PRINSIP KERJA OBAT
OBAT
ď‚„Suatu zat yang memberikan
efek terapi pada fungsi
biologis dengan melalui aksi
kimia
AKSI OBAT
ď‚„Agonis (aktifator)
Antagonis (inhibitor)
ď‚„Target molekul = reseptor
ď‚„Pada umumya berperan seagai senyawa kimia
antagonist
ď‚„Produksi zat aktif obat
ď‚„ alamiah --- hormone
ď‚„ sintetik
farmakodinamik farmakokinetik
farmakokinetik
• absorbsi
• distribusi
• Metabolisme
• eksresi
farmakodinamik
• Fisika kimia
• biologi
Efek terapi
TARGET KERJA OBAT
farmakodinamik
• Meningkatkan/menghambat fungsi organ
kemoterapetik
• Bekerja pada agen penyakit
ABSORPSI
ď‚„Merupakan proses masuknya obat dari tempat
pemberian ke dalam darah
ď‚„Tempat pemberian obat : saluran cerna, kulit,
paru, otot dll
ď‚„Sebagian besar absorpsi secara difusi pasif
ď‚„Elektrolit lemah
ď‚„Derajat ionisasi obat tergantung konstanta
ionisasi obat (pKa) dan Ph larutan
DIFUSI PASIF
ď‚„Difusi pasif mengikuti hokum Fick
ď‚„Hanya bentuk nonion yang mempunyai
kelarutan lemak yang dapat berdigusi.
ď‚„Bentuk ion tidak dapat berdifusi karena
tidak mempunyai kelarutan lemak
Zat zat makanan dan obat yang strukturnya
mirip makanan yang tidaK dapat berdifusi
pasif– transportasi menggunakan transporter
membran
JENIS TRANSPORTER OBAT
ABC TRANSPORTER
ď‚„ Atp binding cassete
ď‚„ P- glikoprotein
1. untuk kation organic
2. zat netral hidrophobik
BM 200-1800 dalton
ď‚„ Multidrug resisten protein
ď‚„ Anion anorganik hodrophobik
ď‚„ konjugat
UPTAKE OBAT
TRANSPORTER
ď‚„ OATP/ organic anion
transporting polypeptide
ď‚„ OAT/ organic anion transporter
ď‚„ OCT/ organic cation transporter
DISTRIBUSI
ď‚„ Obat akan di ikat oleh protein plasma dengan berbagai ikatan lemah (
ikatan hidrofobik, van der waals, hydrogen dan ionic
ď‚„ Obat terikat dalam protein plasma di bawa oleh darah ke seluruh tubuh
ď‚„ Macam protein plasma :
ď‚„ Albumin -- mengikat asam obat asam, netral, bilirubin dan asam lemak
albumin mempunyai dua tempat ikatan
1. site I ( warfarin site)– mengikat warfarin, fenitoin, asam valproate,
tolbutamid, sulfonamide dan bilirubin
2. Site II ( diazepam site) – mengikat diazepam dan benzodiazepine
lain, asam karboksilat, penisilin dan derivatnya
 -glikoprotein – mengikat obat basa
 CBG (corticosteroid bindng globulin) – khusus mengikat steroid
 SSBG ( sex steroid binding globulin) –khusus mengikat hormone kelamin
DISTRIBUSI
ď‚„ Kompleks obat protein akan terdisosiasi dengan cepat
ď‚„ Obat bebas akan keluar menuju :
ď‚„ Tempat kerja obat
ď‚„ Jaringan tempat depotnya
ď‚„ Hati ( dimetabolisme)
ď‚„ Ginjal ( dieksresi)
DISTRIBUSI
ď‚„ Volume distribusi adalah volume obat yang terdistribusi dalam kadar
plasma
ď‚„ Volume semu yang menggmbarkan luasnya distribusi obat dalam
tubuh.
ď‚„ Kadar plasma yang tinggi menunjukkan obat terkonsentrasi dalam
darah sehingga volume distribusinya kecik
METABOLISME
 Metabolisme obat terutama terjadi di hati– membrane endoplasimic
reticulum ( mikrosom) dan di cytosol
ď‚„ Tempat metabolism ekstrahepatik : dinding usus, ginjal, paru, darah,
otak, dan kulit juga di lumen kolon ( flora usus)
 Tujuan metabolisme – mengubah obat yang non polar ( larut lemak)
menjadi polar ( larut air) – dieksresi melalui ginjal/ empedu
METABOLISME
Fase I
oksidasi
reduksi
hidrolisis
Fase II
konjugasi
Asam glukoronat, asam sulfat, asam asetat
METABOLISME
Fase I
Obat --- polar
Inaktif, lebih aktif
Kurang aktif
Fase II
Sangat polar
Tidak aktif
EKSRESI
 Organ utama untuk eksresi – ginjal
ď‚„ Hasil eksresi : obat utuh atau metabolitnya
ď‚„ Melibatkan prose filtrasi glomerulus, seksresi aktif di tubulus proksimal,
reabsopsi pasif di sepanjang tubulus
FAKTOR PENENTU EFEK OBAT
Derajat
AKTIFITAS
PADA SISTEM
YANG SUDAH
ADA
SEBELUMNYA
PENYAKIT
YANG
DIDERITA
MEKANISME AKSI
OBAT
= Cara bagaimana
obat bekerja
sehingga
menimbulkan efek
AKSI OBAT BERDASARKAN SIFAT FISIKA
AKSI OBAT BERDASARKAN SIFAT KIMIA
HUBUNGAN DOSIS OBAT - RESPON
ď‚„ Kisaran dosis diperlukan untuk menimbulkan efek obat dengan
intensitas tertentu pada populasi
ď‚„ ED 50 = dosis terapi median = dosis yang menimbulkan efek terapi
pada 50%individu
ď‚„ TD 50 = dosis toksis 50%
 LD 50 = dosis letal median – dosis yang menimbulkan kematan pada
50% individu
HUBUNGAN DOSIS OBAT - RESPON
ď‚„ Indeks terapi obat = TD 50 atau LD 50
ED 50 ED 50
Obat ideal menimbulkan efek terapi pada semua pasien tanpa menimbulkan
efek toksik pada seorang pun
RESEPTOR
ď‚„ makromolekul seluler tempat obat terikat sehingga menimbulkan efek.
ď‚„ Macam reseptor fisiologik
ď‚„ Reseptor enzim
ď‚„ Kanal ion
ď‚„ G protein coupled reseptor / G- PCR
ď‚„ Reseptor dalam sitoplasma / soluble Dna binding protein
KUIS
ď‚„ Apa yang dimaksud dengan kerja dan efek obat
ď‚„ Sebutkan klasifikasi reseptor
ď‚„ Jelaskan perbedaan aksi obat pengblok dan modulator kanal ion
TUGAS MANDIRI
ď‚„ 1). Interaksi obat dengan reseptoR
ď‚„ 2). parameter interaksi obat dengan reseptor
3). teori hubungan dosis dengan respon
ď‚„ Fungsi reseptor
ď‚„ Syarat agonis menimbulkan respon
ď‚„ Perbedaan inverse agonis dan antagonis
ď‚„ Perbedaan antagonis kompetitif dan non kompetitif

Prinsip kerja Obat

  • 1.
  • 2.
    OBAT ď‚„Suatu zat yangmemberikan efek terapi pada fungsi biologis dengan melalui aksi kimia
  • 4.
    AKSI OBAT ď‚„Agonis (aktifator) Antagonis(inhibitor) ď‚„Target molekul = reseptor ď‚„Pada umumya berperan seagai senyawa kimia antagonist ď‚„Produksi zat aktif obat ď‚„ alamiah --- hormone ď‚„ sintetik
  • 5.
  • 6.
    farmakokinetik • absorbsi • distribusi •Metabolisme • eksresi farmakodinamik • Fisika kimia • biologi Efek terapi
  • 7.
    TARGET KERJA OBAT farmakodinamik •Meningkatkan/menghambat fungsi organ kemoterapetik • Bekerja pada agen penyakit
  • 8.
    ABSORPSI ď‚„Merupakan proses masuknyaobat dari tempat pemberian ke dalam darah ď‚„Tempat pemberian obat : saluran cerna, kulit, paru, otot dll ď‚„Sebagian besar absorpsi secara difusi pasif ď‚„Elektrolit lemah ď‚„Derajat ionisasi obat tergantung konstanta ionisasi obat (pKa) dan Ph larutan
  • 9.
    DIFUSI PASIF ď‚„Difusi pasifmengikuti hokum Fick ď‚„Hanya bentuk nonion yang mempunyai kelarutan lemak yang dapat berdigusi. ď‚„Bentuk ion tidak dapat berdifusi karena tidak mempunyai kelarutan lemak
  • 12.
    Zat zat makanandan obat yang strukturnya mirip makanan yang tidaK dapat berdifusi pasif– transportasi menggunakan transporter membran
  • 13.
    JENIS TRANSPORTER OBAT ABCTRANSPORTER ď‚„ Atp binding cassete ď‚„ P- glikoprotein 1. untuk kation organic 2. zat netral hidrophobik BM 200-1800 dalton ď‚„ Multidrug resisten protein ď‚„ Anion anorganik hodrophobik ď‚„ konjugat UPTAKE OBAT TRANSPORTER ď‚„ OATP/ organic anion transporting polypeptide ď‚„ OAT/ organic anion transporter ď‚„ OCT/ organic cation transporter
  • 16.
    DISTRIBUSI  Obat akandi ikat oleh protein plasma dengan berbagai ikatan lemah ( ikatan hidrofobik, van der waals, hydrogen dan ionic  Obat terikat dalam protein plasma di bawa oleh darah ke seluruh tubuh  Macam protein plasma :  Albumin -- mengikat asam obat asam, netral, bilirubin dan asam lemak albumin mempunyai dua tempat ikatan 1. site I ( warfarin site)– mengikat warfarin, fenitoin, asam valproate, tolbutamid, sulfonamide dan bilirubin 2. Site II ( diazepam site) – mengikat diazepam dan benzodiazepine lain, asam karboksilat, penisilin dan derivatnya  -glikoprotein – mengikat obat basa  CBG (corticosteroid bindng globulin) – khusus mengikat steroid  SSBG ( sex steroid binding globulin) –khusus mengikat hormone kelamin
  • 17.
    DISTRIBUSI ď‚„ Kompleks obatprotein akan terdisosiasi dengan cepat ď‚„ Obat bebas akan keluar menuju : ď‚„ Tempat kerja obat ď‚„ Jaringan tempat depotnya ď‚„ Hati ( dimetabolisme) ď‚„ Ginjal ( dieksresi)
  • 18.
    DISTRIBUSI ď‚„ Volume distribusiadalah volume obat yang terdistribusi dalam kadar plasma ď‚„ Volume semu yang menggmbarkan luasnya distribusi obat dalam tubuh. ď‚„ Kadar plasma yang tinggi menunjukkan obat terkonsentrasi dalam darah sehingga volume distribusinya kecik
  • 19.
    METABOLISME  Metabolisme obatterutama terjadi di hati– membrane endoplasimic reticulum ( mikrosom) dan di cytosol  Tempat metabolism ekstrahepatik : dinding usus, ginjal, paru, darah, otak, dan kulit juga di lumen kolon ( flora usus)  Tujuan metabolisme – mengubah obat yang non polar ( larut lemak) menjadi polar ( larut air) – dieksresi melalui ginjal/ empedu
  • 20.
  • 21.
    METABOLISME Fase I Obat ---polar Inaktif, lebih aktif Kurang aktif Fase II Sangat polar Tidak aktif
  • 22.
    EKSRESI  Organ utamauntuk eksresi – ginjal  Hasil eksresi : obat utuh atau metabolitnya  Melibatkan prose filtrasi glomerulus, seksresi aktif di tubulus proksimal, reabsopsi pasif di sepanjang tubulus
  • 23.
    FAKTOR PENENTU EFEKOBAT Derajat AKTIFITAS PADA SISTEM YANG SUDAH ADA SEBELUMNYA PENYAKIT YANG DIDERITA
  • 25.
  • 26.
    = Cara bagaimana obatbekerja sehingga menimbulkan efek
  • 29.
  • 30.
  • 41.
    HUBUNGAN DOSIS OBAT- RESPON  Kisaran dosis diperlukan untuk menimbulkan efek obat dengan intensitas tertentu pada populasi  ED 50 = dosis terapi median = dosis yang menimbulkan efek terapi pada 50%individu  TD 50 = dosis toksis 50%  LD 50 = dosis letal median – dosis yang menimbulkan kematan pada 50% individu
  • 42.
    HUBUNGAN DOSIS OBAT- RESPON ď‚„ Indeks terapi obat = TD 50 atau LD 50 ED 50 ED 50 Obat ideal menimbulkan efek terapi pada semua pasien tanpa menimbulkan efek toksik pada seorang pun
  • 44.
    RESEPTOR ď‚„ makromolekul selulertempat obat terikat sehingga menimbulkan efek. ď‚„ Macam reseptor fisiologik ď‚„ Reseptor enzim ď‚„ Kanal ion ď‚„ G protein coupled reseptor / G- PCR ď‚„ Reseptor dalam sitoplasma / soluble Dna binding protein
  • 45.
  • 46.
    ď‚„ Apa yangdimaksud dengan kerja dan efek obat ď‚„ Sebutkan klasifikasi reseptor ď‚„ Jelaskan perbedaan aksi obat pengblok dan modulator kanal ion
  • 48.
    TUGAS MANDIRI ď‚„ 1).Interaksi obat dengan reseptoR ď‚„ 2). parameter interaksi obat dengan reseptor 3). teori hubungan dosis dengan respon ď‚„ Fungsi reseptor ď‚„ Syarat agonis menimbulkan respon ď‚„ Perbedaan inverse agonis dan antagonis ď‚„ Perbedaan antagonis kompetitif dan non kompetitif