PENGEMBANGAN BAHAN AJAR KIMIA BERBASIS WEB
DENGAN HTML5 SEBAGAI PENDUKUNG PEMBELAJARAN
ABAD 21
Karya Tulis Ilmiah
Disusun untuk Memenuhi Syarat Mengikuti Kegiatan Simposium Guru dan
Tenaga Kependidikan Tahun 2016
Disusun Oleh:
Arief Fadillah, S.Pd
SMA-IT THARIQ BIN ZIYAD
KABUPATEN BEKASI JAWA BARAT
2016
i
ii
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR KIMIA BERBASIS WEB DENGAN
HTML5 SEBAGAI PENDUKUNG PEMBELAJARAN ABAD 21
Arief Fadillah
SMA-IT Thariq Bin Ziyad, Kabupaten Bekasi Jawa Barat
e-mail: arfadillah@gmail.com
Abstrak: Pengembangan Bahan Ajar Kimia Berbasis Web dengan
HTML5 Sebagai Pendukung Pembelajaran Abad 21. Penelitian ini
bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar kimia berbasis web dengan
HTML5 pada materi pokok bentuk molekul. Pengembangan bahan ajar
yang dilakukan dalam penelitian ini meliputi tiga tahapan, yaitu: merancang
bahan ajar, mengembangkan bahan ajar, dan pengujian bahan ajar. Tahap
perancangan bahan ajar merupakan tahap persiapan pengembangan
bahan ajar berbasis web melalui penyusunan Garis Besar Isi Media (GBIM),
jabaran materi, dan flow chart bahan ajar. Tahap pengembangan bahan
ajar merupakan tahapan mengimplementasikan naskah bahan ajar menjadi
bahan ajar berbasis web melalui perangkat lunak. Tahap pengujian bahan
ajar merujuk kepada pengujian aspek multi platform dan responsive web
page melalui perangkat lunak mobile emulator. Hasil penelitian ini
menunjukkan bahwa pengembangan bahan ajar kimia berbasis web
dengan HTML5 pada materi pokok bentuk molekul secara umum dapat
dikatakan baik dan mampu dijadikan pendukung dalam pembelajaran abad
21.
Kata-kata Kunci: bahan ajar, HTML5, Bentuk Molekul
iii
KATA PENGANTAR
Alhamdulillahi Rabbil ‘alamin. Segala puji bagi Allah SWT. yang telah
mengajari manusia dengan pena. Tidak ada Tuhan kecuali Dia, pemberi
petunjuk dan kekuatan kepada manusia. Shalawat dan salam kepada
kekasih-Nya yang terkasih, Rasul terakhir pembawa risalah Dinul-Islam
yang haqq dari sisi-Nya, Muhammad S.A.W. Atas izin-Nya penulis dapat
menyelesaikan penulisan karya tulis ilmiah yang berjudul “Pengembangan
Bahan Ajar Kimia Berbasis Web dengan HTML5 Sebagai Pendukung
Pembelajaran Abad 21”.
Terselesaikannya penulisan karya tulis ilmiah ini tidak terlepas atas
dukungan dari semua pihak, untuk itu penulis menyampaikan terima kasih
kepada :
1. Orang tua penulis yang selalu memberikan dukungan dan doa.
2. Bapak Nono Ariyandi, S.Si selaku Kepala SMA-IT Thariq Bin Ziyad yang
senantiasa memberikan arahan kepada penulis.
3. Segenap pihak yang telah ikut andil dalam proses penyelesaian karya
tulis ini.
Penulis telah berusaha seoptimal mungkin dalam penulisan karya
tulis ilmiah ini. Namun selaku manusia tempat salah tercipta, Penulis
menyadari masih banyak kekurangan dalam karya ini. Oleh karena itu, kritik
dan saran yang membangun dari semua pihak sangat penulis harapkan
guna memperbaiki karya tulis ilmiah ini.
Bekasi, November 2016
Penulis
iv
DAFTAR ISI
PERNYATAAN KEASLIAN .................................................................... i
ABSTRAK .............................................................................................. ii
KATA PENGANTAR .............................................................................. iii
DAFTAR ISI ........................................................................................... iv
DAFTAR GAMBAR ................................................................................ v
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang ............................................................................ 1
B. Rumusan Masalah ...................................................................... 2
C. Kegunaan Hasil Penelitian .......................................................... 3
BAB II KAJIAN PUSTAKA
A. Bahan Ajar Berbasis Web ........................................................... 4
B. HTML5 ........................................................................................ 5
BAB III PEMBAHASAN
A. Rancangan Bahan Ajar Kimia Berbasis Web .............................. 8
B. Pengembangan Bahan Ajar Kimia Berbasis Web ....................... 10
C. Pengujian Bahan Ajar Kimia Berbasis Web ................................. 12
BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan ................................................................................. 15
B. Saran .......................................................................................... 15
DAFTAR PUSTAKA
v
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1. Flow Chart Bahan Ajar Berbasis Web ................................. 9
Gambar 2. Tampilan Antar Muka Incomedia Website X5 ...................... 10
Gambar 3. Tampilan Antar Muka Wondershare Quiz Creator ............... 11
Gambar 4. Tampilan Simulasi Bentuk Molekul ...................................... 12
Gambar 5. Penurunan Kualitas Grafis Simulasi Bahan Ajar pada Browser
Opera dan Google Chrome .................................................................... 13
Gambar 6. Tampilan Antar Muka Bahan Ajar pada Smartphone ........... 14
Gambar 7. Tampilan Antar Muka Bahan Ajar pada Tablet .................... 14
1
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Perkembangan sains dan teknologi yang semakin pesat di abad dua
puluh satu ternyata berdampak pada laju perkembangan teknologi
informasi yang seolah tanpa batas. Salah satu manfaat dari kemajuan
teknologi informasi adalah kemudahan masyarakat untuk mengakses
perkembangan sains. Hal ini dimungkinkan terjadi karena gencarnya
pemanfaatan teknologi jaringan internet dalam bidang pendidikan sehingga
mampu mengubah paradigma perolehan informasi oleh peserta didik.
Melalui teknologi jaringan internet, peserta didik bisa mendapatkan
informasi yang dibutuhkan tanpa batasan ruang dan waktu. Pemanfaatan
teknologi jaringan internet dalam bidang pendidikan juga melahirkan
konsep tentang distance learning, web-based education, dan e-learning,
yang jika dicermati pada aspek implementasinya memiliki bentuk yang
serupa, yaitu memanfaatkan teknologi jaringan internet sebagai salah satu
sarana dan media dalam pembelajaran.
Pembelajaran kimia sebagai bagian dari pembelajaran sains tak luput
dari penetrasi teknologi informasi. Ilmu kimia sering disebut sebagai “central
science”, karena dasar pengetahuan peserta didik dalam bidang kimia
merupakan esensi untuk mempelajari biologi, fisika, geologi, ekologi, dan
cabang sains yang lain. Namun demikian, mayoritas peserta didik
mengalami kesulitan dalam mempelajari ilmu kimia (Chang, 2010). Hal ini
terjadi karena sebagian besar materi yang dipelajari dalam ilmu kimia
bersifat abstrak. Jika strategi pembelajarannya tidak tepat maka materi
yang bersifat abstrak akan menimbulkan miskonsepsi bagi peserta didik
(Sandi, 2012). Selain itu, sebagian besar peserta didik hanya ingin
mempelajari rumus-rumus, formula, dan materi pembelajaran tingkat
rendah dengan tujuan untuk lulus dalam ujian tanpa mampu
2
mengembangkan pemahaman yang bermakna terkait konsep-konsep, dan
prinsip-prinsip dalam ilmu kimia (Su, 2013).
Dengan demikian, integrasi teknologi informasi mengambil peran
penting sebagai alat bantu mempelajari materi kimia yang bersifat abstrak.
Salah satunya diwujudkan dalam penyusunan bahan ajar multimedia yang
memadukan antara teks, gambar, dan animasi yang mampu meningkatkan
ketertarikan, motivasi, dan keaktifan peserta didik selama proses
pembelajaran (Yeung, Schmid, & George, 2009). Akan tetapi,
pengembangan bahan ajar multimedia yang telah ada umumnya kurang
adaptif terhadap perkembangan perangkat teknologi informasi dan
komunikasi yang digunakan oleh peserta didik. Hal ini terjadi karena
mayoritas bahan ajar multimedia dikembangkan dengan sebuah platform
tertentu yang bersifat khusus sehingga tidak mampu digunakan dalam
platform lain. Misalnya, bahan ajar multimedia yang dikembangkan dengan
perangkat lunak Adobe Flash tentu hanya bisa dijalankan dengan
perangkat komputer mengingat sebagian besar mobile browser yang
tertanam dalam smartphone tidak memiliki dukungan untuk menjalankan
aplikasi berbasis Adobe Flash (Legault, 2016).
Oleh karena itu, diperlukan sebuah pendekatan baru dalam
mengembangkan bahan ajar multimedia berbasis web agar jangkauan
spektrum penggunanya semakin luas dan semakin memudahkan untuk
diakses tanpa batasan ruang dan waktu. Hal ini yang kemudian menjadi
landasan peneliti untuk mengembangkan bahan ajar kimia berbasis web
dengan HTML5.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dipaparkan maka
masalah yang diangkat dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut:
“Bagaimana mengembangkan bahan ajar kimia berbasis web dengan
HTML 5?”
3
C. Kegunaan Hasil Penelitian
Kegunaan dari hasil penelitian ini adalah dihasilkannya bahan ajar kimia
berbasis web dengan HTML5. Produk dari penelitian ini dapat dimanfaatkan
untuk menjadi sumber belajar utama bagi siswa serta siapa saja yang
tertarik mempelajari kimia terutama pada materi pokok bentuk molekul
mengingat sifatnya yang multi platform dan kemudahannya untuk diakses
melalui tablet atau smartphone. Bahan ajar ini juga dapat dijadikan solusi
alternatif untuk menunjang pembelajaran khususnya pada materi pokok
bentuk molekul
4
BAB II
KAJIAN PUSTAKA
A. Bahan Ajar Berbasis Web
Bahan ajar adalah sembarang entitas yang dapat digunakan sebagai
bahan pembelajaran, pendidikan, dan pelatihan. Oleh karena itu, dalam
pengertian ini, bahan-bahan pembelajaran konvensional (misalnya: lembar
kerja, handout, diktat, peta, dan sebagainya) dapat juga disebut sebagai
bahan ajar (Wibawanto & Sahid, 2010). Bahan ajar dapat dikelompokkan
menjadi dua, yakni bahan ajar yang sengaja dirancang untuk kegiatan
belajar mengajar dan bahan ajar yang peruntukkan awalnya tidak ditujukan
untuk kegiatan belajar mengajar, namun secara kontekstual dapat
digunakan untuk belajar.
Dengan demikian, bahan ajar berbasis web merupakan bahan ajar yang
disiapkan, dijalankan, dan dimanfaatkan melalui media web. Bahan ajar ini
juga dapat disebut sebagai bahan ajar berbasis internet atau bahan ajar
dalam jaringan (online). Koesnandar (2008) menyatakan bahwa suatu
bahan ajar yang baik harus memiliki minimal enam unsur yaitu:
1. Tujuan
Bahan ajar harus memiliki tujuan yang jelas melalui perumusan
kompetensi yang harus dicapai oleh peserta didik. Selain itu tujuan yang
disusun harus terukur melalui indikator dan pengalaman pembelajaran
yang harus diterima peserta didik.
2. Sasaran
Sasaran bahan ajar perlu dirumuskan secara spesifik untuk siapa bahan
ajar ini ditujukan sehingga pemanfaatan isi bahan ajar akan tepat sasaran.
3. Uraian materi
Bahan ajar bukan hanya berisi tentang materi yang harus disajikan
namun juga mencakup kemampuan prasyarat pengetahuan yang harus
dikuasai peserta didik sebelum memulai pembelajaran.
5
4. Sistematika sajian
Sistematika sajian berkaitan dengan urutan atau tahapan penyajian
materi dalam bahan ajar agar peserta didik mengetahui alur teknis
penyajian suatu bahan ajar. Hal ini dapat dicapai melalui pembuatan peta
konsep beserta hierarki materi yang harus dipelajari oleh peserta didik.
5. Petunjuk belajar
Bahan ajar harus dilengkapi dengan petunjuk teknis penggunaan bahan
ajar sebagai media belajar sehingga peserta didik dapat memahami materi
sesuai dengan kompetensi yang harus dicapai.
6. Evaluasi
Bahan ajar harus memiliki evaluasi belajar bagi peserta didik untuk
mengetahui keberhasilan peserta didik dalam memahami materi. Evaluasi
belajar ini dapat berupa latihan, kuis atau lembar kerja.
B. HTML5
HTML (Hyper Text Markup Language) adalah bahasa pemrograman
yang berupa kode dan simbol yang dimasukkan kedalam sebuah file yang
ditujukan untuk ditampilkan di dalam sebuah website. Singkatnya, HTML
adalah bahasa markup yang digunakan untuk membuat website (Lee,
2013). Bahasa pemrograman HTML selalu mengalami perkembangan
karena pengguna internet semakin hari semakin berkembang pesat. Oleh
karena itu, bahasa HTML harus ditingkatkan kemampuannya agar bisa
menciptakan halaman web yang lebih berkualitas.
Sejak dirilis, bahasa HTML terus mengalami perkembangan. Berikut ini
sejarah perkembangan HTML:
1. HTML 1.0
HTML 1.0 adalah versi pertama dari HTML. Pada saat ini tidak banyak
orang yang ikut berpartisipasi dalam pembuatannya. Fitur dari versi ini pun
masih terbatas. Antara lain heading, paragraf, hypertext, list, efek tebal dan
miring pada teks. Versi 1.0 juga mendukung gambar, namun tidak
mendukung adanya teks di sekeliling gambar.
6
2. HTML 2.0
HTML 2.0 masih membawa fitur sebelumnya dari versi 1.0, dengan
tambahan beberapa fitur baru. Fitur tersebut adalah form. Dengan form,
pengguna dapat memasukkan data-data seperti nama, alamat, serta
komentar. Hadirnya fitur form ini menjadi awal terbentuknya website yang
interaktif.
3. HTML 3.0
Pada versi ini, mulai banyak pihak yang ikut memberikan kontribusi pada
HTML. Fitur baru yang hadir di versi ini salah satunya adalah tabel. Versi
HTML ini tidak bertahan lama dikarenakan banyak permasalahan seperti
“perang” antar browser. Karena itu, HTML ini segera diganti lagi menjadi
versi 3.2.
4. HTML 3.2
Perang antar browser terus berlanjut dikarenakan mereka membuat tag
HTML mereka sendiri. Untuk menghentikan hal ini, dibentuklah sebuah
organisasi yang menangani standar dari HTML. Organisasi ini bernama
World Wide Web Consortium (W3C).
5. HTML 4.0
Dengan hadirnya W3C sebagai peletak standar HTML, perang browser
terhenti. HTML lalu berkembang menjadi HTML 4.0. Versi ini memuat
banyak sekali revisi dan perubahan dari versi sebelumnya. Perubahan ini
terjadi di hampir seluruh perintah HTML seperti text, link, image,
imagemaps, table, form, meta, dan lain lain (Lee, 2013).
6. HTML 4.01
Versi ini hadir untuk memperbaiki beberapa kesalahan di versi
sebelumnya
7. XHTML 1.0
XHTML adalah gabungan dari HTML dan XML. Karena XHTML tidak
sefleksibel HTML, tidak banyak orang yang menyukai versi ini.
7
8. HTML5
HTML5 adalah versi terakhir dari HTML saat ini. HTML5 membawa
banyak sekali perubahan terhadap versi sebelumnya. Banyak tag baru yang
diperkenalkan. Selain itu, HTML5 mendukung streaming video tanpa
menggunakan flash. Kelebihan HTML5 antara lain: (1) Doctype dan Meta
yang lebih pendek, (2) Struktur Baru, (3) Form Web baru, (4) tidak
membutuhkan flash, (5) bersifat multi platform, dan (6) mendukung fitur
responsive web page (MDN, 2016).
8
BAB III
PEMBAHASAN
A. Rancangan Bahan Ajar Kimia Berbasis Web
Salah satu materi kimia pada jenjang SMA yang membutuhkan
visualisasi adalah materi pokok bentuk molekul. Representasi kimia pada
level simbolik yang terjadi pada pembentukan geometri molekul khususnya
tidak dapat diamati secara langsung. Keterbatasan alat dan bahan
praktikum juga membuat tidak semua fenomena hasil perbedaan geometri
molekul dapat dicoba dalam praktikum. Materi ini akan sangat bermanfaat
jika siswa dapat memahami konsepnya dengan baik karena penerapan
konsep bentuk molekul sangat luas. Oleh karena itu, peneliti
mengembangkan bahan ajar berbasis web dengan HTML5 untuk
memvisualisasikan konsep-konsep yang ada pada materi pokok bentuk
molekul dan dapat dicoba oleh siswa secara cepat melalui gadget yang
mereka miliki dan bersifat multiplatform.
Sebelum dihasilkan sebuah bahan ajar berbasis web, maka peneliti
melakukan beberapa tahap perencanaan sebagai berikut:
1. Penyusunan Garis Besar Isi Media (GBIM) pada materi pokok bentuk
molekul
Garis Besar Isi Media (GBIM) merupakan cetak biru (blueprint) bagi
bahan ajar yang akan dikembangkan dan biasanya dituangkan dalam suatu
format matriks yang memuat berbagai aspek terutama menyangkut
kompetensi, dan cakupan materi (Purwanto, Rahadi, & Lasmono, 2007).
Cakupan yang terdapat dalam GBIM pada materi pokok bentuk molekul
antara lain: identitas bahan ajar, kompetensi inti, kompetensi dasar,
indikator kompetensi, pokok-pokok materi, multimedia (teks, gambar,
animasi, simulasi, foto, dan video), evaluasi dan referensi.
9
2. Penyusunan Jabaran Materi pada materi pokok bentuk molekul
Jabaran materi merupakan langkah lanjutan setelah GBIM telah disusun
dengan baik. Melalui penyusunan jabaran materi maka poin-poin/aspek-
aspek yang terdapat pada GBIM mulai dikembangkan dan diberikan
penjelasan yang lebih rinci. Pada tahap ini, peneliti mulai menentukan
bentuk animasi atau simulasi yang digunakan, gambar yang akan
ditampikan, dan teks yang akan disusun dalam bahan ajar, serta bentuk
multimedia lain.
3. Pengembangan flow chart bahan ajar berbasis web
Pada tahap ini, disusun sebuah diagram alir (flow chart) bahan ajar
berbasis web sehingga semakin nyata struktur menu dan navigasi-nya.
Berikut ini flow chart bahan ajar berbasis web pada materi pokok bentuk
molekul.
Gambar 8. Flow Chart Bahan Ajar Berbasis Web
Login User
Identitas Materi
Kompetensi Dasar
Indikator
Pendahuluan
Teori Domain
Elektron
Domain Elektron
Bentuk Molekul
Penentuan Bentuk
Molekul
Simulasi Bentuk
Molekul
Latihan
10
B. Pengembangan Bahan Ajar Kimia Berbasis Web
Pada tahap ini dilakukan pengembangan bahan ajar kimia berbasis web
dalam bentuk naskah bahan ajar kimia berbasis web untuk materi pokok
bentuk molekul. Untuk penyusunannya menjadi bahan ajar berbasis web,
peneliti menggunakan beberapa perangkat lunak, yaitu:
1. Incomedia Website X5
Incomedia Website X5 merupakan perangkat lunak (software) untuk
membuat website dengan cepat dan mudah, tanpa harus menuliskan kode
HTML5 yang rumit. Peneliti menggunakan aplikasi Incomedia Website X5
karena menyediakan ribuan template website yang mendukung HTML5.
Selain itu, dengan antarmuka yang ramah, dapat dengan mudah membuat
halaman, menu, slideshow dan lainnya.
Gambar 9. Tampilan Antar Muka Incomedia Website X5
2. Wondershare Quiz Creator.
Wondershare Quiz Creator merupakan perangkat lunak untuk
pembuatan soal, kuis atau tes secara online (berbasis web). Melalui
perangkat lunak ini dapat dihasilkan bentuk dan level soal yang berbeda,
yaitu bentuk soal benar/salah (true/false), pilihan ganda (multiple choices),
pengisian kata (fill in the blank), penjodohan (matching), kuis dengan area
11
gambar, dan lain-lain. Bahkan dengan Wondershare Quiz Creator dapat
pula disisipkan berbagai gambar (images) maupun file Flash (Flash movie)
untuk menunjang pemahaman peserta didik dalam pengerjaan soal
(Hernawati, 2009).
Gambar 10. Tampilan Antar Muka Wondershare Quiz Creator
3. Simulasi bentuk molekul berbasis HTML5
Simulasi merupakan penggambaran suatu sistem atau proses dengan
peragaan berupa model statistik atau pemeranan (Badan Pengembangan
dan Pembinaan Bahasa, 2016). Melalui simulasi ini, diharapkan dapat
memudahkan siswa dalam memahami konsep geometri molekul yang
bersifat abstrak dengan model bentuk molekul yang ada. Peneliti
menggunakan simulasi bentuk molekul yang dikembangkan oleh proyek
PhET Interactive Simulations di University of Colorado Boulder dan diunduh
dari laman https://phet.colorado.edu/en/simulation/molecule-shapes.
Simulasi bentuk molekul yang dikembangkan oleh PhET Interactive
Simulations dipilih karena memiliki daya dukung terhadap web berbasis
HTML5. Simulasi ini kemudian dikoneksikan ke dalam bahan ajar bentuk
molekul pada menu “Simulasi Bentuk Molekul”.
12
Gambar 11. Tampilan Simulasi Bentuk Molekul
C. Pengujian Bahan Ajar Kimia Berbasis Web
Aspek yang diuji dari bahan ajar kimia berbasis web untuk materi pokok
bentuk molekul antara lain:
1. Multi platform
Platform merupakan dasar atau tempat dimana sistem operasi bekerja,
atau dapat dikatakan Platform adalah dasar dibuat atau dijalankannya
proses-proses. Sebuah Platform terdiri dari sistem operasi yaitu program
sistem koordinasi yang memberikan perintah-perintah kepada prosesor
dan hardware untuk melakukan operasi-operasi logis dan mengatur
pergerakan data (Sofiah, 2013). Cross platform adalah kemampuan dari
bahasa pemrograman (HTML5) yang memungkinkan user untuk dapat
menjalankan aplikasi di beberapa sistem operasi (OS) yang berbeda.
Sementara itu, kemampuan dari aplikasi yang bersifat cross platform untuk
dapat bekerja di hampir semua sistem dengan atau tanpa modifikasi disebut
dengan multi platform.
Kemampuan bahan ajar berbasis web untuk materi pokok bentuk
molekul diuji sifat multi platform-nya menggunakan empat browser yaitu:
Google Chrome, Opera, Mozilla Firefox, dan Microsoft Edge. Berdasarkan
pengujian ini diperoleh hasil bahwa bahan ajar berbasis web pada materi
13
pokok bentuk molekul dapat berjalan di semua browser. Namun, terjadi
degradasi kualitas grafis simulasi pada browser Google Chrome dan Opera.
Sementara itu, kualitas grafis simulasi pada dua browser lain masih
tergolong baik.
Gambar 12. Penurunan Kualitas Grafis Simulasi Bahan Ajar pada
Browser Opera dan Google Chrome
2. Responsive Web Page
Responsive Web Page adalah kemampuan halaman web untuk
menyesuaikan tampilan pada semua perangkat teknologi informasi
(desktop, tablet, dan smartphone) (W3Schools, 2016). Salah satu
keunggulan HTML5 adalah daya dukungnya terhadap Responsive Web
Design sehingga tampilan bahan ajar berbasis web yang telah
dikembangkan mampu menyesuaikan ukuran tampilan, susunan navigasi,
dan perubahan content dengan baik. Peneliti menggunakan perangkat
lunak Opera Mobile Emulator untuk melakukan pengujian kemampuan
bahan ajar kimia berbasis web dalam aspek Responsive Web Page.
Pengujian ini menghasilkan fakta bahwa fitur kuis tidak mampu berjalan
dengan baik yang ditandai dengan loading page yang berhenti pada angka
10%. Sementara itu, fitur-fitur lain mampu berjalan dengan baik.
14
Gambar 13. Tampilan Antar Muka Bahan Ajar pada Smartphone
Gambar 14. Tampilan Antar Muka Bahan Ajar pada Tablet
15
BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil dan pembahasan pada Bab III, maka dapat
disimpulkan bahwa secara umum bahan ajar kimia berbasis web pada
materi pokok bentuk molekul yang dikembangkan telah memiliki kualitas
yang baik dilihat dari kemampuan multi platform dan responsive web page.
Namun demikian, terjadi penurunan kualitas grafis simulasi ketika
dijalankan pada browser Google Chrome dan Opera, serta kurang
berfungsinya fitur latihan soal ketika diemulasikan pada perangkat
smartphone dan tablet.
B. Saran
Berdasarkan hasil penelitian ini, maka peneliti menyarankan untuk
dilakukan pengembangan bahan ajar berbasis web menggunakan
perangkat lunak authoring tools dan e-learning yang telah memiliki
dukungan HTML5 seperti: Adobe Captivate 9, Articulate Storyline 360, atau
Lectora Inspire 12. Perangkat lunak tersebut telah memiliki paket fitur yang
lengkap untuk mengembangkan bahan ajar berbasis web sehingga
keunggulan multi platform dan responsive web design dari HTML5 bisa
diimplementasikan dengan maksimal.
DAFTAR PUSTAKA
Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. (2016, November 16).
Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Diambil kembali dari
http://kbbi.web.id/: http://kbbi.web.id/simulasi
Chang, R. (2010). Chemistry 10th ed. New York: McGraw-Hill.
Hernawati, K. (2009). Membuat Quiz/Evaluasi dengan WonderShare Quiz
Creator. Yogyakarta: FMIPA UNY.
Koesnandar. (2008, Februari 12). Pengembangan Bahan Belajar berbasis
Web. Diambil kembali dari http://www.teknologipendidikan.net/:
http://www.teknologipendidikan.net/2008/02/12/pengembangan-
bahan-belajar-berbasis-web/
Lee, J. (2013, Mei 17). What Is HTML5, And How Does It Change The
Way I Browse? Diambil kembali dari http://www.makeuseof.com/:
http://www.makeuseof.com/tag/what-is-html5-and-how-does-it-
change-the-way-i-browse-makeuseof-explains/
Legault, N. (2016, November 15). Why the Shift to HTML5 for Online
Training? Diambil kembali dari https://community.articulate.com:
https://community.articulate.com/series/23/articles/why-the-shift-to-
html5-for-online-training
MDN. (2016, November 16). HTML5. Diambil kembali dari
https://developer.mozilla.org: https://developer.mozilla.org/en-
US/docs/Web/Guide/HTML/HTML5
Purwanto, Rahadi, A., & Lasmono, S. (2007). Pengembangan Modul.
Jakarta: PUSTEKKOM DEPDIKNAS.
Sandi, G. (2012). Pengaruh Blended Learning Terhadap Hasil Belajar
Kimia Ditinjau Dari Kemandirian Siswa. Jurnal Pendidikan dan
Pengajaran, 241-251.
Sofiah, A. (2013, Juni 11). Cross Platform dan Multi Platform. Diambil
kembali dari http://amila-s-fst11.web.unair.ac.id/: http://amila-s-
fst11.web.unair.ac.id/artikel_detail-81002-
Pemrograman%20Komputer%20dan%20Pemodelan%20Fisiologi-
Part%202%20%20Cross%20Platform%20dan%20Multiplatform.htm
l
Su, K.-D. (2013). An Integrated-ICT Assessment for College Students’
Performances of Chemical Learning. Chemistry Education and
Sustainability in the Global Age (hal. 247). New York: Springer
Science+Business Media Dordrecht.
W3Schools. (2016, November 16). HTML Responsive Web Design.
Diambil kembali dari http://www.w3schools.com/:
http://www.w3schools.com/html/html_responsive.asp
Wibawanto, H., & Sahid. (2010). Panduan Pengembangan Bahan Ajar
Berbasis Web. Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi
Kementrian Pendidikan Nasional.
Yeung, A., Schmid, S., & George, A. (2009). Increasing Students’ Interest
and Motivation Through Effective Design of Online Learning
Environments. Motivating Science Undergraduates: Ideas and
Interventions (hal. 132). Sydney: UniServe Science.

PENGEMBANGAN BAHAN AJAR KIMIA BERBASIS WEB DENGAN HTML5 SEBAGAI PENDUKUNG PEMBELAJARAN ABAD 21

  • 1.
    PENGEMBANGAN BAHAN AJARKIMIA BERBASIS WEB DENGAN HTML5 SEBAGAI PENDUKUNG PEMBELAJARAN ABAD 21 Karya Tulis Ilmiah Disusun untuk Memenuhi Syarat Mengikuti Kegiatan Simposium Guru dan Tenaga Kependidikan Tahun 2016 Disusun Oleh: Arief Fadillah, S.Pd SMA-IT THARIQ BIN ZIYAD KABUPATEN BEKASI JAWA BARAT 2016
  • 2.
  • 3.
    ii PENGEMBANGAN BAHAN AJARKIMIA BERBASIS WEB DENGAN HTML5 SEBAGAI PENDUKUNG PEMBELAJARAN ABAD 21 Arief Fadillah SMA-IT Thariq Bin Ziyad, Kabupaten Bekasi Jawa Barat e-mail: arfadillah@gmail.com Abstrak: Pengembangan Bahan Ajar Kimia Berbasis Web dengan HTML5 Sebagai Pendukung Pembelajaran Abad 21. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar kimia berbasis web dengan HTML5 pada materi pokok bentuk molekul. Pengembangan bahan ajar yang dilakukan dalam penelitian ini meliputi tiga tahapan, yaitu: merancang bahan ajar, mengembangkan bahan ajar, dan pengujian bahan ajar. Tahap perancangan bahan ajar merupakan tahap persiapan pengembangan bahan ajar berbasis web melalui penyusunan Garis Besar Isi Media (GBIM), jabaran materi, dan flow chart bahan ajar. Tahap pengembangan bahan ajar merupakan tahapan mengimplementasikan naskah bahan ajar menjadi bahan ajar berbasis web melalui perangkat lunak. Tahap pengujian bahan ajar merujuk kepada pengujian aspek multi platform dan responsive web page melalui perangkat lunak mobile emulator. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengembangan bahan ajar kimia berbasis web dengan HTML5 pada materi pokok bentuk molekul secara umum dapat dikatakan baik dan mampu dijadikan pendukung dalam pembelajaran abad 21. Kata-kata Kunci: bahan ajar, HTML5, Bentuk Molekul
  • 4.
    iii KATA PENGANTAR Alhamdulillahi Rabbil‘alamin. Segala puji bagi Allah SWT. yang telah mengajari manusia dengan pena. Tidak ada Tuhan kecuali Dia, pemberi petunjuk dan kekuatan kepada manusia. Shalawat dan salam kepada kekasih-Nya yang terkasih, Rasul terakhir pembawa risalah Dinul-Islam yang haqq dari sisi-Nya, Muhammad S.A.W. Atas izin-Nya penulis dapat menyelesaikan penulisan karya tulis ilmiah yang berjudul “Pengembangan Bahan Ajar Kimia Berbasis Web dengan HTML5 Sebagai Pendukung Pembelajaran Abad 21”. Terselesaikannya penulisan karya tulis ilmiah ini tidak terlepas atas dukungan dari semua pihak, untuk itu penulis menyampaikan terima kasih kepada : 1. Orang tua penulis yang selalu memberikan dukungan dan doa. 2. Bapak Nono Ariyandi, S.Si selaku Kepala SMA-IT Thariq Bin Ziyad yang senantiasa memberikan arahan kepada penulis. 3. Segenap pihak yang telah ikut andil dalam proses penyelesaian karya tulis ini. Penulis telah berusaha seoptimal mungkin dalam penulisan karya tulis ilmiah ini. Namun selaku manusia tempat salah tercipta, Penulis menyadari masih banyak kekurangan dalam karya ini. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun dari semua pihak sangat penulis harapkan guna memperbaiki karya tulis ilmiah ini. Bekasi, November 2016 Penulis
  • 5.
    iv DAFTAR ISI PERNYATAAN KEASLIAN.................................................................... i ABSTRAK .............................................................................................. ii KATA PENGANTAR .............................................................................. iii DAFTAR ISI ........................................................................................... iv DAFTAR GAMBAR ................................................................................ v BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang ............................................................................ 1 B. Rumusan Masalah ...................................................................... 2 C. Kegunaan Hasil Penelitian .......................................................... 3 BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Bahan Ajar Berbasis Web ........................................................... 4 B. HTML5 ........................................................................................ 5 BAB III PEMBAHASAN A. Rancangan Bahan Ajar Kimia Berbasis Web .............................. 8 B. Pengembangan Bahan Ajar Kimia Berbasis Web ....................... 10 C. Pengujian Bahan Ajar Kimia Berbasis Web ................................. 12 BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan ................................................................................. 15 B. Saran .......................................................................................... 15 DAFTAR PUSTAKA
  • 6.
    v DAFTAR GAMBAR Gambar 1.Flow Chart Bahan Ajar Berbasis Web ................................. 9 Gambar 2. Tampilan Antar Muka Incomedia Website X5 ...................... 10 Gambar 3. Tampilan Antar Muka Wondershare Quiz Creator ............... 11 Gambar 4. Tampilan Simulasi Bentuk Molekul ...................................... 12 Gambar 5. Penurunan Kualitas Grafis Simulasi Bahan Ajar pada Browser Opera dan Google Chrome .................................................................... 13 Gambar 6. Tampilan Antar Muka Bahan Ajar pada Smartphone ........... 14 Gambar 7. Tampilan Antar Muka Bahan Ajar pada Tablet .................... 14
  • 7.
    1 BAB I PENDAHULUAN A. LatarBelakang Perkembangan sains dan teknologi yang semakin pesat di abad dua puluh satu ternyata berdampak pada laju perkembangan teknologi informasi yang seolah tanpa batas. Salah satu manfaat dari kemajuan teknologi informasi adalah kemudahan masyarakat untuk mengakses perkembangan sains. Hal ini dimungkinkan terjadi karena gencarnya pemanfaatan teknologi jaringan internet dalam bidang pendidikan sehingga mampu mengubah paradigma perolehan informasi oleh peserta didik. Melalui teknologi jaringan internet, peserta didik bisa mendapatkan informasi yang dibutuhkan tanpa batasan ruang dan waktu. Pemanfaatan teknologi jaringan internet dalam bidang pendidikan juga melahirkan konsep tentang distance learning, web-based education, dan e-learning, yang jika dicermati pada aspek implementasinya memiliki bentuk yang serupa, yaitu memanfaatkan teknologi jaringan internet sebagai salah satu sarana dan media dalam pembelajaran. Pembelajaran kimia sebagai bagian dari pembelajaran sains tak luput dari penetrasi teknologi informasi. Ilmu kimia sering disebut sebagai “central science”, karena dasar pengetahuan peserta didik dalam bidang kimia merupakan esensi untuk mempelajari biologi, fisika, geologi, ekologi, dan cabang sains yang lain. Namun demikian, mayoritas peserta didik mengalami kesulitan dalam mempelajari ilmu kimia (Chang, 2010). Hal ini terjadi karena sebagian besar materi yang dipelajari dalam ilmu kimia bersifat abstrak. Jika strategi pembelajarannya tidak tepat maka materi yang bersifat abstrak akan menimbulkan miskonsepsi bagi peserta didik (Sandi, 2012). Selain itu, sebagian besar peserta didik hanya ingin mempelajari rumus-rumus, formula, dan materi pembelajaran tingkat rendah dengan tujuan untuk lulus dalam ujian tanpa mampu
  • 8.
    2 mengembangkan pemahaman yangbermakna terkait konsep-konsep, dan prinsip-prinsip dalam ilmu kimia (Su, 2013). Dengan demikian, integrasi teknologi informasi mengambil peran penting sebagai alat bantu mempelajari materi kimia yang bersifat abstrak. Salah satunya diwujudkan dalam penyusunan bahan ajar multimedia yang memadukan antara teks, gambar, dan animasi yang mampu meningkatkan ketertarikan, motivasi, dan keaktifan peserta didik selama proses pembelajaran (Yeung, Schmid, & George, 2009). Akan tetapi, pengembangan bahan ajar multimedia yang telah ada umumnya kurang adaptif terhadap perkembangan perangkat teknologi informasi dan komunikasi yang digunakan oleh peserta didik. Hal ini terjadi karena mayoritas bahan ajar multimedia dikembangkan dengan sebuah platform tertentu yang bersifat khusus sehingga tidak mampu digunakan dalam platform lain. Misalnya, bahan ajar multimedia yang dikembangkan dengan perangkat lunak Adobe Flash tentu hanya bisa dijalankan dengan perangkat komputer mengingat sebagian besar mobile browser yang tertanam dalam smartphone tidak memiliki dukungan untuk menjalankan aplikasi berbasis Adobe Flash (Legault, 2016). Oleh karena itu, diperlukan sebuah pendekatan baru dalam mengembangkan bahan ajar multimedia berbasis web agar jangkauan spektrum penggunanya semakin luas dan semakin memudahkan untuk diakses tanpa batasan ruang dan waktu. Hal ini yang kemudian menjadi landasan peneliti untuk mengembangkan bahan ajar kimia berbasis web dengan HTML5. B. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dipaparkan maka masalah yang diangkat dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut: “Bagaimana mengembangkan bahan ajar kimia berbasis web dengan HTML 5?”
  • 9.
    3 C. Kegunaan HasilPenelitian Kegunaan dari hasil penelitian ini adalah dihasilkannya bahan ajar kimia berbasis web dengan HTML5. Produk dari penelitian ini dapat dimanfaatkan untuk menjadi sumber belajar utama bagi siswa serta siapa saja yang tertarik mempelajari kimia terutama pada materi pokok bentuk molekul mengingat sifatnya yang multi platform dan kemudahannya untuk diakses melalui tablet atau smartphone. Bahan ajar ini juga dapat dijadikan solusi alternatif untuk menunjang pembelajaran khususnya pada materi pokok bentuk molekul
  • 10.
    4 BAB II KAJIAN PUSTAKA A.Bahan Ajar Berbasis Web Bahan ajar adalah sembarang entitas yang dapat digunakan sebagai bahan pembelajaran, pendidikan, dan pelatihan. Oleh karena itu, dalam pengertian ini, bahan-bahan pembelajaran konvensional (misalnya: lembar kerja, handout, diktat, peta, dan sebagainya) dapat juga disebut sebagai bahan ajar (Wibawanto & Sahid, 2010). Bahan ajar dapat dikelompokkan menjadi dua, yakni bahan ajar yang sengaja dirancang untuk kegiatan belajar mengajar dan bahan ajar yang peruntukkan awalnya tidak ditujukan untuk kegiatan belajar mengajar, namun secara kontekstual dapat digunakan untuk belajar. Dengan demikian, bahan ajar berbasis web merupakan bahan ajar yang disiapkan, dijalankan, dan dimanfaatkan melalui media web. Bahan ajar ini juga dapat disebut sebagai bahan ajar berbasis internet atau bahan ajar dalam jaringan (online). Koesnandar (2008) menyatakan bahwa suatu bahan ajar yang baik harus memiliki minimal enam unsur yaitu: 1. Tujuan Bahan ajar harus memiliki tujuan yang jelas melalui perumusan kompetensi yang harus dicapai oleh peserta didik. Selain itu tujuan yang disusun harus terukur melalui indikator dan pengalaman pembelajaran yang harus diterima peserta didik. 2. Sasaran Sasaran bahan ajar perlu dirumuskan secara spesifik untuk siapa bahan ajar ini ditujukan sehingga pemanfaatan isi bahan ajar akan tepat sasaran. 3. Uraian materi Bahan ajar bukan hanya berisi tentang materi yang harus disajikan namun juga mencakup kemampuan prasyarat pengetahuan yang harus dikuasai peserta didik sebelum memulai pembelajaran.
  • 11.
    5 4. Sistematika sajian Sistematikasajian berkaitan dengan urutan atau tahapan penyajian materi dalam bahan ajar agar peserta didik mengetahui alur teknis penyajian suatu bahan ajar. Hal ini dapat dicapai melalui pembuatan peta konsep beserta hierarki materi yang harus dipelajari oleh peserta didik. 5. Petunjuk belajar Bahan ajar harus dilengkapi dengan petunjuk teknis penggunaan bahan ajar sebagai media belajar sehingga peserta didik dapat memahami materi sesuai dengan kompetensi yang harus dicapai. 6. Evaluasi Bahan ajar harus memiliki evaluasi belajar bagi peserta didik untuk mengetahui keberhasilan peserta didik dalam memahami materi. Evaluasi belajar ini dapat berupa latihan, kuis atau lembar kerja. B. HTML5 HTML (Hyper Text Markup Language) adalah bahasa pemrograman yang berupa kode dan simbol yang dimasukkan kedalam sebuah file yang ditujukan untuk ditampilkan di dalam sebuah website. Singkatnya, HTML adalah bahasa markup yang digunakan untuk membuat website (Lee, 2013). Bahasa pemrograman HTML selalu mengalami perkembangan karena pengguna internet semakin hari semakin berkembang pesat. Oleh karena itu, bahasa HTML harus ditingkatkan kemampuannya agar bisa menciptakan halaman web yang lebih berkualitas. Sejak dirilis, bahasa HTML terus mengalami perkembangan. Berikut ini sejarah perkembangan HTML: 1. HTML 1.0 HTML 1.0 adalah versi pertama dari HTML. Pada saat ini tidak banyak orang yang ikut berpartisipasi dalam pembuatannya. Fitur dari versi ini pun masih terbatas. Antara lain heading, paragraf, hypertext, list, efek tebal dan miring pada teks. Versi 1.0 juga mendukung gambar, namun tidak mendukung adanya teks di sekeliling gambar.
  • 12.
    6 2. HTML 2.0 HTML2.0 masih membawa fitur sebelumnya dari versi 1.0, dengan tambahan beberapa fitur baru. Fitur tersebut adalah form. Dengan form, pengguna dapat memasukkan data-data seperti nama, alamat, serta komentar. Hadirnya fitur form ini menjadi awal terbentuknya website yang interaktif. 3. HTML 3.0 Pada versi ini, mulai banyak pihak yang ikut memberikan kontribusi pada HTML. Fitur baru yang hadir di versi ini salah satunya adalah tabel. Versi HTML ini tidak bertahan lama dikarenakan banyak permasalahan seperti “perang” antar browser. Karena itu, HTML ini segera diganti lagi menjadi versi 3.2. 4. HTML 3.2 Perang antar browser terus berlanjut dikarenakan mereka membuat tag HTML mereka sendiri. Untuk menghentikan hal ini, dibentuklah sebuah organisasi yang menangani standar dari HTML. Organisasi ini bernama World Wide Web Consortium (W3C). 5. HTML 4.0 Dengan hadirnya W3C sebagai peletak standar HTML, perang browser terhenti. HTML lalu berkembang menjadi HTML 4.0. Versi ini memuat banyak sekali revisi dan perubahan dari versi sebelumnya. Perubahan ini terjadi di hampir seluruh perintah HTML seperti text, link, image, imagemaps, table, form, meta, dan lain lain (Lee, 2013). 6. HTML 4.01 Versi ini hadir untuk memperbaiki beberapa kesalahan di versi sebelumnya 7. XHTML 1.0 XHTML adalah gabungan dari HTML dan XML. Karena XHTML tidak sefleksibel HTML, tidak banyak orang yang menyukai versi ini.
  • 13.
    7 8. HTML5 HTML5 adalahversi terakhir dari HTML saat ini. HTML5 membawa banyak sekali perubahan terhadap versi sebelumnya. Banyak tag baru yang diperkenalkan. Selain itu, HTML5 mendukung streaming video tanpa menggunakan flash. Kelebihan HTML5 antara lain: (1) Doctype dan Meta yang lebih pendek, (2) Struktur Baru, (3) Form Web baru, (4) tidak membutuhkan flash, (5) bersifat multi platform, dan (6) mendukung fitur responsive web page (MDN, 2016).
  • 14.
    8 BAB III PEMBAHASAN A. RancanganBahan Ajar Kimia Berbasis Web Salah satu materi kimia pada jenjang SMA yang membutuhkan visualisasi adalah materi pokok bentuk molekul. Representasi kimia pada level simbolik yang terjadi pada pembentukan geometri molekul khususnya tidak dapat diamati secara langsung. Keterbatasan alat dan bahan praktikum juga membuat tidak semua fenomena hasil perbedaan geometri molekul dapat dicoba dalam praktikum. Materi ini akan sangat bermanfaat jika siswa dapat memahami konsepnya dengan baik karena penerapan konsep bentuk molekul sangat luas. Oleh karena itu, peneliti mengembangkan bahan ajar berbasis web dengan HTML5 untuk memvisualisasikan konsep-konsep yang ada pada materi pokok bentuk molekul dan dapat dicoba oleh siswa secara cepat melalui gadget yang mereka miliki dan bersifat multiplatform. Sebelum dihasilkan sebuah bahan ajar berbasis web, maka peneliti melakukan beberapa tahap perencanaan sebagai berikut: 1. Penyusunan Garis Besar Isi Media (GBIM) pada materi pokok bentuk molekul Garis Besar Isi Media (GBIM) merupakan cetak biru (blueprint) bagi bahan ajar yang akan dikembangkan dan biasanya dituangkan dalam suatu format matriks yang memuat berbagai aspek terutama menyangkut kompetensi, dan cakupan materi (Purwanto, Rahadi, & Lasmono, 2007). Cakupan yang terdapat dalam GBIM pada materi pokok bentuk molekul antara lain: identitas bahan ajar, kompetensi inti, kompetensi dasar, indikator kompetensi, pokok-pokok materi, multimedia (teks, gambar, animasi, simulasi, foto, dan video), evaluasi dan referensi.
  • 15.
    9 2. Penyusunan JabaranMateri pada materi pokok bentuk molekul Jabaran materi merupakan langkah lanjutan setelah GBIM telah disusun dengan baik. Melalui penyusunan jabaran materi maka poin-poin/aspek- aspek yang terdapat pada GBIM mulai dikembangkan dan diberikan penjelasan yang lebih rinci. Pada tahap ini, peneliti mulai menentukan bentuk animasi atau simulasi yang digunakan, gambar yang akan ditampikan, dan teks yang akan disusun dalam bahan ajar, serta bentuk multimedia lain. 3. Pengembangan flow chart bahan ajar berbasis web Pada tahap ini, disusun sebuah diagram alir (flow chart) bahan ajar berbasis web sehingga semakin nyata struktur menu dan navigasi-nya. Berikut ini flow chart bahan ajar berbasis web pada materi pokok bentuk molekul. Gambar 8. Flow Chart Bahan Ajar Berbasis Web Login User Identitas Materi Kompetensi Dasar Indikator Pendahuluan Teori Domain Elektron Domain Elektron Bentuk Molekul Penentuan Bentuk Molekul Simulasi Bentuk Molekul Latihan
  • 16.
    10 B. Pengembangan BahanAjar Kimia Berbasis Web Pada tahap ini dilakukan pengembangan bahan ajar kimia berbasis web dalam bentuk naskah bahan ajar kimia berbasis web untuk materi pokok bentuk molekul. Untuk penyusunannya menjadi bahan ajar berbasis web, peneliti menggunakan beberapa perangkat lunak, yaitu: 1. Incomedia Website X5 Incomedia Website X5 merupakan perangkat lunak (software) untuk membuat website dengan cepat dan mudah, tanpa harus menuliskan kode HTML5 yang rumit. Peneliti menggunakan aplikasi Incomedia Website X5 karena menyediakan ribuan template website yang mendukung HTML5. Selain itu, dengan antarmuka yang ramah, dapat dengan mudah membuat halaman, menu, slideshow dan lainnya. Gambar 9. Tampilan Antar Muka Incomedia Website X5 2. Wondershare Quiz Creator. Wondershare Quiz Creator merupakan perangkat lunak untuk pembuatan soal, kuis atau tes secara online (berbasis web). Melalui perangkat lunak ini dapat dihasilkan bentuk dan level soal yang berbeda, yaitu bentuk soal benar/salah (true/false), pilihan ganda (multiple choices), pengisian kata (fill in the blank), penjodohan (matching), kuis dengan area
  • 17.
    11 gambar, dan lain-lain.Bahkan dengan Wondershare Quiz Creator dapat pula disisipkan berbagai gambar (images) maupun file Flash (Flash movie) untuk menunjang pemahaman peserta didik dalam pengerjaan soal (Hernawati, 2009). Gambar 10. Tampilan Antar Muka Wondershare Quiz Creator 3. Simulasi bentuk molekul berbasis HTML5 Simulasi merupakan penggambaran suatu sistem atau proses dengan peragaan berupa model statistik atau pemeranan (Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, 2016). Melalui simulasi ini, diharapkan dapat memudahkan siswa dalam memahami konsep geometri molekul yang bersifat abstrak dengan model bentuk molekul yang ada. Peneliti menggunakan simulasi bentuk molekul yang dikembangkan oleh proyek PhET Interactive Simulations di University of Colorado Boulder dan diunduh dari laman https://phet.colorado.edu/en/simulation/molecule-shapes. Simulasi bentuk molekul yang dikembangkan oleh PhET Interactive Simulations dipilih karena memiliki daya dukung terhadap web berbasis HTML5. Simulasi ini kemudian dikoneksikan ke dalam bahan ajar bentuk molekul pada menu “Simulasi Bentuk Molekul”.
  • 18.
    12 Gambar 11. TampilanSimulasi Bentuk Molekul C. Pengujian Bahan Ajar Kimia Berbasis Web Aspek yang diuji dari bahan ajar kimia berbasis web untuk materi pokok bentuk molekul antara lain: 1. Multi platform Platform merupakan dasar atau tempat dimana sistem operasi bekerja, atau dapat dikatakan Platform adalah dasar dibuat atau dijalankannya proses-proses. Sebuah Platform terdiri dari sistem operasi yaitu program sistem koordinasi yang memberikan perintah-perintah kepada prosesor dan hardware untuk melakukan operasi-operasi logis dan mengatur pergerakan data (Sofiah, 2013). Cross platform adalah kemampuan dari bahasa pemrograman (HTML5) yang memungkinkan user untuk dapat menjalankan aplikasi di beberapa sistem operasi (OS) yang berbeda. Sementara itu, kemampuan dari aplikasi yang bersifat cross platform untuk dapat bekerja di hampir semua sistem dengan atau tanpa modifikasi disebut dengan multi platform. Kemampuan bahan ajar berbasis web untuk materi pokok bentuk molekul diuji sifat multi platform-nya menggunakan empat browser yaitu: Google Chrome, Opera, Mozilla Firefox, dan Microsoft Edge. Berdasarkan pengujian ini diperoleh hasil bahwa bahan ajar berbasis web pada materi
  • 19.
    13 pokok bentuk molekuldapat berjalan di semua browser. Namun, terjadi degradasi kualitas grafis simulasi pada browser Google Chrome dan Opera. Sementara itu, kualitas grafis simulasi pada dua browser lain masih tergolong baik. Gambar 12. Penurunan Kualitas Grafis Simulasi Bahan Ajar pada Browser Opera dan Google Chrome 2. Responsive Web Page Responsive Web Page adalah kemampuan halaman web untuk menyesuaikan tampilan pada semua perangkat teknologi informasi (desktop, tablet, dan smartphone) (W3Schools, 2016). Salah satu keunggulan HTML5 adalah daya dukungnya terhadap Responsive Web Design sehingga tampilan bahan ajar berbasis web yang telah dikembangkan mampu menyesuaikan ukuran tampilan, susunan navigasi, dan perubahan content dengan baik. Peneliti menggunakan perangkat lunak Opera Mobile Emulator untuk melakukan pengujian kemampuan bahan ajar kimia berbasis web dalam aspek Responsive Web Page. Pengujian ini menghasilkan fakta bahwa fitur kuis tidak mampu berjalan dengan baik yang ditandai dengan loading page yang berhenti pada angka 10%. Sementara itu, fitur-fitur lain mampu berjalan dengan baik.
  • 20.
    14 Gambar 13. TampilanAntar Muka Bahan Ajar pada Smartphone Gambar 14. Tampilan Antar Muka Bahan Ajar pada Tablet
  • 21.
    15 BAB IV KESIMPULAN DANSARAN A. Kesimpulan Berdasarkan hasil dan pembahasan pada Bab III, maka dapat disimpulkan bahwa secara umum bahan ajar kimia berbasis web pada materi pokok bentuk molekul yang dikembangkan telah memiliki kualitas yang baik dilihat dari kemampuan multi platform dan responsive web page. Namun demikian, terjadi penurunan kualitas grafis simulasi ketika dijalankan pada browser Google Chrome dan Opera, serta kurang berfungsinya fitur latihan soal ketika diemulasikan pada perangkat smartphone dan tablet. B. Saran Berdasarkan hasil penelitian ini, maka peneliti menyarankan untuk dilakukan pengembangan bahan ajar berbasis web menggunakan perangkat lunak authoring tools dan e-learning yang telah memiliki dukungan HTML5 seperti: Adobe Captivate 9, Articulate Storyline 360, atau Lectora Inspire 12. Perangkat lunak tersebut telah memiliki paket fitur yang lengkap untuk mengembangkan bahan ajar berbasis web sehingga keunggulan multi platform dan responsive web design dari HTML5 bisa diimplementasikan dengan maksimal.
  • 22.
    DAFTAR PUSTAKA Badan Pengembangandan Pembinaan Bahasa. (2016, November 16). Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Diambil kembali dari http://kbbi.web.id/: http://kbbi.web.id/simulasi Chang, R. (2010). Chemistry 10th ed. New York: McGraw-Hill. Hernawati, K. (2009). Membuat Quiz/Evaluasi dengan WonderShare Quiz Creator. Yogyakarta: FMIPA UNY. Koesnandar. (2008, Februari 12). Pengembangan Bahan Belajar berbasis Web. Diambil kembali dari http://www.teknologipendidikan.net/: http://www.teknologipendidikan.net/2008/02/12/pengembangan- bahan-belajar-berbasis-web/ Lee, J. (2013, Mei 17). What Is HTML5, And How Does It Change The Way I Browse? Diambil kembali dari http://www.makeuseof.com/: http://www.makeuseof.com/tag/what-is-html5-and-how-does-it- change-the-way-i-browse-makeuseof-explains/ Legault, N. (2016, November 15). Why the Shift to HTML5 for Online Training? Diambil kembali dari https://community.articulate.com: https://community.articulate.com/series/23/articles/why-the-shift-to- html5-for-online-training MDN. (2016, November 16). HTML5. Diambil kembali dari https://developer.mozilla.org: https://developer.mozilla.org/en- US/docs/Web/Guide/HTML/HTML5 Purwanto, Rahadi, A., & Lasmono, S. (2007). Pengembangan Modul. Jakarta: PUSTEKKOM DEPDIKNAS. Sandi, G. (2012). Pengaruh Blended Learning Terhadap Hasil Belajar Kimia Ditinjau Dari Kemandirian Siswa. Jurnal Pendidikan dan Pengajaran, 241-251. Sofiah, A. (2013, Juni 11). Cross Platform dan Multi Platform. Diambil kembali dari http://amila-s-fst11.web.unair.ac.id/: http://amila-s- fst11.web.unair.ac.id/artikel_detail-81002- Pemrograman%20Komputer%20dan%20Pemodelan%20Fisiologi- Part%202%20%20Cross%20Platform%20dan%20Multiplatform.htm l Su, K.-D. (2013). An Integrated-ICT Assessment for College Students’ Performances of Chemical Learning. Chemistry Education and
  • 23.
    Sustainability in theGlobal Age (hal. 247). New York: Springer Science+Business Media Dordrecht. W3Schools. (2016, November 16). HTML Responsive Web Design. Diambil kembali dari http://www.w3schools.com/: http://www.w3schools.com/html/html_responsive.asp Wibawanto, H., & Sahid. (2010). Panduan Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Web. Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementrian Pendidikan Nasional. Yeung, A., Schmid, S., & George, A. (2009). Increasing Students’ Interest and Motivation Through Effective Design of Online Learning Environments. Motivating Science Undergraduates: Ideas and Interventions (hal. 132). Sydney: UniServe Science.