KELOMPOK 10:
Milla Takhanifa
Kristalina Kismadewi
Chaerul Muchafidlin
KEUNTUNGAN
MAKSIMAL
Keuntungan (laba) merupakan tujuan utama suatu
pengusaha dalam menjalankan usahanya. Menurut
Sunaryo, keuntungan (laba) adalah selisih antara total

pendapatan dengan total biaya yang merupakan insentif
bagi produsen untuk melakukan produksi. Keuntungan
inilah

yang

mengarahkan

produsen

untuk

mengalokasikan sumber daya ke proses produksi
tertentu.
“Economic Profits” atau keuntungan ekonomi merupakan surplus atau
kelebihan pendapatan total atas semua biaya produksi yang dikeluarkan oleh

perusahaan. Termasuk didalamnya biaya untuk pembelian sumber-sumber produksi
yang digunakan untuk memproduksi suatu output tertentu atau “Opportunity
Costs” untuk menggunakan input yang tersedia. Yang juga termasuk dalam biaya

adalah hasil / pendapatan bagi pemilik modal yang besarnya sama (ekuivalen)
dengan seandainya investor menanamkan modalnya di dalam sektor ekonomi yang
lain.
Keuntungan total merupakan penerimaan total (TR) dikurangi dengan
biaya total (TC). Keuntungan total akan mencapai maksimum apabila selisih
positif antara TR dengan TC mencapai angka terbesar. Secara sistematis laba dapat
dirumuskan ∏ = TR - TC.
Dalam

teori

ekonomi,

pemisalan

terpenting

dalam

menganalisis kegiatan perusahaan adalah “mereka akan
melakukan kegiatan memproduksi sampai kepada tingkat
dimana

keuntungan

mereka

mencapai

jumlah

yang

maksimum”. Berdasarkan kepada pemisalan ini dapat
ditunjukkan pada tingkat kapasitas memproduksi yang

bagaimana perusahaan akan menjalankan kegiatan usahanya.
Untuk

memperoleh keuntungan yang maksimum, produsen

bekerja dalam kondisi dimana MR = MC (penerima marginal
= biaya marginal).
GRAFIK
Rp
TC
TR
B

A

p

0

X’

X0 (x0+1)

x

output
HUBUNGAN

ANTARA

MR, MC

DALAM

PENCAPAIAN

KEUNTUNGAN MAKSIMUM ADALAH SEBAGAI BERIKUT:

Dimana:

1. TR = X. Px
dTR
MR
dx

TC = biaya total

f 1 ( X ) Px

MC

3.

X = output
Px = harga outputkonstan.

2. TC = g(X)
dTC
dx

TR = penerimaan total

MR = penerimaan marginal

1

g (X )

TR TC

MC = biaya marginal

f ( X ) g( X )

∏ = keuntungan
KEUNTUNGAN YANG DIPEROLEH AKAN MENCAPAI
MAKSIMUM APABILA MEMENUHI 2 SYARAT:

d
1.
dx

2

0

f 1 ( X ) g1 ( X ) 0

2.

d
0
2
dx
Pada output sebesar X

f 1 ( X ) g1 ( X )

MR MC
d2
0 , maka bukannya keuntungan maksimum yang
Jika
2
dx
didapat melainkan kerugian maksimum yang diperoleh .
CONTOH 1
Bila penerimaan total produsen ditunjukkan oleh
persamaan TR = 200Q – 5Q2 dan biaya totalnya
ditunjukkan

20Q,

oleh

tentukan

persamaan

jumlah

TC

output

=

yang

40

+

harus

diproduksi agar produsen memperoleh keuntungan
maksimum!
PENYELESAIAN:
TR = 200Q – 5Q2
TC = 40 + 20Q
∏ maksimum bila

1. MR = MC
MR = 200 – 10Q

2.

d2
0
dQ 2

-10 < 0

MC = 20

Karena turunan kedua kurang

MR = MC

dari nol yaitu

200 – 10Q = 20

kedua

ini

terpenuhi.

Jadi

10Q = 180

keuntungan

maksimum

akan

Q = 18

maka syarat

tercapai bila Q = 18.
THANK YOU
FOR YOUR ATTENTION

Keuntungan maksimum

  • 1.
    KELOMPOK 10: Milla Takhanifa KristalinaKismadewi Chaerul Muchafidlin
  • 2.
  • 3.
    Keuntungan (laba) merupakantujuan utama suatu pengusaha dalam menjalankan usahanya. Menurut Sunaryo, keuntungan (laba) adalah selisih antara total pendapatan dengan total biaya yang merupakan insentif bagi produsen untuk melakukan produksi. Keuntungan inilah yang mengarahkan produsen untuk mengalokasikan sumber daya ke proses produksi tertentu.
  • 4.
    “Economic Profits” ataukeuntungan ekonomi merupakan surplus atau kelebihan pendapatan total atas semua biaya produksi yang dikeluarkan oleh perusahaan. Termasuk didalamnya biaya untuk pembelian sumber-sumber produksi yang digunakan untuk memproduksi suatu output tertentu atau “Opportunity Costs” untuk menggunakan input yang tersedia. Yang juga termasuk dalam biaya adalah hasil / pendapatan bagi pemilik modal yang besarnya sama (ekuivalen) dengan seandainya investor menanamkan modalnya di dalam sektor ekonomi yang lain. Keuntungan total merupakan penerimaan total (TR) dikurangi dengan biaya total (TC). Keuntungan total akan mencapai maksimum apabila selisih positif antara TR dengan TC mencapai angka terbesar. Secara sistematis laba dapat dirumuskan ∏ = TR - TC.
  • 5.
    Dalam teori ekonomi, pemisalan terpenting dalam menganalisis kegiatan perusahaanadalah “mereka akan melakukan kegiatan memproduksi sampai kepada tingkat dimana keuntungan mereka mencapai jumlah yang maksimum”. Berdasarkan kepada pemisalan ini dapat ditunjukkan pada tingkat kapasitas memproduksi yang bagaimana perusahaan akan menjalankan kegiatan usahanya. Untuk memperoleh keuntungan yang maksimum, produsen bekerja dalam kondisi dimana MR = MC (penerima marginal = biaya marginal).
  • 6.
  • 7.
    HUBUNGAN ANTARA MR, MC DALAM PENCAPAIAN KEUNTUNGAN MAKSIMUMADALAH SEBAGAI BERIKUT: Dimana: 1. TR = X. Px dTR MR dx TC = biaya total f 1 ( X ) Px MC 3. X = output Px = harga outputkonstan. 2. TC = g(X) dTC dx TR = penerimaan total MR = penerimaan marginal 1 g (X ) TR TC MC = biaya marginal f ( X ) g( X ) ∏ = keuntungan
  • 8.
    KEUNTUNGAN YANG DIPEROLEHAKAN MENCAPAI MAKSIMUM APABILA MEMENUHI 2 SYARAT: d 1. dx 2 0 f 1 ( X ) g1 ( X ) 0 2. d 0 2 dx Pada output sebesar X f 1 ( X ) g1 ( X ) MR MC d2 0 , maka bukannya keuntungan maksimum yang Jika 2 dx didapat melainkan kerugian maksimum yang diperoleh .
  • 9.
    CONTOH 1 Bila penerimaantotal produsen ditunjukkan oleh persamaan TR = 200Q – 5Q2 dan biaya totalnya ditunjukkan 20Q, oleh tentukan persamaan jumlah TC output = yang 40 + harus diproduksi agar produsen memperoleh keuntungan maksimum!
  • 10.
    PENYELESAIAN: TR = 200Q– 5Q2 TC = 40 + 20Q ∏ maksimum bila 1. MR = MC MR = 200 – 10Q 2. d2 0 dQ 2 -10 < 0 MC = 20 Karena turunan kedua kurang MR = MC dari nol yaitu 200 – 10Q = 20 kedua ini terpenuhi. Jadi 10Q = 180 keuntungan maksimum akan Q = 18 maka syarat tercapai bila Q = 18.
  • 11.