PENELITIAN PENDIDIKAN FISIKA
(Pertemuan 2)
Oleh:
Prof. Dr. Ir. Jasruddin, M.Si
Trisno Setiawan, M.Pd
Jurusan Fisika FMIPA UNM
2024
TUJUAN KEGUNAAN
Merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data
dengan tujuan dan kegunaan tertentu.
CARA ILMIAH
DATA
PENGERTIAN METODE PENELITIAN
1. Cara Ilmiah adalah kegiatan penelitian yang didasarkan pada ciri-ciri keilmuan, yaitu:
CARA ILMIAH
KEGIATAN
PENELITIAN
Ciri-ciri keilmuan
Rasional Sistematis Empiris
LOGIS
– RASIONAL = Penelitian dilakukan dengan cara yang masuk akal, sehingga terjangkau oleh
penalaran manusia
– EMPIRIS = Cara yang dilakukan dapat diamati oleh indera manusia sehingga orang lain dapat
mengamati dan mengetahui cara-cara yang digunakan
– SISTEMATIS= Proses yang digunakan dalam penelitian menggunakan langkah-langkah tertentu
yang bersifat logis
5
2. Data yang diperoleh melalui penelitian adalah data empiris
(teramati) yang mempunyai kriteria valid
Contoh :
(Valid) Di provinsi Sulsel terdapat 3000 anak yang tidak lulus UN
(T.Valid) Penelitian melaporkan anak yang tidak lulus UN dibawah 3000
Data valid sudah pasti
reliabel dan obyektif
Data yang reliabel belum
tentu valid
Lulusan SMEA tidak segera mendapat
pekerjaan karena lulusan kurang
kompeten (sudah mendaftar berkali
kali tapi tidak lulus seleksi)
Lulusan SMEA tidak banyak yang
segera mendapat pekerjaan karena
mereka malas mencari informasi
Contoh
DATA EMPIRIS
VALID
Derajat Ketepatan
Reliabilitas Obyektivitas
3. Tujuan berarti setiap penelitian mempunyai tujuan, Ada 3 macam tujuan penelitian
yaitu:
TUJUAN
PENELITIAN
PENEMUAN
Data Baru
PEMBUKTIAN PENGEMBANGAN
Data untuk
membuktikan
keragu-raguan
Memperdalam &
Memperluas
Pengetahuan
yang ada
TUJUAN
PENELITIAN
PENEMUAN
Data Baru
PEMBUKTIAN PENGEMBANGAN
Data untuk
membuktikan
keragu-raguan
Memperdalam &
Memperluas
Pengetahuan
yang ada
– PENEMUAN = Data yang diperoleh dari penelitian adalah data yang betul-betul
baru yang sebelumnya belum pernah diketahui.
Contoh: menemukan model pembelajaran SMP yang efektif
– PEMBUKTIAN = Data yang diperoleh digunakan untuk membuktikan adanya
keraguan terhadap informasi atau pengetahuan tertentu
Contoh: membuktikan keragu-raguan terhadap model pembelajaran yang
diterapkan di LN, apakah efektif untuk diterapkan di Indonesia?
– PENGEMBANGAN = memperdalam dan memperluas pengetahuan yang telah ada
Contoh: mengembangkan model pembelajaran yang telah ada sehingga
menjadi lebih efektif
KEGUNAAN
PENELITIAN
MEMAHAMI MEMECAHKAN MENGANTISIPASI
MASALAH
4. Kegunaan berarti melalui penelitian manusia dapat menggunakan hasilnya.
Data yang diperoleh dari penelitian dapat digunakan untuk:
– MEMAHAMI MASALAH
Memperjelas suatu masalah yang tidak diketahui dari tidak tahu menjadi tahu.
Contoh: Mengapa negara kita yang kaya akan SDA, tetapi masyarakatnya masih miskin
– MEMECAHKAN MASALAH
Meminimalkan masalah yang telah terjadi
Contoh: Penelitian untuk menemukan model pendidikan efektif yang dapat meningkatkan kualitas
SDM
Indonesia
– MENGANTISIPASI MASALAH
Mengupayakan supaya masalah tidak terjadi
Contoh: Penelitian untuk mencari cara agar setelah pengumuman UN siswa tidak hura-hura dijalanan
Berdasarkan Uraian di atas, Metode penelitian:
Cara ilmiah untuk mendapatkan data yang valid dengan tujuan
dapat ditemukan, dikembangkan dan dibuktikan, suatu
pengetahuan tertentu sehingga pada gilirannya dapat digunakan
untuk memahami, memecahkan dan mengantisipasi masalah.
Hasrat Ingin Tahu
Pertanyaan
Pengetahuan yang Benar
/ KEBENARAN
PENDEKATAN
ILMIAH
PENDEKATAN
NON ILMIAH
• Dituntut dilakukan dengan cara & tata urutan tertentu sehingga
diperoleh pengetahuan yang benar/logis
• Cara ilmiah ini harus dapat diterima oleh akal dengan berpikir
ilmiah.
• Berpikir ilmiah yaitu bersikap skeptik, analitik dan
kritik
• Berpikir skeptik : selalu menanyakan bukti & fakta yg
mendukung pertanyaan
• Berpikir analitik : selalu menganalisis setiap
pertanyaan atau persoalan
• Berpikir Kritik : selalu mendasarkan pikiran atau
pendapat pada logika & mampu menimbang berbagai
hal secara obyektif berdasarkan data, dan analisis akal
sehat
1. berdasarkan fakta
2. bebas dari prasangka
3. menggunakan prinsip analisis
4. menggunakan hipotesis.
5. menggunakan ukuran obyektif
6. menggunakan teknik kuantifikasi
1. Merumuskan serta mendefiniskan masalah.
2. Mengadakan studi kepustakaan.
3. Menentukan model untuk menguji Hipotesis.
4. Mengumpulkan data.
5. Menyusun, menganalisis, dan memberikan
interpretasi.
6. Membuat generalisasi dan kesimpulan
7. Membuat laporan ilmiah.
• Terdapatnya keteraturan (regularity) dan urutan (order)
• Terjadinya suatu kejadian selalu ada kaitannya dengan dan tergantung
dan kejadian lain yang mendahuluinya
• Adanya kontinuitas dalam proses penelitian
• Pengetahuan yang didapat dari penelitian harus dapat
dikomunikasikan
⦁ Penelitian adalah suatu kegiatan ilmiah untuk memperoleh pengetahuan yang
benar mengenai suatu masalah, dapat berupa fakta, konsep, generalisasi dan teori
⦁ Penelitian ilmiah adalah rangkaian pengamatan yang sambung bersambung,
berakumulasi dan melahirkan teori-teori yang mampu menjelaskan dan
meramalkan fenomena-fenomena
⦁ Fungsi penelitian ilmiah, yaitu
⦁ 1. Menemukan suatu pengetahuan baru
⦁ 2. Menguji kembali pengetahuan atau hasil penelitian yang ditemukan
sebelumnya (mengadakan verifikasi)
⦁ 3. Mengembangkan pengatahuan (hasil penelitian) yang telah teruji kebenarannya
⦁ 4. Mencari hubungan antara pengetahuan yang baru ditemukan dengan
pengetahuan yang lain
⦁ 5. Mengadakan ramalan (prediksi) dengan ditemukan hubungan (hubungan sebab
akibat) dengan pengetahuan-pengetahuan yang mendahuluinya
• Proposisi adalah pernyataan tentang sifat dari realita dan dapat diuji
kebenarannya
• Proposisi yang sudah mempunyai jangkauan cukup luas dan telah didukung oleh
data empiris dinamakan DALIL
• Teori adalah himpunan konstruk (konsep), definisi, dan proposisi yang
mengemukakan pandangan sistematis tentang gejala dengan menjabarkan relasi
diantara variabel untuk menjelaskan dan meramalkan gejala tersebut
• Ciri-ciri teori, yaitu
• 1. Terdiri dari proposisi-proposisi (hubungan yg terbukti diantara variabel-
variabel)
• 2. Konsep-konsep dalam proposisi telah dibatasi pengertiannya secara jelas dan
frustrasi
• 3. Teori harus mungkin diuji, diterima atau ditolak kebenarannya
• 4. Teori harus dapat melakukan prediksi
• 5. Teori harus dapat melahirkan proposisi-proposisi tambahan yang semula tidak
diduga
• Fakta adalah pengamatan yang telah diverifikasikan secara empiris.
• Ilmu atau sains adalah pengetahuan tentang fakta-fakta, baik natura atau sosial
yang berlaku umum dan sistematis
• Menurut Almack hubungan antara ilmu dan penelitian adalah seperti hasil dan
proses
• Penelitian adalah proses dan ilmu adalah hasilnya
• Sedangkan menurut Whitney, ilmu dan penelitian adalah sama-sama proses,
hasilnya adalah KEBENARAN
PROPOSISI, DALIL, TEORI,
FAKTA, ILMU
• Menurut Almack (1930)
 Menurut Whitney (1960)
Penelitian
•proses
Ilmu
•proses
Kebenaran
• hasil
Penelitian
• proses
Ilmu
• hasil
• Ada 3 teori kebenaran dalam berpikir ilmiah
• 1. teori koherensi (konsisten)
• 2. teori korespondensi (berhubungan)
• 3. teor pragmatisme (fungsional)
• 1. Akal sehat (common sense)
• 2. Prasangka
• 3. Otoritas ilmiah & kewibawaan
• 4. Penemuan kebetulan & coba-coba
• 5. Pendekatan intuitif (dorongan hati)
PENDEKATAN NON ILMIAH
• Purpusiveness : mempunyai tujuan dan sasaran yang jelas
• Rigor : dilakukan secara hari-hati (carefuleness)
• Testability : dapat dilakukan pengujian
• Replicability : dapat direplikasikan pada wilayah lain atau waktu yang akan datang
• Precision and confidence : dilalukan dengan teliti dan memiliki derajat kebenaran yang dapat dipercaya
• Objectivity : dilakukan dengan cara tidak memihak dan semua tata cara, prosedur disampaikan secara
eksplisit dan jelas
• Generalizability : dapat di generalisasikan pada populasi akses maupun populasi sasaran
• Parsimony : menganut prinsip kesederhanaan
NON ILMIAH
ILMIAH
= KEBETULAN
=AKALSEHAT (COMMON SENSE)
= W
AHYU
= INTUISI
= TRIALAND ERROR
= SPEKULASI
= KEWIBAWAAN/OTORITAS
LOGIKA
PENALARAN
PENGEMB. TEORI
Rancangan Penelitian:
Problems dan Landasan Teori
Metodologi Penelitian
Rancangan
HASIL PENELTIAN
LOGIKA
LANDASAN TEORI
METODOLOGI PENELITIAN
PROSES YG BERLANGSUNG MELALUI PENELITIAN ILMIAH
DILAKSANAKAN DALAM BENTUK/MELALUI PENELITIAN,
YG METODENYA TUNDUK PADA HUKUM –HUKUM LOGIKA (DEDUKSI DAN
INDUKSI)
PROSES/SIKLUS
METODE ILMIAH
APLIKASINYA
CIRI: SERUPA,
KONSISTEN,
OBYEKTIF
RISET
LANDASAN TEORITIK DAN METODOLOGI
PROBLEM PELAKSANAAN
TO GET ANSWER
RAGU-RAGU
BER-TANYA2 FOR AN ANSWER
searching for the true
RUANGLINGKUP DAN SIFAT
PROSES PENELITIAN
GEJALA PENELITI
KONDISI OBYEKTIF
AGGAPAN DASAR
LANDASAN TEORI
JENIS PENELITIAN
1. Penelitian murni
2. Penelitian Lapangan
TUJUAN MELAKUKAN
PENELITIAN
1. EKSPLORATIF
2. DESKRIPTIF
3. VERIVIKATIF
4. DEVELOPMENT
• The Traditional Image of Science
RESEARCH PROBLEM
HYPOTHESIS
THEORITICAL
UNDERSTANDING
FOKUS
PENELITIAN
LATARBELAKANG MASALAH DAN
PENTINGNYA PENELITIAN
OBYEK PENELITIAN
SUBYEK PENELITIAN
SUMBER
DATA
TUJUAN
PENELITIAN
PENDEKA
TAN
STRATEGI
ANALISIS
PENELITIAN
KUANTITATIF
PENELITIAN
KUALITATIF

Pertemuan 1 metode penelitian pendidikan.pptx

  • 1.
    PENELITIAN PENDIDIKAN FISIKA (Pertemuan2) Oleh: Prof. Dr. Ir. Jasruddin, M.Si Trisno Setiawan, M.Pd Jurusan Fisika FMIPA UNM 2024
  • 2.
    TUJUAN KEGUNAAN Merupakan carailmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. CARA ILMIAH DATA PENGERTIAN METODE PENELITIAN
  • 3.
    1. Cara Ilmiahadalah kegiatan penelitian yang didasarkan pada ciri-ciri keilmuan, yaitu: CARA ILMIAH KEGIATAN PENELITIAN Ciri-ciri keilmuan Rasional Sistematis Empiris LOGIS
  • 4.
    – RASIONAL =Penelitian dilakukan dengan cara yang masuk akal, sehingga terjangkau oleh penalaran manusia – EMPIRIS = Cara yang dilakukan dapat diamati oleh indera manusia sehingga orang lain dapat mengamati dan mengetahui cara-cara yang digunakan – SISTEMATIS= Proses yang digunakan dalam penelitian menggunakan langkah-langkah tertentu yang bersifat logis
  • 5.
    5 2. Data yangdiperoleh melalui penelitian adalah data empiris (teramati) yang mempunyai kriteria valid Contoh : (Valid) Di provinsi Sulsel terdapat 3000 anak yang tidak lulus UN (T.Valid) Penelitian melaporkan anak yang tidak lulus UN dibawah 3000 Data valid sudah pasti reliabel dan obyektif Data yang reliabel belum tentu valid Lulusan SMEA tidak segera mendapat pekerjaan karena lulusan kurang kompeten (sudah mendaftar berkali kali tapi tidak lulus seleksi) Lulusan SMEA tidak banyak yang segera mendapat pekerjaan karena mereka malas mencari informasi Contoh
  • 6.
  • 7.
    3. Tujuan berartisetiap penelitian mempunyai tujuan, Ada 3 macam tujuan penelitian yaitu: TUJUAN PENELITIAN PENEMUAN Data Baru PEMBUKTIAN PENGEMBANGAN Data untuk membuktikan keragu-raguan Memperdalam & Memperluas Pengetahuan yang ada
  • 8.
    TUJUAN PENELITIAN PENEMUAN Data Baru PEMBUKTIAN PENGEMBANGAN Datauntuk membuktikan keragu-raguan Memperdalam & Memperluas Pengetahuan yang ada
  • 9.
    – PENEMUAN =Data yang diperoleh dari penelitian adalah data yang betul-betul baru yang sebelumnya belum pernah diketahui. Contoh: menemukan model pembelajaran SMP yang efektif – PEMBUKTIAN = Data yang diperoleh digunakan untuk membuktikan adanya keraguan terhadap informasi atau pengetahuan tertentu Contoh: membuktikan keragu-raguan terhadap model pembelajaran yang diterapkan di LN, apakah efektif untuk diterapkan di Indonesia? – PENGEMBANGAN = memperdalam dan memperluas pengetahuan yang telah ada Contoh: mengembangkan model pembelajaran yang telah ada sehingga menjadi lebih efektif
  • 10.
    KEGUNAAN PENELITIAN MEMAHAMI MEMECAHKAN MENGANTISIPASI MASALAH 4.Kegunaan berarti melalui penelitian manusia dapat menggunakan hasilnya. Data yang diperoleh dari penelitian dapat digunakan untuk:
  • 11.
    – MEMAHAMI MASALAH Memperjelassuatu masalah yang tidak diketahui dari tidak tahu menjadi tahu. Contoh: Mengapa negara kita yang kaya akan SDA, tetapi masyarakatnya masih miskin – MEMECAHKAN MASALAH Meminimalkan masalah yang telah terjadi Contoh: Penelitian untuk menemukan model pendidikan efektif yang dapat meningkatkan kualitas SDM Indonesia – MENGANTISIPASI MASALAH Mengupayakan supaya masalah tidak terjadi Contoh: Penelitian untuk mencari cara agar setelah pengumuman UN siswa tidak hura-hura dijalanan
  • 12.
    Berdasarkan Uraian diatas, Metode penelitian: Cara ilmiah untuk mendapatkan data yang valid dengan tujuan dapat ditemukan, dikembangkan dan dibuktikan, suatu pengetahuan tertentu sehingga pada gilirannya dapat digunakan untuk memahami, memecahkan dan mengantisipasi masalah.
  • 13.
    Hasrat Ingin Tahu Pertanyaan Pengetahuanyang Benar / KEBENARAN PENDEKATAN ILMIAH PENDEKATAN NON ILMIAH
  • 14.
    • Dituntut dilakukandengan cara & tata urutan tertentu sehingga diperoleh pengetahuan yang benar/logis • Cara ilmiah ini harus dapat diterima oleh akal dengan berpikir ilmiah.
  • 15.
    • Berpikir ilmiahyaitu bersikap skeptik, analitik dan kritik • Berpikir skeptik : selalu menanyakan bukti & fakta yg mendukung pertanyaan • Berpikir analitik : selalu menganalisis setiap pertanyaan atau persoalan • Berpikir Kritik : selalu mendasarkan pikiran atau pendapat pada logika & mampu menimbang berbagai hal secara obyektif berdasarkan data, dan analisis akal sehat
  • 16.
    1. berdasarkan fakta 2.bebas dari prasangka 3. menggunakan prinsip analisis 4. menggunakan hipotesis. 5. menggunakan ukuran obyektif 6. menggunakan teknik kuantifikasi
  • 17.
    1. Merumuskan sertamendefiniskan masalah. 2. Mengadakan studi kepustakaan. 3. Menentukan model untuk menguji Hipotesis. 4. Mengumpulkan data. 5. Menyusun, menganalisis, dan memberikan interpretasi. 6. Membuat generalisasi dan kesimpulan 7. Membuat laporan ilmiah.
  • 18.
    • Terdapatnya keteraturan(regularity) dan urutan (order) • Terjadinya suatu kejadian selalu ada kaitannya dengan dan tergantung dan kejadian lain yang mendahuluinya • Adanya kontinuitas dalam proses penelitian • Pengetahuan yang didapat dari penelitian harus dapat dikomunikasikan
  • 19.
    ⦁ Penelitian adalahsuatu kegiatan ilmiah untuk memperoleh pengetahuan yang benar mengenai suatu masalah, dapat berupa fakta, konsep, generalisasi dan teori ⦁ Penelitian ilmiah adalah rangkaian pengamatan yang sambung bersambung, berakumulasi dan melahirkan teori-teori yang mampu menjelaskan dan meramalkan fenomena-fenomena ⦁ Fungsi penelitian ilmiah, yaitu ⦁ 1. Menemukan suatu pengetahuan baru ⦁ 2. Menguji kembali pengetahuan atau hasil penelitian yang ditemukan sebelumnya (mengadakan verifikasi) ⦁ 3. Mengembangkan pengatahuan (hasil penelitian) yang telah teruji kebenarannya ⦁ 4. Mencari hubungan antara pengetahuan yang baru ditemukan dengan pengetahuan yang lain ⦁ 5. Mengadakan ramalan (prediksi) dengan ditemukan hubungan (hubungan sebab akibat) dengan pengetahuan-pengetahuan yang mendahuluinya
  • 20.
    • Proposisi adalahpernyataan tentang sifat dari realita dan dapat diuji kebenarannya • Proposisi yang sudah mempunyai jangkauan cukup luas dan telah didukung oleh data empiris dinamakan DALIL • Teori adalah himpunan konstruk (konsep), definisi, dan proposisi yang mengemukakan pandangan sistematis tentang gejala dengan menjabarkan relasi diantara variabel untuk menjelaskan dan meramalkan gejala tersebut • Ciri-ciri teori, yaitu • 1. Terdiri dari proposisi-proposisi (hubungan yg terbukti diantara variabel- variabel) • 2. Konsep-konsep dalam proposisi telah dibatasi pengertiannya secara jelas dan frustrasi
  • 21.
    • 3. Teoriharus mungkin diuji, diterima atau ditolak kebenarannya • 4. Teori harus dapat melakukan prediksi • 5. Teori harus dapat melahirkan proposisi-proposisi tambahan yang semula tidak diduga • Fakta adalah pengamatan yang telah diverifikasikan secara empiris. • Ilmu atau sains adalah pengetahuan tentang fakta-fakta, baik natura atau sosial yang berlaku umum dan sistematis • Menurut Almack hubungan antara ilmu dan penelitian adalah seperti hasil dan proses • Penelitian adalah proses dan ilmu adalah hasilnya • Sedangkan menurut Whitney, ilmu dan penelitian adalah sama-sama proses, hasilnya adalah KEBENARAN PROPOSISI, DALIL, TEORI, FAKTA, ILMU
  • 22.
    • Menurut Almack(1930)  Menurut Whitney (1960) Penelitian •proses Ilmu •proses Kebenaran • hasil Penelitian • proses Ilmu • hasil
  • 23.
    • Ada 3teori kebenaran dalam berpikir ilmiah • 1. teori koherensi (konsisten) • 2. teori korespondensi (berhubungan) • 3. teor pragmatisme (fungsional)
  • 24.
    • 1. Akalsehat (common sense) • 2. Prasangka • 3. Otoritas ilmiah & kewibawaan • 4. Penemuan kebetulan & coba-coba • 5. Pendekatan intuitif (dorongan hati) PENDEKATAN NON ILMIAH
  • 25.
    • Purpusiveness :mempunyai tujuan dan sasaran yang jelas • Rigor : dilakukan secara hari-hati (carefuleness) • Testability : dapat dilakukan pengujian • Replicability : dapat direplikasikan pada wilayah lain atau waktu yang akan datang • Precision and confidence : dilalukan dengan teliti dan memiliki derajat kebenaran yang dapat dipercaya • Objectivity : dilakukan dengan cara tidak memihak dan semua tata cara, prosedur disampaikan secara eksplisit dan jelas • Generalizability : dapat di generalisasikan pada populasi akses maupun populasi sasaran • Parsimony : menganut prinsip kesederhanaan
  • 26.
    NON ILMIAH ILMIAH = KEBETULAN =AKALSEHAT(COMMON SENSE) = W AHYU = INTUISI = TRIALAND ERROR = SPEKULASI = KEWIBAWAAN/OTORITAS LOGIKA PENALARAN PENGEMB. TEORI Rancangan Penelitian: Problems dan Landasan Teori Metodologi Penelitian Rancangan HASIL PENELTIAN
  • 27.
    LOGIKA LANDASAN TEORI METODOLOGI PENELITIAN PROSESYG BERLANGSUNG MELALUI PENELITIAN ILMIAH DILAKSANAKAN DALAM BENTUK/MELALUI PENELITIAN, YG METODENYA TUNDUK PADA HUKUM –HUKUM LOGIKA (DEDUKSI DAN INDUKSI) PROSES/SIKLUS METODE ILMIAH APLIKASINYA CIRI: SERUPA, KONSISTEN, OBYEKTIF
  • 28.
    RISET LANDASAN TEORITIK DANMETODOLOGI PROBLEM PELAKSANAAN TO GET ANSWER RAGU-RAGU BER-TANYA2 FOR AN ANSWER searching for the true
  • 29.
    RUANGLINGKUP DAN SIFAT PROSESPENELITIAN GEJALA PENELITI KONDISI OBYEKTIF AGGAPAN DASAR LANDASAN TEORI JENIS PENELITIAN 1. Penelitian murni 2. Penelitian Lapangan TUJUAN MELAKUKAN PENELITIAN 1. EKSPLORATIF 2. DESKRIPTIF 3. VERIVIKATIF 4. DEVELOPMENT
  • 30.
    • The TraditionalImage of Science RESEARCH PROBLEM HYPOTHESIS THEORITICAL UNDERSTANDING
  • 31.
    FOKUS PENELITIAN LATARBELAKANG MASALAH DAN PENTINGNYAPENELITIAN OBYEK PENELITIAN SUBYEK PENELITIAN SUMBER DATA TUJUAN PENELITIAN PENDEKA TAN STRATEGI ANALISIS PENELITIAN KUANTITATIF PENELITIAN KUALITATIF