AJENG WIDI N 
AULIA PRADITA 
HANDI RISA 
OCEU DWI P 
NURFAHMIA A 
1100324 
1104595 
1106166 
1100723 
1102202
O 
C 
R H 
O 
atau RCHO atau RCOR' 
C 
R R' 
R = alkil, aril, H R, R' = alkil, aril 
aldehida keton
Nama aldehida diturunkan dari nama alkana induknya 
dengan mengubah huruf akhir –a menjadi –al. 
 Metanal 
 Etanal 
 Propanal 
 Butanal 
TATA NAMA IUPAC
Aldehid tanpa rantai samping (substituen) tak diperlukan 
“nomor” karena karbonil (C=O) selalu nomor 1. 
Aldehid dengan rantai samping (substituen), penomoran 
dimulai dari karbon aldehid (karbonil). 
3 metil butanal
Aldehida: diberi nama menurut nama trivial asam karboksilat 
induknya dengan mengubah imbuhan asam –oat atau asam - 
at menjadi akhiran –aldehida . 
H-CO-H 
CH3-CHO 
CH3-CH2-CHO 
: formaldehida 
: asetaldehida 
: propionaldehida 
TATA NAMA TRIVIAL
Nama keton diturunkan dari nama alkana induknya dengan 
mengubah huruf akhir –a menjadi –on. 
Pada keton, penomoran rantai induk dimulai dari salah satu 
ujung sehingga atom C pada gugus keton mempunyai nomor 
terkecil. 
TATA NAMA IUPAC 
propanon
Keton: nama trivial keton dinyatakan dengan menambahkan 
akhiran keton setelah gugus alkil. 
TATA NAMA TRIVIAL CH3-CO-CH2-CH3 : metiletilketon 
CH3-CO-CH2-CH2-CH3 : metilpropilketon
A. ISOMER RANGKA 
Senyawa yang mempunyai rumus molekul sama tetapi 
struktur rangka nya berbeda. 
butanal 
: 2-metilpropanal (isobutanal) 
Isomer heksanon (keton) : 
2-heksanon (metil butil keton) 
3-metil-2-pentanon (metil sec-butil keton)
B. ISOMER posisi 
Senyawa yang memiliki rumus molekul sama tetapi posisi 
gugus fungsinya berbeda 
Untuk Aldehid, tidak memiliki isomer posisi, karena posisi gugus 
fungsi pada aldehid selalu terletak di awal, atau pada posisi nomor 
yang paling kecil 
Keton : 
3-heksanon (etil propil keton) 2-heksanon (metil butil keton)
C. Isomer Fungsi 
Senyawa yang mempunyai rumus molekul sama tetapi 
mengandung gugus fungsi berbeda. 
Contoh: 
C5H10O sebagai aldehida: 
 pentanal 
 2-metilbutanal 
 3-metil butanal 
 2,2-dimetil propanal 
C5H10O sebagai keton: 
 2-pentanon 
 3-pentanon 
 3-metil-2-butanon
Wujud 
Pada T standar, metanal berwujud gas yang baunya 
tidak enak. 
Suku-suku lain berwujud cair, dan makin panjang 
rantai karbon, baunya makin harum seperti buah. 
Sifat Keton hampir mirip dengan aldehida untuk 
molekul yang bersesuaian. 
Titik Didih dan Titik Leleh 
Aldehida dan keton mempunyai Td dan Tl lebih rendah 
dibandingkan alkohol yang jumlah atom C nya sama. Hal 
itu karena tidak adanya ikatan hidrogen. 
S 
I 
F 
A 
T 
F 
I 
S 
I 
K 
A
Nama Trivial Struktur t.d., oC Kelarutan dalam air 
Aldehida : 
formaldehida 
asetaldehida 
propionaldehida 
butiraldehida 
benzaldehida 
Keton : 
aseton 
metil etil keton 
asetofenon 
benzofenon 
HCHO 
CH3CHO 
CH3CH2CHO 
CH3CH2CH2CHO 
C6H5CHO 
CH3COCH3 
CH3COCH2CH3 
C6H5COCH3 
C6H5COC6H5 
-21 
20 
49 
76 
178 
56 
80 
202 
306 
∞ 
∞ 
16 g / 100 mL 
7 g / 100 mL 
Sedikit 
∞ 
26 g / 100 mL 
Tak larut 
Tak larut
S 
I 
F 
A 
T 
F 
I 
S 
I 
K 
A 
Kelarutan 
Kelarutan aldehida dan keton yang memiliki Mr rendah dalam 
air hampir sama dengan kelarutan dalam alkohol, karena 
aldehida dan keton dapat membentuk ikatan hidrogen dengan 
atom hidrogen dari alkohol. 
Daya Hantar Listrik 
Aldehida dan keton merupakan senyawa non 
elektrolit, sehingga tidak dapat menghantarkan arus 
listrik.
S 
I 
F 
A 
T 
K 
I 
M 
I 
A 
Ikatan 
Aldehida dan keton tidak mengandung atom hidrogen 
yang terikat pada atom elektronegatif sehingga 
antarmolekulnya tidak terdapat ikatan hidrogen.
S 
I 
F 
A 
T 
K 
I 
M 
I 
A 
Kereaktifan 
Aldehida lebih reaktif daripada keton. Hal itu 
terlihat dari sifat reduktor kuat yang dimiliki oleh 
aldehida. Keton merupakan reduktor yang sangat 
lemah. 
Keton tidak dapat dioksidasi dengan oksidator 
lemah seperti pereaksi Fehling dan pereaksi Tollens. 
Jika keton dioksidasi paksa, maka keton akan pecah 
menjadi 2 macam asam karboksilat yang jumlah 
atom C-nya masing-masing lebih sedikit daripada 
keton semula.
1) Adisi Hidrogen 
R-CHO + H2 → R-CH2-OH Pt/Ni 
Aldehida Alkohol primer 
→ 
Keton Alkohol sekunder 
2) Adisi Natrium Bisulfit 
+ NaHSO3 → 
+ NaHSO3 → 
Aldehida 
Keton 
Natrium bisulfit 
Natrium bisulfit 
Kristal sukar larut 
3) Adisi Hidrosianida 
+ HCN → 
+ HCN → 
Aldehida 
Keton 
hidrosianida 
hidrosianida 
Hidroksi 
karbonitril 
sianohidrol 
Suatu 
sianohidrin
4) Adisi Alkil Magnesium Halogen 
+ R’-MgI → 
+ R”-MgBr → 
Aldehida 
Keton 
Alkil magnesium 
halogen 
→ 
→ 
Alkohol sekunder 
Alkohol tersier 
5) Adisi Amonia 
+ NH3 → 
Aldehida 
Aldehida 
amonia
1) Oksidasi dengan Oksidator Kuat 
[O] 
R-CO-H → R- CO-OH 
Aldehida Asam karboksilat 
2) Oksidasi dengan Pereaksi Tollens 
(Oksidator Lemah) 
R-CO-H + Ag2O (aq) → R- CO-OH + 2Ag (s) 
Aldehida Pereaksi 
Tollens 
Catatan: 
Keton tidak dapat dioksidasi dengan oksidator 
lemah seperti pereaksiFehling dan pereaksi 
Tollens. Jika keton dioksidasi paksa, maka keton 
akan pecah menjadi 2 macam asam karboksilat 
yang jumlah atom C-nya masing-masing lebih 
sedikit daripada keton semula. 
Asam karboksilat Cermin perak 
3) Oksidasi dengan Pereaksi Fehling 
R-CO-H + 2CuO (aq) → R- CO-OH + Cu2O (s) 
Aldehida Pereaksi 
Fehling 
Asam karboksilat Tembaga oksida 
(merah bata) 
Contoh: 
CH3-CH2-CO-CH2-CH3 
[O] 
CH3-COOH 
+ 
CH3-CH2-COOH
1. Metanal (formaldehida) 
Diperoleh dengan mengoksidasi metanol oleh O2 dari udara dengan katalis Cu. 
 Larutan aldehida dengan kadar 30-40% (formalin) untuk mengeraskan protein 
sehingga menjadi kenyal. Formalin biasa dipakai untuk mengawetkan preparat-preparat 
anatomi, mengawetkan mayat, tetapi tidak boleh untuk mengawetkan 
makanan. 
 Sebagai bahan baku untuk pembuatan zat warna, damar sintetis, dan bahan 
berbagai jenis plastik termostat (tidak meleleh pada pemanasan) 
 Sebagai Desinfektan 
O 
Oksidasi 
CH3OH R C H 
Metanol Formaldehida
2. Asetaldehid 
Terdapat dalam buah-buahan dan kopi yang sudah matang, dan roti segar. 
Senyawa ini dihasilkan oleh tumbuhan dalam metabolisme normalnya. 
 Asetaldehida merupakan zat antara dalam produksi asam asetat (asam 
cuka), beberapa ester, dan zat-zat kimia 
 Bahan untuk membuat karet dan damar buatan 
 Bahan untuk membuat alkohol
1. Propanon (aseton) 
Diperoleh dengan mengoksidasi isopropol aklohol oleh O2 dari udara dengan 
katalis Cu(II)/Pd(II). 
 Propanon sering digunakan sebagai pelarut senyawa organik, seperti lilin, cat, 
plastik, dan obat-obatan. 
 Sebagai bahan dasar pembuatan kloroform dan iodoform. 
 Menghilangkan cat kuku, vernis 
H3C C 
H 
CH3 
OH 
O 
H3C C CH3 
Oksidasi 
Isopropil 
Alkohol 
Aseton
2. Alkanon 
 Beberapa senyawa alkanon banyak yang berbau harum sehingga digunakan 
sebagai campuran parfum dan kosmetika lainnya 
2. Isobutil metil keton 
 Isobutil metil keton dengan nama dagang Hexone digunakan sebagai pelarut 
nitroselulosa dan berbagai getah.
Aldehid dan keton (kelompok 5)

Aldehid dan keton (kelompok 5)

  • 2.
    AJENG WIDI N AULIA PRADITA HANDI RISA OCEU DWI P NURFAHMIA A 1100324 1104595 1106166 1100723 1102202
  • 3.
    O C RH O atau RCHO atau RCOR' C R R' R = alkil, aril, H R, R' = alkil, aril aldehida keton
  • 4.
    Nama aldehida diturunkandari nama alkana induknya dengan mengubah huruf akhir –a menjadi –al.  Metanal  Etanal  Propanal  Butanal TATA NAMA IUPAC
  • 5.
    Aldehid tanpa rantaisamping (substituen) tak diperlukan “nomor” karena karbonil (C=O) selalu nomor 1. Aldehid dengan rantai samping (substituen), penomoran dimulai dari karbon aldehid (karbonil). 3 metil butanal
  • 6.
    Aldehida: diberi namamenurut nama trivial asam karboksilat induknya dengan mengubah imbuhan asam –oat atau asam - at menjadi akhiran –aldehida . H-CO-H CH3-CHO CH3-CH2-CHO : formaldehida : asetaldehida : propionaldehida TATA NAMA TRIVIAL
  • 7.
    Nama keton diturunkandari nama alkana induknya dengan mengubah huruf akhir –a menjadi –on. Pada keton, penomoran rantai induk dimulai dari salah satu ujung sehingga atom C pada gugus keton mempunyai nomor terkecil. TATA NAMA IUPAC propanon
  • 8.
    Keton: nama trivialketon dinyatakan dengan menambahkan akhiran keton setelah gugus alkil. TATA NAMA TRIVIAL CH3-CO-CH2-CH3 : metiletilketon CH3-CO-CH2-CH2-CH3 : metilpropilketon
  • 9.
    A. ISOMER RANGKA Senyawa yang mempunyai rumus molekul sama tetapi struktur rangka nya berbeda. butanal : 2-metilpropanal (isobutanal) Isomer heksanon (keton) : 2-heksanon (metil butil keton) 3-metil-2-pentanon (metil sec-butil keton)
  • 10.
    B. ISOMER posisi Senyawa yang memiliki rumus molekul sama tetapi posisi gugus fungsinya berbeda Untuk Aldehid, tidak memiliki isomer posisi, karena posisi gugus fungsi pada aldehid selalu terletak di awal, atau pada posisi nomor yang paling kecil Keton : 3-heksanon (etil propil keton) 2-heksanon (metil butil keton)
  • 11.
    C. Isomer Fungsi Senyawa yang mempunyai rumus molekul sama tetapi mengandung gugus fungsi berbeda. Contoh: C5H10O sebagai aldehida:  pentanal  2-metilbutanal  3-metil butanal  2,2-dimetil propanal C5H10O sebagai keton:  2-pentanon  3-pentanon  3-metil-2-butanon
  • 12.
    Wujud Pada Tstandar, metanal berwujud gas yang baunya tidak enak. Suku-suku lain berwujud cair, dan makin panjang rantai karbon, baunya makin harum seperti buah. Sifat Keton hampir mirip dengan aldehida untuk molekul yang bersesuaian. Titik Didih dan Titik Leleh Aldehida dan keton mempunyai Td dan Tl lebih rendah dibandingkan alkohol yang jumlah atom C nya sama. Hal itu karena tidak adanya ikatan hidrogen. S I F A T F I S I K A
  • 13.
    Nama Trivial Strukturt.d., oC Kelarutan dalam air Aldehida : formaldehida asetaldehida propionaldehida butiraldehida benzaldehida Keton : aseton metil etil keton asetofenon benzofenon HCHO CH3CHO CH3CH2CHO CH3CH2CH2CHO C6H5CHO CH3COCH3 CH3COCH2CH3 C6H5COCH3 C6H5COC6H5 -21 20 49 76 178 56 80 202 306 ∞ ∞ 16 g / 100 mL 7 g / 100 mL Sedikit ∞ 26 g / 100 mL Tak larut Tak larut
  • 14.
    S I F A T F I S I K A Kelarutan Kelarutan aldehida dan keton yang memiliki Mr rendah dalam air hampir sama dengan kelarutan dalam alkohol, karena aldehida dan keton dapat membentuk ikatan hidrogen dengan atom hidrogen dari alkohol. Daya Hantar Listrik Aldehida dan keton merupakan senyawa non elektrolit, sehingga tidak dapat menghantarkan arus listrik.
  • 15.
    S I F A T K I M I A Ikatan Aldehida dan keton tidak mengandung atom hidrogen yang terikat pada atom elektronegatif sehingga antarmolekulnya tidak terdapat ikatan hidrogen.
  • 16.
    S I F A T K I M I A Kereaktifan Aldehida lebih reaktif daripada keton. Hal itu terlihat dari sifat reduktor kuat yang dimiliki oleh aldehida. Keton merupakan reduktor yang sangat lemah. Keton tidak dapat dioksidasi dengan oksidator lemah seperti pereaksi Fehling dan pereaksi Tollens. Jika keton dioksidasi paksa, maka keton akan pecah menjadi 2 macam asam karboksilat yang jumlah atom C-nya masing-masing lebih sedikit daripada keton semula.
  • 17.
    1) Adisi Hidrogen R-CHO + H2 → R-CH2-OH Pt/Ni Aldehida Alkohol primer → Keton Alkohol sekunder 2) Adisi Natrium Bisulfit + NaHSO3 → + NaHSO3 → Aldehida Keton Natrium bisulfit Natrium bisulfit Kristal sukar larut 3) Adisi Hidrosianida + HCN → + HCN → Aldehida Keton hidrosianida hidrosianida Hidroksi karbonitril sianohidrol Suatu sianohidrin
  • 18.
    4) Adisi AlkilMagnesium Halogen + R’-MgI → + R”-MgBr → Aldehida Keton Alkil magnesium halogen → → Alkohol sekunder Alkohol tersier 5) Adisi Amonia + NH3 → Aldehida Aldehida amonia
  • 19.
    1) Oksidasi denganOksidator Kuat [O] R-CO-H → R- CO-OH Aldehida Asam karboksilat 2) Oksidasi dengan Pereaksi Tollens (Oksidator Lemah) R-CO-H + Ag2O (aq) → R- CO-OH + 2Ag (s) Aldehida Pereaksi Tollens Catatan: Keton tidak dapat dioksidasi dengan oksidator lemah seperti pereaksiFehling dan pereaksi Tollens. Jika keton dioksidasi paksa, maka keton akan pecah menjadi 2 macam asam karboksilat yang jumlah atom C-nya masing-masing lebih sedikit daripada keton semula. Asam karboksilat Cermin perak 3) Oksidasi dengan Pereaksi Fehling R-CO-H + 2CuO (aq) → R- CO-OH + Cu2O (s) Aldehida Pereaksi Fehling Asam karboksilat Tembaga oksida (merah bata) Contoh: CH3-CH2-CO-CH2-CH3 [O] CH3-COOH + CH3-CH2-COOH
  • 20.
    1. Metanal (formaldehida) Diperoleh dengan mengoksidasi metanol oleh O2 dari udara dengan katalis Cu.  Larutan aldehida dengan kadar 30-40% (formalin) untuk mengeraskan protein sehingga menjadi kenyal. Formalin biasa dipakai untuk mengawetkan preparat-preparat anatomi, mengawetkan mayat, tetapi tidak boleh untuk mengawetkan makanan.  Sebagai bahan baku untuk pembuatan zat warna, damar sintetis, dan bahan berbagai jenis plastik termostat (tidak meleleh pada pemanasan)  Sebagai Desinfektan O Oksidasi CH3OH R C H Metanol Formaldehida
  • 21.
    2. Asetaldehid Terdapatdalam buah-buahan dan kopi yang sudah matang, dan roti segar. Senyawa ini dihasilkan oleh tumbuhan dalam metabolisme normalnya.  Asetaldehida merupakan zat antara dalam produksi asam asetat (asam cuka), beberapa ester, dan zat-zat kimia  Bahan untuk membuat karet dan damar buatan  Bahan untuk membuat alkohol
  • 22.
    1. Propanon (aseton) Diperoleh dengan mengoksidasi isopropol aklohol oleh O2 dari udara dengan katalis Cu(II)/Pd(II).  Propanon sering digunakan sebagai pelarut senyawa organik, seperti lilin, cat, plastik, dan obat-obatan.  Sebagai bahan dasar pembuatan kloroform dan iodoform.  Menghilangkan cat kuku, vernis H3C C H CH3 OH O H3C C CH3 Oksidasi Isopropil Alkohol Aseton
  • 23.
    2. Alkanon Beberapa senyawa alkanon banyak yang berbau harum sehingga digunakan sebagai campuran parfum dan kosmetika lainnya 2. Isobutil metil keton  Isobutil metil keton dengan nama dagang Hexone digunakan sebagai pelarut nitroselulosa dan berbagai getah.