GANGGUAN
SISTEM PERNAFASAN BAWAH
TBC
KELOMPOK 7
PENGERTIAN TBC

Tuberculosis (TB) adalah penyakit infeksi
menular
yang
disebabkan
oleh
Mycrobakterium tuberculosis. Kuman batang
aerobic dan tahan asam ini, dapat merupakan
mikroorganisme pathogen maupun saprofit.
Ada beberapa mikrobakteri pathogen, tapi
hanya strain bovin dan manusia yang
patogenik terhadap manusia. Basil tuberkel ini
berukuran 0,3 x 2 sampai 4mm, ukuran ini
lebih kecil dari sel darah merah.
ETIOLOGI

 Mereka yang kontak dekat dengan seseorang yang
mempunyai TB aktif.
 Individu imunolosupresif (termasuk lansia, pasien dengan
kanker, mereka yang dalam terapi kortokosteroid, atau
mereka yang terinfeksi dengan HIV).
 Setiap individu tanpa perawatan kesehatan yang adekuat
(tunawisma; tahanan; etnik dan ras minoritas, terutama
anak-anak dibawah usia 15tahun dan dewasa muda antara
yang berusia 15 sampai 44tahun).
 Imigran dari Negara dengan insiden TB yang tinggi (asia
tenggara, amerika, amerika latin, dan karibia).
 Individu yang tinggal diperumahan substandard kumuh.
 Petugas kesehatan.
 Resiko tertular toberkulosis juga tergantung pada
banyaknya organism yang terdapat diudara.
DAMPAK TERHADAP PADA SISTEM TUBUH

• Bronkitis
Bronkitis adalah suatu peradangan pada
bronkus (saluran udara keparu-paru.
• System pernafasan
Sesak nafas yang ringan dan berkurangnya
kemampuan untuk melakukan gerak badan
• System pencernaan
Menganggu system pencernaan.
PATOFISIOLOG
I

• System imun tubuh berespon dengan melakukan reaksi
inflamasi. Fagosit (neutrofil dan makrofag) menelan banyak
bakteri; limfosit spesifik-tuberkulosis melisis (menghancurkan)
basil dan jaringan normal. Reaksi jaringan ini mengakibatkan
penumpukan
eksudat
dalam
alveoli,
menyebabkan
bronkopneumonia. Infeksi awal biasanya terjadi 2 sampai 10
minggu setelah pemajanan.

• Massa jaringan paru, uang disebut granulomas, yang merupakan
gumpalan basil yang masih hidup dan yang sudah mati,
dikelilingi oleh makrofag yang membentuk dinding protektif.
Granulomas diubah menjadi massa jaringan fibrosa. Bagian
sentral dari massa fibrosa ini disebut tuberkel Ghon. Bahan
(bakteri dan makrofag) menjadi nekrotik, membentuk massa
seperti keju. Massa ini dapat mengalami klasifikasi, membentuk
skar kolagenosa. Bakteri menjadi dorman, tanpa perkembangan
penyakit aktif.
TANDA & GEJALA
•
•
•
•
•
•
•

Batuk
Batuk darah.
Sesak napas.
Nyeri dada
Gejala sistemik, meliputi:
Demam
Gejala sistemik lain.

• Gejala klinis Haemoptoe:
Kita harus memastikan bahwa perdarahan dari nasofaring dengan
cara membedakan ciri – ciri sebagai berikut :
 Batuk darah.
 Muntah darah.
 Epistaksis.
PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK
 Pemeriksaan Laboratorium
 Kultur Sputum : Positif untuk Mycobacterium
tuberculosis pada tahap aktif penyakit.
 Ziehl-Neelsen (pemakaian asam cepat pada gelas kaca
untuk usapan cairan darah) : Positif untuk basil asamcepat.
 Anemia bila penyakit berjalan menahun .
 Leukosit ringan dengan predominasi limfosit .
 LED meningkat terutama pada fase akut umumnya nilai
tersebut kembali normal pada tahap penyembuhan.
 GDA : mungkin abnormal, tergantung lokasi, berat dan
sisa kerusakan paru.
 Radiologi
 Pemeriksaan fungsi paru
KOMPLIKASI
• Hemoptisis berat (perdarahan dari saluran napas
bawah) yang dapat mengakibatkan kematian karena
syok hipovolemik atau karena tersumbatnya jalan
napas.
• Atelektasis (paru mengembang kurang sempurna)
atau kolaps dari lobus akibat retraksi bronchial.
• Bronkiektasis (pelebaran broncus setempat) dan
fibrosis (pembentukan jaringan ikat pada proses
pemulihan atau reaktif) pada paru.
• Penyebaran infeksi ke organ lain seperti otak, tulang,
persendian, dan ginjal.
THANK YOU

Tbc

  • 1.
  • 2.
    PENGERTIAN TBC Tuberculosis (TB)adalah penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh Mycrobakterium tuberculosis. Kuman batang aerobic dan tahan asam ini, dapat merupakan mikroorganisme pathogen maupun saprofit. Ada beberapa mikrobakteri pathogen, tapi hanya strain bovin dan manusia yang patogenik terhadap manusia. Basil tuberkel ini berukuran 0,3 x 2 sampai 4mm, ukuran ini lebih kecil dari sel darah merah.
  • 3.
    ETIOLOGI  Mereka yangkontak dekat dengan seseorang yang mempunyai TB aktif.  Individu imunolosupresif (termasuk lansia, pasien dengan kanker, mereka yang dalam terapi kortokosteroid, atau mereka yang terinfeksi dengan HIV).  Setiap individu tanpa perawatan kesehatan yang adekuat (tunawisma; tahanan; etnik dan ras minoritas, terutama anak-anak dibawah usia 15tahun dan dewasa muda antara yang berusia 15 sampai 44tahun).  Imigran dari Negara dengan insiden TB yang tinggi (asia tenggara, amerika, amerika latin, dan karibia).  Individu yang tinggal diperumahan substandard kumuh.  Petugas kesehatan.  Resiko tertular toberkulosis juga tergantung pada banyaknya organism yang terdapat diudara.
  • 4.
    DAMPAK TERHADAP PADASISTEM TUBUH • Bronkitis Bronkitis adalah suatu peradangan pada bronkus (saluran udara keparu-paru. • System pernafasan Sesak nafas yang ringan dan berkurangnya kemampuan untuk melakukan gerak badan • System pencernaan Menganggu system pencernaan.
  • 5.
    PATOFISIOLOG I • System imuntubuh berespon dengan melakukan reaksi inflamasi. Fagosit (neutrofil dan makrofag) menelan banyak bakteri; limfosit spesifik-tuberkulosis melisis (menghancurkan) basil dan jaringan normal. Reaksi jaringan ini mengakibatkan penumpukan eksudat dalam alveoli, menyebabkan bronkopneumonia. Infeksi awal biasanya terjadi 2 sampai 10 minggu setelah pemajanan. • Massa jaringan paru, uang disebut granulomas, yang merupakan gumpalan basil yang masih hidup dan yang sudah mati, dikelilingi oleh makrofag yang membentuk dinding protektif. Granulomas diubah menjadi massa jaringan fibrosa. Bagian sentral dari massa fibrosa ini disebut tuberkel Ghon. Bahan (bakteri dan makrofag) menjadi nekrotik, membentuk massa seperti keju. Massa ini dapat mengalami klasifikasi, membentuk skar kolagenosa. Bakteri menjadi dorman, tanpa perkembangan penyakit aktif.
  • 6.
    TANDA & GEJALA • • • • • • • Batuk Batukdarah. Sesak napas. Nyeri dada Gejala sistemik, meliputi: Demam Gejala sistemik lain. • Gejala klinis Haemoptoe: Kita harus memastikan bahwa perdarahan dari nasofaring dengan cara membedakan ciri – ciri sebagai berikut :  Batuk darah.  Muntah darah.  Epistaksis.
  • 7.
    PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK  PemeriksaanLaboratorium  Kultur Sputum : Positif untuk Mycobacterium tuberculosis pada tahap aktif penyakit.  Ziehl-Neelsen (pemakaian asam cepat pada gelas kaca untuk usapan cairan darah) : Positif untuk basil asamcepat.  Anemia bila penyakit berjalan menahun .  Leukosit ringan dengan predominasi limfosit .  LED meningkat terutama pada fase akut umumnya nilai tersebut kembali normal pada tahap penyembuhan.  GDA : mungkin abnormal, tergantung lokasi, berat dan sisa kerusakan paru.  Radiologi  Pemeriksaan fungsi paru
  • 8.
    KOMPLIKASI • Hemoptisis berat(perdarahan dari saluran napas bawah) yang dapat mengakibatkan kematian karena syok hipovolemik atau karena tersumbatnya jalan napas. • Atelektasis (paru mengembang kurang sempurna) atau kolaps dari lobus akibat retraksi bronchial. • Bronkiektasis (pelebaran broncus setempat) dan fibrosis (pembentukan jaringan ikat pada proses pemulihan atau reaktif) pada paru. • Penyebaran infeksi ke organ lain seperti otak, tulang, persendian, dan ginjal.
  • 9.