Now Loading…
Next
Konsep
Dasar
Pasar
Defenisi
Pasar
Oligopoli
Sejarah
Pasar
Oligopoli
Macam-
Macam
Pasar
Oligopoli
Ciri-Ciri
Pasar
Oligopoli
Sifat
Pasar
Oligopoli
Faktor
Penyebab
Terbentukny
a Pasar
Oligopoli
Faktor
Penghambat
Terbentukny
a Pasar
Oligopoli
Hubungan
antar
Perusaha
an dalam
Oligopoli
Perbandin
gan Pasar
Oligopoli
Model
Pasar
Oligopoli
Kurva-
Kurva
dalam
Pasar
Oligopoli
Pemaksi
muman
Laba
Perusaha
an
Oligopoli
Kelebihan
&
Kelemahan
dalam
Pasar
Oligopoli
Perilaku
Pasar
Oligopoli
A. Konsep Pasar
Menjelaskan
mengenai konsep
pasar secara umum
dalam suatu
perekonomian.
Pasar adalah sekumpulan pembeli dan penjual
yang melalui interaksi mereka aktual atau potensial,
menetapkan harga suatu produk atau sekumpulan
produk.
Pasar merupakan tulang punggung
perekonomian masyarakat, baik masyarakat yang
berada dikalangan kelas bawah ataupun masyarakat
yang berada di kalangan kelas atas. Pasar juga
merupakan proses hubungan timbal antara penjual
dan pembeli untuk mencapai kesepakatan harga dan
jumlah suatu barang/jasa yang diperjualbelikan.
Dalam perkembangannya kita kenal pasar
oligopoli sebagai bentuk bagian dari pasar saat ini.
B. Pasar Oligopoli
Menjelaskan
mengenai: Definisi,
sejarah dan ruang
lingkup pasar
oligopoli, jenis,
ciri-ciri
(charateristic),
sifat-sifat, faktor
penyebab dan
faktor yang
menghambat
bertumbuhnya
pasar oligopoli.
a. Definisi dan Sejarah Pasar Oligopoli
Istilah Oligopoli berasal dari bahasa Yunani,
yaitu: Oligos artinya beberapa dan Polein artinya
penjual. Jadi Oligos Polein (Oligopoli) berarti
beberapa penjual. Beberapa penjual dalam konteks
ini, maksudnya di mana penawaran satu jenis barang
di kuasai oleh beberapa perusahaan, beberapa dapat
berarti paling sedikit 2 dan paling banyak 10 atau 15
perusahaan. Teori oligopoli memiliki sejarah yang
cukup panjang.
B. Pasar Oligopoli
Menjelaskan
mengenai: Definisi,
sejarah dan ruang
lingkup pasar
oligopoli, jenis,
ciri-ciri
(charateristic),
sifat-sifat, faktor
penyebab dan
faktor yang
menghambat
bertumbuhnya
pasar oligopoli.
Istilah oligopoli pertama kali digunakan oleh Sir
Thomas Moore dalam karyanya pada tahun 1916,
yaitu “Utopia” 11. Dalam karya tersebut dikatakan
bahwa harga tidak harus berada pada tingkat
kompetisi ketika perusahaan di pasar lebih dari satu.
Teori Oligopoli pertama kali diformalkan oleh
Augustin Cournot pada tahun 1838 melalui
karyanya “Researches Sur Les Priciples
Mathematiques De La Theorie Des Richesses”. Lima
puluh tahun kemudian, teori tersebut dibantah oleh
Bertrand. Meskipun menuai banyak kritik, namun
hingga kini teori Cournot tetap dianggap sebagai
benchmark bagi teori-teori oligopoli lainnya.
B. Pasar Oligopoli
Menjelaskan
mengenai: Definisi,
sejarah dan ruang
lingkup pasar
oligopoli, jenis,
ciri-ciri
(charateristic),
sifat-sifat, faktor
penyebab dan
faktor yang
menghambat
bertumbuhnya
pasar oligopoli.
Pasar Oligopoli adalah suatu pasar dimana
terdapat beberapa produsen yang menghasilkan
barang-barang yang saling bersaingan. Ini merupakan
sifat utama dari pasar oligopoli. Pasar Oligopoli
merupakan salah satu jenis dari pasar persaingan
tidak sempurna. Dimana pasar Oligopoli merupakan
pasar yang hanya terdapat beberapa perusahaan atau
penjual yang memproduksi barang sejenis.
Struktur pasar oligopoli umumnya terbentuk
pada industri-industri yang memiliki capital intensive
yang tinggi, seperti, industri semen, industri air
minum, industri mobil, dan industri kertas, dan
sebagainya.
B. Pasar Oligopoli
Menjelaskan
mengenai: Definisi,
sejarah dan ruang
lingkup pasar
oligopoli, jenis,
ciri-ciri
(charateristic),
sifat-sifat, faktor
penyebab dan
faktor yang
menghambat
bertumbuhnya
pasar oligopoli. Gambar: Contoh industri dalam pasar oligopoli
B. Pasar Oligopoli
Menjelaskan
mengenai: Definisi,
sejarah dan ruang
lingkup pasar
oligopoli, jenis,
ciri-ciri
(charateristic),
sifat-sifat, faktor
penyebab dan
faktor yang
menghambat
bertumbuhnya
pasar oligopoli.
b. Macam-Macam Pasar Oligopoli
 Oligopoli murni (pure oligopoly): menjual barang
yang homogen. Biasanya banyak dijumpai dalam
industri yang menghasilkan bahan mentah.
Contoh: pasar semen, produsen bensin.
 Oligopoli diferensial (differentiated oligopoly):
menjual barang berbeda corak. Barang seperti itu
umumnya adalah barang akhir. Contoh: pasar
mobil, pasar sepeda motor.
B. Pasar Oligopoli
Menjelaskan
mengenai: Definisi,
sejarah dan ruang
lingkup pasar
oligopoli, jenis,
ciri-ciri
(charateristic),
sifat-sifat, faktor
penyebab dan
faktor yang
menghambat
bertumbuhnya
pasar oligopoli.
c. Ciri-Ciri (Characteristic) Pasar Oligopoli
 Pasar Oligopoli hanya terdiri dari sekelompok
kecil perusahaan.
 Menghasilkan barang standar maupun barang
berbeda corak.
 Terdapat banyak pembeli di pasar.
 Kekuasaan menentukan harga adakalanya lemah
dan adakalanya sangat tangguh.
 Melakukan promosi melalui iklan.
 Pengambilan keputusan yang saling
mempengaruhi (Interdependence Decisions).
 Kompetisi non harga (non pricing competition).
B. Pasar Oligopoli
Menjelaskan
mengenai: Definisi,
sejarah dan ruang
lingkup pasar
oligopoli, jenis,
ciri-ciri
(charateristic),
sifat-sifat, faktor
penyebab dan
faktor yang
menghambat
bertumbuhnya
pasar oligopoli.
d. Sifat Pasar Oligopoli
 Harga produk relatif sama.
 Perbedaan produk merupakan kunci sukses.
 Sulit masuk pasar, karena butuh sumber daya yang
cukup besar.
e. Faktor-Faktor Penyebab Terbentuknya Pasar
Oligopoli
 Efisiensi Skala Besar.
 Kompleksitas Manajemen.
B. Pasar Oligopoli
Menjelaskan
mengenai: Definisi,
sejarah dan ruang
lingkup pasar
oligopoli, jenis,
ciri-ciri
(charateristic),
sifat-sifat, faktor
penyebab dan
faktor yang
menghambat
bertumbuhnya
pasar oligopoli.
f. Faktor-Faktor Penghambat Terbentuknya Pasar
Oligopoli
 Hak paten yang tidak memungkinkan perusahaan
lain memproduksi barang yang sama.
 Modal yang di butuhkan terlalu besar, para
pengusaha enggan untuk menanggung risiko yang
besar.
 Perusahaan lama telah terkenal sehingga sulit
untuk tersaingi sehingga menimbulkan risiko yang
besar bagi perusahaan baru.
 Skala Ekonomis.
 Ongkos produksi yang berbeda antar perusahaan.
C. Hubungan antara
Perusahaan-
Perusahaan dalam
Pasar Oligopoli
Menjelaskan
mengenai:
Hubungan antara
perusahaan-
perusahaan dalam
pasar oligopoli,
perbandingan
antara oligopoli
dengan perusahaan
lainnya dan
contohnya.
Terdapat dua hubungan antara perusahaan-
perusahaan dalam pasar oligopoli, antara lain:
 Oligopoli dengan Kesepakatan (Collusive
Oligopoly).
Kesepakatan antara perusahaan dalam pasar
oligopoli biasanya berupa kesepakatan produksi
yang boleh dihasilkan dengan harganya yang sama
juga (kesepakatan ini kadang disebut sebagai
“kolusi” atau “kartel”) dengan tujuan menghindari
perang harga yang akan membawa kerugian bagi
masing-masing perusahaan pada kondisi tertentu.
C. Hubungan antara
Perusahaan-
Perusahaan dalam
Pasar Oligopoli
Menjelaskan
mengenai:
Hubungan antara
perusahaan-
perusahaan dalam
pasar oligopoli,
perbandingan
antara oligopoli
dengan perusahaan
lainnya dan
contohnya.
 Oligopoli Tanpa Kesepakatan (Non Collusive
Oligopoly).
Persaingan antar perusahaan dalam pasar oligopoli
biasanya berupa perbedaan harga dan jumlah
produk yang dihasilkan. Perbedaan harga dan
jumlah produksi (bisa saling berhubungan positif
timbal balik) dilakukan dalam rangka ingin
mendapatkan jumlah pembeli yang lebih banyak
dari sebelumnya (dari pesaingnya).
C. Hubungan antara
Perusahaan-
Perusahaan dalam
Pasar Oligopoli
Menjelaskan
mengenai:
Hubungan antara
perusahaan-
perusahaan dalam
pasar oligopoli,
perbandingan
antara oligopoli
dengan perusahaan
lainnya dan
contohnya.
Perbandingan antara Oligopoli dengan
Perusahaan Lainnya.
Ada dua hal yang bisa dibandingkan untuk
oligopoli dengan perusahaan lainnya. Antara lain:
 Harga bisa lebih tinggi dalam oligopoli
 Laba lebih tinggi dalam oligopoli
D. Model Pasar
Oligopoli
Menjelaskan
mengenai: Model
permintaan yang
patah, model
Cournot , model
Stackelberg , dan
model erusahaan
dominan
Berikut ini akan disampaikan beberapa model
oligopoli yang dikembangkan oleh para ekonom.
a. Model Permintaan yang Patah (Kinked Demand
Model)
Model ini dikembangkan oleh P.M. Sweezy
(1939). Sweezy beranggapan bahwa kalau ada
produsen dalam pasar oligopoli yang berusaha
menaikkan harga maka ia akan kehilangan langganan
karena tak ada produsen lainnya yang bersedia
menaikkan harga. Begitupun berlaku sebaliknya jika
ada yang menurunkan harga, maka ia akan
mendapatkan banyak langganan.
D. Model Pasar
Oligopoli
Menjelaskan
mengenai: Model
permintaan yang
patah, model
Cournot , model
Stackelberg , dan
model erusahaan
dominan
b. Model Cournot (Cournot Model)
Model Cournot yang disebut juga duopoli
dikembangkan oleh Augustin Cournot seorang ahli
ekonomi berkebangsaan Perancis pada tahun 1838.
Asumsi utama dari model ini adalah bahwa jika
perusahaan telah menentukan tingkat produksinya,
maka perusahaan tersebut tidak akan mengubahnya.
Atas dasar asumsi inilah perusahaan pesaingnya akan
menentukan tingkat produksinya.
D. Model Pasar
Oligopoli
Menjelaskan
mengenai: Model
permintaan yang
patah, model
Cournot , model
Stackelberg , dan
model erusahaan
dominan
c. Model Stackelberg (Stackelberg Model)
Dalam model Stackelberg diasumsikan bahwa
di pasar terdapat dua perusahaan, satu bertindak
sebagai pemimpin (leader firm) dan satu berlaku
sebagai pengikut (follower). Perusahaan yang
bertindak sebagai pemimpin mempunyai kewenangan
untuk menentukan jumlah output yang akan
dihasilkan. Atas dasar jumlah output yang telah
ditentukan oleh perusahaan pemimpin ini, perusahaan
pengikut akan bereaksi sesuai dengan ketentuan pada
model Cournot, yaitu menganggap bahwa perusahaan
pemimpin tidak akan mengubah tingkat outputnya.
D. Model Pasar
Oligopoli
Menjelaskan
mengenai: Model
permintaan yang
patah, model
Cournot , model
Stackelberg , dan
model erusahaan
dominan
d. Model Perusahaan Dominan (The dominant firm
model)
Pengembangan lebih lanjut dari model
Stackelberg. Dalam model ini juga terdapat
perusahaan dominan yang bertindak selaku pemimpin
dasar serta perusahaan-perusahaan lain sebagai
pengikut. Mmereka bereaksi seolah-olah mereka
berada dalam pasar yang bersaing sempurna. Dengan
demikian perusahaan-perusahaan pengikut bertindak
sebagai penerima harga (price taker).
E. Penentuan
Harga dan
Produksi Pasar
Oligopoli Tanpa
Persepakatan
Menjelaskan
mengenai: Kurva
permintaan dalam
oligopoli dan kurva
permintaan
terpatah
a. Kurva Permintaan dalam Oligopoli
Berdasarkan kecenderungan dalam pasar
oligopoli, yaitu mengenai reaksi perusahaan-
perusahaan lain apabila suatu perusahaan oligopoli
mengubah harganya, dapatlah diterangkan bentuk
kurva permintaan dari suatu perusahaan oligopoli
apabila dimisalkan perusahaan-perusahaan tidak
melakukan persepakatan.
Gambar 14.1: Kurva Permintaan dalam Oligopoli
Harga
P1
B1P2
P0
P3
0 Q0
D2 D1
B
C
C1
E
A1
A2
D1
D2
Jumlah Barang
Ket:
Kurva D1D1
menggambarkan
kurva permintaan
awal.
Kurva D2D2
apabila dimisalkan
terjadi perubahan
harga yang
dilakukan dan
diikuti oleh
perusahaan lain
Gambar 14.2: Kurva MR dalam Oligopoli
Harga
Jumlah Barang
Ket:
Jika reaksi setiap
perusahaan
sifatnya berbeda,
maka permintaan
yang dihadapi oleh
perusahaan
oligopoli adalah
suatu kurva
terpatah. Seperti
yang ditunjukkan
pada gambar 14.2
P0
0 Q0
D2 D1
E
D1
D2
A1
A2
MR1
MR2
E. Penentuan
Harga dan
Produksi Pasar
Oligopoli Tanpa
Persepakatan
Menjelaskan
mengenai: Kurva
permintaan dalam
oligopoli dan kurva
permintaan
terpatah
Apabila kurva terpatah D1ED2 adalah bentuk
kurva permintaan yang dihadapi oleh suatu
perusahaan dalam pasar oligopoli, bagaimanakah
bentuk kurva hasil penjualan marjinalnya (marginal
revenue)?
Kurva MR (gambar 14.2) adalah kurva hasil
penjualan marjinal apabila kurva permintaan adalah
D1 D1 dan kurva MR2 adalah kurva hasil penjualan
marjinal apabila kurva permintaan adalah kurva
terpatah D1ED2, maka hasil penjualan marjinal adalah
kurva MR1 (dari atas hingga ke titik A1) dan kurva
MR2 (dari titik A2 ke bawah).
F. Pemaksimuman
Keuntungan
Perusahaan
Menjelaskan
mengenai:
Pemaksimuman
keuntungan
perusahaan dan
kurva
keseimbangan
perusahaan dalam
oligopoli
Sebagai produsen, keseimbangan terjadi bila laba
maksimum tercapai. Analisis keseimbangan oligopoli
tidak menekankan dimensi waktu, melainkan
kompetisi. Perusahaan seimbang atau tidak bukan
saja dilihat dari kemampuan mengatur output dan
harga, tetapi juga kemampuan memprediksi prilaku
pesaing.
Karena itu oligopolis (perusahaan yang bergerak
dalam pasar oligopoli) akan mencapai keseimbangan
jika perusahaan dapat melakukan apa yang dapat
dilakukan dan tidak mempunyai alasan lagi untuk
mengubah jumlah output dan harga. Demikian juga
dengan para pesaing.
F. Pemaksimuman
Keuntungan
Perusahaan
Menjelaskan
mengenai:
Pemaksimuman
keuntungan
perusahaan dan
kurva
keseimbangan
perusahaan dalam
oligopoli
Bagaimanakah pemaksimuman keuntungan oleh
suatu perusahaan akan dipengaruhi?
Misalkan pada mulanya biaya marjinal adalah
MC0. Untuk memaksimumkan keuntungan, MC0
harus sama dengan MR. Keuntungan maksimum
dicapai apabila harga adalah P0 dan jumlah produksi
adalah Q0.
Sekiranya terjadi perubahan ke atas biaya
produksi, bagaimanakah kedudukan keseimbangan
akan dipengaruhinya?
Misalkan biaya produksi mengalami kenaikan
sehingga menyebabkan kurva biaya marjinalnya
terjadi ditunjukkan oleh MC2.
F. Pemaksimuman
Keuntungan
Perusahaan
Menjelaskan
mengenai:
Pemaksimuman
keuntungan
perusahaan dan
kurva
keseimbangan
perusahaan dalam
oligopoli
Dari keadaan gambar 14.3 dapat dilihat bahwa
keuntungan yang maksimum masih akan tetap
tercapai oleh perusahaan itu pada ketika harga adalah
P0 dan jumlah yang akan diproduksi adalah Q0.
Hanya setelah kurva biaya marjinal berada di atas
MC2 keseimbangan untuk memaksimumkan
keuntungan akan mengalami perubahan.
Gambar 14.3: Keseimbangan Perusahaan dalam Oligopoli
Harga
Jumlah Barang
Ket:
Berdasarkan
kepada analisis,
pasar oligopoli
(perusahaan yang
tidak melakukan
persepakatan),
maka tingkat
harganya bersifat
rigid (tetap atau
sukar mengalami
perubahan).
P0
0 Q0
D2
E
D1
A1
A2
MR1
MR2
MC1
MC2
MC3
F. Pemaksimuman
Keuntungan
Perusahaan
Menjelaskan
mengenai:
Pemaksimuman
keuntungan
perusahaan dan
kurva
keseimbangan
perusahaan dalam
oligopoli
Dari keadaan dalam gambar 14.3 dapat
disimpulkan bahwa selama perubahan biaya produksi
tidak menyebabkan kurva biaya marjinal berada di
atas MC2 atau di bawah MC1, keseimbangan
pemaksimuman yang akan dinyatakan diatas tidak
akan mengalami perubahan. Dengan demikian,
selama kurva biaya marjinal memotong MR daiantara
titik A1 dan A2, harga dan jumlah produksi
perusahaan tidak akan mengalami perubahan.
F. Kelebihan dan
Kelemahan Pasar
Oligopoli
Menjelaskan
mengenai:
Kelebihan dan
kelemahan pasar
oligopoli
a. Kelebihan pasar oligopoli
 Memberi kebebasan memilih bagi pembeli
 Mampu melakukan penelitian dan pengembangan
produk
 Lebih memperhatikan kepuasan konsumen karena
adanya persaingan penjual
 Adanya penerapan teknologi baru
F. Kelebihan dan
Kelemahan Pasar
Oligopoli
Menjelaskan
mengenai:
Kelebihan dan
kelemahan pasar
oligopoli
a. Kelemahan pasar oligopoli
 Menciptakan ketimpangan distribusi pendapatan
 Harga yang stabil dan terlalu tinggi bisa
mendorong timbulnya inflasi
 Bisa timbul pemborosan biaya produksi apabila
ada kerjasama antar oligopolis karena semangat
bersaing kurang
 Bisa timbul eksploitasi terhadap pembeli dan
pemilik faktor produksi
 Sulit ditembus atau dimasuki perusahaan baru
 Bisa berkembang ke arah monopoli perusahaan
dalam pasar oligopoli
G. Perilaku Pasar
Oligopoli
Menjelaskan
mengenai:
Menggambarkan
perilaku pasar
oligopoli dalam
kehidupan
Perilaku oligopoli tidak dapat digambarkan
secara menyeluruh dan umum, tetapi merupakan
teori-teori khusus yang menggambarkan perilaku
untuk mencapai tujuannya (kinerja industri).
Kesulitan pertama karena adanya indeterminate,
yakni tidak ada titik keseimbangan yang
deterministik. Para ahli organisasi industri bertolak
dari struktur telah mencoba melakukan kajian tentang
perilaku industri oligopoli yang kolusif, yakni model
pimpinan harga. Hal ini pun masih dibagi lagi atas
tiga tipe, yakni tipe yang mempunyai biaya rendah,
perusahaan yang dominan, dan barometrik.
Struktur Pasar Oligopoli

Struktur Pasar Oligopoli

  • 1.
  • 3.
    Konsep Dasar Pasar Defenisi Pasar Oligopoli Sejarah Pasar Oligopoli Macam- Macam Pasar Oligopoli Ciri-Ciri Pasar Oligopoli Sifat Pasar Oligopoli Faktor Penyebab Terbentukny a Pasar Oligopoli Faktor Penghambat Terbentukny a Pasar Oligopoli Hubungan antar Perusaha andalam Oligopoli Perbandin gan Pasar Oligopoli Model Pasar Oligopoli Kurva- Kurva dalam Pasar Oligopoli Pemaksi muman Laba Perusaha an Oligopoli Kelebihan & Kelemahan dalam Pasar Oligopoli Perilaku Pasar Oligopoli
  • 4.
    A. Konsep Pasar Menjelaskan mengenaikonsep pasar secara umum dalam suatu perekonomian. Pasar adalah sekumpulan pembeli dan penjual yang melalui interaksi mereka aktual atau potensial, menetapkan harga suatu produk atau sekumpulan produk. Pasar merupakan tulang punggung perekonomian masyarakat, baik masyarakat yang berada dikalangan kelas bawah ataupun masyarakat yang berada di kalangan kelas atas. Pasar juga merupakan proses hubungan timbal antara penjual dan pembeli untuk mencapai kesepakatan harga dan jumlah suatu barang/jasa yang diperjualbelikan. Dalam perkembangannya kita kenal pasar oligopoli sebagai bentuk bagian dari pasar saat ini.
  • 5.
    B. Pasar Oligopoli Menjelaskan mengenai:Definisi, sejarah dan ruang lingkup pasar oligopoli, jenis, ciri-ciri (charateristic), sifat-sifat, faktor penyebab dan faktor yang menghambat bertumbuhnya pasar oligopoli. a. Definisi dan Sejarah Pasar Oligopoli Istilah Oligopoli berasal dari bahasa Yunani, yaitu: Oligos artinya beberapa dan Polein artinya penjual. Jadi Oligos Polein (Oligopoli) berarti beberapa penjual. Beberapa penjual dalam konteks ini, maksudnya di mana penawaran satu jenis barang di kuasai oleh beberapa perusahaan, beberapa dapat berarti paling sedikit 2 dan paling banyak 10 atau 15 perusahaan. Teori oligopoli memiliki sejarah yang cukup panjang.
  • 6.
    B. Pasar Oligopoli Menjelaskan mengenai:Definisi, sejarah dan ruang lingkup pasar oligopoli, jenis, ciri-ciri (charateristic), sifat-sifat, faktor penyebab dan faktor yang menghambat bertumbuhnya pasar oligopoli. Istilah oligopoli pertama kali digunakan oleh Sir Thomas Moore dalam karyanya pada tahun 1916, yaitu “Utopia” 11. Dalam karya tersebut dikatakan bahwa harga tidak harus berada pada tingkat kompetisi ketika perusahaan di pasar lebih dari satu. Teori Oligopoli pertama kali diformalkan oleh Augustin Cournot pada tahun 1838 melalui karyanya “Researches Sur Les Priciples Mathematiques De La Theorie Des Richesses”. Lima puluh tahun kemudian, teori tersebut dibantah oleh Bertrand. Meskipun menuai banyak kritik, namun hingga kini teori Cournot tetap dianggap sebagai benchmark bagi teori-teori oligopoli lainnya.
  • 7.
    B. Pasar Oligopoli Menjelaskan mengenai:Definisi, sejarah dan ruang lingkup pasar oligopoli, jenis, ciri-ciri (charateristic), sifat-sifat, faktor penyebab dan faktor yang menghambat bertumbuhnya pasar oligopoli. Pasar Oligopoli adalah suatu pasar dimana terdapat beberapa produsen yang menghasilkan barang-barang yang saling bersaingan. Ini merupakan sifat utama dari pasar oligopoli. Pasar Oligopoli merupakan salah satu jenis dari pasar persaingan tidak sempurna. Dimana pasar Oligopoli merupakan pasar yang hanya terdapat beberapa perusahaan atau penjual yang memproduksi barang sejenis. Struktur pasar oligopoli umumnya terbentuk pada industri-industri yang memiliki capital intensive yang tinggi, seperti, industri semen, industri air minum, industri mobil, dan industri kertas, dan sebagainya.
  • 8.
    B. Pasar Oligopoli Menjelaskan mengenai:Definisi, sejarah dan ruang lingkup pasar oligopoli, jenis, ciri-ciri (charateristic), sifat-sifat, faktor penyebab dan faktor yang menghambat bertumbuhnya pasar oligopoli. Gambar: Contoh industri dalam pasar oligopoli
  • 9.
    B. Pasar Oligopoli Menjelaskan mengenai:Definisi, sejarah dan ruang lingkup pasar oligopoli, jenis, ciri-ciri (charateristic), sifat-sifat, faktor penyebab dan faktor yang menghambat bertumbuhnya pasar oligopoli. b. Macam-Macam Pasar Oligopoli  Oligopoli murni (pure oligopoly): menjual barang yang homogen. Biasanya banyak dijumpai dalam industri yang menghasilkan bahan mentah. Contoh: pasar semen, produsen bensin.  Oligopoli diferensial (differentiated oligopoly): menjual barang berbeda corak. Barang seperti itu umumnya adalah barang akhir. Contoh: pasar mobil, pasar sepeda motor.
  • 10.
    B. Pasar Oligopoli Menjelaskan mengenai:Definisi, sejarah dan ruang lingkup pasar oligopoli, jenis, ciri-ciri (charateristic), sifat-sifat, faktor penyebab dan faktor yang menghambat bertumbuhnya pasar oligopoli. c. Ciri-Ciri (Characteristic) Pasar Oligopoli  Pasar Oligopoli hanya terdiri dari sekelompok kecil perusahaan.  Menghasilkan barang standar maupun barang berbeda corak.  Terdapat banyak pembeli di pasar.  Kekuasaan menentukan harga adakalanya lemah dan adakalanya sangat tangguh.  Melakukan promosi melalui iklan.  Pengambilan keputusan yang saling mempengaruhi (Interdependence Decisions).  Kompetisi non harga (non pricing competition).
  • 11.
    B. Pasar Oligopoli Menjelaskan mengenai:Definisi, sejarah dan ruang lingkup pasar oligopoli, jenis, ciri-ciri (charateristic), sifat-sifat, faktor penyebab dan faktor yang menghambat bertumbuhnya pasar oligopoli. d. Sifat Pasar Oligopoli  Harga produk relatif sama.  Perbedaan produk merupakan kunci sukses.  Sulit masuk pasar, karena butuh sumber daya yang cukup besar. e. Faktor-Faktor Penyebab Terbentuknya Pasar Oligopoli  Efisiensi Skala Besar.  Kompleksitas Manajemen.
  • 12.
    B. Pasar Oligopoli Menjelaskan mengenai:Definisi, sejarah dan ruang lingkup pasar oligopoli, jenis, ciri-ciri (charateristic), sifat-sifat, faktor penyebab dan faktor yang menghambat bertumbuhnya pasar oligopoli. f. Faktor-Faktor Penghambat Terbentuknya Pasar Oligopoli  Hak paten yang tidak memungkinkan perusahaan lain memproduksi barang yang sama.  Modal yang di butuhkan terlalu besar, para pengusaha enggan untuk menanggung risiko yang besar.  Perusahaan lama telah terkenal sehingga sulit untuk tersaingi sehingga menimbulkan risiko yang besar bagi perusahaan baru.  Skala Ekonomis.  Ongkos produksi yang berbeda antar perusahaan.
  • 13.
    C. Hubungan antara Perusahaan- Perusahaandalam Pasar Oligopoli Menjelaskan mengenai: Hubungan antara perusahaan- perusahaan dalam pasar oligopoli, perbandingan antara oligopoli dengan perusahaan lainnya dan contohnya. Terdapat dua hubungan antara perusahaan- perusahaan dalam pasar oligopoli, antara lain:  Oligopoli dengan Kesepakatan (Collusive Oligopoly). Kesepakatan antara perusahaan dalam pasar oligopoli biasanya berupa kesepakatan produksi yang boleh dihasilkan dengan harganya yang sama juga (kesepakatan ini kadang disebut sebagai “kolusi” atau “kartel”) dengan tujuan menghindari perang harga yang akan membawa kerugian bagi masing-masing perusahaan pada kondisi tertentu.
  • 14.
    C. Hubungan antara Perusahaan- Perusahaandalam Pasar Oligopoli Menjelaskan mengenai: Hubungan antara perusahaan- perusahaan dalam pasar oligopoli, perbandingan antara oligopoli dengan perusahaan lainnya dan contohnya.  Oligopoli Tanpa Kesepakatan (Non Collusive Oligopoly). Persaingan antar perusahaan dalam pasar oligopoli biasanya berupa perbedaan harga dan jumlah produk yang dihasilkan. Perbedaan harga dan jumlah produksi (bisa saling berhubungan positif timbal balik) dilakukan dalam rangka ingin mendapatkan jumlah pembeli yang lebih banyak dari sebelumnya (dari pesaingnya).
  • 15.
    C. Hubungan antara Perusahaan- Perusahaandalam Pasar Oligopoli Menjelaskan mengenai: Hubungan antara perusahaan- perusahaan dalam pasar oligopoli, perbandingan antara oligopoli dengan perusahaan lainnya dan contohnya. Perbandingan antara Oligopoli dengan Perusahaan Lainnya. Ada dua hal yang bisa dibandingkan untuk oligopoli dengan perusahaan lainnya. Antara lain:  Harga bisa lebih tinggi dalam oligopoli  Laba lebih tinggi dalam oligopoli
  • 16.
    D. Model Pasar Oligopoli Menjelaskan mengenai:Model permintaan yang patah, model Cournot , model Stackelberg , dan model erusahaan dominan Berikut ini akan disampaikan beberapa model oligopoli yang dikembangkan oleh para ekonom. a. Model Permintaan yang Patah (Kinked Demand Model) Model ini dikembangkan oleh P.M. Sweezy (1939). Sweezy beranggapan bahwa kalau ada produsen dalam pasar oligopoli yang berusaha menaikkan harga maka ia akan kehilangan langganan karena tak ada produsen lainnya yang bersedia menaikkan harga. Begitupun berlaku sebaliknya jika ada yang menurunkan harga, maka ia akan mendapatkan banyak langganan.
  • 17.
    D. Model Pasar Oligopoli Menjelaskan mengenai:Model permintaan yang patah, model Cournot , model Stackelberg , dan model erusahaan dominan b. Model Cournot (Cournot Model) Model Cournot yang disebut juga duopoli dikembangkan oleh Augustin Cournot seorang ahli ekonomi berkebangsaan Perancis pada tahun 1838. Asumsi utama dari model ini adalah bahwa jika perusahaan telah menentukan tingkat produksinya, maka perusahaan tersebut tidak akan mengubahnya. Atas dasar asumsi inilah perusahaan pesaingnya akan menentukan tingkat produksinya.
  • 18.
    D. Model Pasar Oligopoli Menjelaskan mengenai:Model permintaan yang patah, model Cournot , model Stackelberg , dan model erusahaan dominan c. Model Stackelberg (Stackelberg Model) Dalam model Stackelberg diasumsikan bahwa di pasar terdapat dua perusahaan, satu bertindak sebagai pemimpin (leader firm) dan satu berlaku sebagai pengikut (follower). Perusahaan yang bertindak sebagai pemimpin mempunyai kewenangan untuk menentukan jumlah output yang akan dihasilkan. Atas dasar jumlah output yang telah ditentukan oleh perusahaan pemimpin ini, perusahaan pengikut akan bereaksi sesuai dengan ketentuan pada model Cournot, yaitu menganggap bahwa perusahaan pemimpin tidak akan mengubah tingkat outputnya.
  • 19.
    D. Model Pasar Oligopoli Menjelaskan mengenai:Model permintaan yang patah, model Cournot , model Stackelberg , dan model erusahaan dominan d. Model Perusahaan Dominan (The dominant firm model) Pengembangan lebih lanjut dari model Stackelberg. Dalam model ini juga terdapat perusahaan dominan yang bertindak selaku pemimpin dasar serta perusahaan-perusahaan lain sebagai pengikut. Mmereka bereaksi seolah-olah mereka berada dalam pasar yang bersaing sempurna. Dengan demikian perusahaan-perusahaan pengikut bertindak sebagai penerima harga (price taker).
  • 20.
    E. Penentuan Harga dan ProduksiPasar Oligopoli Tanpa Persepakatan Menjelaskan mengenai: Kurva permintaan dalam oligopoli dan kurva permintaan terpatah a. Kurva Permintaan dalam Oligopoli Berdasarkan kecenderungan dalam pasar oligopoli, yaitu mengenai reaksi perusahaan- perusahaan lain apabila suatu perusahaan oligopoli mengubah harganya, dapatlah diterangkan bentuk kurva permintaan dari suatu perusahaan oligopoli apabila dimisalkan perusahaan-perusahaan tidak melakukan persepakatan.
  • 21.
    Gambar 14.1: KurvaPermintaan dalam Oligopoli Harga P1 B1P2 P0 P3 0 Q0 D2 D1 B C C1 E A1 A2 D1 D2 Jumlah Barang Ket: Kurva D1D1 menggambarkan kurva permintaan awal. Kurva D2D2 apabila dimisalkan terjadi perubahan harga yang dilakukan dan diikuti oleh perusahaan lain
  • 22.
    Gambar 14.2: KurvaMR dalam Oligopoli Harga Jumlah Barang Ket: Jika reaksi setiap perusahaan sifatnya berbeda, maka permintaan yang dihadapi oleh perusahaan oligopoli adalah suatu kurva terpatah. Seperti yang ditunjukkan pada gambar 14.2 P0 0 Q0 D2 D1 E D1 D2 A1 A2 MR1 MR2
  • 23.
    E. Penentuan Harga dan ProduksiPasar Oligopoli Tanpa Persepakatan Menjelaskan mengenai: Kurva permintaan dalam oligopoli dan kurva permintaan terpatah Apabila kurva terpatah D1ED2 adalah bentuk kurva permintaan yang dihadapi oleh suatu perusahaan dalam pasar oligopoli, bagaimanakah bentuk kurva hasil penjualan marjinalnya (marginal revenue)? Kurva MR (gambar 14.2) adalah kurva hasil penjualan marjinal apabila kurva permintaan adalah D1 D1 dan kurva MR2 adalah kurva hasil penjualan marjinal apabila kurva permintaan adalah kurva terpatah D1ED2, maka hasil penjualan marjinal adalah kurva MR1 (dari atas hingga ke titik A1) dan kurva MR2 (dari titik A2 ke bawah).
  • 24.
    F. Pemaksimuman Keuntungan Perusahaan Menjelaskan mengenai: Pemaksimuman keuntungan perusahaan dan kurva keseimbangan perusahaandalam oligopoli Sebagai produsen, keseimbangan terjadi bila laba maksimum tercapai. Analisis keseimbangan oligopoli tidak menekankan dimensi waktu, melainkan kompetisi. Perusahaan seimbang atau tidak bukan saja dilihat dari kemampuan mengatur output dan harga, tetapi juga kemampuan memprediksi prilaku pesaing. Karena itu oligopolis (perusahaan yang bergerak dalam pasar oligopoli) akan mencapai keseimbangan jika perusahaan dapat melakukan apa yang dapat dilakukan dan tidak mempunyai alasan lagi untuk mengubah jumlah output dan harga. Demikian juga dengan para pesaing.
  • 25.
    F. Pemaksimuman Keuntungan Perusahaan Menjelaskan mengenai: Pemaksimuman keuntungan perusahaan dan kurva keseimbangan perusahaandalam oligopoli Bagaimanakah pemaksimuman keuntungan oleh suatu perusahaan akan dipengaruhi? Misalkan pada mulanya biaya marjinal adalah MC0. Untuk memaksimumkan keuntungan, MC0 harus sama dengan MR. Keuntungan maksimum dicapai apabila harga adalah P0 dan jumlah produksi adalah Q0. Sekiranya terjadi perubahan ke atas biaya produksi, bagaimanakah kedudukan keseimbangan akan dipengaruhinya? Misalkan biaya produksi mengalami kenaikan sehingga menyebabkan kurva biaya marjinalnya terjadi ditunjukkan oleh MC2.
  • 26.
    F. Pemaksimuman Keuntungan Perusahaan Menjelaskan mengenai: Pemaksimuman keuntungan perusahaan dan kurva keseimbangan perusahaandalam oligopoli Dari keadaan gambar 14.3 dapat dilihat bahwa keuntungan yang maksimum masih akan tetap tercapai oleh perusahaan itu pada ketika harga adalah P0 dan jumlah yang akan diproduksi adalah Q0. Hanya setelah kurva biaya marjinal berada di atas MC2 keseimbangan untuk memaksimumkan keuntungan akan mengalami perubahan.
  • 27.
    Gambar 14.3: KeseimbanganPerusahaan dalam Oligopoli Harga Jumlah Barang Ket: Berdasarkan kepada analisis, pasar oligopoli (perusahaan yang tidak melakukan persepakatan), maka tingkat harganya bersifat rigid (tetap atau sukar mengalami perubahan). P0 0 Q0 D2 E D1 A1 A2 MR1 MR2 MC1 MC2 MC3
  • 28.
    F. Pemaksimuman Keuntungan Perusahaan Menjelaskan mengenai: Pemaksimuman keuntungan perusahaan dan kurva keseimbangan perusahaandalam oligopoli Dari keadaan dalam gambar 14.3 dapat disimpulkan bahwa selama perubahan biaya produksi tidak menyebabkan kurva biaya marjinal berada di atas MC2 atau di bawah MC1, keseimbangan pemaksimuman yang akan dinyatakan diatas tidak akan mengalami perubahan. Dengan demikian, selama kurva biaya marjinal memotong MR daiantara titik A1 dan A2, harga dan jumlah produksi perusahaan tidak akan mengalami perubahan.
  • 29.
    F. Kelebihan dan KelemahanPasar Oligopoli Menjelaskan mengenai: Kelebihan dan kelemahan pasar oligopoli a. Kelebihan pasar oligopoli  Memberi kebebasan memilih bagi pembeli  Mampu melakukan penelitian dan pengembangan produk  Lebih memperhatikan kepuasan konsumen karena adanya persaingan penjual  Adanya penerapan teknologi baru
  • 30.
    F. Kelebihan dan KelemahanPasar Oligopoli Menjelaskan mengenai: Kelebihan dan kelemahan pasar oligopoli a. Kelemahan pasar oligopoli  Menciptakan ketimpangan distribusi pendapatan  Harga yang stabil dan terlalu tinggi bisa mendorong timbulnya inflasi  Bisa timbul pemborosan biaya produksi apabila ada kerjasama antar oligopolis karena semangat bersaing kurang  Bisa timbul eksploitasi terhadap pembeli dan pemilik faktor produksi  Sulit ditembus atau dimasuki perusahaan baru  Bisa berkembang ke arah monopoli perusahaan dalam pasar oligopoli
  • 31.
    G. Perilaku Pasar Oligopoli Menjelaskan mengenai: Menggambarkan perilakupasar oligopoli dalam kehidupan Perilaku oligopoli tidak dapat digambarkan secara menyeluruh dan umum, tetapi merupakan teori-teori khusus yang menggambarkan perilaku untuk mencapai tujuannya (kinerja industri). Kesulitan pertama karena adanya indeterminate, yakni tidak ada titik keseimbangan yang deterministik. Para ahli organisasi industri bertolak dari struktur telah mencoba melakukan kajian tentang perilaku industri oligopoli yang kolusif, yakni model pimpinan harga. Hal ini pun masih dibagi lagi atas tiga tipe, yakni tipe yang mempunyai biaya rendah, perusahaan yang dominan, dan barometrik.