PTAI, dan pada 2002 berdiri 6 UIN.
  11. 11. KAJIAN SUMBER ISLAMSalah satu sumber pokok kajian Islam adalah al- Qur’an. Studi al-Qur’an meliputi: Wilayah kajian al-Qur’an: 1) sejarah ilmu al- Qur’an; 2) ilmu asbab al-nuzul; 3) ilmu makki wa al-madani; 4) fawatihu al-suwwar; 5) ilmu qira’ati; 6) ilmu nasikh wa al-mansukh; 7) ilmu rasmi al- Qur’an; 8) ilmu muhkam wa mutasyabih; 9) ilmu amthal al-Qur’an; 10) ilmu aqsam al-Qur’an; 11) kisah dalam al-Qur’an; 12) ilmu jadal al-Qur’an; 13) ilmu tafsir; 14) metode yang digunakan muffasir; dan 15) ilmu tentang kemukjizatan al- Qur’an.
  12. 12. Lanjutan Metode/model tafsir meliputi:1. Metode Tafsir Tahlili. Menganalisis secara kronologis dan memaparkan berbagai aspek yang terkadung sesuai urutan surat.2. Metode Tafsir Muqaran. Metode tafsir yang membandingakan satu masalah dalam suatu ayat dengan ayat lain atau dengan hadist Nabi.3. Metode Tafsir Ijmali (global). Menafsirkan secara singkat dan global.4. Metode Tafsir Maudu’i (tematik). Menafsirkan kan al-Qur’an berdasarkan tema tertentu, berdasarkan subjek atau surah al- Qur’an.5. Metode Tafsir Kulli (holistik). Menekankan pada pemahaman al- Qur’an dengan metode silang (cross-referential), atau induktif.6. Penggabungan Metode Tafsir Maudu’I dan Metode Tafsir Kulli.
  13. 13. STUDI AL-SUNNAH Selain al-Qur’an, kajian sumber Islam lainnya adalah al-Sunnah. Studi al-Sunnah meliputi: Wilayah kajian al-Sunnah: 1) pengertian hadis, sunnah, khabar, athar, dan hadis kudsi; 2) sejarah dan perkembangan pembukuan hadis; 3) macam- macam kitab hadis dan derajatnya; 4) cabang- cabang ilmu hadis; 5) ilmu mustolah hadis; dan 6) unsur-unsur dalam menerima hadis. Memahami al-Sunnah dapat dilakukan dengan kritik matan hadis, jarul periwayatan, membandingkan dengan hadis lain, dll.
  14. 14. PENDEKATAN STUDI ISLAM Pendekatan studi Islam mengalami perkembangan sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan. Beberapa istilah yang mempunyai arti sama atau hampir sama dengan pendekatan adalah: theoritical framework, conceptual framework, aprroach, perspective, point of view, paradigm, episteme, dan wacana. Kesemua istilah itu dapat diartikan sebagai cara memandang dan cara menjelaskan sesuatu. Teori adalah prinsip-prinsip dasar yang terwujud dalam bentuk rumus atas aturan yang berlaku umum.
  15. 15. PENDEKATAN NORMATIF Pendekatan normatif adalah studi islam yang memandang masalah dari sudut pandangan legal- formal dan/atau normatifnya. Secara umum ada 2 teori yang digunakan dalam pendekatan normatif-teologis: 1) hal-hal yang untuk mengetahui kebenarannya dapat dibuktkan secara empirik dan eksperimental (ra’yi); dan 2) hal-hal yang sulit dibuktikan secara empirik dan eksperimental (ghaib). Beberapa teori populer dalam pendekatan normatif lainnya adalah: teori teologis-filosofis dan teori normatif-sosiologis atau sosio-teologis.
  16. 16. PENDEKATAN YURIDIS Beberapa teori yang dapat digunakan dengan kajian pendekatan yuridis/hukum dan sosiologi hukum: 1) Teori hegenomi; 2) Teori Stigma; 3) Teori pengakuan (anerkennungs theorie); 4) Teori kekuatan (matchs theorie); 5) Teori konflik; 6) Teori harfiah (the literer approach); 7) Teori emas (the golden rule); 8) Kaedah menghilangkan kemudharatan (the mischief rule); dan 9) Teori tujuan (the purposive approach). Aspek yang dikaji untuk menganalisis hukum sebagai sistem: materi hukum (content of law), struktur hukum (structure of law), dan budaya hukum (culture of law). Peran hukum: hukum sebagai alat pengontrol (law as a tool of social control) dan hukum sebagai alat perubahan sosial (law as a tool of social engeneering). Aliran sarjana hukum: legal sentralism dan socio legal studies.
  17. 17. PENDEKATAN ILMU SOSIAL-HUMANIORAPendekatan ilmu sosial-humaniora meliputi: Pendekatan sosiologi, mencakup berbagai teori-teori sosial, diantaranya teori fungsional, interaksional, konflik, peranan dan kepentingan, dll. Lebih menekankan pada sosiologi agama yang belakangan mempelajari bagaimana agama mempengaruhi masyarakat dan masyarakat mempengaruhi konsep agama. Pendekatan antropologogi, yang mempelajari masyarakat dan kebudayaan. Pendekatan jender, yakni memberi makna, konsepsi, asumsi, ideologi dan praktek hubungan baru antara kaum laki-laki dan perempuan serta implikasinya. Pendekatan sejarah. Meliputi beberapa teori, diantaranya teori idealist approach, reductionalist approach, diakronik, sinkronik, dan sistem nilai.
  18. 18. Lanjutan Pendekatan semantik, yakni kajian yang menekankan pada aspek bahasa, sehingga diartikan sebagai studi tentang Islam yang menekankan pada unsur bahasa (lughawi) Pendekatan filologi. Filologi berarti pengetahuan sastra- sastra dalam arti luas yang mencakup sastra bahasa dan kebudayaan, maka pendekatan filologi berguna untuk meneliti bahasa, meneliti kajian lnguistik, makna kata- kata, dan penilaian terhadap ungkapan karya sastra. Pendekatan hermeneutik Pendekatan wacana atau lebih umum disebut analisis wacana. Analisis ini digunakan untuk melacak dan menganalisis historisitas konsep lengkap dengan latar belakangnya.
  19. 19. PENDEKATAN INTEGRATIF Pendekatan integratif adalah kajian yang menggunakan cara pandang dan/atau cara analisis yang menyatu dan terpadu. Analisis intergratif dikelompokan menjadi: a. Intergratif antar seluruh nash yang terkait dengan masalah yang sedang dikupas atau dibahas; b. Intergratif antara nash dengan ilmu lain yang terkait dengan masalah yang sedang di bahas.
  20. 20. PENDEKATAN INDISIPLINER Pendekatan indisipliner adalah kajian dengan mengguanakan sejumlah pendekatan atau sudut pandang (pespektif). Menggunakan berbagai pendekatan tersebut guna mampu memahami ajaran Islam lebih lengkap (komprehensif sesuai dengan kebutuhan dan tuntunan
  21. 21. STUDI ISLAM DAN ISUJENDER Jender berasal dari kata gender yang diartikan penafsiran yg bersifat mental dan budaya terhadap perbedaan kelamin laki-laki dan perempuan. Sedangkan sex diartikan sebagai perbedaan secara biologis yang bersifat permanen (kudrati), tidak dapat ditukar. Jender dalam Islam berarti berbicara hubungan pria dan wanita, yang memiliki kesejajaran di hadapan Allah. Terdapat 8 kelompok nash tentang hubungan pria-wanita: 1) statmen umum kesetaraan; 2) asal usul; 3) ‘amal; 4) saling kasih dan mencintai; 5) keadilan dan persamaan; 6) keadilan sosial; 7) saling tolong menolong; dan 8) kesempatan mendapatkan pendidikan.
  22. 22. LanjutanSebab lahirnya konsep bias jender: Studi Islam yang parsial, Belum ada kesadaran pentingnya pembedaan nash menjadi normatif-universal dengan praktis-temporal, Kesan sejumlah nash memarginalkan perempuan karena pengetahuan yang parsial, Budaya-budaya yang merasuk pada ajaran, Dominasi teologi laki-laki dalam memahami nash, Kajian islam dengan pendekatan agama murni, Generalisasi dari kasus khusus, Mengambil hukum sebagai produk hukum dari penetapan hukum berdasarkan Siyasah al-Syar’iyah, Kajian islam yang litelaris dan ahistoris, Peran kekuasaan (penguasa).
  23. 23. STUDI ISLAM DAN ISUABORSI Aborsi adalah pengguguran kandungan atau penghentian kehamilan dengan cara pelenyapan atau merusak janin pada tahap fetus sebelum kelahiran. Dalam Islam, aborsi dilarang karena sama dengan membunuh manusia, seperti disebutkan dalam al- Qur’an, diantaranya al-Isra: 31; al-An’am: 31. Penciptaan manusia disebutkan sedikitnya dalam surat al-Hajj: 55; as-Sajdah: 7-9; al-Qiyamah: 37-40; al-Mu’minun: 12-14; dan hadis Bukhari-Muslim. Pemaduan teori al-Qur’an dan ilmu kedokteran tentang penciptaan manusia menemukan kata nafkhi al-ruh, yang menentukan batas awal disebut sebagai manusia. Sebagian ulama berpendapat ruh ditiupkan sejak 40 hari kehamilan.
  24. 24. STUDI ISLAM DAN ISUDEMOKRASI Demokrasi berasal dari demos: rakyat dan cratos: kekuasaan. Kekuasaan berada di tangan rakyat. Polibyos menyatakan bahwa sistem pemerintahan Monarchie, Oligarchie dan Demokratie, merupakan 3 sistem yang telah dan akan berjalan mengikuti perjalanan hidup manusia secara cyclus. Yunani Kuno (masa klasik), Inggris, Perancis, Amerika Serikat (masa modern) mempunyai peranan masing- masing dalam perkembangan demokrasi. Sistem pemerintahan dalam Islam harus dibedakan antara teori (al-Qur’an dan Sunnah) dan praktek. Prinsip umum kenegaraan Islam secara teoritis: Musyawarah (Syura); Keadilan (al-adl); dan Egalitarianisme (Musawah)
  25. 25. STUDI ISLAM DAN ISUPLURALISME Agama turun menjadi pegangan bagi penganutnya, manusia yang sarat dengan konteks; konteks waktu, tempat, masalah, kebutuhan, dll. Konsekuensinya, agama pun penuh dengan konteks, sesuai konteks umat penerima agama, baik dari sisi ajaran, sarana, cara, dll, sehingga lahir lah berbagai madzhab dalam berbagai bidang agama. Karenanya kadang menimbulkan ketegangan akibat mis antar pemeluk agama. Masalah pluralitas ini bisa dicari jalan keluarnya melalui dialog (lisan ataupun dengan tulisan).
  26. 26. TERIMA KASIH

×