ANALISIS PROYEK
         Krisdinar Sumadja




 FAKULTAS PERTANIAN UNBAR
          Bandung

   Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar   1
BUKU REFERENSI
• A. Choliq dan Ofan, 1991, Evaluasi Proyek, Linda
  Karya, Bandung
• J. Price Gittinger, 1982, Economic Analiis Of agricultural
  Project, The John Hopkin University Press, Washington DC
• Kadariah, Lien Karlina, Clive Gray, 1979, Pengantar Evaluasi
  Proyek, Lembaga Penerbit FE UI, Jakarta
• Mulyadi Pudjosumarto, 1988, Evaluasi
  Proyek, Liberty, Yogyakarta.
• Zulkarnain Djamin, 1984, Perencaaan dan Analisis Proyek
  , Lembaga Penerbit FE UI, Jakarta


                       Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar           2
PERENCANAAN
Perencanaan merupakan :

• Kegiatan mempersiapkan keputusan -keputusan
  yang harus diambil untuk masa mendatang
  sepanjang umur proyek

• Usaha untuk
  mempengaruhi, mengarahkan, bahkan
  mengendalikan perubahan dalam variabel-
  variabel suatu kegiatan selama kurun waktu
  tertentu
                 Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar   3
KEPENTINGAN PERENCANAAN

• Memperhitungkan prakiraan (fore casting) menganai potensi dan prospek
  pengembangan manfaat proyek
• Memberikan metode yang tepat dan sistematik untuk menghadapi
  masalah yang spesifik, dan implikasi yang tersembunyi
• Mengetuahui secara lebih pasti kebutuhan sumberdaya dan keuangan
  sepanjang umur proyek
• Memberikankesempatan untuk memilih yang terbaik dari berbagai
  alternatif atau mengkombinasikan sumberdaya yang tersedia
• Memberikan dasar untuk melakukan monitoring dan evaluasi




                         Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar              4
DEFINISI PROYEK
 Proyek adalah
  Kegiatan yang dapat direncanakan dan dilaksanakan dalam
  bentuk kesatuan dengan mempergunakan sumber-sumber
  daya untuk mendapatkan benefit.
  Contoh: investasi baru spt pabrik, jalan raya, kereta
  api, bendungan, dll

 Proyek merupakan
  Rangkaian kegiatan yang direncanakanyang didalamnya
  menggunakan masukan (input), untuk mendapatkan
  manfaat (benefit) atau hasil (return) di masa yang akan
  datang.

                     Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar        5
DEFINISI PROYEK
Proyek adalah
• Kegiatan/aktivitas yang menggunakan
  sumberdaya dan diharapkan memperoleh
  manfaat di masa akan datang dalam periode
  tertentu
• Kegiatan/aktivitas dengan mengeluarkan
  biaya dengan harapan akan memperoleh
  hasil (return) dimasa yang akan datang dalam
  periode tertentu

                Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar   6
CIRI-CIRI PROYEK
1. Direncanakan
2. Rangkaian kegiatan/aktivitas
3. Menggunakan sumberdaya/biaya
4. Mendapatkan benefit/manfaat di masa akan
   datang
5. Terdapat awal (starting point) dan akhir
   (ending point)


               Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar   7
EVALUASI PROYEK
Evaluasi proyek adalah :
• Suatu sistem analisis yang membandingkan biaya
  dengan manfaat untuk menentukan apakah suatu
  proyek yang diusulkan akan mencapai tujuan
  dengan alat ukur yang wajar
• Sebuah metode penilaian alternatif-alternatif
  dengan cara mudah dan dapat dipahami
• Menaksir biaya dan benefit yang mungkin timbul
  pada suatu proyek dengan tolok ukur yang
  berlaku umum
                 Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar   8
KEGUNAAN EVALUASI PROYEK

• Digunakan dalam studi kelayakan

• Sebagai alat/prasarana untuk mengajukan
  kredit kepada bank atau investor

• Sebagai salah satu bahan pertimbangan
  dalam kebijakan pembangunan
                Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar   9
TAHAP SIKLUS PROYEK
 Dimulai dengan
 gagasan suatu proyek
                               IDENTIFIKASI
                                      I
                                                           Formulasi
 Evaluasi
                                                          (persiapan)
    VI
                                                               II



                                                            Analisis
Operasional
                                                          (Appraisal)
    V
                                                              III
                               IMPLEMENTASI
                                 (SUPERVISI)
                                      IV
                        Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar                 10
IDENTIFIKASI/GAGASAN
• Siklus proyek dimulai dari munculnya
  gagasan pengusulan proyek.
• Sumber gagasan bersumber dari:
  – Pemimpin mayarakat
  – Tenaga teknis
  – Perintis pembangunan
  – Lembaga pemerintah dan atau swasta
  – Usulan yang telah ada

                Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar   11
METODE GAGASAN
• Metode Permintaan :
   Adanya permintaan/prospek pasar yang baik pada suatu produk
   barang/jasa tertentu
• Metode Sumberdaya :
  Terdapat potensi sumberdaya yang belum termanfaatkan secara optimal
• Metode Teknologi :
   Terdapat teknologi tepat guna yang lebih efisien dalam membuat
   sebuah produk barang dan jasa
• Metode Sasaran Pokok :
    Memudahkan pencapaian suatu sasaran pokok baik nasional maupun
   regional
• Metode Pengalaman :
    Mengikuti proyek yang sudah berjalan dan menguntungkan

                         Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar            12
ANALISIS
• Yaitu mengadakan penilaian atau evaluasi
  (appraisal) terhadap laporan studi kelayakan
  yang ada.
• Dilakukan untuk memilih yang terbaik diantara
  beberapa alternatif proyek berdasar ukuran
  tertentu



                Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar   13
IMPLEMENTASI
• Merupakan tahap pelaksanaan proyek
• Pada tahap ini, tanggung jawab para
  perencana serta penilai proyek adalah
  mengadakan pengawasan terhadap
  pelaksanaan pembangunan fisik proyek agar
  sesuai dengan final designnya



               Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar   14
OPERASI
• Tahap ini dipertimbangkan penggunaan
  metode-metode pembuatan laporan atas
  pelaksanaan operasinya.
• Laporan tersebut diperlukan untuk
  kelanjutan peroyek berikutnya




               Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar   15
EVALUASI HASIL
• Tahap ini membandingkan antara yang
  direncanakan dengan hasil yang dicapai.
• Hasil penilaian selanjutnya digunakan untuk
  perbaikan bagi proyek berikutnya dan
  mengembangkan gagasan baru dalam memilih
  proyek-proyek baru



                Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar   16
ASPEK-ASPEK KRITIS DALAM
           FORMULASI PROYEK
1. ASPEK TEKNIS,
  Penyediaan dan ketersediaan sumber daya proyek, meliputi
  analisis tentang input dan output yang diperlukan dan dihasilkan
  oleh proyek

2. ASPEK INSTITUSI DAN ORGANISASI,
  menyangkut masalah-masalah organisasi hubungannya dengan
  pemerintah dan masyarakat. Antara lain mencakup:
  hubungan administrasi proyek dengan administasi di luar proyek,
  sejauh mana regulasi/deregulasi menjadi penghambat atau pendukung proyek
  Reaksi berbagai elemen masyarakat berkaitan dengan keberadaan proyek



                         Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar                17
ASPEK-ASPEK KRITIS DALAM
          FORMULASI PROYEK
3. ASPEK MANAJERIAL DAN
   ADMINISTRATIF, Kemampuan staf untuk
   menjalankan administrasi kegiatan dalam ukuran
   besar

4. ASPEK KOMERSIAL,
   Perbandingan antara permintaan dan penawaran
    produk yang dihasilkan selama proyek berlangsung
5. ASPEK SOSIAL,
   menggambarkan tujuan-tujuan proyek yang sifatnya
   khusus bersifat sosial, misalnya dampak proyek thd
   penyediaan kesempatan kerja, efek thd pemerataan
   pendapatan
                   Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar      18
UNSUR-UNSUR KRITIS DALAM
        FORMULASI PROYEK
6. ASPEK FINANSIAL,
   Rasio antara pengeluaran dan penerimaan
   proyek (cost dan revenue earnings)

7. ASPEK EKONOMI,
   Konstribusi/peranan proyek terhadap
   pembangunan wilayah secara makro

                Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar   19
UNSUR-UNSUR KRITIS DALAM
       FORMULASI PROYEK
8. ASPEK EKSTERNALITAS
 Dampak keberadaan proyek (+/-). Analisis ini
 sulit dikuantitatifkan namun tetap harus
 menjadi pertimbangan.




                Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar   20
KENYATAAN DALAM
           KEGIATAN EKONOMI
   Sumber daya bersifat terbatas dan langka
   Kegiatan yang berbeda atau kegiatan yang
    sama dalam lingkungan berbeda akan
    mengasilkan sesuatu yang berbeda

  dari berbagai peluang investasi yang terbuka
  dengan tingkat keuntungan dan manfaat yang
  berbeda-beda, baik oleh pemeritah atau
  swasta akan dipilih proyek yang menghasilkan
  keuntungan atau kemanfaatan dari sudut
  pandangnya.
                 Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar   21
TUJUAN ANALISA PROYEK
1. Mengetahui tingkat keuntungan yang dapat
  dicapai melalui investasi dalam suatu proyek;
2. Menghindari pemborosan sumber daya, yaitu
  dengan menghindari pelaksanaan proyek yang
  tidak menguntungkan;
3. Mengadakan penilaian terhadap peluang
  investasi yang ada sehingga kita dapat memilih
  alternatif proyek yang paling menguntungkan;
  dan
4. Menentukan prioritas investasi

                 Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar   22
JENIS JENIS PROYEK


• Proyek Fisik dan Proyek Non-fisik
• Proyek pemeintah dan Swasta
• Proyek sosial/Ekonomi dan
  proyek Finansial
• Proyek Skala Besar dan Skala Kecil
            Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar   23
ANALISIS FINANSIAL VS EKONOMI

Analisis Finansial :
  Analisis yang lebih menitikberatkan pada
  kepentingan keuntungan
  individu/perusahaan. Manfaatnya disebut
  private return
 Analisis Ekonomi :
  Analisis yanglebih menitikberatkan pada
  kepentingan ekonomi secara keseluruhan
  (makro). Manfaatnya disebut economic return
                Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar   24
PERBEDAAN ANALISIS
            FINANSIAL DAN EKONOMIS
              finansial                                        ekonomis
• Harga :                                     • Harga :
Harga pasar berlaku setempat (market          Harga bayangan (shadow price)
    price)
• Subsidi :                                   • Subsidi :
Subsidi tidak diperhitungkan                  Subsidi diperhitungkan
• Pajak :                                     • Pajak :
Pajak diperhitungkan                          Pajak tidak diperhitungkan karena pajak
                                                  adalah transfer payment
• Upah :                                      • Upah :
Upah yang berlaku setempat                    Upah yang digunakan adalah upah
                                                  bayangan (shadow price/opportunity
                                                  wage)


                             Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar                        25
PERBEDAAN ANALISIS
           FINANSIAL DAN EKONOMIS
             finansial
                                                            EKONOMIS
• Bunga Modal :                            • Bunga Modal :
1. Bunga modal yang dibayarkan             Tidak dianggap biaya kecuali :
   kreditor dianggap biaya                  1. Jika investasi itu dibebankan
2. Bunga atas modal proyek tidak                 pada saat dikeluarkan tidak
   dianggap biaya                                dianggap biaya
                                            2. Jika Investasi itu merupakan
                                                 arus pelunasan di masa akan
                                                 datan maka dianggap biaya




                          Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar                      26
BENEFIT/MANFAAT PROYEK
                                                          Meningkatkan Nilai
                                                               Produk
                               Direct
                               Benefit
                                                          Menurunkan biaya
           Tangible
            Benefit
                                                           Multiplier effect

                               Indirect
                                                          Economic of scale
                               Benefit
BENEFIT                                                   Dinamic secondary
                                                               effect
                             Perbaikan
                            Lingkungan
           Intangible       Mengurangi
             Benefit        kerawanan
                              Ketahanan
                               Nasional
                        Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar                        27
BENEFIT/MANFAAT
• Benefit :
  Suatu manfaat yang diperoleh dari suatu proyek baik yang
  dapat dihitung dengan uang ataupun yang tidak dapat
  dihitung dengan uang
• Tangible benefit :
  Manfaat yang diperoleh dari kegiatan proyek yang dapat
  dihitung atau dinilai dengan uang
• Intangible benefit :
  Manfaat yang diperoleh dari kegiatan proyek yang tidak dapat/
  sulit dihitung atau dinilai dengan uang


                      Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar        28
BENEFIT PROYEK
• Direct benefit :
  Manfaat yang diterima dari kegiatan proyek
  secara langsung
  Kenaikan nilai hasil produksi dapat disebabkan karena meningkatnya jumlah
  produk dan kualitas dari produk sebagai akibat adanya proyek. Misalnya
  – Kenaikan produksi padi karena adanya irigasi,
  – Turunnya biaya pengangkutan karena perbaikan jalan,
  – Membaiknya job description diantara tenaga kerja karena perbaikan cara kerja.

• Indirect benefit :
  Manfaat yang diperoleh dari kegiatan proyek
  secara tidak langsung yang berkenaan dengan
  lingkungan

                                 Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar                    29
BIAYA PROYEK
1. Biaya Investasi :
   Seluruh biaya yang dikeluarkan dari mulai
  proyek tersebut dilaksanakan
   misalnya :
   a. Pendirian bangunan pabrik
   b. Pembelian mesin dan peralatannya
   c. Instalasi listrik, dan lain-lain

                 Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar   30
BIAYA PROYEK
2. Biaya Operasional :
   Seluruh biaya yang dikeluarkan selama proses
  produksi itu berlangsung secara rutin
   misalnya :
   a. Pembelian bahan baku
   b. Tenaga Kerja
   c. Biaya listrik
   d. Bahan bakar, dan lain-lain

                Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar   31
BIAYA PROYEK
3. Sunk Cost :
   Seluruh biaya yang dikeluarkan pada masa lalu
   sebelum kegiatan proyek dilaksankanan. Dalam
   evaluasi proyek tidak diperhitungkan
4. Depresiasi (penyusutan)
   Pengalokasian biaya investasi suatu proyek
   setiap tahun sepanjang umur proyek untuk
   kepentingan laporan Neraca Rugi Laba. Dalam
   evaluasi proyek deresiasi tidak diperhitungkan
                 Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar   32
BIAYA PROYEK
5. Bunga modal :
   Bunga yang tidak riil (opportunity cost)
   dikeluarkan tidak diperhitungkan dalam
   evaluasi proyek . Sedangkan bunga pinjaman
   diperhitungkan
6. Contingency (biaya tak terduga)
    Biaya yang dikeluarkan akibat kesalahan-
   kesalahan mengestimasi pengeluaran suatu
   proyek
               Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar   33
BIAYA PROYEK
Biaya proyek dapat juga dikelompokkan

1. Biaya Langsung :
Biaya yang berhubungan langsung dengan kepentingan proyek, seperti biaya
investasi (biaya pembangunan konstruksi, biaya peralatan), biaya
operasi, dan biaya pemeliharaan proyek (biaya penyusutan, bunga
bank, tanah, modal kerja, biaya lain).


2. Biaya Tidak Langsung :
Biaya yang perlu diperhitungkan dalam menganalisis proyek (biaya polusi
udara, biaya penanganan pencemaran, bising, dll).


                          Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar                 34
Keputusan Hasil Evaluasi Proyek:


Keputusan hasil evaluasi proyek:
a. Menolak atau menerima proyek, didasarkan
   pada hasil perhitungan kriteria investasi.
b. Memilih satu atau beberapa proyek yang
   layak sesuai dana yang tersedia
c. Membuat skala prioritas dari beberapa
   proyek yang layak.


                Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar   35
Contoh
    Dari 7 proyek yang dinilai ada 5 proyek yang layak untuk dikembangkan
    dengan jumlah dana masing-masing proyek terlihat pada tabel berikut:



No                  Nama Proyek                              Jumlah Dana (Rp)
1     Pembangunan Irigasi                                            350.000.000
2     Perbaikan Jalan Kabupaten                                      150.000.000
3     Pembuatan Jalan Baru                                           450.000.000
4     Pembuatan Jalan Desa                                           200.000.000
5     Peningkatan Jalan Desa                                         120.000.000
                   Jumlah                                          1.270.000.000



                           Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar                      36
KEPUTUSAN ANALISIS PROYEK
Dari tabel terlihat bahwa jumlah dana proyek Rp. 1.270.000.000,- sedangkan
dana yang tersedia sebesar Rp. 550.000.000,-. Berdasarkan keterbatasan itu,
keputusan yang dapat diambil adalah

– Mengerjakan proyek no 1 dan 2 dengan jumlah dana Rp. 500.000.000,-
– Mengerjakan proyek no 1 dan 4 dengan jumlah dana sebesar Rp.
550.000.000,-
– Mengerjakan proyek no 3 dengan jumlah dana sebesar Rp. 450.000.000,-
atau
– Mengerjakan proyek 4 dan 5 dengan alasan proyek lainnya meskipun bisa
dikembangkan, kelayakannya masih dalam batas minimum.




                          Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar                 37
KEPUTUSAN ANALISIS PROYEK
Dari tabel terlihat bahwa jumlah dana proyek Rp. 1.270.000.000,- sedangkan
dana yang tersedia sebesar Rp. 550.000.000,-. Berdasarkan keterbatasan
itu, keputusan yang dapat diambil adalah

– Mengerjakan proyek no 1 dan 2 dengan jumlah dana Rp. 500.000.000,-
– Mengerjakan proyek no 1 dan 4 dengan jumlah dana sebesar Rp.
550.000.000,-
– Mengerjakan proyek no 3 dengan jumlah dana sebesar Rp. 450.000.000,-
atau
– Mengerjakan proyek 4 dan 5 dengan alasan proyek lainnya meskipun bisa
dikembangkan, kelayakannya masih dalam batas minimum.




                          Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar                 38
Aspek
Ekonomi dan Keuangan




      Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar   39
Aspek Ekonomi dan Keuangan



DANA INVESTASI
Menentukan jumlah dana investasi secara keseluruhan
   disesuaikan dengan aspek teknis produksi:
a. Tanah
b. Gedung
c. Mesin
d. Peralatan
e. Biaya pemasangan mesin
f. Biaya lain (studi kelayakan, survei, impor
   mesin/peralatan, biaya lain yang berhubungan dengan
   pembangunan proyek).

                     Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar     40
Aspek Ekonomi dan Keuangan



BIAYA MODAL KERJA
Terdiri dari biaya tetap (fixed cost) dan biaya tidak tetap (variable
cost).
• Biaya tetap adalah biaya yang tidak dipengaruhi oleh naik-
turunnya produksi yang dihasilkan, mslnya biaya tenaga kerja tak
langsung, penyusutan, bunga bank, asuransi, dsb.
•Biaya tidak tetap adalah biaya yang dikeluarkan untuk membeli
bahan mentah/bahan pembantu, upah tenaga kerja
langsung, biaya transportasi, biaya pemasaran, dll.



                        Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar            41
Aspek Ekonomi dan Keuangan



SUMBER PEMBIAYAAN
Sumber dari dalam perusahaan: modal yang berasal dari para
   investor sendiri atau modal yang dihimpun atas penjualan
   saham.
Sumber dari luar perusahaan: modal yang berasal dari
   bank, produsen mesin/peralatan, dan lembaga keuangan
   lain.
Komposisi sumber modal sendiri dan modal dari luar
   perusahaan: semakin besar modal yang berasal dari luar
   perusahaan semakin besar bunga sebagai biaya modal
   dalam pelaksanaan proyek.

                      Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar         42
Aspek Ekonomi dan Keuangan



PROSES PERPUTARAN KEUANGAN
Proses perputaran keuangan perlu direncanakan karena akan
    mempengaruhi kemampuan usaha/proyek dalam menutupi
    segala kewajiban-kewajibannya.

ASAS PEMBELANJAAN
-   Likuiditas
-   Solvabilitas
-   Rentabilitas.



                    Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar     43
Aspek Ekonomi dan Keuangan



TITIK PULANG POKOK
- Perlu dihitung kapan terjadinya titik pulang pokok (BEP)
- Semakin lama waktu pencapaian TR=TC semakin lama
   usaha/proyek mencapai keuntungan dan semakin besar pula
   saldo kerugian yang merupakan beban terhadap biaya operasi
   dan pemeliharaan.
- Pay back period (PBP) atau jangka waktu pengembalian biaya
   investasi: semakin cepat pengembalian biaya investasi dari
   usaha/proyek yang direncanakan, semakin baik proyek
   tersebut karena dana investasi dapat digunakan sebagai
   penanaman investasi baru.

                      Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar       44
Aspek Ekonomi dan Keuangan



PERHITUNGAN PROFIT
- Semakin besar keuntungan yang diterima, semakin layak
  usaha/proyek yang dikembangkan.




                     Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar                          45
Perhitungan Bunga dan Nilai Uang




          Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar   46
Perhitungan Bunga dan Nilai Uang


PERHITUNGAN BUNGA
•   Bunga merupakan biaya modal
•   Besar kecilnya jumlah bunga yang merupakan beban
    terhadap peminjam (debitor) sangat tergantung pada
    waktu, jumlah pinjaman, dan tingkat bunga yang berlaku
•   Terdapat 3 bentuk sistem perhitungan bunga:
      1.   Simple interest (bunga biasa)
      2.   Compound interest (bunga majemuk)
      3.   Annuity (anuitas).




                        Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar                          47
Perhitungan Bunga dan Nilai Uang


SIMPLE INTEREST (BUNGA BIASA)
  Besar kecilnya jumlah bunga yang diterima kreditor tergantung
      pada besar kecilnya principal (modal), interest rate (tingkat
      bunga), dan jangka waktu:

  B = f (P.i.n), di mana:              B= Bunga
                                       P= Principal (modal)
                                       i = interest rate (tingkat bunga)
                                       n = jangka waktu.
  Contoh soal 1:
  Apabila jumlah pinjaman sebesar Rp. 5.000.000,00 dengan tingkat
      bunga 18% per tahun. Berapa jumlah bunga selama 3 tahun?
      2 bulan? 40 hari?


                            Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar                 48
Perhitungan Bunga dan Nilai Uang

Untuk menghitung besarnya principal, interest rate, dan jangka waktu dapat
       diselesaikan dengan:
P = B/i.n
i = B/p.n
n = B/P.i
S = P + B atau S = P + (P.i.n)
Di mana S = jumlah penerimaan.
Contoh soal 2:
Hitunglah nilai-nilai yang tidak diketahui dalam tabel berikut:




No     Principal        Interest Rate       Time              Interest   Amount
       (Modal)          (Tingkat Bunga)     (Waktu)           (Bunga)    (Jml Penerimaan)

1      6.000.000        18%                 2 tahun           ?          ?

2      ?                20%                 ?                 250.000    5.250.000

3      7.000.000        ?                   50 hari           ?          7.145.833

                            Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar                            49
Perhitungan Bunga dan Nilai Uang


COMPOUND INTEREST (BUNGA MAJEMUK)
  Bunga majemuk biasanya dilakukan dalam waktu yang relatif panjang
       dan dalam perhitungan bunga dilakukan lebih dari satu periode.
  Bunga majemuk adalah bunga yang terus menjadi modal bila tidak
       diambil pada waktunya.
  Perhitungan bunga majemuk dilakukan secara reguler dengan interval
       tertentu, setiap bulan, setiap kuartal, setiap 6 bulan, atau setiap
       tahun.

  Contoh soal 3:
  A meminjamkan uang sebesar Rp. 100.000,00 dengan tingkat bunga 12% per
       tahun dan dimajemukkan setiap 6 bulan selama 2 tahun. Berapa jumlah
       pengembalian setelah 2 tahun?

  Jawab:
  Diketahui: P = Rp. 100.000,00, i = 12%/2= 6% , dan n = 2.2 = 4


                           Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar                   50
Perhitungan Bunga dan Nilai Uang



Rumus perhitungan bunga majemuk:
              n
  S = P (1+i)
              -n             S
  P = S (1+i) atau P =
                           (1 i ) n
           1/ n
     S
  i         1 100%
     P
     log S log P
  n=                              Di mana: S = Jumlah penerimaan
       log(1 i )                           P = Present Value
                                           n = Periode waktu
                                           i = tingkat bunga per periode
                                              waktu



                      Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar                      51
Perhitungan Bunga dan Nilai Uang



Nilai (1+i)n disebut compounding factor, yaitu suatu bilangan
   yang digunakan untuk menilai uang pada masa yang akan
   datang (future value).
Nilai (1+i)-n disebut discount factor, yaitu suatu bilangan untuk
   menilai nilai uang dalam bentuk present value (nilai sekarang).
Contoh 4:
Seorang investor meminjam uang sebesar Rp 5.000.000,00 selama 8 tahun
   dengan tingkat bunga 18% per tahun dan dimajemukkan setiap 6 bulan.
   Berapa jumlah pengembalian setelah 8 tahun?

Catatan: nilai (1+i)n dapat dilihat dalam Lampiran I pada n = 16 dan I = 9%.




                                Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar                 52
Perhitungan Bunga dan Nilai Uang



Contoh 5:
Apabila Bank A menerima tingkat bunga deposito sebesar 18%
  per tahun dan dimajemukkan setiap bulan. Bank B juga
  menerima tingkat bunga deposito sebesar 18% per tahun dan
  dimajemukkan setiap 6 bulan. Berapa tingkat bunga efektif
  (effective rate) pada masing-masing bank tersebut?

Rumus: F = (1+j/m)m di mana F = effective rate
                              m = frekuensi bunga
                                    majemuk dalam satu
                            tahun


                     Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar                 53
Perhitungan Bunga dan Nilai Uang



ANNUITY (Anuitas)
Anuitas adalah suatu rangkaian pembayaran dengan jumlah yang
    sama besar pada setiap interval pembayaran.
Besar kecilnya jumlah pembayaran pada setiap interval
    tergantung pada jumlah pinjaman, jangka waktu, dan
    tingkat bunga.
Anuitas dapat dibagi atas dua bagian:
1. Anuitas Biasa (Simple Annuity)
2. Anitas Kompleks (Complex Annuity).



                     Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar                 54
Perhitungan Bunga dan Nilai Uang



ANUITAS BIASA
Anuitas biasa adalah sebuah anuitas yang mempunyai interval
    yang sama antara waktu pembayaran dengan waktu
    dibungamajemukkan.
Berdasarkan tanggal pembayarannya, anuitas biasa dapat dibagi
    3 bagian, yaitu:
    1. Ordinary annuity
    2. Annuity due
    3. Deferred annuity.



                      Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar                 55
Perhitungan Bunga dan Nilai Uang

Ordinary annuity
Ordinary annuity adalah sebuah anuitas yang diperhitungkan
     pada setiap akhir interval seperti akhir bulan, akhir
     kuartal, akhir setiap 6 bulan, maupun pada setiap akhir
     tahun.
           1 (1 i )    n                                                  i
An = R                                     R = An                    {1 (1 i) n }
               i
           {(1 i) n 1}                                                   i
Sn = R                                     R = Sn
                i                                                    {(1 i ) n 1

Di mana:    An = Present value                         R = Annuity
             Sn = Future value                         i = Tingkat bunga/interval
             n = jumlah interval pembayaran
                                 Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar                    56
Perhitungan Bunga dan Nilai Uang



a. Present Value

Present value adalah nilai sekarang dari sebuah anuitas dan
    identik dengan nilai awal dari penanaman modal.
Contoh 6: Sebuah perusahaan mencicil pinjaman sebesar Rp 50.000,- pada
    setiap akhir bulan selama 6 bulan dengan suku bunga diperhitungkan
    sebesar 18% per tahun. Berapakah besarnya present value?

    Diketahui: R = Rp. 50.000,-, i= 18%/12 = 0,015, n=6
    Rumus : An = R

    Catatan: nilai discount factor dari anuitas di atas dapat dilihat pada
    Lampiran 3 pada n=6 dan i=1,5%.


                            Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar                  57
Perhitungan Bunga dan Nilai Uang


b. Anuitas dari present value
Anuitas dari sebuah present value sama dengan jumlah angsuran pada setiap
     interval. Jumlah angsuran pada setiap interval dari sejumlah pinjaman
     tergantung pada besar kecilnya tingkat bunga dan jangka waktu yang
     digunakan.
Contoh 7: Seorang investor merencanakan membangun proyek perumahan murah
     untuk dijual secara cicilan kepada nasabah. Biaya pembangunan diperhitungkan
     Rp. 12.000.000,-. Berapa besar nilai cicilan yang dibebankan kepada
     nasabah, bila tingkat bunga setahun diperhitungkan sebesar 15% dan
     dimajemukkan setiap bulan selama 3 tahun?
      Diketahui: i = 15%/12 = 0,0125 dan n = 3x12 = 36
      Rumus :




                                    Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar            58
Perhitungan Bunga dan Nilai Uang


c. Jumlah penerimaan (Future amount)
Jumlah penerimaan dari serangkaian pembayaran
    diperhitungkan bunga secara bunga majemuk (compound
    interest) dari sejumlah uang yang dicicil.
Jumlah pembayaran pada interval pertama, diperhitungkan
    bunga pada akhir interval kedua, sehingga jumlah
    penerimaan pada akhir interval kedua adalah sebesar 2
    kali setoran ditambah dengan bunga pada setoran
    pertama.
d. Tingkat Bunga
Bila present value diketahui:           {1 (1 i) n }       An
                                             i             R
Bila jumlah penerimaan diketahui :
                                                     {(1 i) n 1   Sn
                                                         i        R
                        Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar                 59
Perhitungan Bunga dan Nilai Uang


Contoh 8: Apabila diketahui jumlah present value sebesar Rp 969.482,- dengan
     anuitas Rp 150.000,- pada setiap akhir kuartal selama 2 tahun. Berapa
     besarnya tingkat bunga pada setiap kuartal? Berapa pada setiap tahunnya?
      Diketahui: An = Rp 969.482,- n = 2x4 = 8 R = Rp 150.000,-
      Catatan: Nilai discount factor untuk {1-(1+i)-n/i} dapat dilihat pada Lampiran 3
      pada n=8 di mana nilainya 6,463212760.
      Apabila nilai i tidak tersedia dalam lampiran, nilai i dapat dihitung dengan
      menggunakan sistem interpolasi.

Contoh 9: Seorang pengusaha menyetor uang pada bank sebesar Rp 445.000,- dan
     diambil kembali secara cicilan setiap akhir 6 bulan sebesar Rp 50.000,- dalam
     waktu 5 tahun. Berapa besarnya interest rate dan nominal rate?
      Diketahui: An = Rp 445.000,-    R= Rp 50.000,- n= 2x5 = 10 (tiap 6 bulan)




                                     Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar                     60
Perhitungan Bunga dan Nilai Uang


e. Menentukan Jangka Waktu
Untuk menentukan jangka waktu dari sebuah anuitas, sama halnya dengan
     cara menentukan tingkat bunga.

Contoh 10: Seorang pegawai negeri menerima uang dari bank sebesar Rp
     1.653.298,- dari hasil setoran sebesar Rp 50.000,- pada setiap akhir
     kuartal dengan tingkat bunga 20% setahun. Berapa lama pegawai
     tersebut telah melakukan setoran untuk mendapatkan sejumlah uang
     tersebut?

     Diketahui: Sn = Rp 1.653.298,- i= 20/4 = 5% dan
                 R= Rp 50.000,-     n= ?

     Catatan: Gunakan lampiran 5.



                          Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar                   61
Perhitungan Bunga dan Nilai Uang



2. Annuity Due
Annuity due adalah anuitas yang pembayarannya dilakukan pada setiap awal
    interval. Awal interval pertama merupakan perhitungan bunga yang
    pertama dan awal interval kedua merupakan perhitungan bunga kedua
    dan seterusnya.
Pada formula annuity due ditambahkan satu compounding factor (1+i), baik
    untuk present value maupun future value.
Penambahan satu compounding factor pada annuity due adalah sebagai
    akibat pembayaran yang dilakukan pada setiap awal interval.
Nilai uang yang dihitung dengan annuity due selalu lebih besar bila
    dibandingkan dengan ordinary annuity.




                          Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar                 62
Perhitungan Bunga dan Nilai Uang


a. Perhitungan present value
Rumus:                          n
                                                  Contoh 11: Sebuah perusahaan
                    {1 (1 i) }                    Ingin memperoleh uang secara
   An(ad) = R                  (1 i)
                         i                        kontinyu sebesar Rp 1.500.000,-
                                                  dari bank setiap awal kuartal
Atau                                ( n 1)
                                                  selama satu tahun. Berapa jumlah
                    {1 (1 i)                      dana yang harus disetor pada bank
       An(ad) = R                            1
                         i                        apabila tingkat bunga diperhitungkan
                                                  sebesar 18% per tahun?
Atau                            ( n 1)
                    {1 (1 i )                        Diketahui: R=Rp 1.500.000,-
       An(ad) = R                            R
                         u                                      i= 18%/4= 4,5% dan
                                                                n=4
                                                     Catatan: Gunakan Lampiran 3 untuk
                                                     mendapat nilai discount factor annuity
                                                     pada i=4,5% dan n=4 dan Lampiran 1
                                                     untuk compounding factor dari bunga
                                                     majemuk.
                                Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar                       63
Perhitungan Bunga dan Nilai Uang


b. Jumlah Pembayaran (Future
   amount)
Jumlah pembayaran dalam annuity due
   dilakukan dengan rumus sebagai berikut: Contoh 12: Suatu BPD memberikan
                                           Fasilitas penjualan kendaraan beroda
                                           Dua secara kredit pada guru-guru SD.
Sn(ad) =      {(1 i ) n 1}                 Tingkat bunga diperhitungkan sebesar
           R                (1 i )         12% per tahun dan cicilan dilakukan
atau                i                      Setiap awal bulan sebesar Rp 70.000,-
Sn(ad) =                                   Selama 3 tahun. Berapakah besarnya
              {(1 i ) n 1 1}
           R                  1            Jumlah pembayaran?
Atau
                     i
                         ( n 1)                       Diketahui: R = Rp 70.000,-
Sn(Ad) =       {(1 i )            1}                             I = 12%/12 = 1%
           R                            R
                         i                                       dan n = 12x3 = 36



                                  Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar                    64
Perhitungan Bunga dan Nilai Uang


c. Hubungan antara Present Value dengan Future amount
Hubungan antara present value dengan future value sebuah annuity due sama dengan
   hubungan yang terdapat pada perhitungan bunga majemuk.
Present value merupakan modal dasar dan future value merupakan penjabaran dari
   bunga majemuk.

                          -n
   An (ad) = Sn (ad) (1+i)
   Sn (ad) = An (ad) (1+i)n

Apabila diketahui nilai present value dari annuity due, jumlah penerimaan pada akhir
   interval dapat diketahui tanpa menghitung besarnya anuitas pada setiap interval.
   Hubungan ini tidak dapat diterapkan pada ordinary annuity maupun bentuk annuity
   lainnya, misalnya deferred annuity.




                               Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar                   65
Perhitungan Bunga dan Nilai Uang



d. Anuitas, jangka waktu, dan
   tingkat bunga
Penentuan anuitas dalam sebuah
   annuity due dapat dilakukan                                  i               1
   apabila nilai present value atau              R      An            (1 i)
                                                                    n
   future value (jumlah                                    {1 (1 i) }
   penerimaan) dari
   transaksi, tingkat bunga dan
   lamanya pinjaman diketahui.                                 i            1
Anuitas adalah cicilan yang harus                R      Sn       n
                                                                    (1 i)
   dikembalikan oleh debitur, setiap
                                                           {(1 i) 1
   bulan, kuartal, maupun setiap
   tahun tergantung perjanjian.




                           Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar                      66
Perhitungan Bunga dan Nilai Uang

c. Hubungan antara Present Value dengan Future amount
Hubungan antara present value dengan future value sebuah annuity due sama
   dengan hubungan yang terdapat pada perhitungan bunga majemuk.
Present value merupakan modal dasar dan future value merupakan penjabaran
   dari bunga majemuk.

   An (ad) = Sn (ad) (1+i)-n
   Sn (ad) = An (ad) (1+i)n

Apabila diketahui nilai present value dari annuity due, jumlah penerimaan pada
   akhir interval dapat diketahui tanpa menghitung besarnya anuitas pada
   setiap interval. Hubungan ini tidak dapat diterapkan pada ordinary annuity
   maupun bentuk annuity lainnya, misalnya deferred annuity.



                               Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar             67
Perhitungan Bunga dan Nilai Uang


d. Anuitas, jangka waktu, dan tingkat bunga
Penentuan anuitas dalam sebuah annuity due dapat diketahui apabila nilai
   present value atau future value (jumlah penerimaan) dari transaksi
   diketahui, di samping tingkat bunga dan lamanya pinjaman.




                           Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar                 68
Perhitungan Bunga dan Nilai Uang



Contoh 13. Seorang pimpinan perusahaan telah melakukan
  penyetoran pinjaman secara cicilan pada bank sebesar Rp 500.000,-
  pada setiap awal bulan. Tingkat bunga pinjaman diperhitungkan
  sebesar 18% per tahun. Berapa bulan harus diadakan penyetoran
  untuk menutupi pinjaman sebesar Rp 10.000.000,-?

Diketahui: R = 500.000,- i= 18%/12 = 1,5% An = 10.000.000,-

Ditanya: n = ?

Jawab:                               ( n 1)
                      {1 (1 i)                }
          An(ad )   R                             R
                            i


                         Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar              69
Perhitungan Bunga dan Nilai Uang

                                            ( n 1)
                 {1 (1 0,015)                        }
100000000 500000                                         500000
                       0,015
                ( n 1)
 {1 (1 0,015)            }   10000000 500000
                                             19
       0,015                      500000

Pada lampiran 3 pada i=1,5%, nilai 19 tidak tersedia. Nilai yang mendekati
19 pada i=1,5% adalah pada n=22 dengan nilai 18,62082437 dan pada n=23
dengan nilai 19,33086145. Dengan demikian untuk mengembalikan kredit
Sebesar Rp 10 juta membutuhkan waktu 22 bulan lebih:
         22 bulan < n < 23 bulan

Gunakan metode interpolasi untuk mengetahui waktu pengembalin secara
pasti.




                              Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar            70
Perhitungan Bunga dan Nilai Uang

3. Deferred Annuity
Deferred annuity adalah suatu seri (anuitas) yang pembayarannya dilakukan
   pada akhir setiap interval. Perbedaan dengan ordinary annuity adalah
   dalam hal penanaman modal di mana pada deferred annuity ada masa
   tengang waktu (grace period) yang tidak diperhitungkan bunga.

                      {1 (1 i ) n }               t
          An(da)    R               (1 i )
                           i
                                  n
                                                                t = tenggang waktu yang
                        {(1 i )       1                             tidak dihitung bunga
          Sn(da)    R
                            i
Contoh 14: Seorang petani yang membuka usaha dalam bidang peternakan
   meminjam uang ke Bank dengan tingkat bunga 12% per tahun dan dimajemukkan
   setiap kuartal. Pinjaman tersebut harus dikembalikan secara cicilan mulai pada
   akhir kuartal ketiga sebesar Rp 400.000,- selama 5 kali angsuran. Berapa besar
   jumlah pinjaman?


                              Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar                              71
Perhitungan Bunga dan Nilai Uang


Anuitas Kompleks (Complex Annuity)
Anuitas kompleks adalah sebuah rentetan pembayaran dari suatu pinjaman
      dengan jumlah yang sama pada setiap interval. Berbeda dengan
      anuitas biasa, pada anuitas kompleks interval pembayaran dan
      interval bunga majemuk mempunyai interval yang berbeda.
Apabila interval pembayaran dilakukan pada setiap bulan, mungkin
      dibungamajemukkan pada setiap kuartal atau sebaliknya apabila
      interval pembayaran dilakukan pada setiap kuartal, perhitungan
      bunga majemuk dilakukan pada setiap bulan.
Jika dilihat dari tanggal pembayaran, anuitas kompleks dibagi 3:
1.      Complex ordinary annuity
2.      Complex due annuity
3.      Complex deferred annuity.


                            Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar              72
Perhitungan Bunga dan Nilai Uang


1. Complex Ordinary Annuity
Pembayaran anuitas dalam complex ordinary annuity dilakukan pada
    akhir setiap interval. Besar kecilnya anuitas tergantung pada
    besar kecilnya pinjaman, tingkat bunga, jangka waktu, dan
    frekuensi bunga majemuk dalam satu tahun.

a.  Present Value
Rumus:                              nc
                      {1 (1 i)           }        i
          Anc(Oa)   R                                 c
                           i                 {(1 1)       1}
c = perbandingan antara frekuensi bunga majemuk dalam satu tahun
      dengan frekuensi pembayaran dalam satu tahun.


                        Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar             73
Perhitungan Bunga dan Nilai Uang

Contoh 15: Seorang petani merencanakan meminjam uang ke bank untuk
      perluasan usaha sektor perikanan. Berdasarkan pada perkiraan dan
      perhitungan benefit, ia mampu mengembalikan pinjaman sebesar Rp
      76.015 pada setiap akhir kuartal selama 2 tahun dengan tingkat bunga
      pinjaman sebesar 18% per tahun dan dimajemukkan pada setiap
      bulan. Berapa besar jumlah kredit yang bisa ia pinjam?
Diketahui: R=Rp 76.015           n = 2x4 = 8 (per kuartal)
           c = 12/4 = 3             nc = 3x8 = 24          i = 18%/12 = 1,5%

Ditanya: Anc(Oa) = ?

Jawab :
                                                   nc
                                     {1 (1 i )          }        i
                       Anc(oa)     R
                                          i                 {(1 i ) c 1}
                                                                 24
                                          {1 (1 0,015)                }       0,015
                       Anc(oa)     76.015
                                               0,015                      {(1 0,015) 3 1}
                       Anc(oa)     76.015(20,03040533)(0,32838278)
                       Anc(oa)     Rp.500.000
                                   Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar                          74
Perhitungan Bunga dan Nilai Uang


b. Jumlah Penerimaan
Rumus:                (1 i) nc 1        i
          Snc(oa) R
                           i        {(1 i) c 1
Untuk mengubah nilai Anc dan Snc dalam complex ordinary annuity
      digunakan rumus berikut:

                 {(1 i ) n 1}             r = tingkat bunga pada setiap
          Sn   R                              pembayaran dalam simple ordinary
                     r
                                              annuity
                    {1 (1 r ) n }         i = tingkat bunga dalam complex ordinary
           An R                               annuity
                          r
c. Anuitas, jangka waktu, dan tingkat bunga
Penentuan anuitas dalam complex ordinary annuity sama halnya dengan
      perhitungan simple ordinary annuity.


                           Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar                    75
Perhitungan Bunga dan Nilai Uang


2. Complex Annuity Due
Complex annuity due adalah pembayaran yang dilakukan pada setiap awal
      interval. Berbeda dengan simple annuity due, pada complex annuity
      due frekuensi bunga majemuk tidak sama dengan frekuensi
      pembayaran dalam satu tahun.
Sebagai kompensasi dalam perhitungan harus dikalikan dengan discount
                        c
      factor [i/{1-(1+i) }]

                          {1 (1 i ) n }     i
             Anc(ad )   R                          (1 i ) c
                               i        (1 i ) c 1
                          {(1 r ) n 1}     i
             Snc(ad )   R                         (1 i ) c
                               i       (1 i ) c 1
Untuk menghitung tingkat bunga, jangka waktu, dan anuitas sama dengan
      cara menghitung pada complex ordinary annuity.


                            Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar               76
Perhitungan Bunga dan Nilai Uang


3. Complex Deferred Annuity
Pembayaran dilakukan pada setiap akhir interval. Perbedaan dengan
      complex annuity yang lain adalah pada tenggang waktu yang tidak
      diperhitungkan bunga.

Contoh 16: Seorang mahasiswa meminjam uang pada bank sebesar Rp 800.000,-
      untuk membayar biaya kuliah. Ia akan mengembalikan pinjaman secara
      cicilan selama 5 tahun dan pengembalian pinjaman dilakukan setelah 3
      tahun meminjam. Bunga diperhitungkan 12% per tahun dan dimajemukkan
      setiap 6 bulan. Berapa besarnya pembayaran yang harus dilakukan setiap
      akhir tahun?
      Diketahui: Anc= Rp 800.000,-   n=5
                 c= 2 (dibungamajemukkan 2 kali setahun dan pembayaran setiap tahun
      t= 2                 i= 12%/2= 6%
      Ditanya: R?



                                Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar                       77
Perhitungan Bunga dan Nilai Uang


Jawab: Rumus Anc dan Snc adalah sebagai berikut:
                                                nc
                           {1    (1        i)        }            i                      ct
         Anc(da)       R                                                       (1   i)
                                      i                   (1     i)c       1
                                      nc
                           (1    r)             1               i
         Snc(da)      R
                                  i                      (1    i)c     1

Rumus untuk menghitung jumlah pembayaran setiap tahun:
                          i               {(1 i ) c 1
         R   Anc(da)             nc
                                                      (1 i ) ct
                     {1 (1 i )                i
                        0,06                 {(1 0,06) 2 1}
         R 800.000                    10
                                                            (1 0,06) 2.2
                   {1 (1 0,06)                   0,06
         R 800.000(0,13586795)(2,06)(1,262477)
         R   Rp.282.682,


                                Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar                               78
ANALISIS KRITERIA INVESTASI




        Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar   79
Analisis Kriteria Investasi


PENDAHULUAN
•   Hasil perhitungan kriteria investasi merupakan indikator dari modal yang
    diinvestasikan, yaitu perbandingan antara total benefit yang diterima
    dengan total biaya yang dikeluarkan dalam bentuk present value selama
    umur ekonomis.
•   Perkiraan benefit (cash in flows) dan perkiraan cost (Cash out flows)
    merupakan alat kontrol dalam pengendalian biaya untuk memudahkan
    dalam mencapai tujuan usaha/proyek.
•   Hasil perhitungan kriteria investasi dapat digunakan sebagai bahan
    pertimbangan dalam mengambil keputusan penanaman modal.
•   Kriteria investasi yang dapat digunakan: NPV, IRR, Net B/C, Gross B/C, PR
•   Keputusan yang timbul dari hasil analisis: menerima atau
    menolak, memilih satu atau beberapa proyek, atau menetapkan skala
    prioritas dari proyek yang layak.


                           Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar                 80
Analisis Kriteria Investasi



PERHITUNGAN KRITERIA INVESTASI
1.   Net Present Value (NPV)
    NPV merupakan net benefit yang telah didiskon dengan menggunakan social
    opportunity cost of capital sebagai diskon faktor.
    Rumus:
               n
                                  n
      NPV           NBi (1 i )
              i 1                                Dimana:
      atau                                       NB = Net benefit = Benefit – Cost
               n
                                                 C = Biaya investasi + Biaya operasi
                      NBi
      NPV                                         B = Benefit yang telah didiskon
              i 1   (1 i ) n                      C = Cost yang telah didiskon
      atau                                       i = diskon faktor
               n                 n               n = tahun (waktu
      NPV           Bi   Ci            N Bi
              i 1                i 1



                               Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar                     81
Analisis Kriteria Investasi


Kriteria:
NPV > 0 (nol) → usaha/proyek layak (feasible) untuk dilaksanakan
NPV < 0 (nol) → usaha/proyek tidak layak (feasible) untuk dilaksanakan
NPV = 0 (nol) → usaha/proyek berada dalam keadaan BEP dimana
                 TR=TC dalam bentuk present value.

Untuk menghitung NPV diperlukan data tentang perkiraan biaya investasi, biaya
operasi, dan pemeliharaan serta perkiraan benefit dari proyek yang direncanakan.




                          Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar                     82
Analisis Kriteria Investasi


Contoh 1:
     Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan untuk membangun industri pengolahan
     hasil pertanian, diketahui:
     Dana investasi: Rp. 35.000.000,- dialokasikan selama 2 tahun, yaitu tahun persiapan
     Rp. 20.000.000,- dan tahun pertama Rp. 15.000.000,-. Kegiatan pabrik dimulai
     setelah tahun ke-2 dari pengembangan kontruksi.
     Jumlah biaya operasi dan pemeliharaan berdasarkan rekapitulasi dari berbagai biaya
     pada tahun kedua sebesar Rp 5.000.000,- per tahun dan untuk tahun-tahun
     berikutnya seperti pada tabel 1.
     Benefit dari kegiatan industri ini adalah jumlah produksi dari pengolahan hasil-hasil
     pertanian. Kegiatan produksi dimulai pada tahun kedua dengan jumlah penghasilan
     Rp 10.000.000,- sedang tahun-tahun berikutnya seperti terlihat pada tabel 1.
     Berdasarkan data di atas, apakah rencana pembukaan industri yang mengolah hasil
     pertanian tersebut layak untuk dkembangkan bila dilihat dari segi NPV dengan
     diskon faktor sebesar 18%?


                                 Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar                      83
Analisis Kriteria Investasi


Tabel 1: Persiapan Perhitungan NPV                                   (dalam Rp.000,-)

  Thn    Investasi       Biaya        Total Cost   Benefit       Net            D.F.         Present
                         Operasi                                 Benefit        18%          Value

  0             20.000   -               20.000         -             -20.000      1,0000      -20.000
  1             15.000   -               15.000         -             -15.000      0,8475      -12,713
  2             -            5.000         5.000       10.000           5.000      0,7182        3,591
  3             -            6.000         6.000       12.000           6.000      0,6086        3,652
  4             -            6.000         6.000       14.000           8.000      0,5158        4,126
  5             -            7.000         7.000       17.000         10.000       0,4371        4,371
  6             -            7.000         7.000       21.000         14.000       0,3704        5,186
  7             -            8.000         8.000       25.000         17.000       0,3139        5,336
  8             -            9.000         9.000       30.000         21.000       0,2660        5,586
  9             -            10.000       10.000       36.000          26.000       0,2255       5,863

  10            -            11.000       11.000       43.000         32.000       0,1911        6,115
                                                                                NPV          11.115,73
                                   Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar                                       84
Analisis Kriteria Investasi



Dari keterangan dan tabel yang diberikan maka:
          n
                            n
 NPV           NBi (1 i )
         i 1

 NPV    11 .115 .000
Hasil menunjukkan bahwa NPV > 0, ini berarti gagasan usaha (proyek) layak
      diusahakan.
Catatan:
•     Perkiraan cash in flow dan cash out flow yang menyangkut proyeksi
      harus mendapat perhatian
•     Perkiraan benefit harus diperhitungkan dengan menggunakan berbagai
      variabel (perkembangan trend, potensi pasar, perkembangan proyek
      sejenis di masa datang, perubahan teknologi, perubahan selera
      konsumen).

                                Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar         85
Analisis Kriteria Investasi

Tabel 2: Persiapan Perhitungan NPV                                  (dalam Rp.000,-)

  Thn   Investasi   Biaya        Total       Benefit     Net            D.F.           B            C
                    Operasi      Cost                    Benefit        18%
  0       20.000    -              20.000        -         -20.000        1,0000            -           20.000
  1       15.000    -              15.000        -         -15.000        0,8475            -           12.713
  2         -            5.000       5.000     10.000        5.000        0,7182            7.182        3.591
  3         -            6.000       6.000     12.000        6.000        0,6086            7.304        3.652
  4         -            6.000       6.000     14.000        8.000        0,5158            7.221        3.095
  5         -            7.000       7.000     17.000       10.000        0,4371            7.431        3.060
  6         -            7.000       7.000     21.000       14.000        0,3704            7.778        2.593
  7         -            8.000       8.000     25.000       17.000        0,3139            7.848        2.511
  8         -            9.000       9.000     30.000       21.000        0,2660            7.980        2.394
  9         -           10.000     10.000      36.000       26.000        0,2255            8.118        2.255
  10        -           11.000     11.000      43.000       32.000         0,1911           8.217        2.102
                                                                             NPV           69.080       57.966

                                  Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar                                           86
Analisis Kriteria Investasi



Dengan menggunakan rumus yang lain, NPV dapat juga dihitung dengan
bantuan Tabel 2 berikut. Pada tabel tersebut cost dan benefit langsung
dikalikan dengan DF:
        n
NPV          Bi   Ci
       i 1

NPV   69.080 57.966
NPV   11.114 Rp11.114.000,

Hasil menunjukkan bahwa NPV > 0, ini berarti gagasan usaha (proyek)
layak diusahakan.




                       Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar                87
Analisis Kriteria Investasi


Contoh 2:

   Pimpinan perusahaan akan mengganti mesin lama dengan mesin baru
   karena mesin lama tidak ekonomis lagi, baik secara teknis maupun
   ekonomis. Untuk mengganti mesin lama dibutuhkan dana investasi sebesar
   Rp 75.000.000,-. Mesin baru mempunyai umur ekonomis selama 5 tahun
   dengan salvage value berdasarkan pengalaman pada akhir tahun kelima
   sebesar Rp. 15.000.000,-. Berdasarkan pengalaman pengusaha, cash in
   flows setiap tahun diperkirakan sebesar Rp 20.000.000,- dengan biaya
   modal 18% per tahun. Apakah penggantian mesin ini layak untuk dilakukan
   apabila dilihat dari PV dan NPV?




                         Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar               88
Analisis Kriteria Investasi


        n
                CFi        Sv          Di mana: PV = Present value
 PV
        i 1   (1 r ) m   (1 r ) n               CF = Cash flow
                                                n = periode waktu tahun ke n
                                                m = periode waktu
                                                r = tingkat bunga
                                                Sv = salvage value
   20.000.000 20.000.000 20.000.000       20.000.000 15.000.000
PV                                    ...
    (1 0,18)    (1 0,18) 2 (1 0,18)3       (1 0,18)5  (1 0,18)5
PV 16.949.153 14.363.689 12.172.617 10.315.778 8.742.184 6.556.638
PV 69.100.059
Berdasarkan pada hasil perhitungan di atas, pembelian mesin baru dengan harga
Rp 75.000.000,- ternyata tidak feasible karena PV lebih kecil dari original outlays
atau original cost (harga beli).

NPV = PV – OO = 69.100.059 – 75.000.000 = - 5.899.941, dimana OO=original outlays
Berdasarkan perhitungan NPV diperoleh nilai negatif, maka pembelian mesin pun tidak
feasible.
                                    Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar                   89
Analisis Kriteria Investasi


2. Internal Rate of Return (IRR)
      IRR adalah suatu tingkat discount rate yang menghasilkan NPV = 0 (nol).
      Jika IRR > SOCC maka proyek dikatakan layak
           IRR = SOCC berarti proyek pada BEP
           IRR < SOCC dikatakan bahwa proyek tidak layak.
      Untuk menentukan besarnya nilai IRR harus dihitung dulu NPV1 dan NPV2
      dengan cara coba-coba. Jika NPV1 bernilai positif maka discount factor kedua
      harus lebih besar dari SOCC, dan sebaliknya.
      Dari percobaan tersebut maka IRR berada antara nilai NPV positif dan NPV
      negatif yaitu pada NPV = 0.

      Rumus:                       NPV1
                  IRR    i1                 i2           i1
                              ( NPV1 NPV2 )

      dimana: i1 = tingkat discount rate yang menghasilkan NPV1
             i2 = tingkat discount rate yang menghasilkan NPV2

                              Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar                        90
Analisis Kriteria Investasi

Dari Contoh 1 dibuat Tabel 3 berikut:
Tabel 3: Persiapan Perhitungan IRR                            (dalam Rp.000,-)
              Thn     Net Benefit   D.F.        Present Value       D.F.         Present
                                    18%                             24%          Value

              0          -20.000      1,0000          -20.000        1,0000         -20.000
              1          -15.000      0,8475          -12,713        0,8065         -12,713
              2             5.000     0,7182            3,591        0,6504           3,591
              3             6.000     0,6086            3,652        0,5245           3,652
              4             8.000     0,5158            4,126        0,4230           4,126
              5           10.000      0,4371            4,371        0,3411           4,371

              6           14.000      0,3704            5,186        0,2751           5,186
              7           17.000      0,3139            5,336        0,2218           5,336
              8           21.000      0,2660            5,586        0,1789           5,586
              9            26.000      0,2255            5,863       0,1443           5,863

              10          32.000      0,1911             6,115        0,1164          6,115
                                    NPV         11.115,73
                                Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar
                                                                                     -48,94   91
Analisis Kriteria Investasi


               NPV1
IRR i1                  i2 i1
          ( NPV1 NPV2 )
             11.114
IRR 0,18              (0,24 0,18)
          (11.114 48)
IRR 0,23974 23,97%


Hasil perhitungan menunjukkan bahwa IRR 23,97% lebih besar dari
SOCC sebesar 18%, berarti proyek tersebut layak untuk dikerjakan.




                     Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar                92
Analisis Kriteria Investasi

 Dari Contoh 2, IRR merupakan tingkat bunga yang menyamakan antara harga beli
 aset (Original outlays) dengan present value. Jadi untuk mendapatkan nilai PV=OO
 harus dicari dengan menggunakan dua tingkat bunga. Tingkat bunga I menghasilkan
 PV < OO dan tingkat bunga II menghasilkan PV > OO.
 PV I dengan DF=18% menghasilkan Rp.69.100.059,- dan PV II dengan DF=14%
 adalah:
         20.000.000 20.000.000 20.000.000           20.000.000 15.000.000
  PV                                            ...
          (1 0,14)     (1 0,14) 2   (1 0,14)3        (1 0,14)5  (1 0,15)5
   PV   17.543.860 15.389.351 13.499.430 11.841.606 10.387.373 7.790.530
   PV   76.452.149
Berdasarkan pada hasil perhitungan di atas, maka:
                       i2 i1
   IRR i1 ( PV1 OO)
                      PV2 PV1
                                              18 14               IRR=14,79% lebih kecil
   IRR 14 (76.452.149 75.000.000)(                          )
                                      69.100.059 76.452.149       dari tingkat bunga yang
   IRR 14 (1.452.149)(
                        4
                              )
                                                                  berlaku (DF) yi 18%
                    7.352.090                                     berarti penggantian mesin
   IRR 14 0,79 14,79%                                             tidak layak.
                                Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar                       93
Analisis Kriteria Investasi


3. Net Benefit Cost Ratio (Net B/C)
     Net B/C adalah perbandingan antara net benefit yang telah didiskon
     positif (+) dengan net benefit yang telah didiskon negatif.
     Rumus:                n
                                N Bi ( )
                          i 1
               NetB / C    n
                                N Bi ( )
                          i 1

     Jika: Net B/C > 1 (satu) berarti proyek (usaha) layak dikerjakan
           Net B/C < 1 (satu) berarti proyek tidak layak dikerjakan     Net
     B/C = 1 (satu) berarti cash in flows = cash out flows
        (BEP) atau TR=TC



                            Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar               94
Analisis Kriteria Investasi

Dari Contoh 1 dibuat Tabel 4 berikut:
Tabel 4: Jumlah benefit dan persiapan Perhitungan Net B/C Proyek
               Thn   Net Benefit            D.F.                 Present Value
                                            18%
               0           -20.000.000               1,0000          -20.000.000
               1           -15.000.000             0,847458          -12,713.870
               2             5.000.000             0,718218           3,590.920
               3             6.000.000             0,608631           3,651.785
               4             8.000.000             0,515789           4,126.312
               5           10.000.000              0,437109           4,371.090

               6           14.000.000              0,370432           5,186.048
               7           17.000.000              0,313925           5,336.725
               8           21.000.000              0,266038           5,586.798
               9            26.000.000             0,225456            5,861.856

               10          32.000.000              0,191064           6,114.048
                                   Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar                 95
Analisis Kriteria Investasi

               n
                     N Bi ( )
               i 1
    NetB / C    n
                     N Bi ( )
               i 1

               44.825.582
    NetB / C              1,3703 1,37
               32.711.870

Hasil perhitungan menunjukkan bahwa Net B/C > 1, berarti proyek
tersebut layak untuk dikerjakan.




                           Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar        96
Analisis Kriteria Investasi

4. Gross Benefit Cost Ratio (Gross B/C)
      Gross B/C adalah perbandingan antara benefit kotor yang telah didiskon
      dengan cost secara keseluruhan yang telah didiskon.
      Rumus:                    n
                                  B (1 r ) n
                 GrossB / C in 1
                                  Ci (1 r ) n
                              i 1

      Jika: Gross B/C > 1 (satu) berarti proyek (usaha) layak dikerjakan
            Gross B/C < 1 (satu) berarti proyek tidak layak dikerjakan Gross B/C =
      1 (satu) berarti proyek dalam keadaan BEP.

      Dari contoh 1 (tabel 2), Gross B/C dapat dihitung sbb:
                               69.077.839
                GrossB / C                1,1917 1,19
                               57.964.101
      Gross B/C menunjukkan bahwa proyek layak dikerjakan.
                              Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar                        97
Analisis Kriteria Investasi

5. Profitability Ratio (PR)
       PR adalah rasio perbandingan antara selisih benefit dengan biaya operasi
       dan pemeliharaan dengan jumlah investasi. Nilai dari masng-masing variabel
       dalam bentuk present value (telah didiskon dengan DF dari SOCC)
       Rumus:
                      n               n
                            B              OM i
                      i 1           i 1
              PR                n
                                      Ii
                                i 1

      Jika: PR > 1 (satu) berarti proyek (usaha) layak dikerjakan
             PR < 1 (satu) berarti proyek tidak layak dikerjakan
             PR = 1 (satu) berarti proyek dalam keadaan BEP.




                                          Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar           98
Analisis Kriteria Investasi


Tabel 5: Jumlah Investasi, Biaya Operasi, dan Biaya Pemeliharaan dalam Harga Berlaku
       dan dalam Present Value                 (dalam Rp.000,-)

  Thn    Investasi       Biaya        Benefit      Net                 ī       OM        B
                         Operasi                   18%
  0             20.000       -             -           1,0000        -20.000    -        -
  1             15.000       -             -           0,8475        -12.712    -        -
  2             -            5.000       10.000        0,7182          -        3.591    7.182
  3             -            6.000       12.000        0,6086          -        3.651    7.303
  4             -            6.000       14.000        0,5158          -        3.095    7.221
  5             -            7.000       17.000        0,4371          -        3.060    7.431
  6             -            7.000       21.000        0,3704          -        2.593    7.778
  7             -            8.000       25.000        0,3139          -        2.511    7.848
  8             -            9.000       30.000        0,2660          -        2.394    7.980
  9             -           10.000        36.000       0,2255          -        2.255    8.118

  10            -           11.000       43.000        0,1911          -        2.102    8.217
                                                                     32.712    25.253   69.078
                                   Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar                               99
Analisis Kriteria Investasi

            n                n
                  Bi               OM i
            i 1              i 1
     PR                n
                             Ii
                       i 1

          69.078 25.253
     PR                 1,3397 1,34
              32.712

Hasil perhitungan menunjukkan bahwa PR > 1, berarti proyek tersebut
layak untuk dikerjakan.




                                    Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar   100
Analisis Kriteria Investasi



ANALISIS PAY BACK PERIOD DAN BEP
1.  Pay Back Period (PBP)
     PBP adalah jangka waktu tertentu yang menunjukkan terjadinya arus
     penerimaan (cash in flows) yang secara kumulatif sama dengan jumlah investasi
     dalam bentuk present value.
     PBP digunakan untuk mengetahui berapa lama proyek dapat mengembalikan
     investasi.
     Rumus:
                    n        n
                                         Dimana:
                       Ii       Bicp 1   PBP = Pay Back Period
                                         Tp-1 = Tahun sebelum terdapat PBP
      PBP Tp 1 i 1          i 1

                           Bp            Ii    = Jumlah investasi telah didiskon
                                         Bicp-1 = Jumlah benefit yang telah didiskon
                                                  sebelum PBP
                                         Bp = Jumlah benefit pada PBP


                            Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar                   101
Analisis Kriteria Investasi



Dari Tabel 5, PBP dapat dihitung sbb:
      32.712 29.137
PBP 5
           7.778
PBP 5 0,4596

PBP = 5 tahun 5 bulan 15 hari.

Untuk nilai Tp-1 dihitung secara kumulatif dari nilai benefit yang telah didiskon
(7.182+7.303+7.221+7.431=29.137) karena pada tahun kelima terdapat
kumulatif benefit di bawah jumlah investasi yang telah didiskon.
Nilai Bp yaitu jumlah benefit pada PBP adalah sebesar 7.778, berarti pada tahun
keenam terdapat jumlah kumlatif benefit sama dengan jumlah investasi.




                         Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar                      102
Analisis Kriteria Investasi



2. Break Even Point (BEP)
     BEP adalah titik pulang pokok dimana TR=TC.
     Terjadinya BEP tergantung pada lama arus penerimaan sebuah proyek dapat
     menutupi segala biaya operasi dan pemeliharaan serta biaya modal lainnya.
     Selama perusahaan masih berada di bawah BEP, selama itu perusahaan masih
     menderita kerugian. Semakin lama perusahaan mencapai BEP, semakin besar
     saldo rugi.
     Rumus:

                   n                n
                                                   Dimana:
                         TCi            Bicp       BEP = Break Even Point
                                               1
      BEP Tp       i 1          i 1                Tp-1 = Tahun sebelum terdapat BEP
               1
                               Bp                  TCi = Jumlah total cost yang telah didiskon
                                                   Bicp-1 = Jumlah benefit yang telah didiskon
                                                            sebelum BEP
                                                   Bp = Jumlah benefit pada BEP
                                    Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar                    103
Analisis Kriteria Investasi

Dari Tabel 2 dan Tabel 5, BEP dapat dihitung sbb:
      57.966 52.745
BEP 8
           8.118
BEP 8 0,6431
BEP = 8 tahun 7 bulan 22 hari.

Dilihat dari jumlah produksi:                         Dimana:
    TR = p x q dan TC = a + bq                        a=fixed cost
pada keadaaan BEP: TR = TC → p.q = a + bq             b= biaya var per unit
                       p.q – bq = a → q (p-b) = a     p=harga per unit
                       q = a/(p-b)                    q=jumlah produksi
BEP(Q) = a/(p-b)
BEP(RP) = a/(1 – b/p) → BEP dalam rupiah adalah dengan
                   mengalikan dengan harga per unit produksi

                      Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar                 104
Analisis Kriteria Investasi

        PV,I,C,B
                                                                 TR

                                                   BEP                TC
          57.965
                                       PBP                            I
          32.712




                   0   1   2   3   4     5 6   7   8   9   10
                                       Tahun

                                Grafik 1. BEP
Pada grafik tsb terlihat keuntungan didapat setelah perusahaan mencapai BEP.
Di bawah BEP kegiatan mengalami kerugian karena keuntungan yang diperoleh
masih digunakan menutupi biaya yang dikeluarkan untuk pengadaan investasi
dan biaya operasi.
Jadi, pengembalian biaya modal dan biaya lain dicapai selama 8 th 7 bln dan 22 hr.
PBP selama 5 th 5 bln 15 hr, pada saat TR=I sebesar Rp.32.712 dlm present value.

                               Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar                       105
Analisis Kriteria Investasi



CONTOH KASUS
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan thd sebuah gagasan usaha pembangunan
perusahaan batu bata diperoleh data sbb:
1.a. Kebutuhan investasi
     - Bangunan utk tempat kerja ukuran
       10x20 m x Rp 7.500,-                      Rp. 1.400.000,-
     - Bangunan kantor 5x4 m x Rp 10.000,-       Rp.    200.000,-
     - Peralatan kantor                                   Rp.     100.000,-
     - Bangunan/dapur pembakar
       8x6 m x Rp 12.000,-                                Rp.     576.000,-
     - Peralatan pencetak dari kayu                       Rp.      20.000,-
     - Tanah lokasi usaha 500m2
       dengan harga @ Rp 7.000,-                          Rp. 3.500.000,-
  b. Kebutuhan modal kerja                       Rp. 2.500.000,-
                                        Jumlah            Rp. 8.296.000,-


                             Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar                  106
Analisis Kriteria Investasi


2. Sumber dana direncanakan melalui kredit bank sebesar Rp 6.000.000,- dengan suku
bunga 18% per tahun dan dimajemukkan setiap tahun selama 5 tahun. Sisa modal
sebesar Rp 2.296.000,- merupakan modal sendiri.
3. Kapasitas produksi (full capacity) per tahun sebesar 100.000 unit yang dilakukan
dalam 4 kali pembakaran dan setiap 1 kali pembakaran sebanyak 25.000 unit. Rencana
produksi pada tahun pertama dan kedua sebesar 75% dan tahun ketiga sampai
dengan tahun kelima sebesar 100%.
4. Biaya operasi dan pemeliharaan
   a. Biaya tidak tetap
      - Biaya bahan baku per unit produksi diterima di tempat usaha
        diperhitungkan sebesar Rp. 5,-
      - Biaya bahan pembantu per unit produksi diperkirakan sebesar Rp 3,-
      - Upah tenaga kerja langsung diperhitungkan per unit produksi Rp 6,-
      - Biaya bahan kayu bakar pd setiap pembakaran sebesar Rp80.000,-


                              Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar                    107
Analisis Kriteria Investasi


   b. Biaya tetap
      - Gaji karyawan tetap 1 orang per bulan Rp 75.000,-
      - Biaya umum rata-rata per tahun Rp 30.000,-
      - Biaya penyusutan rata-rata per tahun diperhitungkan Rp 459.200,-
      - Nilai scrap value asset pada akhir tahun kelima Rp 4.500.000,-
      - Biaya perawatan per tahun rata-rata Rp 75.000,-
5. Harga jual hasil produksi sesuai dengan harga pasar Rp 65,- per unit dan pajak
diperhitungkan sebesar 15% dari hasil net benefit.

Berdasarkan pada kasus di atas, apakah gagasan usaha ini layak untuk dikembangkan bila
dilihat dari NPV, IRR, dan Net B/C?




                                Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar                     108
Analisis Kriteria Investasi



 Penyelesaian:
• Cicilan pengembalian pokok pinjaman dan bunga bank dari jumlah pinjaman
sebesar Rp 6.000.000,-

                          0,18
   R    6.000 .000                        Rp1.918 .670
                     {1 (1 0,18 ) 5 }


• Jadwal pelunasan kredit terlihat pada tabel K.1, rekapitulas biaya operasi dan
pemeliharaan pada tabel K.2, perhitungan NPV dapat dilihat pada tabel
K.3, perhitungan IRR dan Net B/C terlihat pada tabel K.4.




                              Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar                109
Analisis Kriteria Investasi

Tabel K.1 Jadwal pengembalian Kredit Perusahaan Batu Bata (Rp Ribuan)

 Akhir Kwt   Cicilan/Tahun    Bunga (18%)      P.Pokok         Jumlah PPP      Sisa Kredit
                                               Pinjaman

 0           -                -                -               -                   6.000,00

 1                 1.918,67        1.080,00          838,67          838,67        5.161,33

 2                 1.918,67          929,04          989,63         1.828,30       4.171,70

 3                 1.918,67          750,91        1.167,76         2.996,06       3.003,94

 4                 1.918,67          540,71        1.377,96         4.374,03       1.625,97

 5                 1.918,67          292,68        1.625,99         6.000,02            0,00




                                  Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar                              110
Analisis Kriteria Investasi

Tabel K.2 Rekapitulasi Biaya Operasi dan Biaya Pemeliharaan Perusahaan Batu Bata (Rp
Ribuan)
                                                            Tahun
  Jenis Biaya
                                  1              2                3         4           5
  A. Biaya Tdk Tetap            1.290,00       1.290,00         1.720,00   1.720,00   1.720,00
   1. Bahan baku                  375,00         375,00          500,00     500,00     500,00
   2. Bahan Pembantu              225,00         225,00          300,00     300,00     300,00
   3. Upah Tenega Kerja           450,00         450,00          600,00     600,00     600,00

   4. Bahan Bakar Kayu            240,00         240,00          320,00     320,00     320,00
  B. Biaya Tetap                1.464,20       1.464,20         1.464,20   1.464,20   1.464,20
   5. Biaya gaji                  900,00         900,00          900,00     900,00     900,00
   6. Biaya Umum                   30,00          30,00           30,00      30,00      30,00
   7. Biaya Penyusutan            459,20         459,20          459,20     459,20     459,20
   8. Biaya Perawatan              75,00          75,00           75,00      75,00      75,00
  Total Biaya                   2.754,20       2.754,20         3.184,20   3.184,20   3.184,20
                              Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar                               111
Analisis Kriteria Investasi
Tabel K.3 Persiapan Perhitungan NPV Perusahaan Batu Bata (Rp Ribuan)
                                                              Tahun
          No. Uraian
                              0            1             2              3          4          5
 1. Pendapatan
    a. Hasil Usaha            -          4.875,00     4.875,00        6.500,00   6.500,00    6.500,00
    b. Salvage Value          -                 -            -               -          -    4.500,00
   Gross Benefit              -          4.875,00     4.875,00        6.500,00   6.500,00   11.000,00
 2. Investasi Awal          2.296,00            -            -               -          -           -
 3. Operating Cost             -         2.754,20     2.754,20        3.184,20   3.184,20    3.184,20
    Kredit Bank
    a. Pokok pinjaman          -           838,67       989,63        1.167,76   1.377,96    1.625,99
    b. Bunga bank
                               -         1.080,00       929,04          750,91     540,71      292,68
    Total Cost
                            2.296,00     4.672,87     4.672,87        5.102,87   5.102,87    5.102,87
 4. Net Benefit             -2.296,00      202,13       202,13        1.397,13   1.397,13    5.897,13
 5. Pajak 15%                  -            30,22        30,32          209,57     209,57      884,57
 6. Net Benefit             -2.296,00      171,81       171,81        1.187,56   1.187,56    5.012,56
 7. DF 18%                     1,0000      0,8475       0,7182          0,6086     0,5158      0,4371
 Present Value (PV)         -2.296,00      145,60       123,39          722,79     612,53    2.191,04
 NPV = Total PV              1.499,35
                                  Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar                                 112
Analisis Kriteria Investasi



Tabel K.4 Persiapan Perhitungan IRR dan Net B/C

 Tahun   Net benefit     D.F            Present Value       D.F            Present
         (Rp 000)        18%            (Rp 000)            34%            Kredit
                                                                           (Rp 000)
 0           -2.296,00         1,0000          -2.296,00          1,0000     -2.296,00

 1             171,81          0,8475             145,60          0,7463        128,72

 2             171,81          0,7182             123,39          0,5569         95,68

 3           1.187,56          0,6986             722,79          0,6156        493,56

 4           1.187,56          0,5158             612,53          0,3102        368,33

 5           5.012,56          0,4371           2.191,04          0,2315      1.160,21

                                 NPV            1.499,35                        -50,00


                               Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar                           113
Analisis Kriteria Investasi


                  1.499,35
    IRR 0,18 (               )(0,34 0,18)
              1.499,35 50,00
    IRR 0,3348 33,48%
                 n
                      N Bi ( )
                i 1
    NetB / C     n
                      N Bi ( )
                i 1

                3.795,35
    NetB / C             1,65
                2.296,00

Berdasarkan pada hasil perhitungan, proyek ini layak untuk dikerjakan karena:
NPV > 0, IRR > D.F dan Net B/C > 1


                                 Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar          114
Analisis Kriteria Investasi

               n
                     N Bi ( )
               i 1
    NetB / C    n
                     N Bi ( )
               i 1

               44.825.582
    NetB / C              1,3703 1,37
               32.711.870

Hasil perhitungan menunjukkan bahwa Net B/C > 1, berarti proyek
tersebut layak untuk dikerjakan.




                           Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar        115
Analisis Kriteria Investasi

4. Gross Benefit Cost Ratio (Gross B/C)
      Gross B/C adalah perbandingan antara benefit kotor yang telah didiskon
      dengan cost secara keseluruhan yang telah didiskon.
      Rumus:                    n
                                  B (1 r ) n
                 GrossB / C in 1
                                  Ci (1 r ) n
                              i 1

      Jika: Gross B/C > 1 (satu) berarti proyek (usaha) layak dikerjakan
            Gross B/C < 1 (satu) berarti proyek tidak layak dikerjakan Gross B/C =
      1 (satu) berarti proyek dalam keadaan BEP.

      Dari contoh 1 (tabel 2), Gross B/C dapat dihitung sbb:
                               69.077.839
                GrossB / C                1,1917 1,19
                               57.964.101
      Gross B/C menunjukkan bahwa proyek layak dikerjakan.
                              Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar                        116
Analisis Kriteria Investasi

5. Profitability Ratio (PR)
       PR adalah rasio perbandingan antara selisih benefit dengan biaya operasi
       dan pemeliharaan dengan jumlah investasi. Nilai dari masng-masing variabel
       dalam bentuk present value (telah didiskon dengan DF dari SOCC)
       Rumus:
                      n               n
                            B              OM i
                      i 1           i 1
              PR                n
                                      Ii
                                i 1

      Jika: PR > 1 (satu) berarti proyek (usaha) layak dikerjakan
             PR < 1 (satu) berarti proyek tidak layak dikerjakan
             PR = 1 (satu) berarti proyek dalam keadaan BEP.




                                          Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar           117
Analisis Kriteria Investasi


Tabel 5: Jumlah Investasi, Biaya Operasi, dan Biaya Pemeliharaan dalam Harga Berlaku
       dan dalam Present Value                 (dalam Rp.000,-)

  Thn    Investasi            Biaya        Benefit      Net                ī        OM       B
                              Operasi                   18%
  0                  20.000       -             -             1,0000      -20.000   -        -
  1                  15.000       -             -             0,8475      -12.712   -        -
  2              -                 5.000       10.000         0,7182       -         3.591    7.182
  3              -                 6.000       12.000         0,6086       -         3.651    7.303
  4              -                 6.000       14.000         0,5158       -         3.095    7.221
  5              -                 7.000       17.000         0,4371       -         3.060    7.431
  6              -                 7.000       21.000         0,3704       -         2.593    7.778
  7              -                 8.000       25.000         0,3139       -         2.511    7.848
  8              -                 9.000       30.000         0,2660       -         2.394    7.980
  9              -                10.000       36.000         0,2255       -         2.255    8.118

  10             -               11.000        43.000         0,1911       -         2.102    8.217
                                                                          32.712    25.253   69.078
                                        Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar                           118
Analisis Kriteria Investasi

            n                n
                  Bi               OM i
            i 1              i 1
     PR                n
                             Ii
                       i 1

          69.078 25.253
     PR                 1,3397 1,34
              32.712

Hasil perhitungan menunjukkan bahwa PR > 1, berarti proyek tersebut
layak untuk dikerjakan.




                                    Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar   119
Analisis Kriteria Investasi



ANALISIS PAY BACK PERIOD DAN BEP
1.  Pay Back Period (PBP)
     PBP adalah jangka waktu tertentu yang menunjukkan terjadinya arus
     penerimaan (cash in flows) yang secara kumulatif sama dengan jumlah investasi
     dalam bentuk present value.
     PBP digunakan untuk mengetahui berapa lama proyek dapat mengembalikan
     investasi.
     Rumus:
                    n        n
                                         Dimana:
                       Ii       Bicp 1   PBP = Pay Back Period
                                         Tp-1 = Tahun sebelum terdapat PBP
      PBP Tp 1 i 1          i 1

                           Bp            Ii    = Jumlah investasi telah didiskon
                                         Bicp-1 = Jumlah benefit yang telah didiskon
                                                  sebelum PBP
                                         Bp = Jumlah benefit pada PBP


                            Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar                   120
Analisis Kriteria Investasi



Dari Tabel 5, PBP dapat dihitung sbb:
      32.712 29.137
PBP 5
           7.778
PBP 5 0,4596

PBP = 5 tahun 5 bulan 15 hari.

Untuk nilai Tp-1 dihitung secara kumulatif dari nilai benefit yang telah didiskon
(7.182+7.303+7.221+7.431=29.137) karena pada tahun kelima terdapat
kumulatif benefit di bawah jumlah investasi yang telah didiskon.
Nilai Bp yaitu jumlah benefit pada PBP adalah sebesar 7.778, berarti pada tahun
keenam terdapat jumlah kumlatif benefit sama dengan jumlah investasi.




                         Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar                      121
Analisis Kriteria Investasi



2. Break Even Point (BEP)
     BEP adalah titik pulang pokok dimana TR=TC.
     Terjadinya BEP tergantung pada lama arus penerimaan sebuah proyek dapat
     menutupi segala biaya operasi dan pemeliharaan serta biaya modal lainnya.
     Selama perusahaan masih berada di bawah BEP, selama itu perusahaan masih
     menderita kerugian. Semakin lama perusahaan mencapai BEP, semakin besar
     saldo rugi.
     Rumus:

                   n                n
                                                   Dimana:
                         TCi            Bicp       BEP = Break Even Point
                                               1
      BEP Tp       i 1          i 1                Tp-1 = Tahun sebelum terdapat BEP
               1
                               Bp                  TCi = Jumlah total cost yang telah didiskon
                                                   Bicp-1 = Jumlah benefit yang telah didiskon
                                                            sebelum BEP
                                                   Bp = Jumlah benefit pada BEP
                                    Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar                    122
Analisis Kriteria Investasi

Dari Tabel 2 dan Tabel 5, BEP dapat dihitung sbb:
      57.966 52.745
BEP 8
           8.118
BEP 8 0,6431
BEP = 8 tahun 7 bulan 22 hari.

Dilihat dari jumlah produksi:                         Dimana:
    TR = p x q dan TC = a + bq                        a=fixed cost
pada keadaaan BEP: TR = TC → p.q = a + bq             b= biaya var per unit
                       p.q – bq = a → q (p-b) = a     p=harga per unit
                       q = a/(p-b)                    q=jumlah produksi
BEP(Q) = a/(p-b)
BEP(RP) = a/(1 – b/p) → BEP dalam rupiah adalah dengan
                   mengalikan dengan harga per unit produksi

                      Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar                 123
Analisis Kriteria Investasi

        PV,I,C,B
                                                                 TR

                                                   BEP                TC
          57.965
                                       PBP                            I
          32.712




                   0   1   2   3   4     5 6   7   8   9   10
                                       Tahun

                                Grafik 1. BEP
Pada grafik tsb terlihat keuntungan didapat setelah perusahaan mencapai BEP.
Di bawah BEP kegiatan mengalami kerugian karena keuntungan yang diperoleh
masih digunakan menutupi biaya yang dikeluarkan untuk pengadaan investasi
dan biaya operasi.
Jadi, pengembalian biaya modal dan biaya lain dicapai selama 8 th 7 bln dan 22 hr.
PBP selama 5 th 5 bln 15 hr, pada saat TR=I sebesar Rp.32.712 dlm present value.

                               Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar                       124
Analisis Kriteria Investasi



CONTOH KASUS
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan thd sebuah gagasan usaha pembangunan
perusahaan batu bata diperoleh data sbb:
1.a. Kebutuhan investasi
     - Bangunan utk tempat kerja ukuran
       10x20 m x Rp 7.500,-                      Rp. 1.400.000,-
     - Bangunan kantor 5x4 m x Rp 10.000,-       Rp.    200.000,-
     - Peralatan kantor                                   Rp.     100.000,-
     - Bangunan/dapur pembakar
       8x6 m x Rp 12.000,-                                Rp.     576.000,-
     - Peralatan pencetak dari kayu                       Rp.      20.000,-
     - Tanah lokasi usaha 500m2
       dengan harga @ Rp 7.000,-                          Rp. 3.500.000,-
  b. Kebutuhan modal kerja                       Rp. 2.500.000,-
                                        Jumlah            Rp. 8.296.000,-


                             Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar                  125
Analisis Kriteria Investasi


2. Sumber dana direncanakan melalui kredit bank sebesar Rp 6.000.000,- dengan suku
bunga 18% per tahun dan dimajemukkan setiap tahun selama 5 tahun. Sisa modal
sebesar Rp 2.296.000,- merupakan modal sendiri.
3. Kapasitas produksi (full capacity) per tahun sebesar 100.000 unit yang dilakukan
dalam 4 kali pembakaran dan setiap 1 kali pembakaran sebanyak 25.000 unit. Rencana
produksi pada tahun pertama dan kedua sebesar 75% dan tahun ketiga sampai
dengan tahun kelima sebesar 100%.
4. Biaya operasi dan pemeliharaan
   a. Biaya tidak tetap
      - Biaya bahan baku per unit produksi diterima di tempat usaha
        diperhitungkan sebesar Rp. 5,-
      - Biaya bahan pembantu per unit produksi diperkirakan sebesar Rp 3,-
      - Upah tenaga kerja langsung diperhitungkan per unit produksi Rp 6,-
      - Biaya bahan kayu bakar pd setiap pembakaran sebesar Rp80.000,-


                              Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar                    126
Analisis Kriteria Investasi


   b. Biaya tetap
      - Gaji karyawan tetap 1 orang per bulan Rp 75.000,-
      - Biaya umum rata-rata per tahun Rp 30.000,-
      - Biaya penyusutan rata-rata per tahun diperhitungkan Rp 459.200,-
      - Nilai scrap value asset pada akhir tahun kelima Rp 4.500.000,-
      - Biaya perawatan per tahun rata-rata Rp 75.000,-
5. Harga jual hasil produksi sesuai dengan harga pasar Rp 65,- per unit dan pajak
diperhitungkan sebesar 15% dari hasil net benefit.

Berdasarkan pada kasus di atas, apakah gagasan usaha ini layak untuk dikembangkan bila
dilihat dari NPV, IRR, dan Net B/C?




                                Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar                     127
Analisis Kriteria Investasi



 Penyelesaian:
• Cicilan pengembalian pokok pinjaman dan bunga bank dari jumlah pinjaman
sebesar Rp 6.000.000,-

                          0,18
   R    6.000 .000                        Rp1.918 .670
                     {1 (1 0,18 ) 5 }


• Jadwal pelunasan kredit terlihat pada tabel K.1, rekapitulas biaya operasi dan
pemeliharaan pada tabel K.2, perhitungan NPV dapat dilihat pada tabel K.3,
perhitungan IRR dan Net B/C terlihat pada tabel K.4.




                              Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar                128
Analisis Kriteria Investasi

Tabel K.1 Jadwal pengembalian Kredit Perusahaan Batu Bata (Rp Ribuan)

 Akhir     Cicilan/Tahun   Bunga (18%)      P.Pokok         Jumlah PPP      Sisa Kredit
 Kwt                                        Pinjaman

 0         -               -                -               -                   6.000,00

 1              1.918,67        1.080,00          838,67          838,67        5.161,33

 2              1.918,67          929,04          989,63         1.828,30       4.171,70

 3              1.918,67          750,91        1.167,76         2.996,06       3.003,94

 4              1.918,67          540,71        1.377,96         4.374,03       1.625,97

 5              1.918,67          292,68        1.625,99         6.000,02           0,00




                               Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar                             129
Analisis Kriteria Investasi

Tabel K.2 Rekapitulasi Biaya Operasi dan Biaya Pemeliharaan Perusahaan Batu Bata (Rp
Ribuan)
                                                            Tahun
  Jenis Biaya
                                  1              2                3         4           5
  A. Biaya Tdk Tetap            1.290,00       1.290,00         1.720,00   1.720,00   1.720,00
   1. Bahan baku                  375,00         375,00          500,00     500,00     500,00
   2. Bahan Pembantu              225,00         225,00          300,00     300,00     300,00
   3. Upah Tenega Kerja           450,00         450,00          600,00     600,00     600,00

   4. Bahan Bakar Kayu            240,00         240,00          320,00     320,00     320,00
  B. Biaya Tetap                1.464,20       1.464,20         1.464,20   1.464,20   1.464,20
   5. Biaya gaji                  900,00         900,00          900,00     900,00     900,00
   6. Biaya Umum                   30,00          30,00           30,00      30,00      30,00
   7. Biaya Penyusutan            459,20         459,20          459,20     459,20     459,20
   8. Biaya Perawatan              75,00          75,00           75,00      75,00      75,00
  Total Biaya                   2.754,20       2.754,20         3.184,20   3.184,20   3.184,20
                              Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar                               130
Analisis Kriteria Investasi
Tabel K.3 Persiapan Perhitungan NPV Perusahaan Batu Bata (Rp Ribuan)
                                                              Tahun
          No. Uraian
                              0            1             2              3          4          5
 1. Pendapatan
    a. Hasil Usaha            -          4.875,00     4.875,00        6.500,00   6.500,00    6.500,00
    b. Salvage Value          -                 -            -               -          -    4.500,00
   Gross Benefit              -          4.875,00     4.875,00        6.500,00   6.500,00   11.000,00
 2. Investasi Awal          2.296,00            -            -               -          -           -
 3. Operating Cost             -         2.754,20     2.754,20        3.184,20   3.184,20    3.184,20
    Kredit Bank
    a. Pokok pinjaman          -           838,67       989,63        1.167,76   1.377,96    1.625,99
    b. Bunga bank
                               -         1.080,00       929,04          750,91     540,71      292,68
    Total Cost
                            2.296,00     4.672,87     4.672,87        5.102,87   5.102,87    5.102,87
 4. Net Benefit             -2.296,00      202,13       202,13        1.397,13   1.397,13    5.897,13
 5. Pajak 15%                  -            30,22        30,32          209,57     209,57      884,57
 6. Net Benefit             -2.296,00      171,81       171,81        1.187,56   1.187,56    5.012,56
 7. DF 18%                     1,0000      0,8475       0,7182          0,6086     0,5158      0,4371
 Present Value (PV)         -2.296,00      145,60       123,39          722,79     612,53    2.191,04
 NPV = Total PV              1.499,35
                                  Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar                                 131
Analisis Kriteria Investasi



Tabel K.4 Persiapan Perhitungan IRR dan Net B/C

 Tahun   Net benefit     D.F            Present Value       D.F            Present
         (Rp 000)        18%            (Rp 000)            34%            Kredit
                                                                           (Rp 000)
 0           -2.296,00         1,0000          -2.296,00          1,0000     -2.296,00

 1             171,81          0,8475             145,60          0,7463        128,72

 2             171,81          0,7182             123,39          0,5569         95,68

 3           1.187,56          0,6986             722,79          0,6156        493,56

 4           1.187,56          0,5158             612,53          0,3102        368,33

 5           5.012,56          0,4371           2.191,04          0,2315      1.160,21

                                 NPV            1.499,35                        -50,00


                               Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar                           132
Analisis Kriteria Investasi


                  1.499,35
    IRR 0,18 (               )(0,34 0,18)
              1.499,35 50,00
    IRR 0,3348 33,48%
                 n
                      N Bi ( )
                i 1
    NetB / C     n
                      N Bi ( )
                i 1

                3.795,35
    NetB / C             1,65
                2.296,00

Berdasarkan pada hasil perhitungan, proyek ini layak untuk dikerjakan karena:
NPV > 0, IRR > D.F dan Net B/C > 1


                                 Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar          133
PEMILIHAN KEGIATAN USAHA/PROYEK
DENGAN ANALISIS KRITERIA INVESTASI




           Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar   134
Pemilihan Kegiatan usaha/Proyek dengan
                                                          Analisis Kriteria Investasi


Pendahuluan
Pemilihan proyek perlu dilakukan karena terbatasnya dana,
waktu, dan tenaga dalam mengerjakan suatu proyek.
Pemilihan dilakukan agar proyek yang dipilih benar-benar
memberikan manfaat maksimum dari peluang yang tersedia
dalam batas-batas kemampuan investasi.

Analisis kriteria investasi dapat dilakukan dengan:
1.Mutually exclusive alternative project
2.Cross over discount rate analysis.


                      Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar                          135
Pemilihan Kegiatan usaha/Proyek dengan
                                                            Analisis Kriteria Investasi

Mutually exclusive alternative project
Mutually exclusive alternative project adalah memilih salah satu
alternatif dari beberapa alternatif karena tidak mungkin
melakukan beberapa proyek dalam waktu bersamaan karena
terbatasnya dana, waktu, maupun tenaga yang diperlukan.

Apabila hasil kriteria investasi tidak konsisten di antara kegiatan
usaha, perlu dipertimbangkan beberapa faktor, a.l. jumlah
investasi dan jangka waktu pengembalian proyek.




                       Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar                           136
Pemilihan Kegiatan usaha/Proyek dengan
                                                                    Analisis Kriteria Investasi

Tabel 1. Cash Out Flows dan Cash In Flows proyek A, B, dan C
        Thn            Proyek A                     Proyek B                  Proyek C
                TC         Benefit          TC             Benefit      TC          Benefit
        0       750        0                400            0            200         0
        1       400        400              275            275          285         155
        2       360        375              80             250          40          160
        3       210        500              80             250          40          170
        4       220        500              80             250          40          170
        5       230        600              100            300          45          180
        6       340        600              100            300          45          180
        7       250        600              100            300          45          180
        8       250        600              100            350          45          190
        9       250        600              100            350          45          190
        10      250        600              100            350          45          190
                               Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar                              137
                3150       5425             1515           2975         875         1765
Pemilihan Kegiatan usaha/Proyek dengan
                                              Analisis Kriteria Investasi


Hasil perhitungan kriteria investasi dari proyek A, B, dan C
    seperti terlihat pada tabel 2 berikut:

Tabel 2. NPV, IRR, dan Net Benefit Cost Ratio Proyek A,B, dan C

    No      Nama            NPV                 IRR (%)   Net Benefit
            Proyek          (Rp juta)                     Cost Ratio
    1       Proyek A        296,03              26,11     1,39
    2       Proyek B        256,25              30,06     1,58
    3       Proyek C        172,56              30,56     1,39


                       Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar                  138
Pemilihan Kegiatan usaha/Proyek dengan
                                               Analisis Kriteria Investasi


Dari NPV, proyek A lebih baik dari proyek B dan C.
Dari IRR, proyek C lebih baik dari proyek A dan B.
Dari NBCR, proyek B lebih baik dari A dan C.
        Perlu melihat aspek lainnya: jumlah investasi, umur ekonomis
    proyek, jangka waktu pengembalian investasi (pay back period),
    lokasi proyek, lingkungan masyarakat sekitar, adat istiadat
    setempat, dan prospek pengembangan usaha di masa datang.
Misal, jumlah investasi proyek A Rp 1.100 juta, proyek B Rp 595 juta,
    dan proyek C Rp 450 juta sedangkan dana yang tersedia pada
    investor Rp 1.100 juta, maka meski dapat membiayai proyek A,
    investor lebih baik memilih proyek B yang menghasilkan NPV Rp
    256,25 juta dan IRR sebesar 30,06%.


                        Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar                139
Pemilihan Kegiatan usaha/Proyek dengan
                                             Analisis Kriteria Investasi



Kriteria lain adalah dengan melihat Pay back period, yaitu
    jangka waktu pengembalian investasi. Semakin cepat
    proyek tersebut dapat mengembalikan investasi,
    semakin baik karena investasi yang telah dikembalikan
    dapat digunakan untuk proyek lain yang dapat
    menghasilkan benefit baru bagi perusahaan.

Pembangunan konstruksi proyek juga harus diperhatikan.
   Semakin lama pembangunan konstruksi, semakin lama
   untuk mendapatkan benefit.


                      Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar                140
Pemilihan Kegiatan usaha/Proyek dengan
                                                          Analisis Kriteria Investasi



Cross Over Discount Rate Analysis (CODR)
CODR adalah salah satu peralatan analisis yang digunakan
dalam pemilihan proyek apabila social opportunity cost (SOCR)
sebagai discount factor sulit untuk diketahui (karena seringnya
perubahan tingkat bunga atau karena pengaruh ekonomi secara
keseluruhan).
Dari NPV dengan berbagai discount rate yang digunakan,
ternyata jumlah investasi yang relatif besar tidak selalu
memberikan benefit yang besar, tetapi tergantung pada biaya
operasi dan pemeliharaan, serta benefit kotor yang diberikan
proyek tersebut.


                      Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar                          141
Pemilihan Kegiatan usaha/Proyek dengan
                                                           Analisis Kriteria Investasi


Dengan mengetahui discount rate pada titik CODR dapat dipilih
proyek mana yang lebih baik untuk dikerjakan, yi. tergantung
pada NPV dari proyek pada SOCC yang digunakan.

Contoh: Perhatikan tabel 3 berisi perkiraan total cost, benefit,
dan net benefit, dari proyek A dan B.
Besarnya net present value dari proyek A dan B berdasarkan
pada beberapa discount rate dapat dilihat pada tabel 4.




                       Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar                           142
Pemilihan Kegiatan usaha/Proyek dengan
                                                                    Analisis Kriteria Investasi

Tabel 3. Total Cost, Benefit, dan Net Benefit Proyek A dan B
        Thn          Total Cost                  Benefit               Net Benefit
               A           B            A              B           A          B
        0      0.0         0.00         0.00           0.00        -35.00     -30.00
        1      22.00       26.00        22.00          26.00       -15.00     -20.00
        2      28.00       10.00        28.00          25.00       -20.00     15.00
        3      10.00       11.00        32.00          28.00       22.00      17.00
        4      10.00       12.00        34.00          30.00       24.00      18.00
        5      10.00       12.00        37.00          32.00       27.00      20.00
        6      12.00       14.00        41.00          37.00       29.00      23.00
        7      12.00       14.00        44.00          39.00       32.00      25.00
        8      13.00       11.00        48.00          39.00       35.00      28.00
        9      13.00       11.00        52.00          42.00       39.00      31.00
        10     13.00       11.00        56.00          45.00       43.00      34.00
                               Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar                              143
               143.00      132.00       394.00         343.00      191.00     161.00
Pemilihan Kegiatan usaha/Proyek dengan
                                             Analisis Kriteria Investasi


Dari perhitungan, NPV pada berbagai discount rate pada
    masing-masing proyek tidak proporsional. Proyek B (NPV Rp
    41,08 juta) lebih elastis dibanding proyek A (NPV Rp 43,73
    juta).
Pada tk discount rate 25%, NPV proyek A lebih kecil dari proyek
    B.
Apabila social opportunity cost of capital (SOCC) yang berlaku di
    masyarakat lebih besar dari tingkat CODR pilihan terhadap
    proyek B lebih menguntungkan dari proyek A. Sebaliknya
    apabila SOCC yang digunakan lebih kecil dari CODR berarti
    pilihan terhadap proyek A akan lebih menguntungkan.


                      Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar                144
Pemilihan Kegiatan usaha/Proyek dengan
                                               Analisis Kriteria Investasi



Discount   Proyek A                Proyek B               Tabel 4. Nilai
Rate                                                      Present Value
15%                     43,73                    41,08    dari Proyek A
                                                          dan B pada
18%        NPV1       29,79        NPV 1 29,50            Berbagai
                                                          Discount Factor
21%        NPV2       18,49        NPV2          20,06

25%                      6,58                    10,01

30%                     -4,57                      0,49



                        Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar                145
Pemilihan Kegiatan usaha/Proyek dengan
                                                   Analisis Kriteria Investasi


Slope dari NPV yang menggunakan bermacam-macam discount
rate apabila digambarkan dalam sebuah kurva adalah
berbentuk cekung. Proyek A lebih elastis daripada Proyek B,
dengan demikian titik perpotongan antara NPV Proyek A
dengan NPV Proyek B adalah titik keseimbangan antara nilai
NPV proyek A dan Proyek B pada discount rate tertentu.


                             ( NPVB1 NPV A1 )
  CODR    i1
                   NPV A1   NPV A 2     NPVB1 NPVB 2
               (                    ) (              )
                       i1   i2             i1 i2


                        Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar                  146
Pemilihan Kegiatan usaha/Proyek dengan
                                                   Analisis Kriteria Investasi


                          ( NPVB1 NPV A1 )
CODR     i1
                NPV A1   NPV A 2     NPVB1 NPVB 2
              (                  ) (              )
                    i1   i2             i1 i2
                             (29,50 29,79)
   CODR       0,18
                      29,79 18,49)     29,50 20,06
                    (              ) (             )
                       0,18 0,21        0,18 0,21
   CODR       0,1847 18,47%
Nilai NPV pada titik perpotongan:
              NPVA1 NPV A 2
    NPVE                    (iCODR i1 ) ( NPVA1 )
                  i1 i2
              29,79 18,49
    NPVE                    (0,19 0,18) 29,75
               0,18 0,21
    NPVE      Rp.25,98( juta)
                           Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar                 147
Pemilihan Kegiatan usaha/Proyek dengan
                                                        Analisis Kriteria Investasi


                                          Berdasarkan pd hasil perhitungan,
                                          CODR adalah seperti pada grafik
                                          Berikut.
NPV 191                                   SOCC yang berlaku di masy. Berada
          Proyek A                        Di atas CODR (18,47%), berarti
    161                                   Proyek B lebih menguntungkan.
                                          Sebaliknya, apabila SOCC lebih kecil
                                          dari CODR, pilihan thd Proyek A mem-
                                                      berikan NPV lebih besar
                     CODR                             daripada Proyek B.
  25,98

                                         Proyek B



                18,47%


                     Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar                           148

Analisis proyek full version

  • 1.
    ANALISIS PROYEK Krisdinar Sumadja FAKULTAS PERTANIAN UNBAR Bandung Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar 1
  • 2.
    BUKU REFERENSI • A.Choliq dan Ofan, 1991, Evaluasi Proyek, Linda Karya, Bandung • J. Price Gittinger, 1982, Economic Analiis Of agricultural Project, The John Hopkin University Press, Washington DC • Kadariah, Lien Karlina, Clive Gray, 1979, Pengantar Evaluasi Proyek, Lembaga Penerbit FE UI, Jakarta • Mulyadi Pudjosumarto, 1988, Evaluasi Proyek, Liberty, Yogyakarta. • Zulkarnain Djamin, 1984, Perencaaan dan Analisis Proyek , Lembaga Penerbit FE UI, Jakarta Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar 2
  • 3.
    PERENCANAAN Perencanaan merupakan : •Kegiatan mempersiapkan keputusan -keputusan yang harus diambil untuk masa mendatang sepanjang umur proyek • Usaha untuk mempengaruhi, mengarahkan, bahkan mengendalikan perubahan dalam variabel- variabel suatu kegiatan selama kurun waktu tertentu Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar 3
  • 4.
    KEPENTINGAN PERENCANAAN • Memperhitungkanprakiraan (fore casting) menganai potensi dan prospek pengembangan manfaat proyek • Memberikan metode yang tepat dan sistematik untuk menghadapi masalah yang spesifik, dan implikasi yang tersembunyi • Mengetuahui secara lebih pasti kebutuhan sumberdaya dan keuangan sepanjang umur proyek • Memberikankesempatan untuk memilih yang terbaik dari berbagai alternatif atau mengkombinasikan sumberdaya yang tersedia • Memberikan dasar untuk melakukan monitoring dan evaluasi Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar 4
  • 5.
    DEFINISI PROYEK  Proyekadalah Kegiatan yang dapat direncanakan dan dilaksanakan dalam bentuk kesatuan dengan mempergunakan sumber-sumber daya untuk mendapatkan benefit. Contoh: investasi baru spt pabrik, jalan raya, kereta api, bendungan, dll  Proyek merupakan Rangkaian kegiatan yang direncanakanyang didalamnya menggunakan masukan (input), untuk mendapatkan manfaat (benefit) atau hasil (return) di masa yang akan datang. Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar 5
  • 6.
    DEFINISI PROYEK Proyek adalah •Kegiatan/aktivitas yang menggunakan sumberdaya dan diharapkan memperoleh manfaat di masa akan datang dalam periode tertentu • Kegiatan/aktivitas dengan mengeluarkan biaya dengan harapan akan memperoleh hasil (return) dimasa yang akan datang dalam periode tertentu Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar 6
  • 7.
    CIRI-CIRI PROYEK 1. Direncanakan 2.Rangkaian kegiatan/aktivitas 3. Menggunakan sumberdaya/biaya 4. Mendapatkan benefit/manfaat di masa akan datang 5. Terdapat awal (starting point) dan akhir (ending point) Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar 7
  • 8.
    EVALUASI PROYEK Evaluasi proyekadalah : • Suatu sistem analisis yang membandingkan biaya dengan manfaat untuk menentukan apakah suatu proyek yang diusulkan akan mencapai tujuan dengan alat ukur yang wajar • Sebuah metode penilaian alternatif-alternatif dengan cara mudah dan dapat dipahami • Menaksir biaya dan benefit yang mungkin timbul pada suatu proyek dengan tolok ukur yang berlaku umum Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar 8
  • 9.
    KEGUNAAN EVALUASI PROYEK •Digunakan dalam studi kelayakan • Sebagai alat/prasarana untuk mengajukan kredit kepada bank atau investor • Sebagai salah satu bahan pertimbangan dalam kebijakan pembangunan Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar 9
  • 10.
    TAHAP SIKLUS PROYEK Dimulai dengan gagasan suatu proyek IDENTIFIKASI I Formulasi Evaluasi (persiapan) VI II Analisis Operasional (Appraisal) V III IMPLEMENTASI (SUPERVISI) IV Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar 10
  • 11.
    IDENTIFIKASI/GAGASAN • Siklus proyekdimulai dari munculnya gagasan pengusulan proyek. • Sumber gagasan bersumber dari: – Pemimpin mayarakat – Tenaga teknis – Perintis pembangunan – Lembaga pemerintah dan atau swasta – Usulan yang telah ada Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar 11
  • 12.
    METODE GAGASAN • MetodePermintaan : Adanya permintaan/prospek pasar yang baik pada suatu produk barang/jasa tertentu • Metode Sumberdaya : Terdapat potensi sumberdaya yang belum termanfaatkan secara optimal • Metode Teknologi : Terdapat teknologi tepat guna yang lebih efisien dalam membuat sebuah produk barang dan jasa • Metode Sasaran Pokok : Memudahkan pencapaian suatu sasaran pokok baik nasional maupun regional • Metode Pengalaman : Mengikuti proyek yang sudah berjalan dan menguntungkan Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar 12
  • 13.
    ANALISIS • Yaitu mengadakanpenilaian atau evaluasi (appraisal) terhadap laporan studi kelayakan yang ada. • Dilakukan untuk memilih yang terbaik diantara beberapa alternatif proyek berdasar ukuran tertentu Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar 13
  • 14.
    IMPLEMENTASI • Merupakan tahappelaksanaan proyek • Pada tahap ini, tanggung jawab para perencana serta penilai proyek adalah mengadakan pengawasan terhadap pelaksanaan pembangunan fisik proyek agar sesuai dengan final designnya Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar 14
  • 15.
    OPERASI • Tahap inidipertimbangkan penggunaan metode-metode pembuatan laporan atas pelaksanaan operasinya. • Laporan tersebut diperlukan untuk kelanjutan peroyek berikutnya Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar 15
  • 16.
    EVALUASI HASIL • Tahapini membandingkan antara yang direncanakan dengan hasil yang dicapai. • Hasil penilaian selanjutnya digunakan untuk perbaikan bagi proyek berikutnya dan mengembangkan gagasan baru dalam memilih proyek-proyek baru Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar 16
  • 17.
    ASPEK-ASPEK KRITIS DALAM FORMULASI PROYEK 1. ASPEK TEKNIS, Penyediaan dan ketersediaan sumber daya proyek, meliputi analisis tentang input dan output yang diperlukan dan dihasilkan oleh proyek 2. ASPEK INSTITUSI DAN ORGANISASI, menyangkut masalah-masalah organisasi hubungannya dengan pemerintah dan masyarakat. Antara lain mencakup:  hubungan administrasi proyek dengan administasi di luar proyek,  sejauh mana regulasi/deregulasi menjadi penghambat atau pendukung proyek  Reaksi berbagai elemen masyarakat berkaitan dengan keberadaan proyek Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar 17
  • 18.
    ASPEK-ASPEK KRITIS DALAM FORMULASI PROYEK 3. ASPEK MANAJERIAL DAN ADMINISTRATIF, Kemampuan staf untuk menjalankan administrasi kegiatan dalam ukuran besar 4. ASPEK KOMERSIAL, Perbandingan antara permintaan dan penawaran produk yang dihasilkan selama proyek berlangsung 5. ASPEK SOSIAL, menggambarkan tujuan-tujuan proyek yang sifatnya khusus bersifat sosial, misalnya dampak proyek thd penyediaan kesempatan kerja, efek thd pemerataan pendapatan Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar 18
  • 19.
    UNSUR-UNSUR KRITIS DALAM FORMULASI PROYEK 6. ASPEK FINANSIAL, Rasio antara pengeluaran dan penerimaan proyek (cost dan revenue earnings) 7. ASPEK EKONOMI, Konstribusi/peranan proyek terhadap pembangunan wilayah secara makro Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar 19
  • 20.
    UNSUR-UNSUR KRITIS DALAM FORMULASI PROYEK 8. ASPEK EKSTERNALITAS Dampak keberadaan proyek (+/-). Analisis ini sulit dikuantitatifkan namun tetap harus menjadi pertimbangan. Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar 20
  • 21.
    KENYATAAN DALAM KEGIATAN EKONOMI  Sumber daya bersifat terbatas dan langka  Kegiatan yang berbeda atau kegiatan yang sama dalam lingkungan berbeda akan mengasilkan sesuatu yang berbeda   dari berbagai peluang investasi yang terbuka dengan tingkat keuntungan dan manfaat yang berbeda-beda, baik oleh pemeritah atau swasta akan dipilih proyek yang menghasilkan keuntungan atau kemanfaatan dari sudut pandangnya. Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar 21
  • 22.
    TUJUAN ANALISA PROYEK 1.Mengetahui tingkat keuntungan yang dapat dicapai melalui investasi dalam suatu proyek; 2. Menghindari pemborosan sumber daya, yaitu dengan menghindari pelaksanaan proyek yang tidak menguntungkan; 3. Mengadakan penilaian terhadap peluang investasi yang ada sehingga kita dapat memilih alternatif proyek yang paling menguntungkan; dan 4. Menentukan prioritas investasi Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar 22
  • 23.
    JENIS JENIS PROYEK •Proyek Fisik dan Proyek Non-fisik • Proyek pemeintah dan Swasta • Proyek sosial/Ekonomi dan proyek Finansial • Proyek Skala Besar dan Skala Kecil Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar 23
  • 24.
    ANALISIS FINANSIAL VSEKONOMI Analisis Finansial : Analisis yang lebih menitikberatkan pada kepentingan keuntungan individu/perusahaan. Manfaatnya disebut private return Analisis Ekonomi : Analisis yanglebih menitikberatkan pada kepentingan ekonomi secara keseluruhan (makro). Manfaatnya disebut economic return Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar 24
  • 25.
    PERBEDAAN ANALISIS FINANSIAL DAN EKONOMIS finansial ekonomis • Harga : • Harga : Harga pasar berlaku setempat (market Harga bayangan (shadow price) price) • Subsidi : • Subsidi : Subsidi tidak diperhitungkan Subsidi diperhitungkan • Pajak : • Pajak : Pajak diperhitungkan Pajak tidak diperhitungkan karena pajak adalah transfer payment • Upah : • Upah : Upah yang berlaku setempat Upah yang digunakan adalah upah bayangan (shadow price/opportunity wage) Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar 25
  • 26.
    PERBEDAAN ANALISIS FINANSIAL DAN EKONOMIS finansial EKONOMIS • Bunga Modal : • Bunga Modal : 1. Bunga modal yang dibayarkan Tidak dianggap biaya kecuali : kreditor dianggap biaya 1. Jika investasi itu dibebankan 2. Bunga atas modal proyek tidak pada saat dikeluarkan tidak dianggap biaya dianggap biaya 2. Jika Investasi itu merupakan arus pelunasan di masa akan datan maka dianggap biaya Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar 26
  • 27.
    BENEFIT/MANFAAT PROYEK Meningkatkan Nilai Produk Direct Benefit Menurunkan biaya Tangible Benefit Multiplier effect Indirect Economic of scale Benefit BENEFIT Dinamic secondary effect Perbaikan Lingkungan Intangible Mengurangi Benefit kerawanan Ketahanan Nasional Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar 27
  • 28.
    BENEFIT/MANFAAT • Benefit : Suatu manfaat yang diperoleh dari suatu proyek baik yang dapat dihitung dengan uang ataupun yang tidak dapat dihitung dengan uang • Tangible benefit : Manfaat yang diperoleh dari kegiatan proyek yang dapat dihitung atau dinilai dengan uang • Intangible benefit : Manfaat yang diperoleh dari kegiatan proyek yang tidak dapat/ sulit dihitung atau dinilai dengan uang Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar 28
  • 29.
    BENEFIT PROYEK • Directbenefit : Manfaat yang diterima dari kegiatan proyek secara langsung Kenaikan nilai hasil produksi dapat disebabkan karena meningkatnya jumlah produk dan kualitas dari produk sebagai akibat adanya proyek. Misalnya – Kenaikan produksi padi karena adanya irigasi, – Turunnya biaya pengangkutan karena perbaikan jalan, – Membaiknya job description diantara tenaga kerja karena perbaikan cara kerja. • Indirect benefit : Manfaat yang diperoleh dari kegiatan proyek secara tidak langsung yang berkenaan dengan lingkungan Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar 29
  • 30.
    BIAYA PROYEK 1. BiayaInvestasi : Seluruh biaya yang dikeluarkan dari mulai proyek tersebut dilaksanakan misalnya : a. Pendirian bangunan pabrik b. Pembelian mesin dan peralatannya c. Instalasi listrik, dan lain-lain Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar 30
  • 31.
    BIAYA PROYEK 2. BiayaOperasional : Seluruh biaya yang dikeluarkan selama proses produksi itu berlangsung secara rutin misalnya : a. Pembelian bahan baku b. Tenaga Kerja c. Biaya listrik d. Bahan bakar, dan lain-lain Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar 31
  • 32.
    BIAYA PROYEK 3. SunkCost : Seluruh biaya yang dikeluarkan pada masa lalu sebelum kegiatan proyek dilaksankanan. Dalam evaluasi proyek tidak diperhitungkan 4. Depresiasi (penyusutan) Pengalokasian biaya investasi suatu proyek setiap tahun sepanjang umur proyek untuk kepentingan laporan Neraca Rugi Laba. Dalam evaluasi proyek deresiasi tidak diperhitungkan Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar 32
  • 33.
    BIAYA PROYEK 5. Bungamodal : Bunga yang tidak riil (opportunity cost) dikeluarkan tidak diperhitungkan dalam evaluasi proyek . Sedangkan bunga pinjaman diperhitungkan 6. Contingency (biaya tak terduga) Biaya yang dikeluarkan akibat kesalahan- kesalahan mengestimasi pengeluaran suatu proyek Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar 33
  • 34.
    BIAYA PROYEK Biaya proyekdapat juga dikelompokkan 1. Biaya Langsung : Biaya yang berhubungan langsung dengan kepentingan proyek, seperti biaya investasi (biaya pembangunan konstruksi, biaya peralatan), biaya operasi, dan biaya pemeliharaan proyek (biaya penyusutan, bunga bank, tanah, modal kerja, biaya lain). 2. Biaya Tidak Langsung : Biaya yang perlu diperhitungkan dalam menganalisis proyek (biaya polusi udara, biaya penanganan pencemaran, bising, dll). Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar 34
  • 35.
    Keputusan Hasil EvaluasiProyek: Keputusan hasil evaluasi proyek: a. Menolak atau menerima proyek, didasarkan pada hasil perhitungan kriteria investasi. b. Memilih satu atau beberapa proyek yang layak sesuai dana yang tersedia c. Membuat skala prioritas dari beberapa proyek yang layak. Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar 35
  • 36.
    Contoh Dari 7 proyek yang dinilai ada 5 proyek yang layak untuk dikembangkan dengan jumlah dana masing-masing proyek terlihat pada tabel berikut: No Nama Proyek Jumlah Dana (Rp) 1 Pembangunan Irigasi 350.000.000 2 Perbaikan Jalan Kabupaten 150.000.000 3 Pembuatan Jalan Baru 450.000.000 4 Pembuatan Jalan Desa 200.000.000 5 Peningkatan Jalan Desa 120.000.000 Jumlah 1.270.000.000 Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar 36
  • 37.
    KEPUTUSAN ANALISIS PROYEK Daritabel terlihat bahwa jumlah dana proyek Rp. 1.270.000.000,- sedangkan dana yang tersedia sebesar Rp. 550.000.000,-. Berdasarkan keterbatasan itu, keputusan yang dapat diambil adalah – Mengerjakan proyek no 1 dan 2 dengan jumlah dana Rp. 500.000.000,- – Mengerjakan proyek no 1 dan 4 dengan jumlah dana sebesar Rp. 550.000.000,- – Mengerjakan proyek no 3 dengan jumlah dana sebesar Rp. 450.000.000,- atau – Mengerjakan proyek 4 dan 5 dengan alasan proyek lainnya meskipun bisa dikembangkan, kelayakannya masih dalam batas minimum. Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar 37
  • 38.
    KEPUTUSAN ANALISIS PROYEK Daritabel terlihat bahwa jumlah dana proyek Rp. 1.270.000.000,- sedangkan dana yang tersedia sebesar Rp. 550.000.000,-. Berdasarkan keterbatasan itu, keputusan yang dapat diambil adalah – Mengerjakan proyek no 1 dan 2 dengan jumlah dana Rp. 500.000.000,- – Mengerjakan proyek no 1 dan 4 dengan jumlah dana sebesar Rp. 550.000.000,- – Mengerjakan proyek no 3 dengan jumlah dana sebesar Rp. 450.000.000,- atau – Mengerjakan proyek 4 dan 5 dengan alasan proyek lainnya meskipun bisa dikembangkan, kelayakannya masih dalam batas minimum. Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar 38
  • 39.
    Aspek Ekonomi dan Keuangan Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar 39
  • 40.
    Aspek Ekonomi danKeuangan DANA INVESTASI Menentukan jumlah dana investasi secara keseluruhan disesuaikan dengan aspek teknis produksi: a. Tanah b. Gedung c. Mesin d. Peralatan e. Biaya pemasangan mesin f. Biaya lain (studi kelayakan, survei, impor mesin/peralatan, biaya lain yang berhubungan dengan pembangunan proyek). Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar 40
  • 41.
    Aspek Ekonomi danKeuangan BIAYA MODAL KERJA Terdiri dari biaya tetap (fixed cost) dan biaya tidak tetap (variable cost). • Biaya tetap adalah biaya yang tidak dipengaruhi oleh naik- turunnya produksi yang dihasilkan, mslnya biaya tenaga kerja tak langsung, penyusutan, bunga bank, asuransi, dsb. •Biaya tidak tetap adalah biaya yang dikeluarkan untuk membeli bahan mentah/bahan pembantu, upah tenaga kerja langsung, biaya transportasi, biaya pemasaran, dll. Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar 41
  • 42.
    Aspek Ekonomi danKeuangan SUMBER PEMBIAYAAN Sumber dari dalam perusahaan: modal yang berasal dari para investor sendiri atau modal yang dihimpun atas penjualan saham. Sumber dari luar perusahaan: modal yang berasal dari bank, produsen mesin/peralatan, dan lembaga keuangan lain. Komposisi sumber modal sendiri dan modal dari luar perusahaan: semakin besar modal yang berasal dari luar perusahaan semakin besar bunga sebagai biaya modal dalam pelaksanaan proyek. Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar 42
  • 43.
    Aspek Ekonomi danKeuangan PROSES PERPUTARAN KEUANGAN Proses perputaran keuangan perlu direncanakan karena akan mempengaruhi kemampuan usaha/proyek dalam menutupi segala kewajiban-kewajibannya. ASAS PEMBELANJAAN - Likuiditas - Solvabilitas - Rentabilitas. Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar 43
  • 44.
    Aspek Ekonomi danKeuangan TITIK PULANG POKOK - Perlu dihitung kapan terjadinya titik pulang pokok (BEP) - Semakin lama waktu pencapaian TR=TC semakin lama usaha/proyek mencapai keuntungan dan semakin besar pula saldo kerugian yang merupakan beban terhadap biaya operasi dan pemeliharaan. - Pay back period (PBP) atau jangka waktu pengembalian biaya investasi: semakin cepat pengembalian biaya investasi dari usaha/proyek yang direncanakan, semakin baik proyek tersebut karena dana investasi dapat digunakan sebagai penanaman investasi baru. Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar 44
  • 45.
    Aspek Ekonomi danKeuangan PERHITUNGAN PROFIT - Semakin besar keuntungan yang diterima, semakin layak usaha/proyek yang dikembangkan. Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar 45
  • 46.
    Perhitungan Bunga danNilai Uang Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar 46
  • 47.
    Perhitungan Bunga danNilai Uang PERHITUNGAN BUNGA • Bunga merupakan biaya modal • Besar kecilnya jumlah bunga yang merupakan beban terhadap peminjam (debitor) sangat tergantung pada waktu, jumlah pinjaman, dan tingkat bunga yang berlaku • Terdapat 3 bentuk sistem perhitungan bunga: 1. Simple interest (bunga biasa) 2. Compound interest (bunga majemuk) 3. Annuity (anuitas). Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar 47
  • 48.
    Perhitungan Bunga danNilai Uang SIMPLE INTEREST (BUNGA BIASA) Besar kecilnya jumlah bunga yang diterima kreditor tergantung pada besar kecilnya principal (modal), interest rate (tingkat bunga), dan jangka waktu: B = f (P.i.n), di mana: B= Bunga P= Principal (modal) i = interest rate (tingkat bunga) n = jangka waktu. Contoh soal 1: Apabila jumlah pinjaman sebesar Rp. 5.000.000,00 dengan tingkat bunga 18% per tahun. Berapa jumlah bunga selama 3 tahun? 2 bulan? 40 hari? Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar 48
  • 49.
    Perhitungan Bunga danNilai Uang Untuk menghitung besarnya principal, interest rate, dan jangka waktu dapat diselesaikan dengan: P = B/i.n i = B/p.n n = B/P.i S = P + B atau S = P + (P.i.n) Di mana S = jumlah penerimaan. Contoh soal 2: Hitunglah nilai-nilai yang tidak diketahui dalam tabel berikut: No Principal Interest Rate Time Interest Amount (Modal) (Tingkat Bunga) (Waktu) (Bunga) (Jml Penerimaan) 1 6.000.000 18% 2 tahun ? ? 2 ? 20% ? 250.000 5.250.000 3 7.000.000 ? 50 hari ? 7.145.833 Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar 49
  • 50.
    Perhitungan Bunga danNilai Uang COMPOUND INTEREST (BUNGA MAJEMUK) Bunga majemuk biasanya dilakukan dalam waktu yang relatif panjang dan dalam perhitungan bunga dilakukan lebih dari satu periode. Bunga majemuk adalah bunga yang terus menjadi modal bila tidak diambil pada waktunya. Perhitungan bunga majemuk dilakukan secara reguler dengan interval tertentu, setiap bulan, setiap kuartal, setiap 6 bulan, atau setiap tahun. Contoh soal 3: A meminjamkan uang sebesar Rp. 100.000,00 dengan tingkat bunga 12% per tahun dan dimajemukkan setiap 6 bulan selama 2 tahun. Berapa jumlah pengembalian setelah 2 tahun? Jawab: Diketahui: P = Rp. 100.000,00, i = 12%/2= 6% , dan n = 2.2 = 4 Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar 50
  • 51.
    Perhitungan Bunga danNilai Uang Rumus perhitungan bunga majemuk: n S = P (1+i) -n S P = S (1+i) atau P = (1 i ) n 1/ n S i 1 100% P log S log P n= Di mana: S = Jumlah penerimaan log(1 i ) P = Present Value n = Periode waktu i = tingkat bunga per periode waktu Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar 51
  • 52.
    Perhitungan Bunga danNilai Uang Nilai (1+i)n disebut compounding factor, yaitu suatu bilangan yang digunakan untuk menilai uang pada masa yang akan datang (future value). Nilai (1+i)-n disebut discount factor, yaitu suatu bilangan untuk menilai nilai uang dalam bentuk present value (nilai sekarang). Contoh 4: Seorang investor meminjam uang sebesar Rp 5.000.000,00 selama 8 tahun dengan tingkat bunga 18% per tahun dan dimajemukkan setiap 6 bulan. Berapa jumlah pengembalian setelah 8 tahun? Catatan: nilai (1+i)n dapat dilihat dalam Lampiran I pada n = 16 dan I = 9%. Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar 52
  • 53.
    Perhitungan Bunga danNilai Uang Contoh 5: Apabila Bank A menerima tingkat bunga deposito sebesar 18% per tahun dan dimajemukkan setiap bulan. Bank B juga menerima tingkat bunga deposito sebesar 18% per tahun dan dimajemukkan setiap 6 bulan. Berapa tingkat bunga efektif (effective rate) pada masing-masing bank tersebut? Rumus: F = (1+j/m)m di mana F = effective rate m = frekuensi bunga majemuk dalam satu tahun Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar 53
  • 54.
    Perhitungan Bunga danNilai Uang ANNUITY (Anuitas) Anuitas adalah suatu rangkaian pembayaran dengan jumlah yang sama besar pada setiap interval pembayaran. Besar kecilnya jumlah pembayaran pada setiap interval tergantung pada jumlah pinjaman, jangka waktu, dan tingkat bunga. Anuitas dapat dibagi atas dua bagian: 1. Anuitas Biasa (Simple Annuity) 2. Anitas Kompleks (Complex Annuity). Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar 54
  • 55.
    Perhitungan Bunga danNilai Uang ANUITAS BIASA Anuitas biasa adalah sebuah anuitas yang mempunyai interval yang sama antara waktu pembayaran dengan waktu dibungamajemukkan. Berdasarkan tanggal pembayarannya, anuitas biasa dapat dibagi 3 bagian, yaitu: 1. Ordinary annuity 2. Annuity due 3. Deferred annuity. Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar 55
  • 56.
    Perhitungan Bunga danNilai Uang Ordinary annuity Ordinary annuity adalah sebuah anuitas yang diperhitungkan pada setiap akhir interval seperti akhir bulan, akhir kuartal, akhir setiap 6 bulan, maupun pada setiap akhir tahun. 1 (1 i ) n i An = R R = An {1 (1 i) n } i {(1 i) n 1} i Sn = R R = Sn i {(1 i ) n 1 Di mana: An = Present value R = Annuity Sn = Future value i = Tingkat bunga/interval n = jumlah interval pembayaran Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar 56
  • 57.
    Perhitungan Bunga danNilai Uang a. Present Value Present value adalah nilai sekarang dari sebuah anuitas dan identik dengan nilai awal dari penanaman modal. Contoh 6: Sebuah perusahaan mencicil pinjaman sebesar Rp 50.000,- pada setiap akhir bulan selama 6 bulan dengan suku bunga diperhitungkan sebesar 18% per tahun. Berapakah besarnya present value? Diketahui: R = Rp. 50.000,-, i= 18%/12 = 0,015, n=6 Rumus : An = R Catatan: nilai discount factor dari anuitas di atas dapat dilihat pada Lampiran 3 pada n=6 dan i=1,5%. Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar 57
  • 58.
    Perhitungan Bunga danNilai Uang b. Anuitas dari present value Anuitas dari sebuah present value sama dengan jumlah angsuran pada setiap interval. Jumlah angsuran pada setiap interval dari sejumlah pinjaman tergantung pada besar kecilnya tingkat bunga dan jangka waktu yang digunakan. Contoh 7: Seorang investor merencanakan membangun proyek perumahan murah untuk dijual secara cicilan kepada nasabah. Biaya pembangunan diperhitungkan Rp. 12.000.000,-. Berapa besar nilai cicilan yang dibebankan kepada nasabah, bila tingkat bunga setahun diperhitungkan sebesar 15% dan dimajemukkan setiap bulan selama 3 tahun? Diketahui: i = 15%/12 = 0,0125 dan n = 3x12 = 36 Rumus : Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar 58
  • 59.
    Perhitungan Bunga danNilai Uang c. Jumlah penerimaan (Future amount) Jumlah penerimaan dari serangkaian pembayaran diperhitungkan bunga secara bunga majemuk (compound interest) dari sejumlah uang yang dicicil. Jumlah pembayaran pada interval pertama, diperhitungkan bunga pada akhir interval kedua, sehingga jumlah penerimaan pada akhir interval kedua adalah sebesar 2 kali setoran ditambah dengan bunga pada setoran pertama. d. Tingkat Bunga Bila present value diketahui: {1 (1 i) n } An i R Bila jumlah penerimaan diketahui : {(1 i) n 1 Sn i R Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar 59
  • 60.
    Perhitungan Bunga danNilai Uang Contoh 8: Apabila diketahui jumlah present value sebesar Rp 969.482,- dengan anuitas Rp 150.000,- pada setiap akhir kuartal selama 2 tahun. Berapa besarnya tingkat bunga pada setiap kuartal? Berapa pada setiap tahunnya? Diketahui: An = Rp 969.482,- n = 2x4 = 8 R = Rp 150.000,- Catatan: Nilai discount factor untuk {1-(1+i)-n/i} dapat dilihat pada Lampiran 3 pada n=8 di mana nilainya 6,463212760. Apabila nilai i tidak tersedia dalam lampiran, nilai i dapat dihitung dengan menggunakan sistem interpolasi. Contoh 9: Seorang pengusaha menyetor uang pada bank sebesar Rp 445.000,- dan diambil kembali secara cicilan setiap akhir 6 bulan sebesar Rp 50.000,- dalam waktu 5 tahun. Berapa besarnya interest rate dan nominal rate? Diketahui: An = Rp 445.000,- R= Rp 50.000,- n= 2x5 = 10 (tiap 6 bulan) Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar 60
  • 61.
    Perhitungan Bunga danNilai Uang e. Menentukan Jangka Waktu Untuk menentukan jangka waktu dari sebuah anuitas, sama halnya dengan cara menentukan tingkat bunga. Contoh 10: Seorang pegawai negeri menerima uang dari bank sebesar Rp 1.653.298,- dari hasil setoran sebesar Rp 50.000,- pada setiap akhir kuartal dengan tingkat bunga 20% setahun. Berapa lama pegawai tersebut telah melakukan setoran untuk mendapatkan sejumlah uang tersebut? Diketahui: Sn = Rp 1.653.298,- i= 20/4 = 5% dan R= Rp 50.000,- n= ? Catatan: Gunakan lampiran 5. Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar 61
  • 62.
    Perhitungan Bunga danNilai Uang 2. Annuity Due Annuity due adalah anuitas yang pembayarannya dilakukan pada setiap awal interval. Awal interval pertama merupakan perhitungan bunga yang pertama dan awal interval kedua merupakan perhitungan bunga kedua dan seterusnya. Pada formula annuity due ditambahkan satu compounding factor (1+i), baik untuk present value maupun future value. Penambahan satu compounding factor pada annuity due adalah sebagai akibat pembayaran yang dilakukan pada setiap awal interval. Nilai uang yang dihitung dengan annuity due selalu lebih besar bila dibandingkan dengan ordinary annuity. Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar 62
  • 63.
    Perhitungan Bunga danNilai Uang a. Perhitungan present value Rumus: n Contoh 11: Sebuah perusahaan {1 (1 i) } Ingin memperoleh uang secara An(ad) = R (1 i) i kontinyu sebesar Rp 1.500.000,- dari bank setiap awal kuartal Atau ( n 1) selama satu tahun. Berapa jumlah {1 (1 i) dana yang harus disetor pada bank An(ad) = R 1 i apabila tingkat bunga diperhitungkan sebesar 18% per tahun? Atau ( n 1) {1 (1 i ) Diketahui: R=Rp 1.500.000,- An(ad) = R R u i= 18%/4= 4,5% dan n=4 Catatan: Gunakan Lampiran 3 untuk mendapat nilai discount factor annuity pada i=4,5% dan n=4 dan Lampiran 1 untuk compounding factor dari bunga majemuk. Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar 63
  • 64.
    Perhitungan Bunga danNilai Uang b. Jumlah Pembayaran (Future amount) Jumlah pembayaran dalam annuity due dilakukan dengan rumus sebagai berikut: Contoh 12: Suatu BPD memberikan Fasilitas penjualan kendaraan beroda Dua secara kredit pada guru-guru SD. Sn(ad) = {(1 i ) n 1} Tingkat bunga diperhitungkan sebesar R (1 i ) 12% per tahun dan cicilan dilakukan atau i Setiap awal bulan sebesar Rp 70.000,- Sn(ad) = Selama 3 tahun. Berapakah besarnya {(1 i ) n 1 1} R 1 Jumlah pembayaran? Atau i ( n 1) Diketahui: R = Rp 70.000,- Sn(Ad) = {(1 i ) 1} I = 12%/12 = 1% R R i dan n = 12x3 = 36 Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar 64
  • 65.
    Perhitungan Bunga danNilai Uang c. Hubungan antara Present Value dengan Future amount Hubungan antara present value dengan future value sebuah annuity due sama dengan hubungan yang terdapat pada perhitungan bunga majemuk. Present value merupakan modal dasar dan future value merupakan penjabaran dari bunga majemuk. -n An (ad) = Sn (ad) (1+i) Sn (ad) = An (ad) (1+i)n Apabila diketahui nilai present value dari annuity due, jumlah penerimaan pada akhir interval dapat diketahui tanpa menghitung besarnya anuitas pada setiap interval. Hubungan ini tidak dapat diterapkan pada ordinary annuity maupun bentuk annuity lainnya, misalnya deferred annuity. Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar 65
  • 66.
    Perhitungan Bunga danNilai Uang d. Anuitas, jangka waktu, dan tingkat bunga Penentuan anuitas dalam sebuah annuity due dapat dilakukan i 1 apabila nilai present value atau R An (1 i) n future value (jumlah {1 (1 i) } penerimaan) dari transaksi, tingkat bunga dan lamanya pinjaman diketahui. i 1 Anuitas adalah cicilan yang harus R Sn n (1 i) dikembalikan oleh debitur, setiap {(1 i) 1 bulan, kuartal, maupun setiap tahun tergantung perjanjian. Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar 66
  • 67.
    Perhitungan Bunga danNilai Uang c. Hubungan antara Present Value dengan Future amount Hubungan antara present value dengan future value sebuah annuity due sama dengan hubungan yang terdapat pada perhitungan bunga majemuk. Present value merupakan modal dasar dan future value merupakan penjabaran dari bunga majemuk. An (ad) = Sn (ad) (1+i)-n Sn (ad) = An (ad) (1+i)n Apabila diketahui nilai present value dari annuity due, jumlah penerimaan pada akhir interval dapat diketahui tanpa menghitung besarnya anuitas pada setiap interval. Hubungan ini tidak dapat diterapkan pada ordinary annuity maupun bentuk annuity lainnya, misalnya deferred annuity. Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar 67
  • 68.
    Perhitungan Bunga danNilai Uang d. Anuitas, jangka waktu, dan tingkat bunga Penentuan anuitas dalam sebuah annuity due dapat diketahui apabila nilai present value atau future value (jumlah penerimaan) dari transaksi diketahui, di samping tingkat bunga dan lamanya pinjaman. Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar 68
  • 69.
    Perhitungan Bunga danNilai Uang Contoh 13. Seorang pimpinan perusahaan telah melakukan penyetoran pinjaman secara cicilan pada bank sebesar Rp 500.000,- pada setiap awal bulan. Tingkat bunga pinjaman diperhitungkan sebesar 18% per tahun. Berapa bulan harus diadakan penyetoran untuk menutupi pinjaman sebesar Rp 10.000.000,-? Diketahui: R = 500.000,- i= 18%/12 = 1,5% An = 10.000.000,- Ditanya: n = ? Jawab: ( n 1) {1 (1 i) } An(ad ) R R i Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar 69
  • 70.
    Perhitungan Bunga danNilai Uang ( n 1) {1 (1 0,015) } 100000000 500000 500000 0,015 ( n 1) {1 (1 0,015) } 10000000 500000 19 0,015 500000 Pada lampiran 3 pada i=1,5%, nilai 19 tidak tersedia. Nilai yang mendekati 19 pada i=1,5% adalah pada n=22 dengan nilai 18,62082437 dan pada n=23 dengan nilai 19,33086145. Dengan demikian untuk mengembalikan kredit Sebesar Rp 10 juta membutuhkan waktu 22 bulan lebih: 22 bulan < n < 23 bulan Gunakan metode interpolasi untuk mengetahui waktu pengembalin secara pasti. Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar 70
  • 71.
    Perhitungan Bunga danNilai Uang 3. Deferred Annuity Deferred annuity adalah suatu seri (anuitas) yang pembayarannya dilakukan pada akhir setiap interval. Perbedaan dengan ordinary annuity adalah dalam hal penanaman modal di mana pada deferred annuity ada masa tengang waktu (grace period) yang tidak diperhitungkan bunga. {1 (1 i ) n } t An(da) R (1 i ) i n t = tenggang waktu yang {(1 i ) 1 tidak dihitung bunga Sn(da) R i Contoh 14: Seorang petani yang membuka usaha dalam bidang peternakan meminjam uang ke Bank dengan tingkat bunga 12% per tahun dan dimajemukkan setiap kuartal. Pinjaman tersebut harus dikembalikan secara cicilan mulai pada akhir kuartal ketiga sebesar Rp 400.000,- selama 5 kali angsuran. Berapa besar jumlah pinjaman? Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar 71
  • 72.
    Perhitungan Bunga danNilai Uang Anuitas Kompleks (Complex Annuity) Anuitas kompleks adalah sebuah rentetan pembayaran dari suatu pinjaman dengan jumlah yang sama pada setiap interval. Berbeda dengan anuitas biasa, pada anuitas kompleks interval pembayaran dan interval bunga majemuk mempunyai interval yang berbeda. Apabila interval pembayaran dilakukan pada setiap bulan, mungkin dibungamajemukkan pada setiap kuartal atau sebaliknya apabila interval pembayaran dilakukan pada setiap kuartal, perhitungan bunga majemuk dilakukan pada setiap bulan. Jika dilihat dari tanggal pembayaran, anuitas kompleks dibagi 3: 1. Complex ordinary annuity 2. Complex due annuity 3. Complex deferred annuity. Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar 72
  • 73.
    Perhitungan Bunga danNilai Uang 1. Complex Ordinary Annuity Pembayaran anuitas dalam complex ordinary annuity dilakukan pada akhir setiap interval. Besar kecilnya anuitas tergantung pada besar kecilnya pinjaman, tingkat bunga, jangka waktu, dan frekuensi bunga majemuk dalam satu tahun. a. Present Value Rumus: nc {1 (1 i) } i Anc(Oa) R c i {(1 1) 1} c = perbandingan antara frekuensi bunga majemuk dalam satu tahun dengan frekuensi pembayaran dalam satu tahun. Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar 73
  • 74.
    Perhitungan Bunga danNilai Uang Contoh 15: Seorang petani merencanakan meminjam uang ke bank untuk perluasan usaha sektor perikanan. Berdasarkan pada perkiraan dan perhitungan benefit, ia mampu mengembalikan pinjaman sebesar Rp 76.015 pada setiap akhir kuartal selama 2 tahun dengan tingkat bunga pinjaman sebesar 18% per tahun dan dimajemukkan pada setiap bulan. Berapa besar jumlah kredit yang bisa ia pinjam? Diketahui: R=Rp 76.015 n = 2x4 = 8 (per kuartal) c = 12/4 = 3 nc = 3x8 = 24 i = 18%/12 = 1,5% Ditanya: Anc(Oa) = ? Jawab : nc {1 (1 i ) } i Anc(oa) R i {(1 i ) c 1} 24 {1 (1 0,015) } 0,015 Anc(oa) 76.015 0,015 {(1 0,015) 3 1} Anc(oa) 76.015(20,03040533)(0,32838278) Anc(oa) Rp.500.000 Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar 74
  • 75.
    Perhitungan Bunga danNilai Uang b. Jumlah Penerimaan Rumus: (1 i) nc 1 i Snc(oa) R i {(1 i) c 1 Untuk mengubah nilai Anc dan Snc dalam complex ordinary annuity digunakan rumus berikut: {(1 i ) n 1} r = tingkat bunga pada setiap Sn R pembayaran dalam simple ordinary r annuity {1 (1 r ) n } i = tingkat bunga dalam complex ordinary An R annuity r c. Anuitas, jangka waktu, dan tingkat bunga Penentuan anuitas dalam complex ordinary annuity sama halnya dengan perhitungan simple ordinary annuity. Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar 75
  • 76.
    Perhitungan Bunga danNilai Uang 2. Complex Annuity Due Complex annuity due adalah pembayaran yang dilakukan pada setiap awal interval. Berbeda dengan simple annuity due, pada complex annuity due frekuensi bunga majemuk tidak sama dengan frekuensi pembayaran dalam satu tahun. Sebagai kompensasi dalam perhitungan harus dikalikan dengan discount c factor [i/{1-(1+i) }] {1 (1 i ) n } i Anc(ad ) R (1 i ) c i (1 i ) c 1 {(1 r ) n 1} i Snc(ad ) R (1 i ) c i (1 i ) c 1 Untuk menghitung tingkat bunga, jangka waktu, dan anuitas sama dengan cara menghitung pada complex ordinary annuity. Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar 76
  • 77.
    Perhitungan Bunga danNilai Uang 3. Complex Deferred Annuity Pembayaran dilakukan pada setiap akhir interval. Perbedaan dengan complex annuity yang lain adalah pada tenggang waktu yang tidak diperhitungkan bunga. Contoh 16: Seorang mahasiswa meminjam uang pada bank sebesar Rp 800.000,- untuk membayar biaya kuliah. Ia akan mengembalikan pinjaman secara cicilan selama 5 tahun dan pengembalian pinjaman dilakukan setelah 3 tahun meminjam. Bunga diperhitungkan 12% per tahun dan dimajemukkan setiap 6 bulan. Berapa besarnya pembayaran yang harus dilakukan setiap akhir tahun? Diketahui: Anc= Rp 800.000,- n=5 c= 2 (dibungamajemukkan 2 kali setahun dan pembayaran setiap tahun t= 2 i= 12%/2= 6% Ditanya: R? Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar 77
  • 78.
    Perhitungan Bunga danNilai Uang Jawab: Rumus Anc dan Snc adalah sebagai berikut: nc {1 (1 i) } i ct Anc(da) R (1 i) i (1 i)c 1 nc (1 r) 1 i Snc(da) R i (1 i)c 1 Rumus untuk menghitung jumlah pembayaran setiap tahun: i {(1 i ) c 1 R Anc(da) nc (1 i ) ct {1 (1 i ) i 0,06 {(1 0,06) 2 1} R 800.000 10 (1 0,06) 2.2 {1 (1 0,06) 0,06 R 800.000(0,13586795)(2,06)(1,262477) R Rp.282.682, Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar 78
  • 79.
    ANALISIS KRITERIA INVESTASI Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar 79
  • 80.
    Analisis Kriteria Investasi PENDAHULUAN • Hasil perhitungan kriteria investasi merupakan indikator dari modal yang diinvestasikan, yaitu perbandingan antara total benefit yang diterima dengan total biaya yang dikeluarkan dalam bentuk present value selama umur ekonomis. • Perkiraan benefit (cash in flows) dan perkiraan cost (Cash out flows) merupakan alat kontrol dalam pengendalian biaya untuk memudahkan dalam mencapai tujuan usaha/proyek. • Hasil perhitungan kriteria investasi dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam mengambil keputusan penanaman modal. • Kriteria investasi yang dapat digunakan: NPV, IRR, Net B/C, Gross B/C, PR • Keputusan yang timbul dari hasil analisis: menerima atau menolak, memilih satu atau beberapa proyek, atau menetapkan skala prioritas dari proyek yang layak. Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar 80
  • 81.
    Analisis Kriteria Investasi PERHITUNGANKRITERIA INVESTASI 1. Net Present Value (NPV) NPV merupakan net benefit yang telah didiskon dengan menggunakan social opportunity cost of capital sebagai diskon faktor. Rumus: n n NPV NBi (1 i ) i 1 Dimana: atau NB = Net benefit = Benefit – Cost n C = Biaya investasi + Biaya operasi NBi NPV B = Benefit yang telah didiskon i 1 (1 i ) n C = Cost yang telah didiskon atau i = diskon faktor n n n = tahun (waktu NPV Bi Ci N Bi i 1 i 1 Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar 81
  • 82.
    Analisis Kriteria Investasi Kriteria: NPV> 0 (nol) → usaha/proyek layak (feasible) untuk dilaksanakan NPV < 0 (nol) → usaha/proyek tidak layak (feasible) untuk dilaksanakan NPV = 0 (nol) → usaha/proyek berada dalam keadaan BEP dimana TR=TC dalam bentuk present value. Untuk menghitung NPV diperlukan data tentang perkiraan biaya investasi, biaya operasi, dan pemeliharaan serta perkiraan benefit dari proyek yang direncanakan. Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar 82
  • 83.
    Analisis Kriteria Investasi Contoh1: Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan untuk membangun industri pengolahan hasil pertanian, diketahui: Dana investasi: Rp. 35.000.000,- dialokasikan selama 2 tahun, yaitu tahun persiapan Rp. 20.000.000,- dan tahun pertama Rp. 15.000.000,-. Kegiatan pabrik dimulai setelah tahun ke-2 dari pengembangan kontruksi. Jumlah biaya operasi dan pemeliharaan berdasarkan rekapitulasi dari berbagai biaya pada tahun kedua sebesar Rp 5.000.000,- per tahun dan untuk tahun-tahun berikutnya seperti pada tabel 1. Benefit dari kegiatan industri ini adalah jumlah produksi dari pengolahan hasil-hasil pertanian. Kegiatan produksi dimulai pada tahun kedua dengan jumlah penghasilan Rp 10.000.000,- sedang tahun-tahun berikutnya seperti terlihat pada tabel 1. Berdasarkan data di atas, apakah rencana pembukaan industri yang mengolah hasil pertanian tersebut layak untuk dkembangkan bila dilihat dari segi NPV dengan diskon faktor sebesar 18%? Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar 83
  • 84.
    Analisis Kriteria Investasi Tabel1: Persiapan Perhitungan NPV (dalam Rp.000,-) Thn Investasi Biaya Total Cost Benefit Net D.F. Present Operasi Benefit 18% Value 0 20.000 - 20.000 - -20.000 1,0000 -20.000 1 15.000 - 15.000 - -15.000 0,8475 -12,713 2 - 5.000 5.000 10.000 5.000 0,7182 3,591 3 - 6.000 6.000 12.000 6.000 0,6086 3,652 4 - 6.000 6.000 14.000 8.000 0,5158 4,126 5 - 7.000 7.000 17.000 10.000 0,4371 4,371 6 - 7.000 7.000 21.000 14.000 0,3704 5,186 7 - 8.000 8.000 25.000 17.000 0,3139 5,336 8 - 9.000 9.000 30.000 21.000 0,2660 5,586 9 - 10.000 10.000 36.000 26.000 0,2255 5,863 10 - 11.000 11.000 43.000 32.000 0,1911 6,115 NPV 11.115,73 Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar 84
  • 85.
    Analisis Kriteria Investasi Dariketerangan dan tabel yang diberikan maka: n n NPV NBi (1 i ) i 1 NPV 11 .115 .000 Hasil menunjukkan bahwa NPV > 0, ini berarti gagasan usaha (proyek) layak diusahakan. Catatan: • Perkiraan cash in flow dan cash out flow yang menyangkut proyeksi harus mendapat perhatian • Perkiraan benefit harus diperhitungkan dengan menggunakan berbagai variabel (perkembangan trend, potensi pasar, perkembangan proyek sejenis di masa datang, perubahan teknologi, perubahan selera konsumen). Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar 85
  • 86.
    Analisis Kriteria Investasi Tabel2: Persiapan Perhitungan NPV (dalam Rp.000,-) Thn Investasi Biaya Total Benefit Net D.F. B C Operasi Cost Benefit 18% 0 20.000 - 20.000 - -20.000 1,0000 - 20.000 1 15.000 - 15.000 - -15.000 0,8475 - 12.713 2 - 5.000 5.000 10.000 5.000 0,7182 7.182 3.591 3 - 6.000 6.000 12.000 6.000 0,6086 7.304 3.652 4 - 6.000 6.000 14.000 8.000 0,5158 7.221 3.095 5 - 7.000 7.000 17.000 10.000 0,4371 7.431 3.060 6 - 7.000 7.000 21.000 14.000 0,3704 7.778 2.593 7 - 8.000 8.000 25.000 17.000 0,3139 7.848 2.511 8 - 9.000 9.000 30.000 21.000 0,2660 7.980 2.394 9 - 10.000 10.000 36.000 26.000 0,2255 8.118 2.255 10 - 11.000 11.000 43.000 32.000 0,1911 8.217 2.102 NPV 69.080 57.966 Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar 86
  • 87.
    Analisis Kriteria Investasi Denganmenggunakan rumus yang lain, NPV dapat juga dihitung dengan bantuan Tabel 2 berikut. Pada tabel tersebut cost dan benefit langsung dikalikan dengan DF: n NPV Bi Ci i 1 NPV 69.080 57.966 NPV 11.114 Rp11.114.000, Hasil menunjukkan bahwa NPV > 0, ini berarti gagasan usaha (proyek) layak diusahakan. Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar 87
  • 88.
    Analisis Kriteria Investasi Contoh2: Pimpinan perusahaan akan mengganti mesin lama dengan mesin baru karena mesin lama tidak ekonomis lagi, baik secara teknis maupun ekonomis. Untuk mengganti mesin lama dibutuhkan dana investasi sebesar Rp 75.000.000,-. Mesin baru mempunyai umur ekonomis selama 5 tahun dengan salvage value berdasarkan pengalaman pada akhir tahun kelima sebesar Rp. 15.000.000,-. Berdasarkan pengalaman pengusaha, cash in flows setiap tahun diperkirakan sebesar Rp 20.000.000,- dengan biaya modal 18% per tahun. Apakah penggantian mesin ini layak untuk dilakukan apabila dilihat dari PV dan NPV? Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar 88
  • 89.
    Analisis Kriteria Investasi n CFi Sv Di mana: PV = Present value PV i 1 (1 r ) m (1 r ) n CF = Cash flow n = periode waktu tahun ke n m = periode waktu r = tingkat bunga Sv = salvage value 20.000.000 20.000.000 20.000.000 20.000.000 15.000.000 PV ... (1 0,18) (1 0,18) 2 (1 0,18)3 (1 0,18)5 (1 0,18)5 PV 16.949.153 14.363.689 12.172.617 10.315.778 8.742.184 6.556.638 PV 69.100.059 Berdasarkan pada hasil perhitungan di atas, pembelian mesin baru dengan harga Rp 75.000.000,- ternyata tidak feasible karena PV lebih kecil dari original outlays atau original cost (harga beli). NPV = PV – OO = 69.100.059 – 75.000.000 = - 5.899.941, dimana OO=original outlays Berdasarkan perhitungan NPV diperoleh nilai negatif, maka pembelian mesin pun tidak feasible. Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar 89
  • 90.
    Analisis Kriteria Investasi 2.Internal Rate of Return (IRR) IRR adalah suatu tingkat discount rate yang menghasilkan NPV = 0 (nol). Jika IRR > SOCC maka proyek dikatakan layak IRR = SOCC berarti proyek pada BEP IRR < SOCC dikatakan bahwa proyek tidak layak. Untuk menentukan besarnya nilai IRR harus dihitung dulu NPV1 dan NPV2 dengan cara coba-coba. Jika NPV1 bernilai positif maka discount factor kedua harus lebih besar dari SOCC, dan sebaliknya. Dari percobaan tersebut maka IRR berada antara nilai NPV positif dan NPV negatif yaitu pada NPV = 0. Rumus: NPV1 IRR i1 i2 i1 ( NPV1 NPV2 ) dimana: i1 = tingkat discount rate yang menghasilkan NPV1 i2 = tingkat discount rate yang menghasilkan NPV2 Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar 90
  • 91.
    Analisis Kriteria Investasi DariContoh 1 dibuat Tabel 3 berikut: Tabel 3: Persiapan Perhitungan IRR (dalam Rp.000,-) Thn Net Benefit D.F. Present Value D.F. Present 18% 24% Value 0 -20.000 1,0000 -20.000 1,0000 -20.000 1 -15.000 0,8475 -12,713 0,8065 -12,713 2 5.000 0,7182 3,591 0,6504 3,591 3 6.000 0,6086 3,652 0,5245 3,652 4 8.000 0,5158 4,126 0,4230 4,126 5 10.000 0,4371 4,371 0,3411 4,371 6 14.000 0,3704 5,186 0,2751 5,186 7 17.000 0,3139 5,336 0,2218 5,336 8 21.000 0,2660 5,586 0,1789 5,586 9 26.000 0,2255 5,863 0,1443 5,863 10 32.000 0,1911 6,115 0,1164 6,115 NPV 11.115,73 Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar -48,94 91
  • 92.
    Analisis Kriteria Investasi NPV1 IRR i1 i2 i1 ( NPV1 NPV2 ) 11.114 IRR 0,18 (0,24 0,18) (11.114 48) IRR 0,23974 23,97% Hasil perhitungan menunjukkan bahwa IRR 23,97% lebih besar dari SOCC sebesar 18%, berarti proyek tersebut layak untuk dikerjakan. Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar 92
  • 93.
    Analisis Kriteria Investasi Dari Contoh 2, IRR merupakan tingkat bunga yang menyamakan antara harga beli aset (Original outlays) dengan present value. Jadi untuk mendapatkan nilai PV=OO harus dicari dengan menggunakan dua tingkat bunga. Tingkat bunga I menghasilkan PV < OO dan tingkat bunga II menghasilkan PV > OO. PV I dengan DF=18% menghasilkan Rp.69.100.059,- dan PV II dengan DF=14% adalah: 20.000.000 20.000.000 20.000.000 20.000.000 15.000.000 PV ... (1 0,14) (1 0,14) 2 (1 0,14)3 (1 0,14)5 (1 0,15)5 PV 17.543.860 15.389.351 13.499.430 11.841.606 10.387.373 7.790.530 PV 76.452.149 Berdasarkan pada hasil perhitungan di atas, maka: i2 i1 IRR i1 ( PV1 OO) PV2 PV1 18 14 IRR=14,79% lebih kecil IRR 14 (76.452.149 75.000.000)( ) 69.100.059 76.452.149 dari tingkat bunga yang IRR 14 (1.452.149)( 4 ) berlaku (DF) yi 18% 7.352.090 berarti penggantian mesin IRR 14 0,79 14,79% tidak layak. Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar 93
  • 94.
    Analisis Kriteria Investasi 3.Net Benefit Cost Ratio (Net B/C) Net B/C adalah perbandingan antara net benefit yang telah didiskon positif (+) dengan net benefit yang telah didiskon negatif. Rumus: n N Bi ( ) i 1 NetB / C n N Bi ( ) i 1 Jika: Net B/C > 1 (satu) berarti proyek (usaha) layak dikerjakan Net B/C < 1 (satu) berarti proyek tidak layak dikerjakan Net B/C = 1 (satu) berarti cash in flows = cash out flows (BEP) atau TR=TC Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar 94
  • 95.
    Analisis Kriteria Investasi DariContoh 1 dibuat Tabel 4 berikut: Tabel 4: Jumlah benefit dan persiapan Perhitungan Net B/C Proyek Thn Net Benefit D.F. Present Value 18% 0 -20.000.000 1,0000 -20.000.000 1 -15.000.000 0,847458 -12,713.870 2 5.000.000 0,718218 3,590.920 3 6.000.000 0,608631 3,651.785 4 8.000.000 0,515789 4,126.312 5 10.000.000 0,437109 4,371.090 6 14.000.000 0,370432 5,186.048 7 17.000.000 0,313925 5,336.725 8 21.000.000 0,266038 5,586.798 9 26.000.000 0,225456 5,861.856 10 32.000.000 0,191064 6,114.048 Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar 95
  • 96.
    Analisis Kriteria Investasi n N Bi ( ) i 1 NetB / C n N Bi ( ) i 1 44.825.582 NetB / C 1,3703 1,37 32.711.870 Hasil perhitungan menunjukkan bahwa Net B/C > 1, berarti proyek tersebut layak untuk dikerjakan. Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar 96
  • 97.
    Analisis Kriteria Investasi 4.Gross Benefit Cost Ratio (Gross B/C) Gross B/C adalah perbandingan antara benefit kotor yang telah didiskon dengan cost secara keseluruhan yang telah didiskon. Rumus: n B (1 r ) n GrossB / C in 1 Ci (1 r ) n i 1 Jika: Gross B/C > 1 (satu) berarti proyek (usaha) layak dikerjakan Gross B/C < 1 (satu) berarti proyek tidak layak dikerjakan Gross B/C = 1 (satu) berarti proyek dalam keadaan BEP. Dari contoh 1 (tabel 2), Gross B/C dapat dihitung sbb: 69.077.839 GrossB / C 1,1917 1,19 57.964.101 Gross B/C menunjukkan bahwa proyek layak dikerjakan. Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar 97
  • 98.
    Analisis Kriteria Investasi 5.Profitability Ratio (PR) PR adalah rasio perbandingan antara selisih benefit dengan biaya operasi dan pemeliharaan dengan jumlah investasi. Nilai dari masng-masing variabel dalam bentuk present value (telah didiskon dengan DF dari SOCC) Rumus: n n B OM i i 1 i 1 PR n Ii i 1 Jika: PR > 1 (satu) berarti proyek (usaha) layak dikerjakan PR < 1 (satu) berarti proyek tidak layak dikerjakan PR = 1 (satu) berarti proyek dalam keadaan BEP. Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar 98
  • 99.
    Analisis Kriteria Investasi Tabel5: Jumlah Investasi, Biaya Operasi, dan Biaya Pemeliharaan dalam Harga Berlaku dan dalam Present Value (dalam Rp.000,-) Thn Investasi Biaya Benefit Net ī OM B Operasi 18% 0 20.000 - - 1,0000 -20.000 - - 1 15.000 - - 0,8475 -12.712 - - 2 - 5.000 10.000 0,7182 - 3.591 7.182 3 - 6.000 12.000 0,6086 - 3.651 7.303 4 - 6.000 14.000 0,5158 - 3.095 7.221 5 - 7.000 17.000 0,4371 - 3.060 7.431 6 - 7.000 21.000 0,3704 - 2.593 7.778 7 - 8.000 25.000 0,3139 - 2.511 7.848 8 - 9.000 30.000 0,2660 - 2.394 7.980 9 - 10.000 36.000 0,2255 - 2.255 8.118 10 - 11.000 43.000 0,1911 - 2.102 8.217 32.712 25.253 69.078 Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar 99
  • 100.
    Analisis Kriteria Investasi n n Bi OM i i 1 i 1 PR n Ii i 1 69.078 25.253 PR 1,3397 1,34 32.712 Hasil perhitungan menunjukkan bahwa PR > 1, berarti proyek tersebut layak untuk dikerjakan. Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar 100
  • 101.
    Analisis Kriteria Investasi ANALISISPAY BACK PERIOD DAN BEP 1. Pay Back Period (PBP) PBP adalah jangka waktu tertentu yang menunjukkan terjadinya arus penerimaan (cash in flows) yang secara kumulatif sama dengan jumlah investasi dalam bentuk present value. PBP digunakan untuk mengetahui berapa lama proyek dapat mengembalikan investasi. Rumus: n n Dimana: Ii Bicp 1 PBP = Pay Back Period Tp-1 = Tahun sebelum terdapat PBP PBP Tp 1 i 1 i 1 Bp Ii = Jumlah investasi telah didiskon Bicp-1 = Jumlah benefit yang telah didiskon sebelum PBP Bp = Jumlah benefit pada PBP Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar 101
  • 102.
    Analisis Kriteria Investasi DariTabel 5, PBP dapat dihitung sbb: 32.712 29.137 PBP 5 7.778 PBP 5 0,4596 PBP = 5 tahun 5 bulan 15 hari. Untuk nilai Tp-1 dihitung secara kumulatif dari nilai benefit yang telah didiskon (7.182+7.303+7.221+7.431=29.137) karena pada tahun kelima terdapat kumulatif benefit di bawah jumlah investasi yang telah didiskon. Nilai Bp yaitu jumlah benefit pada PBP adalah sebesar 7.778, berarti pada tahun keenam terdapat jumlah kumlatif benefit sama dengan jumlah investasi. Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar 102
  • 103.
    Analisis Kriteria Investasi 2.Break Even Point (BEP) BEP adalah titik pulang pokok dimana TR=TC. Terjadinya BEP tergantung pada lama arus penerimaan sebuah proyek dapat menutupi segala biaya operasi dan pemeliharaan serta biaya modal lainnya. Selama perusahaan masih berada di bawah BEP, selama itu perusahaan masih menderita kerugian. Semakin lama perusahaan mencapai BEP, semakin besar saldo rugi. Rumus: n n Dimana: TCi Bicp BEP = Break Even Point 1 BEP Tp i 1 i 1 Tp-1 = Tahun sebelum terdapat BEP 1 Bp TCi = Jumlah total cost yang telah didiskon Bicp-1 = Jumlah benefit yang telah didiskon sebelum BEP Bp = Jumlah benefit pada BEP Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar 103
  • 104.
    Analisis Kriteria Investasi DariTabel 2 dan Tabel 5, BEP dapat dihitung sbb: 57.966 52.745 BEP 8 8.118 BEP 8 0,6431 BEP = 8 tahun 7 bulan 22 hari. Dilihat dari jumlah produksi: Dimana: TR = p x q dan TC = a + bq a=fixed cost pada keadaaan BEP: TR = TC → p.q = a + bq b= biaya var per unit p.q – bq = a → q (p-b) = a p=harga per unit q = a/(p-b) q=jumlah produksi BEP(Q) = a/(p-b) BEP(RP) = a/(1 – b/p) → BEP dalam rupiah adalah dengan mengalikan dengan harga per unit produksi Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar 104
  • 105.
    Analisis Kriteria Investasi PV,I,C,B TR BEP TC 57.965 PBP I 32.712 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Tahun Grafik 1. BEP Pada grafik tsb terlihat keuntungan didapat setelah perusahaan mencapai BEP. Di bawah BEP kegiatan mengalami kerugian karena keuntungan yang diperoleh masih digunakan menutupi biaya yang dikeluarkan untuk pengadaan investasi dan biaya operasi. Jadi, pengembalian biaya modal dan biaya lain dicapai selama 8 th 7 bln dan 22 hr. PBP selama 5 th 5 bln 15 hr, pada saat TR=I sebesar Rp.32.712 dlm present value. Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar 105
  • 106.
    Analisis Kriteria Investasi CONTOHKASUS Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan thd sebuah gagasan usaha pembangunan perusahaan batu bata diperoleh data sbb: 1.a. Kebutuhan investasi - Bangunan utk tempat kerja ukuran 10x20 m x Rp 7.500,- Rp. 1.400.000,- - Bangunan kantor 5x4 m x Rp 10.000,- Rp. 200.000,- - Peralatan kantor Rp. 100.000,- - Bangunan/dapur pembakar 8x6 m x Rp 12.000,- Rp. 576.000,- - Peralatan pencetak dari kayu Rp. 20.000,- - Tanah lokasi usaha 500m2 dengan harga @ Rp 7.000,- Rp. 3.500.000,- b. Kebutuhan modal kerja Rp. 2.500.000,- Jumlah Rp. 8.296.000,- Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar 106
  • 107.
    Analisis Kriteria Investasi 2.Sumber dana direncanakan melalui kredit bank sebesar Rp 6.000.000,- dengan suku bunga 18% per tahun dan dimajemukkan setiap tahun selama 5 tahun. Sisa modal sebesar Rp 2.296.000,- merupakan modal sendiri. 3. Kapasitas produksi (full capacity) per tahun sebesar 100.000 unit yang dilakukan dalam 4 kali pembakaran dan setiap 1 kali pembakaran sebanyak 25.000 unit. Rencana produksi pada tahun pertama dan kedua sebesar 75% dan tahun ketiga sampai dengan tahun kelima sebesar 100%. 4. Biaya operasi dan pemeliharaan a. Biaya tidak tetap - Biaya bahan baku per unit produksi diterima di tempat usaha diperhitungkan sebesar Rp. 5,- - Biaya bahan pembantu per unit produksi diperkirakan sebesar Rp 3,- - Upah tenaga kerja langsung diperhitungkan per unit produksi Rp 6,- - Biaya bahan kayu bakar pd setiap pembakaran sebesar Rp80.000,- Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar 107
  • 108.
    Analisis Kriteria Investasi b. Biaya tetap - Gaji karyawan tetap 1 orang per bulan Rp 75.000,- - Biaya umum rata-rata per tahun Rp 30.000,- - Biaya penyusutan rata-rata per tahun diperhitungkan Rp 459.200,- - Nilai scrap value asset pada akhir tahun kelima Rp 4.500.000,- - Biaya perawatan per tahun rata-rata Rp 75.000,- 5. Harga jual hasil produksi sesuai dengan harga pasar Rp 65,- per unit dan pajak diperhitungkan sebesar 15% dari hasil net benefit. Berdasarkan pada kasus di atas, apakah gagasan usaha ini layak untuk dikembangkan bila dilihat dari NPV, IRR, dan Net B/C? Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar 108
  • 109.
    Analisis Kriteria Investasi Penyelesaian: • Cicilan pengembalian pokok pinjaman dan bunga bank dari jumlah pinjaman sebesar Rp 6.000.000,- 0,18 R 6.000 .000 Rp1.918 .670 {1 (1 0,18 ) 5 } • Jadwal pelunasan kredit terlihat pada tabel K.1, rekapitulas biaya operasi dan pemeliharaan pada tabel K.2, perhitungan NPV dapat dilihat pada tabel K.3, perhitungan IRR dan Net B/C terlihat pada tabel K.4. Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar 109
  • 110.
    Analisis Kriteria Investasi TabelK.1 Jadwal pengembalian Kredit Perusahaan Batu Bata (Rp Ribuan) Akhir Kwt Cicilan/Tahun Bunga (18%) P.Pokok Jumlah PPP Sisa Kredit Pinjaman 0 - - - - 6.000,00 1 1.918,67 1.080,00 838,67 838,67 5.161,33 2 1.918,67 929,04 989,63 1.828,30 4.171,70 3 1.918,67 750,91 1.167,76 2.996,06 3.003,94 4 1.918,67 540,71 1.377,96 4.374,03 1.625,97 5 1.918,67 292,68 1.625,99 6.000,02 0,00 Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar 110
  • 111.
    Analisis Kriteria Investasi TabelK.2 Rekapitulasi Biaya Operasi dan Biaya Pemeliharaan Perusahaan Batu Bata (Rp Ribuan) Tahun Jenis Biaya 1 2 3 4 5 A. Biaya Tdk Tetap 1.290,00 1.290,00 1.720,00 1.720,00 1.720,00 1. Bahan baku 375,00 375,00 500,00 500,00 500,00 2. Bahan Pembantu 225,00 225,00 300,00 300,00 300,00 3. Upah Tenega Kerja 450,00 450,00 600,00 600,00 600,00 4. Bahan Bakar Kayu 240,00 240,00 320,00 320,00 320,00 B. Biaya Tetap 1.464,20 1.464,20 1.464,20 1.464,20 1.464,20 5. Biaya gaji 900,00 900,00 900,00 900,00 900,00 6. Biaya Umum 30,00 30,00 30,00 30,00 30,00 7. Biaya Penyusutan 459,20 459,20 459,20 459,20 459,20 8. Biaya Perawatan 75,00 75,00 75,00 75,00 75,00 Total Biaya 2.754,20 2.754,20 3.184,20 3.184,20 3.184,20 Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar 111
  • 112.
    Analisis Kriteria Investasi TabelK.3 Persiapan Perhitungan NPV Perusahaan Batu Bata (Rp Ribuan) Tahun No. Uraian 0 1 2 3 4 5 1. Pendapatan a. Hasil Usaha - 4.875,00 4.875,00 6.500,00 6.500,00 6.500,00 b. Salvage Value - - - - - 4.500,00 Gross Benefit - 4.875,00 4.875,00 6.500,00 6.500,00 11.000,00 2. Investasi Awal 2.296,00 - - - - - 3. Operating Cost - 2.754,20 2.754,20 3.184,20 3.184,20 3.184,20 Kredit Bank a. Pokok pinjaman - 838,67 989,63 1.167,76 1.377,96 1.625,99 b. Bunga bank - 1.080,00 929,04 750,91 540,71 292,68 Total Cost 2.296,00 4.672,87 4.672,87 5.102,87 5.102,87 5.102,87 4. Net Benefit -2.296,00 202,13 202,13 1.397,13 1.397,13 5.897,13 5. Pajak 15% - 30,22 30,32 209,57 209,57 884,57 6. Net Benefit -2.296,00 171,81 171,81 1.187,56 1.187,56 5.012,56 7. DF 18% 1,0000 0,8475 0,7182 0,6086 0,5158 0,4371 Present Value (PV) -2.296,00 145,60 123,39 722,79 612,53 2.191,04 NPV = Total PV 1.499,35 Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar 112
  • 113.
    Analisis Kriteria Investasi TabelK.4 Persiapan Perhitungan IRR dan Net B/C Tahun Net benefit D.F Present Value D.F Present (Rp 000) 18% (Rp 000) 34% Kredit (Rp 000) 0 -2.296,00 1,0000 -2.296,00 1,0000 -2.296,00 1 171,81 0,8475 145,60 0,7463 128,72 2 171,81 0,7182 123,39 0,5569 95,68 3 1.187,56 0,6986 722,79 0,6156 493,56 4 1.187,56 0,5158 612,53 0,3102 368,33 5 5.012,56 0,4371 2.191,04 0,2315 1.160,21 NPV 1.499,35 -50,00 Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar 113
  • 114.
    Analisis Kriteria Investasi 1.499,35 IRR 0,18 ( )(0,34 0,18) 1.499,35 50,00 IRR 0,3348 33,48% n N Bi ( ) i 1 NetB / C n N Bi ( ) i 1 3.795,35 NetB / C 1,65 2.296,00 Berdasarkan pada hasil perhitungan, proyek ini layak untuk dikerjakan karena: NPV > 0, IRR > D.F dan Net B/C > 1 Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar 114
  • 115.
    Analisis Kriteria Investasi n N Bi ( ) i 1 NetB / C n N Bi ( ) i 1 44.825.582 NetB / C 1,3703 1,37 32.711.870 Hasil perhitungan menunjukkan bahwa Net B/C > 1, berarti proyek tersebut layak untuk dikerjakan. Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar 115
  • 116.
    Analisis Kriteria Investasi 4.Gross Benefit Cost Ratio (Gross B/C) Gross B/C adalah perbandingan antara benefit kotor yang telah didiskon dengan cost secara keseluruhan yang telah didiskon. Rumus: n B (1 r ) n GrossB / C in 1 Ci (1 r ) n i 1 Jika: Gross B/C > 1 (satu) berarti proyek (usaha) layak dikerjakan Gross B/C < 1 (satu) berarti proyek tidak layak dikerjakan Gross B/C = 1 (satu) berarti proyek dalam keadaan BEP. Dari contoh 1 (tabel 2), Gross B/C dapat dihitung sbb: 69.077.839 GrossB / C 1,1917 1,19 57.964.101 Gross B/C menunjukkan bahwa proyek layak dikerjakan. Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar 116
  • 117.
    Analisis Kriteria Investasi 5.Profitability Ratio (PR) PR adalah rasio perbandingan antara selisih benefit dengan biaya operasi dan pemeliharaan dengan jumlah investasi. Nilai dari masng-masing variabel dalam bentuk present value (telah didiskon dengan DF dari SOCC) Rumus: n n B OM i i 1 i 1 PR n Ii i 1 Jika: PR > 1 (satu) berarti proyek (usaha) layak dikerjakan PR < 1 (satu) berarti proyek tidak layak dikerjakan PR = 1 (satu) berarti proyek dalam keadaan BEP. Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar 117
  • 118.
    Analisis Kriteria Investasi Tabel5: Jumlah Investasi, Biaya Operasi, dan Biaya Pemeliharaan dalam Harga Berlaku dan dalam Present Value (dalam Rp.000,-) Thn Investasi Biaya Benefit Net ī OM B Operasi 18% 0 20.000 - - 1,0000 -20.000 - - 1 15.000 - - 0,8475 -12.712 - - 2 - 5.000 10.000 0,7182 - 3.591 7.182 3 - 6.000 12.000 0,6086 - 3.651 7.303 4 - 6.000 14.000 0,5158 - 3.095 7.221 5 - 7.000 17.000 0,4371 - 3.060 7.431 6 - 7.000 21.000 0,3704 - 2.593 7.778 7 - 8.000 25.000 0,3139 - 2.511 7.848 8 - 9.000 30.000 0,2660 - 2.394 7.980 9 - 10.000 36.000 0,2255 - 2.255 8.118 10 - 11.000 43.000 0,1911 - 2.102 8.217 32.712 25.253 69.078 Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar 118
  • 119.
    Analisis Kriteria Investasi n n Bi OM i i 1 i 1 PR n Ii i 1 69.078 25.253 PR 1,3397 1,34 32.712 Hasil perhitungan menunjukkan bahwa PR > 1, berarti proyek tersebut layak untuk dikerjakan. Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar 119
  • 120.
    Analisis Kriteria Investasi ANALISISPAY BACK PERIOD DAN BEP 1. Pay Back Period (PBP) PBP adalah jangka waktu tertentu yang menunjukkan terjadinya arus penerimaan (cash in flows) yang secara kumulatif sama dengan jumlah investasi dalam bentuk present value. PBP digunakan untuk mengetahui berapa lama proyek dapat mengembalikan investasi. Rumus: n n Dimana: Ii Bicp 1 PBP = Pay Back Period Tp-1 = Tahun sebelum terdapat PBP PBP Tp 1 i 1 i 1 Bp Ii = Jumlah investasi telah didiskon Bicp-1 = Jumlah benefit yang telah didiskon sebelum PBP Bp = Jumlah benefit pada PBP Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar 120
  • 121.
    Analisis Kriteria Investasi DariTabel 5, PBP dapat dihitung sbb: 32.712 29.137 PBP 5 7.778 PBP 5 0,4596 PBP = 5 tahun 5 bulan 15 hari. Untuk nilai Tp-1 dihitung secara kumulatif dari nilai benefit yang telah didiskon (7.182+7.303+7.221+7.431=29.137) karena pada tahun kelima terdapat kumulatif benefit di bawah jumlah investasi yang telah didiskon. Nilai Bp yaitu jumlah benefit pada PBP adalah sebesar 7.778, berarti pada tahun keenam terdapat jumlah kumlatif benefit sama dengan jumlah investasi. Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar 121
  • 122.
    Analisis Kriteria Investasi 2.Break Even Point (BEP) BEP adalah titik pulang pokok dimana TR=TC. Terjadinya BEP tergantung pada lama arus penerimaan sebuah proyek dapat menutupi segala biaya operasi dan pemeliharaan serta biaya modal lainnya. Selama perusahaan masih berada di bawah BEP, selama itu perusahaan masih menderita kerugian. Semakin lama perusahaan mencapai BEP, semakin besar saldo rugi. Rumus: n n Dimana: TCi Bicp BEP = Break Even Point 1 BEP Tp i 1 i 1 Tp-1 = Tahun sebelum terdapat BEP 1 Bp TCi = Jumlah total cost yang telah didiskon Bicp-1 = Jumlah benefit yang telah didiskon sebelum BEP Bp = Jumlah benefit pada BEP Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar 122
  • 123.
    Analisis Kriteria Investasi DariTabel 2 dan Tabel 5, BEP dapat dihitung sbb: 57.966 52.745 BEP 8 8.118 BEP 8 0,6431 BEP = 8 tahun 7 bulan 22 hari. Dilihat dari jumlah produksi: Dimana: TR = p x q dan TC = a + bq a=fixed cost pada keadaaan BEP: TR = TC → p.q = a + bq b= biaya var per unit p.q – bq = a → q (p-b) = a p=harga per unit q = a/(p-b) q=jumlah produksi BEP(Q) = a/(p-b) BEP(RP) = a/(1 – b/p) → BEP dalam rupiah adalah dengan mengalikan dengan harga per unit produksi Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar 123
  • 124.
    Analisis Kriteria Investasi PV,I,C,B TR BEP TC 57.965 PBP I 32.712 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Tahun Grafik 1. BEP Pada grafik tsb terlihat keuntungan didapat setelah perusahaan mencapai BEP. Di bawah BEP kegiatan mengalami kerugian karena keuntungan yang diperoleh masih digunakan menutupi biaya yang dikeluarkan untuk pengadaan investasi dan biaya operasi. Jadi, pengembalian biaya modal dan biaya lain dicapai selama 8 th 7 bln dan 22 hr. PBP selama 5 th 5 bln 15 hr, pada saat TR=I sebesar Rp.32.712 dlm present value. Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar 124
  • 125.
    Analisis Kriteria Investasi CONTOHKASUS Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan thd sebuah gagasan usaha pembangunan perusahaan batu bata diperoleh data sbb: 1.a. Kebutuhan investasi - Bangunan utk tempat kerja ukuran 10x20 m x Rp 7.500,- Rp. 1.400.000,- - Bangunan kantor 5x4 m x Rp 10.000,- Rp. 200.000,- - Peralatan kantor Rp. 100.000,- - Bangunan/dapur pembakar 8x6 m x Rp 12.000,- Rp. 576.000,- - Peralatan pencetak dari kayu Rp. 20.000,- - Tanah lokasi usaha 500m2 dengan harga @ Rp 7.000,- Rp. 3.500.000,- b. Kebutuhan modal kerja Rp. 2.500.000,- Jumlah Rp. 8.296.000,- Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar 125
  • 126.
    Analisis Kriteria Investasi 2.Sumber dana direncanakan melalui kredit bank sebesar Rp 6.000.000,- dengan suku bunga 18% per tahun dan dimajemukkan setiap tahun selama 5 tahun. Sisa modal sebesar Rp 2.296.000,- merupakan modal sendiri. 3. Kapasitas produksi (full capacity) per tahun sebesar 100.000 unit yang dilakukan dalam 4 kali pembakaran dan setiap 1 kali pembakaran sebanyak 25.000 unit. Rencana produksi pada tahun pertama dan kedua sebesar 75% dan tahun ketiga sampai dengan tahun kelima sebesar 100%. 4. Biaya operasi dan pemeliharaan a. Biaya tidak tetap - Biaya bahan baku per unit produksi diterima di tempat usaha diperhitungkan sebesar Rp. 5,- - Biaya bahan pembantu per unit produksi diperkirakan sebesar Rp 3,- - Upah tenaga kerja langsung diperhitungkan per unit produksi Rp 6,- - Biaya bahan kayu bakar pd setiap pembakaran sebesar Rp80.000,- Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar 126
  • 127.
    Analisis Kriteria Investasi b. Biaya tetap - Gaji karyawan tetap 1 orang per bulan Rp 75.000,- - Biaya umum rata-rata per tahun Rp 30.000,- - Biaya penyusutan rata-rata per tahun diperhitungkan Rp 459.200,- - Nilai scrap value asset pada akhir tahun kelima Rp 4.500.000,- - Biaya perawatan per tahun rata-rata Rp 75.000,- 5. Harga jual hasil produksi sesuai dengan harga pasar Rp 65,- per unit dan pajak diperhitungkan sebesar 15% dari hasil net benefit. Berdasarkan pada kasus di atas, apakah gagasan usaha ini layak untuk dikembangkan bila dilihat dari NPV, IRR, dan Net B/C? Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar 127
  • 128.
    Analisis Kriteria Investasi Penyelesaian: • Cicilan pengembalian pokok pinjaman dan bunga bank dari jumlah pinjaman sebesar Rp 6.000.000,- 0,18 R 6.000 .000 Rp1.918 .670 {1 (1 0,18 ) 5 } • Jadwal pelunasan kredit terlihat pada tabel K.1, rekapitulas biaya operasi dan pemeliharaan pada tabel K.2, perhitungan NPV dapat dilihat pada tabel K.3, perhitungan IRR dan Net B/C terlihat pada tabel K.4. Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar 128
  • 129.
    Analisis Kriteria Investasi TabelK.1 Jadwal pengembalian Kredit Perusahaan Batu Bata (Rp Ribuan) Akhir Cicilan/Tahun Bunga (18%) P.Pokok Jumlah PPP Sisa Kredit Kwt Pinjaman 0 - - - - 6.000,00 1 1.918,67 1.080,00 838,67 838,67 5.161,33 2 1.918,67 929,04 989,63 1.828,30 4.171,70 3 1.918,67 750,91 1.167,76 2.996,06 3.003,94 4 1.918,67 540,71 1.377,96 4.374,03 1.625,97 5 1.918,67 292,68 1.625,99 6.000,02 0,00 Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar 129
  • 130.
    Analisis Kriteria Investasi TabelK.2 Rekapitulasi Biaya Operasi dan Biaya Pemeliharaan Perusahaan Batu Bata (Rp Ribuan) Tahun Jenis Biaya 1 2 3 4 5 A. Biaya Tdk Tetap 1.290,00 1.290,00 1.720,00 1.720,00 1.720,00 1. Bahan baku 375,00 375,00 500,00 500,00 500,00 2. Bahan Pembantu 225,00 225,00 300,00 300,00 300,00 3. Upah Tenega Kerja 450,00 450,00 600,00 600,00 600,00 4. Bahan Bakar Kayu 240,00 240,00 320,00 320,00 320,00 B. Biaya Tetap 1.464,20 1.464,20 1.464,20 1.464,20 1.464,20 5. Biaya gaji 900,00 900,00 900,00 900,00 900,00 6. Biaya Umum 30,00 30,00 30,00 30,00 30,00 7. Biaya Penyusutan 459,20 459,20 459,20 459,20 459,20 8. Biaya Perawatan 75,00 75,00 75,00 75,00 75,00 Total Biaya 2.754,20 2.754,20 3.184,20 3.184,20 3.184,20 Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar 130
  • 131.
    Analisis Kriteria Investasi TabelK.3 Persiapan Perhitungan NPV Perusahaan Batu Bata (Rp Ribuan) Tahun No. Uraian 0 1 2 3 4 5 1. Pendapatan a. Hasil Usaha - 4.875,00 4.875,00 6.500,00 6.500,00 6.500,00 b. Salvage Value - - - - - 4.500,00 Gross Benefit - 4.875,00 4.875,00 6.500,00 6.500,00 11.000,00 2. Investasi Awal 2.296,00 - - - - - 3. Operating Cost - 2.754,20 2.754,20 3.184,20 3.184,20 3.184,20 Kredit Bank a. Pokok pinjaman - 838,67 989,63 1.167,76 1.377,96 1.625,99 b. Bunga bank - 1.080,00 929,04 750,91 540,71 292,68 Total Cost 2.296,00 4.672,87 4.672,87 5.102,87 5.102,87 5.102,87 4. Net Benefit -2.296,00 202,13 202,13 1.397,13 1.397,13 5.897,13 5. Pajak 15% - 30,22 30,32 209,57 209,57 884,57 6. Net Benefit -2.296,00 171,81 171,81 1.187,56 1.187,56 5.012,56 7. DF 18% 1,0000 0,8475 0,7182 0,6086 0,5158 0,4371 Present Value (PV) -2.296,00 145,60 123,39 722,79 612,53 2.191,04 NPV = Total PV 1.499,35 Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar 131
  • 132.
    Analisis Kriteria Investasi TabelK.4 Persiapan Perhitungan IRR dan Net B/C Tahun Net benefit D.F Present Value D.F Present (Rp 000) 18% (Rp 000) 34% Kredit (Rp 000) 0 -2.296,00 1,0000 -2.296,00 1,0000 -2.296,00 1 171,81 0,8475 145,60 0,7463 128,72 2 171,81 0,7182 123,39 0,5569 95,68 3 1.187,56 0,6986 722,79 0,6156 493,56 4 1.187,56 0,5158 612,53 0,3102 368,33 5 5.012,56 0,4371 2.191,04 0,2315 1.160,21 NPV 1.499,35 -50,00 Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar 132
  • 133.
    Analisis Kriteria Investasi 1.499,35 IRR 0,18 ( )(0,34 0,18) 1.499,35 50,00 IRR 0,3348 33,48% n N Bi ( ) i 1 NetB / C n N Bi ( ) i 1 3.795,35 NetB / C 1,65 2.296,00 Berdasarkan pada hasil perhitungan, proyek ini layak untuk dikerjakan karena: NPV > 0, IRR > D.F dan Net B/C > 1 Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar 133
  • 134.
    PEMILIHAN KEGIATAN USAHA/PROYEK DENGANANALISIS KRITERIA INVESTASI Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar 134
  • 135.
    Pemilihan Kegiatan usaha/Proyekdengan Analisis Kriteria Investasi Pendahuluan Pemilihan proyek perlu dilakukan karena terbatasnya dana, waktu, dan tenaga dalam mengerjakan suatu proyek. Pemilihan dilakukan agar proyek yang dipilih benar-benar memberikan manfaat maksimum dari peluang yang tersedia dalam batas-batas kemampuan investasi. Analisis kriteria investasi dapat dilakukan dengan: 1.Mutually exclusive alternative project 2.Cross over discount rate analysis. Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar 135
  • 136.
    Pemilihan Kegiatan usaha/Proyekdengan Analisis Kriteria Investasi Mutually exclusive alternative project Mutually exclusive alternative project adalah memilih salah satu alternatif dari beberapa alternatif karena tidak mungkin melakukan beberapa proyek dalam waktu bersamaan karena terbatasnya dana, waktu, maupun tenaga yang diperlukan. Apabila hasil kriteria investasi tidak konsisten di antara kegiatan usaha, perlu dipertimbangkan beberapa faktor, a.l. jumlah investasi dan jangka waktu pengembalian proyek. Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar 136
  • 137.
    Pemilihan Kegiatan usaha/Proyekdengan Analisis Kriteria Investasi Tabel 1. Cash Out Flows dan Cash In Flows proyek A, B, dan C Thn Proyek A Proyek B Proyek C TC Benefit TC Benefit TC Benefit 0 750 0 400 0 200 0 1 400 400 275 275 285 155 2 360 375 80 250 40 160 3 210 500 80 250 40 170 4 220 500 80 250 40 170 5 230 600 100 300 45 180 6 340 600 100 300 45 180 7 250 600 100 300 45 180 8 250 600 100 350 45 190 9 250 600 100 350 45 190 10 250 600 100 350 45 190 Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar 137 3150 5425 1515 2975 875 1765
  • 138.
    Pemilihan Kegiatan usaha/Proyekdengan Analisis Kriteria Investasi Hasil perhitungan kriteria investasi dari proyek A, B, dan C seperti terlihat pada tabel 2 berikut: Tabel 2. NPV, IRR, dan Net Benefit Cost Ratio Proyek A,B, dan C No Nama NPV IRR (%) Net Benefit Proyek (Rp juta) Cost Ratio 1 Proyek A 296,03 26,11 1,39 2 Proyek B 256,25 30,06 1,58 3 Proyek C 172,56 30,56 1,39 Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar 138
  • 139.
    Pemilihan Kegiatan usaha/Proyekdengan Analisis Kriteria Investasi Dari NPV, proyek A lebih baik dari proyek B dan C. Dari IRR, proyek C lebih baik dari proyek A dan B. Dari NBCR, proyek B lebih baik dari A dan C. Perlu melihat aspek lainnya: jumlah investasi, umur ekonomis proyek, jangka waktu pengembalian investasi (pay back period), lokasi proyek, lingkungan masyarakat sekitar, adat istiadat setempat, dan prospek pengembangan usaha di masa datang. Misal, jumlah investasi proyek A Rp 1.100 juta, proyek B Rp 595 juta, dan proyek C Rp 450 juta sedangkan dana yang tersedia pada investor Rp 1.100 juta, maka meski dapat membiayai proyek A, investor lebih baik memilih proyek B yang menghasilkan NPV Rp 256,25 juta dan IRR sebesar 30,06%. Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar 139
  • 140.
    Pemilihan Kegiatan usaha/Proyekdengan Analisis Kriteria Investasi Kriteria lain adalah dengan melihat Pay back period, yaitu jangka waktu pengembalian investasi. Semakin cepat proyek tersebut dapat mengembalikan investasi, semakin baik karena investasi yang telah dikembalikan dapat digunakan untuk proyek lain yang dapat menghasilkan benefit baru bagi perusahaan. Pembangunan konstruksi proyek juga harus diperhatikan. Semakin lama pembangunan konstruksi, semakin lama untuk mendapatkan benefit. Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar 140
  • 141.
    Pemilihan Kegiatan usaha/Proyekdengan Analisis Kriteria Investasi Cross Over Discount Rate Analysis (CODR) CODR adalah salah satu peralatan analisis yang digunakan dalam pemilihan proyek apabila social opportunity cost (SOCR) sebagai discount factor sulit untuk diketahui (karena seringnya perubahan tingkat bunga atau karena pengaruh ekonomi secara keseluruhan). Dari NPV dengan berbagai discount rate yang digunakan, ternyata jumlah investasi yang relatif besar tidak selalu memberikan benefit yang besar, tetapi tergantung pada biaya operasi dan pemeliharaan, serta benefit kotor yang diberikan proyek tersebut. Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar 141
  • 142.
    Pemilihan Kegiatan usaha/Proyekdengan Analisis Kriteria Investasi Dengan mengetahui discount rate pada titik CODR dapat dipilih proyek mana yang lebih baik untuk dikerjakan, yi. tergantung pada NPV dari proyek pada SOCC yang digunakan. Contoh: Perhatikan tabel 3 berisi perkiraan total cost, benefit, dan net benefit, dari proyek A dan B. Besarnya net present value dari proyek A dan B berdasarkan pada beberapa discount rate dapat dilihat pada tabel 4. Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar 142
  • 143.
    Pemilihan Kegiatan usaha/Proyekdengan Analisis Kriteria Investasi Tabel 3. Total Cost, Benefit, dan Net Benefit Proyek A dan B Thn Total Cost Benefit Net Benefit A B A B A B 0 0.0 0.00 0.00 0.00 -35.00 -30.00 1 22.00 26.00 22.00 26.00 -15.00 -20.00 2 28.00 10.00 28.00 25.00 -20.00 15.00 3 10.00 11.00 32.00 28.00 22.00 17.00 4 10.00 12.00 34.00 30.00 24.00 18.00 5 10.00 12.00 37.00 32.00 27.00 20.00 6 12.00 14.00 41.00 37.00 29.00 23.00 7 12.00 14.00 44.00 39.00 32.00 25.00 8 13.00 11.00 48.00 39.00 35.00 28.00 9 13.00 11.00 52.00 42.00 39.00 31.00 10 13.00 11.00 56.00 45.00 43.00 34.00 Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar 143 143.00 132.00 394.00 343.00 191.00 161.00
  • 144.
    Pemilihan Kegiatan usaha/Proyekdengan Analisis Kriteria Investasi Dari perhitungan, NPV pada berbagai discount rate pada masing-masing proyek tidak proporsional. Proyek B (NPV Rp 41,08 juta) lebih elastis dibanding proyek A (NPV Rp 43,73 juta). Pada tk discount rate 25%, NPV proyek A lebih kecil dari proyek B. Apabila social opportunity cost of capital (SOCC) yang berlaku di masyarakat lebih besar dari tingkat CODR pilihan terhadap proyek B lebih menguntungkan dari proyek A. Sebaliknya apabila SOCC yang digunakan lebih kecil dari CODR berarti pilihan terhadap proyek A akan lebih menguntungkan. Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar 144
  • 145.
    Pemilihan Kegiatan usaha/Proyekdengan Analisis Kriteria Investasi Discount Proyek A Proyek B Tabel 4. Nilai Rate Present Value 15% 43,73 41,08 dari Proyek A dan B pada 18% NPV1 29,79 NPV 1 29,50 Berbagai Discount Factor 21% NPV2 18,49 NPV2 20,06 25% 6,58 10,01 30% -4,57 0,49 Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar 145
  • 146.
    Pemilihan Kegiatan usaha/Proyekdengan Analisis Kriteria Investasi Slope dari NPV yang menggunakan bermacam-macam discount rate apabila digambarkan dalam sebuah kurva adalah berbentuk cekung. Proyek A lebih elastis daripada Proyek B, dengan demikian titik perpotongan antara NPV Proyek A dengan NPV Proyek B adalah titik keseimbangan antara nilai NPV proyek A dan Proyek B pada discount rate tertentu. ( NPVB1 NPV A1 ) CODR i1 NPV A1 NPV A 2 NPVB1 NPVB 2 ( ) ( ) i1 i2 i1 i2 Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar 146
  • 147.
    Pemilihan Kegiatan usaha/Proyekdengan Analisis Kriteria Investasi ( NPVB1 NPV A1 ) CODR i1 NPV A1 NPV A 2 NPVB1 NPVB 2 ( ) ( ) i1 i2 i1 i2 (29,50 29,79) CODR 0,18 29,79 18,49) 29,50 20,06 ( ) ( ) 0,18 0,21 0,18 0,21 CODR 0,1847 18,47% Nilai NPV pada titik perpotongan: NPVA1 NPV A 2 NPVE (iCODR i1 ) ( NPVA1 ) i1 i2 29,79 18,49 NPVE (0,19 0,18) 29,75 0,18 0,21 NPVE Rp.25,98( juta) Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar 147
  • 148.
    Pemilihan Kegiatan usaha/Proyekdengan Analisis Kriteria Investasi Berdasarkan pd hasil perhitungan, CODR adalah seperti pada grafik Berikut. NPV 191 SOCC yang berlaku di masy. Berada Proyek A Di atas CODR (18,47%), berarti 161 Proyek B lebih menguntungkan. Sebaliknya, apabila SOCC lebih kecil dari CODR, pilihan thd Proyek A mem- berikan NPV lebih besar CODR daripada Proyek B. 25,98 Proyek B 18,47% Krisdinar Sumadja-Faperta Unbar 148