jenis rancangan penelitian

4,058 views
3,782 views

Published on

Smoga bermnfaat,..

Published in: Education
0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
4,058
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
45
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

jenis rancangan penelitian

  1. 1. Metode Deskriptif Untuk menjelaskan keadaan subjek mengenai variabel yang diteliti.  Metode Koresional Untuk mengukur kekuatan hubungan diantara dua variabel atau lebih. Juga untuk mengukur apakah korelasi diantara dua variabel atau lebih itu signifikan atau tidak. 
  2. 2.  Metode Eksperimental untuk meneliti hubungan sebab akibat diantara dua variabel atau lebih. Variabel yg berfungsi sbgai variabel pnyebab disebut independen variabel dan variabel yg berfungsi sebgai akibat disebut dependen variabel  Metode Ekspost –facto Untuk meneliti hubungan sebab akibat diantara dua variabel atau lebih tanpa melakukan manipulasi apa pun terhadap independen variabel
  3. 3.  Rancangan Studi kasus yaitu mempelajari secara intensif atau secara mendalam (in-depth).  Rancangan Survey yaitu mengungkap jawaban melalui pertanyaan apa, bagaimana, berapa (bukan mengapa) tentang variabel dan bukan tentang individu.
  4. 4.  Rancangan Developmental (Perkembangan) yaitu mempelajari karakteristik individu dan bagaimana karakteristik itu berubah dalam pertumbuhannya (intelektual, emosional, sosial dan kepribadian). Rancanagan Longitudinal Meneliti subjek yang sama Rancanagan Cross-Sectional Meneliti subjek dari beberapa tingkatan yg berbeda dalm wktu yg bersamaan
  5. 5.  Penelitian korelasi adalah suatu penelitian yang     melibatkan tindakan pengumpulan data guna menentukan, apakah ada hubungan dan tingkat hubungan antara dua variabel atau lebih. Rancangan ini untuk mengukur kekuatan hubungan antara dua variabel atau lebih Kekuatan hubungan itu dinyatakan dalam bentuk koefisien korelasi Simbol koefisien korelasi adalah r Koefisien korelasi itu merentang dari -1 hingga +1
  6. 6.  Interprestasi Deskriptif ( dari segi ukuran r nya) Penggunaan : interprestasi model ini dipakai kalau penelitiannya bersifat populatif yaitu, tidak ada penyampelan karena semua subjek dalam populasi dilibatkan.  Interprestasi dari segi infrensial ( dari segi signifikansinya)  Penggunaan: 1. interprestasi model ini dipakai pada penelitian sampel, yaitu penelitian yang tidak melibatkan keseluruhan subjek dalam populasi 2. Interprestasi ini untuk pengujian Ho dngan 2 kemungkinan kesimpulan
  7. 7. Interprestasi dari Varian Gabungan  Dipakai untuk menarik kesimpulan hubungan sebab akibat, yaitu berupa pengaruh variabel 1 ke variabel 2  Varian gabungan merupakan besarnya proporsi pengaruh variabel 1 terhadap variabel 2  Varian gabungan diperoleh dengan mengkwadratkan nilai r. Contoh : korelasi (r) antara x dan y= 0.6 sehingga r²=0.36 artinya variabel (x) mempengaruhi variabel (y) sebanayak 36%
  8. 8.  Berguna dalam mengatasi masalah yang berkaitan dengan bidang pendidikan, ekonomi, sosial, karena dengan penelitian ini peneliti dimungkinkan untuk mengukur beberapa variabel dan hubungannya secara simultan.  b. Dengan penelitian korelasi, dimungkinkan beberapa variabel yang mempunyai kontribusi pada suatu variabel tertentu dapat diselidiki secara
  9. 9. c. Penelitian korelasi pada umumnya melakukan studi tingkah laku dengan setting yang realistis. d. Peneliti dapat melakukan analisis prediksi tanpa memerlukan sampel yang besar. Sedangkan kelemahan penelitian korelasional yang perlu diperhatikan oleh para peneliti adalah bahwa dengan penelitian korelasi, peneliti hanya mengidentifikasi apa yang terjadi dengan tanpa melakukan manipulasi dan mengontrol variabel. Di samping itu, dengan penelitian tersebut peneliti tidak dapat membangun hubungan sebab akibat.

×