TENAGA EKSOGEN
Disusun Oleh :
Dina Rahmana ( X4 / 09 )
Nur Clevelin D. ( X4 / 21 )
Tania Nabilla P. ( X4 / 27 )
Triyastiti Wulandari ( X4 / 29 )
Tenaga Eksogen
A. Pengertian.
 Tenaga Eksogen adalah Tenaga yang
berasal dari luar yang berpengaruh
terhadap relief permukaan bumi.
 Tenaga Eksogen dapat berupa : Sinar
matahari, pemanasan, pendinginan,air,
angin, gelombang air laut, gletsyer &
makhluk hidup.
 Pada umumnya Tenaga Eksogen bersifat
merusak.
B. Jenis-Jenis Tenaga Eksogen.
1. Pelapukan
Pelapukan adalah penghancuran batuan
dari bentuk gumpalan menjadi butiran
yang lebih kecil bahkan menjadi
hancur atau larut dalam air. Proses
pelapukan dapat dikatakan sebagai
proses penghancuran massa batuan
melalui media penghancuran.
Jenis-Jenis Pelapukan :
1. Pelapukan Fisik / Mekanik.
Pelapukan mekanik (fisik) adalah proses pengkikisan dan
penghancuran bongkahan batu jadi bongkahan yang lebih
kecil,tetapi tidak mengubah unsur kimianya.
2. Pelapukan Organik.
Penyebabnya adalah proses organisme yaitu
binatang tumbuhan danmanusia, binatang yang
dapat melakukan pelapukan.
3. Pelapukan Kimiawi.
Pada pelapukan ini batu batuan mengalami perubahan
kimiawi yang umumnya berupa pengelupasan.
Pelapukan kimiawi tampak jelas terjadi pada
pegunungan kapur (Karst).
Gejala alam yang terjadi di daerah karst
diantaranya:
a. Dolina adalah lubang lubang yang berbanuk
corong. Dolina dapat terjadi karena erosi
(pelarutan) atau karena runtuhan. Dolina
terdapat hampir di semua bagian pegununga
kapur di jawa bagian selatan, yaitu di
pegunungan seribu.
b. Gua & sungai di dalam Tanah
Di dalam tanah kapur mula-mula terdapat
celah atau retakan. Retakan akan semakin
besar dan membentuk gua-gua atau lubang-
lubang, karena pengaruh larutan.Jika lubang-
lubang itu berhubungan, akan terbentuklah
sungai-sungai di dalam tanah.
c. Stalaktit adalah kerucut kerucut kapur yang
bergantungan pada atap gua. Terbentuk dari
kapur yang tebal akibat udara masuk dalam
gua. Stalakmit adalah kerucut-kerucut kapur
yang berdiri pada dasar gua. Contohnnya
stalaktit dan stalakmit di Gua tabunan dan
gua Gong di Pacitan, jawa Timur serta Gua
jatijajar di Kebumen, Jawa Tengah.
2. Erosi / Pengikisan : Terkikisnya tanah oleh
air, angin, es / gletsyer.
a) Erosi Air.
1. Erosi Percikan / Splash Erosion.
Disebabkan oleh tetesan air hujan.
2. Erosi Permukaan / Sheet Erosion.
Disebabkan oleh aliran air
permukaan.
3. Erosi Alur / Riil Erosion.
Disebabkan oleh aliran air permukaan
yang cukup besar sehingga membentuk
alur-alur di permukaan tanah.
4. Erosi Parit / Gully Erosion.
Disebabkan oleh aliran air permukaan
yang lebih besar lagi & membentuk
parit-parit yang dalam & lebar,
berbentuk huruf U & V pada bagian
lembahnya.
5. Erosi Tebing Sungai/Stream Bank Erosion.
Disebabkan oleh aliran air yang mengikis tebing
(bagian kiri & kanan) sungai, sehingga terjadi
pembelokkan arah aliran sungai & membentuk
meander.
6. Erosi Air Terjun / Water Fall Erosion.
Disebabkan aliran air yang melewati lereng yang
curam/ tegak.
7. Erosi Gelombang Air Laut / Abrasi.
Disebabkan oleh gerakan air laut yang
mengikis batuan disepanjang pantai.
Bentuk-bentuk Abrasi :
~ Cliff adalah Batuan yang menggantung di
bibir pantai yang curam karena bagian
bawahnya terkikis ombak.
~ Sea Cave adalah Gua Laut.
~ Relung adalah Cekungan-cekungan yang
terdapat pada dinding cliff.
~ Dinding pantai yang curam.
~ Batu Layar.
~ Notch.
8. Erosi Lembar.
Proses pengkikisan lapisan tanah paling
atas sehingga kesuburannya berkurang.
Pengkikisan lembar ditandai oleh :
 warna air yang mengalir berwarna coklat
 warna air yang terkikis menjadi lebih pucat
 kesuburan tanah berkurang
b) Erosi Angin.
Erosi oleh angin adalah pengikisan yang
disebabkan oleh angin. angin kencang yang
terus menerus di daerah yang tandus dapat
memindahkan partikel-partikel halus batuan di
daerah tersebut sehingga membentuk suatu
formasi, misalnya bukit-bukit pasir di gurun
atau pantai.
» Korasi : Pengerjaan angin ynag mengandung
pasir, sehingga memiliki daya kikis yang kuat.
Cotohnya batu cendawan.
» Deflasi : Pengikisan karena penghembusan
angin & sekaligus mampu menerbangkan bahan-
bahan lepas ketempat lain. Contohnya bukit
pasir,barchan,tanah loss.
c) Erosi Es / Gletsyer.
Erosi oleh gletser merupakan pengikisan yang
dilakukan oleh gletser (lapisan es) di daerah
pegunungan. Pengikisan ini terjadi di daerah yang
memiliki empat musim.
3. Mass wasting / Gerak massa batuan :
adalah sistem pengangkutan massa
puing-puing batuan menuruni lereng
akibat pengaruh langsung tenaga
gravitasi.
Jenis –Jenis Masswasting :
1. Slow Flowage : Perpindahan massa batuan yang
berjalan sangat lambat & tidak dapat diamati
dengan mata. Proses ini sering disebut juga
dengan istilah rayapan massa (creep). Jika
massa yang berupa tanah terdiri dari lapisan
tanah disebut Soil Creep. Sedangkan, jika massa
batuan yang merayap disebut Rock Creep.
2. Rapid Flowage : Perpindahan massa batuan yang
berlangsung cepat.
Jenis-Jenis Rapid Flowage :
~ Earth Flow : Gerakan massa tanah yang jenuh
dengan air.
~ Mud Flow : Gerakan massa lumpur, kandungan
airnya lebih banyak dari Earth Flow.
~ Debris Avalances : massa tanah & puing-puing
batuan yang meluncur dengan
cepat pada lereng yang curam &
sempit ke tempat yang lebih
rendah.
3. Landslide : Lorongsornya massa batuan
/ tanah menuruni lereng yang terjal.
Jenis-Jenis Landslide :
~ Rock Slide : Longsornya massa batu-
batu besar menuruni lereng.
~ Debris Slide : Longsoran hancuran
batuan.
~ Rockfall : Runtuhnya massa batu-batu
besar dari atas ke bawah secara vertikal
/ hampir vertikal.
~ Debris Fall : Runtuhnya hancuran
massa batuan.
~ Slumping : Tanah longsor yang
gerakannya terputus-putus pada
jarak yang pendek
~ Subsidence : Massa batuan /
tanah yang tenggelam (amblas)
karena di dalam tanah terdapat
rongga yang besar.
3. Sedimentasi / Pengendapan : Sedimentasi adalah
peristiwa pengendapan material batuan yang telah
diangkut oleh tenaga air atau angin .
Proses sedimentasi atau pengendapan berdasarkan
tenaga pengangkutnya :
a. Pengendapan air ( akuatik)
~ Meander : sungai yang berkelok – kelok yang
terbentuk karena adanya pengendapan. Proses
berkelok-keloknya sungai dimulai dari sungai
bagian hulu. Meander biasanya terbentuk pada
sungai bagian hilir, dimana pengikisandan
Pengendapan terjadi secara berturut turut.
Proses pengendapan yangterjadi secara terus
menerus akan menyebabkan kelokan sungai
terpotong dan terpisah dari aliran sungai
~ Delta : lapian lapisan sedimen membentuk
dataran yang luas pada bagian sungai yang
mendekati muaranya. Contohnya delta Sungai
Musi, Kapuas, dan Kali Brantas.
~ Dataran Banjir & Tanggul Alam : Peningkatan
volume air sehingga bahan bahan yang terbawa
oleh air sungai akan terendapkan di tepi sungai.
b. Pengendapan Air Laut / Sedimen Marine : Batuan
hasil pengendapan oleh air laut disebut sedimen
marine.Pengendapan oleh air laut dikarenakan
adanya gelombang. Bentang alamhasil pengendapan
oleh air laut, Antara lain pesisir, spit, tombolo,
danpenghalang pantai.
c. Pengendapan Angin / Sedimen Aeolis :
Angin mengangkut dan mengedapkan
Pasir di sua tu tempat secara bertahap
sehingga terbentuk timbunan pasir
yang disebut gumuk pasir.
d. Pengendapan Gletsyer : Sedimen hasil
pengendapan oleh gletser disebut
sedimen glacial. Bentang alam hasil
Pengendapan oleh gletser adalah
bentuk lembah yang semula berbentuk
V menjadi U.
• Dampak positif tenaga eksogen antara lain:
1. Memunculkan habitat.
2. Memperluas daratan di bumi.
3. Memperdekat barang tambang ke
permukaan bumi.
• Dampak negatif tersebut antara lain:
1. Kesuburan tanah bisa berkurang
(dampak dari erosi).
2. Hasil-hasil erosi yang diendapkan
(sedimentasi) di muara sungai
mengakibatkan pendangkalan dasar sungai.
3. Abrasi dapat menghilangkan garis pantai
hilang dihantam

Tenaga Eksogen

  • 1.
    TENAGA EKSOGEN Disusun Oleh: Dina Rahmana ( X4 / 09 ) Nur Clevelin D. ( X4 / 21 ) Tania Nabilla P. ( X4 / 27 ) Triyastiti Wulandari ( X4 / 29 )
  • 2.
    Tenaga Eksogen A. Pengertian. Tenaga Eksogen adalah Tenaga yang berasal dari luar yang berpengaruh terhadap relief permukaan bumi.  Tenaga Eksogen dapat berupa : Sinar matahari, pemanasan, pendinginan,air, angin, gelombang air laut, gletsyer & makhluk hidup.  Pada umumnya Tenaga Eksogen bersifat merusak.
  • 3.
    B. Jenis-Jenis TenagaEksogen. 1. Pelapukan Pelapukan adalah penghancuran batuan dari bentuk gumpalan menjadi butiran yang lebih kecil bahkan menjadi hancur atau larut dalam air. Proses pelapukan dapat dikatakan sebagai proses penghancuran massa batuan melalui media penghancuran.
  • 4.
    Jenis-Jenis Pelapukan : 1.Pelapukan Fisik / Mekanik. Pelapukan mekanik (fisik) adalah proses pengkikisan dan penghancuran bongkahan batu jadi bongkahan yang lebih kecil,tetapi tidak mengubah unsur kimianya.
  • 5.
    2. Pelapukan Organik. Penyebabnyaadalah proses organisme yaitu binatang tumbuhan danmanusia, binatang yang dapat melakukan pelapukan.
  • 6.
    3. Pelapukan Kimiawi. Padapelapukan ini batu batuan mengalami perubahan kimiawi yang umumnya berupa pengelupasan. Pelapukan kimiawi tampak jelas terjadi pada pegunungan kapur (Karst).
  • 7.
    Gejala alam yangterjadi di daerah karst diantaranya: a. Dolina adalah lubang lubang yang berbanuk corong. Dolina dapat terjadi karena erosi (pelarutan) atau karena runtuhan. Dolina terdapat hampir di semua bagian pegununga kapur di jawa bagian selatan, yaitu di pegunungan seribu.
  • 8.
    b. Gua &sungai di dalam Tanah Di dalam tanah kapur mula-mula terdapat celah atau retakan. Retakan akan semakin besar dan membentuk gua-gua atau lubang- lubang, karena pengaruh larutan.Jika lubang- lubang itu berhubungan, akan terbentuklah sungai-sungai di dalam tanah.
  • 9.
    c. Stalaktit adalahkerucut kerucut kapur yang bergantungan pada atap gua. Terbentuk dari kapur yang tebal akibat udara masuk dalam gua. Stalakmit adalah kerucut-kerucut kapur yang berdiri pada dasar gua. Contohnnya stalaktit dan stalakmit di Gua tabunan dan gua Gong di Pacitan, jawa Timur serta Gua jatijajar di Kebumen, Jawa Tengah.
  • 10.
    2. Erosi /Pengikisan : Terkikisnya tanah oleh air, angin, es / gletsyer. a) Erosi Air. 1. Erosi Percikan / Splash Erosion. Disebabkan oleh tetesan air hujan. 2. Erosi Permukaan / Sheet Erosion. Disebabkan oleh aliran air permukaan. 3. Erosi Alur / Riil Erosion. Disebabkan oleh aliran air permukaan yang cukup besar sehingga membentuk alur-alur di permukaan tanah.
  • 11.
    4. Erosi Parit/ Gully Erosion. Disebabkan oleh aliran air permukaan yang lebih besar lagi & membentuk parit-parit yang dalam & lebar, berbentuk huruf U & V pada bagian lembahnya.
  • 12.
    5. Erosi TebingSungai/Stream Bank Erosion. Disebabkan oleh aliran air yang mengikis tebing (bagian kiri & kanan) sungai, sehingga terjadi pembelokkan arah aliran sungai & membentuk meander. 6. Erosi Air Terjun / Water Fall Erosion. Disebabkan aliran air yang melewati lereng yang curam/ tegak.
  • 13.
    7. Erosi GelombangAir Laut / Abrasi. Disebabkan oleh gerakan air laut yang mengikis batuan disepanjang pantai. Bentuk-bentuk Abrasi : ~ Cliff adalah Batuan yang menggantung di bibir pantai yang curam karena bagian bawahnya terkikis ombak. ~ Sea Cave adalah Gua Laut. ~ Relung adalah Cekungan-cekungan yang terdapat pada dinding cliff. ~ Dinding pantai yang curam. ~ Batu Layar. ~ Notch.
  • 14.
    8. Erosi Lembar. Prosespengkikisan lapisan tanah paling atas sehingga kesuburannya berkurang. Pengkikisan lembar ditandai oleh :  warna air yang mengalir berwarna coklat  warna air yang terkikis menjadi lebih pucat  kesuburan tanah berkurang
  • 15.
    b) Erosi Angin. Erosioleh angin adalah pengikisan yang disebabkan oleh angin. angin kencang yang terus menerus di daerah yang tandus dapat memindahkan partikel-partikel halus batuan di daerah tersebut sehingga membentuk suatu formasi, misalnya bukit-bukit pasir di gurun atau pantai. » Korasi : Pengerjaan angin ynag mengandung pasir, sehingga memiliki daya kikis yang kuat. Cotohnya batu cendawan. » Deflasi : Pengikisan karena penghembusan angin & sekaligus mampu menerbangkan bahan- bahan lepas ketempat lain. Contohnya bukit pasir,barchan,tanah loss.
  • 16.
    c) Erosi Es/ Gletsyer. Erosi oleh gletser merupakan pengikisan yang dilakukan oleh gletser (lapisan es) di daerah pegunungan. Pengikisan ini terjadi di daerah yang memiliki empat musim.
  • 17.
    3. Mass wasting/ Gerak massa batuan : adalah sistem pengangkutan massa puing-puing batuan menuruni lereng akibat pengaruh langsung tenaga gravitasi.
  • 18.
    Jenis –Jenis Masswasting: 1. Slow Flowage : Perpindahan massa batuan yang berjalan sangat lambat & tidak dapat diamati dengan mata. Proses ini sering disebut juga dengan istilah rayapan massa (creep). Jika massa yang berupa tanah terdiri dari lapisan tanah disebut Soil Creep. Sedangkan, jika massa batuan yang merayap disebut Rock Creep.
  • 19.
    2. Rapid Flowage: Perpindahan massa batuan yang berlangsung cepat. Jenis-Jenis Rapid Flowage : ~ Earth Flow : Gerakan massa tanah yang jenuh dengan air. ~ Mud Flow : Gerakan massa lumpur, kandungan airnya lebih banyak dari Earth Flow. ~ Debris Avalances : massa tanah & puing-puing batuan yang meluncur dengan cepat pada lereng yang curam & sempit ke tempat yang lebih rendah.
  • 20.
    3. Landslide :Lorongsornya massa batuan / tanah menuruni lereng yang terjal. Jenis-Jenis Landslide : ~ Rock Slide : Longsornya massa batu- batu besar menuruni lereng. ~ Debris Slide : Longsoran hancuran batuan. ~ Rockfall : Runtuhnya massa batu-batu besar dari atas ke bawah secara vertikal / hampir vertikal.
  • 21.
    ~ Debris Fall: Runtuhnya hancuran massa batuan. ~ Slumping : Tanah longsor yang gerakannya terputus-putus pada jarak yang pendek ~ Subsidence : Massa batuan / tanah yang tenggelam (amblas) karena di dalam tanah terdapat rongga yang besar.
  • 22.
    3. Sedimentasi /Pengendapan : Sedimentasi adalah peristiwa pengendapan material batuan yang telah diangkut oleh tenaga air atau angin . Proses sedimentasi atau pengendapan berdasarkan tenaga pengangkutnya : a. Pengendapan air ( akuatik) ~ Meander : sungai yang berkelok – kelok yang terbentuk karena adanya pengendapan. Proses berkelok-keloknya sungai dimulai dari sungai bagian hulu. Meander biasanya terbentuk pada sungai bagian hilir, dimana pengikisandan Pengendapan terjadi secara berturut turut. Proses pengendapan yangterjadi secara terus menerus akan menyebabkan kelokan sungai terpotong dan terpisah dari aliran sungai
  • 23.
    ~ Delta :lapian lapisan sedimen membentuk dataran yang luas pada bagian sungai yang mendekati muaranya. Contohnya delta Sungai Musi, Kapuas, dan Kali Brantas. ~ Dataran Banjir & Tanggul Alam : Peningkatan volume air sehingga bahan bahan yang terbawa oleh air sungai akan terendapkan di tepi sungai. b. Pengendapan Air Laut / Sedimen Marine : Batuan hasil pengendapan oleh air laut disebut sedimen marine.Pengendapan oleh air laut dikarenakan adanya gelombang. Bentang alamhasil pengendapan oleh air laut, Antara lain pesisir, spit, tombolo, danpenghalang pantai.
  • 24.
    c. Pengendapan Angin/ Sedimen Aeolis : Angin mengangkut dan mengedapkan Pasir di sua tu tempat secara bertahap sehingga terbentuk timbunan pasir yang disebut gumuk pasir. d. Pengendapan Gletsyer : Sedimen hasil pengendapan oleh gletser disebut sedimen glacial. Bentang alam hasil Pengendapan oleh gletser adalah bentuk lembah yang semula berbentuk V menjadi U.
  • 25.
    • Dampak positiftenaga eksogen antara lain: 1. Memunculkan habitat. 2. Memperluas daratan di bumi. 3. Memperdekat barang tambang ke permukaan bumi. • Dampak negatif tersebut antara lain: 1. Kesuburan tanah bisa berkurang (dampak dari erosi). 2. Hasil-hasil erosi yang diendapkan (sedimentasi) di muara sungai mengakibatkan pendangkalan dasar sungai. 3. Abrasi dapat menghilangkan garis pantai hilang dihantam