TB Paru dengan Gagal Ginjal




            Nur Fadillah
            2012000165

      PROGRAM PROFESI APOTEKER
          FAKULTAS FARMASI
        UNIVERSITAS PANCASILA
              JAKARTA
                 2012
TB Paru dengan Gagal Ginjal ???

•  TB adalah Penyakit menular langsung yang disebabkan oleh kuman
   Mycobacterium Tuberculosis.
• Berdasarkan organ tubuh yang terkena TB terbagi menjadi 2
   kategori :
1. TB paru (TB Pulmonal) TB yang menyerang jaringan (parenkim)
   paru. Tidak termasuk pleura (selaput paru) dan kelenjar pada hilus.
2. TB ekstra paru (TB Ekstrapulmonal) TB yang menyerang organ
   tubuh lain selain paru, misalnya pleura, selaput otak, selaput jantung
   (pericardium), kelenjar lymfe, tulang, persendian, kulit, usus, ginjal,
   saluran kencing, alat kelamin, dan lain-lain.
• Gagal Ginjal adalah kondisi ketika ginjal tidak lagi berfungsi cukup
   untuk mempertahankan keadaan normal kesehatan.
• TB yang menyerang ginjal dapat disebut dengan Renal
   Tuberculosis
Mengapa terjadi Renal
           Tuberculosis ???
• Ginjal terinfeksi oleh penyebaran hematogen basil M.tuberculosa dari
infeksi pusat di paru-paru

• Lesi TB yang terjadi di paru-paru memiliki kemungkinan untuk dapat
masuk ke sistem vaskular oleh erosi dari dinding vena, biasanya
pembuluh darah, maka dapat terjadi emboli yang mengandung bakteri
sehingga dapat disebarkan ke seluruh tubuh, termasuk ginjal.

• Tuberkulosis dapat menyebabkan gagal ginjal oleh dua mekanisme yang
melibatkan infeksi intrinsik dalam parenkim ginjal atau obstruktif
uropati.
Gejala
•   Anoreksia
•   Berat badan menurun
•   Demam yang bersifat intermiten
•   Urinasi yang rendah
•   Pasien juga dapat mengalami hematuria
•   Pemeriksaan uji kulit Mantoux adalah positif
•   Pemeriksaan urine menunjukkan Pyuria.
•   Pemeriksaan nilai GFR kurang dari 40ml/menit (normal
    85-135 ml/menit)
Bagaimana terjadi Renal
           Tuberculosis ???
Infeksi Parenkim
                                Inflamasi                   Pembentukan
     Ginjal                                                Nekrosis Caseous


                   Insufisiensi vaskular              Kerusakan jaringan
                       dari papila                      Medula Ginjal
Nekrosis papiler

                                           Menyebar ke
                                           pelvis ginjal




                                            Kerusakan
                                              Ginjal
Hasil Pemeriksaan
                Foto Toraks (1)




Radiografi dada anteroposterior tiba-            Radiografi perut berikutnya
tiba mengungkapkan lesi cavitary di     mengungkapkan kalsifikasi di wilayah ginjal
  paru-paru kiri atas dan kalsifikasi    kiri (panah     ) dan kalsifikasi tubular di
         besar di perut kiri.                   wilayah ureter kiri (panah ).
Hasil Pemeriksaan
                  Foto Toraks (2)




  Hasil CT Scan menunjukkan lesi paru        Sebuah ginjal kiri padat kalsifikasi,
 cavitary dalam segmen posterior kiri atas          atrofi juga terlihat.
lobus dan dikaitkan dengan kelenjar getah
 bening yang membesar tepat paratrakeal
           dengan pusat nekrosis
Pengobatan Renal
            Tuberculosis..
• Pemilihan OAT seperti Isoniasid (H), Rifampisin (R) dan
  Pirasinamid (Z) untuk pasien dengan gagal ginjal
  dianjurkan, karena ketiga obat tersebut dapat di ekskresi
  melalui empedu dan dapat dicerna menjadi senyawa-
  senyawa yang tidak toksik. OAT jenis ini dapat diberikan
  dengan dosis standar pada pasien-pasien dengan
  gangguan ginjal.
• Sedangkan Streptomisin dan Etambutol diekskresi
  melalui ginjal, oleh karena itu harus di hindari
  penggunaannya pada pasien dengan gangguan ginjal.
  Apabila fasilitas pemantauan faal ginjal tersedia,
  Etambutol dan Streptomisin tetap dapat diberikan
  dengan dosis yang sesuai faal ginjal.
Pengobatan (Lanjt.)
• Paduan OAT yang paling aman untuk
  pasien dengan gagal ginjal adalah
  2HRZ/4HR.
• 2HRZ artinya pada fase intensif digunakan
  INH, Rifampisin dan Piransinamid, setiap
  hari selama 2 bulan.
• 4HR pada fase lanjutan : INH dan
  Rifampisin diberikan masing-masing 3 kali
  seminggu selama 4 bulan.
Dosis yang direkomendasikan

                        Dosis yang direkomendasikan (mg/kg)                 Dosis yang direkomendasikan
                        Untuk Dewasa dengan Ginjal Normal                             (mg/kg)
   Nama Obat                                                                Untuk Dewasa dengan Gagal
                                                                                       Ginjal
                        Harian         Maksimum          3 x seminggu          Harian     3 x seminggu *
 Isoniazid (H)          5 mg            300 mg               10 mg             300 mg        900 mg
 Rifampisin (R)        10 mg            600 mg               10 mg                -              -
 Pirazinamid (Z)       25 mg           2500 mg               35 mg                -          25 mg/kg
 Streptomisin(S)       15 mg         750-1000 mg               -                  -        12–15 mg/kg
 Etambutol (E)       15 – 25 mg        1800 mg               30 mg                -        15–25 mg/kg


 * Francis J. Curry National Tuberculosis Center and California Department of Public
 Health, 2009: Tuberculosis Drug Information Guide.
Hemodialisis
• Hemodialisis : Pengobatan yang paling sering digunakan
  untuk pasien gagal ginjal. Pasien mengalami dialisis tiga
  kali seminggu. Dialisis menggantikan tiga fungsi ginjal
  manusia yakni :
  1. Membersihkan darah dengan membuang produk -
  produk berbahaya.
  2. Membuang ekses cairan.
  3. Menyeimbangkan elektrolit.
• Transplantasi Ginjal (cangkok ginjal)
Kesimpulan
• Penyakit TB tidak hanya menyerang organ paru-paru,
  namun juga dapat menyerang organ lain seperti selaput
  otak, selaput jantung, persendian, kulit, usus, ginjal,dan
  saluran kemih.
• Pasien TB dengan riwayat ginjal yang bermasalah dapat
  menyebabkan komplikasi berupa Renal Tuberculosis
  (tuberkulosis ginjal).
• Untuk memastikan pasien TB dengan fungsi ginjal yang
  abnormal perlu dilakukan pemeriksaan foto toraks dan
  perlu pengobatan dengan dosis yang tepat sesuai
  dengan fungsi ginjalnya.
• Paduan OAT yang aman untuk pasien TB dengan
  gangguan fungsi ginjal adalah 2HRZ/4HR.
Daftar Pustaka
Agber MI., Rovels. 2009. Treatment of Tuberculosis Guidelines Fourth Edition 2009. Di akses pada 8
   Desember 2012.
   http://www.scribd.com/doc/40146495/Tuberkulosis-Pedoman-Penanganan-WHO-2009-2010

Eastwood., John B. Catherine M. Corbishley, And John M. Grange. 2001. Tuberculosis and the
    Kidney. J Am Soc Nephrol 12: 1307–1314.

Eng Yee Teo, and Tze Chao Wee,.2011. Renal Tuberculosis. The New England Journal of Medicine
    365 ; 12.

Francis J. Curry National Tuberculosis Center and California Department of Public
Health, 2009: Tuberculosis Drug Information Guide.

Mary Baradero. 2008. Klien Gangguan Ginjal. EGC : Jakarta

_____. 2009. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 364/Menkes/Sk/V/2009
   Pedoman Penanggulangan Tuberkulosis (TB).
TB Paru dan Gagal Ginjal

TB Paru dan Gagal Ginjal

  • 1.
    TB Paru denganGagal Ginjal Nur Fadillah 2012000165 PROGRAM PROFESI APOTEKER FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS PANCASILA JAKARTA 2012
  • 2.
    TB Paru denganGagal Ginjal ??? • TB adalah Penyakit menular langsung yang disebabkan oleh kuman Mycobacterium Tuberculosis. • Berdasarkan organ tubuh yang terkena TB terbagi menjadi 2 kategori : 1. TB paru (TB Pulmonal) TB yang menyerang jaringan (parenkim) paru. Tidak termasuk pleura (selaput paru) dan kelenjar pada hilus. 2. TB ekstra paru (TB Ekstrapulmonal) TB yang menyerang organ tubuh lain selain paru, misalnya pleura, selaput otak, selaput jantung (pericardium), kelenjar lymfe, tulang, persendian, kulit, usus, ginjal, saluran kencing, alat kelamin, dan lain-lain. • Gagal Ginjal adalah kondisi ketika ginjal tidak lagi berfungsi cukup untuk mempertahankan keadaan normal kesehatan. • TB yang menyerang ginjal dapat disebut dengan Renal Tuberculosis
  • 3.
    Mengapa terjadi Renal Tuberculosis ??? • Ginjal terinfeksi oleh penyebaran hematogen basil M.tuberculosa dari infeksi pusat di paru-paru • Lesi TB yang terjadi di paru-paru memiliki kemungkinan untuk dapat masuk ke sistem vaskular oleh erosi dari dinding vena, biasanya pembuluh darah, maka dapat terjadi emboli yang mengandung bakteri sehingga dapat disebarkan ke seluruh tubuh, termasuk ginjal. • Tuberkulosis dapat menyebabkan gagal ginjal oleh dua mekanisme yang melibatkan infeksi intrinsik dalam parenkim ginjal atau obstruktif uropati.
  • 4.
    Gejala • Anoreksia • Berat badan menurun • Demam yang bersifat intermiten • Urinasi yang rendah • Pasien juga dapat mengalami hematuria • Pemeriksaan uji kulit Mantoux adalah positif • Pemeriksaan urine menunjukkan Pyuria. • Pemeriksaan nilai GFR kurang dari 40ml/menit (normal 85-135 ml/menit)
  • 5.
    Bagaimana terjadi Renal Tuberculosis ??? Infeksi Parenkim Inflamasi Pembentukan Ginjal Nekrosis Caseous Insufisiensi vaskular Kerusakan jaringan dari papila Medula Ginjal Nekrosis papiler Menyebar ke pelvis ginjal Kerusakan Ginjal
  • 6.
    Hasil Pemeriksaan Foto Toraks (1) Radiografi dada anteroposterior tiba- Radiografi perut berikutnya tiba mengungkapkan lesi cavitary di mengungkapkan kalsifikasi di wilayah ginjal paru-paru kiri atas dan kalsifikasi kiri (panah ) dan kalsifikasi tubular di besar di perut kiri. wilayah ureter kiri (panah ).
  • 7.
    Hasil Pemeriksaan Foto Toraks (2) Hasil CT Scan menunjukkan lesi paru Sebuah ginjal kiri padat kalsifikasi, cavitary dalam segmen posterior kiri atas atrofi juga terlihat. lobus dan dikaitkan dengan kelenjar getah bening yang membesar tepat paratrakeal dengan pusat nekrosis
  • 8.
    Pengobatan Renal Tuberculosis.. • Pemilihan OAT seperti Isoniasid (H), Rifampisin (R) dan Pirasinamid (Z) untuk pasien dengan gagal ginjal dianjurkan, karena ketiga obat tersebut dapat di ekskresi melalui empedu dan dapat dicerna menjadi senyawa- senyawa yang tidak toksik. OAT jenis ini dapat diberikan dengan dosis standar pada pasien-pasien dengan gangguan ginjal. • Sedangkan Streptomisin dan Etambutol diekskresi melalui ginjal, oleh karena itu harus di hindari penggunaannya pada pasien dengan gangguan ginjal. Apabila fasilitas pemantauan faal ginjal tersedia, Etambutol dan Streptomisin tetap dapat diberikan dengan dosis yang sesuai faal ginjal.
  • 9.
    Pengobatan (Lanjt.) • PaduanOAT yang paling aman untuk pasien dengan gagal ginjal adalah 2HRZ/4HR. • 2HRZ artinya pada fase intensif digunakan INH, Rifampisin dan Piransinamid, setiap hari selama 2 bulan. • 4HR pada fase lanjutan : INH dan Rifampisin diberikan masing-masing 3 kali seminggu selama 4 bulan.
  • 10.
    Dosis yang direkomendasikan Dosis yang direkomendasikan (mg/kg) Dosis yang direkomendasikan Untuk Dewasa dengan Ginjal Normal (mg/kg) Nama Obat Untuk Dewasa dengan Gagal Ginjal Harian Maksimum 3 x seminggu Harian 3 x seminggu * Isoniazid (H) 5 mg 300 mg 10 mg 300 mg 900 mg Rifampisin (R) 10 mg 600 mg 10 mg - - Pirazinamid (Z) 25 mg 2500 mg 35 mg - 25 mg/kg Streptomisin(S) 15 mg 750-1000 mg - - 12–15 mg/kg Etambutol (E) 15 – 25 mg 1800 mg 30 mg - 15–25 mg/kg * Francis J. Curry National Tuberculosis Center and California Department of Public Health, 2009: Tuberculosis Drug Information Guide.
  • 11.
    Hemodialisis • Hemodialisis :Pengobatan yang paling sering digunakan untuk pasien gagal ginjal. Pasien mengalami dialisis tiga kali seminggu. Dialisis menggantikan tiga fungsi ginjal manusia yakni : 1. Membersihkan darah dengan membuang produk - produk berbahaya. 2. Membuang ekses cairan. 3. Menyeimbangkan elektrolit. • Transplantasi Ginjal (cangkok ginjal)
  • 12.
    Kesimpulan • Penyakit TBtidak hanya menyerang organ paru-paru, namun juga dapat menyerang organ lain seperti selaput otak, selaput jantung, persendian, kulit, usus, ginjal,dan saluran kemih. • Pasien TB dengan riwayat ginjal yang bermasalah dapat menyebabkan komplikasi berupa Renal Tuberculosis (tuberkulosis ginjal). • Untuk memastikan pasien TB dengan fungsi ginjal yang abnormal perlu dilakukan pemeriksaan foto toraks dan perlu pengobatan dengan dosis yang tepat sesuai dengan fungsi ginjalnya. • Paduan OAT yang aman untuk pasien TB dengan gangguan fungsi ginjal adalah 2HRZ/4HR.
  • 13.
    Daftar Pustaka Agber MI.,Rovels. 2009. Treatment of Tuberculosis Guidelines Fourth Edition 2009. Di akses pada 8 Desember 2012. http://www.scribd.com/doc/40146495/Tuberkulosis-Pedoman-Penanganan-WHO-2009-2010 Eastwood., John B. Catherine M. Corbishley, And John M. Grange. 2001. Tuberculosis and the Kidney. J Am Soc Nephrol 12: 1307–1314. Eng Yee Teo, and Tze Chao Wee,.2011. Renal Tuberculosis. The New England Journal of Medicine 365 ; 12. Francis J. Curry National Tuberculosis Center and California Department of Public Health, 2009: Tuberculosis Drug Information Guide. Mary Baradero. 2008. Klien Gangguan Ginjal. EGC : Jakarta _____. 2009. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 364/Menkes/Sk/V/2009 Pedoman Penanggulangan Tuberkulosis (TB).