PENGERTIAN LOGIKA dan     SILOGISME
PENGERTIAN LOGIKA Istilah logika berasal dari kata “logos”  (bahasa Yunani) yang berarti kata  atau pikiran yang benar ( ...
 Dalam arti luas logika adalah sebuah  metode dan prinsip-prinsip yang dapat  memisahkan secara tegas antara  penalaran  ...
 Logika mempunyai tujuan untuk  memperjelas isi suatu istilah. Fungsi logika diantaranya adalah  untuk membedakan satu i...
Dasar – Dasar Logika Konsep bentuk logis adalah inti dari  logika. Konsep         itu         menyatakan  bahwa kesahiha...
   Dasar – dasar logika terbagi dua, yaitu    :    ◦ Penalaran Induktif - logika induktif :      penalaran    yang      b...
Contoh : a)   Setiap mamalia punya sebuah      jantung b)   Semua kuda adalah mamalia      ∴ Setiap kuda punya sebuah     ...
◦ Penalaran Deduktif - logika deduktif :  penalaran    yang    membangun       atau  mengevaluasi argumen deduktif.  Dinya...
Penalaran deduktif adalah kegiatan berpikir yang merupakan kebalikan dari penalaran induktif.Contoh : a) Kuda Sumba punya ...
Deduktif                      Induktif                            Jika premis benar,Jika semua premis benar               ...
SILOGISME Silogisme adalah suatu proses  penarikan kesimpulan secara deduktif. Silogisme adalah proses logis yang  terdi...
   Silogisme terbagi menjadi tiga, yaitu :    ◦ Silogisme Katagorik,    ◦ Silogisme Hipotetik , dan    ◦ Silogisme Disyun...
a). Silogisme Katagorik   Silogisme Katagorik : Silogisme    yang semua proposisinya merupakan    katagorik.    Contoh :a...
b). Silogisme Hipotetik Silogisme Hipotetik : argumen yang  premis mayornya berupa proposisi  hipotetik, sedangkan premis...
◦ Silogisme hipotetik yang premis minornya  mengakui bagian konsekuennya.Contoh : Bila hujan, bumi akan basah.           S...
◦ Silogisme hipotetik yang premis minornya  mengingkari bagian konsekuennya.Contoh :  Bila mahasiswa turun ke jalanan, pih...
c). Silogisme Disyungtif Silogisme Disyungtif : silogisme  yang premis mayornya keputusan  disyungtif,    sedangkan      ...
Contoh :Hasan di rumah atau di pasarTernyata tidak di rumah.Jadi di pasar.
KESIMPULAN Dalam arti luas logika adalah sebuah  metode dan prinsip-prinsip yang dapat  memisahkan      secara      tegas...
 Dasar – dasar logika terbagi menjadi dua,  yaitu penalaran induktif dan penalaran  deduktif. Silogisme adalah suatu pro...
   Silogisme hipotetik      terbagi     menjadi    empat, yaitu :    ◦ silogisme hipotetik yang premis    minornya      m...
Referensi http://www.gudangmateri.com/2011/06/ma  cam-silogisme-dalam-logika.html http://id.wikipedia.org/wiki/Logika S...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Pengertian logika dan silogisme

12,516 views

Published on

Published in: Education
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
12,516
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
169
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Pengertian logika dan silogisme

  1. 1. PENGERTIAN LOGIKA dan SILOGISME
  2. 2. PENGERTIAN LOGIKA Istilah logika berasal dari kata “logos” (bahasa Yunani) yang berarti kata atau pikiran yang benar ( Bakry, 1981 : 18). Dalam Kamus Filsafat, logika yang dalam bahasa Inggris “logic”. Latin “logica”, Yunani “logike” atau “logikos” berarti apa yang dapat dimengerti atau akal budi yang berfungsi baik, teratur, dan sistematis (Bagus, 1996: 519).
  3. 3.  Dalam arti luas logika adalah sebuah metode dan prinsip-prinsip yang dapat memisahkan secara tegas antara penalaran yang benar dengan penalaran yang salah (Kusumah, 1986 : 2 ). Logika sebagai cabang filsafat membicarakan aturan-aturan berpikir agar dapat mengambil kesimpulan yang benar. Menurut Louis O. Kattsoff (1986:71)
  4. 4.  Logika mempunyai tujuan untuk memperjelas isi suatu istilah. Fungsi logika diantaranya adalah untuk membedakan satu ilmu dengan yang lainnya jika objeknya sama dan menjadi dasar ilmu pada umumnya dan falsafah pada khususnya (Kasmadi, dkk. 1990 : 45).
  5. 5. Dasar – Dasar Logika Konsep bentuk logis adalah inti dari logika. Konsep itu menyatakan bahwa kesahihan (validitas) sebuah argumen ditentukan oleh bentuk logisnya, bukan oleh isinya. Ini menununjukkan logika menjadi alat untuk menganalisis argumen, yakni hubungan antara kesimpulan dan bukti atau bukti-bukti yang diberikan
  6. 6.  Dasar – dasar logika terbagi dua, yaitu : ◦ Penalaran Induktif - logika induktif : penalaran yang berangkat dari serangkaian fakta-fakta khusus untuk mencapai kesimpulan umum. Penalaran secara induktif dimulai dengan mengemukakan pernyataan-pernyataan yang mempunyai ruang lingkup yang khas dan terbatas dalam menyusun argumentasi yang diakhiri dengan pernyataan yang bersifat umum.
  7. 7. Contoh : a) Setiap mamalia punya sebuah jantung b) Semua kuda adalah mamalia ∴ Setiap kuda punya sebuah jantung
  8. 8. ◦ Penalaran Deduktif - logika deduktif : penalaran yang membangun atau mengevaluasi argumen deduktif. Dinyatakan deduktif jika kebenaran dari kesimpulan ditarik atau merupakan konsekuensi logis dari premis-premisnya. Sebuah argumen deduktif dinyatakan valid jika dan hanya jika kesimpulannya merupakan konsekuensi logis dari premis-premisnya.
  9. 9. Penalaran deduktif adalah kegiatan berpikir yang merupakan kebalikan dari penalaran induktif.Contoh : a) Kuda Sumba punya sebuah jantung b) Kuda Australia punya sebuah jantung c) Kuda Amerika punya sebuah jantung d) Kuda Inggris punya sebuah jantung ∴ Setiap kuda punya sebuahjantung
  10. 10. Deduktif Induktif Jika premis benar,Jika semua premis benar kesimpulan mungkin benar,maka kesimpulan pasti benar tapi tak pasti benar.Semua informasi atau fakta Kesimpulan memuatpada kesimpulan sudah ada, informasi yang tak ada,sekurangnya secara implisit, bahkan secara implisit, dalamdalam premis. premis.
  11. 11. SILOGISME Silogisme adalah suatu proses penarikan kesimpulan secara deduktif. Silogisme adalah proses logis yang terdiri dari tiga proposisi. Dua proposisi pertama merupakan premis-premis atau titik tolak penyimpulan silogistis. Sedangkan proposisi ketiga merupakan kesimpulan yang ditarik dari kedua proposisi pertama.
  12. 12.  Silogisme terbagi menjadi tiga, yaitu : ◦ Silogisme Katagorik, ◦ Silogisme Hipotetik , dan ◦ Silogisme Disyungtif.
  13. 13. a). Silogisme Katagorik Silogisme Katagorik : Silogisme yang semua proposisinya merupakan katagorik. Contoh :a). Semua Tanaman membutuhkan air (premis mayor)b). Akasia adalah Tanaman (premis minor) ∴ Akasia membutuhkan air (konklusi)
  14. 14. b). Silogisme Hipotetik Silogisme Hipotetik : argumen yang premis mayornya berupa proposisi hipotetik, sedangkan premis minornya adalah proposisi katagorik. Ada 4 (empat) macam tipe silogisme hipotetik: ◦ Silogisme hipotetik yang premis minornya mengakui bagian antecedent. Contoh : Jika hujan, saya naik becak. Sekarang hujan. Jadi, saya naik becak.
  15. 15. ◦ Silogisme hipotetik yang premis minornya mengakui bagian konsekuennya.Contoh : Bila hujan, bumi akan basah. Sekarang bumi telah basah. Jadi, hujan telah turun.- Silogisme hipotetik yang premis minornya mengingkari antecedent.Contoh : Jika politik pemerintah dilaksanakan dengan paksa, maka kegelisahan akan timbul. Politik pemerintahan tidak dilaksanakan dengan paksa, Jadi kegelisahan tidak akan timbul.
  16. 16. ◦ Silogisme hipotetik yang premis minornya mengingkari bagian konsekuennya.Contoh : Bila mahasiswa turun ke jalanan, pihak penguasa akan gelisah Pihak penguasa tidak gelisah. Jadi mahasiswa tidak turun ke jalanan.
  17. 17. c). Silogisme Disyungtif Silogisme Disyungtif : silogisme yang premis mayornya keputusan disyungtif, sedangkan premis minornya kategorik yang mengakui atau mengingkari salah satu alternatif yang disebut oleh premis mayor. Seperti silogisme hipotetik, istilah premis mayor dan premis minor adalah secara analog bukan yang semestinya.
  18. 18. Contoh :Hasan di rumah atau di pasarTernyata tidak di rumah.Jadi di pasar.
  19. 19. KESIMPULAN Dalam arti luas logika adalah sebuah metode dan prinsip-prinsip yang dapat memisahkan secara tegas antara penalaran yang benar dengan penalaran yang salah. Logika mempunyai tujuan untuk memperjelas isi suatu istilah. Fungsi logika diantaranya adalah untuk membedakan satu ilmu dengan yang lainnya jika objeknya sama dan menjadi dasar ilmu pada umumnya dan falsafah
  20. 20.  Dasar – dasar logika terbagi menjadi dua, yaitu penalaran induktif dan penalaran deduktif. Silogisme adalah suatu proses penarikan kesimpulan secara deduktif. Silogisme terbagi menjadi tiga, yaitu Silogisme Katagorik, Silogisme Hipotetik , dan Silogisme Disyungtif.
  21. 21.  Silogisme hipotetik terbagi menjadi empat, yaitu : ◦ silogisme hipotetik yang premis minornya mengakui bagian antecedent. ◦ Silogisme hipotetik yang premis minornya mengakui bagian konsekuennya. ◦ Silogisme hipotetik yang premis minornya mengingkari antecedent. ◦ Silogisme hipotetik yang premis minornya mengingkari bagian konsekuennya.
  22. 22. Referensi http://www.gudangmateri.com/2011/06/ma cam-silogisme-dalam-logika.html http://id.wikipedia.org/wiki/Logika Suriasumantri, Jujun S. 1996. Filsafat Ilmu. Sebuah Pengantar Populer. Jakarta : Pustaka Sinar Harapan. Baktiar, Amsal. 2004. Filsafat Ilmu. Jakarta : Raja Grafindo Persada. Surajio. 2009. Filafat ilmu dan perkembangannya di indonesia. Jakarta : Bumi Aksara.

×