Bab 3
Teori
Permintaan
Pendahuluan
 Permintaan merupakan salah satu aspek
terpenting dalam ekonomi manajerial
 Penting bagi penciptaan, kelangsungan hidup
dan profitabilitas perusahaan
 Hal-hal yang mempengaruhi permintaan
konsumen
1. Harga dari komiditasi tersebut
2. Pendapatan Konsumen
3. Harga dari barang yang berhubungan (substitusi
& Komplementer
4. Selera konsumen
5. dll
Permintaan Individual
terhadap komiditas
 Permintaan timbul karena keinginan konsumen
dan kemampuannya ( hasrat dan keinginan
yang didukung dengan pendapatan) untuk
membeli suatu komiditas
 Teori permintaan konsumen: jumlah komiditas
yang diminta merupakan suatu fungsi/bergantung
pada harga komiditas tersebut, pendapatan
konsumen, harga komiditas yang
berhubungan(komplementer atau substitusi) dan
selera konsumen
Fungsi Permintaan Individual
Qdx = f (Px, I, Py, T)
Qdx = Kuantitas komoditas X yang diminta oleh individu
perperiode waktu (tahun, bulan, minggu, hari, atau
satuan unit waktu yang lainnya)
Px = Harga perunit komoditas X
I = Pendapatan Konsumen
Py = Harga komoditas yang berhubungan (substitusi atau
komplementer)
T = Selera konsumen
Ringkasan: teori permintaan konsumen mempostulatkan bahwa kuantitas
komoditas yang diminta persatuan periode akan meningkat jika harga berkurang,
pendapatan konsumen meningkat, adanya kenaikan dalam harga barang
substitusi dan penurunan harga barang komplementer, serta dengan peningkatan
dalam selera terhadap komiditas yang dibicarakan
Permintaan Vs
Pendapatan
 Pada saat pendapatan konsumen
meningkat, mereka akan membeli lebih
banyak komoditas umum (sepatu, steak,
film, liburan, pendidikan, mobil, rumah dll)
disebut juga Barang Normal
 Namun ada juga barang & jasa yang tidak
akan banyak dibeli oleh konsumen pada
saat pendapatannya meningkat ini disebut
sebagai Barang Inferior, ie: Nasi Aking,
Gorengan, Telo Rebus, Tempe Tahun, dll
Kurva Permintaan
Individual
Skedul Permintaan Individual untuk komiditas X
Harga komiditas X per unit (Px) 2 1 0,5
Kuantitas X yang diminta pada suatu periode waktu (Qdx) 1 3 4,5
• Hubungan terbalik antara Qx
dan Px
• Px naik Qx turun
• Px turun Qx naik
• Kurva Permintaan memiliki
kemiringan negatif
Permintaan Individual menjadi
Permintaan Pasar
 Kurva permintaan pasar untuk suatu komiditas
merupakan penjumlahan secara horizontal dari
kurva – kurva permintaan semua konsumen
Fungsi Permintaan Pasar
QDx = f (Px,N, I, Py, T)
Qdx = Kuantitas komoditas X yang diminta oleh
seluruh konsumen perperiode waktu (tahun,
bulan, minggu, hari, atau satuan unit waktu
yang lainnya)
Px = Harga perunit komoditas X
N = Jumlah konsumen di pasar
I = Pendapatan Konsumen
Py = Harga komoditas yang berhubungan
(substitusi atau komplementer)
T = Selera konsumen
Efek Permintaan pasar
1.Efek Kereta (Bandwagon Effect): orang
melakukan permintaan terhadap suatu
komiditas karena orang lain membelinya.
Biasanya kurva permintaan menjadi lebih
datar
2.Efek Kesombongan ( Snob Effect): banyak
konsumen berusaha tampil berbeda dan
ekslusif dengan meminta lebih sedikit
komiditas2 yang banyak diminta oleh orang.
Kurva permintaan pasar menjadi lebih curam
Permintaan yang dihadapi
perusahaan
 Bergantung pada ukuran permintaan pasar
atau industri terhadap komiditas tersebut,
bentuk organisasi industrinya dan jumlah
perusahaan yang ada dalam industri tersebut
 Bergantung pula pada tipe barang yang dijual:
1. Barang tahan lama
2. Barang Fast Moving (tidak tahan lama)
Biasanya barang tahan lama lebih bergejolak/tidak
stabil dibandingkan fast moving.
Struktur Pasar, Jumlah
Perusahaan vs Permintaan
1. Monopoli
Jika perusahaan satu-satunya
produsen dari suatu
komoditas dan tidak ada
subtitusi yang dekat, ie:
Pertamina & PLN
2. Persaingan Sempurna
Terdapat banyak perusahaan
yang menghasilkan barang
yang homogen (identik) dan
setiap perusahaan terlalu kecil
untuk mempengaruhi pasar,
ie: Pertanian, Barang Grosiran
Pasar
3. Oligopoli
Terdapat sedikit perusahaan
didalam perusahaan yang
memproduksi barang yang
homogen/terstandarisasi (Semen,
baja, Kimia) atau
Heterogen/terdiferensiasi (Mobil,
Rokok, Minuman Ringan)
4. Monopolistik
Disini banyak perusahaan yang
menjual produk yang heterogen
atau terdiferensiasi –
percampuran antara monopoli &
Persaingan sempurna
Fungsi Permintaan yang
dihadapi Perusahaan
Qx = α0 + α1 PX + α2N + α3I + α4Py + α5T +…
Qdx = Kuantitas komiditas X persatuan waktu yang dihadapi
oleh perusahaan
α = koefisien yang akan mengestimasi permintaan
Px = Harga perunit komoditas X
N = jumlah konsumen di pasar
I = Pendapatan Konsumen
Py = Harga komoditas yang berhubungan (substitusi atau
komplementer)
T = Selera konsumen
Contoh Fungsi Permintaan
Perusahaan
Fungsi permintaan kentang manis di amerika serikat pada periode tahun
1949 hingga 1972
QDs = 7.609 – 1.606Ps + 59N + 947I + 479Pw – 271t
QDs = Kuantitas kentang manis yang dijual pertahunnya di amerika
serikat setiap 1.000 hundredweight (cwt)
Ps = Harga kentang manis riil dalam dollar perhundredweight yang
diterima petani
N = Rata2 bergerak 2 tahunan untuk populasi totalamerika serikat,
dalam jutaan
I = Pendapatan personal disposable riil perkapita, dalam ribuan dolar
Pw = Harga kentang putih riil dalam dolar perhundredweight yang
diterima petani
T = Trend waktu (t = 1 untuk tahun 1949, t=2 untuk tahun 1950,
sampai t= 24 untuk tahun 1972)
 Jika dimasukkan kedalam persamaan
N = 150, 73
I = 1,76
Pw = 2,94
T = 1
Maka kurva permintaan pada tahun 1949
sebagai berikut:
QDs = 7.609 – 1.606Ps + 59(150,73) + 947(1,76)+ 479(2,94)–
271(1)
= 7.609 -1.606Ps + 8893 +1.667 + 1.408 – 271
= 19.306 – 1.606 Ps
Contoh Fungsi Permintaan
Perusahaan
 Jika dimasukkan kedalam persamaan
N = 208,78
I = 3,19
Pw = 2,41
T = 24
Maka kurva permintaan pada tahun 1972
sebagai berikut:
QDs = 7.609 – 1.606Ps + 59(208,78) + 947(3,19)+ 479(2,41)–
271(24)
= 17.598-1.606Ps
Contoh Fungsi Permintaan
Perusahaan
Elastisitas Permintaan
Terhadap Harga
 Elastisitas Permintaan merupakan suatu
pengukuran kuantitatif yang menunjukkan
sampai dimana besarnya pengaruh
perubahan harga terhadap perubahan
permintaan
 Terdiri Dari:
1. Elastisitas Harga
2. Elastisitas Pendapatan
3. Elastisitas Permintaan Silang
Elastisitas Titik terhadap
Harga
 Elastisitas
hargamerupakannilaiperbandinganantarapersen
tasiperubahanjumlahdimintadenganpersentasipe
rubahanharga
Rumus:
EP =
∆𝑄/𝑄
∆𝑃/𝑃
=
∆𝑄
∆𝑃
x
𝑃
𝑄
SecaraKalkulus
EP =
𝜕𝑄
𝜕𝑃
x
𝑃
𝑄
EP = 𝛼1 x
𝑃
𝑄
P = HargaKomoditas
Q = JumlahKomoditas yang di Minta
𝛼 = KoefisienEstimasi (∆Q/∆P)
Jenis-Jenis Elastisitas
Harga
EP = 0
EP = ∞ EP = 1
EP < 1
EP > 1
Contoh Elastisitas Titik
Pada Harga
Elastisitas Busur Pada
harga
 Elastisitas BusurMerupakanrata-rata
darikeduahargadan rata-rata
darikeduakuantitas
EP =
∆𝑸
∆𝑷
x
(𝑷𝟐+𝑷𝟏)/𝟐
(𝑸𝟐+𝑸𝟏)/𝟐
=
𝑸𝟐−𝑸𝟏
𝑷𝟐−𝑷𝟏
x
𝑷𝟐+𝑷𝟏
𝑸𝟐+𝑸𝟏
Elastisitas Harga, Penerimaan
Total, & Pendapatan Marginal
 TR = P x Q
 MR =
∆TR
∆Q
Kesimpulan:
 TR meningkatselamaEp> 1
 TR MaksimumketikaEp = 1
 TR MenurunsaatEp< 1
 MR Positifselama TR meningkat
 MR Negatifselama TR Menurun
 MR = 0 saat TR maksimum
MR = P 1+
1
Ep
Atau MR dapat
dicari
Kurva Hubungan Elastisitas Harga,
TR dan MR
Kurva Permintaan
Persaingan Sempurna
Faktor-faktor yang mempengaruhi
Elastisitas Permintaan terhadap Harga
1. Ukuran elastisitas permintaan makin besar jika
makin dekat atau makin banyak jumlah komiditas
yang mampu mensubtitusinya
2. Makin sempit suatu komiditas didefinisikan,
makin besar elastisitas terhadap harga karena
makin banyak jumlah komiditas yang melakukan
subtitusi
3. Elastisitas permintaan akan menjadi lebih besar
jika konsumen membutuhkan waktu yang lebih
lama untuk merespon perubahan harganya
4. Respon dalam kuantitas yang diminta akan
menjadi lebih besar pada jangka panjang
dibandingkan pada jangka pendek
Elastisitas Harga di Dunia
Nyata
Elastisitas Terhadap
Pendapatan
 Elastisitas Pendapatan mengukur kepekaan
perubahan permintaan suatu komoditas
terhadap perubahan pendapatan konsumen
Ei =
∆𝑄/𝑄
∆𝐼/𝐼
=
∆𝐼
∆𝑃
x
𝑃
𝐼
Ei = 𝛼1 𝑥
𝐼
𝑄
Ei =
∆𝑄
∆𝐼
x
(𝐼2+𝐼1)/2
(𝑄2+𝑄1)/2
=
𝑄2−𝑄1
𝐼2−𝐼1
x
𝐼2+𝐼1
𝑄2+𝑄1
Elastisitas Pendapatan Titik
Persamaan Linear
Elastisitas Pendapatan Busur
Elastisitas Permintaan terhadap
Pendapatan
 Tingkat pendapatan merupakan determinan penting
dalam permintaan
 Untuk hampir semua komoditas, peningkatan
pendapatan mengakibatkan peningkatan permintaan
akan komoditas (ΔQ/ ΔI positif), sehingga EI positif 
barang normal ie: makanan, pakaian, perumahan,
kesehatan, pendidikan, dan rekreasi
 Kebutuhan pokok EI positif tapi rendah (antara 0 sd 1)
 Kebutuhan barang mewah EI positif lebih besar 1
 Untuk barang Inferior EI Negatif
Elastisitas Pendapatan Di
Dunia Nyata
Elastisitas Silang
Terhadap Harga
 Untuk mengukur kepekaan perubahaan
permintaan akan komoditas X terhadap
perubahan harga dari komoditas Y
Exy =
∆𝑄 𝑥/𝑄 𝑥
∆𝑃 𝑦/𝑃 𝑦
=
∆𝑄 𝑥
∆𝑃 𝑦
x
𝑃 𝑦
𝑄 𝑥
Ei = 𝛼1 𝑥
𝑃 𝑦
𝑄 𝑥
Ei =
∆𝑄 𝑥
∆𝑃 𝑦
x
𝑃 𝑦2+𝑃 𝑦1/2
(𝑄 𝑥2+𝑄 𝑥1)/2
=
𝑄 𝑥2−𝑄 𝑥1
𝑃 𝑦2−𝑃 𝑦1
x
𝑃 𝑦2+𝑃 𝑦1
𝑄 𝑥2+𝑄 𝑥1
Elastisitas Silang Titik
Persamaan Linear
Elastisitas Silang Busur
Elatisitas Silang Terhadap harga
1. Jika nilai Exy positif maka, komiditas X& Y
adalah barang substitusi, karena peningkatan
Py menyebabkan peningkatan Qx
2. Jika nilai Exy Negatif, komoditas X & Y adalah
barang komplementer, karena kenaikan Py
mendorong pengurangan Qx
3. Jika nilai Exy mendekati nol maka X& Y adalah
komoditas yang tidak berhubungan
Perusahaan sering menggunakan konsep ini untuk
mengukur efek dari perubahan harga suatu produk
yang mereka jual terhadap permintaan produk lain
yang berhubungan dan juga dijual oleh pesaing
Elastisitas Silang Di Dunia
Nyata
E-Commerce
 E-Commerce: Produksi, periklanan,
penjualan dan distribusi produk dan jasa
dari perusahan ke perusahaan (B2B),
Perusahaan ke Konsumen (B2C),
Konsumen ke Konsumen (C2C) melalui
internet
 Internet & E-commerce menunjukkan
perubahan besar dalam cara interaksi
perusahaan dan konsumen di pasar
Keuntungan E-Commerce
 Koneksi Online baik B2B, B2C dan C2C
telah menyebabkan:
1. Penurunan biaya pelaksanaan bisnis
yang sangat tajam
2. Pemotongan waktu untuk memberikan
jawaban
3. Perluasan jangkauan penjualan
4. Menciptakan model bisnis baru
Perkembangan E-
Commerce
 Penjual ritel konvensional turut memasuki
dunia e-commerce dalam penjualannya
 Memberikan tantangan bagi para e-retailer
karena konsumen mudah melakukan
pembandingan
 Banyak model bisnis baru, seperti lelang
secara online, game online freemium,
social media based ads, dll
 Mobile internet mulai berkembang pesat
perkembangan gadget mobile

teori permintaan

  • 1.
  • 2.
    Pendahuluan  Permintaan merupakansalah satu aspek terpenting dalam ekonomi manajerial  Penting bagi penciptaan, kelangsungan hidup dan profitabilitas perusahaan  Hal-hal yang mempengaruhi permintaan konsumen 1. Harga dari komiditasi tersebut 2. Pendapatan Konsumen 3. Harga dari barang yang berhubungan (substitusi & Komplementer 4. Selera konsumen 5. dll
  • 3.
    Permintaan Individual terhadap komiditas Permintaan timbul karena keinginan konsumen dan kemampuannya ( hasrat dan keinginan yang didukung dengan pendapatan) untuk membeli suatu komiditas  Teori permintaan konsumen: jumlah komiditas yang diminta merupakan suatu fungsi/bergantung pada harga komiditas tersebut, pendapatan konsumen, harga komiditas yang berhubungan(komplementer atau substitusi) dan selera konsumen
  • 4.
    Fungsi Permintaan Individual Qdx= f (Px, I, Py, T) Qdx = Kuantitas komoditas X yang diminta oleh individu perperiode waktu (tahun, bulan, minggu, hari, atau satuan unit waktu yang lainnya) Px = Harga perunit komoditas X I = Pendapatan Konsumen Py = Harga komoditas yang berhubungan (substitusi atau komplementer) T = Selera konsumen Ringkasan: teori permintaan konsumen mempostulatkan bahwa kuantitas komoditas yang diminta persatuan periode akan meningkat jika harga berkurang, pendapatan konsumen meningkat, adanya kenaikan dalam harga barang substitusi dan penurunan harga barang komplementer, serta dengan peningkatan dalam selera terhadap komiditas yang dibicarakan
  • 5.
    Permintaan Vs Pendapatan  Padasaat pendapatan konsumen meningkat, mereka akan membeli lebih banyak komoditas umum (sepatu, steak, film, liburan, pendidikan, mobil, rumah dll) disebut juga Barang Normal  Namun ada juga barang & jasa yang tidak akan banyak dibeli oleh konsumen pada saat pendapatannya meningkat ini disebut sebagai Barang Inferior, ie: Nasi Aking, Gorengan, Telo Rebus, Tempe Tahun, dll
  • 6.
    Kurva Permintaan Individual Skedul PermintaanIndividual untuk komiditas X Harga komiditas X per unit (Px) 2 1 0,5 Kuantitas X yang diminta pada suatu periode waktu (Qdx) 1 3 4,5 • Hubungan terbalik antara Qx dan Px • Px naik Qx turun • Px turun Qx naik • Kurva Permintaan memiliki kemiringan negatif
  • 7.
    Permintaan Individual menjadi PermintaanPasar  Kurva permintaan pasar untuk suatu komiditas merupakan penjumlahan secara horizontal dari kurva – kurva permintaan semua konsumen
  • 8.
    Fungsi Permintaan Pasar QDx= f (Px,N, I, Py, T) Qdx = Kuantitas komoditas X yang diminta oleh seluruh konsumen perperiode waktu (tahun, bulan, minggu, hari, atau satuan unit waktu yang lainnya) Px = Harga perunit komoditas X N = Jumlah konsumen di pasar I = Pendapatan Konsumen Py = Harga komoditas yang berhubungan (substitusi atau komplementer) T = Selera konsumen
  • 9.
    Efek Permintaan pasar 1.EfekKereta (Bandwagon Effect): orang melakukan permintaan terhadap suatu komiditas karena orang lain membelinya. Biasanya kurva permintaan menjadi lebih datar 2.Efek Kesombongan ( Snob Effect): banyak konsumen berusaha tampil berbeda dan ekslusif dengan meminta lebih sedikit komiditas2 yang banyak diminta oleh orang. Kurva permintaan pasar menjadi lebih curam
  • 10.
    Permintaan yang dihadapi perusahaan Bergantung pada ukuran permintaan pasar atau industri terhadap komiditas tersebut, bentuk organisasi industrinya dan jumlah perusahaan yang ada dalam industri tersebut  Bergantung pula pada tipe barang yang dijual: 1. Barang tahan lama 2. Barang Fast Moving (tidak tahan lama) Biasanya barang tahan lama lebih bergejolak/tidak stabil dibandingkan fast moving.
  • 11.
    Struktur Pasar, Jumlah Perusahaanvs Permintaan 1. Monopoli Jika perusahaan satu-satunya produsen dari suatu komoditas dan tidak ada subtitusi yang dekat, ie: Pertamina & PLN 2. Persaingan Sempurna Terdapat banyak perusahaan yang menghasilkan barang yang homogen (identik) dan setiap perusahaan terlalu kecil untuk mempengaruhi pasar, ie: Pertanian, Barang Grosiran Pasar 3. Oligopoli Terdapat sedikit perusahaan didalam perusahaan yang memproduksi barang yang homogen/terstandarisasi (Semen, baja, Kimia) atau Heterogen/terdiferensiasi (Mobil, Rokok, Minuman Ringan) 4. Monopolistik Disini banyak perusahaan yang menjual produk yang heterogen atau terdiferensiasi – percampuran antara monopoli & Persaingan sempurna
  • 12.
    Fungsi Permintaan yang dihadapiPerusahaan Qx = α0 + α1 PX + α2N + α3I + α4Py + α5T +… Qdx = Kuantitas komiditas X persatuan waktu yang dihadapi oleh perusahaan α = koefisien yang akan mengestimasi permintaan Px = Harga perunit komoditas X N = jumlah konsumen di pasar I = Pendapatan Konsumen Py = Harga komoditas yang berhubungan (substitusi atau komplementer) T = Selera konsumen
  • 13.
    Contoh Fungsi Permintaan Perusahaan Fungsipermintaan kentang manis di amerika serikat pada periode tahun 1949 hingga 1972 QDs = 7.609 – 1.606Ps + 59N + 947I + 479Pw – 271t QDs = Kuantitas kentang manis yang dijual pertahunnya di amerika serikat setiap 1.000 hundredweight (cwt) Ps = Harga kentang manis riil dalam dollar perhundredweight yang diterima petani N = Rata2 bergerak 2 tahunan untuk populasi totalamerika serikat, dalam jutaan I = Pendapatan personal disposable riil perkapita, dalam ribuan dolar Pw = Harga kentang putih riil dalam dolar perhundredweight yang diterima petani T = Trend waktu (t = 1 untuk tahun 1949, t=2 untuk tahun 1950, sampai t= 24 untuk tahun 1972)
  • 14.
     Jika dimasukkankedalam persamaan N = 150, 73 I = 1,76 Pw = 2,94 T = 1 Maka kurva permintaan pada tahun 1949 sebagai berikut: QDs = 7.609 – 1.606Ps + 59(150,73) + 947(1,76)+ 479(2,94)– 271(1) = 7.609 -1.606Ps + 8893 +1.667 + 1.408 – 271 = 19.306 – 1.606 Ps Contoh Fungsi Permintaan Perusahaan
  • 15.
     Jika dimasukkankedalam persamaan N = 208,78 I = 3,19 Pw = 2,41 T = 24 Maka kurva permintaan pada tahun 1972 sebagai berikut: QDs = 7.609 – 1.606Ps + 59(208,78) + 947(3,19)+ 479(2,41)– 271(24) = 17.598-1.606Ps Contoh Fungsi Permintaan Perusahaan
  • 16.
    Elastisitas Permintaan Terhadap Harga Elastisitas Permintaan merupakan suatu pengukuran kuantitatif yang menunjukkan sampai dimana besarnya pengaruh perubahan harga terhadap perubahan permintaan  Terdiri Dari: 1. Elastisitas Harga 2. Elastisitas Pendapatan 3. Elastisitas Permintaan Silang
  • 17.
    Elastisitas Titik terhadap Harga Elastisitas hargamerupakannilaiperbandinganantarapersen tasiperubahanjumlahdimintadenganpersentasipe rubahanharga Rumus: EP = ∆𝑄/𝑄 ∆𝑃/𝑃 = ∆𝑄 ∆𝑃 x 𝑃 𝑄 SecaraKalkulus EP = 𝜕𝑄 𝜕𝑃 x 𝑃 𝑄 EP = 𝛼1 x 𝑃 𝑄 P = HargaKomoditas Q = JumlahKomoditas yang di Minta 𝛼 = KoefisienEstimasi (∆Q/∆P)
  • 18.
    Jenis-Jenis Elastisitas Harga EP =0 EP = ∞ EP = 1 EP < 1 EP > 1
  • 19.
  • 20.
    Elastisitas Busur Pada harga Elastisitas BusurMerupakanrata-rata darikeduahargadan rata-rata darikeduakuantitas EP = ∆𝑸 ∆𝑷 x (𝑷𝟐+𝑷𝟏)/𝟐 (𝑸𝟐+𝑸𝟏)/𝟐 = 𝑸𝟐−𝑸𝟏 𝑷𝟐−𝑷𝟏 x 𝑷𝟐+𝑷𝟏 𝑸𝟐+𝑸𝟏
  • 21.
    Elastisitas Harga, Penerimaan Total,& Pendapatan Marginal  TR = P x Q  MR = ∆TR ∆Q Kesimpulan:  TR meningkatselamaEp> 1  TR MaksimumketikaEp = 1  TR MenurunsaatEp< 1  MR Positifselama TR meningkat  MR Negatifselama TR Menurun  MR = 0 saat TR maksimum MR = P 1+ 1 Ep Atau MR dapat dicari
  • 22.
  • 23.
  • 24.
    Faktor-faktor yang mempengaruhi ElastisitasPermintaan terhadap Harga 1. Ukuran elastisitas permintaan makin besar jika makin dekat atau makin banyak jumlah komiditas yang mampu mensubtitusinya 2. Makin sempit suatu komiditas didefinisikan, makin besar elastisitas terhadap harga karena makin banyak jumlah komiditas yang melakukan subtitusi 3. Elastisitas permintaan akan menjadi lebih besar jika konsumen membutuhkan waktu yang lebih lama untuk merespon perubahan harganya 4. Respon dalam kuantitas yang diminta akan menjadi lebih besar pada jangka panjang dibandingkan pada jangka pendek
  • 25.
  • 26.
    Elastisitas Terhadap Pendapatan  ElastisitasPendapatan mengukur kepekaan perubahan permintaan suatu komoditas terhadap perubahan pendapatan konsumen Ei = ∆𝑄/𝑄 ∆𝐼/𝐼 = ∆𝐼 ∆𝑃 x 𝑃 𝐼 Ei = 𝛼1 𝑥 𝐼 𝑄 Ei = ∆𝑄 ∆𝐼 x (𝐼2+𝐼1)/2 (𝑄2+𝑄1)/2 = 𝑄2−𝑄1 𝐼2−𝐼1 x 𝐼2+𝐼1 𝑄2+𝑄1 Elastisitas Pendapatan Titik Persamaan Linear Elastisitas Pendapatan Busur
  • 27.
    Elastisitas Permintaan terhadap Pendapatan Tingkat pendapatan merupakan determinan penting dalam permintaan  Untuk hampir semua komoditas, peningkatan pendapatan mengakibatkan peningkatan permintaan akan komoditas (ΔQ/ ΔI positif), sehingga EI positif  barang normal ie: makanan, pakaian, perumahan, kesehatan, pendidikan, dan rekreasi  Kebutuhan pokok EI positif tapi rendah (antara 0 sd 1)  Kebutuhan barang mewah EI positif lebih besar 1  Untuk barang Inferior EI Negatif
  • 28.
  • 29.
    Elastisitas Silang Terhadap Harga Untuk mengukur kepekaan perubahaan permintaan akan komoditas X terhadap perubahan harga dari komoditas Y Exy = ∆𝑄 𝑥/𝑄 𝑥 ∆𝑃 𝑦/𝑃 𝑦 = ∆𝑄 𝑥 ∆𝑃 𝑦 x 𝑃 𝑦 𝑄 𝑥 Ei = 𝛼1 𝑥 𝑃 𝑦 𝑄 𝑥 Ei = ∆𝑄 𝑥 ∆𝑃 𝑦 x 𝑃 𝑦2+𝑃 𝑦1/2 (𝑄 𝑥2+𝑄 𝑥1)/2 = 𝑄 𝑥2−𝑄 𝑥1 𝑃 𝑦2−𝑃 𝑦1 x 𝑃 𝑦2+𝑃 𝑦1 𝑄 𝑥2+𝑄 𝑥1 Elastisitas Silang Titik Persamaan Linear Elastisitas Silang Busur
  • 30.
    Elatisitas Silang Terhadapharga 1. Jika nilai Exy positif maka, komiditas X& Y adalah barang substitusi, karena peningkatan Py menyebabkan peningkatan Qx 2. Jika nilai Exy Negatif, komoditas X & Y adalah barang komplementer, karena kenaikan Py mendorong pengurangan Qx 3. Jika nilai Exy mendekati nol maka X& Y adalah komoditas yang tidak berhubungan Perusahaan sering menggunakan konsep ini untuk mengukur efek dari perubahan harga suatu produk yang mereka jual terhadap permintaan produk lain yang berhubungan dan juga dijual oleh pesaing
  • 31.
  • 32.
    E-Commerce  E-Commerce: Produksi,periklanan, penjualan dan distribusi produk dan jasa dari perusahan ke perusahaan (B2B), Perusahaan ke Konsumen (B2C), Konsumen ke Konsumen (C2C) melalui internet  Internet & E-commerce menunjukkan perubahan besar dalam cara interaksi perusahaan dan konsumen di pasar
  • 33.
    Keuntungan E-Commerce  KoneksiOnline baik B2B, B2C dan C2C telah menyebabkan: 1. Penurunan biaya pelaksanaan bisnis yang sangat tajam 2. Pemotongan waktu untuk memberikan jawaban 3. Perluasan jangkauan penjualan 4. Menciptakan model bisnis baru
  • 34.
    Perkembangan E- Commerce  Penjualritel konvensional turut memasuki dunia e-commerce dalam penjualannya  Memberikan tantangan bagi para e-retailer karena konsumen mudah melakukan pembandingan  Banyak model bisnis baru, seperti lelang secara online, game online freemium, social media based ads, dll  Mobile internet mulai berkembang pesat perkembangan gadget mobile