FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU 
PENDIDIKAN MATEMATIKA 
UNIVERSITAS RIAU KEPULAUAN 
MATA KULIAH: 
METODOLOGI PENDIDIKAN 
3 SKS 
DOSEN PENGAMPU: 
AGUS SYARIR
KELOMPOK 1 
Delima panjaitan ( 09.0.05.148) 
Butet ita mahulae (09.0.05.187) 
Desi Pabaru ( 09.0.05.174) 
Subanul Waton ( 09.0.05.164) 
Rina safitri ( 09.0.05.133)
Ruang Lingkup & Tujuan Penelitian 
pendidikan 
PENDAHLUAN 
I. PENGERTIAN PENELITIAN 
Penelitian Merupakan suatu proses mengumpulkan 
dan menganalisis data atau informasi secara 
sitematis sehingga menghasilkan kesimpulan yang 
sah yang biasa mengunakan metode ilmiah.
II.PENGERTIAN MEDOTE ILMIAH 
Metode ilmiah adalah suatu metode yang memiliki urutan atau 
berjenjang dan logis. 
A.LANGKAH –LANGKAH PENULISANNYA 
1. Mengenali dan menentukan masalah yang akan di teliti 
2. Mengkajih teori yang sudah ada yang relevan dengan maslah 
yang hendak di teleti 
3. Mengajukan hipotesis atau pertanyaan penelitian 
4. Menbuat desain penelitian untuk menguji hipotesis tersebut 
5. Mengumpulkan data dengan terprosedur sesuai dengan 
desain penelitian 
6. Menganalisis data 
7. Menginterperetasikan data dan menarik kesimpulan
II. HASIL PENELITIAN 
Hasil dari sebuah penelitian dapat di katakan sebagai 
pengetahuan ilmiah jika memiliki kararteristik 
objektif,bahasa jelas,dapat diverifikasi(dibuktikan 
ulang oleh peneliti lain), dan empirik( memiliki data 
yang jelas). 
A. Objektif 
artinya proses pengumpulan dan analisis data yang 
mungkin akan di lakukan ulang harus dapat 
menginterprestasikan hasil penelitian yang sama 
dengan penelitian yang sebelumnya, sehingga di 
perlukan kecermatan yang tinggi untuk melakukan 
penelitian ilmiah agar hasil penelitian itu dapat 
benar-benar handal dan dapat di percaya.
B. Bahasa yang jelas 
Kejelasan bahasa yang digunakan (presisi atau 
akurasi) merupakan suatu aspek kedua yang perlu 
diperhatikan dalam penelitian,semua ungkapan-ungkapan 
teknis yang digunakan tidak boleh 
membingungkan pembaca, karna pengertian 
didalam dunia penelitian dengan dunia orang awam 
sangat lah berbeda jadi untuk mengidahkan prisip 
kejelasan bahasa ini kita dapat membuat suatu 
definis operasional yaitu suatu istilah-istilah yang 
akan digunakan dalam penelitiannya.
C. Dapat diverifikasi 
Artinya infomasi yang di hasilkan dari penelitian tersebut 
terbuka bagi publik untuk ditelaah kembali dan dikritik, 
dikonfirmasi atau ditolak oleh peneliti lain. 
Dalam keterbukaannya untuk diverifikasi terkait dengan 
aspek objektifitas dan kejelasannya. 
D. Empirik 
1.Bagi orang awan pengertian emperis itu adalah suatu 
anggapan yang menyatakan bahwa sesuat uinfomasi itu 
sudah benar adanya jika dianggap berjalan dengan 
baik tanpa perlu mempertanyakan alasan mengapa 
informasi itu dikatakan benar,sebab jika hal itu tidak 
benar maka ia tidak akan berjalan dengan baik.
2. Bagi Peneliti emperis itu merupakan suatu 
pengalaman praktis atau pengalaman pribadi 
peneliti yang di tuangkan dalam sebuah karya 
ilmiah yang dilengkapi dengan bukti dan fakta real.
Perbedaan metode ilmiah dengan non-ilmiah 
METODE ILMIAH METODE NON-ILMIAH 
Permasalahan harus dirumuskan secara 
jelas,spesifik,dan nampak variabel-variebel 
yang di teliti 
Permasalahan yang dipertanyakan sering tidak 
jelas, tapi bersifat umum dan sumir. 
Jawaban yang diberikan terhadap 
permasalahan harus didukung dengan fakta 
Jawaban apa pun tidak perlu didukung data 
Proses pengumpulan data , analisis data, dan 
penyimpulan harus dilakukan dengan logis dan 
benar 
Tidak ada proses pengumpulan data atau 
analisis data, meskipun mungkin ditutup 
dengan kesimpulan 
Kesimpulan siap di uji siapa pun yang 
meragukan validitasnya 
Pengujian terhadap kesimpulan boleh 
dilakukan ataupun tidak dilakukan tanpa 
membawa akibat yang berarti bagi kesipulan 
apapun 
Hanya digunakan untuk mengkaji hal-hal yang 
diamati , dapat diukur dan empiris 
Boleh saja digunakan untuk mengkaji hal apa 
pun termasuk yang paling misterius, 
supranatural dan dogmatis.
III. PENELITIAN PENDIDIKAN 
Penelitian pendidikan adalah suatu upaya ilmiah 
untuk memahami masalah-masalah pendidikan dan 
penomena-fenomena yang sedang terjadi di dalam 
dunia pendidikan baik formal, nonformal maupun 
informal , seperti tingkat putus sekolah, kecepatan 
belajar , motivasi belajar, dan sebagainya.
A. Ruang Lingkup 
Ruang lingkup penelitian pendidikan sangatlah luas karean 
pendidikan sendiri merupakan bidang yang sangat erat 
hubungannya dengan disiplin ilmu lain seperti 
psikologi,sosiologi,antropologi politik,ekonomi dan 
sebagainya. 
Contohnya : pengembangan sumber daya manusia, 
difusi,otoritas,efektivitas biaya, konsep diri dan budaya dalam 
praktik pendidikan di lapangan. 
Penelitian pendidikan pada mulanya berorientasi pada 
pendekatan behavioristik dan observasi –partisipasif dalam 
antropologi, dan analisis ekonomi pendidikan. 
Contohnya tentang kajian pendidikan matematikan , dapat 
dilakukan dengan pendekatan survei kebutuhan atau 
kelayakan kurikulum yang akan digunakan,pendekatan 
observasi nya langsung terhadap interaksi antara guru dan 
siswa di kelas, pendekatan eksperimentalnya berbagi jenis 
bahan ajar adan efeknya terhadap prestasi siswa terhadap 
hasil belajar yang telah dicapainya.
B.Keterbatasn 
1. Manusia 
pengetahuai si peneliti untuk mengagali informasi 
tentang pengetahuan si peneliti semula, karna 
konsepnya adalah manusia yang akan di teliti 
keberagaman manusia serta elemen- elemen 
situasional sangat mempengaruhi hasil dari 
penelitian harus benar-benar di perhatikan. 
2. Metodologi yang digunakan 
Harus benar – benar kompleks karna konsep yang 
akan di ukur mencakup intelejensi, prestasi, gaya 
kepemimpinan, kelompok interaktif , validitas dan 
kredibilitas alat ukur yang digunakan .
C . Fungsi 
1. Sudut Perkembangan Teori 
Teori yang disimpulkan dari suatu penelitian harus mampu 
mengikuti pekerbangan Zaman , karna fungsi dari penelitian 
pendidikan itu sendiri adalah dapat memperbaiki, 
menyempurnakan, memperkaya, atau kadang merobak 
teori-teori yang sudah ada sehingga kita dapat memperoleh 
teori yang lebih baik lagi. 
2. Sudut Praktik 
Mc Millan dan Schumacher (1983) 
“Untuk memahami fungsi penelitian dari sudut praktik 
maupun teori kita dapat mengklasifikasikan hasil dari 
penelitian itu kedalam 3 tipe yang mempunyai fungsi yang 
berbeda satu sama lain yakni dasar, terapan,evaluasi, 
sehingga kita dapat membedakan ketiga tipe itu dari sudut 
topik, tujuan,tingkat generalisai dan kegunaan.
D. Manfaat 
Maanfaat yang akan kita harapkan dari hasil 
penelitian tersebut. 
Ada 2 Pendekatan yang dapat digunakan untuk 
mengetahui manfaat dari suatu penelitian 
pendidikan. 
1. Pendekatan Teoretis 
pendekatan yang dilakukan dengan mengkaji 
setiap aspek-aspek yang terkandung di dalam hasil 
penelitian tersebut dengan mengunakan asumsi – 
asumsi pengembangan sistem pendidikan yang 
memerlukan perencanaan yang masak, logis dan 
teliti.
Ali (1982) Menyebutkan paling tidak ada 4 manfaat hasil 
penelitian pendidikan , yaitu : 
a. Sebagai peta yang dapat menggambarkan tentang keadaan 
pendidikan dan melukiskan tentang kemampuan sumber 
daya ,kemungkinan pengembangann serta hambatan-hambatan 
yang di hadapi atau mungkin ditemukan dalam 
penyelenggaraannya. 
b. Sebagai diagnosis dalam mencari sebab kegagalan serta 
maslah yang dihadapi dalam pelaksanaan pendidikan 
sehingga dengan mudah dapat di cari upaya 
penanggulangannya. 
c. Sebagai saranan untuk menyusun kebijakan dalam 
menyusun startegi pengembangan pendidikan. 
d. Sebagai masukan yang memberikan gambaran tentang 
kemampuan dalam pembiayaan, peralatan,perbeklan, serta 
kerja baik yang kuantitas maupun kualitas sangatlah 
berperan bagi keberhasilan dalam bidang pendidikan.
2. Pendekatan kontribusi lapangan 
Dilakukan untuk mendapatkan hasil yang lebih 
konkret tentang manfaat penelitian pendidikan itu 
sendiri. 
Borg and Gall ( 1993) 
“Ada dua bentuk kontribusi yang dapat diberikan yaitu 
kontribusi terhadap ilmu pendidikan itu sendiri dan 
kontribusi yang memiliki dampak dalam praktek-praktek 
pendidikan”.
PERUMUSAN MASALAH 
I. MENGIDENTIFIKASI MASALAH 
yaitu suatu upaya menemukan masalah-masalah 
apa saja yang hendak di teliti yang membutuhkan 
jawaban yang konkret dan logis. 
II. PEDOMAN DALAM MENGIDENTIFIKASI MASALAH 
A. Apakah masalah itu layak untuk di teliti?? 
B. Apakah penelitian itu bernilai teoristis dan 
praktis?? 
C. Apakah hasil penelitian itu realistis??
III. MEMFOKUSKAN MASALAH 
Yaitu suatu tahap memilih dan menentukan masalah 
yang diminati dan menguraikan masalah yang 
secara khusus menjadi sesuatu yang lebih spesiifik, 
sehingga kita tidak terlalu menghabiskan banyak 
pada waktu studi literature. 
Cara untuk memfokuskan masalah: 
Dapat mengunakan pendekatan sistematis dengan 
melakukan klasifikasi masalah yang akan dibahas.
Contoh pengklasifikasian masalah menurut 
“TUCKMAN (1978)’’ 
A. Model satu dimensi = Membatasi masalah yang 
akan di teliti dengan pernyataan. 
Kesempatan dan kebutuhan masyarakat akan pendidikan 
Pengembangan Kurikulum 
Program Edukatif 
Alat dan Bahan Intruksional 
Metode pengajaran dan proses pembelajaran 
Konseling 
Perlengkapan dan Fasilitas Pendidikan 
Pendidikan Guru 
Supervisi dan Administrasi 
Evaluasi dan Metodologi Pendidikan
B. Model tiga dimensi 
Masukan Organisasi dan 
Aktivitas intruksional 
Keluaran 
Calon Siswa Seleksi Pemenuhan 
Kebutuhan Masyarakat 
Calon Guru Program Pemenuhan 
Kebutuhan Individu 
Sikap Kurikulum Perubahan Sikap 
Lapangan Kerja Hubungan Siawa- Guru Perubahan Sosial 
Kaitan Kelembagaan Organisasi Konpetensi 
Kebijakan 
Jasa
IV. MERUMUSKAN MASALAH 
A. Bersifat membatasi agar aspek yang diteliti tidak melebar ke 
mana-mana. 
B. Mengapresiasikan aspek yang hendak dikaji tersebut dalam 
bentuk pernyataan atau pertanyaan yang spesifik. 
Banyak peneliti lebih setuju untuk merumuskan masalahnya 
dalam bentuk pertanyaan, karena lebih memberikan kesan 
yang tajam dan langsung. 
Contohnya: 
1. Masalah yang akan diteli adalah dampak pengajaran 
matematika dengan menggunakan komputer sebagai alat 
bantu pengajaran terhadap prestasi belajar matematika 
pada siswa kelas 4 SD di Desa Maju. 
2. Apakah dampak penggunaan komputer sebagai alat bantu 
pengajaran terhadap prestasi belajar matematika siswa kelas 
4 SD di Desa Maju?
PERUMUSAN TUJUAN 
I. TUJUAN PENELITIAN 
Tujuan dari suatu penelitian itu harus jelas dan 
spesifik karena keseluruhan aktivitas dan tahapan-tahapan 
penelitian seperti penentuan 
sampel,penyusunan instrument,teknik 
pengumpulan data,pengolahan data harus benar-benar 
tepat agar tidak menghabiskan waktu , 
tenaga dan dapat meminimalisasikan dana yang 
dikeluarkan.
II. FUNGSI TUJUAN 
Sebagai arah, petunjuk atau pengontrol yang 
memandu agar seluruh tahapan-tahapan aktivitas 
penelitian yang akan dilakukan tidak menyimpang 
karena tujuan merupakan titik sentral yang menjadi 
acuan dari seluruh aktivitas proses penelitian yang 
sebenarnya akan diteliti maka dari itu kita sudah 
harus memperkirakan gambaran tentang 
keseluruhan hasil yang akan di capai yang dilihat 
dari segi materi dan aspek-aspek persiapan 
pelaksanaan penelitian dilapangan. 
Tujuan penelitian dikatakan baik jika seluruh tujuan 
tersebut relevan dengan masalah penelitian.
III. TEKNIK MERUMUSKAN TUJUAN 
Tujuan penelitian dapat dirumuskan langsung dalam 
bentuk butir-butir tujuan atau dirumuskan dalam 
bentuk tujuan umum terlebih dahulu kemudian 
baru merincikannya dalam bentuk butir yang lebih 
spesifik.
Contoh perumusan tujuan penelitian 
Masalah Tujuan 
Apakah dampak penggunakan 
komputer sebagai alat bantu 
pengajaran terhadap prestasi 
belajar matematika siswa kelas 4 
SD di Desa Maju? 
Mengetahui dampak penggunakan 
komputer sebagai alat bantu 
pengajaran terhadap prestasi 
belajar matematika siswa kelas 4 SD 
d Desa Maju? 
Apakah hubungan IQ dengan 
prestasi belajar siswa kelas 6 SD di 
Kecamatan Mekarsari? 
Mengetahui hubungan IQ Dengan 
prestasi belajar siswa kelas 6 SD di 
Kecamatan Mekarssari 
Apakah hubungan jumlah jam 
mononton TV dengan agresivitas 
siswa ? 
Mengetahui hubungan jumlah jam 
mononton TV dengan agresivitas 
siswa SD di jakarta.
IV . KATEGORI TUJUAN 
A. Eksplorasi 
Fokus kajian yang diteliti karena topik yang diteliti 
relatif baru atau sam sekali belum pernah diteliti, 
dan biasanya secara tipikal menunjukkan adanya 
keingintahuan yang besar dari si peneliti untuk 
memahami atau mengkaji lebih dalam suatu 
fenomena tertentu . 
B. Deskripsi 
Melukiskan atau menggambarkan secara verbal 
dan grafis terhadap situasi atau peristiwa yang di 
amati secara terperinci,cermat dan ilmiah.
C. Eksplanasi 
Fokus masalahnya adalah penelitian mencari jawaban 
atas pertanyaan mengapa , contoh nya ‘’mengapa 
siswa yang menggunakan alat bantu komputer 
mempunyai prestasi belajar yang lebih baik’’.
HIPOTESIS PENELITIAN 
I. PERUMUSAN HIPOTESIS 
Hipotesis adalah sebuah rumusan jawaban sementara 
atau dugaan yang berdasarkan pada fakta atau teori 
sehingga untuk membuktikannya perlu di uji terlebih 
dahulu dan perumusannya harus mengindahkan 
kaidah-kaidah ilmiah yang sistematis dan rasional. 
II. KARAKTERISTIK HIPOTESIS YANG BAIK 
Beberapa butir-butir tentang karakteristik hipotesis 
yang baik 
A. Rasional 
Hipotesis itu harus mengandung penjelasan yang 
masuk akal atau rasional.
B. Dua variabel atau lebih 
Suatu hipotesis hendaknya mengandung hubungan 
sebab-akibat atau bukan sebab akibat) yang 
diharapkan dari dua variabel atau lebih. 
Dan variabel yang digunakan hendaknya merupakan 
variabel operasional dan terukur. 
Operasional artinya variabel tsb telah didefinisikan 
dengan mengunakan term-term yang sederhana 
dan mudah dipahami sehingga tidak menimbulkan 
salah tafsir bagi orang lain yang kelak mungkin akan 
menggunakan variabel tersebut untuk penelitian 
lebih lanjut.
C.Dapat Di Uji 
Hipotesis yang baik harus dapat di uji di lapangan, oleh karna itu 
sebaiknya ketika merumuskan hipotesis peneliti pada umumnya 
mengharapkan hipotesisnya itu harus terbukti , variabel-variabel 
operasional dan dapat di ukur. 
III. JENIS-JENIS HIPOTESIS 
A. Hipotesis deduktif 
Yaitu hipotesis yang berpola proses logika yang bermula dari hal 
yang bersifat umum kemudian mengarah ke hal yang spesifik. 
Contohnya: semua logam yang di panaskan akan memuai. 
B. Hipotesis induktif 
Yaitu hipotesi yang berpola proses logikan yang bermulai dari hal 
yang spesifik kemudian mengarah ke hal yang 
umum.(generalisasi0 
Contohnya: Emas jika dipanaskan memuai,perak jika dipanaakan 
memuai,besi jika dipanaskan memuai,maka besi,emas dan perak 
adalah logam,dengan demikian semua logam yang dipanaskan 
akan memuai.
C. Hipotesis penelitian 
Hipotesis yang dirumuskan dalam bentuk kalimat 
yang deklaratif,peneliti biasanya menggunakan 
hipotesis ini jika ia mengharapkan adanya 
perbedaan efek dari perlakuan yang ia uji. 
Contohnya: Seorang peneliti mengharapkan adanya 
perubahan kemampuan membaca antara anak 
kelas 1 SD yang mengikuti taman kanak-kanak dan 
yang tidak. 
D. Hipotesis Nol 
Yang disebut juga hipotesis statistik atau hipotesis tak 
langsung yang mengharapkan tidak adanya 
perbedaan efek dari berbagai perlakuan yang akan 
ia teliti..
lll. KONSEKUENSI PEMILIHAN JENIS 
HIPOTESIS 
Kita bebas memilih jenis hipotesis sesuai hasil 
penelitian yang diharapkan, namun dalam 
pemilihannya kita harus konsekuensi terhadap uji 
statistik atau uji signifikan yang kelak akan kita 
gunakan ketika kita mengolah data yang ada. 
Jika kita menggunakan hipotesis penelitian makan uji 
statistika yang kita gunakan adalah two- tailed test 
of siginificance atau uji dua sisi, sedangkan jika anda 
mengunakan hipotesis nol, maka uji statistik yang 
anda gunakan adalah one-tailed test of significance 
atau uji satu sisi.
SEKIAN DAN TERIMA KASIH 
SEGALA SESUATUNYA MUNGKIN DAN DAPAT 
TERJADI & LAYAK UNTUK DITELITI 
SAAT NYA MELAKUKAN BUKAN HANYA 
SEBAGAI PENIKMAT DAN MEMANFAATKAN 
TAPI JUGA MEMPERBAIKI.

Tugaskelompok1metodologipendidikan 120319040405-phpapp02

  • 1.
    FAKULTAS KEGURUAN DANILMU PENDIDIKAN MATEMATIKA UNIVERSITAS RIAU KEPULAUAN MATA KULIAH: METODOLOGI PENDIDIKAN 3 SKS DOSEN PENGAMPU: AGUS SYARIR
  • 2.
    KELOMPOK 1 Delimapanjaitan ( 09.0.05.148) Butet ita mahulae (09.0.05.187) Desi Pabaru ( 09.0.05.174) Subanul Waton ( 09.0.05.164) Rina safitri ( 09.0.05.133)
  • 3.
    Ruang Lingkup &Tujuan Penelitian pendidikan PENDAHLUAN I. PENGERTIAN PENELITIAN Penelitian Merupakan suatu proses mengumpulkan dan menganalisis data atau informasi secara sitematis sehingga menghasilkan kesimpulan yang sah yang biasa mengunakan metode ilmiah.
  • 4.
    II.PENGERTIAN MEDOTE ILMIAH Metode ilmiah adalah suatu metode yang memiliki urutan atau berjenjang dan logis. A.LANGKAH –LANGKAH PENULISANNYA 1. Mengenali dan menentukan masalah yang akan di teliti 2. Mengkajih teori yang sudah ada yang relevan dengan maslah yang hendak di teleti 3. Mengajukan hipotesis atau pertanyaan penelitian 4. Menbuat desain penelitian untuk menguji hipotesis tersebut 5. Mengumpulkan data dengan terprosedur sesuai dengan desain penelitian 6. Menganalisis data 7. Menginterperetasikan data dan menarik kesimpulan
  • 5.
    II. HASIL PENELITIAN Hasil dari sebuah penelitian dapat di katakan sebagai pengetahuan ilmiah jika memiliki kararteristik objektif,bahasa jelas,dapat diverifikasi(dibuktikan ulang oleh peneliti lain), dan empirik( memiliki data yang jelas). A. Objektif artinya proses pengumpulan dan analisis data yang mungkin akan di lakukan ulang harus dapat menginterprestasikan hasil penelitian yang sama dengan penelitian yang sebelumnya, sehingga di perlukan kecermatan yang tinggi untuk melakukan penelitian ilmiah agar hasil penelitian itu dapat benar-benar handal dan dapat di percaya.
  • 6.
    B. Bahasa yangjelas Kejelasan bahasa yang digunakan (presisi atau akurasi) merupakan suatu aspek kedua yang perlu diperhatikan dalam penelitian,semua ungkapan-ungkapan teknis yang digunakan tidak boleh membingungkan pembaca, karna pengertian didalam dunia penelitian dengan dunia orang awam sangat lah berbeda jadi untuk mengidahkan prisip kejelasan bahasa ini kita dapat membuat suatu definis operasional yaitu suatu istilah-istilah yang akan digunakan dalam penelitiannya.
  • 7.
    C. Dapat diverifikasi Artinya infomasi yang di hasilkan dari penelitian tersebut terbuka bagi publik untuk ditelaah kembali dan dikritik, dikonfirmasi atau ditolak oleh peneliti lain. Dalam keterbukaannya untuk diverifikasi terkait dengan aspek objektifitas dan kejelasannya. D. Empirik 1.Bagi orang awan pengertian emperis itu adalah suatu anggapan yang menyatakan bahwa sesuat uinfomasi itu sudah benar adanya jika dianggap berjalan dengan baik tanpa perlu mempertanyakan alasan mengapa informasi itu dikatakan benar,sebab jika hal itu tidak benar maka ia tidak akan berjalan dengan baik.
  • 8.
    2. Bagi Penelitiemperis itu merupakan suatu pengalaman praktis atau pengalaman pribadi peneliti yang di tuangkan dalam sebuah karya ilmiah yang dilengkapi dengan bukti dan fakta real.
  • 9.
    Perbedaan metode ilmiahdengan non-ilmiah METODE ILMIAH METODE NON-ILMIAH Permasalahan harus dirumuskan secara jelas,spesifik,dan nampak variabel-variebel yang di teliti Permasalahan yang dipertanyakan sering tidak jelas, tapi bersifat umum dan sumir. Jawaban yang diberikan terhadap permasalahan harus didukung dengan fakta Jawaban apa pun tidak perlu didukung data Proses pengumpulan data , analisis data, dan penyimpulan harus dilakukan dengan logis dan benar Tidak ada proses pengumpulan data atau analisis data, meskipun mungkin ditutup dengan kesimpulan Kesimpulan siap di uji siapa pun yang meragukan validitasnya Pengujian terhadap kesimpulan boleh dilakukan ataupun tidak dilakukan tanpa membawa akibat yang berarti bagi kesipulan apapun Hanya digunakan untuk mengkaji hal-hal yang diamati , dapat diukur dan empiris Boleh saja digunakan untuk mengkaji hal apa pun termasuk yang paling misterius, supranatural dan dogmatis.
  • 10.
    III. PENELITIAN PENDIDIKAN Penelitian pendidikan adalah suatu upaya ilmiah untuk memahami masalah-masalah pendidikan dan penomena-fenomena yang sedang terjadi di dalam dunia pendidikan baik formal, nonformal maupun informal , seperti tingkat putus sekolah, kecepatan belajar , motivasi belajar, dan sebagainya.
  • 11.
    A. Ruang Lingkup Ruang lingkup penelitian pendidikan sangatlah luas karean pendidikan sendiri merupakan bidang yang sangat erat hubungannya dengan disiplin ilmu lain seperti psikologi,sosiologi,antropologi politik,ekonomi dan sebagainya. Contohnya : pengembangan sumber daya manusia, difusi,otoritas,efektivitas biaya, konsep diri dan budaya dalam praktik pendidikan di lapangan. Penelitian pendidikan pada mulanya berorientasi pada pendekatan behavioristik dan observasi –partisipasif dalam antropologi, dan analisis ekonomi pendidikan. Contohnya tentang kajian pendidikan matematikan , dapat dilakukan dengan pendekatan survei kebutuhan atau kelayakan kurikulum yang akan digunakan,pendekatan observasi nya langsung terhadap interaksi antara guru dan siswa di kelas, pendekatan eksperimentalnya berbagi jenis bahan ajar adan efeknya terhadap prestasi siswa terhadap hasil belajar yang telah dicapainya.
  • 12.
    B.Keterbatasn 1. Manusia pengetahuai si peneliti untuk mengagali informasi tentang pengetahuan si peneliti semula, karna konsepnya adalah manusia yang akan di teliti keberagaman manusia serta elemen- elemen situasional sangat mempengaruhi hasil dari penelitian harus benar-benar di perhatikan. 2. Metodologi yang digunakan Harus benar – benar kompleks karna konsep yang akan di ukur mencakup intelejensi, prestasi, gaya kepemimpinan, kelompok interaktif , validitas dan kredibilitas alat ukur yang digunakan .
  • 13.
    C . Fungsi 1. Sudut Perkembangan Teori Teori yang disimpulkan dari suatu penelitian harus mampu mengikuti pekerbangan Zaman , karna fungsi dari penelitian pendidikan itu sendiri adalah dapat memperbaiki, menyempurnakan, memperkaya, atau kadang merobak teori-teori yang sudah ada sehingga kita dapat memperoleh teori yang lebih baik lagi. 2. Sudut Praktik Mc Millan dan Schumacher (1983) “Untuk memahami fungsi penelitian dari sudut praktik maupun teori kita dapat mengklasifikasikan hasil dari penelitian itu kedalam 3 tipe yang mempunyai fungsi yang berbeda satu sama lain yakni dasar, terapan,evaluasi, sehingga kita dapat membedakan ketiga tipe itu dari sudut topik, tujuan,tingkat generalisai dan kegunaan.
  • 14.
    D. Manfaat Maanfaatyang akan kita harapkan dari hasil penelitian tersebut. Ada 2 Pendekatan yang dapat digunakan untuk mengetahui manfaat dari suatu penelitian pendidikan. 1. Pendekatan Teoretis pendekatan yang dilakukan dengan mengkaji setiap aspek-aspek yang terkandung di dalam hasil penelitian tersebut dengan mengunakan asumsi – asumsi pengembangan sistem pendidikan yang memerlukan perencanaan yang masak, logis dan teliti.
  • 15.
    Ali (1982) Menyebutkanpaling tidak ada 4 manfaat hasil penelitian pendidikan , yaitu : a. Sebagai peta yang dapat menggambarkan tentang keadaan pendidikan dan melukiskan tentang kemampuan sumber daya ,kemungkinan pengembangann serta hambatan-hambatan yang di hadapi atau mungkin ditemukan dalam penyelenggaraannya. b. Sebagai diagnosis dalam mencari sebab kegagalan serta maslah yang dihadapi dalam pelaksanaan pendidikan sehingga dengan mudah dapat di cari upaya penanggulangannya. c. Sebagai saranan untuk menyusun kebijakan dalam menyusun startegi pengembangan pendidikan. d. Sebagai masukan yang memberikan gambaran tentang kemampuan dalam pembiayaan, peralatan,perbeklan, serta kerja baik yang kuantitas maupun kualitas sangatlah berperan bagi keberhasilan dalam bidang pendidikan.
  • 16.
    2. Pendekatan kontribusilapangan Dilakukan untuk mendapatkan hasil yang lebih konkret tentang manfaat penelitian pendidikan itu sendiri. Borg and Gall ( 1993) “Ada dua bentuk kontribusi yang dapat diberikan yaitu kontribusi terhadap ilmu pendidikan itu sendiri dan kontribusi yang memiliki dampak dalam praktek-praktek pendidikan”.
  • 17.
    PERUMUSAN MASALAH I.MENGIDENTIFIKASI MASALAH yaitu suatu upaya menemukan masalah-masalah apa saja yang hendak di teliti yang membutuhkan jawaban yang konkret dan logis. II. PEDOMAN DALAM MENGIDENTIFIKASI MASALAH A. Apakah masalah itu layak untuk di teliti?? B. Apakah penelitian itu bernilai teoristis dan praktis?? C. Apakah hasil penelitian itu realistis??
  • 18.
    III. MEMFOKUSKAN MASALAH Yaitu suatu tahap memilih dan menentukan masalah yang diminati dan menguraikan masalah yang secara khusus menjadi sesuatu yang lebih spesiifik, sehingga kita tidak terlalu menghabiskan banyak pada waktu studi literature. Cara untuk memfokuskan masalah: Dapat mengunakan pendekatan sistematis dengan melakukan klasifikasi masalah yang akan dibahas.
  • 19.
    Contoh pengklasifikasian masalahmenurut “TUCKMAN (1978)’’ A. Model satu dimensi = Membatasi masalah yang akan di teliti dengan pernyataan. Kesempatan dan kebutuhan masyarakat akan pendidikan Pengembangan Kurikulum Program Edukatif Alat dan Bahan Intruksional Metode pengajaran dan proses pembelajaran Konseling Perlengkapan dan Fasilitas Pendidikan Pendidikan Guru Supervisi dan Administrasi Evaluasi dan Metodologi Pendidikan
  • 20.
    B. Model tigadimensi Masukan Organisasi dan Aktivitas intruksional Keluaran Calon Siswa Seleksi Pemenuhan Kebutuhan Masyarakat Calon Guru Program Pemenuhan Kebutuhan Individu Sikap Kurikulum Perubahan Sikap Lapangan Kerja Hubungan Siawa- Guru Perubahan Sosial Kaitan Kelembagaan Organisasi Konpetensi Kebijakan Jasa
  • 21.
    IV. MERUMUSKAN MASALAH A. Bersifat membatasi agar aspek yang diteliti tidak melebar ke mana-mana. B. Mengapresiasikan aspek yang hendak dikaji tersebut dalam bentuk pernyataan atau pertanyaan yang spesifik. Banyak peneliti lebih setuju untuk merumuskan masalahnya dalam bentuk pertanyaan, karena lebih memberikan kesan yang tajam dan langsung. Contohnya: 1. Masalah yang akan diteli adalah dampak pengajaran matematika dengan menggunakan komputer sebagai alat bantu pengajaran terhadap prestasi belajar matematika pada siswa kelas 4 SD di Desa Maju. 2. Apakah dampak penggunaan komputer sebagai alat bantu pengajaran terhadap prestasi belajar matematika siswa kelas 4 SD di Desa Maju?
  • 22.
    PERUMUSAN TUJUAN I.TUJUAN PENELITIAN Tujuan dari suatu penelitian itu harus jelas dan spesifik karena keseluruhan aktivitas dan tahapan-tahapan penelitian seperti penentuan sampel,penyusunan instrument,teknik pengumpulan data,pengolahan data harus benar-benar tepat agar tidak menghabiskan waktu , tenaga dan dapat meminimalisasikan dana yang dikeluarkan.
  • 23.
    II. FUNGSI TUJUAN Sebagai arah, petunjuk atau pengontrol yang memandu agar seluruh tahapan-tahapan aktivitas penelitian yang akan dilakukan tidak menyimpang karena tujuan merupakan titik sentral yang menjadi acuan dari seluruh aktivitas proses penelitian yang sebenarnya akan diteliti maka dari itu kita sudah harus memperkirakan gambaran tentang keseluruhan hasil yang akan di capai yang dilihat dari segi materi dan aspek-aspek persiapan pelaksanaan penelitian dilapangan. Tujuan penelitian dikatakan baik jika seluruh tujuan tersebut relevan dengan masalah penelitian.
  • 24.
    III. TEKNIK MERUMUSKANTUJUAN Tujuan penelitian dapat dirumuskan langsung dalam bentuk butir-butir tujuan atau dirumuskan dalam bentuk tujuan umum terlebih dahulu kemudian baru merincikannya dalam bentuk butir yang lebih spesifik.
  • 25.
    Contoh perumusan tujuanpenelitian Masalah Tujuan Apakah dampak penggunakan komputer sebagai alat bantu pengajaran terhadap prestasi belajar matematika siswa kelas 4 SD di Desa Maju? Mengetahui dampak penggunakan komputer sebagai alat bantu pengajaran terhadap prestasi belajar matematika siswa kelas 4 SD d Desa Maju? Apakah hubungan IQ dengan prestasi belajar siswa kelas 6 SD di Kecamatan Mekarsari? Mengetahui hubungan IQ Dengan prestasi belajar siswa kelas 6 SD di Kecamatan Mekarssari Apakah hubungan jumlah jam mononton TV dengan agresivitas siswa ? Mengetahui hubungan jumlah jam mononton TV dengan agresivitas siswa SD di jakarta.
  • 26.
    IV . KATEGORITUJUAN A. Eksplorasi Fokus kajian yang diteliti karena topik yang diteliti relatif baru atau sam sekali belum pernah diteliti, dan biasanya secara tipikal menunjukkan adanya keingintahuan yang besar dari si peneliti untuk memahami atau mengkaji lebih dalam suatu fenomena tertentu . B. Deskripsi Melukiskan atau menggambarkan secara verbal dan grafis terhadap situasi atau peristiwa yang di amati secara terperinci,cermat dan ilmiah.
  • 27.
    C. Eksplanasi Fokusmasalahnya adalah penelitian mencari jawaban atas pertanyaan mengapa , contoh nya ‘’mengapa siswa yang menggunakan alat bantu komputer mempunyai prestasi belajar yang lebih baik’’.
  • 28.
    HIPOTESIS PENELITIAN I.PERUMUSAN HIPOTESIS Hipotesis adalah sebuah rumusan jawaban sementara atau dugaan yang berdasarkan pada fakta atau teori sehingga untuk membuktikannya perlu di uji terlebih dahulu dan perumusannya harus mengindahkan kaidah-kaidah ilmiah yang sistematis dan rasional. II. KARAKTERISTIK HIPOTESIS YANG BAIK Beberapa butir-butir tentang karakteristik hipotesis yang baik A. Rasional Hipotesis itu harus mengandung penjelasan yang masuk akal atau rasional.
  • 29.
    B. Dua variabelatau lebih Suatu hipotesis hendaknya mengandung hubungan sebab-akibat atau bukan sebab akibat) yang diharapkan dari dua variabel atau lebih. Dan variabel yang digunakan hendaknya merupakan variabel operasional dan terukur. Operasional artinya variabel tsb telah didefinisikan dengan mengunakan term-term yang sederhana dan mudah dipahami sehingga tidak menimbulkan salah tafsir bagi orang lain yang kelak mungkin akan menggunakan variabel tersebut untuk penelitian lebih lanjut.
  • 30.
    C.Dapat Di Uji Hipotesis yang baik harus dapat di uji di lapangan, oleh karna itu sebaiknya ketika merumuskan hipotesis peneliti pada umumnya mengharapkan hipotesisnya itu harus terbukti , variabel-variabel operasional dan dapat di ukur. III. JENIS-JENIS HIPOTESIS A. Hipotesis deduktif Yaitu hipotesis yang berpola proses logika yang bermula dari hal yang bersifat umum kemudian mengarah ke hal yang spesifik. Contohnya: semua logam yang di panaskan akan memuai. B. Hipotesis induktif Yaitu hipotesi yang berpola proses logikan yang bermulai dari hal yang spesifik kemudian mengarah ke hal yang umum.(generalisasi0 Contohnya: Emas jika dipanaskan memuai,perak jika dipanaakan memuai,besi jika dipanaskan memuai,maka besi,emas dan perak adalah logam,dengan demikian semua logam yang dipanaskan akan memuai.
  • 31.
    C. Hipotesis penelitian Hipotesis yang dirumuskan dalam bentuk kalimat yang deklaratif,peneliti biasanya menggunakan hipotesis ini jika ia mengharapkan adanya perbedaan efek dari perlakuan yang ia uji. Contohnya: Seorang peneliti mengharapkan adanya perubahan kemampuan membaca antara anak kelas 1 SD yang mengikuti taman kanak-kanak dan yang tidak. D. Hipotesis Nol Yang disebut juga hipotesis statistik atau hipotesis tak langsung yang mengharapkan tidak adanya perbedaan efek dari berbagai perlakuan yang akan ia teliti..
  • 32.
    lll. KONSEKUENSI PEMILIHANJENIS HIPOTESIS Kita bebas memilih jenis hipotesis sesuai hasil penelitian yang diharapkan, namun dalam pemilihannya kita harus konsekuensi terhadap uji statistik atau uji signifikan yang kelak akan kita gunakan ketika kita mengolah data yang ada. Jika kita menggunakan hipotesis penelitian makan uji statistika yang kita gunakan adalah two- tailed test of siginificance atau uji dua sisi, sedangkan jika anda mengunakan hipotesis nol, maka uji statistik yang anda gunakan adalah one-tailed test of significance atau uji satu sisi.
  • 33.
    SEKIAN DAN TERIMAKASIH SEGALA SESUATUNYA MUNGKIN DAN DAPAT TERJADI & LAYAK UNTUK DITELITI SAAT NYA MELAKUKAN BUKAN HANYA SEBAGAI PENIKMAT DAN MEMANFAATKAN TAPI JUGA MEMPERBAIKI.