Sistem Endokrin
Fungsi dari
sistem Endokrin

 Mengontrol proses yang
  berperan dalam pergerakan
  dan keseimbangan fisiologis

 Meliputi jaringan dan kelenjar
  yang mensekresikan hormon
  ke dalam darah

 Sekresi dari kebanyakan
  hormon diregulasi oleh sistem
  umpan balik negatif
Fungsi dari
sistem Endokrin

 Hormon mempengaruhi
  kelenjar endokrin lain atau
  sistem tubuh

 Jumlah reseptor untuk suatu
  hormon yang spesifik dapat
  berubah untuk memenuhi
  kebutuhan tubuh
Klasifikasi Kimia
  dari Hormon

 Hormon steroid:
   Memiliki inti steroid yang
    berasal dari kolesterol
   Terdifusi melewati membran sel
   Diterima oleh reseptor dalam
    sel
   Organ endokrin
      Korteks adrenal
      Ovari
      Testis
      plasenta
Klasifikasi Kimia
  dari Hormon

 Hormon nonsteroid:
   Berupa protein atau peptida
    dan derivatnya (katekolamin)
   Diterima oleh reseptor eksternal
    pada membran sel
   Organ endokrin
     Kelenjar tiroid
     Kelenjar paratiroid
     Medula adrenal
     Kelenjar pituitari
     pankreas
Aksi Hormon

 Pendekatan “Lock and Key”:
  menggambarkan interaksi
  antara hormon dengan
  reseptornya yang spesifik.
   Reseptor untuk hormon
    nonsteroid terdapat di membran
    sel
   Reseptor untuk hormon steroid
    ditemukan dalam sitoplasma sel
    atau di dalam nukleus
Aksi Hormon
 Hormon steroid
   Melewati membran sel
   Mengikat reseptor spesifik
   Masuk ke dalam nukleus untuk
    mengikat DNA sel, kemudian
    mengaktivasi gen tertentu
    (aktivasi gen secara langsung)
   mRNA disintesis di dalam nukleus
    dan memasuki sitoplasma dan
    mengahasilkan sintesis protein
    untuk:
     Enzim sebagai katalis
     Pertumbuhan dan perbaikan
      jaringan
     Meregulasi fungsi enzim
Aksi Hormon


 Hormon nonsteroid
   Bereaksi dengan reseptor spesifik
    yang terdapat di luar sel
   Hal ini memicu reaksi enzim, yang
    akan membentuk second
    messenger (cAMP)
   cAMP mempunyai fungsi
    intraseluler yang spesifik:
      Mengaktivasi enzim dalam sel
      Merubah permeabilitas membran
      Mendorong sintesis protein
      Merubah metabolisme sel
      Menstimulasi sekresi sel
Umpan Balik
     Negatif

 Umpan balik negatif adalah
  mekanisme utama dalam
  sistem endokrin untuk
  mempertahankan
  homeostasis

 Sekresi dari hormon yang
  spesifik di-”on atau off”-kan
  oleh perubahan fisiologi yang
  spesifik

 Contoh: kadar glukosa
  plasma dan respon insulin
Jumlah Reseptor


 Down-regulation: penurunan
  jumlah reseptor hormon yang
  menyebabkan penurunan
  sensifitas pada hormon

 Up-regulation: peningkatan
  jumlah reseptor hormon yang
  menyebabkan sel lebih
  sensitif terhadap hormon
  tertentu
Kelenjar
      Endokrin dan
       Hormonnya
 Kelenjar pituitari
   Kelenjar seukuran kelereng yang
    terletak di bawah otak
   Disebut dengan master gland,
    karena mengontrol kelenjar lain
   Dikontrol oleh hipothalamus

 Kelenjar pituitari terbagi dalam 2
  area yang berbeda
   Secara struktural dan fungsional
   Setiap area memproduksi tipe
    hormon yang berbeda
   Lobus posterior dan anterior
Kelenjar Pituitari
Kelenjar Pituitari
    dan Hormonnya

 Kelenjar pituitari
   Lobus posterior
      Hormon anti-diuretik (ADH)
      Oksitosin

   Lobus anterior
      Adrenokortikotropin (ACTH)
      Hormon pertumbuhan (GH)
      Hormon perangsang folikel (FSH)
      Hormon perangsang tiroid (TSH)
      Prolaktin dan hormon lutein (LH)
Kelenjar Pituitari
 dan Hormonnya

 Pituitari posterior
   Okstosin
      menstimulasi kontraksi uterus
      Menstimulasi keluarnya ASI

   ADH (vasopresin)
      Penyimpanan air dalam ginjal

 Pituitari anterior
   Olahraga menjadi stimulan
    yang kuat untuk hipothalamus
    untuk melepaskan semua
    hormon pituitari anterior
Kelenjar Pituitari
  dan Hormonnya

 Pituitari anterior
   meregulasi kelenjar endokrin
    lainnya
   Hormon pertumbuhan (GH)
      menurunkan penggunan glukosa
      meningkatkan konsumsi lemak

   ACTH menstimulasi korteks
    adrenal  melepas hormonnya
   FSH & LH menstimulasi
    pendewasaan dan pelepasan sel
    telur dari ovari
Kelenjar Endokrin
    dan Hormonnya

 Kelenjar tiroid
   Terletak di anterior leher, di bawah
    larink
   Terdapat 2 lobus, yang terletak
    pada ke-dua sisi dari trakea, yang
    dihubungkan oleh jaringan yang
    sempit yang disebut isthmus
   Kantong di dalam kelenjar
    mengandung koloid
   Di dalam koloid terdapat hormon
    tiroid
Kelenjar Tiroid
Kelenjar Tiroid dan
      Hormonnya

 Kelenjar tiroid
   Mensekresikan 2 hormon
    nonsteroid
      Triiodotironin
      Tiroksin
   Meregulasi metabolisme
      Meningkatkan sintesis protein
      Mendorong glikolisis dan
       glukoneogenesis
      Kalsitonin: metabolisme kalsium
   Kalsitonin dihasilkan oleh sel “C”
    dalam tiroid
Kelenjar Tiroid dan
      Hormonnya

 Kelenjar tiroid
   Kalsitonin, ketika dilepaskan,
    menurunkan jumlah kalsium dalam
    darah
   Kadar yang kurang dari hormon
    tiroid akan menyebabkan
    hipotiroidism atau Miksedema
   Gejala Miksedema:
      wajah membengkak
      lemah, lesu dan mengantuk
      tidak tahan dingin
      perubahan sikap mental
      kulit dan rambut berminyak
Kelenjar Tiroid dan
      Hormonnya

 Kelenjar tiroid
   Meningkatnya pelepasan hormon
    tiroid, akan menyebabkan
    hipertiroidism, yang juga disebut
    penyakit Graves
   Gejala penyakit Graves :
      tidak bisa tidur dan gampang lelah
      hipertensi / darah tinggi
      tidak tahan panas
      kehilangan berat badan
Kelenjar
  Endokrin dan
   Hormonnya
 Kelenjar paratiroid
   Bentuknya kecil berbentuk
    kacang, terletak dalam leher,
    dekat tiroid
   Berjumlah 4 atau lebih
   Mensekresikan hormon
    paratiroid
      Meningkatkan kadar kalsium
       plasma
      Meregulasi kadar fosfat
   Apabila paratiroid dihilangkan
    atau rusak, menyebabkan
    hipokalsemia
Kelenjar
Paratiroid
KUIS

Sistem endokrin mengontrol proses
  yang berperan …..(1) dan ….. (2),
  meliputi jaringan dan kelenjar yang
  mensekresikan ….. (3) ke dalam
  ….. (4), yang akan mempengaruhi
  ….. (5) atau ….. (6) dan diregulasi
  oleh sistem ….. (7). Secara kimia,
  hasil sekret kelenjar endokrin terdiri
  dari ….. (8) yang diikat oleh
  reseptor di ….. (9) dan ….. (10)
  yang diikat oleh reseptor di …..
  (11). Interaksi hormon-reseptor
  bersifat ….. (12) dengan
  pendekatan ….. (13). Sensifitas
  reseptor terhadap hormon dapat
  menurun, yang disebabkan oleh
  ….. (14) dan dapat meningkat,
  yang disebabkan oleh ….. (15).
KUIS

Kelenjar pituitari di disebut dengan
  ….. (16), karena ….. (17) dan
  dikotrol oleh ….. (18). Kelenjar
  pituitari terbagi dalam 2 area yang
  berbeda, yaitu lobus ….. (19) yang
  menghasilkan hormon ….. (20) dan
  hormon ….. (21), sedangkan lobus
  ….. (22) menghasilkan hormon …..
  (23), ….. (24), ….. (25), ….. (26),
  ….. (27), dan ….. (28). Kelenjar
  tiroid terletak di ….. (29) dan
  menghasilkan hormon yang
  terdapat dalam ….. (30). Kelenjar
  tiroid menghasilkan 2 hormon non-
  steroid, yaitu ….. (31) dan ….. (32),
  serta menghasilkan ….. (33) yang
  berperan dalam metabolisme …..
  (34) bersama hormon ….. (35).
Kelenjar
  Endokrin dan
   Hormonnya
 Kelenjar Adrenal
   Terdiri dari 2 kelenjar yang
    terletak di atas ginjal. Masing-
    masing mempunyai fungsi
    yang berbeda
   Medula Adrenal dan Korteks
    Adrenal
Kelenjar Adrenal
Kelenjar Adrenal
dan Hormonnya

 Medula adrenal
   Terletak tepat di atas ginjal dan
    distimulasi oleh sistem syaraf
    simpatetik
   Mensekresikan katekolamin
      Epineprin:
         Meningkatkan respirasi
         Meningkatkan metabolisme
         Meningkatkan glikogenolisis
         Vasodilasi
      Norepineprin
         Sistem house keeping
Kelenjar Adrenal
   dan Hormonnya
 Korteks adrenal
 Mensekresikan lebih dari 30
  hormon steroid yang berbeda
   Mineralokortikoid
     Aldosteron: mempertahankan
      keseimbangan elektrolit
   Glukokortikoid
     Kortisol:
        Menstimulasi glukoneogenesis
        Memobilisasi asam lemak bebas
        Agen anti-inflammatori
   Gonadokortikoid
     testosteron, estrogen, progesteron
Kelenjar Adrenal
      dan Hormonnya

 Mineralokortikoid

 Meregulasi konsentrasi potasium (K+)
  dan sodium (Na+) dalam tubuh

 Peningkatan kadar hormon korteks
  adrenal dalam tubuh, menyebabkan
  Cushing’s Disease

 Gejala Cushing’s Disease:
     Peningkatan kadar gula darah
     Distribusi lemak yang tidak merata
     emosional
Kelenjar Adrenal
dan Hormonnya

 Mineralokortikoid

 Apabila terjadi peningkatan
  mineralokortikoid  terjadi
  ketidakseimbangan elektrolit yang
  serius, sehingga mengakibatkan
  peningkatan ekskresi potasium
  (K+) oleh ginjal, yang
  mengakibatkan hipokalemia

 Sodium (Na+) dapat juga disimpan
  oleh ginjal, mengakibatkan
  hiponatremia.
   dapat menyebabkan:
        disrhitmias
        koma
        kematian
Kelenjar
       Endokrin dan
        Hormonnya
 Pankreas:

 Terletak tepat di belakang perut,
  dalam lipatan duodenum
 Mempunyai fungsi endokrin + eksokrin

 Mensekresikan beberapa enzim
  pencernaan
 Insulin: mengurangi gula darah
   Memfasilitasi transpor glukosa ke dlm sel
   Mendorong glikogenesis
   Menghambat glukoneogenesis

 Glukagon: meningkatkan gula darah
Pankreas
Pankreas dan
        Hormonnya

 Pankreas:

 Pulau Langerhans
   Jaringan khusus yang menjalankan
    fungsi endokrin dari pankreas
   Terdiri dari 3 tipe sel :
      alfa (α )
      beta (β)
      delta (∂)

   Setiap sel mensekresikan hormon
    yang penting
Pankreas dan
       Hormonnya

 Sel Alfa (α) mensekresikan
  glukagon, penting untuk
  mengontrol kadar glukosa darah
 Ketika kadar glukosa darah
  menurun, sel alfa meningkatkan
  jumlah glukagon dalam darah
 Glukagon menstimulasi hati
  untuk melepaskan cadangan
  glukosa (dari glikogen)
 Glukagon juga menstimulasi hati
  untuk membentuk glukosa 
  glukoneogenesis
Pankreas dan
        Hormonnya

 Sel beta (β) mensekresikan
  insulin (antagonis dari glukagon)
 Insulin meningkatkan tingkat
  pengambilan glukosa oleh sel 
  insulin menurunkan kadar
  glukosa darah
 Insulin secara cepat dihancurkan
  oleh hati dan harus disekresikan
  terus secara konstan
 Sel delta (∂ ) mensekresikan
  somatostatin, yang menghambat
  kerja glukagon dan insulin.
Pankreas dan
          Hormonnya

 Diabetes Mellitus
   penurunan sekresi insulin oleh sel
    Beta (β) dari pulau Langerhans
    dalam pankreas

 Komplikasi dari DM:
     sakit jantung
     stroke
     sakit ginjal
     kebutaan
Kelenjar
    Endokrin dan
     Hormonnya
 Gonad
   Kelenjar endokrin yang
    berhubungan dengan reproduksi
    manusia.
   ovari (estrogen) = karakteristik
    kelamin
      kedewasan dan koordinasi
      Menghasilkan sel telur

   testis (testosteron) = karakteristik
    kelamin
      Perkembangan otot dan kedewasan
      Menghasilkan sperma
Gonad
Gonad dan
      Hormonnya
 Ovari
   Terletak di rongga abdominal yang
    dekat dengan uterus
   Di bawah kontrol LH dan FSH dari
    pituitari anterior
   Membentuk
     estrogen
     Progesteron

   Estrogen dan progesteron
    mempunyai beberapa fungsi,
    termasuk perkembangan seksual
    dan persiapan uterus untuk
    implantasi telur.
Gonad dan
      Hormonnya
 Testis
   Terletak di dalam skrotum
   Memproduksi sperma untuk
    reproduksi
   Membentuk testosteron, untuk:
      Perkembangan otot dan kedewasan

   Dikontrol oleh hormon pituitari
    anterior: FSH dan LH
Respon Endokrin
   Terhadap
   Olahraga
Regulasi dari
    Metabolisme
   Glukosa selama
      Olahraga
 Sekresi glukagon meningkat selama
  olahraga untuk mendorong
  pemecahan glikogen hati
  (glikogenolisis)
 Epineprin dan Norepineprin
  meningkatkan lagi glikogenolisis
 Kadar kortisol juga meningkat selama
  olahraga, untuk katabolisme protein,
  untuk glukoneogenesis selanjutnya
 Hormon pertumbuhan memobilisasi
  asam lemak bebas
 Tiroksin mendorong katabolisme
  glukosa
Regulasi dari
     Metabolisme
    Glukosa selama
       Olahraga
 Ketika intensitas olahraga
  meningkat, begitu pula dengan
  tingkat pelepasan katekolamin
  untuk glikogenolisis
 Selama olahraga, tingkat
  pelepasan glukosa, sangat tepat
  dengan dengan kebutuhan otot
 Ketika kadar glukosa menurun,
  kadar glukagon dan kortisol
  meningkat secara signifikan
  untuk meningkatkan
  glukoneogenesis.
Regulasi dari
    Metabolisme
   Glukosa selama
      Olahraga
 Glukosa tidak hanya harus
  diantar ke sel, tetapi juga harus
  diambil oleh sel. Tugas
  tersebut dilakukan oleh insulin

 Olahraga dapat meningkatkan
  pengikatan insulin pada
  reseptor dalam serabut otot

 Up-regulation terjadi dengan
  insulin setelah 4 minggu
  olahraga, untuk meningkatkan
  sensifitasnya
Regulasi dari
        Metabolisme
       Lemak Selama
          Olahraga
 Ketika kadar glukosa plasma
  rendah, katekolamin dilepaskan
  untuk mempercepat lipolisis
 Trigliserida dipecah menjadi
  asam lemak bebas oleh lipase,
  yang diaktivasi oleh:
     Kortisol
     Epineprin
     Norepineprin
     Hormon pertumbuhan
Pengaruh Hormon
       pada
  Keseimbangan
    Cairan dan
    Elektrolit
 Volume plasma yang menurun,
  mendorong dilepaskannya
  aldosteron, yang meningkatkan
  reabsorpsi Na+ and H2O oleh
  ginjal dan tubulus ren

 Hormon Antidiuretik (ADH)
  dilepaskan dari pituitari
  posterior ketika dehidrasi,
  diketahui oleh osmoreseptor,
  dan air kemudian direabsorpsi
  oleh ginjal.

Sistem Endokrin

  • 1.
  • 2.
    Fungsi dari sistem Endokrin Mengontrol proses yang berperan dalam pergerakan dan keseimbangan fisiologis  Meliputi jaringan dan kelenjar yang mensekresikan hormon ke dalam darah  Sekresi dari kebanyakan hormon diregulasi oleh sistem umpan balik negatif
  • 3.
    Fungsi dari sistem Endokrin Hormon mempengaruhi kelenjar endokrin lain atau sistem tubuh  Jumlah reseptor untuk suatu hormon yang spesifik dapat berubah untuk memenuhi kebutuhan tubuh
  • 4.
    Klasifikasi Kimia dari Hormon  Hormon steroid:  Memiliki inti steroid yang berasal dari kolesterol  Terdifusi melewati membran sel  Diterima oleh reseptor dalam sel  Organ endokrin  Korteks adrenal  Ovari  Testis  plasenta
  • 5.
    Klasifikasi Kimia dari Hormon  Hormon nonsteroid:  Berupa protein atau peptida dan derivatnya (katekolamin)  Diterima oleh reseptor eksternal pada membran sel  Organ endokrin  Kelenjar tiroid  Kelenjar paratiroid  Medula adrenal  Kelenjar pituitari  pankreas
  • 6.
    Aksi Hormon  Pendekatan“Lock and Key”: menggambarkan interaksi antara hormon dengan reseptornya yang spesifik.  Reseptor untuk hormon nonsteroid terdapat di membran sel  Reseptor untuk hormon steroid ditemukan dalam sitoplasma sel atau di dalam nukleus
  • 7.
    Aksi Hormon  Hormonsteroid  Melewati membran sel  Mengikat reseptor spesifik  Masuk ke dalam nukleus untuk mengikat DNA sel, kemudian mengaktivasi gen tertentu (aktivasi gen secara langsung)  mRNA disintesis di dalam nukleus dan memasuki sitoplasma dan mengahasilkan sintesis protein untuk:  Enzim sebagai katalis  Pertumbuhan dan perbaikan jaringan  Meregulasi fungsi enzim
  • 8.
    Aksi Hormon  Hormonnonsteroid  Bereaksi dengan reseptor spesifik yang terdapat di luar sel  Hal ini memicu reaksi enzim, yang akan membentuk second messenger (cAMP)  cAMP mempunyai fungsi intraseluler yang spesifik:  Mengaktivasi enzim dalam sel  Merubah permeabilitas membran  Mendorong sintesis protein  Merubah metabolisme sel  Menstimulasi sekresi sel
  • 9.
    Umpan Balik Negatif  Umpan balik negatif adalah mekanisme utama dalam sistem endokrin untuk mempertahankan homeostasis  Sekresi dari hormon yang spesifik di-”on atau off”-kan oleh perubahan fisiologi yang spesifik  Contoh: kadar glukosa plasma dan respon insulin
  • 10.
    Jumlah Reseptor  Down-regulation:penurunan jumlah reseptor hormon yang menyebabkan penurunan sensifitas pada hormon  Up-regulation: peningkatan jumlah reseptor hormon yang menyebabkan sel lebih sensitif terhadap hormon tertentu
  • 11.
    Kelenjar Endokrin dan Hormonnya  Kelenjar pituitari  Kelenjar seukuran kelereng yang terletak di bawah otak  Disebut dengan master gland, karena mengontrol kelenjar lain  Dikontrol oleh hipothalamus  Kelenjar pituitari terbagi dalam 2 area yang berbeda  Secara struktural dan fungsional  Setiap area memproduksi tipe hormon yang berbeda  Lobus posterior dan anterior
  • 12.
  • 13.
    Kelenjar Pituitari dan Hormonnya  Kelenjar pituitari  Lobus posterior  Hormon anti-diuretik (ADH)  Oksitosin  Lobus anterior  Adrenokortikotropin (ACTH)  Hormon pertumbuhan (GH)  Hormon perangsang folikel (FSH)  Hormon perangsang tiroid (TSH)  Prolaktin dan hormon lutein (LH)
  • 14.
    Kelenjar Pituitari danHormonnya  Pituitari posterior  Okstosin  menstimulasi kontraksi uterus  Menstimulasi keluarnya ASI  ADH (vasopresin)  Penyimpanan air dalam ginjal  Pituitari anterior  Olahraga menjadi stimulan yang kuat untuk hipothalamus untuk melepaskan semua hormon pituitari anterior
  • 15.
    Kelenjar Pituitari dan Hormonnya  Pituitari anterior  meregulasi kelenjar endokrin lainnya  Hormon pertumbuhan (GH)  menurunkan penggunan glukosa  meningkatkan konsumsi lemak  ACTH menstimulasi korteks adrenal  melepas hormonnya  FSH & LH menstimulasi pendewasaan dan pelepasan sel telur dari ovari
  • 16.
    Kelenjar Endokrin dan Hormonnya  Kelenjar tiroid  Terletak di anterior leher, di bawah larink  Terdapat 2 lobus, yang terletak pada ke-dua sisi dari trakea, yang dihubungkan oleh jaringan yang sempit yang disebut isthmus  Kantong di dalam kelenjar mengandung koloid  Di dalam koloid terdapat hormon tiroid
  • 17.
  • 18.
    Kelenjar Tiroid dan Hormonnya  Kelenjar tiroid  Mensekresikan 2 hormon nonsteroid  Triiodotironin  Tiroksin  Meregulasi metabolisme  Meningkatkan sintesis protein  Mendorong glikolisis dan glukoneogenesis  Kalsitonin: metabolisme kalsium  Kalsitonin dihasilkan oleh sel “C” dalam tiroid
  • 19.
    Kelenjar Tiroid dan Hormonnya  Kelenjar tiroid  Kalsitonin, ketika dilepaskan, menurunkan jumlah kalsium dalam darah  Kadar yang kurang dari hormon tiroid akan menyebabkan hipotiroidism atau Miksedema  Gejala Miksedema:  wajah membengkak  lemah, lesu dan mengantuk  tidak tahan dingin  perubahan sikap mental  kulit dan rambut berminyak
  • 20.
    Kelenjar Tiroid dan Hormonnya  Kelenjar tiroid  Meningkatnya pelepasan hormon tiroid, akan menyebabkan hipertiroidism, yang juga disebut penyakit Graves  Gejala penyakit Graves :  tidak bisa tidur dan gampang lelah  hipertensi / darah tinggi  tidak tahan panas  kehilangan berat badan
  • 21.
    Kelenjar Endokrindan Hormonnya  Kelenjar paratiroid  Bentuknya kecil berbentuk kacang, terletak dalam leher, dekat tiroid  Berjumlah 4 atau lebih  Mensekresikan hormon paratiroid  Meningkatkan kadar kalsium plasma  Meregulasi kadar fosfat  Apabila paratiroid dihilangkan atau rusak, menyebabkan hipokalsemia
  • 22.
  • 23.
    KUIS Sistem endokrin mengontrolproses yang berperan …..(1) dan ….. (2), meliputi jaringan dan kelenjar yang mensekresikan ….. (3) ke dalam ….. (4), yang akan mempengaruhi ….. (5) atau ….. (6) dan diregulasi oleh sistem ….. (7). Secara kimia, hasil sekret kelenjar endokrin terdiri dari ….. (8) yang diikat oleh reseptor di ….. (9) dan ….. (10) yang diikat oleh reseptor di ….. (11). Interaksi hormon-reseptor bersifat ….. (12) dengan pendekatan ….. (13). Sensifitas reseptor terhadap hormon dapat menurun, yang disebabkan oleh ….. (14) dan dapat meningkat, yang disebabkan oleh ….. (15).
  • 24.
    KUIS Kelenjar pituitari didisebut dengan ….. (16), karena ….. (17) dan dikotrol oleh ….. (18). Kelenjar pituitari terbagi dalam 2 area yang berbeda, yaitu lobus ….. (19) yang menghasilkan hormon ….. (20) dan hormon ….. (21), sedangkan lobus ….. (22) menghasilkan hormon ….. (23), ….. (24), ….. (25), ….. (26), ….. (27), dan ….. (28). Kelenjar tiroid terletak di ….. (29) dan menghasilkan hormon yang terdapat dalam ….. (30). Kelenjar tiroid menghasilkan 2 hormon non- steroid, yaitu ….. (31) dan ….. (32), serta menghasilkan ….. (33) yang berperan dalam metabolisme ….. (34) bersama hormon ….. (35).
  • 25.
    Kelenjar Endokrindan Hormonnya  Kelenjar Adrenal  Terdiri dari 2 kelenjar yang terletak di atas ginjal. Masing- masing mempunyai fungsi yang berbeda  Medula Adrenal dan Korteks Adrenal
  • 26.
  • 27.
    Kelenjar Adrenal dan Hormonnya Medula adrenal  Terletak tepat di atas ginjal dan distimulasi oleh sistem syaraf simpatetik  Mensekresikan katekolamin  Epineprin:  Meningkatkan respirasi  Meningkatkan metabolisme  Meningkatkan glikogenolisis  Vasodilasi  Norepineprin  Sistem house keeping
  • 28.
    Kelenjar Adrenal dan Hormonnya  Korteks adrenal  Mensekresikan lebih dari 30 hormon steroid yang berbeda  Mineralokortikoid  Aldosteron: mempertahankan keseimbangan elektrolit  Glukokortikoid  Kortisol:  Menstimulasi glukoneogenesis  Memobilisasi asam lemak bebas  Agen anti-inflammatori  Gonadokortikoid  testosteron, estrogen, progesteron
  • 29.
    Kelenjar Adrenal dan Hormonnya  Mineralokortikoid  Meregulasi konsentrasi potasium (K+) dan sodium (Na+) dalam tubuh  Peningkatan kadar hormon korteks adrenal dalam tubuh, menyebabkan Cushing’s Disease  Gejala Cushing’s Disease:  Peningkatan kadar gula darah  Distribusi lemak yang tidak merata  emosional
  • 30.
    Kelenjar Adrenal dan Hormonnya Mineralokortikoid  Apabila terjadi peningkatan mineralokortikoid  terjadi ketidakseimbangan elektrolit yang serius, sehingga mengakibatkan peningkatan ekskresi potasium (K+) oleh ginjal, yang mengakibatkan hipokalemia  Sodium (Na+) dapat juga disimpan oleh ginjal, mengakibatkan hiponatremia.  dapat menyebabkan:  disrhitmias  koma  kematian
  • 31.
    Kelenjar Endokrin dan Hormonnya  Pankreas:  Terletak tepat di belakang perut, dalam lipatan duodenum  Mempunyai fungsi endokrin + eksokrin  Mensekresikan beberapa enzim pencernaan  Insulin: mengurangi gula darah  Memfasilitasi transpor glukosa ke dlm sel  Mendorong glikogenesis  Menghambat glukoneogenesis  Glukagon: meningkatkan gula darah
  • 32.
  • 33.
    Pankreas dan Hormonnya  Pankreas:  Pulau Langerhans  Jaringan khusus yang menjalankan fungsi endokrin dari pankreas  Terdiri dari 3 tipe sel :  alfa (α )  beta (β)  delta (∂)  Setiap sel mensekresikan hormon yang penting
  • 34.
    Pankreas dan Hormonnya  Sel Alfa (α) mensekresikan glukagon, penting untuk mengontrol kadar glukosa darah  Ketika kadar glukosa darah menurun, sel alfa meningkatkan jumlah glukagon dalam darah  Glukagon menstimulasi hati untuk melepaskan cadangan glukosa (dari glikogen)  Glukagon juga menstimulasi hati untuk membentuk glukosa  glukoneogenesis
  • 35.
    Pankreas dan Hormonnya  Sel beta (β) mensekresikan insulin (antagonis dari glukagon)  Insulin meningkatkan tingkat pengambilan glukosa oleh sel  insulin menurunkan kadar glukosa darah  Insulin secara cepat dihancurkan oleh hati dan harus disekresikan terus secara konstan  Sel delta (∂ ) mensekresikan somatostatin, yang menghambat kerja glukagon dan insulin.
  • 36.
    Pankreas dan Hormonnya  Diabetes Mellitus  penurunan sekresi insulin oleh sel Beta (β) dari pulau Langerhans dalam pankreas  Komplikasi dari DM:  sakit jantung  stroke  sakit ginjal  kebutaan
  • 37.
    Kelenjar Endokrin dan Hormonnya  Gonad  Kelenjar endokrin yang berhubungan dengan reproduksi manusia.  ovari (estrogen) = karakteristik kelamin  kedewasan dan koordinasi  Menghasilkan sel telur  testis (testosteron) = karakteristik kelamin  Perkembangan otot dan kedewasan  Menghasilkan sperma
  • 38.
  • 39.
    Gonad dan Hormonnya  Ovari  Terletak di rongga abdominal yang dekat dengan uterus  Di bawah kontrol LH dan FSH dari pituitari anterior  Membentuk  estrogen  Progesteron  Estrogen dan progesteron mempunyai beberapa fungsi, termasuk perkembangan seksual dan persiapan uterus untuk implantasi telur.
  • 40.
    Gonad dan Hormonnya  Testis  Terletak di dalam skrotum  Memproduksi sperma untuk reproduksi  Membentuk testosteron, untuk:  Perkembangan otot dan kedewasan  Dikontrol oleh hormon pituitari anterior: FSH dan LH
  • 41.
    Respon Endokrin Terhadap Olahraga
  • 42.
    Regulasi dari Metabolisme Glukosa selama Olahraga  Sekresi glukagon meningkat selama olahraga untuk mendorong pemecahan glikogen hati (glikogenolisis)  Epineprin dan Norepineprin meningkatkan lagi glikogenolisis  Kadar kortisol juga meningkat selama olahraga, untuk katabolisme protein, untuk glukoneogenesis selanjutnya  Hormon pertumbuhan memobilisasi asam lemak bebas  Tiroksin mendorong katabolisme glukosa
  • 43.
    Regulasi dari Metabolisme Glukosa selama Olahraga  Ketika intensitas olahraga meningkat, begitu pula dengan tingkat pelepasan katekolamin untuk glikogenolisis  Selama olahraga, tingkat pelepasan glukosa, sangat tepat dengan dengan kebutuhan otot  Ketika kadar glukosa menurun, kadar glukagon dan kortisol meningkat secara signifikan untuk meningkatkan glukoneogenesis.
  • 44.
    Regulasi dari Metabolisme Glukosa selama Olahraga  Glukosa tidak hanya harus diantar ke sel, tetapi juga harus diambil oleh sel. Tugas tersebut dilakukan oleh insulin  Olahraga dapat meningkatkan pengikatan insulin pada reseptor dalam serabut otot  Up-regulation terjadi dengan insulin setelah 4 minggu olahraga, untuk meningkatkan sensifitasnya
  • 45.
    Regulasi dari Metabolisme Lemak Selama Olahraga  Ketika kadar glukosa plasma rendah, katekolamin dilepaskan untuk mempercepat lipolisis  Trigliserida dipecah menjadi asam lemak bebas oleh lipase, yang diaktivasi oleh:  Kortisol  Epineprin  Norepineprin  Hormon pertumbuhan
  • 46.
    Pengaruh Hormon pada Keseimbangan Cairan dan Elektrolit  Volume plasma yang menurun, mendorong dilepaskannya aldosteron, yang meningkatkan reabsorpsi Na+ and H2O oleh ginjal dan tubulus ren  Hormon Antidiuretik (ADH) dilepaskan dari pituitari posterior ketika dehidrasi, diketahui oleh osmoreseptor, dan air kemudian direabsorpsi oleh ginjal.