Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.
PENELITIAN PENDIDIKAN
Pelaksanaan Penelitian Kuantitatif
Disusun Oleh :
Kelompok 4
Nama Anggota :
1. Gian Handini (0612101...
1
DAFTAR ISI
Halaman
Daftar isi ………………………………………………………….. 1
A. Variabel Peneletian …………………………………………… 2
B. Instrumen Penelit...
2
Pelaksanaan Penelitian Kuantitatif
A. Variabel Penelitian
1. Pengertian
Variabel penelitian pada dasarnya adalah segala ...
3
harus didasarkan pada sekelompok sumber data atau obyek yang
bervariasi.
Kerlinger (1973) menyatakan bahwa variabel adal...
4
b. Variabel Dependen: sering disebut sebagai variabel output,
criteria, konsekuen. Dalam bahasa Indonesia sering disebut...
5
d. Variabel intervening: dalam hal ini Tuckman (1988) menyatakan
“An intervening variable is that factor that theoretica...
6
penyela/antara yang terletak di antara variabel independen dan
dependen, sehingga variabel independen tidak langsung
mem...
7
besarnya pengaruh jenis pendidikan terhadap ketrampilan mengetik
dapat diketahui lebih pasti.
Untuk dapat menentukan ked...
8
peneliti sering hanya memfokuskan pada beberapa variabel penelitian saja, yaitu
pada variabel independen dan dependen.
B...
9
Walaupun instrument-instrumen tersebut sudah ada tetapi sulit untuk
dicari, dimana harus dicari dan apakah bisa dibeli a...
10
memudahkan penyusunan instrument, maka perlu digunakan “matrik
pengembangan instrument” atau “kisi-kisi instrument”.
Se...
11
b. Instrumen untuk mengukur variabel situasi kepemimpinan
c. Instrumen untuk mengukur variabel iklim kerja organisasi
S...
12
6. Pekerjaan yang resiko
7. Pertumbuhan kepribadian
11, 12
13, 14
a) Instumen yang diperlukan untuk mengungkapkan varia...
13
b. Jarang sekali
c. Sering
d. Selalu
5. Apakah Kepala Sekolah berupaya mengembangkan suasana
bersahabat?
a. Tidak perna...
14
c. Jarang sekali
d. Tidak pernah
10. Apakah Kepala Sekolah melkukan instruksi yang jelas kepada para
guru dan pegawai?
...
15
d. Tidak pernah
15. Apakah Kepala Sekolah member kesempatan kepada para guru untuk
mendiskusikan masalah-masalah yang a...
16
20. Apakah Kepala Sekolah menjelaskan target yang akan dicapai oleh
Sekolah?
a. Selalu
b. Sering
c. Jarang sekali
d. Ti...
17
b) Instrumen yang diperlukan untuk mengungkapkan variabel situasi
kepemimpinan dari suatu lembaga. Sumber datanya adala...
18
10. Apakah cara-cara kerja yang memerlukan
ketrampilan spesifik telah dijelaskan oleh
Kepala Sekolah?
11. Apakah berbag...
19
Mohon dijawab item-item instrument ikloim kerja organisasi di tempat
bapak/ibu/sdr, bekerja. Jawaban yang diberikan den...
20
10. Anda telah mengetahui kalu aktivitas anda itu
ada kaitannya dengan tujuan kelompok
4 3 2 1
11. Para pegawai merasa ...
21
B. Teknik Pengumpulan Data
Terdapat dua hal utama yang mempengaruhi kualitas data hasil penelitian,
yaitu kualitas inst...
22
pertnyaan-pertanyaan tertulis yang alternative jawabannya pun telah
disiapkan.
Berikut ini diberikan contoh wawancara t...
23
b. Bagus
c. Jelek
d. Sangat tidak jelek
5. Bagaimanakah tanggapan Bapak/Ibu terhadap pelayanan
penerangan jalan di kabu...
24
menentukan secara pasti permasalahan atau variabel apa yang harus
diteliti. Untuk mendapatkan gambaran permasalahan yan...
25
c. Tipe dan bentuk pertanyaan
Tipe pertanyaan dalam angket dapat terbuka dan tertutup, (kalau
dalam wawancara: terstruk...
26
h. Urutan pertanyaan
Urutan pertanyaan dalam angket, dimulai dari yang umum menuju ke
hal yang spesifik, atau dari yang...
27
2. Observasi Nonpartisipan
Observasi nonpartisipan peneliti tidak terlibat dan hanya sebagai
pengamat independen.
a. Ob...
28
Statistic inferensial (sering juga disebut statistik induktif atau
statistic probabilitas), adalah teknik statistik yan...
29
adalah dugaan terhadap ada tidaknya hubungan secara signifikan
antara dua variabel atau lebih.
TABEL 8.1
PENGGUNAAN STA...
30
Anova
Two-
Way
Anova
Two-Way
Anova
Product
Moment
Korelasi
Parsial
Korelasi
Ganda
Regresi,
sederhana,
& Ganda
Judul Pen...
31
Berdasarkan paradigm tersebut terlihat bahwa, untuk judul
penelitian yang terdiri atas satu variabel independen dan sat...
32
Berapakah rata-rata
kecepatan
memperoleh
pekerjaan?
Adakah hubungan
yang positif dan
signifikan antara
kecerdasan
emosi...
33
DAFTAR PUSTAKA
Emzir. 2013. METODOLOGI PENELITIAN PENDIDIKAN
KUANTITATIF & KUALITATIF. Jakarta : Grafindo .
Sugiyono. 2...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

PELAKSANAAN PENELITIAN KUANTITATIF- Prof. Dr. Sugiyono

semoga bermanfaat :)

Related Books

Free with a 30 day trial from Scribd

See all
  • Be the first to comment

PELAKSANAAN PENELITIAN KUANTITATIF- Prof. Dr. Sugiyono

  1. 1. PENELITIAN PENDIDIKAN Pelaksanaan Penelitian Kuantitatif Disusun Oleh : Kelompok 4 Nama Anggota : 1. Gian Handini (06121013009) 2. Tri Kurniati (06121013011) 3. Anita (06121013032) 4. Fahmi Hidayat (06121013033) 5. Rani Pratiwi (06121013041) Dosen Pengasuh : Dra.Asnimar,M.Pd Dr.Sungkowo Soetopo,M.Pd.,M.Sn PENDIDIDKAN GURU SEKOLAH DASAR FAKULTAS KEGURUAN ILMU DAN PENDIDIKAN UNIVERSITAS SRIWIJAYA 2015
  2. 2. 1 DAFTAR ISI Halaman Daftar isi ………………………………………………………….. 1 A. Variabel Peneletian …………………………………………… 2 B. Instrumen Penelitian ……………………………………………. 8 C. Teknik Pengumpulan data……………………………………… 21 D. Analisis Data…………………………….……………………… 27 Daftar Pustaka ……………………………………………………... 33
  3. 3. 2 Pelaksanaan Penelitian Kuantitatif A. Variabel Penelitian 1. Pengertian Variabel penelitian pada dasarnya adalah segala sesuatu yang berbentuk apa saja yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari sehingga diperoleh informasi tentang hal tersebut, kemudian ditarik kesimpulannya. Secara teoritis variabel dapat didefinisikan sebagai atribut seseorang, atau obyek, yang mempunyai “variasi” antara satu orang dengan yang lain atau satu obyek dengan obyek yang lain (Hatch dan Farhady,1981). Variabel juga dapat merupakan atribut dari bidang keilmuan atau kegiatan tertentu. Tinggi, berat badan, sikap, motivasi, kepemimpinan, disiplin kerja, merupakan atribut-atribut dari setiap orang. Berat, ukuran, bentuk, dan warna merupakan atribut-atribut dari obyek. Struktur organisasi, model pendelegasian, kepemimpinan, pengawasan, koordinasi, prosedur, dan mekanisme kerja, deskripsi pekerjaan, kebijakan, adalah merupakan contoh variable dalam kegiatan administrasi pendidikan. Dinamakan variabel karena ada variasinya. Misalnya berat badan dapat dikatakan variabel, karena berat badan sekelompok orang itu bervariasi antara satu orang dengan yang lain. Demikian juga prestasi belajar, kemampuan guru dapat juga dikatakan sebagai variabel karena misalnya prestasi belajar dari sekelompok murid tentu bervariasi. Jadi kalau peneliti akan memilih variabel penelitian, baik yang dimiliki orang obyek, maupun bidang kegiatan dan keilmuan tertentu, maka harus ada variasinya. Variabel yang tidak ada variasinya bukan dikatakan sebagai variabel. Untuk dapat bervariasi, maka penelitian
  4. 4. 3 harus didasarkan pada sekelompok sumber data atau obyek yang bervariasi. Kerlinger (1973) menyatakan bahwa variabel adalah konstrak (constructs) atau sifatyang akan dipelajari. Diberikan contoh misalnya, tingkat aspirasi, penghasilan, pendidikan, status social, jenis kelamin, golongan gaji, produktivitas kerja, dan lain-lain. Di bagian lain Kerlinger menyatakan bahwa variabel dapat dikatakan sebagai suatu sifat yang diambil dari suatu nilai yang berbeda (different values). Dengan demikian variabel itu merupakan suatu yang bervariasi. Selanjutnya Kidder (1981), menyatakan bahwa variabel adalah suatu kualitas (qualities) dimana peneliti mempelajarai dan menarik kesimpulannya. Berdasarkan pengertian-pengertian di atas, maka dapat dirumuskan di sini bahwa variabel penelitian adalah suatu atribut atau sifat nilai dari orang, obyek atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulan. 2. Macam-macam Variabel Menurut hubungan antarasatu variabel dengan variabel yang lain maka macam-macam variabel dalam penelitian dapat dibedakan menjadi : a. Variabel Independen: variabel ini sering disebut sebagai variabel stimulus, predictor, antecedent. Dalam bahasa Indonesia sering disebut sebagai variabel bebas. Variabel bebas adalah merupakan variabel yang mempengaruhi atau menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel dependen (terikat). Dalam SEM (Structural Equation Modeling/Pemodelan Persamaan Struktural, variabel independen disebut sebagai variabel eksogen.
  5. 5. 4 b. Variabel Dependen: sering disebut sebagai variabel output, criteria, konsekuen. Dalam bahasa Indonesia sering disebut sebagai variabel terikat. Variabel terikat merupakan variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat, karena adanya variabel bebas. Dalam SEM (Structural Euation Modeling/Pemodelan Persamaan Struktural, variabel dependen disebut sebagai variabel indogen. c. Variabel Moderator: adalah variabel yang mempengaruhi (memperkuat dan meperlemah) hubungan antara variabel independen dengan dependen. Variabel disebut juga sebagai variabel independen ke dua. Hubungan perilaku suami dan isteri akan semakin baik (kuat) kalau mempunyai anak, dan akan semakin renggang kalau ada pihak ke tiga ikut mencampuri. Di sini anak adalah sebagi variabel moderatot yang memperkuat hubungan, dan fihak ke tiga adalah sebagai variabel moderator yang memperlemah hubungan. Hubungan motivasi dan prestasi belajar akan semakin kuat bila peranan guru dalam menciptakan iklim belajar sangat baik, dan hubungan semakin rendah bila peranan guru kurang baik dalam menciptakan iklim belajar. Gambar 2.2 Contoh hubungan variabel independen-dependen Motivasi Belajar (Variabel Independen) Motivasi Belajar (Variabel Independen)
  6. 6. 5 d. Variabel intervening: dalam hal ini Tuckman (1988) menyatakan “An intervening variable is that factor that theoretically affect the observed phenomenon but cannot be seen, measure, or manipulate”. Variabel intervening adalah variabel yang secara teoritis mempengaruhi hubungan antara variabel independen dengan dependen menjadi hubungan yang tidak langsung dan tidak dapat diamati dan diukur. Variabel ini merupakan variabel Gambar 2.3A. Contoh hubungan variabel independen- moderator,dependen Perilaku Suami (Variabel Independen Perilaku Isteri (Variabel Dependen Jumlah anak (Variabel Moderator) Gambar 2.3b. Contoh hubungan variabel independen- moderator,dependen Disiplin (Variabel Independen Kecepatan kerja (Variabel dependen Peran Orangtua (Variabel Independen
  7. 7. 6 penyela/antara yang terletak di antara variabel independen dan dependen, sehingga variabel independen tidak langsung mempengaruhi berubahnya atau timbulnya variabel dependen. Pada contoh berikut dikemukakan bahwa tinggi rendahnya penghasilan akan mempengaruhi secara tidak langsung terhadap harapan hidup (panjang pendeknya umur). Dalam hal ini ada variabel antaranya, yaitu yang berupa gaya hidup seseorang. Antara variabel penghasilan dengan gaya hidup, terdapat variabel moderator, yaitu budaya lingkungan tempat tinggal. e. Variabel kontrol: adalah variabel yang dikendalikan atau dibuat konstan sehingga hubungan variabel independen terhadap dependen tidak dipengaruhi oleh factor luar yang tidak diteliti. Variabel kontrol sering digunakan oleh penliti, bila akan melakukan penelitian yang bersifat membandingkan. Contoh : pengaruh jenis pendidikan terhadap keterampilan dan mengetik. Variabel independennya pendidikan (SMU dan SMK), variabel kontrol yang ditetapkan sama misalnya, adalah naskah yang diketik sama, mesin tik yang digunakan sama, ruang tempat mengetik sama. Dengan adanya variabel kontrol tersebut, maka Gambar 2.3. Contoh hubungan variabel independen-moderator-Intervening, dependen. Penghasilan (Variabel Independen) Harapan Hidup (Variabel Dependen) Gaya Hidup (Variabel Intervening) Lingkungan tempat tinggal (Variabel Moderator)
  8. 8. 7 besarnya pengaruh jenis pendidikan terhadap ketrampilan mengetik dapat diketahui lebih pasti. Untuk dapat menentukan kedudukan variabel independen, dan dependen, moderator, intervening atau variabel yang lain, harus dilihat konteksnya dengan dilandasi konsep teoritis yang mendasari maupun hasil dari pengamatan yang empiris di tempat penelitian. Untuk itu sebelum peneliti memilih variabel apa yang akan diteliti perlu melakukan kajian teoritis, dan melakukan studi pendahuluan terlebih dahulu pada obyek yang akan diteliti. Jangan sampai terjadi membuat rancangan penelitian dilakukan di belakang meja, dan tanpa mengetahui terlebih dahulu permasalahan yang ada di obyek penelitian. Sering terjadi, rumusan masalah penelitian dibuat tanpa melalui studi pendahuluan ke obyek penelitian, sehingga setelah dirumuskan ternyata masalah itu tidak menjadi masalah pada obyek penelitian. Setelah masalah dapat diphami dengan jelas dan dikaji secara teoritis, maka peneliti dapat menentukan variabel-variabel penelitiannya. Pada kenyataannya, gejala-gejala sosial itu meliputi berbagai macam variabel saling terkait secara simultan baik variabel independen, dependen, moderator, dan intervening, sehingga penelitian yang baik akan mengamati semua variabel tersebut. Tetapi karena adanya keterbatasan dalam berbagi hal, maka Gambar 2.4 Contoh hubungan variabel independen-kontrol, dependen Pendidikan SMA & SMK (Variabel Independen) Keterampilan mengetik (Variabel Dependen) Naskah, tempat, mesin tik sama (Variabel Kontrol)
  9. 9. 8 peneliti sering hanya memfokuskan pada beberapa variabel penelitian saja, yaitu pada variabel independen dan dependen. B. Instrumen Penelitian Pada prinsipnya meneliti adalah melakukan pengukuran terhadap fenomena social maupun alam. Meneliti dengan data yang sudah ada lebih tepat kalau dinamakan membuat laporan dari pada melakukan penelitian. Namun demikian dalam skala yang paling rendah laporan juga dapat dinyatakan sebagai bentuk penelitian (Emory,1985). Karena pada prinsipnya meneliti adalah melakukan pengukuran, maka harus ada alat ukur yang baik. Alat ukur dalam penelitian biasanya dinamakan instrument penelitian. Jadi instrumen penelitian adalah suatu alat yang digunakan mengukur fenomena alam maupun social yang diamati. Secara spesifik semua fenomena ini disebut variabel penelitian. Instrumen-instrumen yang digunakan untuk mengukur variabel dalam ilmu alam sudah banyak tersedia dan telah teruji validitas dan reliabilitasnya. Variabel-variabel dalam ilmu alam misalnya panas, maka instrumennya adalah calorimeter, variabel suhu maka instrumennya adalah thermometer, variabel panjang maka instrumennya adalah mistar (meteran), variabel berat maka instrumennya adalah timbangan berat. Instrument-instrumen tersebut mudah didapat dan telah teruji validitas dan reliabilitasnya, kecuali yang rusak dan palsu. Instrument-instrumen yang rusak atau palsu bila digunakan untuk mengukur harus diuji validitas dan reliabilitasnya terlebih dahulu. Instrumen-instrumen dalam penelitian pendidikan memang ada yang sudah tersedia dan telah teruji validitas dan reliabilitasnya, seperti instrument untuk mengukur motif berprestasi, (n-ach) untuk mengukur sikap, mengukur IQ, mengukur bakat dan lain-lain.
  10. 10. 9 Walaupun instrument-instrumen tersebut sudah ada tetapi sulit untuk dicari, dimana harus dicari dan apakah bisa dibeli atau tidak. Selain itu instrument-instrumen dalam bidang social walaupun teah teruji validitas analisis reliabilitasnya, tetapi bila digunakan untuk tempat tertentu belum tentu tepat dan mungkin tidak valid dan reliable lagi. Hal ini perlu dimaklumi karena gejala/fenomena sosial itu cepat berubah dan sulit dicari kesamaannya. Instrumen tentang kepemimpinan mungkin valid untuk kondisi Amerika, tetapi mungkin tidak valid untuk Indonesia. Untuk itu maka penliti-peneliti dalam bidang pendidikan instrument penelitian yang digunakan sering disusun sendiri termasuk menguji validitas dan reliabilitasnya. Jumlah instrumen penelitian tergantung pada jumlah variabel penelitian yang telah ditetapkan untuk diteliti. Misalnya akan meneliti tentang “Pengaruh kepemimpinan dan iklim kerja sekolah terhadap prestasi belajar anak”. Dalam hal ini ada tiga instrument yang perlu dibuat yaitu: 1. Instrumen untuk mengukur kepemimpinan 2. Instrumen untuk megukur iklim kerja sekolah 3. Instrumen untuk mengukur prestasi belajar murid 1. Cara menyusun instrumen Instrumen-instrumen penelitian dalam bidang sosial umumnya dan khusunya bidang pendidikan khususnya yang sudah baku sulit ditemukan. Untuk itu maka peneliti harus mampu membuat instrument yang akan digunakan untuk penelitian. Titik tolak dari penyusunan adalah variabel-variabel penelitian yang ditetapkan untuk diteliti. Dari variabel-variabel tersebut diberikan definisi operasionalnya, dan selanjutnya ditenttukan indicator yang diukur. Dari indicator ini kemudian dijabarkan menjadi butir-butir pertanyaaan atau pernyataan. Untuk
  11. 11. 10 memudahkan penyusunan instrument, maka perlu digunakan “matrik pengembangan instrument” atau “kisi-kisi instrument”. Sebagai contoh misalnya variabel penelitiannya “tingkat kekayaan” indicator kekayaan misalnya: rumah, kendaraan, tempat belanja, pendidikan, jenis makanan yang sering dimakan, jenis olahraga yang dilakukan dan sebagainya. Untuk indicator rumah, bentuk pertanyaannya misalnya: 1) berapa jumlah rumah, 2) dimana letak rumah, 3) berapa luas masing-masing rumah, 4) bagaimana kualitas bangunan rumah dan sebagainya. Untuk bisa menetapkan indikator-indikator dari setiap variabel yang diteliti, maka diperlukan wawasan yang luas dan mendalam tentang variabel yang diteliti, dan teori-teori yang mendukungnya. Penggunaan teori untuk menyusun instrument harus secermat mungkin agar diperoleh indicator yang valid. Caranya dapat dilakukan dengan membaca berbagai referensi (seperti buku, jurnal) membaca hasil-hasil penelitian sebelumnya yang sejenis, dan konsultasi pada orang yang dipandang ahli. Data-data yang diperoleh dari instrumen inilah yang kemudian akan dianalisis untuk menguji kesimpulan awal (hipotesa) yang telah ditentukan peneliti. Dari penjabaran ini nampak bahwa instrumen penelitian memiliki peran yang penting dalam proses pengumpulan data. 2. Contoh Judul Penelitian dan Instrumen yang Dikembangkan Judul Penelitian : GAYA DAN SITUASI KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH SERTA PENGARUHNYA TERHADAP IKLIM KERJA ORGANISASI SEKOLAH Judul tersebut terdiri atas dua variabel independen dan satu dependen. Masing-masing instumennya adalah : a. Instrumen untuk mengukur variabel gaya kepemimpinan
  12. 12. 11 b. Instrumen untuk mengukur variabel situasi kepemimpinan c. Instrumen untuk mengukur variabel iklim kerja organisasi Supaya penyusunan instumen lebih sistematis, sehingga mudah untuk dikontrol, dikoreksi, dan dikonsultasikan pada orang ahli, maka sebelum instrumen disusun menjadi item-item instrument, maka perlu dibuat kisi-kisi intrumen seperti pada table 6.5 dan 6.6 TABEL 6.6 KISI-KISI INSTRUMEN YANG DIPERLUKAN UNTUK MENGUKUR GAYA KEPEMIMPINAN, SITUASI KEPEMIMPINAN DAN IKLIM KERJA ORGANISASI SEKOLAH Variabel Penelitian Indikator No.Item Instrumen Gaya Kepemimpinan 1. Kepemimpinan direktif 2. Kepemimpinan supportive 3. Kepemimpinan partispatif 4. Kepemimpinan Goal Oriented 1, 4, 7, 10, 13, 16 2, 5, 8, 11, 14, 17 3, 6, 9, 12, 15, 18 19, 20, 21, 22, 23, 24 Situasi Kepemimpinan 1. Hubungan Pemimpin dengan anggota 2. Tugas-tugas 3. Power Position 1, 2, 3, 4, 5, 6 7, 8, 9, 10, 11, 12 13, 14, 15, 16, 17, 18 Iklim Organisasi Sekolah 1. Otonomi dan fleksibilitas 2. Menaruh kepercayaan dan terbuka 3. Simpatik dan memberi dukungan 4. Jujur dan menghargai 5. Kejelasan tujuan 1, 2 3, 4 5, 6 7, 8 9, 10
  13. 13. 12 6. Pekerjaan yang resiko 7. Pertumbuhan kepribadian 11, 12 13, 14 a) Instumen yang diperlukan untuk mengungkapkan variabel gaya kepemimpinan kepala sekolah tertentu. Sumber datanya adalah guru dan karyawan. Bentuk angketnya adalah multiple choice (pilihan ganda). Mohon dijawab pertanyaan-pertanyaan berikut sesuai dengan hasil pengamatan Bapak/Ibu/Sdr. 1. Apakah Kepala Sekolah menjelaskan tugas-tugas yang harus dikerjakan guru? a. Tidak pernah b. Jarang sekali c. Sering d. selalu 2. Apakah Kepala Sekolah menunjukan hal-hal yang dapat menarik minat kerja guru? a. Selalu b. Sering c. Jarang sekali d. Tidak pernah 3. Apakah Kepala Sekolah mengajak stakeholder bersama-sama merumuskan tujuan sekolah? a. Selalu b. Sering c. Jarang sekali d. Tidak pernah 4. Apakah Kepala Sekolah memberitahukan kepada para guru tentang apa yang harus dan bagaimana cara mengerjakan suatu pekerjaan? a. Tidak pernah
  14. 14. 13 b. Jarang sekali c. Sering d. Selalu 5. Apakah Kepala Sekolah berupaya mengembangkan suasana bersahabat? a. Tidak pernah b. Jarang sekali c. Sering d. Selalu 6. Apakah Kepala Sekolah bekerja sama dengan para guru untuk menyusun tugasnya masing-masing? a. Selalu b. Sering c. Jarang sekali d. Tidak pernah 7. Apakah Kepala Sekolah menetapkan hubungan kerja yang jelas antara satu orang dengan orang yang lain? a. Selalu b. Sering c. Jarang sekali d. Tidak pernah 8. Apakah Kepala Sekolah member kesempatan kepada guru untuk menyampaikan perasaan dan perhatiannya? a. Tidak pernah b. Jarang sekali c. Sering d. Selalu 9. Apakah Kepala Sekolah menggunakan partisipasi dari guru untuk melancarkan komunikasi di Sekolah? a. Selalu b. Sering
  15. 15. 14 c. Jarang sekali d. Tidak pernah 10. Apakah Kepala Sekolah melkukan instruksi yang jelas kepada para guru dan pegawai? a. Selalu b. Sering c. Jarang sekali d. Tidak pernah 11. Apakah Kepala Sekolah memperhatikan konflik-konflik yang terjadi pada guru dan pegawai di Sekolah? a. Tidak pernah b. Jarang sekali c. Sering d. Selalu 12. Apakah Kepala Sekolah lebih memperhatikan kerja kelompok daripada kompetsi individual? a. Selalu b. Sering c. Jarang sekali d. Tidak pernah 13. Apakah Kepala Sekolah mengatakan kepada para guru dan pegawai bagaimana caranya mendapatkan penghargaan? a. Tidak pernah b. Jarang sekali c. Sering d. Selalu 14. Apakah Kepala Sekolah memberi hadiah kepada para guru agar mereka selalu bersemangat kerja? a. Selalu b. Sering c. Jarang sekali
  16. 16. 15 d. Tidak pernah 15. Apakah Kepala Sekolah member kesempatan kepada para guru untuk mendiskusikan masalah-masalah yang ada di sekolah? a. Tidak pernah b. Jarang sekali c. Sering d. Selalu 16. Apakah Kepala Sekolah menggunakan dhadiah dan hukuman untuk pembinaan guru dan pegawai? a. Selalu b. Sering c. Jarang sekali d. Tidak pernah 17. Apakah Kepala Sekolah membangun hubungan antar pribadi kepada para guru dan pegawai? a. Selalu b. Sering c. Jarang sekali d. Tidak pernah 18. Apakah Kepala Sekolah memberikan perhatian pada guru dan pegawai yang tidak sukses dalam menjalankan pekerjaan kerja? a. Tidak pernah b. Jarang sekali c. Sering d. Selalu 19. Apakah Kepala Sekolah mengenali peluang dan menggunakannya untuk kemajuan Sekolah? a. Tidak pernah b. Jarang sekali c. Sering d. Selalu
  17. 17. 16 20. Apakah Kepala Sekolah menjelaskan target yang akan dicapai oleh Sekolah? a. Selalu b. Sering c. Jarang sekali d. Tidak pernah 21. Apakah Kepala Sekolah melakukan berbagai upaya untuk sekolah? a. Selalu b. Sering c. Jarang sekali d. Tidak pernah 22. Apakah Kepala Sekolah member kesempatan kepada guru untuk berlomba-lomba berprestasi dalam mencapai tujuan sekolah? a. Tidak pernah b. Jarang sekali c. Sering d. Selalu 23. Apakah Kepala Sekolah memotivasi kepada setiap guru untuk bersemangat mencapai tujuan sekolah? a. Selalu b. Sering c. Jarang sekali d. Tidak pernah 24. Apakah Kepala Sekolah menggali sumber daya untuk mencapai tujuan sekolah? a. Selalu b. Sering c. Jarang sekali d. Tidak pernah
  18. 18. 17 b) Instrumen yang diperlukan untuk mengungkapkan variabel situasi kepemimpinan dari suatu lembaga. Sumber datanya adalah para pegawai. Nemtuk instrumennya adalah checklist. Untuk itu dapat diguanakn sebagai pedoman observasi, wawancara, maupun sebagai angket. Mohon dijawab sesuai dengan situasi yang sebenarnya, dengan cara member tanda (3) pada kolom jawaban yang telah tersedia. S = Semuanya; SB = Sebagian Besar; SK = Sebagian Kecil; TA = Tidak Ada No Pertanyaan tentang situasi kepemimpinan S SB SK TA 1. Apakah para guru dan karyawan memberi dukungan kepada Kepala Sekolah? 2. Apakah terdapat kesetiakawanan di antara para guru dan pegawai? 3. Apakah para guru dan pegawai patuh dan loyal kepada Kepala Sekolah? 4. Apakah para guru dan pegawai memerlukan pengetahuan dan ketrampilan kerja dari Kepala Sekolah? 5. Apakah tujuan pribadi guru dan pegawai diperhatikan oleh Kepala Sekolah? 6. Apakah penampilan kerja para guru dan pegwai memuaskan? 7. Apakah tujuan kerja para guru dan pegawai dijelaskan oleh Kepala Sekolah? 8. Apakah prosedur kerja sudah dijelaskan oleh Kepala Sekolah? 9. Apakah tugas-tugas telah disederhanakan sehingga setiap guru dan pegawai dapat mengerjakannya?
  19. 19. 18 10. Apakah cara-cara kerja yang memerlukan ketrampilan spesifik telah dijelaskan oleh Kepala Sekolah? 11. Apakah berbagai masalah yang muncul di Sekolah telah diberikan pemecahannya dengan betul oleh Kepala Sekolah? 12. Apakah sudah ada cara-cara yang mudah untuk mengecek apakah suatu pekerjaan telah atau belum dilaksanakan? 13. Apakah berbagai pengetahuan dalam bidang manajerial dipunyai oleh Kepala Sekolah? 14. Apakah guru dan karyawan merasa puas terhadap penilaian kinerja dari Kepala Sekolah? 15. Apakah guru dan karyawan merasa puas terhadap intensif yang diberikan Kepala Sekolah? 16. Apakah guru dan karyawan merasa cocok dengan kewenangan yang dimilik Kepala Sekolah? 17. Apakah semua dukungan dari atasan Kepala Sekolah diterima semua oleh guru dan karyawan? 18. Apakah berbagi bidang ketrampilan kerja dipunyai Kepala Sekolah? c) Instrumen untuk mengungkapkan ilim kerja organisasi Sekolah. Bentuk instrument ratingscale. Dapat digunakn untuk pedoman observasi, wawancara, dan sebagai angket. Sumber data para pegawai.
  20. 20. 19 Mohon dijawab item-item instrument ikloim kerja organisasi di tempat bapak/ibu/sdr, bekerja. Jawaban yang diberikan dengan member tanda lingkaran pada angka yang sesuai dengan pendapat bapak/ibu/sdr. Arti angka-angka: 4 berarti sangat setuju = baik sekali 3 berarti setuju = cukup baik 2 berarti tidak setuju = tidak baik 1 berarti sangat tidak setuju = sangat tidak baik No. Pertanyaan tentang iklim kerja organisasi Tingkat Persetujuan 1 2 3 1. Terdapat fleksibilitas dalam menggunakan waktu dan sumber-sumber untuk mencapai tujuan sekolah 4 3 2 1 2. Para pegawai meneytujui pendapat dan inisiatif anda 4 3 2 1 3. Kepala Sekolah sangat menaruh kepercayaan kepada anda 4 3 2 1 4. Anda diberi kebebasan untuk mendiskusikan berbagai masalah dengan atasan anda 4 3 2 1 5. Atasan anda selalu memperhatikan problem yang anda hadapi 4 3 2 1 6. Terdapat kesetiakawanan pada kelompk kerja anda, dan masing-masing saling meberi santunan 4 3 2 1 7. Kontribusi anda kepada lembaga mendapat tanggapan yang cukup menyenangkan 4 3 2 1 8. Semua pegawai memahami kalau pekerjaan yang baik perlu diberi hadiah 4 3 2 1 9. Tujuan setiap pekerjaan yang anda kerjakan didefinisikan dengan jelas 4 3 2 1
  21. 21. 20 10. Anda telah mengetahui kalu aktivitas anda itu ada kaitannya dengan tujuan kelompok 4 3 2 1 11. Para pegawai merasa bebas dan tidak takut untuk tidak menyetujui pendapat dan tindakan atasan 4 3 2 1 12. Para pegawai dapat mengerjakan yang baru tanpa ada rasa takut 4 3 2 1 13. Para pegawai selalu menekankan untuk dapat melaksanakan pekerjaan dengan kualitas yang tinggi 4 3 2 1 14. Pencapaian tujuan dari setiap tugas selalu ditekan pada lembaga anda. 4 3 2 1 Dari tiga bentuk instrument (bentuk pilihan ganda untuk instrumen gaya kepemimpinan; chechlist untuk instrument situasi kepemimpinan; dan rating scale untuk instrument iklim kerja organisasi) tersebut maka pembaca dapat membedakan mana yang lebih komunikatif. Instrumen yang baik harus memenuhi dua persyaratan penting yaitu valid dan reliabilitas : a. Validitas Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat-tingkat kevalidan atau keshahihan suatu instrument. Untuk memperoleh instrumen yang valid peneliti harus bertindak hati-hati sejak awal penyusunannya b. Reliabilitas Uji reliabilitas instrument menunjukkan hasil pengukuran suatu instrumen bebas dari kesalahan pengukuran.
  22. 22. 21 B. Teknik Pengumpulan Data Terdapat dua hal utama yang mempengaruhi kualitas data hasil penelitian, yaitu kualitas instrument penelitian, dan kualitas pengumpulan data. Kualitas instrumen penelitian berkenaan dengan validitas dan reliabilitas instrument dan kualitas pengumpulan data berkenaan ketepatan cara-cara yang digunakan untuk mengumpulkan data. Pengumpulan data dapat dilakukan dalam berbagai setting, berbagi sumber, dan berbagai cara. Bila dilihat dari settingnya, data dapat dikumpulkan pada setting alamiah (natural setting), pada laboratorium dengan metode eksperimen, di rumah dengan berbagai responden, pada suatu seminar, diskusi, di jalan dan lain-lain. Bila dilihat dari sumber datanya, maka pengumpulan data dapat menggunakan sumber primer dan sumber sekunder. Selanjutnya bila dilihat dari segi cara atau teknik pengumpulan data, maka teknik pengumpulan data dapat dilakukan dengan interview (wawancara). Kuesioner (angket), observasi (pengamatan), dan gabungan ketiganya. Pada bab ini hanya akan dikemukakan pengumpulan data berdasarkan tekniknya, yaitu melalui wawancara, angket (kuesioner), dan observasi. a. Wawancara (interview) Wawancara adalah percakapan yang dilakukan oleh peneliti dengan responden. Wawancara dapat dilakukan secara terstruktur maupun wawancara tidak terstruktur dan dapat dilakukan melalui tatap muka (face to face) maupun dengan menggunakan telepon. 1. Wawancara terstruktur Wawancara terstruktur digunakan sebagai teknik pengumpulan data, bila peneliti atau pengumpul data telah mengetahui dengan pasti tentang informasi apa yang akan diperoleh. Oleh karena itu, pengumpul data telah menyiapkan instrument penelitian berupa
  23. 23. 22 pertnyaan-pertanyaan tertulis yang alternative jawabannya pun telah disiapkan. Berikut ini diberikan contoh wawancara terstruktur, tentang tanggapan masyarakat terhadap berbagai pelayanan pemerintah Kabupaten tertentu yang ditentukan kepada masyarakat. Pewawancara melingkari salah satu jawaban yang diberikan responden. 1. Bagaimanakah tanggapan Bapak/Ibu terhadap pelayanan pendidikan di kabupaten ini? a. Sangat bagus b. Bagus c. Tidak bagus d. Sangat tidak bagus 2. Bagaimanakah tanggapan Bapak/Ibu terhadap pelayanan kesehatan di kabupaten ini? a. Sangat bagus b. Bagus c. Tidak bagus d. Sangat tidak bagus 3. Bagaimanakah tanggapan Bapak/Ibu terhadap pelayanan bidang transportasi di kabupaten ini? a. Sangat jelek b. Jelek c. Bagus d. Sangat bagus 4. Bagaimanakah tanggapan Bapak/Ibu terhadap pelayanan urusan KTP di kabupaten ini? a. Bagus sekali
  24. 24. 23 b. Bagus c. Jelek d. Sangat tidak jelek 5. Bagaimanakah tanggapan Bapak/Ibu terhadap pelayanan penerangan jalan di kabupaten ini? a. Sangat baik b. Baik c. Tidak baik d. Sangat tidak baik 2. Wawancara tidak terstruktur Wawancara tidak terstruktur, adalah wawancara yang bebas diman peneliti tidak menggunakan pedoman wawancara yang telah tersusun secara sistematis dan lengkap untuk penbgumpulan datanya. Pedoman wawancara yang digunakan hanya berupa garis-garis besar permasalahan yang akan ditanyakan. Contoh : Bagaimanakah pendapat Bapak/Ibu terhadap kebijakan pemerintah terhadap Perguruan Tinggi Berbadan Hukum? Dan bagaimana peluang masyarakt miskin dalam memperoleh pendidikan tinggi yang bermutu? Wawancara tidak terstruktur atau terbuka, sering digunakan dalam penelitian pendahuluan atau malahn untuk penelitian yang lebih mendalam tentang responden. Pada penelitian pendahuluan, penelitian berusaha untuk mendapatkan informasi awal tentang berbagai isu atau permasalahan yang ada pada obyek, sehingga peneliti dapat
  25. 25. 24 menentukan secara pasti permasalahan atau variabel apa yang harus diteliti. Untuk mendapatkan gambaran permasalahan yang lebih lengkap, maka peneliti perlu melakukan wawancara kepada pihak- pihak yang mewakili berbagi tingkatan yang ada dalam obyek. b. Angket (quisioner) Angket atau quisioner adalah daftar pertanyaan tertulis yang telah dirumuskan sebelumnya untuk dijawab oleh responden. Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang efisien bila peneliti tahu dengan pasti variabel yang akan dikur dan tahu apa yang bisa diharapkan responden. Uma Sekaran (1992) mengemukakan beberapa prinsip dalam penulisan angket sebagai teknik pengumpulan data yaitu: prinsip penulisan, pengukuran dan penampilan fisik. Prinsip penulisan angket : Prinsip ini menyangkut beberapa faktor yaitu: isi dan tujuan pertanyaan, bahasa yang digunakan mudah, pertanyaan tertutup terbuka-negatif positif, pertanyaan tidak mendua, tidak menanyakan hal-hal yang sudah lupa, pertanyaan tidak mengarahkan, panjang pertanyaan, dan urutan pertanyaan. a. Isi dan tujuan pertanyaan Yang dimaksud disini adalah, apakh isi pertnyaan tersebut merupakan bentuk pengukuran atau bukan? Kalau berbentuk pengukuran maka dalam membuat pertanyaan harus disusun skala pengukuran dan jumlah itemnya mencukupi untuk mengukur variabel yang diteliti. b. Bahasa yang digunakan Bahasa yang digunakn dalam penulisan kuesioner (angket) harus disesuaikan dengan kemampuan berbahasa responden.
  26. 26. 25 c. Tipe dan bentuk pertanyaan Tipe pertanyaan dalam angket dapat terbuka dan tertutup, (kalau dalam wawancara: terstruktur dan tidak terstruktur) dan bentuknya dapat menggunakan kalimat positif dan negative. d. Pertanyaan tidak mendua Setiap pertanyaan dalam angket jangan mendua sehingga menyulitkan responden untuk memberikan jawaban. Contoh : Bagaimana pendapat anda tentang kualitas dan relevansi pendidikan saat ini? Ini adalah pertanyaan yang mendua, karena menanyakan tentang dua hal sekaligus, yaitu kualitas dan relevansi. Sebaiknya pertanyaan tersebut dijadikan menjadi dua yaitu: bagaimanakah kualitas pendidikan? Bagaimanakah relevansi pendidikan? e. Tidak menanyakan yang sudah lupa Contoh : Bagaimanakah kualitas pendidikan sekarang bila dibandingkan dengan 30 tahun yang lalu? Menurut anda, bagaimanakah cara mengatasi krisis ekonomi saat ini? (kecuali penelitian yang mengharapkan pendapat para ahli). Kalau misalnya umur responden yang diberi angket baru 25 tahu, dan pendidikannya rendah, maka akan sulit memberikan jawaban. f. Pertanyaan tidak menggiring Pertanyaan dalam angket sebaiknya juga tidak menggiring ke jawaban yang baik saja atau ke yang jelek saja. g. Panjang pertanyaan Pertanyaan dalam angket sebaiknya tidak terlalu panjang, sehingga akan membuat jenuh responden dalam mengisi.
  27. 27. 26 h. Urutan pertanyaan Urutan pertanyaan dalam angket, dimulai dari yang umum menuju ke hal yang spesifik, atau dari yang mudah menuju ke hal yang sulit, atau diacak. i. Prinsip pengukuran Angket yang diberikan kepada responden adalah merupakan instrument penelitian, yang digunakan untuk mengukur variabel yang akan diteliti. Oleh karena itu instrument angket tersebut harus dapat digunakan untuk mendapatkan data yang valid dan reliable tentang variabel yang diukur. j. Penampilan fisik angket Penampilan fisik angket sebagai alat pengumpul data akan mempengaruhi respon atau keseriusan responden dalam mengisi angket. c. Pengamatan (observation) Pengamatan atau observasi adalah metode pengumpulan data yang digunakan untuk menghimpun data penelitian, dan data penelitian tersebut dapat diamati oleh peneliti. Dari segi proses pelaksanaan pengumpulan data, observasi dapat dibedakan menjadi participant observation (observasi berperan serta) dan non participant observation, selanjutnya dari segi instrumentasi yang digunakan, maka observasi dapat dibedakan menjadi observasi terstruktur dan tidak terstruktur. 1. Observasi Berperanserta (Participant Observation) Dalam observasi ini, peneliti terlibat dengan kegiatan sehari-hari orang yang sedang diamati atau yang digunakan sebagai sumber data penelitian.
  28. 28. 27 2. Observasi Nonpartisipan Observasi nonpartisipan peneliti tidak terlibat dan hanya sebagai pengamat independen. a. Observasi terstruktur Observasi terstruktur adalah observasi yang telah dirancang secara sistematis, tentang apa yang akan diamati, kapan dan dimana tempatnya. b. Observasi tidak terstruktur Observasi tidak terstrukutrur adalah observasi yang tidak dipersiapkan secara sistematis tentang apa yang akan diobservasi. D. Analisis Data Dalam penelitian kuantitatif, analisis data merupakan kegiatan setelah data dari seluruh responden atau sumber data lain terkumpul. Kegiatan dalam analisis data adalah: mengelompokan data berdasarkan variabel dan jenis responden, mentabulasi data berdasarkan variabel dari seluruh responden, menyajikan data tiap variabel yang diteliti, melakukan perhitungan untuk menjawab rumusan masalah, dan melakukan perhitungan untuk menguji hipotesis yang telah diajukan. Teknik analisis data dalam penelitian kuantitatif menggunakan statistic. Terdapat beberapa macam statistik yang digunakan yaitu statistik deskriptif, dan statistik inferensial. Statistik inferensial meliputi statistik parametris dan statistik nonparametris. 1. Statistik Deskriptif dan Inferensial Statistik deskriptif adalah statistik yang digunakan untuk menganalisis data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum atau generalisasi.
  29. 29. 28 Statistic inferensial (sering juga disebut statistik induktif atau statistic probabilitas), adalah teknik statistik yang diguanakn untuk menganalisis data sampel dan hasilnya diberlakukan untuk populasi. 2. Statistik Parametris dan Nonparametris Statistik parametris digunakan untuk menguji parameter populasi melalui statistik, atau menguji ukuran populasi melalui data sampel. Untuk menguji hipotesis dalam penelitian kuantitatif yang menggunakan statistic, ada dua hal utama yang harus diperhatikan, yaitu macam data dan bentuk hipotesis yang diajukan. Jadi untuk menguji hipotesis dalam penelitian kuantitatif yang menggunakan statistik, ada dua hal utama yang harus diperhatikan, yaitu macam data dan bentuk hipotesis yang diajukan. a) Macam Data Macam-macam data penelitian yaitu data nominal, ordinal, interval atau ratio. b) Bentuk hipotesis Bentuk hipotesis ada tiga yaitu: hipotesis deskriptif, komparatif, dan asosiatif. Dalam hipotesis komparatif dibedakan menjadi dua, yaitu komparatif untuk dua sampel dan lebih dari dua sampel. Hipotesis yang akan diuji dengan statistic parametris merupakan dugaan terhadap nilai dalam satu sampel (unit sampel), dibandingkan dengan standar, sedangkan hipotesis deskriptif yang akan diuji dengan statistic nonparametris merupakan dugaan ada tidaknya perbedaan secara signifikan nilai antarkelompok dalam satu sampel. Hipotesis komparatif merupakan duagaan ada tidaknya perbedaan secara signifikan nilai-nilai dua kelompok atau lebih. Hipotesis asosiatif,
  30. 30. 29 adalah dugaan terhadap ada tidaknya hubungan secara signifikan antara dua variabel atau lebih. TABEL 8.1 PENGGUNAAN STATISTIK PARAMETERIS DAN NOPARAMETRIS UNTUK MENGUJI HIPOTESIS Macam data BNETUK HIPOTESIS Deskriptif (Satu Variabel atau satu sampel) Komparatif (Dua sampel) Komparatif (lebih dari dua sampel) Asosiatif (hubungan) Related Independen Related Independen Nominal Binomial X2 satu sampel Mc Nemar Fisher Exact Probability Cochran Q X2 untuk k sampel Contingency Coefficient C Ordinal Run Test Sign test Wilcoxon matched pairs Median Test Mann Whitney Utest Kolomogorov Smirnov Wald Woldfowits Friedman Two- Way Anova Median Extension Kruskal Wallis One Way Anova Spearmen Rank Correlation Kendall Tau Interval Rasio t-test t-test of related t-test Independent One- Way One-Way Anova Korelasi Korelasi
  31. 31. 30 Anova Two- Way Anova Two-Way Anova Product Moment Korelasi Parsial Korelasi Ganda Regresi, sederhana, & Ganda Judul Penelitian dan Statistik yang digunakan untuk Analisis Berikut ini diberikan beberapa contoh judul penelitian, bentuk paradigma, rumusan masalah, hipotesis dan teknik statistik yang akan digunakan untuk pengujian hipotesis. Contoh : a. Judul Penelitian PENGARUH KECERDASAN EMOTIONAL TERHADAP KECEPATAN MEMPEROLEH PEKERJAAN LULUSAN SMK DI PEMERINTAH PROVINSI MADUKARA b. Bentuk paradigmanya adalah seperti berikut: X Y X = Kecerdasan Emosinal Y= Kecepatan Memperoleh Pekerjaan
  32. 32. 31 Berdasarkan paradigm tersebut terlihat bahwa, untuk judul penelitian yang terdiri atas satu variabel independen dan satu dependen, terdapat dua rumusan masalah deskriptif, dan satu masalah asosiatif. Dengan demikina juga terdapat dua hipotesis deskriptif dan satu hipotesis asosiatif. Dua hipotesis diuji dengan statistik yang sama. Untuk mencarai pengaruh (varians) variabel tertentu terhadap (variabel) variabel lain. Untuk mencari pengaruh varians variabel dapat digunakan teknik statistic dengan menghitung besarnya koefisien determinasi. Koefisien determinasi dihitung dengan mengkuadratkan koefisien korelasi yang telah ditemukan, dan selanjutnya dikalikan dengan 100%. Koefisien determinasi (penentu) dinyatakan dalam persen. c. Rumusan masalah, hipotesis, dan teknik statistik untuk analisis data (ketiganya sangat berkaitan) TABEL 8.2 CONTOH JUDUL PENELITIAN, RUMUSAN, MASALAH, HIPOTESIS DAN TEKNIK ANALISIS DATA YANG DIGUNAKAN (SATU VARIABEL INDEPENDEN) Rumusan Masalah Hipotesis Statistik untuk uji hipotesis Berapakah rata-rata kecerdasan emosional pegawai di Provinsi Madukara? Kecerdasan Emosional (EQ) pegawai di Pemerintah Provinsi Madukara paling tinggi 150. Teknik statistik yang digunakan untuk menguji hipotesis dapat dilihat pada tabel 8.1. data yang terkumpul adalah ratio. Bentuk hipotesisinya adalah deskriptif maka teknik uji untuk hipotesis no.1 dan 2 adalah sama yaitu: t-test (untuk satu sampel).
  33. 33. 32 Berapakah rata-rata kecepatan memperoleh pekerjaan? Adakah hubungan yang positif dan signifikan antara kecerdasan emosional dengan kecepatan memperoleh pekerjaan lulusan SMK? Bagaimanakah pengaruh kecerdasan emosional terhadap prestasi kerja pegawai? Kecepatan memperoleh pekerjaan lulusan SMK paling lama 24 bulan. Terdapat hubungan yang positif dan signifikansi antara kecerdasan emosional dengan kecepatan memperoeh pekerjaan Kecerdasan emosioanl berpengaruh positif terhadap kecepatan memperoleh pekerjaan t-test satu sampel Data kedua variabel adalah ratio, oleh karena itu teknik statistik yang digunakan untuk menguji hipotesis adalah: Korelasi Pearson Product Moment Koefisien diterminasi, dan anlisis regresi sederhana
  34. 34. 33 DAFTAR PUSTAKA Emzir. 2013. METODOLOGI PENELITIAN PENDIDIKAN KUANTITATIF & KUALITATIF. Jakarta : Grafindo . Sugiyono. 2013. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung : Alfabeta. Sumadinata, Nana Syaodih. 2010. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung : Remaja Posdakarya.

×