DISKRIMINASI HARGA
Gina Karlina, SE., MSM
Dosen Ekonomi Mikro
Diskriminasi harga adalah kebijakan untuk
memberlakukan harga jual yang berbeda-beda untuk
satu jenis barang yang sama di segmen pasar yang
berbeda
Diskriminasi harga terjadi jika produk yang sama dijual
kepada konsumen yang berbeda dengan harga yang berbeda,
atas dasar alasan yang tidak berkaitan dengan biaya.
HARGAHARGA
1st
degree
Diskriminasi harga
tingkat pertama
1st
degree
Diskriminasi harga
tingkat pertama
2nd
degree
Diskriminasi harga
tingkat kedua
2nd
degree
Diskriminasi harga
tingkat kedua
3rd
degree
Diskriminasi harga
tingkat ketiga
3rd
degree
Diskriminasi harga
tingkat ketiga
 Untuk dapat melakukan kebijaksanaan DH I monopolisUntuk dapat melakukan kebijaksanaan DH I monopolis
harus mengetahui permintaan dari setiap konsumenharus mengetahui permintaan dari setiap konsumen
 Menetapkan harga yang berbeda-beda untuk setiapMenetapkan harga yang berbeda-beda untuk setiap
konsumen berdasarkankonsumen berdasarkan willingness to paywillingness to pay dan daya belidan daya beli
tiap-tiap konsumentiap-tiap konsumen
 Pada DH I monopolis mengambil seluruh surplusPada DH I monopolis mengambil seluruh surplus
konsumenkonsumen
Gambar 9.1 Diskriminasi Harga Derajat I
P
Q0 5 10
75
100
DA
DB
 DH II monopolist hanya mengambil sebagian dari SDH II monopolist hanya mengambil sebagian dari Surplusurplus
KKonsumenonsumen
 DH II dilakukan dengan cara menerapkan harga yangDH II dilakukan dengan cara menerapkan harga yang
berbeda-beda pada jumlahberbeda-beda pada jumlah batchbatch atauatau lotlot produk yangproduk yang
dijualdijual
 Diskriminasi harga ini dilakukan karena perusahaan tidakDiskriminasi harga ini dilakukan karena perusahaan tidak
memiliki informasi mengenaimemiliki informasi mengenai willingness to paywillingness to pay konsumenkonsumen
Gambar 9.2 Diskriminasi Harga Derajat II
P
Q
A
B
C
D
R
S
T
0 K L M N
 DH III dilakukan dengan cara menetapkan harga yang berbedaDH III dilakukan dengan cara menetapkan harga yang berbeda
untuk setiap kelompok konsumen berdasarkanuntuk setiap kelompok konsumen berdasarkan willingness to paywillingness to pay
masing-masing kelompok konsumenmasing-masing kelompok konsumen
 DH III dilakukan karena produsen tidak mnegetahuiDH III dilakukan karena produsen tidak mnegetahui willingnesswillingness
to payto pay masing-masing konsumen tetapi mengetahuimasing-masing konsumen tetapi mengetahui willingnesswillingness
to payto pay kelompok konsumenkelompok konsumen
 Kelompok konsumen dapat dibedakan atas lokasi, geografis,Kelompok konsumen dapat dibedakan atas lokasi, geografis,
usia, pekerjaan, dan lain-lain.usia, pekerjaan, dan lain-lain.
DISKRIMINASI HARGA
INTERNASIONAL
Dumping adalah diskriminasi harga secara internasional yang
dilakukan dengan menjual suatu produk di luar negeri dengan
harga yang lebih murah dibandingkan dengan harga di dalam
negeri
 Pengenaan harga yang lebih murah di LN dibandingkan DN
untuk komoditi yang sama, karena lebih tingginya elastisitas
permintaan LN
 Perusahaan dapat memperoleh laba lebih tinggi dibandingkan
dengan menjual harga yang sama di dua pasar DN
 Elastisitas permintaan LN lebih tinggi dibandingkan DN sebab
adanya persaingan dengan produsen negara lain dalam pasar
luar negeri
Persistent Dumping
adalah kecenderungan memonopoli yang berkelanjutan dari suatu perusahaan di
pasar domestik untuk memperoleh laba maksimum dengan menetapkan harga
yang lebih tinggi di dalam negeri daripada di luar negeri.
Predatory Dumping
adalah tindakan perusahaan untuk menjual barangnya di luar negeri dengan harga
lebih murah untuk sementara (temporer), sehingga dapat menggusur atau
mengalahkan perusahaan lain dari persaingan bisnis. Setelah dapat memonopoli
pasar, barulah harga kembali dinaikkan untuk mendapat laba maksimum.
Sporadic Dumping
adalah tindakan perusahaan dalam menjual produknya di luar negeri dengan
harga yang lebih murah secara sporadis dibandingkan harga di dalam negeri
karena adanya surplus produksi di dalam negeri.
KARTEL INTERNASIONAL
Kartel adalah kelompok produsen independen yang
yang bergabung membentuk kesepakatn dan
perikatan yang dalam rangka menetapkan harga,
untuk membatasi suplai dan mengurangi kompetisi.
Kartel internasional adalah perjanjian secara formal
antara beberapa perusahaan dari negara yang
berbeda untuk membagi pasar atau mengurangi
persaingan diantara perusahaan tersebut.
Tujuan kartel adalah untuk mengurangi persaingan
serta menciptakan keseragaman harga , jumlah
produksi dan pembagian wilayah pemasaran untuk
masing-masing badan usaha
• Kartel Daerah
Perusahaan-perusahaan yang terlibat mengadakan perjanjian
untuk menentukan wilayah yang boleh dimasuki oleh
masing-masing perusahaan untuk memasarkan produk nya.
• Kartel Produksi
Dalam model kartel produksi, perusahaan-perusahaan yang
terlibat mengadakan perjanjian untuk menentukan besar
produksinya masing-masing.
• Kartel Kondisi
Perjanjian dalam kartel kondisi dibentuk atas dasar syarat-syarat
penjualan. Termasuk diantaranya adalah syarat penyerahan
barang, tempat penjualan, penjualan tunai atau kredit, pemberian
potongan dan sebagainya.
• Kartel Pembagian Laba
Perjanjian dalam model kartel seperti ini biasanya dengan
menentukan cara pembagian dan besarnya laba yang harus
diterima oleh masing-masing anggotanya. Laba dapat dibagi
berdasarkan besarnya volume penjualan yang dicapai oleh setiap
anggota.
• Kartel Harga
Model kartel harga dilakukan jika perusahaan ingin
mengurangi tingkat persaingan harga dengan kompetitor.
Dalam model kartel harga, perjanjian yang diadakan meliputi
penentuan harga minimum dari barang-barang yang dijual,
sehingga tidak terjadi perang harga.
 Kedudukan monopoli dari kartel di pasar menyebabkan perusahaan yang
tergabung di dalam nya memiliki posisi yang baik dalam menghadapi
persaingan
 Resiko penjualan barang-barang yang dihasilkan dan resiko modal para
anggota dapat diminimalkan karena produksi dan penjualan dapat diatur
jumlah nya
 Kartel dapat melaksanakan rasionalisasi, sehingga biaya barang-barang
produksi kartel cenderung turun
 Dalam kehidupan masyarakat luas, kartel dianggap sebagai sesuatu
yang merugikan masyarakat, karena kartel dapat menyebabkan harga
jual barang menjadi tinggi
 Peraturan yang dibuat bersama beserta sanksi-sanksi intern kartel
dapat mengikat kebebasan perusahaan yang tergabung di dalam nya

Diskriminasi Harga

  • 1.
    DISKRIMINASI HARGA Gina Karlina,SE., MSM Dosen Ekonomi Mikro
  • 2.
    Diskriminasi harga adalahkebijakan untuk memberlakukan harga jual yang berbeda-beda untuk satu jenis barang yang sama di segmen pasar yang berbeda Diskriminasi harga terjadi jika produk yang sama dijual kepada konsumen yang berbeda dengan harga yang berbeda, atas dasar alasan yang tidak berkaitan dengan biaya.
  • 4.
  • 5.
    1st degree Diskriminasi harga tingkat pertama 1st degree Diskriminasiharga tingkat pertama 2nd degree Diskriminasi harga tingkat kedua 2nd degree Diskriminasi harga tingkat kedua 3rd degree Diskriminasi harga tingkat ketiga 3rd degree Diskriminasi harga tingkat ketiga
  • 6.
     Untuk dapatmelakukan kebijaksanaan DH I monopolisUntuk dapat melakukan kebijaksanaan DH I monopolis harus mengetahui permintaan dari setiap konsumenharus mengetahui permintaan dari setiap konsumen  Menetapkan harga yang berbeda-beda untuk setiapMenetapkan harga yang berbeda-beda untuk setiap konsumen berdasarkankonsumen berdasarkan willingness to paywillingness to pay dan daya belidan daya beli tiap-tiap konsumentiap-tiap konsumen  Pada DH I monopolis mengambil seluruh surplusPada DH I monopolis mengambil seluruh surplus konsumenkonsumen
  • 7.
    Gambar 9.1 DiskriminasiHarga Derajat I P Q0 5 10 75 100 DA DB
  • 8.
     DH IImonopolist hanya mengambil sebagian dari SDH II monopolist hanya mengambil sebagian dari Surplusurplus KKonsumenonsumen  DH II dilakukan dengan cara menerapkan harga yangDH II dilakukan dengan cara menerapkan harga yang berbeda-beda pada jumlahberbeda-beda pada jumlah batchbatch atauatau lotlot produk yangproduk yang dijualdijual  Diskriminasi harga ini dilakukan karena perusahaan tidakDiskriminasi harga ini dilakukan karena perusahaan tidak memiliki informasi mengenaimemiliki informasi mengenai willingness to paywillingness to pay konsumenkonsumen
  • 9.
    Gambar 9.2 DiskriminasiHarga Derajat II P Q A B C D R S T 0 K L M N
  • 10.
     DH IIIdilakukan dengan cara menetapkan harga yang berbedaDH III dilakukan dengan cara menetapkan harga yang berbeda untuk setiap kelompok konsumen berdasarkanuntuk setiap kelompok konsumen berdasarkan willingness to paywillingness to pay masing-masing kelompok konsumenmasing-masing kelompok konsumen  DH III dilakukan karena produsen tidak mnegetahuiDH III dilakukan karena produsen tidak mnegetahui willingnesswillingness to payto pay masing-masing konsumen tetapi mengetahuimasing-masing konsumen tetapi mengetahui willingnesswillingness to payto pay kelompok konsumenkelompok konsumen  Kelompok konsumen dapat dibedakan atas lokasi, geografis,Kelompok konsumen dapat dibedakan atas lokasi, geografis, usia, pekerjaan, dan lain-lain.usia, pekerjaan, dan lain-lain.
  • 11.
  • 12.
    Dumping adalah diskriminasiharga secara internasional yang dilakukan dengan menjual suatu produk di luar negeri dengan harga yang lebih murah dibandingkan dengan harga di dalam negeri
  • 13.
     Pengenaan hargayang lebih murah di LN dibandingkan DN untuk komoditi yang sama, karena lebih tingginya elastisitas permintaan LN  Perusahaan dapat memperoleh laba lebih tinggi dibandingkan dengan menjual harga yang sama di dua pasar DN  Elastisitas permintaan LN lebih tinggi dibandingkan DN sebab adanya persaingan dengan produsen negara lain dalam pasar luar negeri
  • 14.
    Persistent Dumping adalah kecenderunganmemonopoli yang berkelanjutan dari suatu perusahaan di pasar domestik untuk memperoleh laba maksimum dengan menetapkan harga yang lebih tinggi di dalam negeri daripada di luar negeri. Predatory Dumping adalah tindakan perusahaan untuk menjual barangnya di luar negeri dengan harga lebih murah untuk sementara (temporer), sehingga dapat menggusur atau mengalahkan perusahaan lain dari persaingan bisnis. Setelah dapat memonopoli pasar, barulah harga kembali dinaikkan untuk mendapat laba maksimum. Sporadic Dumping adalah tindakan perusahaan dalam menjual produknya di luar negeri dengan harga yang lebih murah secara sporadis dibandingkan harga di dalam negeri karena adanya surplus produksi di dalam negeri.
  • 15.
  • 16.
    Kartel adalah kelompokprodusen independen yang yang bergabung membentuk kesepakatn dan perikatan yang dalam rangka menetapkan harga, untuk membatasi suplai dan mengurangi kompetisi. Kartel internasional adalah perjanjian secara formal antara beberapa perusahaan dari negara yang berbeda untuk membagi pasar atau mengurangi persaingan diantara perusahaan tersebut.
  • 17.
    Tujuan kartel adalahuntuk mengurangi persaingan serta menciptakan keseragaman harga , jumlah produksi dan pembagian wilayah pemasaran untuk masing-masing badan usaha
  • 18.
    • Kartel Daerah Perusahaan-perusahaanyang terlibat mengadakan perjanjian untuk menentukan wilayah yang boleh dimasuki oleh masing-masing perusahaan untuk memasarkan produk nya. • Kartel Produksi Dalam model kartel produksi, perusahaan-perusahaan yang terlibat mengadakan perjanjian untuk menentukan besar produksinya masing-masing.
  • 19.
    • Kartel Kondisi Perjanjiandalam kartel kondisi dibentuk atas dasar syarat-syarat penjualan. Termasuk diantaranya adalah syarat penyerahan barang, tempat penjualan, penjualan tunai atau kredit, pemberian potongan dan sebagainya. • Kartel Pembagian Laba Perjanjian dalam model kartel seperti ini biasanya dengan menentukan cara pembagian dan besarnya laba yang harus diterima oleh masing-masing anggotanya. Laba dapat dibagi berdasarkan besarnya volume penjualan yang dicapai oleh setiap anggota.
  • 20.
    • Kartel Harga Modelkartel harga dilakukan jika perusahaan ingin mengurangi tingkat persaingan harga dengan kompetitor. Dalam model kartel harga, perjanjian yang diadakan meliputi penentuan harga minimum dari barang-barang yang dijual, sehingga tidak terjadi perang harga.
  • 21.
     Kedudukan monopolidari kartel di pasar menyebabkan perusahaan yang tergabung di dalam nya memiliki posisi yang baik dalam menghadapi persaingan  Resiko penjualan barang-barang yang dihasilkan dan resiko modal para anggota dapat diminimalkan karena produksi dan penjualan dapat diatur jumlah nya  Kartel dapat melaksanakan rasionalisasi, sehingga biaya barang-barang produksi kartel cenderung turun
  • 22.
     Dalam kehidupanmasyarakat luas, kartel dianggap sebagai sesuatu yang merugikan masyarakat, karena kartel dapat menyebabkan harga jual barang menjadi tinggi  Peraturan yang dibuat bersama beserta sanksi-sanksi intern kartel dapat mengikat kebebasan perusahaan yang tergabung di dalam nya