MAKALAH 
EROSI DAN KONSERVASI LAHAN 
OLEH : 
DAVIT RIYADI ( 1205746 ) 
FAKULTAS ILMU SOSIAL 
UNIVERSITAS NEGERI PADANG 
2014 
1
BAB I 
PENDAHULUAN 
A. Latar Belakang 
Menurut Peraturan Pemerintah RI No. 150 tahun 2000 tentang Pengendalian kerusakan 
tanah untuk produksi bio massa: “Tanah adalah salah satu komponen lahan berupa lapisan 
teratas kerak bumi yang terdiri dari bahan mineral dan bahan organik serta mempunyai sifat 
fisik, kimia, biologi, dan mempunyai kemampuan menunjang kehidupan manusia dan makhluk 
hidup lainnya.” 
Sumber daya alam utama yaitu tanah dan air mudah mengalami kerusakan atau 
degradasi. Tanah mempunyai dua fungsi utama yaitu sebagai sumber unsur hara bagi tumbuhan, 
dan sebagai matriks tempat akar tumbuhan berjangkar dan air tanah tersimpan, Kedua fungsi 
tersebut dapat menurun atau hilang, hilang atau menurunnya fungsi tanah ini yang biasa disebut 
kerusakan tanah atau degradasi tanah. 
Hilangnya fungsi tanah sebagai sumber unsur hara bagi tumbuhan dapat terus menerus 
diperbaharui dengan pemupukan. Tetapi hilangnya fungsi tanah sebagai tempat berjangkarnya 
perakaran dan menyimpan air tanah tidak mudah diperbaharui karena diperlukan waktu yang 
lama untuk pembentukan tanah. Kerusakan air berupa hilangnya atau mengeringnya sumber air 
dan menurunnya kualitas air. Hilang atau mengeringnya sumber air berkaitan erat dengan erosi, 
sedangkan menurunnya kualitas air dapat dikarenakan kandungan sedimen yang bersumber dari 
erosi atau kandungan bahan-bahan dari limbah industri/pertanian. 
B. Rumusan Masalah 
· Pengertian erosi 
· Bentuk erosi 
· Jenis erosi 
· Faktor penyebab terjadinya erosi 
· Penyebab erosi 
· Bagaimana cara menanggulangi erosi 
2
· Dampak erosi 
C. Tujuan 
Tujuan dalam pembuatan makalah ini adalah : 
1. Untuk memenuhi tugas mata kuliah Erosi dan Konservasi Lahan dan untuk menambah nilai. 
2. Untuk mengetahui bagaimana erosi itu bisa terjadi, apa penyebabnya, bagaimana cara 
menanggulanginya dan dampak-dampak apa saja yang dapat diakibatkan karena adanya erosi 
tersebut. 
3. Untuk menambah wawasan dan pengetahuan tentang berbagai macam bencana alam 
belakangan terjadi yang diakibatkan erosi tanah. 
3
BAB II 
PEMBAHASAN 
1. PENGERTIAN EROSI 
Erosi adalah hilangnya atau terkikisnya tanah atau bagian-bagian tanah dari suatu tempat 
yang diangkut oleh media alami ketempat lain. Erosi menyebabkan hilangnya lapisan atas tanah 
yang subur dan baik untuk pertumbuhan tanaman serta berkurangnya kemampuan tanah untuk 
menyerap dan menahan air. Tanah yang terangkut tersebut akan diendapkan ditempat lain: 
didalam sungai, waduk, danau, saluran irigasi dan sebagainya. Erosi sebenarnya merupakan 
proses alami yang mudah dikenali, namun di kebanyakan tempat kejadian ini diperparah oleh 
aktivitas manusia dalam tata guna lahan yang buruk, penggundulan hutan, kegiatan 
pertambangan, perkebunan dan perladangan, kegiatan konstruksi / pembangunan yang tidak 
tertata dengan baik dan pembangunan jalan. Tanah yang digunakan untuk menghasilkan tanaman 
pertanian biasanya mengalami erosi yang jauh lebih besar dari tanah dengan vegetasi alaminya. 
Alih fungsi hutan menjadi ladang pertanian meningkatkan erosi, karena struktur akar tanaman 
hutan yang kuat mengikat tanah digantikan dengan struktur akar tanaman pertanian yang lebih 
lemah (Samrumi, 2009). 
Tanah-tanah di Indonesia tergolong peka terhadap erosi, karena terbentuk dari bahan-bahan 
yang relatif mudah lapuk. Erosi yang terjadi akan memperburuk kondisi tanah tersebut, 
dan menurunkan produktivitasnya. Tanah akan semakin peka terhadap erosi, karena curah hujan 
di Indonesia umumnya tinggi, berkisar dari 1.500-3.000 mm atau lebih setiap tahunnya, dengan 
intensitas hujannya yang juga tinggi. Di beberapa daerah Indonesia bagian Timur, hujan terjadi 
dalam periode pendek dengan jumlah relatif kecil, namun intensitasnya tinggi, maka bahaya 
erosi pada agroekosistem lahan kering besar dan tidak bisa diabaikan. Sehubungan dengan 
tingginya jumlah dan intensitas curah hujan, terutama di Indonesia Bagian Barat. Bahkan di 
Indonesia Bagian Timur pun yang tergolong daerah beriklim kering,masih banyak terjadi proses 
erosi yang cukup tinggi, yaitu di daerah-daerah yang memiliki hujan dengan intensitas tinggi, 
walaupun jumlah hujan tahunan relatif rendah (Samrumi, 2009). 
4
2. EROSIVITAS DAN BENTUK-BENTUK EROSI. 
Erosivitas adalah suatu proses dimana tanah dihancurkan dan kemudian dipindahkan 
ketempat lain oleh kekuatan air, angin dan gravitasi. Di daerah tropis, seperti di negara kita 
mempunyai curah hujan tinggi sehingga erosi yang disebabkan oleh angin tidak begitu banyak 
terjadi. Erosi menyebabkan hilangnya lapisan atas tanah yang subur dan baik untuk pertumbuhan 
tanaman serta berkurangnya kemampuan tanah untuk menyerap dan menahan air. Tanah yang 
terangkut tersebut akan diendapkan di tempat lain: didalam sungai, waduk, danau, saluran irigasi 
dan sebagainya (Arsyad, 1989).. 
Berbicara tentang erosi, maka tidak lepas dari aliran permukaan. Dengan adanya aliran 
air di atas permukaan tanah, tanah dapat terkikis dan selanjutnya diangkut ke tempat yang lebih 
rendah. Dengan demikian terjadilah perpindahan lapisan tanah; mineral-mineral dan bahan 
organik yang terdapat pada permukaan tanah (Sjahrullah, 1987). 
Erosi adalah hilangnya atau terkikisnya tanah atau bagian-bagian tanah dari suatu tempat 
yang diangkut oleh media alami ketempat lain. Ada dua macam erosi, yaitu erosi normal dan 
erosi dipercepat. Erosi normal juga disebut erosi geologi atau erosi alami merupakan proses-proses 
pengangkutan tanah yang terjadi dibawah keadaan vegetasi alami. Biasanya terjadi 
dengan laju yang lambat yang memungkinkan terbentuknya tanah yang tebal yang mampu 
mendukung pertumbuhan vegetasi secara normal. Erosi dipercepat adalah pengangkutan tanah 
yang menimbulkan kerusakan tanah sebagai akibat perbuatan manusia yang mengganggu 
keseimbangan antara proses pembentukan dan pengangkutan tanah (Arsyad, 1989). 
Menurut Arsyad (1989) erosi dipercepat dapat menimbulkan berbagai masalah antara lain 
sebagai berikut : 
a. Merosotnya peroduktivitas tanah pada lahan yang tererosi, yang disertai dengan merosotnya 
daya dukung serta kualitas lingkungan hidup. 
b. Sungai, waduk, dan saluran irigasi/drainase di daerah hilir menjadi dangkal, sehingga daya 
guna dan basil guna berkurang. 
c. Secara tidak langsung mengakibatkan terjadinya banjir yang kronis pada setiap musim 
penghijauan dan kekeringan pada musim kemarau. 
d. Dapat menghilangkan fungsi hidrologi tanah. 
5
Menurut Arsyad (1989) menurut bentuknya, erosi dibedakan dalam : erosi percik, erosi 
lembar, erosi alur, erosi parit, erosi tebing sungai, erosi internal dan tanah longsor. 
1) Erosi Percik (Splash erosion) adalah proses terkelupasnya patikel-partikel tanah bagian atas 
oleh tenaga kinetik air hujan bebas atau sebagai air lolos. Arah dan jarak terkelupasnya 
partikel-partikel tanah ditentukan oleh kemiringan lereng, kecepatan dan arah angin, keadaan 
kekasaran permukaan tanah, dan penutupan tanah. 
2) Erosi Lembar (Sheet erosion) adalah erosi yang terjadi ketika lapisan tipis permukaan tanah 
di daerah berlereng terkikis oleh kombinasi air hujan dan air larian (runoff). 
3) Erosi Alur (Rill erosion) adalah pengelupasan yang diikuti dengan pengangkutan partikel-partikel 
tanah oleh aliran air larian yang terkonsentrasi di dalam saluran-saluran air. Alur-alur 
yang terjadi masih dangkal dan dapat dihilangkan dengan pengolahan tanah. 
4) Erosi Parit (Gully erosion) proses terjadinya sama dengan erosi alur, tetapi saluran yang 
terbentuk sudah sedemikian dalamnya sehingga tidak dapat dihilangkan dengan pengolahan 
tanah biasa. 
5) Erosi Tebing Sungai (Streambank erosion) adalah pengikisan tanah pada tebing-tebing 
sungai dan pengerusan dasar sungai oleh aliran air sungai. Erosi tebing akan lebih hebat jika 
vegetasi penutup tebing telah habis atau jika dilakukan pengolahan tanah terlalu dekat tebing. 
6) Erosi Internal (Internal or subsurface erosion) adalah terangkutnya butir-butir primer 
kebawah ke dalam celah-celah atau pori-pori tanah sehingga tanah menjadi kedap air dan 
udara. Erosi internal menyebabkan menurunnya kapasitas infiltrasi tanah dengan cepat 
sehingga aliran permukaan meningkat yang menyebabkan terjadinya erosi lembar atau erosi 
alur. 
7) Tanah Longsor (Landslide) adalah suatu bentuk erosi yang pengangkutan atau pemindahan 
tanahnya terjadi pada suatu saat dalam volume yang besar. 
6
3. JENIS EROSI 
Berdasarkan jenisnya erosi di bagi empat jenis 
1. Erosi Air 
Erosi air dimulai dari jatuhnya air hujan. Air hujan tersebut tidak mampu memecahkan agregat 
(bahan-bahan mineral yang tidak bergerak seperti batu kerikil dan debu) dan menghempaskan 
partikel-partikel bersama percikan air hujan. 
Adapun bentuk atau tipe erosinya sebagai berikut : 
a. Erosi percikan yang terjadi karena percikan air hujan kemudian mengalir menuruni lereng 
secara terus menerus. 
b. Erosi permukaan yang terjadi karena aliran air yang mengalir secara terus menerus. 
c. Erosi parit yaitu aliran erosi berbentuk parit-parit. 
2. Erosi Angin 
Erosi angin terjadi di daerah berpasir, mengakibatkan terbentuknya bukit-bukit pasir. Proses 
pengikisan bantuan yang dilakukan oleh angin disebut deflasi. Proses erosi ini hanya terjadi di 
daerah yang kering, misalnya : padang pasir dan pantai berpasir. 
3. Erosi Gletser 
Erosi gletser disebut juga extarasi gletser atau es. Terdapat di daerah kutub dan puncak-puncak 
gunung tinggi seperti Gunung Himalaya, Alpen, Rocky Mountain, pegunungan Jaya Wijaya. 
4. Erosi Abrasi 
Erosi abrasi menyebabkan terbentuknya cliff. Cliff adalah lereng dengan dinding bagian atas 
menggantung karena dinding bagian bawah telah terkikis oleh gelombang air laut. 
7
4. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Erosi 
Begitu besarnya bahaya erosi yang pada akhirnya merugikan kehidupan manusia, oleh 
karena itu beberapa ahli membagi faktor-faktor yang menjadi penyebab erosi dan berupaya untuk 
menanggulanginya. Menurut (Rahim, 2000) bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi erosi 
adalah : 
1. Energi, yang meliputi hujan, air limpasan, angin, kemiringan dan panjang lereng 
2. Ketahanan; erodibilitas tanah (ditentukan oleh sifat fisik dan kimia tanah), dan 
3. Proteksi, penutupan tanah baik oleh vegetasi atau lainnya serta ada atau tidaknya tindakan 
konservasi. 
Nasiah (2000) menyatakan bahwa kemampuan mengerosi, agen erosi, kepekaan erosi 
dari tanah, kemiringan lereng, dan keadaan alami dari tanaman penutup tanah merupakan faktor-faktor 
yang berpengaruh terhadap erosi tanah. 
Arsyad (1989) menyatakan bahwa erosi adalah akibat interaksi kerja antara faktor-faktor 
iklim, topografi, tumbuh-tumbuhan (vegetasi), dan manusia terhadap tanah sebagai berikut: 
E = f ( i.r.v.t.m ) 
Dimana : 
E = Erosi 
i = Iklim 
v = Vegetasi 
m = Manusia 
f = fungsi 
r = Topografi 
t = Tanah 
a. Iklim 
Iklim merupakan faktor terpenting dalam masalah erosi sehubungan dengan fungsinya. 
Sebagai agen pemecah dan transpor. Faktor iklim yang mempengaruhi erosi adalah hujan. 
Banyaknya curah hujan, intensitas dan distribusi hujan menentukan dispersi hujan tehadap tanah, 
jumlah dan kecepatan permukaaan serta besarnya kerusakan erosi. Angin adalah faktor lain yang 
menentukan kecepatan jatuh butir hujan. Angin selain sebagai agen transport dalam erosi di 
beberapa kawasan juga bersama-sama dengan temperatur, kelambaban dan penyinaran matahari 
8
berpengaruh terhadap evapotranspirasi, sehingga mengurangi kandungan air dalam tanah yang 
berarti memperbesar kembali kapasitas infiltrasi tanah. 
b. Topografi 
Kemiringan dan panjang lereng adalah dua faktor yang menentukan karakteristik 
topografi suatu daerah aliran sungai. Kedua faktor tersebut penting untuk terjadinya erosi karena 
faktor-faktor tersebut menentukan besarnya kecepatan dan volume air larian. Unsur lain yang 
berpengaruh adalah konfigurasi, keseragaman dan arah lereng. 
Panjang lereng dihitung mulai dari titik pangkal aliran permukaan sampai suatu titik 
dimana air masuk ke dalam saluran atau sungai, atau dimana kemiringan lereng berkurang 
sedemikian rupa sehingga kecepatan aliran air berubah. Air yang mengalir di permukaan tanah 
akan terkumpul di ujung lereng. Dengan demikian berarti lebih banyak air yang mengalir dan 
semakin besar kecepatannya di bagian bawah lereng dari pada bagian atas. 
c. Vegetasi 
Vegetasi penutup tanah yang baik seperti rumput yang tebal, atau hutan yang lebat akan 
menghilangkan pengaruh hujan dan topografi terhadap erosi yang lebih berperan dalam 
menurunkan besarnya erosi adalah tumbuhan bahwa karena ia merupakan stratum vegetasi 
terakhir yang akan menentukan besar kecilnya erosi percikan. Pengaruh vegetasi terhadap aliran 
permukaan dan erosi dibagi dalam lima bagian, yakni: 
1. Sebagai intersepsi hujan oleh tajuk tanaman. 
2. Mengurangi kecepatan aliran permukaan dan kekuatan perusak air. 
3. Pengaruh akar dan kegiatan-kegiatan biologi yang berhubungan dengan pertumbuhan 
vegetasi dan pengaruhnya terhadap stabilitas struktur dan porositas tanah. 
4. Transpiransi yang mengakibatkan kandungan air tanah berkurang sehingga meningkatkan 
kapasitas infiltrasi. 
d.Tanah 
Berbagai tipe tanah mempunyai kepekaan terhadap erosi yang berbeda-beda. Sifat-sifat 
tanah yang mempengaruhi kepekaan erosi adalah (1) sifat-sifat tanah yang mempengaruhi laju 
infiltrasi, permeabilitas menahan air, dan (2) sifat-sifat tanah yang mempengaruhi ketahanan 
9
struktur tanah terhadap dispersi dan pengikisan oleh butir-butir hujan yang jatuh dan aliran 
permukaan. Sifat-sifat tanah yang mempengaruhi erosi adalah tekstur, struktur, bahan organik, 
kedalaman, sifat lapisan tanah, dan tingkat kesuburan tanah. 
e. Manusia 
Manusia dapat mencegah dan mempercepat terjadinya erosi, tergantung bagaimana 
manusia mengelolahnya. Manusialah yang menentukan apakah tanah yang dihasilkannya akan 
merusak dan tidak produktif atau menjadi baik dan produktif secara lestari. Banyak faktor yang 
menentukan apakah manusia akan mempertahankan dan merawat serta mengusahakan tanahnya 
secara bijaksana sehingga menjadi lebih baik dan dapat memberikan pendapatan yang cukup 
untuk jangka waktu yang tidak terbatas. 
5. Penyebab Terjadinya Erosi 
· Erosi air diakibatkan oleh kekuatan atau volume air yang besar dan kemiringan lereng. 
Semakin curam lereng semakin besar erosinya. Dan keadaan vegetasi, semakin lebar vegetasi 
yang ada maka semakin kecil erosi terjadi. 
· Erosi angin diakibatkan oleh angin kencang yang mengandung pasir melintasi batuan-batuan 
yang mengakibatkan batuan tersebut terkikis dan membentuk batu cendawan. 
· Erosi gletser diakibatkan oleh cairan gletser atau es. 
· Erosi abrasi disebabkan oleh gelombang air laut yang terus menerus menghantam bibir 
pantai. 
6. Dampak Terjadinya Erosi 
· Erosi air mengakibatkan terseretnya tanah dari tempat yang lebih tinggi ke tempat yang 
lebih rendah. Membawa tanah dari daerah asalnya ke tempat yang lain, dan juga bisa 
mengakibatkan frakmega atau hancuran batuan. 
· Erosi angin mengakibatkan terbentuknya bukit-bukit pasir. 
10
· Erosi gletser mengakibatkan terjadinya longsor es salju dari bukit atau gunung salju. 
· Erosi abrasi mengakibatkan terjadinya cilff (lereng dengan dinding bagian atas 
menggunung karena dinding bagian bawah tanah terkikis oleh gelombang air laut). 
7. Cara Menanggulangi Erosi 
Erosi tidak dapat begitu saja dihilangkan namun dapat dikurangi dengan daya manusia. 
Walaupun sebenarnya faktor yang sangat berpengaruh dalam mempercepat laju erosi adalah 
manusia, namun tidak berarti bahwa manusia tidak bisa berbuat apa-apa dalam mengurangi 
terjadinya erosi. Setiap orang pasti akan mampu berupaya seperti itu, tinggal kesadaran masing-masing 
yang harus ada mengenai permasalahan tersebut. 
Upaya yang dapat dilakukan oleh manusia ialah: 
· Pertama, sebagai manusia harus sadar akan permasalahan erosi dan dampak yang akan 
timbul dan menyerang kita sendiri. 
· Kedua, janganlah merusak ekosistem hutan karena hutan adalah tempat yang sangat 
berpengaruh dalam terjadinya erosi disekitarnya. Jika menebangi pohon di hutan segera 
diganti dengan pohon baru. 
· Ketiga, lakukan segera pengolahan tanah pertanian secara bijak dengan cara membuat 
sengkedan-sengkedan ataupun terasering untuk menahan laju erosi agar tidak terlalu besar. 
· Keempat, Hijaukan kembali (reboisasi) dan lakukan konservasi hutan-hutan yang telah 
gundul akibat keserakahan kita sebagai manusia. 
Rhett A Butler mengemukakan bahwa akar-akar dari pepohonan kayu keras dan vegetasi 
hujan membantu menahan tanah. Saat pohon kita tebangi maka tak akan ada lagi penahan 
apapun yang dapat melindungi tanah dan material tanahpun akan cepat terbawa/hanyut oleh air 
hujan. Oleh sebab itu alangkah baiknya mulai dari sekarang kita pikirkan secara matang akan 
dampak dari erosi yang yang telah menimpa kita saat ini dan jangan sampai lagi terulang dimasa 
yang akan datang. Dengan kesadaran tinggi akan hal tersebut kita harus segera berupaya untuk 
melakukan kegiatan yang dapat mengurangi terjadinya erosi tanah. 
11
Berikut cara menanggulangi erosi pada bagian masing masing 
· Pada Erosi Air : dengan membuat terasering, menanami pohon-pohon pada tanah yang 
miring. 
· Pada Erosi Angin: dengan membuat oasis buatan, dan mengaliri air atau menanami 
pohon-pohon, seperti : kaktus, pakis dan lain-lain yang bisa menyimpan air. 
· Pada Erosi Gletser : dengan cara menanami pohon-pohon untuk menghalangi longsorang 
salju. 
· Pada Erosi Abrasi : dengan cara memecah ombak-ombak yang besar dengan cara 
membuat benteng dari karung yang di isi oleh pasir. 
12
BAB III 
PENUTUP 
A. Kesimpulan 
· Erosi adalah hilangnya atau terkikisnya tanah atau bagian-bagian tanah dari suatu tempat 
yang diangkut oleh media alami ketempat lain 
· Erosi terjadi akibat interaksi kerja antara faktor-faktor iklim, topografi, tumbuh-tumbuhan 
(vegetasi), dan manusia 
· Pengaruh erosi pada tanah banyak menimbulkan efek negatif untuk kehidupan makhluk 
hidup. 
· Kesadaran dan pengetahuan kita tentang erosi berperan besar dalam kita mengambil 
keputusan untuk menjaga lingkingan agar tidak bertambah parah. 
B. Saran 
Sebaiknya dalam pengelolaan lahan, kita harus lebih bijak menggunakan air dan tanah. 
Sebab jika kedua sumber daya alam itu mengalami kerusakan kita sebagai manusia akan 
mengalami kesulitan untuk mendapatkan lahan yang baik untuk ditanami tumbuhan yang 
dibutuhkan untuk mempertahankan kehidupan kita. 
13
DAFTAR PUSTAKA 
Arsyad, S. 1989. Konservasi Tanah dan Air. Institut Pertanian Bogor, Bogor. 
Hardjowigeno. 2003. Ilmu Tanah. Akademi Pressindo, Jakarta. 
Nasiah. 2000. Evaluasi Kemampuan Lahan dan Tingkat Bahaya Erosi Untuk Prioritas. UGM. 
Yogyakarta. 
Rahim, S. E. 2000. Pengendalian Erosi Tanah Dalam Rangka Pelestarian Lingkungan Hidup. 
Bumi Aksara, Jakarta. 
14

Makalah erosi

  • 1.
    MAKALAH EROSI DANKONSERVASI LAHAN OLEH : DAVIT RIYADI ( 1205746 ) FAKULTAS ILMU SOSIAL UNIVERSITAS NEGERI PADANG 2014 1
  • 2.
    BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Menurut Peraturan Pemerintah RI No. 150 tahun 2000 tentang Pengendalian kerusakan tanah untuk produksi bio massa: “Tanah adalah salah satu komponen lahan berupa lapisan teratas kerak bumi yang terdiri dari bahan mineral dan bahan organik serta mempunyai sifat fisik, kimia, biologi, dan mempunyai kemampuan menunjang kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya.” Sumber daya alam utama yaitu tanah dan air mudah mengalami kerusakan atau degradasi. Tanah mempunyai dua fungsi utama yaitu sebagai sumber unsur hara bagi tumbuhan, dan sebagai matriks tempat akar tumbuhan berjangkar dan air tanah tersimpan, Kedua fungsi tersebut dapat menurun atau hilang, hilang atau menurunnya fungsi tanah ini yang biasa disebut kerusakan tanah atau degradasi tanah. Hilangnya fungsi tanah sebagai sumber unsur hara bagi tumbuhan dapat terus menerus diperbaharui dengan pemupukan. Tetapi hilangnya fungsi tanah sebagai tempat berjangkarnya perakaran dan menyimpan air tanah tidak mudah diperbaharui karena diperlukan waktu yang lama untuk pembentukan tanah. Kerusakan air berupa hilangnya atau mengeringnya sumber air dan menurunnya kualitas air. Hilang atau mengeringnya sumber air berkaitan erat dengan erosi, sedangkan menurunnya kualitas air dapat dikarenakan kandungan sedimen yang bersumber dari erosi atau kandungan bahan-bahan dari limbah industri/pertanian. B. Rumusan Masalah · Pengertian erosi · Bentuk erosi · Jenis erosi · Faktor penyebab terjadinya erosi · Penyebab erosi · Bagaimana cara menanggulangi erosi 2
  • 3.
    · Dampak erosi C. Tujuan Tujuan dalam pembuatan makalah ini adalah : 1. Untuk memenuhi tugas mata kuliah Erosi dan Konservasi Lahan dan untuk menambah nilai. 2. Untuk mengetahui bagaimana erosi itu bisa terjadi, apa penyebabnya, bagaimana cara menanggulanginya dan dampak-dampak apa saja yang dapat diakibatkan karena adanya erosi tersebut. 3. Untuk menambah wawasan dan pengetahuan tentang berbagai macam bencana alam belakangan terjadi yang diakibatkan erosi tanah. 3
  • 4.
    BAB II PEMBAHASAN 1. PENGERTIAN EROSI Erosi adalah hilangnya atau terkikisnya tanah atau bagian-bagian tanah dari suatu tempat yang diangkut oleh media alami ketempat lain. Erosi menyebabkan hilangnya lapisan atas tanah yang subur dan baik untuk pertumbuhan tanaman serta berkurangnya kemampuan tanah untuk menyerap dan menahan air. Tanah yang terangkut tersebut akan diendapkan ditempat lain: didalam sungai, waduk, danau, saluran irigasi dan sebagainya. Erosi sebenarnya merupakan proses alami yang mudah dikenali, namun di kebanyakan tempat kejadian ini diperparah oleh aktivitas manusia dalam tata guna lahan yang buruk, penggundulan hutan, kegiatan pertambangan, perkebunan dan perladangan, kegiatan konstruksi / pembangunan yang tidak tertata dengan baik dan pembangunan jalan. Tanah yang digunakan untuk menghasilkan tanaman pertanian biasanya mengalami erosi yang jauh lebih besar dari tanah dengan vegetasi alaminya. Alih fungsi hutan menjadi ladang pertanian meningkatkan erosi, karena struktur akar tanaman hutan yang kuat mengikat tanah digantikan dengan struktur akar tanaman pertanian yang lebih lemah (Samrumi, 2009). Tanah-tanah di Indonesia tergolong peka terhadap erosi, karena terbentuk dari bahan-bahan yang relatif mudah lapuk. Erosi yang terjadi akan memperburuk kondisi tanah tersebut, dan menurunkan produktivitasnya. Tanah akan semakin peka terhadap erosi, karena curah hujan di Indonesia umumnya tinggi, berkisar dari 1.500-3.000 mm atau lebih setiap tahunnya, dengan intensitas hujannya yang juga tinggi. Di beberapa daerah Indonesia bagian Timur, hujan terjadi dalam periode pendek dengan jumlah relatif kecil, namun intensitasnya tinggi, maka bahaya erosi pada agroekosistem lahan kering besar dan tidak bisa diabaikan. Sehubungan dengan tingginya jumlah dan intensitas curah hujan, terutama di Indonesia Bagian Barat. Bahkan di Indonesia Bagian Timur pun yang tergolong daerah beriklim kering,masih banyak terjadi proses erosi yang cukup tinggi, yaitu di daerah-daerah yang memiliki hujan dengan intensitas tinggi, walaupun jumlah hujan tahunan relatif rendah (Samrumi, 2009). 4
  • 5.
    2. EROSIVITAS DANBENTUK-BENTUK EROSI. Erosivitas adalah suatu proses dimana tanah dihancurkan dan kemudian dipindahkan ketempat lain oleh kekuatan air, angin dan gravitasi. Di daerah tropis, seperti di negara kita mempunyai curah hujan tinggi sehingga erosi yang disebabkan oleh angin tidak begitu banyak terjadi. Erosi menyebabkan hilangnya lapisan atas tanah yang subur dan baik untuk pertumbuhan tanaman serta berkurangnya kemampuan tanah untuk menyerap dan menahan air. Tanah yang terangkut tersebut akan diendapkan di tempat lain: didalam sungai, waduk, danau, saluran irigasi dan sebagainya (Arsyad, 1989).. Berbicara tentang erosi, maka tidak lepas dari aliran permukaan. Dengan adanya aliran air di atas permukaan tanah, tanah dapat terkikis dan selanjutnya diangkut ke tempat yang lebih rendah. Dengan demikian terjadilah perpindahan lapisan tanah; mineral-mineral dan bahan organik yang terdapat pada permukaan tanah (Sjahrullah, 1987). Erosi adalah hilangnya atau terkikisnya tanah atau bagian-bagian tanah dari suatu tempat yang diangkut oleh media alami ketempat lain. Ada dua macam erosi, yaitu erosi normal dan erosi dipercepat. Erosi normal juga disebut erosi geologi atau erosi alami merupakan proses-proses pengangkutan tanah yang terjadi dibawah keadaan vegetasi alami. Biasanya terjadi dengan laju yang lambat yang memungkinkan terbentuknya tanah yang tebal yang mampu mendukung pertumbuhan vegetasi secara normal. Erosi dipercepat adalah pengangkutan tanah yang menimbulkan kerusakan tanah sebagai akibat perbuatan manusia yang mengganggu keseimbangan antara proses pembentukan dan pengangkutan tanah (Arsyad, 1989). Menurut Arsyad (1989) erosi dipercepat dapat menimbulkan berbagai masalah antara lain sebagai berikut : a. Merosotnya peroduktivitas tanah pada lahan yang tererosi, yang disertai dengan merosotnya daya dukung serta kualitas lingkungan hidup. b. Sungai, waduk, dan saluran irigasi/drainase di daerah hilir menjadi dangkal, sehingga daya guna dan basil guna berkurang. c. Secara tidak langsung mengakibatkan terjadinya banjir yang kronis pada setiap musim penghijauan dan kekeringan pada musim kemarau. d. Dapat menghilangkan fungsi hidrologi tanah. 5
  • 6.
    Menurut Arsyad (1989)menurut bentuknya, erosi dibedakan dalam : erosi percik, erosi lembar, erosi alur, erosi parit, erosi tebing sungai, erosi internal dan tanah longsor. 1) Erosi Percik (Splash erosion) adalah proses terkelupasnya patikel-partikel tanah bagian atas oleh tenaga kinetik air hujan bebas atau sebagai air lolos. Arah dan jarak terkelupasnya partikel-partikel tanah ditentukan oleh kemiringan lereng, kecepatan dan arah angin, keadaan kekasaran permukaan tanah, dan penutupan tanah. 2) Erosi Lembar (Sheet erosion) adalah erosi yang terjadi ketika lapisan tipis permukaan tanah di daerah berlereng terkikis oleh kombinasi air hujan dan air larian (runoff). 3) Erosi Alur (Rill erosion) adalah pengelupasan yang diikuti dengan pengangkutan partikel-partikel tanah oleh aliran air larian yang terkonsentrasi di dalam saluran-saluran air. Alur-alur yang terjadi masih dangkal dan dapat dihilangkan dengan pengolahan tanah. 4) Erosi Parit (Gully erosion) proses terjadinya sama dengan erosi alur, tetapi saluran yang terbentuk sudah sedemikian dalamnya sehingga tidak dapat dihilangkan dengan pengolahan tanah biasa. 5) Erosi Tebing Sungai (Streambank erosion) adalah pengikisan tanah pada tebing-tebing sungai dan pengerusan dasar sungai oleh aliran air sungai. Erosi tebing akan lebih hebat jika vegetasi penutup tebing telah habis atau jika dilakukan pengolahan tanah terlalu dekat tebing. 6) Erosi Internal (Internal or subsurface erosion) adalah terangkutnya butir-butir primer kebawah ke dalam celah-celah atau pori-pori tanah sehingga tanah menjadi kedap air dan udara. Erosi internal menyebabkan menurunnya kapasitas infiltrasi tanah dengan cepat sehingga aliran permukaan meningkat yang menyebabkan terjadinya erosi lembar atau erosi alur. 7) Tanah Longsor (Landslide) adalah suatu bentuk erosi yang pengangkutan atau pemindahan tanahnya terjadi pada suatu saat dalam volume yang besar. 6
  • 7.
    3. JENIS EROSI Berdasarkan jenisnya erosi di bagi empat jenis 1. Erosi Air Erosi air dimulai dari jatuhnya air hujan. Air hujan tersebut tidak mampu memecahkan agregat (bahan-bahan mineral yang tidak bergerak seperti batu kerikil dan debu) dan menghempaskan partikel-partikel bersama percikan air hujan. Adapun bentuk atau tipe erosinya sebagai berikut : a. Erosi percikan yang terjadi karena percikan air hujan kemudian mengalir menuruni lereng secara terus menerus. b. Erosi permukaan yang terjadi karena aliran air yang mengalir secara terus menerus. c. Erosi parit yaitu aliran erosi berbentuk parit-parit. 2. Erosi Angin Erosi angin terjadi di daerah berpasir, mengakibatkan terbentuknya bukit-bukit pasir. Proses pengikisan bantuan yang dilakukan oleh angin disebut deflasi. Proses erosi ini hanya terjadi di daerah yang kering, misalnya : padang pasir dan pantai berpasir. 3. Erosi Gletser Erosi gletser disebut juga extarasi gletser atau es. Terdapat di daerah kutub dan puncak-puncak gunung tinggi seperti Gunung Himalaya, Alpen, Rocky Mountain, pegunungan Jaya Wijaya. 4. Erosi Abrasi Erosi abrasi menyebabkan terbentuknya cliff. Cliff adalah lereng dengan dinding bagian atas menggantung karena dinding bagian bawah telah terkikis oleh gelombang air laut. 7
  • 8.
    4. Faktor-Faktor YangMempengaruhi Erosi Begitu besarnya bahaya erosi yang pada akhirnya merugikan kehidupan manusia, oleh karena itu beberapa ahli membagi faktor-faktor yang menjadi penyebab erosi dan berupaya untuk menanggulanginya. Menurut (Rahim, 2000) bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi erosi adalah : 1. Energi, yang meliputi hujan, air limpasan, angin, kemiringan dan panjang lereng 2. Ketahanan; erodibilitas tanah (ditentukan oleh sifat fisik dan kimia tanah), dan 3. Proteksi, penutupan tanah baik oleh vegetasi atau lainnya serta ada atau tidaknya tindakan konservasi. Nasiah (2000) menyatakan bahwa kemampuan mengerosi, agen erosi, kepekaan erosi dari tanah, kemiringan lereng, dan keadaan alami dari tanaman penutup tanah merupakan faktor-faktor yang berpengaruh terhadap erosi tanah. Arsyad (1989) menyatakan bahwa erosi adalah akibat interaksi kerja antara faktor-faktor iklim, topografi, tumbuh-tumbuhan (vegetasi), dan manusia terhadap tanah sebagai berikut: E = f ( i.r.v.t.m ) Dimana : E = Erosi i = Iklim v = Vegetasi m = Manusia f = fungsi r = Topografi t = Tanah a. Iklim Iklim merupakan faktor terpenting dalam masalah erosi sehubungan dengan fungsinya. Sebagai agen pemecah dan transpor. Faktor iklim yang mempengaruhi erosi adalah hujan. Banyaknya curah hujan, intensitas dan distribusi hujan menentukan dispersi hujan tehadap tanah, jumlah dan kecepatan permukaaan serta besarnya kerusakan erosi. Angin adalah faktor lain yang menentukan kecepatan jatuh butir hujan. Angin selain sebagai agen transport dalam erosi di beberapa kawasan juga bersama-sama dengan temperatur, kelambaban dan penyinaran matahari 8
  • 9.
    berpengaruh terhadap evapotranspirasi,sehingga mengurangi kandungan air dalam tanah yang berarti memperbesar kembali kapasitas infiltrasi tanah. b. Topografi Kemiringan dan panjang lereng adalah dua faktor yang menentukan karakteristik topografi suatu daerah aliran sungai. Kedua faktor tersebut penting untuk terjadinya erosi karena faktor-faktor tersebut menentukan besarnya kecepatan dan volume air larian. Unsur lain yang berpengaruh adalah konfigurasi, keseragaman dan arah lereng. Panjang lereng dihitung mulai dari titik pangkal aliran permukaan sampai suatu titik dimana air masuk ke dalam saluran atau sungai, atau dimana kemiringan lereng berkurang sedemikian rupa sehingga kecepatan aliran air berubah. Air yang mengalir di permukaan tanah akan terkumpul di ujung lereng. Dengan demikian berarti lebih banyak air yang mengalir dan semakin besar kecepatannya di bagian bawah lereng dari pada bagian atas. c. Vegetasi Vegetasi penutup tanah yang baik seperti rumput yang tebal, atau hutan yang lebat akan menghilangkan pengaruh hujan dan topografi terhadap erosi yang lebih berperan dalam menurunkan besarnya erosi adalah tumbuhan bahwa karena ia merupakan stratum vegetasi terakhir yang akan menentukan besar kecilnya erosi percikan. Pengaruh vegetasi terhadap aliran permukaan dan erosi dibagi dalam lima bagian, yakni: 1. Sebagai intersepsi hujan oleh tajuk tanaman. 2. Mengurangi kecepatan aliran permukaan dan kekuatan perusak air. 3. Pengaruh akar dan kegiatan-kegiatan biologi yang berhubungan dengan pertumbuhan vegetasi dan pengaruhnya terhadap stabilitas struktur dan porositas tanah. 4. Transpiransi yang mengakibatkan kandungan air tanah berkurang sehingga meningkatkan kapasitas infiltrasi. d.Tanah Berbagai tipe tanah mempunyai kepekaan terhadap erosi yang berbeda-beda. Sifat-sifat tanah yang mempengaruhi kepekaan erosi adalah (1) sifat-sifat tanah yang mempengaruhi laju infiltrasi, permeabilitas menahan air, dan (2) sifat-sifat tanah yang mempengaruhi ketahanan 9
  • 10.
    struktur tanah terhadapdispersi dan pengikisan oleh butir-butir hujan yang jatuh dan aliran permukaan. Sifat-sifat tanah yang mempengaruhi erosi adalah tekstur, struktur, bahan organik, kedalaman, sifat lapisan tanah, dan tingkat kesuburan tanah. e. Manusia Manusia dapat mencegah dan mempercepat terjadinya erosi, tergantung bagaimana manusia mengelolahnya. Manusialah yang menentukan apakah tanah yang dihasilkannya akan merusak dan tidak produktif atau menjadi baik dan produktif secara lestari. Banyak faktor yang menentukan apakah manusia akan mempertahankan dan merawat serta mengusahakan tanahnya secara bijaksana sehingga menjadi lebih baik dan dapat memberikan pendapatan yang cukup untuk jangka waktu yang tidak terbatas. 5. Penyebab Terjadinya Erosi · Erosi air diakibatkan oleh kekuatan atau volume air yang besar dan kemiringan lereng. Semakin curam lereng semakin besar erosinya. Dan keadaan vegetasi, semakin lebar vegetasi yang ada maka semakin kecil erosi terjadi. · Erosi angin diakibatkan oleh angin kencang yang mengandung pasir melintasi batuan-batuan yang mengakibatkan batuan tersebut terkikis dan membentuk batu cendawan. · Erosi gletser diakibatkan oleh cairan gletser atau es. · Erosi abrasi disebabkan oleh gelombang air laut yang terus menerus menghantam bibir pantai. 6. Dampak Terjadinya Erosi · Erosi air mengakibatkan terseretnya tanah dari tempat yang lebih tinggi ke tempat yang lebih rendah. Membawa tanah dari daerah asalnya ke tempat yang lain, dan juga bisa mengakibatkan frakmega atau hancuran batuan. · Erosi angin mengakibatkan terbentuknya bukit-bukit pasir. 10
  • 11.
    · Erosi gletsermengakibatkan terjadinya longsor es salju dari bukit atau gunung salju. · Erosi abrasi mengakibatkan terjadinya cilff (lereng dengan dinding bagian atas menggunung karena dinding bagian bawah tanah terkikis oleh gelombang air laut). 7. Cara Menanggulangi Erosi Erosi tidak dapat begitu saja dihilangkan namun dapat dikurangi dengan daya manusia. Walaupun sebenarnya faktor yang sangat berpengaruh dalam mempercepat laju erosi adalah manusia, namun tidak berarti bahwa manusia tidak bisa berbuat apa-apa dalam mengurangi terjadinya erosi. Setiap orang pasti akan mampu berupaya seperti itu, tinggal kesadaran masing-masing yang harus ada mengenai permasalahan tersebut. Upaya yang dapat dilakukan oleh manusia ialah: · Pertama, sebagai manusia harus sadar akan permasalahan erosi dan dampak yang akan timbul dan menyerang kita sendiri. · Kedua, janganlah merusak ekosistem hutan karena hutan adalah tempat yang sangat berpengaruh dalam terjadinya erosi disekitarnya. Jika menebangi pohon di hutan segera diganti dengan pohon baru. · Ketiga, lakukan segera pengolahan tanah pertanian secara bijak dengan cara membuat sengkedan-sengkedan ataupun terasering untuk menahan laju erosi agar tidak terlalu besar. · Keempat, Hijaukan kembali (reboisasi) dan lakukan konservasi hutan-hutan yang telah gundul akibat keserakahan kita sebagai manusia. Rhett A Butler mengemukakan bahwa akar-akar dari pepohonan kayu keras dan vegetasi hujan membantu menahan tanah. Saat pohon kita tebangi maka tak akan ada lagi penahan apapun yang dapat melindungi tanah dan material tanahpun akan cepat terbawa/hanyut oleh air hujan. Oleh sebab itu alangkah baiknya mulai dari sekarang kita pikirkan secara matang akan dampak dari erosi yang yang telah menimpa kita saat ini dan jangan sampai lagi terulang dimasa yang akan datang. Dengan kesadaran tinggi akan hal tersebut kita harus segera berupaya untuk melakukan kegiatan yang dapat mengurangi terjadinya erosi tanah. 11
  • 12.
    Berikut cara menanggulangierosi pada bagian masing masing · Pada Erosi Air : dengan membuat terasering, menanami pohon-pohon pada tanah yang miring. · Pada Erosi Angin: dengan membuat oasis buatan, dan mengaliri air atau menanami pohon-pohon, seperti : kaktus, pakis dan lain-lain yang bisa menyimpan air. · Pada Erosi Gletser : dengan cara menanami pohon-pohon untuk menghalangi longsorang salju. · Pada Erosi Abrasi : dengan cara memecah ombak-ombak yang besar dengan cara membuat benteng dari karung yang di isi oleh pasir. 12
  • 13.
    BAB III PENUTUP A. Kesimpulan · Erosi adalah hilangnya atau terkikisnya tanah atau bagian-bagian tanah dari suatu tempat yang diangkut oleh media alami ketempat lain · Erosi terjadi akibat interaksi kerja antara faktor-faktor iklim, topografi, tumbuh-tumbuhan (vegetasi), dan manusia · Pengaruh erosi pada tanah banyak menimbulkan efek negatif untuk kehidupan makhluk hidup. · Kesadaran dan pengetahuan kita tentang erosi berperan besar dalam kita mengambil keputusan untuk menjaga lingkingan agar tidak bertambah parah. B. Saran Sebaiknya dalam pengelolaan lahan, kita harus lebih bijak menggunakan air dan tanah. Sebab jika kedua sumber daya alam itu mengalami kerusakan kita sebagai manusia akan mengalami kesulitan untuk mendapatkan lahan yang baik untuk ditanami tumbuhan yang dibutuhkan untuk mempertahankan kehidupan kita. 13
  • 14.
    DAFTAR PUSTAKA Arsyad,S. 1989. Konservasi Tanah dan Air. Institut Pertanian Bogor, Bogor. Hardjowigeno. 2003. Ilmu Tanah. Akademi Pressindo, Jakarta. Nasiah. 2000. Evaluasi Kemampuan Lahan dan Tingkat Bahaya Erosi Untuk Prioritas. UGM. Yogyakarta. Rahim, S. E. 2000. Pengendalian Erosi Tanah Dalam Rangka Pelestarian Lingkungan Hidup. Bumi Aksara, Jakarta. 14