TEORI BELAJAR 
ROBERT M. GAGNE 
OLEH : 
AAM AMINAH 
ACHMAD ALI AKBAR (1202417) 
KHAIRUNNISA (1205467)
SEJARAH SINGKAT 
Teori yang dikemukakan oleh Gagne tergolong ke dalam 
psikologi tingkah laku atau psikologi stimulus respon. 
Menurut Gagne (dalam Dahar, 1988), belajar merupakan 
proses yang memungkinkan manusia mengubah tingkah 
laku secara permanen, sedemikian sehingga perubahan yang 
sama tidak akan terjadi pada keadaan yang baru. 
Selain itu, Gagne mengemukakan kematangan tidak 
diperoleh melalui belajar,karena perubahan tingkah laku yang 
terjadi merupakan akibat dari pertumbuhan strukturpada diri 
manusia tersebut.
TOKOH PENCETUS 
Robert Gagne lahir tahun 1916 di North Andover, MA. 
Beliau mendapatkan gelar A.B. dari Universtas Yale 
pada tahun 1937 dan pada tahun 1940 mendapat gelar 
Ph.D. dalam Psikologi dari Universitas Brown. 
Mengajar pada Connecticut College for Women dari 
1940-49 dan kemudian pada Penn State University dari 
1945-1946. Antara 1949-1958, Gagne menjadi direktur 
“perceptual and motor skills laborartory” dari U.S. Air 
force.
DESKRIPSI TEORI 
Belajar menurut Gagne mencakup tiga unsur yaitu siswa yang 
belajar, situasi stimulus, dan respons sebagai akibat dari 
stimulus. Gagne membedakan penataan situasi belajar atas 
pengelolaan belajar dan kondisi belajar. Pengelolaan belajar 
mencakup tentang motivasi, arah minat dan perhatian, evaluasi 
hasil belajar dan pelaporan tentang hasil belajar tersebut, yang 
kesemuanya lepas dari isi atau materi pembelajaran. Penataan 
kondisi belajar mencakup prosedur yang erat hubungannya 
dengan isi atau materi pembelajaran.
HUKUM & KONSEP 
Menurut Gagne bahwa dalam pembelajaran terjadi proses 
penerimaan informasi, untuk kemudian diolah sehingga 
menghasilkan keluaran dalma bentuk hasil belajar. Tahapan 
proses pembelajaran meliputi delapan fase yaitu; (1) 
motivasi, (2) pemahaman, (3) pemerolehan, (4) 
penyimpangan, (5) ingatan kembali, (6) generalisasi, (7) 
perlakuan dan (8) umpan balik.
PRINSIP 
Dalam bukunya yang berjudul ”The Conditions of 
Learning”(1965), Gagne mengidentifikasikan mengenai 
kondisi mental seseorang agar siap untuk belajar. Ia 
mengemukakan apa yang dinamakan dengan ”nine events of 
instruction” atau sembilan langkah/peristiwa belajar. 
Sembilan langkah/peristiwa ini merupakan tahapan-tahapan 
yang berurutan di dalam sebuah proses pembelajaran. 
Tujuannya adalah memberikan kondisi yang sedemikian rupa 
sehingga proses pembelajaran dapat berjalan secara efektif 
dan efisien. Agar kesembilan langkah/peristiwa itu berarti 
dan memberi makna yang dalam bagi siswa, maka guru 
harus melakukan apa yang memang harus dilakukan.
9 PERISTIWA 
BELAJAR 
Apa yang dikemukan oleh Gagne itu akan berarti jika kita 
(guru) mampu menyediakan sesuatu (materi, sumber belajar, 
pengalaman belajar, aktivitas, dll.) yang memang dibutuhkan. 
Tabel berikut ini memperjelas bagaimana kesembilan 
peristiwa belajar dan pembelajaran itu menjadiberarti karena 
proses mental yang seharusnya ada pada diri siswa telah 
difasilitasi oleh guru dengan langkah/tindakan kongrit.
IMPLIKASI TERHADAP 
PEMBELAJARAN 
1. Membangkitkan dan memelihara perhatian 
2. Merangsang siswa untuk mengingat kembali konsep, 
aturan dan keterampilan yang relevan sebagai prasyarat 
3. Menyajikan situasi atau pelajaran baru 
4. Memberikan bimbingan belajar 
5. Memberikan Feedback atau balikan 
6. Menilai hasil belajar 
7. Mengupayakan transfer belajar 
8. Memantapkan apa yang dipelajari dengan memberikan 
latihan-latihan untuk menerapkan apa yang telah dipelajari
PERTANYAAN?

Teori belajar gagne

  • 1.
    TEORI BELAJAR ROBERTM. GAGNE OLEH : AAM AMINAH ACHMAD ALI AKBAR (1202417) KHAIRUNNISA (1205467)
  • 2.
    SEJARAH SINGKAT Teoriyang dikemukakan oleh Gagne tergolong ke dalam psikologi tingkah laku atau psikologi stimulus respon. Menurut Gagne (dalam Dahar, 1988), belajar merupakan proses yang memungkinkan manusia mengubah tingkah laku secara permanen, sedemikian sehingga perubahan yang sama tidak akan terjadi pada keadaan yang baru. Selain itu, Gagne mengemukakan kematangan tidak diperoleh melalui belajar,karena perubahan tingkah laku yang terjadi merupakan akibat dari pertumbuhan strukturpada diri manusia tersebut.
  • 3.
    TOKOH PENCETUS RobertGagne lahir tahun 1916 di North Andover, MA. Beliau mendapatkan gelar A.B. dari Universtas Yale pada tahun 1937 dan pada tahun 1940 mendapat gelar Ph.D. dalam Psikologi dari Universitas Brown. Mengajar pada Connecticut College for Women dari 1940-49 dan kemudian pada Penn State University dari 1945-1946. Antara 1949-1958, Gagne menjadi direktur “perceptual and motor skills laborartory” dari U.S. Air force.
  • 4.
    DESKRIPSI TEORI Belajarmenurut Gagne mencakup tiga unsur yaitu siswa yang belajar, situasi stimulus, dan respons sebagai akibat dari stimulus. Gagne membedakan penataan situasi belajar atas pengelolaan belajar dan kondisi belajar. Pengelolaan belajar mencakup tentang motivasi, arah minat dan perhatian, evaluasi hasil belajar dan pelaporan tentang hasil belajar tersebut, yang kesemuanya lepas dari isi atau materi pembelajaran. Penataan kondisi belajar mencakup prosedur yang erat hubungannya dengan isi atau materi pembelajaran.
  • 5.
    HUKUM & KONSEP Menurut Gagne bahwa dalam pembelajaran terjadi proses penerimaan informasi, untuk kemudian diolah sehingga menghasilkan keluaran dalma bentuk hasil belajar. Tahapan proses pembelajaran meliputi delapan fase yaitu; (1) motivasi, (2) pemahaman, (3) pemerolehan, (4) penyimpangan, (5) ingatan kembali, (6) generalisasi, (7) perlakuan dan (8) umpan balik.
  • 6.
    PRINSIP Dalam bukunyayang berjudul ”The Conditions of Learning”(1965), Gagne mengidentifikasikan mengenai kondisi mental seseorang agar siap untuk belajar. Ia mengemukakan apa yang dinamakan dengan ”nine events of instruction” atau sembilan langkah/peristiwa belajar. Sembilan langkah/peristiwa ini merupakan tahapan-tahapan yang berurutan di dalam sebuah proses pembelajaran. Tujuannya adalah memberikan kondisi yang sedemikian rupa sehingga proses pembelajaran dapat berjalan secara efektif dan efisien. Agar kesembilan langkah/peristiwa itu berarti dan memberi makna yang dalam bagi siswa, maka guru harus melakukan apa yang memang harus dilakukan.
  • 7.
    9 PERISTIWA BELAJAR Apa yang dikemukan oleh Gagne itu akan berarti jika kita (guru) mampu menyediakan sesuatu (materi, sumber belajar, pengalaman belajar, aktivitas, dll.) yang memang dibutuhkan. Tabel berikut ini memperjelas bagaimana kesembilan peristiwa belajar dan pembelajaran itu menjadiberarti karena proses mental yang seharusnya ada pada diri siswa telah difasilitasi oleh guru dengan langkah/tindakan kongrit.
  • 10.
    IMPLIKASI TERHADAP PEMBELAJARAN 1. Membangkitkan dan memelihara perhatian 2. Merangsang siswa untuk mengingat kembali konsep, aturan dan keterampilan yang relevan sebagai prasyarat 3. Menyajikan situasi atau pelajaran baru 4. Memberikan bimbingan belajar 5. Memberikan Feedback atau balikan 6. Menilai hasil belajar 7. Mengupayakan transfer belajar 8. Memantapkan apa yang dipelajari dengan memberikan latihan-latihan untuk menerapkan apa yang telah dipelajari
  • 11.