TUGAS PROJECT
PROGAM SARJANA
PROGAM STUDI FARMASI
FAKULTAS FARMASI
UNIVERSITAS MUSLIM NUSANTARA (UMN) AL-WHASLIYAH
M E D A N
2022
TEKNIK SAMPLING
DIPRESENTASIKAN UNTUK MEMENUHI TUGAS PROJECT KELOMPOK
MATA KULIAH METODOLOGI PENELITIAN FARMASI
DOSEN PENGAMPU: YAYUK PUTRI RAHAYU, S.SI., M.SI.
OLEH :
KELAS - 6H / KELOMPOK 7
ANGGOTA KELOMPOK – 7 :
ARIS MUNANDAR 202114015
CHAIRINA MILDA CARECA 192114059
CUT ERIKA MAULYDYA 202114110
INDAH TRI UTAMI HARAHAP 192114072
MIRNA 212114004
PUTRI HAFIZHA 192114090
SITI AISYAH JAMIL 192114023
JURNAL RUJUKAN METODE
BAB I. PENDAHULUAN
Dalam suatu penelitian survei, tidak perlu untuk meneliti semua
individu dalam suatu populasi, sebab di samping memakan biaya yang
banyak, juga membutuhkan waktu yang lama. Dengan meneliti sebagian dari
populasi, diharapkan hasil yang diperoleh akan dapat menggambarkan sifat
populasi yang bersangkutan. Untuk dapat mencapai tujuan ini, maka cara-
cara pengambilan sebuah sampel harus memenuhi syarat-syarat tertentu.
Sebuah sampel harus dipilih sedemikian rupa sehingga setiap satuan unsur
mempunyai kesempatan dan peluang yang sama untuk dipilih, dan besarnya
peluang tersebut tidak boleh sama dengan nol. Di samping itu, pengambilan
sampel secara acak (random) harus menggunakan teknik yang tepat sesuai
dengan ciri-ciri populasi dan tujuan penelitian.
1.1 Latar Belakang
Dalam menentukan teknik pengambilan sampel yang akan
diterapkan dalam suatu penelitian, seorang peneliti harus memperhatikan
hubungan antara biaya, tenaga, dan waktu di satu pihak, serta tingkat
presisi di pihak lain. Jika jumlah biaya, tenaga, dan waktu sudah dibatasi
sejak semula, seorang peneliti harus berusaha mendapatkan teknik
pengambilan sampel yang menghasilkan presisi tertinggi. Perlu disadari
bahwa tingkat presisi yang tinggi tidak mungkin dapat dicapai dengan
biaya, tenaga, dan waktu yang terbatas. Di samping itu, perlu diperhatikan
pula masalah “efisiensi” dalam memilih teknik pengambilan sampel.
Menurut Teken (1965: 39), metode A dikatakan lebih efisien daripada
metode B, jika untuk sejumlah biaya, tenaga, dan waktu yang sama,
metode A dapat memberikan tingkat presisi yang lebih tinggi; atau untuk
tingkat presisi yang sama diperlukan biaya, tenaga, dan waktu yang lebih
rendah.
1. Bagaimnakah penjabaran populasi, sampel dan teknik sampling?
2. Apa yang dimaksud dengan lokasi dan waktu penelitian?
1.2 Rumusan Masalah
1.3 Tujuan
1. Untuk mengetahui penjabaran populasi, sampel, dan teknik sampling
2. Untuk mengetahui lokasi dan waktu penelitian
BAB II. TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Definisi Populasi, Sampel dan Teknik Sampling
2.1.1 Populasi
Populasi adalah keseluruhan jumlah yang terdiri atas obyek
atau subyek yang mempunyai karakteristik dan kualitas tertentu yang
ditetapkan oleh peneliti dan kemudian ditarik kesimpulannya. Contoh:
Penelitian dengan judul analisis pengaruh motivasi kerja terhadap
kualitas pelayanan di PT AMANAH Semarang. Populasinya adalah semua
karyawan di PT AMANAH Semarang.[1] Menurut Sugiyono (2008: 80),
populasi ialah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek/subjek yang
mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang di tetapkan oleh
peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik simpulan.
Tujuan utama penarikan sampel adalah untuk memperoleh
informasi tentang populasi. Oleh karena itu, sejak awal perlu
mengidentifikasi dengan baik, maka kesimpulan yang dihasilkan dari
suatu penelitian kemungkinan akan keliru. Misalnya, suatu penelitian yang
ingin mengetahui profile pembeli mobil potensial. Dalam hal ini yang
dijadikan populasi adalah orang dewasa yang memiliki surat ijin
mengemudi.
Populasi dapat digolongkan dalam dua jenis, yaitu: a) populasi
terbatas (definite), yaitu objek penelitian yang dapat di hitung, seperti luas
area sawah, jumlah ternak, jumlah murid, dan jumlah mahasiswa; b)
populasi tak terbatas ( indefinite ), yaitu objek penelitian yang mempunyai
jumlah tak terbatas, atau sulit dihitung jumlahnya; seperti tinta, air, pasir
dipantai, padi disawah, atau beras di gudang.
Populasi akan memberikan gambaran yang tepat tentang berbagai
kejadian, namun jumlah yang besar, daerah yang luas, variasi yang banyak
akan; akan membutuhkan biaya dan waktu yang banyak. Populasi dan sample
dalam suatu penelitian mempunyai peranan sentral dan menetukan. Kedua
istilah itu merupakan suatu konsep yang mempunyai karakteristik dan sifat –
sifat tertentu. Populasi merupakan keseluruhan atribut; dapat berupa
manusia, objek, atau kejadaian yang menjadi focus penelitian, sedangkkan
sample adalah sebagian dari objek, manusia, atau kejadian yang mewakili
populasi.
2.1.2 Sampel
Sampel penelitian merupakan suatu faktor penting yang perlu diperhatikan
dalam penelitian yang kita lakukan. Sampel penelitian mencerminkan dan menentukan
seberapa jauh sampel tersebut bermanfaat dalam membuat kesimpulan penelitian.
Sampel merupakan suatu bagian dari populasi. Hal ini mencakup sejumlah anggota yang
dipilih dari populasi. Dengan demikian dari populasi merupakan sampel ( Sugiyono, 2003).
Suatu subjek merupakan suatu anggota tunggal dari sampel, sama halnya dengan elemen
yang merupakan anggota tunggal dari populasi. Misalnya jika 100 orang manajer dari total
populasi 1000 orang manajer merupakan suatu sampel penelitian, maka setiap manajer
dari 100 sampel tersebut merupakan subjek. Dengan kata lain, sampel adalah bagian dari
jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut.
Sample adalah bagian dari sejumlah karakteristik yang dimiliki
oleh populasi yang digunakan untuk penelitian. kesimpulannya akan
diberlakukan untuk populasi. Untuk itu sample yang diambil dari populasi
harus betul-betul mewakili dan harus valid, yaitu bisa mengukur sesuatu
yang seharusnya diukur.
CONTOH :
Kalau yang ingin diukur adalah semua karyawan PT AMANAH Semarang
sedangkan yang dijadikan sample adalah hanya karyawan bagian keuangan
saja, maka sample tersebut tidak valid, karena tidak mengukur sesuatu
yang seharusnya diukur seharusnya semua bagian tapi harus sesuai syarat
teknik sampling.
Teknik sampling adalah merupakan teknik pengambilan sample.
Untuk menentukan sample yang akan digunakan dalam penelitian, terdapat
berbagai teknik sampling yang digunakan. Penarikan sampel merupakan
suatu proses pilihan sejumlah elemen dari populasi sehingga dengan
mempelajari sampel, suatu pemahaman karakteristik subjek sampel,
memungkinkan untuk menggeneralisasi karakteristik elemen populasi.
Teknik sampling adalah merupakan teknik pengambilan sampel. Sampling
berkenaan dengan strategi untuk mengambil sampel dari populasi.
2.1.3 Teknik Sampling
2.2 Metode Penarikan Sampel
Terdapat dua metode penarikan sample: (1) penarikan sample
probabilitas (probability sampling), (2) penarikan sample non – probabilitas
(non probability sampling).
A. Probability Sampling
Adalah teknik pengambilan sample yang memberikan peluang yang
sama bagi setiap unsur (anggota) populasi untuk dipilih menjadi anggota
sample. Teknik ini terdiri dari 3 yaitu :
1. Simple random samplingPengambilan anggota sample dan populasi
dilakukan secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada dalam populasi
itu. Cara demikian dilakukan bila anggota populasi dianggap homogin.
2. Proportionate stratifed random samplingTeknik ini digunakan bila populasi
mempunyai anggota/unsur yang tidak homogen dan berstrata secara
proporsional. Suatu organisasi yang mempunyai pegawai dari latar belakang
pendidikan berstrata, maka populasi pegawai itu berstrata. Misal jumlah
pegawai yang lulus S1 =45, S2=30, STM=800, ST=900, SMEA=400, SD=300. Jumlah
sample yang harus diambil meliputi strata pendidikan tersebut.
3. Cluster SamplingTeknik sampling daerah digunakan untuk menentukan
sample bila obyek yang akan diteliti atau sumber data sangat luas, misal
penduduk dari suatu negara, propinsi atau kabupaten. Untuk menentukan
penduduk mana yang akan dijadikan sumber data, maka pengambilan
samplenya berdasarkan daerah populasi yang telah ditetapkan.
4. Stratified Random Sampling Metode penarikan sample berstrata
merupakan suatu prosedur penarikan sample berstrata yang dalam hal ini
suatu sub sample – sub sample acak sederhana ditarik dari setiap strata
yang kurang lebih sama dalam beberapa karakteristik. Ada dua macam
penarikan sample berstrata: proporsional dan non – proporsional. Teknik ini
membantu menaksir parameter populasi, mungkin terdapat subkelompok
elemen yang bisa diidentifikasikan dalam populasi yang dapat di
perkirakan memiliki parameter yang berbeda pada suatu variable yang
diteliti.
5. Penarikan sample berstrata disproporsionalTekhnik ini digunakan untuk
menentukan jumlah sample, bila populasi berstrata tetapi kurang
proporsional. Berdasarkan kasus di atas, secara non proporsional
sampelnya misalnya untuk wanita ditarik 60% = 60 dan pria 40% = 40.
Prinsip penarikan sample non proporsional adalah: (1) semakin besar suatu
strata maka semakin besar sample; (2) semakin tinggi variabilitas di
dalam suatu sampel, maka semakin besar sampel.
B. Nonprobability Sampling
Penarikan sampel non-probabilitas merupakan suatu prosedur penarikan
yangbersifat subjektif, dalam hal ini probabilitas pemilihan elemen-elemen
populasi tiak dapat ditentukan. Hal ini disebabkan setiap elemen populasi tidak
memiliki peluang yang sama untuk dipilih sebagai sampel. Penarikan sampel
non-probabilitas bisa menghemat waktu dan biaya karena tidak memerlukan
adanya kerangka penarikan sampel (Samping Frame), namun haslnya bisa
mengandung bias dan ketidakpastian. Misalnya dalam suatu penelitian terhadap
para pengunjung mall. Ada beberapa metode nonprobability sampling, yaitu: a)
sytematic sampling; b) area sampling; c) convenience sampling; d) judgemental
sampling; e) quota sampling; f) snowball sampling.
1). Sampling sistematisTeknik pengambilan sample berdasarkan urutan dari
anggota populasi yang telah diberi nomor urut. Misal diambil nomor ganjil saja.
2). Sampling kuotaTeknik menentukan sample dari populasi yang mempunyai ciri-
ciri tertentu sampai jumlah kouta yang diinginkan.
3). Sampling insidentalTeknik penentuan sampling berdasakan kebetulan, yaitu
siapa saja yang secara kebetulan/insidental bertemu dengan peneliti dapat
digunakan sebagai sample, bila dipandang orang yang kebetulan ditemui itu cocok
sebagai sumber data.
4). Sampling purposiveTeknik penentuan sample dengan pertimbangan atau
kriteria-kriteria tertentu.
5). Sampling jenuhTeknik penentuan sample bila semua anggota populasi
digunakan sebagai sample. Hal ini sering dilakukan bila jumlah populasi
relatif kecil, kurang dari 30 orang, atau penelitian yang ingin membuat
generalisasi dengan kesalahan yang sangat kecil. Istilah lain sample jenuh
adalah sensus, dimana semua anggota populasi dijadikan sample.
6. Snowball sampling Teknik penentuan sample yang mula-mula jumlahnya
kecil, kemudian membesar. Ibarat bola salju yang menggelinding yang lama-
lama menjadi besar. Dalam penentuan sample, pertama-tama dipilih satu
atau dua orang, tetapi karena dengan dua orang ini belum merasa lengkap
terhadap data yang diberikan, maka peneliti mencari orang lain yang
dipandang lebih tahu dan dapat melengkapi data yang diberikan oleh dua
orang sebelumnya. Begitu seterusnya, sehingga jumlah sample semakin
banyak.
3.2 Lokasi dan Waktu Penelitian
3.2.1 Lokasi Penelitian
Lokasi penelitian adalah tempat dimana penelitian itu
dilakukan. Contoh: Untuk penelitian dengan judul analisis pengaruh
motivasi kerja terhadap kualitas pelayanan di PT AMANAH Semarang.
Populasinya adalah semua karyawan di PT AMANAH Semarang maka
lokasi penelitian berada di PT AMANAH Jalan Pemuda No. 21 Semarang.
3.2.2 Waktu Penelitian
Waktu penelitian adalah tanggal bulan dan tahun dimana
kegitan penelitian tersebut dilakukan. Contoh: Untuk penelitian dengan
judul analisis pengaruh motivasi kerja terhadap kualitas pelayanan di
PT AMANAH Semarang. Waktu penelitian 1 sampai 31 Juli 2011.
BAB III. PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Populasi, Sample, Teknik Sampling Populasi adalah keseluruhan
jumlah yang terdiri atas obyek atau subyek yang mempunyai karakteristik dan
kualitas tertentu yang ditetapkan oleh peneliti dan kemudian ditarik
kesimpulannya. Sampel adalah bagian dari sejumlah karakteristik yang dimiliki
oleh populasi yang digunakan untuk penelitian.
Teknik Sampling adalah Penarikan sampel merupakan suatu proses
pilihan sejumlah elemen dari populasi sehingga dengan mempelajari sampel,
suatu pemahaman karakteristik subjek sampel, memungkinkan untuk
menggeneralisasi karakteristik elemen populasi. Lokasi dan Waktu Penelitian
Lokasi penelitian adalah tempat dimana penelitian itu dilakukan. Waktu
Penelitian adalah tanggal bulan dan tahun dimana kegitan penelitian tersebut
dilakukan.
3.2 Saran
Saran penulis adalah, sebagai manusia biasa kami sadar bahwa
pembuatan makalah ini masih jauh dari sempurna. Karena kesempurnaan
hanyalah milik Allah SWT, dan kelemahan adalah milik kita sebagai makhluk
yang diciptakan-NYA. Maka dengan demikian demi terciptanya makalah yang
lebih baik untuk kedepannya, kami mohon sekiranya para pembaca untuk
memberikan kritik dan saran yang membangun, semoga Allah SWT senantiasa
memberikan petunjuk-Nya kepada kita semua.
Muri, Yusuf, Metode Penelitian: Kuantitatif, Kualitatif, dan Penelitian Gabungan,
Jakarta: Kencana, 2014.
Sudaryono, Educational Research Methodology Panduan Lengkap: Teori, Aplikasi,
dan Contoh Kasus, Jakarta: Lentera Ilmu Cendekia, 2014. Sujarweni
Wiratna V, Metodologi Penelitian Lengkap, Praktis dan Mudah Dipahami, Yogyakarta:
PT Pustaka Baru, 2014.
DAFTAR PUSTAKA
CREDITS: This presentation template was created
by Slidesgo, including icons by Flaticon and
infographics & images by Freepik.
SEKIAN
DAN
TERIMAKASIH

MAKALAH TEKNIK SAMPLING | KELOMPOK 7 | 6H | DOSEN YAYUK RAHAYU, SSi, MSi | FARMASI | UMN AL-WHASLIYAH |TA. 2021-2022

  • 1.
    TUGAS PROJECT PROGAM SARJANA PROGAMSTUDI FARMASI FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS MUSLIM NUSANTARA (UMN) AL-WHASLIYAH M E D A N 2022 TEKNIK SAMPLING
  • 2.
    DIPRESENTASIKAN UNTUK MEMENUHITUGAS PROJECT KELOMPOK MATA KULIAH METODOLOGI PENELITIAN FARMASI DOSEN PENGAMPU: YAYUK PUTRI RAHAYU, S.SI., M.SI. OLEH : KELAS - 6H / KELOMPOK 7
  • 3.
    ANGGOTA KELOMPOK –7 : ARIS MUNANDAR 202114015 CHAIRINA MILDA CARECA 192114059 CUT ERIKA MAULYDYA 202114110 INDAH TRI UTAMI HARAHAP 192114072 MIRNA 212114004 PUTRI HAFIZHA 192114090 SITI AISYAH JAMIL 192114023
  • 4.
  • 5.
    BAB I. PENDAHULUAN Dalamsuatu penelitian survei, tidak perlu untuk meneliti semua individu dalam suatu populasi, sebab di samping memakan biaya yang banyak, juga membutuhkan waktu yang lama. Dengan meneliti sebagian dari populasi, diharapkan hasil yang diperoleh akan dapat menggambarkan sifat populasi yang bersangkutan. Untuk dapat mencapai tujuan ini, maka cara- cara pengambilan sebuah sampel harus memenuhi syarat-syarat tertentu. Sebuah sampel harus dipilih sedemikian rupa sehingga setiap satuan unsur mempunyai kesempatan dan peluang yang sama untuk dipilih, dan besarnya peluang tersebut tidak boleh sama dengan nol. Di samping itu, pengambilan sampel secara acak (random) harus menggunakan teknik yang tepat sesuai dengan ciri-ciri populasi dan tujuan penelitian. 1.1 Latar Belakang
  • 6.
    Dalam menentukan teknikpengambilan sampel yang akan diterapkan dalam suatu penelitian, seorang peneliti harus memperhatikan hubungan antara biaya, tenaga, dan waktu di satu pihak, serta tingkat presisi di pihak lain. Jika jumlah biaya, tenaga, dan waktu sudah dibatasi sejak semula, seorang peneliti harus berusaha mendapatkan teknik pengambilan sampel yang menghasilkan presisi tertinggi. Perlu disadari bahwa tingkat presisi yang tinggi tidak mungkin dapat dicapai dengan biaya, tenaga, dan waktu yang terbatas. Di samping itu, perlu diperhatikan pula masalah “efisiensi” dalam memilih teknik pengambilan sampel. Menurut Teken (1965: 39), metode A dikatakan lebih efisien daripada metode B, jika untuk sejumlah biaya, tenaga, dan waktu yang sama, metode A dapat memberikan tingkat presisi yang lebih tinggi; atau untuk tingkat presisi yang sama diperlukan biaya, tenaga, dan waktu yang lebih rendah.
  • 7.
    1. Bagaimnakah penjabaranpopulasi, sampel dan teknik sampling? 2. Apa yang dimaksud dengan lokasi dan waktu penelitian? 1.2 Rumusan Masalah 1.3 Tujuan 1. Untuk mengetahui penjabaran populasi, sampel, dan teknik sampling 2. Untuk mengetahui lokasi dan waktu penelitian
  • 8.
    BAB II. TINJAUANPUSTAKA 2.1 Definisi Populasi, Sampel dan Teknik Sampling 2.1.1 Populasi Populasi adalah keseluruhan jumlah yang terdiri atas obyek atau subyek yang mempunyai karakteristik dan kualitas tertentu yang ditetapkan oleh peneliti dan kemudian ditarik kesimpulannya. Contoh: Penelitian dengan judul analisis pengaruh motivasi kerja terhadap kualitas pelayanan di PT AMANAH Semarang. Populasinya adalah semua karyawan di PT AMANAH Semarang.[1] Menurut Sugiyono (2008: 80), populasi ialah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek/subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang di tetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik simpulan.
  • 9.
    Tujuan utama penarikansampel adalah untuk memperoleh informasi tentang populasi. Oleh karena itu, sejak awal perlu mengidentifikasi dengan baik, maka kesimpulan yang dihasilkan dari suatu penelitian kemungkinan akan keliru. Misalnya, suatu penelitian yang ingin mengetahui profile pembeli mobil potensial. Dalam hal ini yang dijadikan populasi adalah orang dewasa yang memiliki surat ijin mengemudi. Populasi dapat digolongkan dalam dua jenis, yaitu: a) populasi terbatas (definite), yaitu objek penelitian yang dapat di hitung, seperti luas area sawah, jumlah ternak, jumlah murid, dan jumlah mahasiswa; b) populasi tak terbatas ( indefinite ), yaitu objek penelitian yang mempunyai jumlah tak terbatas, atau sulit dihitung jumlahnya; seperti tinta, air, pasir dipantai, padi disawah, atau beras di gudang.
  • 10.
    Populasi akan memberikangambaran yang tepat tentang berbagai kejadian, namun jumlah yang besar, daerah yang luas, variasi yang banyak akan; akan membutuhkan biaya dan waktu yang banyak. Populasi dan sample dalam suatu penelitian mempunyai peranan sentral dan menetukan. Kedua istilah itu merupakan suatu konsep yang mempunyai karakteristik dan sifat – sifat tertentu. Populasi merupakan keseluruhan atribut; dapat berupa manusia, objek, atau kejadaian yang menjadi focus penelitian, sedangkkan sample adalah sebagian dari objek, manusia, atau kejadian yang mewakili populasi.
  • 11.
    2.1.2 Sampel Sampel penelitianmerupakan suatu faktor penting yang perlu diperhatikan dalam penelitian yang kita lakukan. Sampel penelitian mencerminkan dan menentukan seberapa jauh sampel tersebut bermanfaat dalam membuat kesimpulan penelitian. Sampel merupakan suatu bagian dari populasi. Hal ini mencakup sejumlah anggota yang dipilih dari populasi. Dengan demikian dari populasi merupakan sampel ( Sugiyono, 2003). Suatu subjek merupakan suatu anggota tunggal dari sampel, sama halnya dengan elemen yang merupakan anggota tunggal dari populasi. Misalnya jika 100 orang manajer dari total populasi 1000 orang manajer merupakan suatu sampel penelitian, maka setiap manajer dari 100 sampel tersebut merupakan subjek. Dengan kata lain, sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut.
  • 12.
    Sample adalah bagiandari sejumlah karakteristik yang dimiliki oleh populasi yang digunakan untuk penelitian. kesimpulannya akan diberlakukan untuk populasi. Untuk itu sample yang diambil dari populasi harus betul-betul mewakili dan harus valid, yaitu bisa mengukur sesuatu yang seharusnya diukur. CONTOH : Kalau yang ingin diukur adalah semua karyawan PT AMANAH Semarang sedangkan yang dijadikan sample adalah hanya karyawan bagian keuangan saja, maka sample tersebut tidak valid, karena tidak mengukur sesuatu yang seharusnya diukur seharusnya semua bagian tapi harus sesuai syarat teknik sampling.
  • 13.
    Teknik sampling adalahmerupakan teknik pengambilan sample. Untuk menentukan sample yang akan digunakan dalam penelitian, terdapat berbagai teknik sampling yang digunakan. Penarikan sampel merupakan suatu proses pilihan sejumlah elemen dari populasi sehingga dengan mempelajari sampel, suatu pemahaman karakteristik subjek sampel, memungkinkan untuk menggeneralisasi karakteristik elemen populasi. Teknik sampling adalah merupakan teknik pengambilan sampel. Sampling berkenaan dengan strategi untuk mengambil sampel dari populasi. 2.1.3 Teknik Sampling
  • 14.
    2.2 Metode PenarikanSampel Terdapat dua metode penarikan sample: (1) penarikan sample probabilitas (probability sampling), (2) penarikan sample non – probabilitas (non probability sampling). A. Probability Sampling Adalah teknik pengambilan sample yang memberikan peluang yang sama bagi setiap unsur (anggota) populasi untuk dipilih menjadi anggota sample. Teknik ini terdiri dari 3 yaitu : 1. Simple random samplingPengambilan anggota sample dan populasi dilakukan secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada dalam populasi itu. Cara demikian dilakukan bila anggota populasi dianggap homogin.
  • 15.
    2. Proportionate stratifedrandom samplingTeknik ini digunakan bila populasi mempunyai anggota/unsur yang tidak homogen dan berstrata secara proporsional. Suatu organisasi yang mempunyai pegawai dari latar belakang pendidikan berstrata, maka populasi pegawai itu berstrata. Misal jumlah pegawai yang lulus S1 =45, S2=30, STM=800, ST=900, SMEA=400, SD=300. Jumlah sample yang harus diambil meliputi strata pendidikan tersebut. 3. Cluster SamplingTeknik sampling daerah digunakan untuk menentukan sample bila obyek yang akan diteliti atau sumber data sangat luas, misal penduduk dari suatu negara, propinsi atau kabupaten. Untuk menentukan penduduk mana yang akan dijadikan sumber data, maka pengambilan samplenya berdasarkan daerah populasi yang telah ditetapkan.
  • 16.
    4. Stratified RandomSampling Metode penarikan sample berstrata merupakan suatu prosedur penarikan sample berstrata yang dalam hal ini suatu sub sample – sub sample acak sederhana ditarik dari setiap strata yang kurang lebih sama dalam beberapa karakteristik. Ada dua macam penarikan sample berstrata: proporsional dan non – proporsional. Teknik ini membantu menaksir parameter populasi, mungkin terdapat subkelompok elemen yang bisa diidentifikasikan dalam populasi yang dapat di perkirakan memiliki parameter yang berbeda pada suatu variable yang diteliti. 5. Penarikan sample berstrata disproporsionalTekhnik ini digunakan untuk menentukan jumlah sample, bila populasi berstrata tetapi kurang proporsional. Berdasarkan kasus di atas, secara non proporsional sampelnya misalnya untuk wanita ditarik 60% = 60 dan pria 40% = 40. Prinsip penarikan sample non proporsional adalah: (1) semakin besar suatu strata maka semakin besar sample; (2) semakin tinggi variabilitas di dalam suatu sampel, maka semakin besar sampel.
  • 17.
    B. Nonprobability Sampling Penarikansampel non-probabilitas merupakan suatu prosedur penarikan yangbersifat subjektif, dalam hal ini probabilitas pemilihan elemen-elemen populasi tiak dapat ditentukan. Hal ini disebabkan setiap elemen populasi tidak memiliki peluang yang sama untuk dipilih sebagai sampel. Penarikan sampel non-probabilitas bisa menghemat waktu dan biaya karena tidak memerlukan adanya kerangka penarikan sampel (Samping Frame), namun haslnya bisa mengandung bias dan ketidakpastian. Misalnya dalam suatu penelitian terhadap para pengunjung mall. Ada beberapa metode nonprobability sampling, yaitu: a) sytematic sampling; b) area sampling; c) convenience sampling; d) judgemental sampling; e) quota sampling; f) snowball sampling.
  • 18.
    1). Sampling sistematisTeknikpengambilan sample berdasarkan urutan dari anggota populasi yang telah diberi nomor urut. Misal diambil nomor ganjil saja. 2). Sampling kuotaTeknik menentukan sample dari populasi yang mempunyai ciri- ciri tertentu sampai jumlah kouta yang diinginkan. 3). Sampling insidentalTeknik penentuan sampling berdasakan kebetulan, yaitu siapa saja yang secara kebetulan/insidental bertemu dengan peneliti dapat digunakan sebagai sample, bila dipandang orang yang kebetulan ditemui itu cocok sebagai sumber data. 4). Sampling purposiveTeknik penentuan sample dengan pertimbangan atau kriteria-kriteria tertentu.
  • 19.
    5). Sampling jenuhTeknikpenentuan sample bila semua anggota populasi digunakan sebagai sample. Hal ini sering dilakukan bila jumlah populasi relatif kecil, kurang dari 30 orang, atau penelitian yang ingin membuat generalisasi dengan kesalahan yang sangat kecil. Istilah lain sample jenuh adalah sensus, dimana semua anggota populasi dijadikan sample. 6. Snowball sampling Teknik penentuan sample yang mula-mula jumlahnya kecil, kemudian membesar. Ibarat bola salju yang menggelinding yang lama- lama menjadi besar. Dalam penentuan sample, pertama-tama dipilih satu atau dua orang, tetapi karena dengan dua orang ini belum merasa lengkap terhadap data yang diberikan, maka peneliti mencari orang lain yang dipandang lebih tahu dan dapat melengkapi data yang diberikan oleh dua orang sebelumnya. Begitu seterusnya, sehingga jumlah sample semakin banyak.
  • 20.
    3.2 Lokasi danWaktu Penelitian 3.2.1 Lokasi Penelitian Lokasi penelitian adalah tempat dimana penelitian itu dilakukan. Contoh: Untuk penelitian dengan judul analisis pengaruh motivasi kerja terhadap kualitas pelayanan di PT AMANAH Semarang. Populasinya adalah semua karyawan di PT AMANAH Semarang maka lokasi penelitian berada di PT AMANAH Jalan Pemuda No. 21 Semarang. 3.2.2 Waktu Penelitian Waktu penelitian adalah tanggal bulan dan tahun dimana kegitan penelitian tersebut dilakukan. Contoh: Untuk penelitian dengan judul analisis pengaruh motivasi kerja terhadap kualitas pelayanan di PT AMANAH Semarang. Waktu penelitian 1 sampai 31 Juli 2011.
  • 21.
    BAB III. PENUTUP 3.1Kesimpulan Populasi, Sample, Teknik Sampling Populasi adalah keseluruhan jumlah yang terdiri atas obyek atau subyek yang mempunyai karakteristik dan kualitas tertentu yang ditetapkan oleh peneliti dan kemudian ditarik kesimpulannya. Sampel adalah bagian dari sejumlah karakteristik yang dimiliki oleh populasi yang digunakan untuk penelitian. Teknik Sampling adalah Penarikan sampel merupakan suatu proses pilihan sejumlah elemen dari populasi sehingga dengan mempelajari sampel, suatu pemahaman karakteristik subjek sampel, memungkinkan untuk menggeneralisasi karakteristik elemen populasi. Lokasi dan Waktu Penelitian Lokasi penelitian adalah tempat dimana penelitian itu dilakukan. Waktu Penelitian adalah tanggal bulan dan tahun dimana kegitan penelitian tersebut dilakukan.
  • 22.
    3.2 Saran Saran penulisadalah, sebagai manusia biasa kami sadar bahwa pembuatan makalah ini masih jauh dari sempurna. Karena kesempurnaan hanyalah milik Allah SWT, dan kelemahan adalah milik kita sebagai makhluk yang diciptakan-NYA. Maka dengan demikian demi terciptanya makalah yang lebih baik untuk kedepannya, kami mohon sekiranya para pembaca untuk memberikan kritik dan saran yang membangun, semoga Allah SWT senantiasa memberikan petunjuk-Nya kepada kita semua.
  • 23.
    Muri, Yusuf, MetodePenelitian: Kuantitatif, Kualitatif, dan Penelitian Gabungan, Jakarta: Kencana, 2014. Sudaryono, Educational Research Methodology Panduan Lengkap: Teori, Aplikasi, dan Contoh Kasus, Jakarta: Lentera Ilmu Cendekia, 2014. Sujarweni Wiratna V, Metodologi Penelitian Lengkap, Praktis dan Mudah Dipahami, Yogyakarta: PT Pustaka Baru, 2014. DAFTAR PUSTAKA
  • 24.
    CREDITS: This presentationtemplate was created by Slidesgo, including icons by Flaticon and infographics & images by Freepik. SEKIAN DAN TERIMAKASIH