Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.
METODOLOGI
STUDI ISLAM
KUTBUDDIN AIBAK, M.HI.
PENDAHULUAN
Pengantar
Kontrak Belajar
Tugas-tugas
MANUSIA & AGAMA
I. Kebutuhan Manusia Terhadap Agama
Pengertian Agama
Pengertian secara Bahasa
Pengertian Istilah
Pengertia...
MANUSIA & AGAMA
Perlunya Manusia Terhadap
Agama
• Latar belakang fitrah manusia
• Kelemahan dan kekurangan manusia
• Tanta...
PENDEKATAN DALAM
MEMAHAMI AGAMA
Pendekatan Teologis Normatif
Pendekatan Antropologis
Pendekatan Sosiologis
Pendekatan Filo...
PENDEKATAN TEOLOGIS NORMATIF
Pendekatan ini dalam memahami agama
secara harfiah dapat diartikan sebagai
upaya memahami aga...
Lanjutan….
Pendekatan ini tidak bisa menyelesaikan
persoalan pluralitas agama sekarang ini.
Pendekatan ini memahami agama ...
Lanjutan…
Suatu pendekatan yang memandang
agama dari segi ajarannya yang pokok
dan asli dari Tuhan yang di dalamnya
belum ...
Pendekatan ini dalam memahami agama
dapat diartikan sebagai salah satu upaya
memahami agama dengan cara melihat
wujud prak...
Lanjutan…
Ada banyak hubungan-hubungan, antara
lain:
Agama dengan kondisi ekonomi
Agama dengan kondisi politik
Agama denga...
Lanjutan…
Agama dengan mekanisme
pengorganisasian (Cliffort Geertz, The
Religion of Java)
Agama dengan negara
Agama dengan...
PENDEKATAN SOSIOLOGIS
Banyak bidang kajian yang baru dapat
dipahami secara proporsional dan tepat
apabila menggunakan jasa...
5 alasan:
(1) dalam al-Qur’an atau kitab-kitab hadis, porsi
terbesarnya pada urusan muamalah
(2) muamalah lebih ditekankan...
(4) dalam Islam terdapat ketentuan bila urusan
ibadah dilakukan tidak sempurna atau batal,
karena melakukan pelanggaran te...
PENDEKATAN FILOSOFIS
Pendekatan ini dapat digunakan dalam memahami
ajaran agama, dengan maksud agar hikmah, hakikat
atau i...
Melalui pendekatan filosofis ini, seseorang tidak
akan terjebak pada pengamalan agama yang
bersifat formalistik, yakni men...
PENDEKATAN HISTORIS
Pendekatan ini mengajak seseorang menukik
dari alam idealis ke alam yang bersifat empiris
dan mendunia...
Lanjutan…
Kuntowijoyo: al-Quran terbagi menjadi dua,
yaitu: berisi konsep-konsep, dan berisi kisah-
kisah sejarah dan peru...
PENDEKATAN KEBUDAYAAN
Pendekatan ini dapat digunakan dalam
memahami agama yang terdapat pada dataran
empiriknya atau agama...
PENDEKATAN PSIKOLOGIS
Zakiyah Daradjat tidak mempersoalkan benar tidaknya
suatu agama yang dianut seseorang, melainkan yan...
HUBUNGAN AGAMA-IPS
Realitas Globalisasi  dampak positif & negatif.
Bagaimana Ilmu Pengetahuan Sosial
memecahkan atas berb...
Lanjutan...
Agama diharapkan dapat memberikan
arahan dan perspektif baru.
Bagaimana pandangan ajaran Islam
tentang kepedul...
Pandangan Islam tentang Ilmu Sosial
Islam tampil sbg agama yg memperhatikan:
keseimbangan hidup dunia dan akhirat,
hubunga...
Lanjutan...
Perhatian Islam lebih besar pada muamalah
daripada ibadah (dalam arti khusus).
Dunia modern dengan kemajuan Ip...
Ilmu Sosial Bernuansa Islam
Ilmu Sosial Profetik yaitu ilmu sosial yang
tidak hanya menjelaskan dan mengubah
fenomena sosi...
Lanjutan...
Perubahan itu didasarkan pada 3 hal:
cita-cita kemanusiaan (humanisasi)
liberasi
Transendensi
Cita-cita profet...
Lanjutan...
Humaisasi; Tujuannya memanusiakan
manusia dari proses dehumanisasi
Liberasi; Tujuannya pembebasan manusia
dari...
Peran Ilmu Sosial Profetik
dalam Era Globalisasi
Stratifikasi sosial, adanya kelas-kelas sosial
Peran Islam: keadilan dan ...
PENGERTIAN ISLAM
& SUMBER AJARAN ISLAM
Pengertian Islam
Secara umum: tauhid dari Nabi Adam as.
sampai Nabi Isa as.
Secara ...
Sumber Ajaran Islam
1. Al-Qur’an
kemukjizatan: bahasa, redaksi, isyarat ilmiah, berita
ghaib, sinonim & antonim, dll.
memb...
2. As-Sunnah
Kedudukan as-Sunnah:
Ayat-ayat al-Qur’an
Fungsi as-Sunnah:
Menjelaskan/memerinci yang global
Mengecualikan ya...
Studi tentang as-sunnah:
segi kandungan
kualitas
tingkatan
latar belakang sejarah dan sosial
cara-cara memahami dan meneli...
3. Akal/Ijtihad
Berdasarkan al-Qur’an dan hadis
Macamnya: Ijma’, qiyas, maslahah
mursalah, istihsan, istishhab, ‘urf, sadd...
KARAKTERISTIK AJARAN ISLAM
Bidang agama
Bidang ibadah
Bidang akidah
Bidang ilmu dan kebudayaan
Bidang pendidikan
Bidang so...
Bidang Agama
Islam mengakui adanya pluralisme = sunnatullah,
dan universalisme
Universalisme, yakni mengajarkan kepercayaa...
Bidang Ibadah
Ibadah dalam arti khusus: apa yang telah
ditetapkan Allah akan perincian-perinciannya,
tingkat dan cara-cara...
Bidang Akidah
Karakteristiknya: akidah Islam bersifat murni baik dalam
isinya maupun prosesnya.
Isinya= diyakini dan diaku...
Bidang Ilmu & Kebudayaan
Bersikap terbuka, akomodatif, dan selektif.
Terbuka dan akomodatif untuk menerima
berbagai masuka...
Bidang Pendidikan
Pendidikan adalah hak bagi setiap orang
(eduction for all), laki-laki dan perempuan,
dan berlangsung sep...
Bidang Sosial
Bidang sosial ini paling menonjol, karena
seluruh ajaran Islam akhirnya ditujukan untuk
kesejahteraan manusi...
Bidang Ekonomi
Kehidupan manusia harus seimbang dan tidak
terpisahkan antara urusan dunia dan akhirat.
Hadis diriwayatkan ...
Bidang Kesehatan
Prinsip: pencegahan lebih diutamakan daripada
penyembuhan.
Islam menekankan kebersihan lahir dan batin.
A...
Bidang Politik
QS. an-Nisa’ 156: perintah mentaati ulil
amri (politik, pemerintahan dan negara).
Islam mengajarkan ketaata...
Bidang Pekerjaan
Islam memandang bahwa kerja sebagai ibadah
kepada Allah.
Kerja yang dikehendaki Islam adalah kerja yang
b...
Islam sebagai Disiplin Ilmu
Yaitu ilmu keislaman
Termasuk ilmu keislaman, yaitu al-Qur’an/tafsir,
Hadis/ilmu hadis, ilmu k...
METODOLOGI PEMAHAMAN ISLAM
Kegunaan Metodologi
Metode memiliki peranan sangat penting dalam
kemajuan dan kemunduran.
Mukti...
Studi Islam
Studi Islam
Amin Abdullah= Normativitas dan Historisitas
Normativitas= Islam kurang pas dijadikan
sebagai disi...
Lanjutan...
Jadi pada normativitas ini tidak dapat
diberlakukan kepadanya paradigma ilmu
pengetahuan. Islam merupakan agam...
Lanjutan...
Studi Islam berbeda dengan sains Islam
Sains Islam menurut Nasr adalah sains yang
dikembangkan oleh kaum musli...
Lanjutan...
Pengetahuan agama= pengetahuan yang
sepenuhnya diambil dari ajaran-ajaran Allah dan
Rasul-Nya secara murni tan...
Metode Memahami Islam
Islam harus dipahami secara komprehensif dengan
berpedoman kepada semangat dan isi ajaran al-
Qur’an...
KONSTRUKSI TEORI PENELITIAN AGAMA
Konstruksi Teori= susunan atau bangunan dari suatu
pendapat, asas-asas atau hukum-hukum ...
Macam-macam Penelitian
Segi hasil yang ingin dicapai: menjelajah
(exploratory, deskriptif) dan menerangkan
(explanatory).
...
Pendekatan
Pendekatan kawasan
Perbandingan
Topical-tematik
Historis
Filosofis
Kebudayaan
Sosiologi
Model Penelitian Tafsir
Quraish Shihab
Bersifat eksploratif, deskriptif, analitis dan perbandingan
Kesimpulan:
Periodesasi...
Lanjutan....
Muhammad al-Ghazali
Macam-macam metode memahami al-Qur’an
(klasik dan modern)
Ayat kauniyah
Bagaimana memaham...
Model Penelitian Hadis
Quraish Shihab
Keberadaan hadis: hub. hadis dengan al-
Qur’an dan fungsinya, serta posisi sunnah
da...
Lanjutan....
Mushthafa Siba’i
Bercorak eksploratif dengan menggunakan pendekatan
historis dan disajikan secara deskriptif ...
Lanjutan...
Muhammad al-Ghazali
Bersifat eksploratif, yaitu membahas, mengkaji
dan menyelami sedalam-dalamnya berbagai
per...
Model Penelitian Filsafat Islam
Filsafat Islam: alam semesta, bermacam2 mslh
manusia atas dasar aj.2 keagamaan yang turun
...
Contoh Model Penelitianx
Amin Abdullah
Model penelitian: kepustakaan yang
bercorak deskriptif.
Pendekatan: studi tokoh, de...
Lanjutan...
Otto Horrassowitz
Penelitian pemikiran filsafat Islam yang
berasal dari tokoh-tokoh abad klasik.
Pemikiran ten...
Lanjutan...
Majid Fakhry
Penelitian campuran: pendekatan historis,
kawasan dan pendekatan substansi.
Harun Nasution
Pendek...
Model Penelitian Ilmu Kalam
Ilmu yang membahas tentang masalah
ketuhanan serta berbagai masalah yang
berkaitan dengan-Nya ...
Model Penelitian Ilmu Kalam
Pemula
Al-Maturidi: kitab at-Tauhid, isinya:
cacatnya taqlid, kewajiban mengetahui
agama denga...
Lanjutan ...
Abu Zahrah: kitab Tarikh al-Madzahib al-
islamiyah fi al-Siyasah wa al-Aqaid: objek-
objek yang dijadikan pan...
Lanjutan...
Harun Nasution, Teologi Islam: sejarah
timbulx persoalan2 teologi islam, aliran2 &
tokohx, lalu analisa perban...
MODEL PENELITIAN TASAWUF
Terminologis:
1. Manusia sebagai makhluk terbatas: upaya
penyucian diri dg cara menjauhkan pengar...
MODEL PENELITIAN
Sayyed Husein Nasr
Judul buku: Tasawuf Dulu dan Sekarang
- Pendekatan tematik
- Model: Kualitatif
- Studi...
Harun Nasution
Bukunya: Falsafat dan Mistisisme dalam
Islam
- Pendekatan tematik: pendekatan ini lebih
menarik, krn terfok...
MODEL PENELITIAN
HUKUM ISLAM/FIQH
Karakteristik Hkm Islam
1. Penerapan bersifat universal
2. Tidak memberatkan
3. Bersifat...
Model penelitian Harun Nasution
- Deskriptif  komprehensif:
ayat-ayat hukum dalam al-Qur’an
latar belakang sej.pertumbuha...
M. Atho Mudzhar
- Penelitian uji teori/uji asumsi
- Penelitian kepustakaan
- Kerangka analisis: sosiologi hukum
- Hasil:
1...
MODEL PENELITIAN POLITIK ISLAM
Problem
- Persoalan yang pertama muncul dalam Islam
adalah persoalan politik, bukan keyakin...
Model Penelitian
M. Syafi’i Ma’arif
- Ajaran al-Qur’an ttg ketatanegaraan
- Metode: kepustakaan
- Pendekatan & analisis: n...
Harry J. Benda
- Sumber informasi: sesudah perang
- Fokus: perkembangan Islam di Jawa
- Model: Kepustakaan
- Corak: deskri...
MODEL PENELITIAN PENDIDIKAN ISLAM
Pendidikan Islam: upaya membimbing,
mengarahkan, & membina peserta didik
yang dilakukan ...
Aspek-aspek Pendidikan Islam
Perspektif Sejarah
1. Periode pembinaan Islam masa Nabi
2. Periode pertumbuhan stlh Nabi wafa...
Model Penelitian
Model: Problem Guru
Himpunan Pendidikan Nasional AS
- Fokus: problem yang dihadapi guru scr nasional
th. ...
Model Lembaga Pendidikan Islam
Karel A. Steenbrink,
- Judul: Pesantren, Madrasah & Sekolah
Pendidikan Islam dalam kurun Mo...
Model: Kultur Pendidikan Islam
Mastuhu
- Judul: Dinamika Sistem Pendidikan
Pesantren (1994)
- Metode pendekatan: grounded ...
MODEL PENELITIAN SEJARAH ISLAM
Ruang Lingkup Sejarah
Periode klasik (650-1250): 650-1000 masa
kemajuan, 1000-1250 disinteg...
Model Penelitian
Studi sejarah:
1.Segi tokoh & pelakunya
2.Peristiwa & produk2 budaya & IP nya.
3.Wilayah/kawasan ttt.
4.S...
Model Penelitian Keagamaan
Djamari
- Metode sosiologi dlm kajian agama
- Pendekatan sosiologis
- Metode penelitian: analis...
Analisis sejarah:
- Sejarah dpt menyajikan gambaran ttg
unsur-unsur yang mendukung timbulnya
suatu lembaga
- Pendekatan se...
Analisis Lintas Budaya
- Ilmu antropologi (mengkaji kebudayaan
manusia)
- Islam telah melalui berbagai dimensi
budaya & ad...
Analisis Isi
Peneliti mencoba mencari keterangan ttg:
- Tema agama, baik tulisan atau buku-buku
- Doktrin
- Deklarasi teks
Sejarah Kawasan
John L. Esposito, edit buku Islam in Asia,
Religion, Politics & Society.
- Kumpulan tulisan
- Bahan awal u...
David D. Newson, Islam in Asia Ally or
Adversary
- Respon Islam atas berbagai masalah di
berbagai belahan dunia
- Kesan ne...
Azyumardi Azra, Jaringan Ulama Timur
Tengah & Kepulauan Nusantara Abad
XVII-XVIII
- Fokus: sejarah interaksi antara ulama
...
MODEL PENELITIAN PEMIKIRAN
MODERN DLM ISLAM
Terminologi
Pembaharuan Islam: upaya-upaya untuk
menyesuaikan paham keagamaan ...
Model Penelitian
Deliar Noer, Gerakan Modern Islam di Indonesia
1900-1942
- Sifat: deskriptif analitis
- Terungkap: pemiki...
H.A.R Gibb
- Asumsi: Islam adlh agama yg hidup & vital yg
menyampaikan dakwah kpd hati, pikiran &
perasaan manusia, member...
TERIMA KASIH
Semoga sukses
Wassalamu’alaikum wr.wb.
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Metodologi Studi Islam - Materi IAIN Tulungagung (Mr. Khutbuddin Aibak,M. HI)

5,222 views

Published on

Kumpulan materi MSI semester 1

Published in: Education
  • Be the first to comment

Metodologi Studi Islam - Materi IAIN Tulungagung (Mr. Khutbuddin Aibak,M. HI)

  1. 1. METODOLOGI STUDI ISLAM KUTBUDDIN AIBAK, M.HI.
  2. 2. PENDAHULUAN Pengantar Kontrak Belajar Tugas-tugas
  3. 3. MANUSIA & AGAMA I. Kebutuhan Manusia Terhadap Agama Pengertian Agama Pengertian secara Bahasa Pengertian Istilah Pengertian para Tokoh
  4. 4. MANUSIA & AGAMA Perlunya Manusia Terhadap Agama • Latar belakang fitrah manusia • Kelemahan dan kekurangan manusia • Tantangan manusia
  5. 5. PENDEKATAN DALAM MEMAHAMI AGAMA Pendekatan Teologis Normatif Pendekatan Antropologis Pendekatan Sosiologis Pendekatan Filosofis Pendekatan Historis Pendekatan Kebudayaan Pendekatan Psikologi
  6. 6. PENDEKATAN TEOLOGIS NORMATIF Pendekatan ini dalam memahami agama secara harfiah dapat diartikan sebagai upaya memahami agama dengan menggunakan kerangkan Ilmu Ketuhanan yang bertolak dari suatu keyakinan bahwa wujud empirik dari suatu keagamaan dianggap sebagai yang paling benar dibandingkan dengan yang lainnya.
  7. 7. Lanjutan…. Pendekatan ini tidak bisa menyelesaikan persoalan pluralitas agama sekarang ini. Pendekatan ini memahami agama dengan menggunakan cara berpikir deduktif, yaitu cara berpikir yang berawal dari keyakinan yang diyakini benar dan mutlak adanya, karena ajarannya berasal dari Tuhan sehingga tidak perlu dipertanyakan lagi. Orang yang menggunakan agama dengan pendekatan ini: rigit, kaku, eksklusif, fanatis, individualis-partikularistik.
  8. 8. Lanjutan… Suatu pendekatan yang memandang agama dari segi ajarannya yang pokok dan asli dari Tuhan yang di dalamnya belum terdapat penalaran pemikiran manusia. Agama dilihat sebagai suatu kebenaran yang mutlak dari Tuhan.
  9. 9. Pendekatan ini dalam memahami agama dapat diartikan sebagai salah satu upaya memahami agama dengan cara melihat wujud praktek keagamaan yang tumbuh dan berkembang dalam masyarakat. PENDEKATAN ANTROPOLOGIS
  10. 10. Lanjutan… Ada banyak hubungan-hubungan, antara lain: Agama dengan kondisi ekonomi Agama dengan kondisi politik Agama dengan etos kerja dan perkembangan ekonomi masyarakat
  11. 11. Lanjutan… Agama dengan mekanisme pengorganisasian (Cliffort Geertz, The Religion of Java) Agama dengan negara Agama dengan psikoterapi Jadi, jelas hubungan agama dengan masalah kehidupan manusia.
  12. 12. PENDEKATAN SOSIOLOGIS Banyak bidang kajian yang baru dapat dipahami secara proporsional dan tepat apabila menggunakan jasa bantuan dari ilmu sosiologi. Jalaluddin Rakhmat, perhatian agama pada masalah-masalah sosial mengajukan 5 alasan:
  13. 13. 5 alasan: (1) dalam al-Qur’an atau kitab-kitab hadis, porsi terbesarnya pada urusan muamalah (2) muamalah lebih ditekankan, adanya kenyataan bahwa bila urusan ibadah bersamaan waktunya dengan urusan muamalah yang penting, maka ibadah boleh diperpendek atau ditangguhkan (bukan ditinggalkan). (3) ibadah yang mengandung segi kemasyarakatan diberi ganjaran lebih besar daripada ibadah yang bersifat perseorangan.
  14. 14. (4) dalam Islam terdapat ketentuan bila urusan ibadah dilakukan tidak sempurna atau batal, karena melakukan pelanggaran tertentu, maka kifaratnya (tebusannya) ialah melakukan sesuatu yang berhubungan dengan masalah sosial. (5) dalam Islam terdapat ajaran bahwa amal baik dalam bidang kemasyarakatan mendapat ganjaran yang lebih besar daripada ibadah sunnah. Jadi, agama diturunkan untuk kepentingan sosial.
  15. 15. PENDEKATAN FILOSOFIS Pendekatan ini dapat digunakan dalam memahami ajaran agama, dengan maksud agar hikmah, hakikat atau inti dari ajaran agama dapat dimengerti dan dipahami secara seksama. Pendekatan ini sudah banyak dilakukan oleh para ahli. Misalnya sebuah buku yang berjudul Hikmah al-Tasyri’ wa Falsafatuhu karya Muhammad al-Jurjawi. Dalam buku ini al-Jurjawi berusaha mengungkapkan hikmah yang terkandung di balik ajaran-ajaran agama Islam. Contoh: Ibadah puasa, shalat, haji, zakat; kisah-kisah Nabi.
  16. 16. Melalui pendekatan filosofis ini, seseorang tidak akan terjebak pada pengamalan agama yang bersifat formalistik, yakni mengamalkan agama dengan susah payah tetapi tidak memiliki makna apa-apa, tanpa arti. Mereka tidak dapat merasakan nilai-nilai spiritual yang tekandung di dalamnya. Namun demikian, pendekatan ini tidak berarti menafikan atau menyepelekan bentuk pengalaman agama yang bersifat formal. Islam sebagai ajaran agama yang banyak menyuruh penganutnya untuk menggunakan akal pikiran sudah dapat dipastikan sangat memerlukan pendekatan filosofis dalam memahami ajaran agamanya.
  17. 17. PENDEKATAN HISTORIS Pendekatan ini mengajak seseorang menukik dari alam idealis ke alam yang bersifat empiris dan mendunia. Bisa diketahui ada kesenjangan atau keselarasan antara yang terdapat dalam alam idealis dengan yang empiris dan historis. Pendekatan ini amat dibutuhkan dalam memahami agama, karena agama itu sendiri turun dalam situasi yang konkret bahkan berkaitan dengan kondisi sosial kemasyarakatan.
  18. 18. Lanjutan… Kuntowijoyo: al-Quran terbagi menjadi dua, yaitu: berisi konsep-konsep, dan berisi kisah- kisah sejarah dan perumpamaan. Melalui pendekatan ini seseorang diajak untuk memasuki keadaan yang sebenarnya berkenaan dengan penerapan suatu peristiwa. Sehingga seseorang akan bisa memahami agama tanpa keluar dari konteks historisnya. Dalam al-Qur’an istilahnya asbab al-nuzul.
  19. 19. PENDEKATAN KEBUDAYAAN Pendekatan ini dapat digunakan dalam memahami agama yang terdapat pada dataran empiriknya atau agama yang tampil dalam bentuk formal yang menggejala di masyarakat. Pengalaman agama yang terdapat dalam masyarakat tersebut diproses oleh penganutnya dari sumber agama yaitu wahyu melalui penalaran. Contoh: kitab fiqh itu merupakan penalaran dari al-Qur’an dan Hadis. Cara berjilbab, bergaul, berpakaian.
  20. 20. PENDEKATAN PSIKOLOGIS Zakiyah Daradjat tidak mempersoalkan benar tidaknya suatu agama yang dianut seseorang, melainkan yang dipentingkan adalah bagaimana keyakinan agama tersebut terlihat pengaruhnya dalam perilaku penganutnya. Dalam ajaran agama banyak dijumpai istilah-istilah yang menggambarkan sikap batin seseorang. misalnya, sikap beriman, bertakwa, sebagai orang shaleh, berbuat baik, jujur. Semua itu merupakan gejala-gejala kejiwaan yang berkaitan dengan agama. Dengan ilmu ini, seseorang selain akan mengetahui tingkat keagamaan yang dihayati, dipahami dan diamalkan seseorang, juga dapat digunakan sebagai alat untuk memasukkan agama ke jiwa seseorang sesuai dengan tingkatan usianya. Contoh: zakat, puasa, shalat dapat diketahui pengaruhnya dengan melalui ilmu jiwa.
  21. 21. HUBUNGAN AGAMA-IPS Realitas Globalisasi  dampak positif & negatif. Bagaimana Ilmu Pengetahuan Sosial memecahkan atas berbagai persoalan yang terjadi? IPS telah kewalahan dalam memberikan solusi, karena dasar-dasar dan prinsip-prinsip yang dijadikan landasan dalam IPS tersebut berasal dari filsafat Barat yang bertumpu pada logika rasional dan cara berpikir empirik.
  22. 22. Lanjutan... Agama diharapkan dapat memberikan arahan dan perspektif baru. Bagaimana pandangan ajaran Islam tentang kepeduliannya terhadap masalah sosial?
  23. 23. Pandangan Islam tentang Ilmu Sosial Islam tampil sbg agama yg memperhatikan: keseimbangan hidup dunia dan akhirat, hubungan manusia dengan Tuhan, hubungan manusia dengan sesama manusia, antara hubungan urusan ibadah dengan muamalah.
  24. 24. Lanjutan... Perhatian Islam lebih besar pada muamalah daripada ibadah (dalam arti khusus). Dunia modern dengan kemajuan Iptek sebenarnya menyimpan suatu potensi yang dapat menghancurkan martabat manusia. Hal ini membutuhkan IPS yang mampu membebaskan manusia dari problem2 yang dihadapi. Yaitu ilmu pengetahuan yang digali dari nilai-nilai agama. Kuntowijoyo menyebutnya Ilmu Sosial Profetik
  25. 25. Ilmu Sosial Bernuansa Islam Ilmu Sosial Profetik yaitu ilmu sosial yang tidak hanya menjelaskan dan mengubah fenomena sosial, tetapi juga memberi petunjuk ke arah mana transformasi itu dilakukan, untuk apa dan oleh siapa? Yaitu ilmu sosial yang mampu mengubah fenomena berdasarkan cita-cita etik dan profetik tertentu.
  26. 26. Lanjutan... Perubahan itu didasarkan pada 3 hal: cita-cita kemanusiaan (humanisasi) liberasi Transendensi Cita-cita profetik itu dapat diderivasikan dari kandungan surat Ali Imran ayat 110
  27. 27. Lanjutan... Humaisasi; Tujuannya memanusiakan manusia dari proses dehumanisasi Liberasi; Tujuannya pembebasan manusia dari kungkungan teknologi, dan pemerasan kehidupan, menyatu dengan orang miskin, dan membebaskan manusia dari belenggu yang dibuat sendiri Transendensi; Tujuannya menumbuhkan dimensi transendental dalam kebudayaan
  28. 28. Peran Ilmu Sosial Profetik dalam Era Globalisasi Stratifikasi sosial, adanya kelas-kelas sosial Peran Islam: keadilan dan egaliter, kesenjangan dikikis oleh Islam (zakat, infaq, shadaqah). Islam agama terbuka, akomodatif serta berdampingan dengan agama, kebudayaan dan peradaban lainnya. Islam memberikan kritik, perbaikan dan penolakan dengan cara-cara yang simpatik dan tidak menimbulkan gejolak sosial yang membawa korban yang tidak diharapkan. Islam memiliki perhatian dan kepedulian yang tinggi terhadap masalah-masalah sosial.
  29. 29. PENGERTIAN ISLAM & SUMBER AJARAN ISLAM Pengertian Islam Secara umum: tauhid dari Nabi Adam as. sampai Nabi Isa as. Secara khusus: tauhid yang dibawa oleh Nabi Muhammad Saw.
  30. 30. Sumber Ajaran Islam 1. Al-Qur’an kemukjizatan: bahasa, redaksi, isyarat ilmiah, berita ghaib, sinonim & antonim, dll. membaca; ilmu tajwid, ilmu qira’at, berasal dari Allah & mutlak benar pendekatan-pendekatan: kebahasaan, korelasi ayat dengan ayat lain, hermeneutik. metode: tahlili, ijmali, muqaran, tematik corak: teologi, fikih, filsafat, tasawuf, sejarah, ilmiah, politik, dsb meneliti sejarah dan sosial: asbabun nuzul memunculkan banyak disiplin ilmu tentang al-Qur’an
  31. 31. 2. As-Sunnah Kedudukan as-Sunnah: Ayat-ayat al-Qur’an Fungsi as-Sunnah: Menjelaskan/memerinci yang global Mengecualikan yang umum Membatasi yang mutlak Menetapkan makna atas ayat yang musytarak Membuat hukum sendiri.
  32. 32. Studi tentang as-sunnah: segi kandungan kualitas tingkatan latar belakang sejarah dan sosial cara-cara memahami dan meneliti sunnah. Memunculkan disiplin ilmu tertentu
  33. 33. 3. Akal/Ijtihad Berdasarkan al-Qur’an dan hadis Macamnya: Ijma’, qiyas, maslahah mursalah, istihsan, istishhab, ‘urf, sadd adz-dzara’i, syar’u man qablana
  34. 34. KARAKTERISTIK AJARAN ISLAM Bidang agama Bidang ibadah Bidang akidah Bidang ilmu dan kebudayaan Bidang pendidikan Bidang sosial Bidang ekonomi Bidang kesehatan Bidang politik Bidang pekerjaan
  35. 35. Bidang Agama Islam mengakui adanya pluralisme = sunnatullah, dan universalisme Universalisme, yakni mengajarkan kepercayaan kepada Tuhan dan hari akhir, menyuruh berbuat baik dan mengajak pada keselamatan. Itulah yang menjadi dasar dalam toleransi dalam beragama. Karakteristik Islam dalam visi keagamaannya: bersifat toleran, pemaaf, tidak memaksakan, dan saling menghormati. Karena dalam pluralisme agama tersebut terdapat unsur kesamaan yaitu pengabdian pada Tuhan.
  36. 36. Bidang Ibadah Ibadah dalam arti khusus: apa yang telah ditetapkan Allah akan perincian-perinciannya, tingkat dan cara-caranya yang tertentu. Dalam urusan ibadah tidak boleh ada “kreativitas”. Tidak ada campur tangan akal manusia. Hak dan otoritas ada pada Tuhan. Visi Islam tentang ibadah adalah merupakan sifat, jiwa, dan misi ajaran Islam itu sendiri yang sejalan dengan tugas penciptaan manusia, untuk beribadah kepada-Nya.
  37. 37. Bidang Akidah Karakteristiknya: akidah Islam bersifat murni baik dalam isinya maupun prosesnya. Isinya= diyakini dan diakui sebagai Tuhan yang wajib disembah adalah Allah. Prosesnya= keyakinan tersebut harus langsung, tidak boleh melalui perantara. Akidah inilah yang akan melahirkan bentuk pengabdian hanya pada Allah. Selanjutnya, akidah harus berpengaruh ke dalam segala aktivitas yang dilakukan manusia, sehingga berbagai aktivitas tersebut bernilai ibadah. Akidah Islam bukan sekedar keyakinan dalam hati, melainkan juga harus menjadi acuan dan dasar dalam bertingkah laku serta berbuat sehingga menimbulkan amal saleh.
  38. 38. Bidang Ilmu & Kebudayaan Bersikap terbuka, akomodatif, dan selektif. Terbuka dan akomodatif untuk menerima berbagai masukan dari luar, bersamaan dengan itu juga selektif, yaitu tidak begitu saja menerima seluruh jenis ilmu dan kebudayaan. Surat al-‘Alaq ayat 1-5.
  39. 39. Bidang Pendidikan Pendidikan adalah hak bagi setiap orang (eduction for all), laki-laki dan perempuan, dan berlangsung sepanjang hayat (long life education). Hadis Nabi: uthlubul ilma minal mahdi ilal lahdi
  40. 40. Bidang Sosial Bidang sosial ini paling menonjol, karena seluruh ajaran Islam akhirnya ditujukan untuk kesejahteraan manusia. Islam menjunjung tinggi tolong menolong, saling menasehati, kesetikawanan, egaliter (kesamaan derajat), tenggang rasa dan kebersamaan. Ketinggian derajat manusia hanya diukur dengan ketaqwaannya. Menurut penelitian Jalaluddin Rahmat (baca: pendekatan sosiologis)
  41. 41. Bidang Ekonomi Kehidupan manusia harus seimbang dan tidak terpisahkan antara urusan dunia dan akhirat. Hadis diriwayatkan Ibn Mubarak: dunia tidak, akhirat tidak, tapi kedua-duanya. Islam menolak kehidupan yang bercorak sekularistik, kehidupan yang memisahkan antara dunia dengan agama. Alam raya sebagai ladang untuk mencari kehidupan, adalah sesuatu yang suci dapat dimanfaatkan. Alam diciptakan Allah, bukan untuk obyek penyembahan sebagaimana masyarakat primitif.
  42. 42. Bidang Kesehatan Prinsip: pencegahan lebih diutamakan daripada penyembuhan. Islam menekankan kebersihan lahir dan batin. Al-Baqarah 222: sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan senang kepada orang-orang yang membersihkan diri. Taubat= kesehatan mental Kebersihan lahiriah= kesehatan fisik. Al-Mudatstsir, 4-5: bersihkanlah pakaianmu dan tinggalkanlah segala macam kekotoran.
  43. 43. Bidang Politik QS. an-Nisa’ 156: perintah mentaati ulil amri (politik, pemerintahan dan negara). Islam mengajarkan ketaatan kritis, bukan ketaatan buta, disadarkan pada tolok ukur kebenaran dari Tuhan. Pemerintahan untuk menegakkan keadilan, kemakmuran, kesejahteraan, keamanan, kedamaian, ketentraman masyarakat.
  44. 44. Bidang Pekerjaan Islam memandang bahwa kerja sebagai ibadah kepada Allah. Kerja yang dikehendaki Islam adalah kerja yang bermutu, terarah pada pengabdian kepada Allah dan yang bermanfaat bagi orang lain. Kerja yang profesional, kerja yang didukung ilmu pengetahuan, keahlian, pengalaman, kesungguhan, dst. Kalau diserahkan pada yang bukan ahlinya, maka tunggulah kehancurannya.
  45. 45. Islam sebagai Disiplin Ilmu Yaitu ilmu keislaman Termasuk ilmu keislaman, yaitu al-Qur’an/tafsir, Hadis/ilmu hadis, ilmu kalam, filsafat, tasawuf, hukum Islam (fikih), sejarah dan kebudayaan Islam, dan pendidikan Islam. Harun Nasution, Islam memiliki berbagai aspek: teologi, ibadah, moral, mistisisme, filsafat, sejarah, kebudayaan dsb. Inilah yang kemudian memunculkan IAIN, STAIN, PTAIN/S.
  46. 46. METODOLOGI PEMAHAMAN ISLAM Kegunaan Metodologi Metode memiliki peranan sangat penting dalam kemajuan dan kemunduran. Mukti Ali: yang menentukan dan membawa stagnasi dan masa kebodohan atau kemajuan bukanlah karena ada atau tidak adanya orang-orang yang jenius, melainkan karena metode dan cara melihat sesuatu. Metode yang tepat adalah masalah pertama yang harus diusahakan dalam pelbagai cabang ilmu pengetahuan. Kewajiban pertama bagi setiap peneliti adalah memilih metode yang tepat untuk penelitiannya.
  47. 47. Studi Islam Studi Islam Amin Abdullah= Normativitas dan Historisitas Normativitas= Islam kurang pas dijadikan sebagai disiplin ilmu. Masih banyak terbebani oleh misi keagamaan yang bersifat memihak, romantis, dan apologis, sehingga kadar muatan analitis, kritis, metodologis, historis, empiris, terutama dalam menelaah teks-teks atau naskah-naskah keagamaan produk sejarah terdahulu kurang begitu ditonjolkan, kecuali dalam lingkungan para peneliti tertentu yang masih sangat terbatas.
  48. 48. Lanjutan... Jadi pada normativitas ini tidak dapat diberlakukan kepadanya paradigma ilmu pengetahuan. Islam merupakan agama yang berisi ajaran Tuhan yang berkaitan dengan urusan akidah dan muamalah. Historisitas= Islam dijadikan sebagai disiplin ilmu. Islam dalam arti yang dipraktekkan oleh manusia serta tumbuh dan berkembang dalam sejarah kehidupan manusia, maka Islam dikatakan sebagai sebuah disiplin ilmu, yaitu ilmu keislaman (islamic studies).
  49. 49. Lanjutan... Studi Islam berbeda dengan sains Islam Sains Islam menurut Nasr adalah sains yang dikembangkan oleh kaum muslimin sejak abad kedua, yang keadaannya sudah tentu merupakan salah satu pencapaian besar dalam peradaban Islam. Sejak abad ke-2 s.d ke-9 Islam merupakan peradaban yang paling produktif dan terdepan. Sains Islam= mencakup berbagai pengetahuan modern seperti kedokteran, astronomi, matematika, fisika dan sebagainya yang dibangun atas arahan nilai-nilai Islami. Studi Islam= pengetahuan yang dirumuskan dari ajaran Islam yang dipraktekkan dalam sejarah dan kehidupan manusia.
  50. 50. Lanjutan... Pengetahuan agama= pengetahuan yang sepenuhnya diambil dari ajaran-ajaran Allah dan Rasul-Nya secara murni tanpa dipengaruhi sejarah, seperti ajaran tentang akidah, ibadah, membaca al-Qur’an dan akhlak. Dari 3 kategori keilmuan itu, muncullah Madrasah Diniyah, MI, MTs, MA dan IAI yang di dalamnya diajarkan studi Islam, meliputi: Tafsir, Hadis, Teologi, Filsafat, Tasawuf, Hukum Islam, Sejarah Kebudayaan Islam, dan Pendidikan Islam. Lalu muncul pula Universitas Islam (sains Islam)
  51. 51. Metode Memahami Islam Islam harus dipahami secara komprehensif dengan berpedoman kepada semangat dan isi ajaran al- Qur’an yang diketahui mengandung banyak aspek. Berbagai aspek yang ada dalam al-Qur’an jika dipelajari secara keseluruhannya akan menghasilkan pemahaman Islam yang menyeluruh. Nasruddin Razak mengajukan 4 cara dalam memahami Islam secara utuh: (1) sumbernya al- Qur’an dan hadis, (2) integral, (3) kepustakaan, (4) ketentuan normatif teologis dalam al-Qur’an dihubungkan dengan kenyataan historis, empiris dan sosiologis. Mukti Ali: metode sintesis, tipologi, komparasi.
  52. 52. KONSTRUKSI TEORI PENELITIAN AGAMA Konstruksi Teori= susunan atau bangunan dari suatu pendapat, asas-asas atau hukum-hukum mengenai sesuatu yang antara satu dan lainnya saling berkaitan sehingga membentuk suatu bangunan. Konstruksi Teori Penelitian Agama= suatu upaya memeriksa, mempelajari, meramalkan dan memahami secara seksama susunan atau bangunan dasar-dasar atau hukum-hukum dan ketentuan lainnya yang diperlukan untuk melakukan penelitian terhadap bentuk pelaksanaan ajaran agama sebagai dasar pertimbangan untuk mengembangkan pemahaman ajaran agama sesuai tuntutan zaman. Penelitian agama= pendekatan ilmiah yang diterapkan untuk menyelidiki masalah-masalah agama.
  53. 53. Macam-macam Penelitian Segi hasil yang ingin dicapai: menjelajah (exploratory, deskriptif) dan menerangkan (explanatory). Segi bahan atau objek: kepustakaan, dan lapangan. Segi analisisnya: kualitatif, dan kauntitatif. Segi metode dasar dan rancangan penelitian: historis, perkembangan, kasus, korelasional, kausal-komparatif, eksperimen sungguhan, eksperimen semu dan penelitian tindakan. Segi metode dan rancangan: survei, eksperimen, dan grounded research.
  54. 54. Pendekatan Pendekatan kawasan Perbandingan Topical-tematik Historis Filosofis Kebudayaan Sosiologi
  55. 55. Model Penelitian Tafsir Quraish Shihab Bersifat eksploratif, deskriptif, analitis dan perbandingan Kesimpulan: Periodesasi pertumbuhan dan perkembangan tafsir Corak-corak penafsiran (sastra dan bahasa, filsafat dan teologi, ilmiah, fikih/hukum, tasawuf, sastra budaya kemasyarakatan) Macam-macam metode penafsiran al-Qur’an (ma’tsur/riwayat, penalaran: tahlili, ijmali, muqaran, maudlu’i) Syarat-syarat dalam menafsirkan al-Qur’an Hubungan tafsir modernisasi
  56. 56. Lanjutan.... Muhammad al-Ghazali Macam-macam metode memahami al-Qur’an (klasik dan modern) Ayat kauniyah Bagaimana memahami al-Qur’an Peran ilmu-ilmu sosial dan kemanusiaan dalam memahami al-Qur’an Penelitian lain: fokusnya pada: kemu’jizatan al- Qur’an, metode-metode, kaidah-kaidah dalam menafsirkan al-Qur’an, kunci-kunci untuk memahami al-Qur’an.
  57. 57. Model Penelitian Hadis Quraish Shihab Keberadaan hadis: hub. hadis dengan al- Qur’an dan fungsinya, serta posisi sunnah dalam tafsir
  58. 58. Lanjutan.... Mushthafa Siba’i Bercorak eksploratif dengan menggunakan pendekatan historis dan disajikan secara deskriptif analitis. Yakni dalam sistem penyajiannya menggunakan pendekatan kronologi urutan waktu dalam sejarah. Hasil: sejarah proses terjadi dan tersebarnya hadis mulai masa Rasul sampai terjadinya upaya pemalsuan hadis dan upaya para ulama untuk membendungnya, dengan melakukan pencatatan sunnah, dibukukannya Ilmu Mushthalahul hadis, ilmu jarh wa ta’dil, kitab-kitab tentang hadis palsu dan para pemalsu serta penyebarannya. Lalu termasuk pandangan kaum Khawarij, Syi’ah, Mu’tazilah dan Mutakallimin, para penulis modern dan kaum muslimin pada umumnya terhadap hadis.
  59. 59. Lanjutan... Muhammad al-Ghazali Bersifat eksploratif, yaitu membahas, mengkaji dan menyelami sedalam-dalamnya berbagai persoalan aktual yang muncul di masyarakat untuk kemudian diberikan status hukumnya dengan berpijak pada konteks hadis. Deskriptif analitis, yaitu mendeskripsikan hasil penelitian sedemikian rupa, dilanjutkan menganalisisnya dengan menggunakan pendekatan fikih, sehingga terkesan ada misi pembalaan dan pemurnian ajaran Islam dari berbagai paham yang dianggapnya tidak sejalan dengan al-Qur’an dan sunnah yang mutawatir.
  60. 60. Model Penelitian Filsafat Islam Filsafat Islam: alam semesta, bermacam2 mslh manusia atas dasar aj.2 keagamaan yang turun bersama lahirx ag.Islam 5 ciri: 1. Sifat dan corak: berdasar aj.Islam QH 2. Ruang lingkup pembahasan: kosmologi, metafisika, kehidupan dunia-akhirat, IP, kebudayaan dll. 3. Datangx flsft Islm  sjalan dg prkembangn aj.Islam 4. Yang mengembangkanx: orang2 Islam 5. Kedudukanx: filsafat Islam sejajar dg studi keislaman lainnya
  61. 61. Contoh Model Penelitianx Amin Abdullah Model penelitian: kepustakaan yang bercorak deskriptif. Pendekatan: studi tokoh, dengan studi komparasi.
  62. 62. Lanjutan... Otto Horrassowitz Penelitian pemikiran filsafat Islam yang berasal dari tokoh-tokoh abad klasik. Pemikiran tentang: Tuhan, roh, akal, teologi, moral, metode, metafisika, materi, ruang, waktu. Penelitian kualitatif, sumbernya kajian pustaka. Metodenya deskriptif analitis. Pendekatannya historis dan tokoh.
  63. 63. Lanjutan... Majid Fakhry Penelitian campuran: pendekatan historis, kawasan dan pendekatan substansi. Harun Nasution Pendekatan tokoh dan historis. Bentuknya deskripstif, bersifat kualitatif.
  64. 64. Model Penelitian Ilmu Kalam Ilmu yang membahas tentang masalah ketuhanan serta berbagai masalah yang berkaitan dengan-Nya berdasarkan dalil-dalil yang meyakinkan. Ibn Khaldun, Ilmu kalam adalah ilmu yang berisi alasan-alasan yang mempertahankan kepercayaan-kepercayaan dengan menggunakan dalil-dalil, pikiran-pikiran dan berisi bantahan terhadap orang-orang yang menyelewengkan dari kepercayaan aliran golongan salaf dan ahli sunnah.
  65. 65. Model Penelitian Ilmu Kalam Pemula Al-Maturidi: kitab at-Tauhid, isinya: cacatnya taqlid, kewajiban mengetahui agama dengan dalil-dalil naqli dan aqli, penciptaan alam, perbedaan paham tentang penciptaan makhluk.
  66. 66. Lanjutan ... Abu Zahrah: kitab Tarikh al-Madzahib al- islamiyah fi al-Siyasah wa al-Aqaid: objek- objek yang dijadikan pangkal pertentangan oleh berbagai aliran dalam bidang politik yang berdampak pada masalah teologi, dan membahasa aliran Syi’ah, Khawarij dengan berbagai sengketanya.
  67. 67. Lanjutan... Harun Nasution, Teologi Islam: sejarah timbulx persoalan2 teologi islam, aliran2 & tokohx, lalu analisa perbandingan. Catatan: Penelitian kepustakaan Bercorak deskriptif Pendekatan historis Analisis: doktrin dan perbandingan
  68. 68. MODEL PENELITIAN TASAWUF Terminologis: 1. Manusia sebagai makhluk terbatas: upaya penyucian diri dg cara menjauhkan pengaruh kehidupan dunia dan memusatkan perhatian pd Allah 2. Man. makhluk yang berjuang: memperindah diri dg akhlak yang bersumber dr aj.agama, mendekatkan diri pada Allah 3. Man.makhluk bertuhan: sadar akan adanya Tuhan, mengarahkan jiwax serta memusatkan kegiatan2 yang berhub.Tuhan
  69. 69. MODEL PENELITIAN Sayyed Husein Nasr Judul buku: Tasawuf Dulu dan Sekarang - Pendekatan tematik - Model: Kualitatif - Studi kritis thdp aj.tasawuf yang pernah berkembang dlm sejarah
  70. 70. Harun Nasution Bukunya: Falsafat dan Mistisisme dalam Islam - Pendekatan tematik: pendekatan ini lebih menarik, krn terfokus pd persoalan tasawuf, berbeda dg pendekatan tokoh - Sifat: deskriptif eksploratif (aj.agama sbgmn adanya dikemukakan sdmikian rupa, walau garis besar.
  71. 71. MODEL PENELITIAN HUKUM ISLAM/FIQH Karakteristik Hkm Islam 1. Penerapan bersifat universal 2. Tidak memberatkan 3. Bersifat realistis 4. Menetapkan hkm berdasar musyawarah sebagai bahan pertimbangan 5. Sanksi: dunia & akhirat
  72. 72. Model penelitian Harun Nasution - Deskriptif  komprehensif: ayat-ayat hukum dalam al-Qur’an latar belakang sej.pertumbuhan & perkembangan hkm Islam (Nabi s.d sekarang) lengkap dg madzhab & sumber hukumx - Penelitian eksploratif, deskriptif - Pendekatan kesejarahan
  73. 73. M. Atho Mudzhar - Penelitian uji teori/uji asumsi - Penelitian kepustakaan - Kerangka analisis: sosiologi hukum - Hasil: 1. Latar belakang & karakteristik Islam di Indonesia serta pengaruhnya thdp corak hkm Islam 2. Kondisi hkm Islam (penjajahan-merdeka) 3. Fatwa-fatwa MUI
  74. 74. MODEL PENELITIAN POLITIK ISLAM Problem - Persoalan yang pertama muncul dalam Islam adalah persoalan politik, bukan keyakinan - Nabi  teo-demokratis - Khalifah 4  aristokrat demokratik - Bibit perpecahan: masa Usman r.a, puncaknya masa Ali k.w - Muncullah sekian banyak aliran2 - Tanpa bentuk, catatan: menegakkan keadilan, kemakmuran, kesejahteraan, aman-damai.
  75. 75. Model Penelitian M. Syafi’i Ma’arif - Ajaran al-Qur’an ttg ketatanegaraan - Metode: kepustakaan - Pendekatan & analisis: normative-historis - Fokus: politik umat Islam abad 20 - Corak: deskriptif analitis
  76. 76. Harry J. Benda - Sumber informasi: sesudah perang - Fokus: perkembangan Islam di Jawa - Model: Kepustakaan - Corak: deskriptif - Pendekatan: historis normatif, sosio- historis
  77. 77. MODEL PENELITIAN PENDIDIKAN ISLAM Pendidikan Islam: upaya membimbing, mengarahkan, & membina peserta didik yang dilakukan scr sadar & terencana agar terbina suatu kepribadian yang utama ss dg nilai2 aj.Islam
  78. 78. Aspek-aspek Pendidikan Islam Perspektif Sejarah 1. Periode pembinaan Islam masa Nabi 2. Periode pertumbuhan stlh Nabi wafat s.d Bani Umayyah 3. Periode kejayaan pendidikan Islam (mulai Daulat Abbasiyah s.d jatuhnya Baghdad) 4. Periode kemunduran (jatuhnya baghdad s.d jatuhnya Mesir) 5. Periode pembaharuan pendidikan Islam (pendudukan Mesir s.d sekarang)
  79. 79. Model Penelitian Model: Problem Guru Himpunan Pendidikan Nasional AS - Fokus: problem yang dihadapi guru scr nasional th. 1968 - Pengumpulan data: survey, quesioner (17 macam) - Sampel: guru2 sekolah negeri - Penelitian: survey - Model: lapangan - Hasil: 5 aspek pokok
  80. 80. Model Lembaga Pendidikan Islam Karel A. Steenbrink, - Judul: Pesantren, Madrasah & Sekolah Pendidikan Islam dalam kurun Modern (1986) - Metode: pengamatan (observasi) - Objek: sejumlah pesantren di Jawa & Sumatera - Analisis: historis - Pendekatan: komparatif
  81. 81. Model: Kultur Pendidikan Islam Mastuhu - Judul: Dinamika Sistem Pendidikan Pesantren (1994) - Metode pendekatan: grounded research - Analisis: fakta di lapangan (berbagai pondok) - Bentuk: Disertasi, sehingga sistem ilmiah cukup kentara (pendahuluan, tinjauan pustaka, kerangka & metode serta simpulan)
  82. 82. MODEL PENELITIAN SEJARAH ISLAM Ruang Lingkup Sejarah Periode klasik (650-1250): 650-1000 masa kemajuan, 1000-1250 disintegrasi Periode pertengahan (1250-1800): masa kemuduran I (1250-1500) & tiga kerajaan besar (1500-1800) yang dpt dbagi: fase kemajuan (1500-1700) & kemunduran II (1700-1800 Periode modern (1800 s.d sekarang): ditandai dg zaman kebangkitan
  83. 83. Model Penelitian Studi sejarah: 1.Segi tokoh & pelakunya 2.Peristiwa & produk2 budaya & IP nya. 3.Wilayah/kawasan ttt. 4.Sejarah/filsafat/pesan
  84. 84. Model Penelitian Keagamaan Djamari - Metode sosiologi dlm kajian agama - Pendekatan sosiologis - Metode penelitian: analisis sejarah, analisis lintas budaya, analisis isi
  85. 85. Analisis sejarah: - Sejarah dpt menyajikan gambaran ttg unsur-unsur yang mendukung timbulnya suatu lembaga - Pendekatan sejarah bertujuan untuk menemukan inti karakter agama - Pendekatan sejarah dlm agama dpt membuktikan apakah agama msh tetap pd orisinalitasnya atau tidak.
  86. 86. Analisis Lintas Budaya - Ilmu antropologi (mengkaji kebudayaan manusia) - Islam telah melalui berbagai dimensi budaya & adat istiadat - Masing-masing negara memiliki corak budayanya dlm mengekspresikan agamanya.
  87. 87. Analisis Isi Peneliti mencoba mencari keterangan ttg: - Tema agama, baik tulisan atau buku-buku - Doktrin - Deklarasi teks
  88. 88. Sejarah Kawasan John L. Esposito, edit buku Islam in Asia, Religion, Politics & Society. - Kumpulan tulisan - Bahan awal untuk studi lanjut - Menghilangkan kesan bahwa Islam identik dg Arab
  89. 89. David D. Newson, Islam in Asia Ally or Adversary - Respon Islam atas berbagai masalah di berbagai belahan dunia - Kesan negatif masyarakat Barat thdp Islam
  90. 90. Azyumardi Azra, Jaringan Ulama Timur Tengah & Kepulauan Nusantara Abad XVII-XVIII - Fokus: sejarah interaksi antara ulama Timur Tengah & Nusantara - Islam Indonesia berbeda dg Islam Timur Tengah, tetapi tetap ada kaitannya. - Dikemukakan ttg: latar belakang pemikiran, permasalahan, tujuan, bahan- bahan yang digunakan, pendekatan, kesimpulan
  91. 91. MODEL PENELITIAN PEMIKIRAN MODERN DLM ISLAM Terminologi Pembaharuan Islam: upaya-upaya untuk menyesuaikan paham keagamaan Islam dg perkembangan baru yg ditimbulkan kemajuan Iptek modern
  92. 92. Model Penelitian Deliar Noer, Gerakan Modern Islam di Indonesia 1900-1942 - Sifat: deskriptif analitis - Terungkap: pemikiran masa merdeka memiliki relevansi dg pemikiran pd tahun sebelumnya (1900-1942): soal khilafiyah, sifat fragmentasi kepartaian, kepemimpinan bersifat pribadi, perbedaan & prtentangan faham, hub. dg pemerintah - Pendekatan historis-kronologis, sosiologis - Diketahui asal usul & pertumbuhan gerakan modern Islam
  93. 93. H.A.R Gibb - Asumsi: Islam adlh agama yg hidup & vital yg menyampaikan dakwah kpd hati, pikiran & perasaan manusia, memberikan pedoman hidup jujur, bersungguh-sungguh & bertakwa - Lalu diadakan penelitian: telaah thdp doktrin2 aj.Islam (al-Qur’an + Hadis) - Deskriptif - Sifat: Kepustakaan - Pendekatan: filosofis-historis - Dikemukakan: dasar2 alam pikiran Islam, dasar2 modernisme, agama kaum modern, hukum & masyarakat Islam dunia
  94. 94. TERIMA KASIH Semoga sukses Wassalamu’alaikum wr.wb.

×