SlideShare a Scribd company logo
1 of 18
Disusun oleh :
1. Rio kencono 2015-03-047
2. Dily antok 2015-03-
3. Herry 2015-03-
4. Dendi 2015-03-
5. Nur ramawati 2015-03-026
6. Siti maulida 2015-03-035
7. Rachma nadhila sudiyono 2015-03-036
8. Lestari adhi w 2015-03-042
suatu alat manajemen baru yang digunakan
untuk mengganti Total Quality
Management (TQM), sangat terfokus
terhadap pengendalian kualitas dengan
mendalami sistem produksi perusahaan
secara keseluruhan.
 Metode six sigma adalah suatu pendekatan
menejemen untuk memperbaiki hasil produk,
servis, dan proses dengan cara mengurangi
kesalahan secara terus-menerus.
 Six sigma pertama kali diperkenalkan oleh
motorola pada tahun 1987 dengan target
kecacatan 3,4 ppm.
TQM 6 Sigma
Kurangnya Integrasi : dalam Total Quality Management, kualitas
tidak cukup berhubungan dengan strategi dan kinerja. Sebuah tim
yang bertanggung jawab untuk perbaikan kualitas bersifat otonom
dan terpisah, baik dari manajer serta dari eksekutif.
Integrasi Tinggi, pada Six Sigma, proses perbaikan dan pengukuran
dipandang sebagai tanggung jawab sehari-hari semua karyawan,
dan semua manajer operasional dan eksekutif pada proses bisnis.
Konsep ini memungkinkan bahwa kualitas dan biaya, serta
hubungan antar individu, menjadi bagian tak terpisahkan dari
pekerjaan masing-masing karyawan.
Kepemimpinan yang apatis : pemimpin berkualitas adalah manajer
yang berkomitmen untuk peningkatan kualitas, advokasi untuk
peningkatan kualitas, dan mengambil langkah-langkah untuk
meningkatkan kualitas bisnis ke tingkat berikutnya yang lebih
tinggi. Namun, jika dukungan dari manajemen perusahaan
menghilang, maka setiap karyawan menyatakan sikap yang
skeptisisme untuk ide-ide atasan (pimpinan), suatu gagasan tetap
hanya berupa ide-ide, dengan tidak ada kemungkinan untuk
implementasi di perusahaan tersebut.
Kepemimpinan sebagai pendahulunya : ide-ide dari para
pemimpin hanya mendahului atau mengenalkan proses peningkatan
kualitas, karena Six Sigma menyiratkan bahwa manajer harus
memahami perlunya perubahan, dan perlunya kualitas perbaikan
bagi kelangsungan bisnis yang sukses. Hanya dengan dukungan dari
manajer, ide-ide dari para pemimpin dan karyawan dapat menjadi
kenyataan.
Stabilisasi kualitas : tujuan Total Quality Management terutama
untuk menstabilkan tingkat kualitas, bukan memperbaikinya.
Peningkatan kualitas : Six Sigma mencakup perbaikan terus-
menerus dari perusahaan, dengan fokus pada pelanggan,
manajemen proses dan perbaikan proses.
menekankan pada segi teoritis, yaitu dengan memberikan petunjuk
filosofis tentang menjaga dan meningkatkan kualitas, tetapi sukar
untuk membuktikan keberhasilan pencapaian peningkatan kualitas.
berfokus pada peningkatan operasional individual dalam suatu
proses bisnis yang tidak saling berkaitan satu sama lain, sedangkan
program Six Sigma berfokus pada peningkatan semua operasional
dalam proses bisnis yang dianggap tunggal.
 Six Sigma dalam 2 Pandangan:
1. Six sigma sebagai filosofi manajemen:
merupakan kegiatan yang dilakukan oleh semua
anggota perusahaan yang menjadi budaya dan sesuai
dengan visi dan misi perusahaan. Tujuannya
meningkatkan efisiensi proses bisnis dan memuaskan
keiginan pelanggan, sehingga meningkatkan nilai
perusahaan.
2. Six sigma sebagai sistem pengukuran
Sebagai sistem pengukuran menggunakan Defect per
Million Oppurtunities (DPMO) . DPMO merupakan
ukuran yang baik bagi kualitas produk ataupun
proses, sebab berkorelasi langsung dengan cacat,
biaya dan waktu yang terbuang.
 Cara Menghitung
DPMO:
Total Kerusakan
 DPU =
Total Produksi
DPU X 1 Juta
 DPMO =
Prob Kerusakan
**Hit DPMO utk
Menentukan Prob
jml Kerusakan
 QC memeriksa 100 sepidol dari setiap karton berisi 1000 sepidol .
Misal setiap sepidol memiliki 5 peluang defect : tergores, tinta
kering, defect printing packaging, diameter tak sesuai, penutup
tidak rapat. Maka peluang defect dalam 100 sepidol adalah = 100 x
5 = 500 peluang defect
 Jika dalam 100 sepidol ditemukan defect sbb:
 DPMO = 20 Defect x 1.000.000 = 40.000
(100X5)
= 3.25 s (Lihat Tabel Konversi )
SEPIDOL defectA defectB defectC defectD defectE
Sub Ttl
Defect
1 1 1 1 1 4
2 0
77 1 1
90 1 1
91 1 1 1 3
98 1 1
100 1 1 2
TOTAL 2 5 1 12 20
MANFAAT PENERAPAN SIX SIGMA
Bagi Perusahaan :
1. Mempertahankan kelangsungan usaha
Meningkatkan Market share
Customer Retention
Meningkatkan Profit dan Investor Relations
Meningkatkan hubungan dengan Supplier
2. Adanya kejelasan performance yang harus dicapai oleh setiap anggota
organisasi
3. Mempercepat kegiatan improvement:
Process Improvement: Defect reduction, Cycle time reduction,
metodologi desain proses , Meningkatkan Produktifitas,
Product/service Improvement
Cost Reduction
MANFAAT PENERAPAN SIX SIGMA
Bagi Perusahaan :
4. Mendorong budaya belajar di dalam organisasi
Meningkatkan skill karyawan dalam memperbaiki proses
5. Mendorong dilakukannya perubahan yang bersifat strategis
Culture Change
Bagi Pelanggan:
Meningkatkan “value to customer”
Produk / service yang bermutu tinggi
Biaya yang murah  harga murah
Metode yang digunakan General Electric dan
beberapa organisasi lain untuk meningkatkan
proses ( termasuk didalamny proses produksi
) diringkas dengan inisial :
DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve,
Control).
1. DEFINE : identifikasi
permasalahan
yang akan dipecahkan
2. MEASURE : mengidentifikasi
parameter apa yang harus diukur
serta mereview pencapaiannya
3. ANALYSE : mengidentifikasi
keterkaitan antara faktor-faktor
atas permasalahan yang dihadapi
4. IMPROVE : mengidentifikasi
rencana perbaikan / reprocess
untuk menghasilkan produk/service
yang bebas cacat
5. CONTROL : monitoring /
pencegahan untuk memastikan
masalah yang sama tidak berulang
 langkah operasional awal dalam program
peningkatan kualitas six sigma. Pada tahap
define ada 2 hal yang perlu dilakukan yaitu:
1. Mendefinisikan proses inti perusahan
2. Mendefinisikan kebutuhan spesifik
kebutuhan pelanggan
 Measure adalah fase mengukur tingkat kinerja saat ini,
sebelum mengukur tingkat kinerja biasanya terlebih dahulu
melakukan analisis terhadap sistem pengukuran yang
digunakan.
A. Analisis Sistem Pengukuran:
Masalah yang muncul dalam pengukuran adalah variabilitas
pengukuran yang dinyatakan dalam varian( variance ).
Varian total suatu pengukuran berasal dari varian yang
ditimbulkan oleh produk (part to part) dan varian akibat
kesalahan pengukuran (gage).
B.Analisis Kapabilitas Proses:
Kapabilitas suatu proses menggambarkan seberapa pas
(uniform) proses tersebut. Analisis kapablitas proses
dilakukan dengan memperbandingkan kinerja suatu proses
dengan spesifikasinya, suatu proses memiliki kapabilitas
bila semua nilai variabel yang mungkin, berada dalam
batas spesifikasi.
 Menganalisa
alternatif-alternatif
yang dirancang dan
dibangun,
menciptakan
rancangan tingkat
atas dan
mengevaluasi
kapabilitas rancangan
untuk memilih
rancangan yang
terbaik.
 Hal tersebut dibagi
kedalam 3 bagian:
1. Menentukan stabilitas dan kemampuan
proses
2. Menentukan target kinerja dari
karakteristik kualitas kunci (SMART):
Specific, target kinerja berkaitan
langsung dengan peningkatan kinerja yang
berkaitan langsung dengan kebutuhan dan
kepuasan pelanggan .
Measurable, mengevaluasi keberhasilan,
peninjauan ulang, dan tindakan perbaikan
di waktu mendatang.
Achievable, Peningkatan kualitas harus
dapat dicapai melalui usaha yang
menantang.
Result-oriented, berfokus pada hasil-
hasil berupa peningkatan kinerja
karakteristik kualitas kunci.
Time-bound, Target harus tercapai pada
batas waktu yang telah ditetapkan
3. Mengidentifikasi sumber-sumber dan akar
penyebab masalah kualitas
 Menetapkan Suatu
Rencana Tindakan untuk
Melakukan Peningkatan
Kualitas Six Sigma:
 Dilakukan setelah sumber-
sumber dan akar penyebab
masalah kualitas
teridentifikasi
 Rencana Tindakan
mendeskripsikan tentang
alokasisumber-sumber daya
serta prioritas dan/atau
alternatif yang dilakukan
dalam implementasi dari
rencana itu
 Untuk mengembangkan
rencana tindakan dapat
menggunakan metode 5W-2H
 Untuk mengendalikan kondisi terbaik dar hasil
perbaikan diperlukan usaha terus-menerus dalam
mengimplementasikan ukuran-ukuran diatas.
 Ada beberapa hal yang dilakukan untuk
mengendalikan dan memomitoring proses dan
produk:
- Kontrol kondisi spesifikasi wire yaitu dielectric break
down dan hole di vendor setiap bulanya.
- Check hole sebelum produksi
- Control spesifikasi SMPS sebelum dirakit
- Audit Quality Control dan proses
- Monitoring defect pada produksi
 Untuk melihat hasil dari perbaikan, maka akan
dilakukan kondisi sebelum dengan sesudah perbaikan.
Hasil dari perbaikan ditunjukan dari keuntungan atau
cost saving bagi perusahaan.
 Selain dengan menggunakan
langkah-langkah DMAIC
yang telah disebutkan di
atas, six digma juga
menggunakan metodologi
DMADV (Define – Measure –
Analyze – Design – Verify).
 DMAIC digunakan untuk
meningkatkan proses yang
sudah ada sebelumnya,
sedangkan DMADV
digunakan untuk
menghasilkan desain produk
atau proses baru untuk
kinerja proses yang dapat
diprediksikan dan bebas
defect.
 DMADV, seperti halnya DMAIC, juga
terdiri atas lima langkah yang harus
dilaksanakan, yaitu:
Define: mendefinisikan tujuan-tujuan
dari aktivitas desain yang konsisten
dengan keinginan konsumen dan
strategi bisnis perusahaan.
Measure: mengukur dan mengidentifikasi
CTQ (critical to quality), kapabilitas
produk, kapabilitas proses produksi,
dan taksiran resiko.
Analyze: menganalisa alternatif-
alternatif yang dirancang dan
dibangun, menciptakan rancangan
tingkat atas dan mengevaluasi
kapabilitas rancangan untuk memilih
rancangan yang terbaik.
Design: merancang detail,
mengoptimalkan rancangan, dan
merencanakan verivikasi rancangan.
Fase ini mungkin saja membutuhkan
proses simulasi.
 Dari hasil pembahasan ini dapat diambil kesimpulan:
- Dalam Six Sigma konsumen menjadi prioritas utama yang ditandai
dengan perbaikan yang ditentukan pengaruhnya oleh kepuasan
konsumen.
- Kepuasaan konsumen menjadi CTQ dan menjadi hal pertama dalam
tahap Define
- Usaha menghasilkan produk yang memuaskan konsumen dapat
dilakukan dengan perbaikan pada proses produksi maupun komponen
yang bersangkutan.
- Hasil pengukuran yang Valid dan reliable pada tahap measure akan
menjamin keberhasilan usaha dalam memuaskan konsumen.
- Usaha perbaikan dilakukan pada factor fital yang telah ditentukan
sebelumnya dengan mengubah metode, karakteristik dan proses.
- Dokumentasikan semua usaha perbaikan.
- Control dan monitoring dari semua hasil perbaikan.

 six sigma-maksi Esa unggul

More Related Content

What's hot

Manajemen kualitas qms
Manajemen kualitas qmsManajemen kualitas qms
Manajemen kualitas qms
astanajava
 
Aminullah assagaf k12 14-manj oprs dan prod_2021
Aminullah assagaf k12 14-manj oprs dan prod_2021Aminullah assagaf k12 14-manj oprs dan prod_2021
Aminullah assagaf k12 14-manj oprs dan prod_2021
Aminullah Assagaf
 
Managemen Kualitas - Six Sigma - Magister Managemen - Universitas Trisakti Ja...
Managemen Kualitas - Six Sigma - Magister Managemen - Universitas Trisakti Ja...Managemen Kualitas - Six Sigma - Magister Managemen - Universitas Trisakti Ja...
Managemen Kualitas - Six Sigma - Magister Managemen - Universitas Trisakti Ja...
wendyanbiya
 
Aminullah assagaf k6 7-manj oprs dan prod_2021
Aminullah assagaf k6 7-manj oprs dan prod_2021Aminullah assagaf k6 7-manj oprs dan prod_2021
Aminullah assagaf k6 7-manj oprs dan prod_2021
Aminullah Assagaf
 
Kawalan kualiti
Kawalan kualitiKawalan kualiti
Kawalan kualiti
Cg Zue
 

What's hot (20)

Materi six sigma
Materi six sigmaMateri six sigma
Materi six sigma
 
Mutu ugd-rs-swasta-bapelkes-210607
Mutu ugd-rs-swasta-bapelkes-210607Mutu ugd-rs-swasta-bapelkes-210607
Mutu ugd-rs-swasta-bapelkes-210607
 
Sistem Manajemen Kualitas Formal
Sistem Manajemen Kualitas FormalSistem Manajemen Kualitas Formal
Sistem Manajemen Kualitas Formal
 
D014468741
D014468741D014468741
D014468741
 
Pengelolaan Kualitas Makalah Indonesia
Pengelolaan Kualitas Makalah IndonesiaPengelolaan Kualitas Makalah Indonesia
Pengelolaan Kualitas Makalah Indonesia
 
Manajemen kualitas qms
Manajemen kualitas qmsManajemen kualitas qms
Manajemen kualitas qms
 
Aminullah assagaf k12 14-manj oprs dan prod_2021
Aminullah assagaf k12 14-manj oprs dan prod_2021Aminullah assagaf k12 14-manj oprs dan prod_2021
Aminullah assagaf k12 14-manj oprs dan prod_2021
 
Kepentingan Kualiti dalam Pembuatan
Kepentingan Kualiti dalam PembuatanKepentingan Kualiti dalam Pembuatan
Kepentingan Kualiti dalam Pembuatan
 
Managemen Kualitas - Six Sigma - Magister Managemen - Universitas Trisakti Ja...
Managemen Kualitas - Six Sigma - Magister Managemen - Universitas Trisakti Ja...Managemen Kualitas - Six Sigma - Magister Managemen - Universitas Trisakti Ja...
Managemen Kualitas - Six Sigma - Magister Managemen - Universitas Trisakti Ja...
 
TQM dan Alat-alat TQM
TQM dan Alat-alat TQMTQM dan Alat-alat TQM
TQM dan Alat-alat TQM
 
Aminullah assagaf k6 7-manj oprs dan prod_2021
Aminullah assagaf k6 7-manj oprs dan prod_2021Aminullah assagaf k6 7-manj oprs dan prod_2021
Aminullah assagaf k6 7-manj oprs dan prod_2021
 
Konsep tqm
Konsep tqmKonsep tqm
Konsep tqm
 
TOTAL QUALITY MANAGEMENT (TQM) - MANAJEMEN OPERASI
TOTAL QUALITY MANAGEMENT (TQM) - MANAJEMEN OPERASITOTAL QUALITY MANAGEMENT (TQM) - MANAJEMEN OPERASI
TOTAL QUALITY MANAGEMENT (TQM) - MANAJEMEN OPERASI
 
Kawalan kualiti
Kawalan kualitiKawalan kualiti
Kawalan kualiti
 
Kelompok 10 mpb analisis implementasi manajemen mutu dan dampaknya pada kual...
Kelompok 10 mpb  analisis implementasi manajemen mutu dan dampaknya pada kual...Kelompok 10 mpb  analisis implementasi manajemen mutu dan dampaknya pada kual...
Kelompok 10 mpb analisis implementasi manajemen mutu dan dampaknya pada kual...
 
Analisis swot six sigma
Analisis swot six sigmaAnalisis swot six sigma
Analisis swot six sigma
 
Pengelolaan Kualitas PPT Bahasa Indonesia
Pengelolaan Kualitas PPT Bahasa Indonesia Pengelolaan Kualitas PPT Bahasa Indonesia
Pengelolaan Kualitas PPT Bahasa Indonesia
 
Perbaikan berkesinambungan
Perbaikan berkesinambunganPerbaikan berkesinambungan
Perbaikan berkesinambungan
 
Model quality management sofwtware
Model quality management sofwtwareModel quality management sofwtware
Model quality management sofwtware
 
Bab i
Bab iBab i
Bab i
 

Similar to six sigma-maksi Esa unggul

ppt coba2 aja yhygudknsisbwuuuuhhhhhhohkghfjrff
ppt coba2 aja yhygudknsisbwuuuuhhhhhhohkghfjrffppt coba2 aja yhygudknsisbwuuuuhhhhhhohkghfjrff
ppt coba2 aja yhygudknsisbwuuuuhhhhhhohkghfjrff
shxxkiki0
 
Aminullah Assagaf_K12-14_Manj Oprs dan Prod_2021.ppt
Aminullah Assagaf_K12-14_Manj Oprs dan Prod_2021.pptAminullah Assagaf_K12-14_Manj Oprs dan Prod_2021.ppt
Aminullah Assagaf_K12-14_Manj Oprs dan Prod_2021.ppt
Aminullah Assagaf
 
Aminullah assagaf k12 14-manj oprs dan prod_2021
Aminullah assagaf k12 14-manj oprs dan prod_2021Aminullah assagaf k12 14-manj oprs dan prod_2021
Aminullah assagaf k12 14-manj oprs dan prod_2021
Aminullah Assagaf
 
Aminullah assagaf k12 14-manj oprs dan prod_2021
Aminullah assagaf k12 14-manj oprs dan prod_2021Aminullah assagaf k12 14-manj oprs dan prod_2021
Aminullah assagaf k12 14-manj oprs dan prod_2021
Aminullah Assagaf
 
Aminullah assagaf k12 14-manj oprs dan prod_2020
Aminullah assagaf k12 14-manj oprs dan prod_2020Aminullah assagaf k12 14-manj oprs dan prod_2020
Aminullah assagaf k12 14-manj oprs dan prod_2020
Aminullah Assagaf
 

Similar to six sigma-maksi Esa unggul (20)

Manajemen Risiko 17 resiko operasional & perubahan kurs
Manajemen Risiko 17 resiko operasional & perubahan kursManajemen Risiko 17 resiko operasional & perubahan kurs
Manajemen Risiko 17 resiko operasional & perubahan kurs
 
Six sigma
Six sigmaSix sigma
Six sigma
 
1653794497.pdf
1653794497.pdf1653794497.pdf
1653794497.pdf
 
2321118 presentation.ppt
2321118 presentation.ppt2321118 presentation.ppt
2321118 presentation.ppt
 
Six sigma ppt
Six sigma ppt Six sigma ppt
Six sigma ppt
 
Six Sigma - Managemen Internasional - MM Universitas Trisakti Jakarta
Six Sigma - Managemen Internasional - MM Universitas Trisakti JakartaSix Sigma - Managemen Internasional - MM Universitas Trisakti Jakarta
Six Sigma - Managemen Internasional - MM Universitas Trisakti Jakarta
 
Presentasi six sigma ivo layung sari ( 122-121-520)
Presentasi six sigma   ivo layung sari ( 122-121-520)Presentasi six sigma   ivo layung sari ( 122-121-520)
Presentasi six sigma ivo layung sari ( 122-121-520)
 
Gustiani Rifania Amanda, 122121532, Presentasi six sigma, Syamsir Abduh, Qual...
Gustiani Rifania Amanda, 122121532, Presentasi six sigma, Syamsir Abduh, Qual...Gustiani Rifania Amanda, 122121532, Presentasi six sigma, Syamsir Abduh, Qual...
Gustiani Rifania Amanda, 122121532, Presentasi six sigma, Syamsir Abduh, Qual...
 
AWARENESS ISO 9001:2015
AWARENESS ISO 9001:2015AWARENESS ISO 9001:2015
AWARENESS ISO 9001:2015
 
Presentasi six sigma
Presentasi six sigmaPresentasi six sigma
Presentasi six sigma
 
15 MANAJEMEN KUALITAS.ppt
15 MANAJEMEN KUALITAS.ppt15 MANAJEMEN KUALITAS.ppt
15 MANAJEMEN KUALITAS.ppt
 
ppt coba2 aja yhygudknsisbwuuuuhhhhhhohkghfjrff
ppt coba2 aja yhygudknsisbwuuuuhhhhhhohkghfjrffppt coba2 aja yhygudknsisbwuuuuhhhhhhohkghfjrff
ppt coba2 aja yhygudknsisbwuuuuhhhhhhohkghfjrff
 
Pertemuan 06 mengelola kualitas
Pertemuan 06 mengelola kualitasPertemuan 06 mengelola kualitas
Pertemuan 06 mengelola kualitas
 
Aminullah Assagaf_K12-14_Manj Oprs dan Prod_2021.ppt
Aminullah Assagaf_K12-14_Manj Oprs dan Prod_2021.pptAminullah Assagaf_K12-14_Manj Oprs dan Prod_2021.ppt
Aminullah Assagaf_K12-14_Manj Oprs dan Prod_2021.ppt
 
Aminullah assagaf k12 14-manj oprs dan prod_2021
Aminullah assagaf k12 14-manj oprs dan prod_2021Aminullah assagaf k12 14-manj oprs dan prod_2021
Aminullah assagaf k12 14-manj oprs dan prod_2021
 
Aminullah assagaf k12 14-manj oprs dan prod_2021
Aminullah assagaf k12 14-manj oprs dan prod_2021Aminullah assagaf k12 14-manj oprs dan prod_2021
Aminullah assagaf k12 14-manj oprs dan prod_2021
 
Aminullah assagaf k12 14-manj oprs dan prod_2020
Aminullah assagaf k12 14-manj oprs dan prod_2020Aminullah assagaf k12 14-manj oprs dan prod_2020
Aminullah assagaf k12 14-manj oprs dan prod_2020
 
Aminullah Assagaf_K12-14_Manj Oprs dan Prod_2021.pdf
Aminullah Assagaf_K12-14_Manj Oprs dan Prod_2021.pdfAminullah Assagaf_K12-14_Manj Oprs dan Prod_2021.pdf
Aminullah Assagaf_K12-14_Manj Oprs dan Prod_2021.pdf
 
Six sigma prof. ir. syamsir abduh, mm, ph d-kelompok 6 abdul salam mm penga...
Six sigma   prof. ir. syamsir abduh, mm, ph d-kelompok 6 abdul salam mm penga...Six sigma   prof. ir. syamsir abduh, mm, ph d-kelompok 6 abdul salam mm penga...
Six sigma prof. ir. syamsir abduh, mm, ph d-kelompok 6 abdul salam mm penga...
 
Strategi Analisa dan Penyelesaian Masalah _Pelatihan "Business Process Manag...
Strategi Analisa dan Penyelesaian Masalah  _Pelatihan "Business Process Manag...Strategi Analisa dan Penyelesaian Masalah  _Pelatihan "Business Process Manag...
Strategi Analisa dan Penyelesaian Masalah _Pelatihan "Business Process Manag...
 

six sigma-maksi Esa unggul

  • 1. Disusun oleh : 1. Rio kencono 2015-03-047 2. Dily antok 2015-03- 3. Herry 2015-03- 4. Dendi 2015-03- 5. Nur ramawati 2015-03-026 6. Siti maulida 2015-03-035 7. Rachma nadhila sudiyono 2015-03-036 8. Lestari adhi w 2015-03-042
  • 2. suatu alat manajemen baru yang digunakan untuk mengganti Total Quality Management (TQM), sangat terfokus terhadap pengendalian kualitas dengan mendalami sistem produksi perusahaan secara keseluruhan.  Metode six sigma adalah suatu pendekatan menejemen untuk memperbaiki hasil produk, servis, dan proses dengan cara mengurangi kesalahan secara terus-menerus.  Six sigma pertama kali diperkenalkan oleh motorola pada tahun 1987 dengan target kecacatan 3,4 ppm.
  • 3. TQM 6 Sigma Kurangnya Integrasi : dalam Total Quality Management, kualitas tidak cukup berhubungan dengan strategi dan kinerja. Sebuah tim yang bertanggung jawab untuk perbaikan kualitas bersifat otonom dan terpisah, baik dari manajer serta dari eksekutif. Integrasi Tinggi, pada Six Sigma, proses perbaikan dan pengukuran dipandang sebagai tanggung jawab sehari-hari semua karyawan, dan semua manajer operasional dan eksekutif pada proses bisnis. Konsep ini memungkinkan bahwa kualitas dan biaya, serta hubungan antar individu, menjadi bagian tak terpisahkan dari pekerjaan masing-masing karyawan. Kepemimpinan yang apatis : pemimpin berkualitas adalah manajer yang berkomitmen untuk peningkatan kualitas, advokasi untuk peningkatan kualitas, dan mengambil langkah-langkah untuk meningkatkan kualitas bisnis ke tingkat berikutnya yang lebih tinggi. Namun, jika dukungan dari manajemen perusahaan menghilang, maka setiap karyawan menyatakan sikap yang skeptisisme untuk ide-ide atasan (pimpinan), suatu gagasan tetap hanya berupa ide-ide, dengan tidak ada kemungkinan untuk implementasi di perusahaan tersebut. Kepemimpinan sebagai pendahulunya : ide-ide dari para pemimpin hanya mendahului atau mengenalkan proses peningkatan kualitas, karena Six Sigma menyiratkan bahwa manajer harus memahami perlunya perubahan, dan perlunya kualitas perbaikan bagi kelangsungan bisnis yang sukses. Hanya dengan dukungan dari manajer, ide-ide dari para pemimpin dan karyawan dapat menjadi kenyataan. Stabilisasi kualitas : tujuan Total Quality Management terutama untuk menstabilkan tingkat kualitas, bukan memperbaikinya. Peningkatan kualitas : Six Sigma mencakup perbaikan terus- menerus dari perusahaan, dengan fokus pada pelanggan, manajemen proses dan perbaikan proses. menekankan pada segi teoritis, yaitu dengan memberikan petunjuk filosofis tentang menjaga dan meningkatkan kualitas, tetapi sukar untuk membuktikan keberhasilan pencapaian peningkatan kualitas. berfokus pada peningkatan operasional individual dalam suatu proses bisnis yang tidak saling berkaitan satu sama lain, sedangkan program Six Sigma berfokus pada peningkatan semua operasional dalam proses bisnis yang dianggap tunggal.
  • 4.  Six Sigma dalam 2 Pandangan: 1. Six sigma sebagai filosofi manajemen: merupakan kegiatan yang dilakukan oleh semua anggota perusahaan yang menjadi budaya dan sesuai dengan visi dan misi perusahaan. Tujuannya meningkatkan efisiensi proses bisnis dan memuaskan keiginan pelanggan, sehingga meningkatkan nilai perusahaan. 2. Six sigma sebagai sistem pengukuran Sebagai sistem pengukuran menggunakan Defect per Million Oppurtunities (DPMO) . DPMO merupakan ukuran yang baik bagi kualitas produk ataupun proses, sebab berkorelasi langsung dengan cacat, biaya dan waktu yang terbuang.
  • 5.  Cara Menghitung DPMO: Total Kerusakan  DPU = Total Produksi DPU X 1 Juta  DPMO = Prob Kerusakan **Hit DPMO utk Menentukan Prob jml Kerusakan
  • 6.  QC memeriksa 100 sepidol dari setiap karton berisi 1000 sepidol . Misal setiap sepidol memiliki 5 peluang defect : tergores, tinta kering, defect printing packaging, diameter tak sesuai, penutup tidak rapat. Maka peluang defect dalam 100 sepidol adalah = 100 x 5 = 500 peluang defect  Jika dalam 100 sepidol ditemukan defect sbb:  DPMO = 20 Defect x 1.000.000 = 40.000 (100X5) = 3.25 s (Lihat Tabel Konversi ) SEPIDOL defectA defectB defectC defectD defectE Sub Ttl Defect 1 1 1 1 1 4 2 0 77 1 1 90 1 1 91 1 1 1 3 98 1 1 100 1 1 2 TOTAL 2 5 1 12 20
  • 7. MANFAAT PENERAPAN SIX SIGMA Bagi Perusahaan : 1. Mempertahankan kelangsungan usaha Meningkatkan Market share Customer Retention Meningkatkan Profit dan Investor Relations Meningkatkan hubungan dengan Supplier 2. Adanya kejelasan performance yang harus dicapai oleh setiap anggota organisasi 3. Mempercepat kegiatan improvement: Process Improvement: Defect reduction, Cycle time reduction, metodologi desain proses , Meningkatkan Produktifitas, Product/service Improvement Cost Reduction
  • 8. MANFAAT PENERAPAN SIX SIGMA Bagi Perusahaan : 4. Mendorong budaya belajar di dalam organisasi Meningkatkan skill karyawan dalam memperbaiki proses 5. Mendorong dilakukannya perubahan yang bersifat strategis Culture Change Bagi Pelanggan: Meningkatkan “value to customer” Produk / service yang bermutu tinggi Biaya yang murah  harga murah
  • 9. Metode yang digunakan General Electric dan beberapa organisasi lain untuk meningkatkan proses ( termasuk didalamny proses produksi ) diringkas dengan inisial : DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, Control).
  • 10. 1. DEFINE : identifikasi permasalahan yang akan dipecahkan 2. MEASURE : mengidentifikasi parameter apa yang harus diukur serta mereview pencapaiannya 3. ANALYSE : mengidentifikasi keterkaitan antara faktor-faktor atas permasalahan yang dihadapi 4. IMPROVE : mengidentifikasi rencana perbaikan / reprocess untuk menghasilkan produk/service yang bebas cacat 5. CONTROL : monitoring / pencegahan untuk memastikan masalah yang sama tidak berulang
  • 11.  langkah operasional awal dalam program peningkatan kualitas six sigma. Pada tahap define ada 2 hal yang perlu dilakukan yaitu: 1. Mendefinisikan proses inti perusahan 2. Mendefinisikan kebutuhan spesifik kebutuhan pelanggan
  • 12.  Measure adalah fase mengukur tingkat kinerja saat ini, sebelum mengukur tingkat kinerja biasanya terlebih dahulu melakukan analisis terhadap sistem pengukuran yang digunakan. A. Analisis Sistem Pengukuran: Masalah yang muncul dalam pengukuran adalah variabilitas pengukuran yang dinyatakan dalam varian( variance ). Varian total suatu pengukuran berasal dari varian yang ditimbulkan oleh produk (part to part) dan varian akibat kesalahan pengukuran (gage). B.Analisis Kapabilitas Proses: Kapabilitas suatu proses menggambarkan seberapa pas (uniform) proses tersebut. Analisis kapablitas proses dilakukan dengan memperbandingkan kinerja suatu proses dengan spesifikasinya, suatu proses memiliki kapabilitas bila semua nilai variabel yang mungkin, berada dalam batas spesifikasi.
  • 13.  Menganalisa alternatif-alternatif yang dirancang dan dibangun, menciptakan rancangan tingkat atas dan mengevaluasi kapabilitas rancangan untuk memilih rancangan yang terbaik.  Hal tersebut dibagi kedalam 3 bagian: 1. Menentukan stabilitas dan kemampuan proses 2. Menentukan target kinerja dari karakteristik kualitas kunci (SMART): Specific, target kinerja berkaitan langsung dengan peningkatan kinerja yang berkaitan langsung dengan kebutuhan dan kepuasan pelanggan . Measurable, mengevaluasi keberhasilan, peninjauan ulang, dan tindakan perbaikan di waktu mendatang. Achievable, Peningkatan kualitas harus dapat dicapai melalui usaha yang menantang. Result-oriented, berfokus pada hasil- hasil berupa peningkatan kinerja karakteristik kualitas kunci. Time-bound, Target harus tercapai pada batas waktu yang telah ditetapkan 3. Mengidentifikasi sumber-sumber dan akar penyebab masalah kualitas
  • 14.  Menetapkan Suatu Rencana Tindakan untuk Melakukan Peningkatan Kualitas Six Sigma:  Dilakukan setelah sumber- sumber dan akar penyebab masalah kualitas teridentifikasi  Rencana Tindakan mendeskripsikan tentang alokasisumber-sumber daya serta prioritas dan/atau alternatif yang dilakukan dalam implementasi dari rencana itu  Untuk mengembangkan rencana tindakan dapat menggunakan metode 5W-2H
  • 15.  Untuk mengendalikan kondisi terbaik dar hasil perbaikan diperlukan usaha terus-menerus dalam mengimplementasikan ukuran-ukuran diatas.  Ada beberapa hal yang dilakukan untuk mengendalikan dan memomitoring proses dan produk: - Kontrol kondisi spesifikasi wire yaitu dielectric break down dan hole di vendor setiap bulanya. - Check hole sebelum produksi - Control spesifikasi SMPS sebelum dirakit - Audit Quality Control dan proses - Monitoring defect pada produksi  Untuk melihat hasil dari perbaikan, maka akan dilakukan kondisi sebelum dengan sesudah perbaikan. Hasil dari perbaikan ditunjukan dari keuntungan atau cost saving bagi perusahaan.
  • 16.  Selain dengan menggunakan langkah-langkah DMAIC yang telah disebutkan di atas, six digma juga menggunakan metodologi DMADV (Define – Measure – Analyze – Design – Verify).  DMAIC digunakan untuk meningkatkan proses yang sudah ada sebelumnya, sedangkan DMADV digunakan untuk menghasilkan desain produk atau proses baru untuk kinerja proses yang dapat diprediksikan dan bebas defect.  DMADV, seperti halnya DMAIC, juga terdiri atas lima langkah yang harus dilaksanakan, yaitu: Define: mendefinisikan tujuan-tujuan dari aktivitas desain yang konsisten dengan keinginan konsumen dan strategi bisnis perusahaan. Measure: mengukur dan mengidentifikasi CTQ (critical to quality), kapabilitas produk, kapabilitas proses produksi, dan taksiran resiko. Analyze: menganalisa alternatif- alternatif yang dirancang dan dibangun, menciptakan rancangan tingkat atas dan mengevaluasi kapabilitas rancangan untuk memilih rancangan yang terbaik. Design: merancang detail, mengoptimalkan rancangan, dan merencanakan verivikasi rancangan. Fase ini mungkin saja membutuhkan proses simulasi.
  • 17.  Dari hasil pembahasan ini dapat diambil kesimpulan: - Dalam Six Sigma konsumen menjadi prioritas utama yang ditandai dengan perbaikan yang ditentukan pengaruhnya oleh kepuasan konsumen. - Kepuasaan konsumen menjadi CTQ dan menjadi hal pertama dalam tahap Define - Usaha menghasilkan produk yang memuaskan konsumen dapat dilakukan dengan perbaikan pada proses produksi maupun komponen yang bersangkutan. - Hasil pengukuran yang Valid dan reliable pada tahap measure akan menjamin keberhasilan usaha dalam memuaskan konsumen. - Usaha perbaikan dilakukan pada factor fital yang telah ditentukan sebelumnya dengan mengubah metode, karakteristik dan proses. - Dokumentasikan semua usaha perbaikan. - Control dan monitoring dari semua hasil perbaikan. 

Editor's Notes

  1. JELASKAN TENTANG TINGGI BADAN : RATA-RATA & STD DEV