Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.
By :
 Imbuhan (awalan, sisipan, akhiran) ditulis serangkai dengan kata dasar. Contoh:  ▪   Bergeletar  ▪   Dikelola  ▪   Membe...
 Jika kata dasar berbentuk gabungan kata, awalan atau akhiran ditulis serangkai dengan kata yang langsung mengikuti atau ...
 Jika kata dasar berbentuk gabungan kata mendapat awalan dan akhiran sekaligus, unsur gabungan ditulis serangkai. Tanda h...
 Jika salah satu unsur gabungan hanya dipakai dalam kombinasi, gabungan kata ditulis serangkai. Contoh:  ▪   Antarkota  ▪...
   Jika kata dasar huruf awalnya adalah huruf kapital,    diselipkan tanda hubung. Contoh:     non-Indonesia
a) Reduplikasi atas suku kata awal, atau di   sebut juga dwipurwa. Dalam bentuk   perulangan ini vokal dari suku kata awal...
b) Reduplikasi atas seluruh bentuk dasar.    Ulangan ini di sebut ulangan utuh. Ulangan    utuh ada dua macam, yaitu ulang...
c) Reduplikasi yang juga terjadi atas seluruh  suku kata, namun pada salah satu lingganya  terjadi perubahan suara pada su...
d) Reduplikasi dengan mendapat imbuhan, baik  pada lingga pertama maupun pada lingga  kedua. Ulangan macam ini disebut ula...
 Kata ulang berfungsi sebagai alat untuk membentuk jenis kata, dan dapat dikatakan bahwa perulangan sebuah kata akan menu...
a. Mengandung arti banyak yang tak tentu.     Contoh:  Ayah membelikan saya sepuluh buah buku  (banyak tentu)  Buku-buku i...
b. Mengandung arti bermacam-macam.    Contoh: pohon-pohonan             buah-buahan
c. Menyerupai atau tiruan dari sesuatu.  Contoh:      kuda-kudaan               anak-anakan               langit-langit
d. Melemahkan arti, dalam hal ini dapat  diartikan dengan agak.  Contoh:Sifatnya kekanak-kanakan.           Ia berlaku keb...
e. Menyatakan intensitas, baik kualitas, kuantitas,   maupun frekuensi.   i) Intensitas kualitatif:         Pukullah kuat-...
f. Menyatakan arti saling, atau pekerjaan yang   berbalasan.   Contoh:     Keduanya bersalam-salaman.     Dalam perkelahia...
g. Perulangan pada kata bilangan mengandung  arti kolektif.     Contoh: dua-dua                 tiga-tiga                 ...
Ada beberapa kata yang selintas tampaknyaseolah-olah merupakan kata ulang seperti ubur-ubur dan kupu-kupu. Kata-kata kupu-...
Perhatikan kalau gabungan kata itu mendapatkan    imbuhan!   Apabila gabungan kata itu mendapatkan    awalan atau akhiran...
   Apabila gabungan kata itu mendapatkan    awalan dan akhiran, penulisan gabungan    kata harus serangkai dan tidak dibe...
   Gabungan kata yang sudah dianggap satu kata.    Dalam bahasa Indonesia ada gabungan kata yang    sudah dianggap padu b...
   Gabungan kata yang salah satu unsurnya tidak dapat berdiri    sendiri sebagai satu kata yang mengandung arti penuh, un...
Perhatikan gabungan kata berikut!   1. Jika unsur terikat itu diikuti oleh kata yang huruf awalnya kapital, di antara   ke...
Kata turunan kata ulang dan gabungan kata
Kata turunan kata ulang dan gabungan kata
Kata turunan kata ulang dan gabungan kata
Kata turunan kata ulang dan gabungan kata
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Kata turunan kata ulang dan gabungan kata

19,730 views

Published on

@STMI Industrial Management College of Indonesia

Published in: Education
  • Login to see the comments

  • Be the first to like this

Kata turunan kata ulang dan gabungan kata

  1. 1. By :
  2. 2.  Imbuhan (awalan, sisipan, akhiran) ditulis serangkai dengan kata dasar. Contoh: ▪ Bergeletar ▪ Dikelola ▪ Membeli ▪ Melompat ▪ Berlari ▪ Dan masih banyak lagi
  3. 3.  Jika kata dasar berbentuk gabungan kata, awalan atau akhiran ditulis serangkai dengan kata yang langsung mengikuti atau mendahuluinya. Tanda hubung boleh digunakan untuk memperjelas. Contoh: ▪ Bertepuk tangan ▪ Garis bawahi ▪ Menganak sungai ▪ Lipat gandakan ▪ Sangkut pautkan
  4. 4.  Jika kata dasar berbentuk gabungan kata mendapat awalan dan akhiran sekaligus, unsur gabungan ditulis serangkai. Tanda hubung boleh digunakan untuk memperjelas. Contoh: ▪ Menggarisbawahi ▪ dilipatgandakan. ▪ Menganakemaskan ▪ Memberitahukan ▪ Menyamaratakan
  5. 5.  Jika salah satu unsur gabungan hanya dipakai dalam kombinasi, gabungan kata ditulis serangkai. Contoh: ▪ Antarkota ▪ mancanegara. ▪ Mahasiswa ▪ Ekstrakurikuler ▪ Pancasila ▪ Biokimia
  6. 6.  Jika kata dasar huruf awalnya adalah huruf kapital, diselipkan tanda hubung. Contoh: non-Indonesia
  7. 7. a) Reduplikasi atas suku kata awal, atau di sebut juga dwipurwa. Dalam bentuk perulangan ini vokal dari suku kata awal mengalami pelemahan dan bergeser ke posisi tengah menjadi e. Contoh: tatangga > tetangga luluhur > leluhur luluasa > leluasa
  8. 8. b) Reduplikasi atas seluruh bentuk dasar. Ulangan ini di sebut ulangan utuh. Ulangan utuh ada dua macam, yaitu ulangan atas bentuk dasar yang berupa kata dasar atau disebut juga dwilingga, dan ulangan atas bentuk dasar berupa kata jadian berimbuhan. Contoh: rumah > rumah-rumah kejadian > kejadian-kejadian anak > anak-anak pencuri > pencuri-pencuri
  9. 9. c) Reduplikasi yang juga terjadi atas seluruh suku kata, namun pada salah satu lingganya terjadi perubahan suara pada suatu fonem atau lebih. Perulangan macam ini disebut dwilingga salin suara. Contoh: gerak-gerak > gerak-gerik sayur-sayur > sayur-mayur
  10. 10. d) Reduplikasi dengan mendapat imbuhan, baik pada lingga pertama maupun pada lingga kedua. Ulangan macam ini disebut ulangan berimbuhan. Contoh: bermain-main berkejar-kejaran melihat-lihat tarik-menarik.
  11. 11.  Kata ulang berfungsi sebagai alat untuk membentuk jenis kata, dan dapat dikatakan bahwa perulangan sebuah kata akan menurunkan jenis kata yang sama seperti bila kata itu tidak diulang.
  12. 12. a. Mengandung arti banyak yang tak tentu. Contoh: Ayah membelikan saya sepuluh buah buku (banyak tentu) Buku-buku itu telah kusimpan dalam lemari (banyak tak tentu)
  13. 13. b. Mengandung arti bermacam-macam. Contoh: pohon-pohonan buah-buahan
  14. 14. c. Menyerupai atau tiruan dari sesuatu. Contoh: kuda-kudaan anak-anakan langit-langit
  15. 15. d. Melemahkan arti, dalam hal ini dapat diartikan dengan agak. Contoh:Sifatnya kekanak-kanakan. Ia berlaku kebarat-baratan. Orang itu sakit-sakitan.
  16. 16. e. Menyatakan intensitas, baik kualitas, kuantitas, maupun frekuensi. i) Intensitas kualitatif: Pukullah kuat-kuat. Belajarlah segiat-giatnya. ii) Intensitas kuantitatif: kuda-kuda rumah-rumah. iii) Intensitas frekuentatif: Ia menggeleng-gelengkan kepalanya. Ia mondar-mandir sejak tadi.
  17. 17. f. Menyatakan arti saling, atau pekerjaan yang berbalasan. Contoh: Keduanya bersalam-salaman. Dalam perkelahian itu terjadi tikam- menikam antara kedua orang tersebut.
  18. 18. g. Perulangan pada kata bilangan mengandung arti kolektif. Contoh: dua-dua tiga-tiga lima-lima
  19. 19. Ada beberapa kata yang selintas tampaknyaseolah-olah merupakan kata ulang seperti ubur-ubur dan kupu-kupu. Kata-kata kupu-kupu danubur-ubur keseluruhannya merupakan katadasar, bukan kata ulang. Dalam pemakaiansehari-hari dalam bahasa Indonesia tidakterdapat bentuk seperti ubur dan kupu. contoh lainnya : Laba-laba Undur-undur
  20. 20. Perhatikan kalau gabungan kata itu mendapatkan imbuhan! Apabila gabungan kata itu mendapatkan awalan atau akhiran saja, awalan atau akhiran itu harus dirangkai dengan kata yang dekat dengannya. kata lainnya tetap ditulis terpisah dan tidak diberi tanda hubung. Contoh:berterima kasih bertanda tangan tanda tangani
  21. 21.  Apabila gabungan kata itu mendapatkan awalan dan akhiran, penulisan gabungan kata harus serangkai dan tidak diberi tanda hubung. Contoh:menandatangani pertanggungjawaban mengkambinghitamkan
  22. 22.  Gabungan kata yang sudah dianggap satu kata. Dalam bahasa Indonesia ada gabungan kata yang sudah dianggap padu benar. Arti gabungan kata itu tidak dapat dikembalikan kepada arti kata-kata itu. Contoh: sukarela kepada segitiga padahal matahari barangkali
  23. 23.  Gabungan kata yang salah satu unsurnya tidak dapat berdiri sendiri sebagai satu kata yang mengandung arti penuh, unsur itu hanya muncul dalam kombinasinya. Contoh: tunanetra tunawisma narasumber dwiwarna perilaku pascasarjanaKata tuna berarti tidak punya, tetapi jika ada yang bertanya, “Kamu punya uang?” kita tidak akan menjawabnya dengan “tuna”. Begitu juga dengan kata dwi, yang berarti dua, kita tidak akan berkata, “saya punya dwi adik laki-laki.” Karena itulah gabungan kata ini harus ditulis dirangkai.
  24. 24. Perhatikan gabungan kata berikut! 1. Jika unsur terikat itu diikuti oleh kata yang huruf awalnya kapital, di antara kedua unsur itu diberi tanda hubung. Contoh: non-Indonesia SIM-ku KTP-mu 2. Unsur maha dan peri ditulis serangkai dengan unsur yang berikutnya, yang berupa kata dasar. Namun dipisah penulisannya jika dirangkai dengan kata berimbuhan. Contoh: Mahabijaksana Mahatahu Mahabesar Maha Pengasih Maha Pemurah peri keadilan peri kemanusiaan Tetapi, khusus kata ESA, walaupun berupa kata dasar, gabungan kata maha dan esa ditulis terpisah => Maha Esa.

×