Aldehida dan Keton
Kelompok III
Persamaan
• Senyawa turunan alkana yang
mengikat gugus karbonil
(—CO—)
• Keduanya saling berisomeri
gugus fungsi dengan
rumus :
Perbedaan
• Jika salah satu tangan C pada
gugus karbonil mengikat H
disebut Aldehida (alkanal).
• Jika salah satu tangan C
mengikat gugus alkil (R)
disebut Keton (alkanon)
• Letak gugus karbonil Aldehida
berada di ujung rantai (R—
CHO)
• Letak gugus karbonil Keton
berada diantara 2 atom C (R—
COR’)
CnHnO
ALDEHIDA
• Aldehida merupakan ke-
panjangan dari alcohol
dehidrogenasi.
• Bersifat polar.
• Golongan aldehida biasanya
disebut dengan alkanal.
• Gugus fungsi ini terdiri dari
atom karbon yang berikatan
dengan atom hidrogen dan
berikatan rangkap dengan
atom oksigen.
No
.
Nama Rumus Struktur Rumus Molekul C:H:O
1 Metanal CH2O 1:2:1
2 Etanal C2H4O 2:4:1
3 Propanal C3H6O 3:6:1
4 Butanal C4H8O 4:8:1
Butanal
Isomer Aldehida
• Isomer Struktur
Aldehida tidak mempunyai isomer posisi karena gugus fungsi
dari aldehida terletak di ujung rantai C. Isomer pada aldehida
terjadi karena adanya cabang dan letak cabang, sehingga
aldehida memiliki isomer struktur. Keisomeran alkanal mulai
terdapat pada butanal yang mempunyai dua isomer, yaitu
butanal dan 2–metil–propanal (Isobutanal).
2–metil–propanal
Butanal
• Isomer Fungsi
Keisomeran fungsi, yaitu keisomeran yang terjadi karena
perbedaan gugus fungsi di antara dua senyawa yang
mempunyai rumus molekul sama. Aldehida dengan rumus
struktur R-CHO berisomer fungsi dengan keton yang memiliki
rumus struktur R-O-R`.
2–Butanon
Isomer Aldehida
Tata Cara Penamaan Aldehida
Tata nama IUPAC
• Tentukan rantai terpanjang yang mengandung gugus
–CHO dan ebri nama seperti nama alkananya dengan
mengganti akhiran “a” dengan “al”.
• Penomoran rantai terpanjang selalu dimulai dari atom C
gugus aldehida.
• Jika ada cabang, penamaannya dilakukan seperti tata
nama alkana.
CH3 – CH2 – CH2 – CHO
Butanal
CH3 – CH – CHO
CH3
2-Metil Propanal
Tata Cara Penamaan Aldehida
Tata nama trivial
• Aldehida diberi nama dengan menghitung jumlah atom
karbon (1: form-, 2: aset-, 3: propion-B, 4: butir- , 5:
valer- ) dan ditambah akhiran –aldehida.
Tata Cara Penamaan Aldehida
• Aldehida bercabang
1. Tentukan rantai utama (rantai dengan jumlah atom karbon
paling panjang yang terdapat gugus karbonil.
2. Tentukan substituen yang terikat pada rantai utama.
3. Penomoran substituen dimulai dari atom karbon yang
mengikat gugus karbonil dengan huruf α, β, γ.
Sifat Fisis Aldehida
• Aldehida dengan 1-2 atom karbon (formaldehida dan
asetaldehida) berwujud gas tak berwarna pada suhu kamar
dengan bau menyengat.
• Aldehida dengan 3-12 atom karbon berwujud cair pada suhu
kamar dengan bau sedap.
• Aldehida dengan atom karbon lebih dari 12 berwujud padat
pada suhu kamar.
• Aldehida suku rendah (formaldehida, dan asetaldehida) dapat
larut dalam air.
• Aldehida suku tinggi tidak larut air.
• Untuk jumlah atom C yang sama, aldehida mempunya titik
didih dan leleh relatif lebih rendah daripada keton.
Sifat Kimia Aldehida
• Oksidasi oleh kalium bikromat dan asam sulfat
Oksidasi aldehida dengan campuran kalium bikromat dan asam
sulfat akan menghasilkan asam karboksilat.
• Oksidasi oleh larutan Fehling
Aldehida dapat mereduksi larutan Fehling menghasilkan endapan
merah bata dari senyawa tembaga (I) oksida.
Sifat Kimia Aldehida
• Oksidasi oleh larutan Tollens
Aldehida dapat mereduksi larutan Tollens menghasilkan endapan
Ag (cermin perak).
• Reduksi aldehida oleh seng dan asam klorida akan
menghasilkan alkohol primer.
• Reaksi dengan natrium bisulfit
Aldehida dapat bereaksi dengan natrium bisulfit membentuk suatu
senyawa aldehida bisulfit.
Sifat Kimia Aldehida
• Reaksi dengan amonia
Aldehida dapat bereaksi dengan amonia menghasilkan suatu
senyawa aldehida amonia.
• Reaksi dengan asam sianida
Aldehida dapat bereaksi adisi dengan asam sianida meng-hasilkan
suatu senyawa aldehida sianohidrin.
• Reaksi dengan hidroksilamin
Aldehida dapat bereaksi adisi dengan hidroksilamin menghasilkan
aldoksim dan air.
Sifat Kimia Aldehida
• Reaksi dengan fenilhidrazin
Aldehida bereaksi dengan fenilhidrazin menghasilkan alde-hida
fenilhidrazon dan air.
• Reaksi dengan alkohol
Aldehida dapat bereaksi dengan alkohol menghasilkan ase-tal
dengan produk samping berupa air.
• Reaksi dengan halogen
Aldehida dapat bereaksi dengan halogen menghasilkan suatu kloral.
Selain itu juga diperoleh hidrogen klorida.
Sifat Kimia Aldehida
• Reaksi dengan fosfor pentaklorida
Aldehida dapat mengubah fosfor pentaklorida menjadi fosfo-
oksitriklorida dan alkil dihalida.
• Kondensasi aldol
Dalam suasana basa, dua molekul aldehida dapat menyatu
(kondensasi) dengan katalis seng (II) klorida.
• Reaksi dengan pereaksi Grignard
Aldehida bereaksi dengan pereaksi Grignard menghasilkan alkohol
sekunder.
Pembuatan Aldehida
• Oksidasi alkohol primer
Alkohol primer dapat teroksidasi menghasilkan suatu aldehida
dengan katalis kalium bikromat dan asam sulfat.
• Mengalirkan uap alkohol primer di atas tembaga panas
Uap alkohol primer teroksidasi menghasilkan suatu aldehida dengan
katalis tembaga panas.
• Memanaskan garam kalsium suatu asam monokarboksilat jenuh
dengan kalsium format
Kegunaan Aldehida
• Larutan formaldehida 40% dalam air (formalin) untuk
mengawetkan spesimen biologis dalam laboratorium atau
museum, karena dapat membunuh germs (desinfektan).
• Formaldehida untuk membuat plastik termoset (plastik yang
tidak meleleh pada pemanasan), serta insektisida dan
germisida. Juga dapat digunakan sebagai pelarut dan bahan
campuran parfum.
• Etanal atau asetaldehida sebagai bahan untuk karet atau damar
buatan, zat warna, dan bahan organik yang penting misalnya
asam asetat, aseton, etilasetat, dan 1- butanol.
• Sinamaldehida memberi aroma khas pada kayu manis.
.
Dampak Penggunaan Aldehida
Dampak Positif
• Penggunaan senyawa
aldehida dalam kehidupan
sehari-hari dapat me-
mudahkan berbagai kegia-
tan, misalnya pengawetan
spesimen biologis meng-
gunakan formaldehid.
Dampak Negatif
• Makanan yang difermentasi
hampir selalu menimbulkan
efek yang disebut sebagai
keracunan aldehid.
• Potensi dari efek toksik
aldehid biasanya terletak
pada adanya penumpukan
gugus karbonil pada tubuh.
KETON
• Keton tergolong senyawa
karbonil karena memiliki
gugus fungsional C=O, dan
atom karbon pada gugus
karbonil dihubungkan dengan
dua alkil (R).
• Bersifat polar.
• Keton biasanya disebut dengan
alkanon.
No
.
Nama Rumus Struktur Rumus Molekul C:H:O
1 Propanon C3H6O 3:6:1
2 Butanon C4H8O 4:8:1
3 Pentanon
C5H10O
5:10:1
Isomer Keton
• Isomer Struktur
terjadi karena perbedaan kerangka atom karbonnya.
• Isomer Posisi
terjadi karena perbedaan letak gugus karbonil.
Isomer Keton
• Isomer Fungsi
terjadi karena memiliki rumus molekul sama.
Tata Cara Penamaan Keton
Tata nama IUPAC
• Tentukan rantai karbon terpanjang yang mnegandung
gugus -CO- dan diberi nama seperti nama alkananya
dengan mengganti akhiran “a” dengan “on”.
• Atom C gugus karbonil harus memilki nomor serendah
mungkin.
• Jika ada cabang, penamaan seperti tata nama alkana.
O
CH3 - CH2 - CH2 - C - CH2 - CH3
3-heksanon (etil propil keton)
Tata Cara Penamaan Keton
Tata nama Trivial
• Tentukan gugus-gugus alkil (substituen) yang mengikat
gugus karbonil (-CO-).
• Tambahkan akhiran “keton” setelah nama-nama
subtituen.
• Penulisan substituen alkil tidak harus menurut urutan
abjad.
Sifat Fisis Keton
• Keton suku rendah berupa zat cair yang mudah larut dalam
air dan berbau menyengat.
• Keton suku sedang merupakan zat cair yang sukar larut
dalam air dan berbau sedap.
• Keton suku tinggi merupakan zat padat.
• Cairan aseton mudah menguap dan beracun serta dapat
menyebabkan matinya saraf.
• Merupakan pelarut organik yang baik.
• Titik didih keton lebih rendah daripada alkahol dan lebih
tinggi dari alkana dan eter untuk berat molekul yang sama.
Sifat Kimia Keton
• Oksidasi
Oksidasi keton dengan campuran natrium bikarbonat dan asam
sulfat akan menghasilkan asam karboksilat, air, dan
karbondioksida.
• Reduksi
Reduksi keton dengan katalis litium alumunium hidrida akan
menghasilkan alkohol sekunder.
• Reaksi dengan fosfor pentaklorida
Reaksi antara aseton dengan fosfor pentaklorida akan
menghasilkan alkil dihalida.
Sifat Kimia Keton
• Reaksi dengan pereaksi Grignard
Hidrolisis hasil reaksi keton dan pereaksi Grignard menghasilkan
alkohol tersier.
• Kondensasi aldol
Dalam suasana basa, keton dapat mengalami kondensasi dengan
katalis seng (II) klorida.
• Reaksi dengan halogen
Keton dapat mengalami reaksi substitusi jika bereaksi dengan
halogen.
Sifat Kimia Keton
• Reaksi dengan asam sianida
Keton dapat bereaksi adisi dengan asam sianida membentuk
suatu senyawa sianohidrin.
• Reaksi dengan natrium bisulfit
Keton dapat bereaksi adisi dengan natrium bisulfit menghasilkan
suatu keton bisulfit.
• Reaksi dengan hidroksilamin
Keton bereaksi dengan hidroksilamin membentuk senyawa
oksim, dan air.
Sifat Kimia Keton
• Reaksi dengan fenilhidrazin
Keton bereaksi dengan fenilhidrazin menghasilkan senyawa
fenilhidrazon dan air.
• Keton tidak dapat dioksidasi oleh pereaksi Fehling dan
Tollens. Sifat ini digunakan untuk membedakan keton dan
aldehida.
Pembuatan Keton
• Oksidasi alkohol sekunder
Oksidasi alkohol sekunder dengan katalis natrium bikromat dan
asam sulfat akan menghasilkan keton dan air.
• Mengalirkan uap alkohol di atas tembaga panas
Oksidasi uap alkohol sekunder dengan katalis tembaga panas
akan menghasilkan keton dan gas hidrogen.
• Memanaskan garam kalsium asam monokarboksilat
Keton dapat diperoleh dari pemanasam garam kalsium asam
monokarboksilat.
Kegunaan Keton
• Aseton digunakan sebagai pelarut (misalnya pelarut cat
kuku) dan pembersih kaca. Juga merupakan bahan baku
untuk membuat senyawa industri, misalnya perspex dan
bispenol.
• Keton siklik digunakan sebagai bahan untuk membuat
parfum.
• Isobutil metil keton / hekson digunakan sebagai pelarut
nitroselulosa dan getah.
• Hormon dalam tubuh manusia, misalnya testosteron dan
progesteron merupakan senyawa keton
Dampak Penggunaan Keton
Dampak Positif
• Penggunaan senyawa alde-
hida dalam kehidupan sehari-
hari dapat memudahkan
berbagai kegiatan, misalnya
aseton sebagai pembersih cat
kuku.
• Aseton dapat digunakan
untuk mendeteksi penyakit
diabetes mellitus, karena di
dalam air seni penderita
terdapat kandungan aseton
yang berlebihan (lebih dari
1mg/100mL darah)
Dampak Negatif
• Methyl ethyl keton atau
butanon dapat menyebabkan
rasa mengantuk dan pusing.
Jika terjadi kontak mata
dapat menyebabkan iritasi
mata sedang atau berat.
Dalam konsentrasi tinggi
dapat membahayakan sistem
saraf.
Soal Latihan
• Hasil reaksi identifikasi senyawa dengan rumus molekul
C3H6O sebagai berikut
1. Dengan pereaksi Fehling menghasilkan endapan merah bata;
2. Oksidasi dengan suatu oksidator menghasilkan senyawa yang
dapat memerahkan lakmus biru.
Gugus fungsi senyawa karbon tersebut ….
• Nama senyawa tersebut menurut aturan IUPAC adalah…
a. 3-metil-butanal b. 2,2-dimetil-propanal
c. 1-pentanal d. 2,2-dimetil butanal
e. 2-metil-pentanal
CH3 O
CH3 C C H
CH3
• Nama IUPAC untuk senyawa tersebut adalah…
a. 1, 1-dimetil-3-butanon b. 2-metil-4-pentanon
c. 4, 4-dimetil-2-butanon d. isopropil metil keton
e. 4-metil-2-pentanon
• Pasangan isomer gugus fungsi yang benar adalah…
a. Propanol dan asam propanoat b. Propanal dan propanon
c. Propanal dan etil metanoat
d. Propanon dan etil metanoat
e. Tidak ada jawaban yang benar
• Cara membedakan senyawa keton dan aldehid adalah
dengan cara menggunakan pereaksi tollens. Apa ciri reaksi
yang terbentuk..
a. Pada keton terbentuk cermin perak sedangkan aldehid
tidak ada reaksi
b. Pada aldehid terbentuk cermin perak sedangkan keton
tidak ada reaksi
c. Pada keton terbentuk endapan merah bata sedangkan
aldehid tidak ada reaksi
d. Pada aldehid terbentuk endapan merah bata sedangkan
keton tidak ada reaksi
Aldehida dan Keton

Aldehida dan Keton

  • 1.
  • 2.
    Persamaan • Senyawa turunanalkana yang mengikat gugus karbonil (—CO—) • Keduanya saling berisomeri gugus fungsi dengan rumus : Perbedaan • Jika salah satu tangan C pada gugus karbonil mengikat H disebut Aldehida (alkanal). • Jika salah satu tangan C mengikat gugus alkil (R) disebut Keton (alkanon) • Letak gugus karbonil Aldehida berada di ujung rantai (R— CHO) • Letak gugus karbonil Keton berada diantara 2 atom C (R— COR’) CnHnO
  • 3.
    ALDEHIDA • Aldehida merupakanke- panjangan dari alcohol dehidrogenasi. • Bersifat polar. • Golongan aldehida biasanya disebut dengan alkanal. • Gugus fungsi ini terdiri dari atom karbon yang berikatan dengan atom hidrogen dan berikatan rangkap dengan atom oksigen.
  • 4.
    No . Nama Rumus StrukturRumus Molekul C:H:O 1 Metanal CH2O 1:2:1 2 Etanal C2H4O 2:4:1 3 Propanal C3H6O 3:6:1 4 Butanal C4H8O 4:8:1
  • 5.
    Butanal Isomer Aldehida • IsomerStruktur Aldehida tidak mempunyai isomer posisi karena gugus fungsi dari aldehida terletak di ujung rantai C. Isomer pada aldehida terjadi karena adanya cabang dan letak cabang, sehingga aldehida memiliki isomer struktur. Keisomeran alkanal mulai terdapat pada butanal yang mempunyai dua isomer, yaitu butanal dan 2–metil–propanal (Isobutanal). 2–metil–propanal
  • 6.
    Butanal • Isomer Fungsi Keisomeranfungsi, yaitu keisomeran yang terjadi karena perbedaan gugus fungsi di antara dua senyawa yang mempunyai rumus molekul sama. Aldehida dengan rumus struktur R-CHO berisomer fungsi dengan keton yang memiliki rumus struktur R-O-R`. 2–Butanon Isomer Aldehida
  • 7.
    Tata Cara PenamaanAldehida Tata nama IUPAC • Tentukan rantai terpanjang yang mengandung gugus –CHO dan ebri nama seperti nama alkananya dengan mengganti akhiran “a” dengan “al”. • Penomoran rantai terpanjang selalu dimulai dari atom C gugus aldehida. • Jika ada cabang, penamaannya dilakukan seperti tata nama alkana. CH3 – CH2 – CH2 – CHO Butanal CH3 – CH – CHO CH3 2-Metil Propanal
  • 8.
    Tata Cara PenamaanAldehida Tata nama trivial • Aldehida diberi nama dengan menghitung jumlah atom karbon (1: form-, 2: aset-, 3: propion-B, 4: butir- , 5: valer- ) dan ditambah akhiran –aldehida.
  • 9.
    Tata Cara PenamaanAldehida • Aldehida bercabang 1. Tentukan rantai utama (rantai dengan jumlah atom karbon paling panjang yang terdapat gugus karbonil. 2. Tentukan substituen yang terikat pada rantai utama. 3. Penomoran substituen dimulai dari atom karbon yang mengikat gugus karbonil dengan huruf α, β, γ.
  • 10.
    Sifat Fisis Aldehida •Aldehida dengan 1-2 atom karbon (formaldehida dan asetaldehida) berwujud gas tak berwarna pada suhu kamar dengan bau menyengat. • Aldehida dengan 3-12 atom karbon berwujud cair pada suhu kamar dengan bau sedap. • Aldehida dengan atom karbon lebih dari 12 berwujud padat pada suhu kamar. • Aldehida suku rendah (formaldehida, dan asetaldehida) dapat larut dalam air. • Aldehida suku tinggi tidak larut air. • Untuk jumlah atom C yang sama, aldehida mempunya titik didih dan leleh relatif lebih rendah daripada keton.
  • 11.
    Sifat Kimia Aldehida •Oksidasi oleh kalium bikromat dan asam sulfat Oksidasi aldehida dengan campuran kalium bikromat dan asam sulfat akan menghasilkan asam karboksilat. • Oksidasi oleh larutan Fehling Aldehida dapat mereduksi larutan Fehling menghasilkan endapan merah bata dari senyawa tembaga (I) oksida.
  • 12.
    Sifat Kimia Aldehida •Oksidasi oleh larutan Tollens Aldehida dapat mereduksi larutan Tollens menghasilkan endapan Ag (cermin perak). • Reduksi aldehida oleh seng dan asam klorida akan menghasilkan alkohol primer. • Reaksi dengan natrium bisulfit Aldehida dapat bereaksi dengan natrium bisulfit membentuk suatu senyawa aldehida bisulfit.
  • 13.
    Sifat Kimia Aldehida •Reaksi dengan amonia Aldehida dapat bereaksi dengan amonia menghasilkan suatu senyawa aldehida amonia. • Reaksi dengan asam sianida Aldehida dapat bereaksi adisi dengan asam sianida meng-hasilkan suatu senyawa aldehida sianohidrin. • Reaksi dengan hidroksilamin Aldehida dapat bereaksi adisi dengan hidroksilamin menghasilkan aldoksim dan air.
  • 14.
    Sifat Kimia Aldehida •Reaksi dengan fenilhidrazin Aldehida bereaksi dengan fenilhidrazin menghasilkan alde-hida fenilhidrazon dan air. • Reaksi dengan alkohol Aldehida dapat bereaksi dengan alkohol menghasilkan ase-tal dengan produk samping berupa air. • Reaksi dengan halogen Aldehida dapat bereaksi dengan halogen menghasilkan suatu kloral. Selain itu juga diperoleh hidrogen klorida.
  • 15.
    Sifat Kimia Aldehida •Reaksi dengan fosfor pentaklorida Aldehida dapat mengubah fosfor pentaklorida menjadi fosfo- oksitriklorida dan alkil dihalida. • Kondensasi aldol Dalam suasana basa, dua molekul aldehida dapat menyatu (kondensasi) dengan katalis seng (II) klorida. • Reaksi dengan pereaksi Grignard Aldehida bereaksi dengan pereaksi Grignard menghasilkan alkohol sekunder.
  • 16.
    Pembuatan Aldehida • Oksidasialkohol primer Alkohol primer dapat teroksidasi menghasilkan suatu aldehida dengan katalis kalium bikromat dan asam sulfat. • Mengalirkan uap alkohol primer di atas tembaga panas Uap alkohol primer teroksidasi menghasilkan suatu aldehida dengan katalis tembaga panas. • Memanaskan garam kalsium suatu asam monokarboksilat jenuh dengan kalsium format
  • 17.
    Kegunaan Aldehida • Larutanformaldehida 40% dalam air (formalin) untuk mengawetkan spesimen biologis dalam laboratorium atau museum, karena dapat membunuh germs (desinfektan). • Formaldehida untuk membuat plastik termoset (plastik yang tidak meleleh pada pemanasan), serta insektisida dan germisida. Juga dapat digunakan sebagai pelarut dan bahan campuran parfum. • Etanal atau asetaldehida sebagai bahan untuk karet atau damar buatan, zat warna, dan bahan organik yang penting misalnya asam asetat, aseton, etilasetat, dan 1- butanol. • Sinamaldehida memberi aroma khas pada kayu manis. .
  • 18.
    Dampak Penggunaan Aldehida DampakPositif • Penggunaan senyawa aldehida dalam kehidupan sehari-hari dapat me- mudahkan berbagai kegia- tan, misalnya pengawetan spesimen biologis meng- gunakan formaldehid. Dampak Negatif • Makanan yang difermentasi hampir selalu menimbulkan efek yang disebut sebagai keracunan aldehid. • Potensi dari efek toksik aldehid biasanya terletak pada adanya penumpukan gugus karbonil pada tubuh.
  • 19.
    KETON • Keton tergolongsenyawa karbonil karena memiliki gugus fungsional C=O, dan atom karbon pada gugus karbonil dihubungkan dengan dua alkil (R). • Bersifat polar. • Keton biasanya disebut dengan alkanon.
  • 20.
    No . Nama Rumus StrukturRumus Molekul C:H:O 1 Propanon C3H6O 3:6:1 2 Butanon C4H8O 4:8:1 3 Pentanon C5H10O 5:10:1
  • 21.
    Isomer Keton • IsomerStruktur terjadi karena perbedaan kerangka atom karbonnya. • Isomer Posisi terjadi karena perbedaan letak gugus karbonil.
  • 22.
    Isomer Keton • IsomerFungsi terjadi karena memiliki rumus molekul sama.
  • 23.
    Tata Cara PenamaanKeton Tata nama IUPAC • Tentukan rantai karbon terpanjang yang mnegandung gugus -CO- dan diberi nama seperti nama alkananya dengan mengganti akhiran “a” dengan “on”. • Atom C gugus karbonil harus memilki nomor serendah mungkin. • Jika ada cabang, penamaan seperti tata nama alkana. O CH3 - CH2 - CH2 - C - CH2 - CH3 3-heksanon (etil propil keton)
  • 24.
    Tata Cara PenamaanKeton Tata nama Trivial • Tentukan gugus-gugus alkil (substituen) yang mengikat gugus karbonil (-CO-). • Tambahkan akhiran “keton” setelah nama-nama subtituen. • Penulisan substituen alkil tidak harus menurut urutan abjad.
  • 25.
    Sifat Fisis Keton •Keton suku rendah berupa zat cair yang mudah larut dalam air dan berbau menyengat. • Keton suku sedang merupakan zat cair yang sukar larut dalam air dan berbau sedap. • Keton suku tinggi merupakan zat padat. • Cairan aseton mudah menguap dan beracun serta dapat menyebabkan matinya saraf. • Merupakan pelarut organik yang baik. • Titik didih keton lebih rendah daripada alkahol dan lebih tinggi dari alkana dan eter untuk berat molekul yang sama.
  • 26.
    Sifat Kimia Keton •Oksidasi Oksidasi keton dengan campuran natrium bikarbonat dan asam sulfat akan menghasilkan asam karboksilat, air, dan karbondioksida. • Reduksi Reduksi keton dengan katalis litium alumunium hidrida akan menghasilkan alkohol sekunder. • Reaksi dengan fosfor pentaklorida Reaksi antara aseton dengan fosfor pentaklorida akan menghasilkan alkil dihalida.
  • 27.
    Sifat Kimia Keton •Reaksi dengan pereaksi Grignard Hidrolisis hasil reaksi keton dan pereaksi Grignard menghasilkan alkohol tersier. • Kondensasi aldol Dalam suasana basa, keton dapat mengalami kondensasi dengan katalis seng (II) klorida. • Reaksi dengan halogen Keton dapat mengalami reaksi substitusi jika bereaksi dengan halogen.
  • 28.
    Sifat Kimia Keton •Reaksi dengan asam sianida Keton dapat bereaksi adisi dengan asam sianida membentuk suatu senyawa sianohidrin. • Reaksi dengan natrium bisulfit Keton dapat bereaksi adisi dengan natrium bisulfit menghasilkan suatu keton bisulfit. • Reaksi dengan hidroksilamin Keton bereaksi dengan hidroksilamin membentuk senyawa oksim, dan air.
  • 29.
    Sifat Kimia Keton •Reaksi dengan fenilhidrazin Keton bereaksi dengan fenilhidrazin menghasilkan senyawa fenilhidrazon dan air. • Keton tidak dapat dioksidasi oleh pereaksi Fehling dan Tollens. Sifat ini digunakan untuk membedakan keton dan aldehida.
  • 30.
    Pembuatan Keton • Oksidasialkohol sekunder Oksidasi alkohol sekunder dengan katalis natrium bikromat dan asam sulfat akan menghasilkan keton dan air. • Mengalirkan uap alkohol di atas tembaga panas Oksidasi uap alkohol sekunder dengan katalis tembaga panas akan menghasilkan keton dan gas hidrogen. • Memanaskan garam kalsium asam monokarboksilat Keton dapat diperoleh dari pemanasam garam kalsium asam monokarboksilat.
  • 31.
    Kegunaan Keton • Asetondigunakan sebagai pelarut (misalnya pelarut cat kuku) dan pembersih kaca. Juga merupakan bahan baku untuk membuat senyawa industri, misalnya perspex dan bispenol. • Keton siklik digunakan sebagai bahan untuk membuat parfum. • Isobutil metil keton / hekson digunakan sebagai pelarut nitroselulosa dan getah. • Hormon dalam tubuh manusia, misalnya testosteron dan progesteron merupakan senyawa keton
  • 32.
    Dampak Penggunaan Keton DampakPositif • Penggunaan senyawa alde- hida dalam kehidupan sehari- hari dapat memudahkan berbagai kegiatan, misalnya aseton sebagai pembersih cat kuku. • Aseton dapat digunakan untuk mendeteksi penyakit diabetes mellitus, karena di dalam air seni penderita terdapat kandungan aseton yang berlebihan (lebih dari 1mg/100mL darah) Dampak Negatif • Methyl ethyl keton atau butanon dapat menyebabkan rasa mengantuk dan pusing. Jika terjadi kontak mata dapat menyebabkan iritasi mata sedang atau berat. Dalam konsentrasi tinggi dapat membahayakan sistem saraf.
  • 33.
  • 34.
    • Hasil reaksiidentifikasi senyawa dengan rumus molekul C3H6O sebagai berikut 1. Dengan pereaksi Fehling menghasilkan endapan merah bata; 2. Oksidasi dengan suatu oksidator menghasilkan senyawa yang dapat memerahkan lakmus biru. Gugus fungsi senyawa karbon tersebut …. • Nama senyawa tersebut menurut aturan IUPAC adalah… a. 3-metil-butanal b. 2,2-dimetil-propanal c. 1-pentanal d. 2,2-dimetil butanal e. 2-metil-pentanal CH3 O CH3 C C H CH3
  • 35.
    • Nama IUPACuntuk senyawa tersebut adalah… a. 1, 1-dimetil-3-butanon b. 2-metil-4-pentanon c. 4, 4-dimetil-2-butanon d. isopropil metil keton e. 4-metil-2-pentanon • Pasangan isomer gugus fungsi yang benar adalah… a. Propanol dan asam propanoat b. Propanal dan propanon c. Propanal dan etil metanoat d. Propanon dan etil metanoat e. Tidak ada jawaban yang benar
  • 36.
    • Cara membedakansenyawa keton dan aldehid adalah dengan cara menggunakan pereaksi tollens. Apa ciri reaksi yang terbentuk.. a. Pada keton terbentuk cermin perak sedangkan aldehid tidak ada reaksi b. Pada aldehid terbentuk cermin perak sedangkan keton tidak ada reaksi c. Pada keton terbentuk endapan merah bata sedangkan aldehid tidak ada reaksi d. Pada aldehid terbentuk endapan merah bata sedangkan keton tidak ada reaksi